cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus@staiabogor.ac.id
Phone
+6281222202006
Journal Mail Official
admin@staiabogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Dramaga KM. 7, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 25811754     EISSN : 22528970     DOI : https://doi.org/10.30868
Core Subject : Education,
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam focuses on publishing articles that contain ideas, research results, and literature studies in the field of Islamic Education. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Scope are: Al Quran and Hadith-based Islamic Education, Media and Learning Resources in Islamic Education, Study of Islamic Education Figures, Islamic Religion Education Curriculum, History of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Research on Islamic Religion Education, Issues about Islamic Religion Education, Psychology of Islamic Religion Education, Management of Islamic Religion Education, Islamic Religious Education Guidance and Counseling
Articles 2,616 Documents
KARAKTER (ADAB) GURU DAN MURID PERSPEKTIF IBN JAMÂ’AH AL-SYÂFI’Î Rahendra Maya
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 02 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v6i12.177

Abstract

The main purpose of education, both general education and Islamic education, is to moled noble character (or akhlak or adab) of student. Due to this urgent position of that character, especially teacher’s and student’s character, so this study is aimed at discussing the concept of character education according to a great Islamic scholar.This studi research is focused on the background of the deterioration of education, both general education and Islamic education, mainly due to the rampant characterdecadence, both from teachers and from students. On the other hand, a character education program which has been programmed in Indonesia, although it is actually a good program, but is considered still keep a number of problematic concepts, criticism and claims of failure and suggestions for improvements. For the Muslims, these programs must be harmonized with even very specific distinctive character, namely the Islamic character based on the rules of Islam in general and Islamic characters (Islamiyyah etiquettes) specifically.Therefore, this research is formulated to describe teacher’s and student’s character (adab al-’âlim wa al-muta’allim)based on Ibn Jamâ’ah thought and find ways to apply it strategically-conceptual in character education programs in Indonesia through the improvement of teacher’s dan student’s character based on figures perspective. This research is a qualitative research to approach the study of literature (library research)which is descriptive-explanative to be analyzed by the method of content analysis in his masterpiecepedagogical-educative of the book ‘Tadzkirah al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Âdâb al-’Âlim wa al-Muta’allim’ as its primary text through documentation method.
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Ibrahim Bafadhol
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 02 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v6i12.178

Abstract

Dalam perspektif Islam, akhlak atau moral  memiliki kedudukan yang tinggi. Demikian tingginya kedudukan akhlak dalam Islam hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikannya sebagai barometer keimanan. Beliau bersabda: أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”  (HR. Abû Dâwûd dan Tirmidzî). Dalam Islam, akhlak sangat terkait dengan keimanan dan tidak terpisah darinya. Keterkaitan antara iman dengan akhlak juga terlihat jelas pada pengarahan-pengarahan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang akhlak. Beliau sering sekali mengaitkan keimanan kepada Allah dan hari akhir dengan akhlak. Ketika seseorang memiliki orientasi dan cita-cita yang tinggi yaitu ridha Allah, maka dengan sendirinya ia akan menganggap rendah apa saja yang bertentangan dengan cita-cita tersebut yaitu seluruh perbuatan atau sifat yang dibenci oleh Allah.              Akhlak Islami memiliki beberapa keistimewaan dan ciri-ciri khusus (karakteristik) yang membedakannya dari sistem akhlak lainnya. Di antara karakteristik akhlak Islami tersebut adalah: (a) Rabbaniyah atau dinisbatkan kepada Rabb (Tuhan), (b) Insaniyah (bersifat manusiawi), (c) Syumuliyah (universal dan mencakup semua kehidupan), dan (d) Wasathiyah (sikap pertengahan).Suatu hal yang ditekankan dalam Islam adalah pendidikan akhlak wajib dimulai sejak usia dini karena masa kanak-kanak adalah masa yang paling kondusif untuk menanamkan kebiasaan yang baik.Keyword:Pendidikan, Akhlak, Islam.
MANAJEMEN PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT ‘ABDULLĀH NĀSHIH ‘ULWĀN (STUDI KITAB TARBIYAH AL-AULĀD FĪ AL-ISLĀM) Ujang Andi Yusuf
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 02 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v6i12.179

