cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
PENGHAMBATAN EKSTRAK ETANOL DAUN Manihot esculenta DAN Sansevieria trifasciata TERHADAP PENETASAN KEONG MAS Harlita Harlita; Fitriani Fitriani; Kartika Aprilia Putri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5084

Abstract

Hama keong mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan salah satu jenis hama yang menyerang tanaman padi pada fase vegetatif. Hama ini menyerang tanaman padi mulai dari pesemaian sampai tanaman padi berumur empat minggu setelah tanam. Serangan hama ini dapat mengakibatkan jumlah anakan tanaman padi berkurang sehingga dapat menurunkan produktivitas tanaman padi sebesar 90%. Oleh karena itu diperlukan upaya yang optimal untuk mengendalikan hama keong mas yaitu dengan menggunakan daun ubi dan lidah mertua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemggunaan ekstrak daun Manihot utilissima P. dan Sanseviera trifasciatas P. sebagai ovisida hama keong mas dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun Manihot utilissima P. Dan Sansevieria trifasciata P.yang paling optimal sebagai ovisida keong mas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021 di Laboratorium Dasar Universitas Samudra. Rancanagan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga sampel yang digunakan berjumlah 24 sampel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan ektrak daun ubi dan lidah mertua sebagai ovosida hama keong mas. Aplikasi ektrak daun ubi dan lidah mertua dapat dapat meningkatkan persentase telur tidak menetas sebesar 68,11% pada hari ke 14 setelah perlakuan, menurunkan berat telur keong mas sebesar 1,23 gr. Dengan demikian dapat disimpulkam bahwa semakin tinggi konsentrasi ektrak yang digunakan maka efektivitas ektrak sebagai biofungisda semakin meningkat.
EFIKASI BIONEMATISIDA Purpureocillium lilacinum TERHADAP NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp.) DARI DUA INANG BERBEDA Wilandari, Riri; Swibawa, I Gede; Aeny, Titik Nur; Purnomo, Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh bionematisida jamur Purpureocillium lilacinum dan Nematoda Puru Akar dari inang berbeda serta interaksinya terhadap populasi NPA dan tingkat kerusakan akar tanaman tomat.  Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.  Percobaan menggunakan Rancangan Percobaan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang terdiri dari 2 petak utama dan 4 anak petak dengan 5 ulangan.  Petak utama terdiri 2 dua kelompok NPA dari inang berbeda, sedangkan anak petak terdiri dari 4 perlakuan nematisida.  Dua perlakuan petak utama yaitu NPA dari inang jambu dan NPA dari inang tomat.  Perlakuan nematisida yaitu Kontrol, Bionematisida P. lilacinum, Bionematisida P. lilacinum + kompos, dan Nematisida kimiawi (Carbofuran).  Variabel yang diamati yaitu populasi nematoda dalam akar dan tanah serta kerusakan akar tanaman.  Data dianalisis ragan dan pemisahan nilai tengah menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan NPA dari tanaman jambu biji kristal lebih merusak daripada NPA dari tanaman tomat. Aplikasi bionematisida P. lilacinum efektif mengendalikan populasi NPA dan penambahan kompos meningkatkan keefektifannya.  Pengaruh interaksi antara asal NPA dan perlakuan nematisida tidak nyata.
PERTUMBUHAN BIBIT LADA (Piper nigrum), MELADA (Piper colubrinum), DAN LADA SAMBUNG PADA SISTEM PEMBIBITAN JENUH AIR Rusdi Evizal; Puput Azizah; Sarno Sarno; Maria Viva Rini; Liska Mutiara Septiana; Sugiatno Sugiatno; Purba Sanjaya
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5721