Abstract

Bertolak dari keprihatinan yang mendalam atas realita akhlak para remaja dewasa ini, yang tidak lain karena tercemarnya fitrah yang merupakan komitmen manusia untuk mematuhi Allah S.W.T. Demi terjaganya fitrah, dibutuhkanlah manajemen pembinaan akhlak yang dapat memeliharanya. Karena itu, hanya akhlak Islami yang dapat memproteksi generasi bangsa dari degradasi moral. Di antara maraknya lembaga pendidikan Islam, tampaknya masih banyak yang perlu diislamisasi, agar lembaga-lembaga Islam tersebut menjadi lebih riil, bukan hanya sebatas klaim. Karena yang dikatakan dengan sekolah Islami adalah sekolah yang menjadikan syariat Islam sebagai manhaj (metode) dan dasar utama yang kontinu.  ‘Abdullāh Nāshiẖ ‘Ulwān termasuk salah seorang tokoh yang menyorot tentang beberapa faktor pendukung dan penghambat pendidikan akhlak sehingga pemikirannya tentang hal tersebut layak untuk dikaji berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana konsep pembinaan akhlak dengan detil, kemudian aplikasi manajemennya secara riil.Keywords: manajemen, pendidikan, akhlak, pendidikan akhlak
Efektivitas Model Pembelajaran Karakter pada Mata Pelajaran Ektrakulikuler di sekolah full day school Moch. Yasyakur
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 02 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v6i12.180

Abstract

Model pembelajaran karakter berbasis Al-Qur’an ini mengusung teori Integral Character Teosentris sebagai upaya menggali potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa serta memiliki akhlak mulia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: metode R & D. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.Penelitian ini dilakukan di sekolah Islam full day school dengan asumsi bahwa pada pendidikan full day school para peserta didik memiliki keistimewaan yaitu mereka belajar dengan suasana gembira walaupun pulang hingga petang. Peserta didik senang dengan mengembangkan minat serta bakat mereka di sekolah karena pendidikan karakter berkaitan dengan minat atau dengan kata lain karakter adalah suatu kebiasaan yang dilakukan dengan senang hati tanpa adanya paksaan.Sintak atau langkah-langkah model pembelajaran berkarakter dengan nilai-nilai karakter  meneladani kisah Nabi Ibrâhîm as adalah sebagai berikut; (1) Salam pembuka (nilai karakter menebar salam), (2) Membaca Basmalah (nilai karakter ikhlas), (3) Membaca QS. Al-‘Ashr (nilai karakter sabar dan menghargai waktu), (4) Kegiatan inti pembelajaran, (5) Evaluasi inti pembelajaran, (6) Penutup; ucapan hamdalah (nilai karakter syukur) dan doa kafaratul majelis (nilai karakter taubat). Model pembelajaran karakter ini sangat efektif bila dilaksanakan setiap pertemuan matapelajaran ekstrakulikuler berdasarkan hasil angket kepuasan pada peserta didik serta guru di SDI Mafaza Jakarta Utara dan SMPIP Az Zahra Depok.Sedangkan untuk nilai-nilai karakter yang lainnya seperti; Hanifa/yang selalu cenderung kepada kebenaran, Muhsin/mawas diri dan merasakan kehadiran Allah swt atau muhsinin/orang yang merasakan kehadiran dan kebersamaan dengan Allah swt, monoteisme atau lam yaku min al-Musyrikin atau tabarra’ atau aslam wajhah lillah, rasional, ketenangan hati, tawakkal, menghormati tamu, dapat diajarkan dan disesuaikan dengan materi pelajaran serta alokasi waktu pada program semester.  Kata kunci: Model Pembelajaran, efektif dan menyenangkan
Pembelajaran Akidah Akhlak dan Korelasinya Dengan Peningkatan Akhlak al-Karimah Peserta Didik Muhammad Hidayat Ginanjar; Nia Kurniawati
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 02 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v6i12.181

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pembelajaran akidah akhlak dan korelasinya dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar Al-Islami, yang berlokasi di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peneliti mengidentifikasi masalah penelitian terkait pembelajaran akidah akhlak dan korelasinya dengan peningkatan akhlak mulia peserta didik. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen dan survey, melalui teknik pengumpulan data melalui angket terhadap 70 peserta didik sebagai populasi objek penelitian. Unit analisis adalah peserta didik Kelas X dan XI Tahun Pelajaran 2016/2017. Skor yang diambil adalah nilai rata-rata pembelajaran akidah akhlak dan nilai rata-rata peningkatan akhlak karimah peserta didik.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) yaitu analisis statistik deskriptif dan inferensial. Dari hasil penelitian teridentifikasi bahwa pembelajaran akidah akhlak berkorelasi secara positif dengan peningkatan akhlak mulia (al-karimah) peserta didik. Korelasi antara variabel X (pembelajaran akidah akhlak) dengan variabel Y (peningkatan akhlak karimah) katagori cukup atau sedang yang berada pada rentang 0,90 sampai 1.00 setelah dikonsultasikan antara nilai “r” product moment pada taraf signifikansi 5% dan 1% dari nilai XY lebih besar dari nilai t tabel, sehingga hipotesa alternatif diterima dan hipotesa nihil ditolak. Ini berarti korelasi antara pembelajaran aqidah akhlak dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik di Madrasah Aliyah Shautul Mimbar Al-Islami  Tenjolaya Bogor berkorelasi positif dan meyakinkan. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dirokemendasikan kepada pengelola sekolah untuk mengoptimalkan pembelajaran akidah akhlak agar peserta didiknya dapat mencapai tujuan pembelajaran secara lebih efektif dan menghasilkan output yang berkualitas salah satunya terwujud pada peningkatan akhlak karimah, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Kata Kunci :Pembelajaran, Akidah Akhlak, Peningkatan Akhlak.
LITERASI KEBERAGAMAAN ANAK KELUARGA MARJINAL BINAAN KOMUNITAS DI KOTA BOGOR Unang Wahidin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 02 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v6i12.182

Abstract

Literacy Religious Children Family Marginal Community Guided in the City of Bogor. This research was conducted in Bogor city in community of foster child of marginal family. The research objectives related to the community are: 1. describing the community profile; 2. describe the model of educational curriculum in the community; 3. describe the learning process in the community; While the research objectives related to the children of the marginal family are: 1. describing and analyzing the religious literacy of the belief dimension; 2. describe and analyze religious literacy the dimensions of religious practice; 3. describe and analyze the religious literacy of the dimensions of religious experience; and 4. to describe and analyze the religious literacy of the dimension of religious knowledge. Grand theory used is about: 1. theory of literacy; 2. religious theory; 3. theories about children, and 4. the theory of the marginal family. While the research method used is qualitative with data collection techniques: 1. active participative observation techniques; 2. structured interview techniques; and 3. documentation techniques. The results of research related to the community as follows: 1. community coaches of marginal family children in the city of Bogor is a social group that has a very important role; 2. educational system curriculum model organized by the community of mentors of marginal family children in Bogor city consists of curriculum components organized in such a way and directed to achieve educational objectives; 3. The learning process of the children of the marginalized families carried out by communities in the city of Bogor has been in accordance with the management of regular learning. While the results of research related to the children of the marginal family as follows: 1. the children of the marginal family believe all the get along contained in the pillars of faith; 2. the child of the marginal family is capable of carrying out the practices of the religious teachings he or she believes in; 3. children of marginal families of the majority have religious experience; and 4. the majority of the children of the marginal family have knowledge of the religion they follow. Keywords: Literacy, Religious, Children Family Marginal, Community Guided.
INTERNALISISI JIHAD DALAM PENDIDIKAN KARATER Rumba Triana
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v7i01.208