Abstract

Lada sambung merupakan hasil grafting tanaman lada dengan melada sebagai batang bawah yang memiliki keunggulan dari segi ketahanan terhadap penyakit busuk pangkal batang lada, cekaman kelebihan air, dan pertumbuhan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pertumbuhan antara bibit lada biasa, melada, dan lada sambung, mengetahui pengaruh sistem pembibitan jenuh air terhadap pertumbuhan bibit lada (Piper nigrum), melada (Piper colubrinum), dan lada sambung, serta mengetahui interaksinya terhadap pertumbuhan bibit lada. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 hingga Maret 2021 di Desa Air Kubangan, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama jenis lada terdiri dari jenis lada biasa, lada sambung, dan melada; faktor kedua sistem pembibitan jenuh air terdiri dari polybag tanpa digenang, digenang, dan digenang + pupuk daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit melada memberikan respon pertumbuhan yang baik terhadap kondisi jenuh air yaitu perlakuan polybag digenang air dan polybag digenang air yang ditambah pupuk daun yang ditunjukkan oleh variabel tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, bobot kering tunas, dan indeks kualitas bibit. Bibit melada dalam polybag yang digenang air + pupuk memberi pertumbuhan yang paling baik. Perakaran bibit lada sambung (lada/melada) tumbuh lebih cepat daripada lada biasa (tanpa sambung) yaitu pada variabel jumlah akar dan bobot segar akar. Perakaran bibit lada sambung dan melada menunjukkan sifat yang lebih toleran terhadap cekaman jenuh air. Sebagai interaksi batang bawah dan batang atas, pertumbuhan akar lada sambung berada di antara pertumbuhan akar lada biasa dan melada.
PENGARUH LAMA ASOSIASI Trichoderma spp. DENGAN AKAR TANAMAN JAGUNG TERHADAP PENYAKIT BULAI DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG Joko Prasetyo; Dwi Fuji Ginting; Muhammad Nurdin; Sudiono Sudiono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.5363

Abstract

Salah satu penyebab penurunan produksi tanaman jagung adalah penyakit bulai yang disebabkan oleh Peronosclerospora sp. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan agensia hayati seperti Trichoderma spp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama asosiasi antara Trichoderma spp. dengan akar tanaman jagung terhadap penyakit bulai dan pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan Proteksi Tanaman dan Laboratorium Lapangan Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan lama asosiasi Trichoderma spp. dengan akar tanaman. Lama waktu asosiasi tersebut terdiri dari 6 HST (P1), 9 HST (P2), 12 HST (P3), dan 15 HST (P4). Trichoderma spp. yang akan diaplikasikan adalah tanpa Trichoderma spp. (T0), Trichoderma sp. isolat Tegineneng (T1) dan Trichoderma sp.isolat Klinik Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung (T2). Hasil penelitian menunjukkan Trichoderma spp. yang berasosiasi dengan akar tanaman jagung  tidak dapat menekan penyakit bulai dan meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung. Umur tanaman jagung yang lebih muda lebih rentan terhadap penyakit bulai dibandingkan dengan tanaman jagung yang tua.
PENGARUH BEBERAPA KONSENTRASI ASAM NAFTALEN ASETAT DAN JUMLAH MATA TUNAS TERHADAP INDUKSI PERAKARAN DAN PERTUMBUHAN STEK BATANG HIJAU Indigofera sp. Ardian Ardian; Darma Ningsih; Erwin Yuliadi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5443

Abstract

Perbanyakan Indigofera sp. secara vegetatif perlu dilakukan karena perbanyakan secara generatif sulit dilakukan.  Benih Indigofera sp. memiliki kulit luar yang keras dan memiliki masa dormansi sehingga perkecambahan benihnya tidak seragam.  Stek merupakan cara yang dapat digunakan untuk memperbanyak Indigofera sp. secara massal.  Stek dikatakan berhasil apabila terjadi pertumbuhan akar dan tunas.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari jumlah mata tunas dan beberapa konsentrasi Asam Naftalen Asetat terhadap pertumbuhan dan perakaran stek Indigofera sp.  Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) faktorial (3x5).  Faktor pertama yaitu jumlah mata tunas (1, 2 dan 3 mata tunas) dan faktor kedua yaitu konsentrasi Asam naftalen asetat (0, 500, 1000, 1500 dan 2000 ppm).  Percobaan terdiri dari 15 kombinasi perlakuan, diulang 3 kali, dan setiap unit percobaan terdiri atas 4 stek.  Homogenitas ragam diuji dengan Uji Bartlett, jika asumsi terpenuhi maka dilanjutkan dengan analisis ragam dan perbedaan nilai tengah diuji dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, stek 3 mata tunas memberikan pertumbuhan tunas dan akar terbaik jika dibandingkan dengan stek 2 dan 1 mata tunas untuk peubah jumlah tunas, jumlah daun, bobot segar tunas, bobot kering tunas, panjang akar, bobot segar akar dan bobot kering akar pada 6 minggu setelah tanam.  Pemberian Asam Naftalen Asetat 2000 ppm menghasilkan bobot segar akar terbaik pada 6 minggu setelah tanam. Tidak terdapat interaksi antara jumlah mata tunas dan konsentrasi Asam Naftalen Asetat terhadap pertumbuhan stek Indigofera sp. 
PENGARUH PENGURANGAN INTENSITAS RADIASI MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS SELADA ROMAINE(Lactuca sativa var. Longifolia) Hutagalung, Fransio; Timotiwu, Paul B; Ginting, Yohannes Cahya; Manik, Tumiar Katarina B
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.5311