Abstract

Diskursus tentang jihad selalu berbicara tentang kekerasan, bahkan tidak jarang seseorang langsung memberikan stigma negatif terhadap jihad. Secara definisi operasional dari kata jihad para ilmuwan fikih memang telah menempatkan pada pengertian memerangi orang-orang kafir, namun Ibnu Taimiyyah menegaskan bahwa jihad bukan hanya dimaknai dengan perang dan kekerasan namun mencari ilmu juga merupakan bagian dari jihad. Penelitian ini merupakan penelitian literatur  Jihad sebagai ibadah yang agung perlu dijadikan spirit untuk pembentukan karakter setiap peserta didik di Indonesia. Diantara internalisasi dari jihad dalam karakter adalah tauhid, ikhlas, takwa, kesabaran, kedermawanan, dan karakter-karakter lain.Keyword : Jihad, Pendidikan Jihad
TEORI-TEORI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN Aas Siti Sholichah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v7i01.209

Abstract

Teori merupakan landasan awal dalam melaksanakan praktek. Dalam teori pendidikan hadirnya teori dapat memberikan stimulus dan pijakan dalam menentukan kurikulum, proses belajar mengajar dan tujuan pendidikan yang akan dicapai.Berbagai teori dikembangkan dalam dunia pendidikan mulai dari teori nativisme, teori empirisme dan teori konvergensi, dalam pelaksanaannya masih terjadi perdebatan dalam memaknai dan melaksanakan berbagai teori tersebut, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dan teori yang berkembang saat ini harus disesuaikan dengan kondisi riil dunia pendidikan, Sehingga sampai saat ini dari teori tersebut masih belum menjawab permasalahan kualitas pendidikan.Hadirnya Al-Qur’an menurut Edward Gibbon (1737-1794) seorang ahli sejarah kebangsaan Inggris merupakan sebuah kitab kemajuan, kitab kenegaraan, perdagangan, peradilan, dan undang-undang kemiliteran dalam Islam. Selain itu kandungan isi Al-Qur’an juga menjelaskan mengenai ibadah, ketauhidan dan muamalah. Kandungan Al-Qur’an yang komprehensif dapat menjadi sumbangsih bagi perkembangan teori pendidikan khususnya.Berkaitan dengan pendidikan, Al-Qur’an mengandung dua unsur pembelajaran, pertama materi pembelajaran di dalamnya harus berisi materi tauhid, ini bertujuan agar setiap individu mengetahui akan keesaan Allah swt, dan mengetahui pencipta alam raya serta penciptaan ilmu yang terkandung di alam raya, kedua risalah Ilahiyah, yang disampaikan kepadasetiap rasul untuk dsampaikan kepada umat dalam bentuk tauhid, ibadah dan muamalah.Modawi berpendapat bahwa untuk menemukan teori-teori dalam Al-Qur’an diperlukan ketajaman tafsir dan kaidah ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an. Di samping itu untuk mencapai kesempurnaan teori diharapkan dapat menjawab permasalahan dan lingkup kehidupan yang berkaitan dengan kekinian.Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah menggunakan metode kualitatif yang bersumber dari berbagi buku yang berkaitan dengan permasalahan di atas. Adapun pendekatan metode penafsiran Al-qur’an menggunakan metode tematik, karena metode ini dapat mengkaji problem kontemporer.Dengan berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits sebagai pijakan dalam membuat teori diharapkan dapat menciptakan sistem dan kurikulum pendidikan yang berpijak pada tauhid, akhlak, ibadah dan hubungan sosial sehingga dapat menciptakan pribadi paripurna (Ulu al-Bab). Kata kunci: Teori Pendidikan, Al-Qur’an, Teori Pendidikan dalam Al-Qur’an.
PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA WHATSAPP PENGARUHNYA TERHADAP DISIPLIN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Kasus Di SMK Analis Kimia YKPI Bogor) Edi Suryadi; Muhammad Hidayat Ginanjar; Muhamad Priyatna
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v7i01.211

Abstract

Abstrak  Penelitian ini membahas tentang penggunaan sosial media Whatsapp pengaruhnya terhadap disiplin belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini dilakukan di SMK Analis Kimia YKPI Bogor. Peneliti mengidentifikasi masalah penelitian terkait penggunaan sosial media watshapp pengaruhya terhadap disiplin belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Kajian ini dilatar belakangi oleh banyaknya peserta didik yang mempunyai sosial media whatsapp yang terinstal dalam smartphone dan selalu membawanya kemanapun mereka pergi termasuk di lingkungan sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan sosial media whatsapp terhadap disiplin belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen dan survey, teknik pengumpulan data menggunakan angket dari jumlah populasi 320 peserta didik. Sampel yang dijadikan objek penelitian sebanyak 57 orang dengan teknik random sampling menggunakan rumus Slovin. Unit analisis adalah peserta didik Tahun Pelajaran 2016/2017. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) yaitu analisis statistik deskriptif dan inferensial. Dari hasil penelitian teridentifikasi bahwa penggunaan sosial media whatsapp berpengaruh positif terhadap disiplin belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Terdapat korelasi antara variabel X dan variabel Y bertanda positif dengan memperhatikan besarnya rXY yang diperoleh yaitu sebesar 0,921. Kemudian pada taraf signifikan 5% diperoleh nilai rtabel sebesar 0,266 dan pada taraf signifikan 1% diperoleh nilai sebesar 0,345 ternyata rxy yang besarnya 0,921 adalah jauh lebih tinggi daripada rtabel yang besarnya 0,266 dan 0,345. Nilai R Square (R2) sebesar 0,848 menunjukkan peningkatan disiplin belajar dapat dipengaruhi oleh penggunaan sosial media whatsapp sebesar 84,8% dan sisanya dipengaruhi oleh hal-hal lain diluar persamaan ini. Nilai t hitung sebesar 17,53 jika dikonsultasikan dengan ttabel α (0,05) dan α (0,01) dengan n = 57 mendekati nilai puluhan 60 diperoleh ttabel sebesar 1,671 dan 2,000. Diketahui thitung  > ttabel yaitu: 17,53 > 1,671 dan 2,000 maka H0 ditolak. Ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel X terhadap variabel Y. Berdasarkan temuan penelitian ini, penulis merekomendasikan kepada pihak pengelola sekolah beserta dewan guru untuk berupaya meminimalisir penyalah gunaan sosial media whatsapp di kalangan peserta didik khususnya di lingkungan sekolah dan selalu berupaya menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif sehingga penyelenggaraan program pendidikan di sekolah terwujudkan secara efektif sesuai visi dan misinya. Kepada para orang tua juga disarankan untuk membatasi sekaligus mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan media sosial agar dapat meminimalisir penyalah-gunaannya. Keywords: Sosial Media Wathshapp, Disiplin Belajar.
AKHLAK ISLAMI PERSPEKTIF ULAMA SALAF Syamsul Rizal Mz
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v7i01.212