Abstract

Budidaya selada romaine di dataran rendah akan menghadapi kendala yaitu intensitas radiasi matahari dan suhu udara yang tinggi yang dapat menurunkan pertumbuhan dan kualitas tanaman.Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengurangi intensitas radiasi matahari menggunakan naungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan naungan plastic penyaring UV dalam mengurangi intensitas radiasi matahari dan pengaruhnya terhadap suhu dan kelembaban udara juga untuk mengetahui pertumbuhan dan kualitas selada romaine di dalam naunganplastik UV 14% sebagai suatu alternative pengembangan selada di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di Desa Gulak Galik, Kecamatan Teluk Betung, Bandar Lampung dengan perlakuan tanpa naungan dan perlakuan penggunaan naungan plastik penyaring UV 14%, masing-masing perlakuan memiliki 30 sampel. Data intensitas radiasi matahari, suhu udara, dan kelembaban udara ditampilkan dalam bentuk grafik sedangkan data pertumbuhan dan hasil tanaman diuji menggunakan analisis Uji-t taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plastik UV yang digunakan efektif menurunkan intensitas radiasi matahari, namun tidak secara signifikan merubah suhu udara dan kelembaban udara. Rata-rata naungan plastik penyaring UV yang digunakan menurunkan intensitas radiasi matahari dari 602 Watts.mˉ² menjadi 421 Watts.mˉ² (43%), rata-rata suhu udara siang hari di dalam dan di luar naungan yaitu sekitar 36˚C, dan kelembaban udara siang haridi dalam dan di luar naungan yaitu 58% dan 54%. Penggunaan naungan plastik menghasilkan menghasilkan panjang batang yang lebih tinggi, namun untuk bobot segar tanaman, jumlah daun, lebar daun dan bobot kering akar yang lebih rendah dari pada tanaman dengan perlakuan tanpa naungan, sedangkan untuk panjang daun anatara kedua perlakuan tidak menghasilkan pengaruh yang berbeda nyata. Berdasarkan pengamatan kualitas selada romaine yang berada di dalam naungan menghasilkan warna, rasa, serta kerenyahan daun yang lebih baik daripada tanaman yang berada di luar naungan, namun untuk tampilan kanopi kepadatan tanaman lebih baik pada tanaman yang berada di luar naungan.
PENGARUH KLON TERHADAP INTENSITAS HAMA DAN PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.) DI LAMPUNG TENGAH Yecti Wiji Jayanti; Efri Efri; Hamim Sudarsono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5877

Abstract

Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan tanaman pangan penting di Indonesia, namun setiap tahunnya produksi ubi kayu cenderung menurun yang dapat terjadi akibat faktor hama maupun penyakit.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh beberapa klon terhadap intensitas kerusakan akibat hama dan penyakit penting pada tanaman ubi kayu di Lampung Tengah.  Penelitian dilakukan di lahan pertanaman desa Purnama Tunggal I Lampung Tengah pada bulan September sampai Desember 2019 menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 ulangan dan 3 kelompok.  Klon tanaman ubi kayu yang digunakan pada penelitian ini adalah klon C5, Saudi, Thailand Putih, dan Moci.  Penyakit yang ditemukan yaitu penyakit Bunchytop, penyakit bercak daun coklat, penyakit mati pucuk, sedangkan hama yang ditemukan yaitu hama mealybug  (Phenacoccus manihoti) dan hama tungau (Tetranychus urticae).  Keterjadian serangan hamamealybug yang menyebabkan penyakit bunchytop terbesar terdapat pada klon Moci.  Hasil analisis menunjukkan bahwa tanaman ubi kayu klon Moci lebih rentan terhadap serangan hamamealybug dan penyakit bunchytop jika dibandingkan klon C5, Saudi dan Thailand Putih. Tanaman ubi kayu klon C5 lebih rentan terhadap penyakit mati pucuk. Tanaman ubi kayu klon Saudi, C5, Moci, dan Thailand Putih memiliki tingkat ketahanan yang sama terhadap penyakit bercak daun coklat dan serangan hama tungau.
PENGARUH MEFENOKSAM DAN Trichoderma sp. TERHADAP PENYAKIT BULAI DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG Elsa Wulandari; Joko Prasetyo; Muhammad Nurdin; Tri Maryono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5601