Abstract

Perkembangan teknologi dapat dirasakan telah membawa perkembangan besar terhadap kehidupan di dunia. Selain berdampak positif juga membawa dampak negatif terhadap cara pandang dan tingkah laku manusia. Sementara akhlak dalam Islam merupakan bagian dari agama yang harus selalu dijaga, karena itu para ilmuwan dan tokok umat Islam selalu menyentuh ranah akhlak sebagai bagian yang harus disampaikan dan diajarkan pada manusia. Salah satu tokoh itu ialah Imam al-Ghazali. Salah satu karyanya yang fenomenal adalah sebuah kitab tasawuf yang berisi banyak nasehat-nasehat agama yaitu Ihya al-Din yang dikarang di Baghdad. Di dalam kita ini, dan karya-karyanya yang lain ia juga banyak menjelaskan mengenai akhlak. Sehingga, seperti apa akhlak menurutnya dan bagaimana metode menjadi akhlak yang baik. Inilah yang menjadi fokus masalah dalam penelitian ini. Konsep pemikiran Imam al-Ghazali itu dapat memberikan refleksi kepada setiap orang yang mengkajinya tentang bagaimana akhlak dan penerapannya yang baik harus dilakukan oleh setiap individu muslim. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research, atau penelitian kepustakaan pada beberapa kita al-Ghazali dengan jenis penelitian kepustakaan pada beberapa kitab al-Ghazali dengan jenis penelitian kualitatif. Sumber datanya adalah beberapa kitab karangan al-Ghazali. Data yang terkumpul akan dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Metode tersebut diguanakan untuk menjelaskan pengertian akhlak dan metodenya menurut Imam al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan menurut Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulum al-Din meliputi: Pengertian akhlak menurutnya adalah sesuatu ungkapan tentang kondisi yang metap di dalam jiwa, dan dilakukan perbuatan tersebut dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran. Ia juga membagi akhlak menjadi dua, yaitu akhlak yang baik (al-Khuluq al-Hasan) dan akhlak yang buruk (al-Khuluk as-Sayy’i), landasannya adalah al-Qur’an dan al-Hadits, dan tujuannya ialah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, selain itu juga untuk membersihkan diri agama mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan di dunia dan di akhirat. Sementara metode pembentukannya adalah dengan Mujahadah dan Riyadhah (pelatihan). Memiliki tekad yang kuat untuk mau berubah, dan meninggalkan nafsu syahwat yang berlebihan dan al-Ghazabiyah yang ada di dalam jiwa. Muhasabah al-Nafs (introfeksi), Istiqomah (kontinu). Ajaran yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits, harus pula dengan pembiasaan, pelatihan yang istiqomah, untuk selalu berbuat yang baik, dan selalu berakhlak yang terpuji. Semoga ajaran ini bisa dibiasakan dengan pelatihan oleh setiap manusia, agar bahagia di dunia dan di akhirat. Kata Kunci: Akhlak, Al-Ghazali

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 01 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article On Progress) Vol. 15 No. 01 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article On Progress) Vol. 14 No. 001 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Spesial Issue) Vol. 14 No. 04 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 03 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 02 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 01 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 04 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 03 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 02 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 01 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 01 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (In Press) Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023) Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20 Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol. 10 No. 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue) Vol 10, No 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue) Vol 10, No 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 02 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 02 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 01 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 01 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 01 (2019) Vol. 8 No. 01 (2019) Vol 7, No 02 (2018) Vol. 7 No. 02 (2018) Vol 7, No 01 (2018) Vol. 7 No. 01 (2018) Vol. 6 No. 11 (2017) Vol 6, No 11 (2017) Vol 6, No 02 (2017) Vol. 6 No. 02 (2017) Vol. 5 No. 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016 Vol 5, No 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016 Vol. 5 No. 09 (2016): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islam Januari 2016 Vol 5, No 09 (2016): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islam Januari 2016 Vol 4, No 08 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami JULI 2015 Vol. 4 No. 08 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami JULI 2015 Vol 4, No 07 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami Januari 2015 Vol. 4 No. 07 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami Januari 2015 Vol. 3 No. 06 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2014 Vol 3, No 06 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2014 Vol 3, No 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014 Vol. 3 No. 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014 Vol 2, No 04 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2013 Vol. 2 No. 04 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2013 Vol. 2 No. 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013 Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013 Vol 1, No 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012 Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012 Vol. 1 No. 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012 Vol 1, No 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012 More Issue