Abstract

Salah satu kendala dalam budidaya tanaman jagung adalah penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora sp.  Gejala khas penyakit bulai pada tanaman jagung berupa gejala klorotis memanjang sejajar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat, dan pada pagi hari terlihat tanda penyakit berupa tepung putih di bawah permukaan daun.  Salah satu bahan aktif fungisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit bulai adalah mefenoksam dan salah satu antagonis yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit ini adalah Trichoderma sp.  Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh mefenoksam, Trichoderma sp. terhadap intensitas penyakit bulai dan pertumbuhan tanaman jagung, dan mengetahui adanya interaksi mefenoksam dan Trichoderma sp. terhadap intensitas penyakit bulai dan pertumbuhan tanaman jagung.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor dengan tiga kali ulangan.  Faktor pertama yang digunakan yaitu fungisida sedangkan faktor kedua Trichoderma sp.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fungisida mefenoksam dapat menekan keterjadian dan keparahan penyakit.
PENGARUH APLIKASI PESTISIDA NABATI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT, JAHE DAN DAUN SIRIH TERHADAP MORTALITAS KUTU DAUN Aphis sp. PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Lestari Wibowo; Worro Bronto Laras; Sudi Pramono; Yuyun Fitriana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5657

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2020 bertempat di halaman gedung HPT Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pestisida nabati (kunyit, jahe dan daun sirih) terhadap mortalitas kutu daun Aphis sp., pada tanaman cabai dan pengaruhnya terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan (tiga perlakuan pestisida nabati yaitu aplikasi ekstrak kunyit, aplikasi ekstrak jahe dan aplikasi ekstrak daun sirih) dan satu tanpa perlakuan pestisida nabati sebagai kontrol) dan diulang 4 kali. Pestisida nabati diaplikasikan secara merata pada seluruh tanaman percobaan kecuali kontrol. Pengamatan dilakukan terhadap mortalitas Aphis sp., jumlah daun dan tinggi tanaman. Aplikasi pestisida nabati ekstrak rimpang kunyit, rimpang jahe dan daun sirih menyebabkan mortalitas Aphis sp. masing-masing sebesar 60%, 65%, dan 68% pada 5 hsa dan secara nyata berbeda dengan kontrol. Aplikasi pestisida nabati ekstrak rimpang kunyit, rimpang jahe dan daun sirih untuk pengendalian Aphis sp. tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman (tinggi dan jumlah daun) pada pengamatan 7 hsa.
PENGARUH GULUDAN DAN PUPUK ORGANONITROFOS TERHADAP ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI PADA PERTANAMAN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) MUSIM TANAM KEENAM Ropiyanto, Ahmad; Banuwa, Irwan Sukri; Aini, Septi Nurul; Afandi, Afandi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5904

Abstract

Ubi kayu dianggap sebagai tanaman yang menguruskan tanah, karena banyak mengambil unsur hara dan dianggap kurang mampu melindungi tanah dari pukulan air hujan sehingga menjadikan lahan ubi kayu peka terhadap erosi. Tindakan konservasi tanah berupa pembuatan guludan dan pemberian pupuk organonitrofos merupakan upaya untuk mengurangi laju aliran permukaan dan erosi khususnya pada lahan pertanaman singkong varietas Gajah (Manihot esculenta Crantz). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh guludan dan pupuk organonitrofos terhadap aliran permukaan dan erosi pada pertanaman singkong. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Januari hingga Oktober 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial 2 x 2, dengan 4 ulangan sehingga diperoleh 16 satuan percobaan. Faktor pertama adalah tindakan konservasi yang terdiri dari G1 (guludan searah lereng) dan G2 (guludan memotong lereng), dan faktor kedua meliputi pemberian pupuk organik organonitrofos yang terdiri dari P0 (tanpa pupuk organonitrofos) dan P1 (pupuk organonitrofos dengan dosis 40 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan guludan memotong lereng lebih baik dalam mengurangi aliran permukaan dan erosi dibandingkan guludan searah lereng pada pertanaman singkong Gajah. Aliran permukaan 279,44 mm menjadi 213,68 mm (23,53%) dan erosi 35,30 ton ha-1 menjadi 9,54 ton ha-1 (72,97%). Selain itu, Pemberian pupuk organonitrofos 40 ton ha-1 memberikan hasil yang lebih baik dalam mengurangi aliran permukaan dan erosi dibandingkan tanpa pupuk organonitrofos. Aliran permukaan 286,42 mm menjadi 206,69 mm (27,83%) dan erosi 27,19 ton ha-1 menjadi 17,65 ton ha-1(35,08%). 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue