cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus@staiabogor.ac.id
Phone
+6281222202006
Journal Mail Official
admin@staiabogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Dramaga KM. 7, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 25811754     EISSN : 22528970     DOI : https://doi.org/10.30868
Core Subject : Education,
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam focuses on publishing articles that contain ideas, research results, and literature studies in the field of Islamic Education. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Scope are: Al Quran and Hadith-based Islamic Education, Media and Learning Resources in Islamic Education, Study of Islamic Education Figures, Islamic Religion Education Curriculum, History of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Research on Islamic Religion Education, Issues about Islamic Religion Education, Psychology of Islamic Religion Education, Management of Islamic Religion Education, Islamic Religious Education Guidance and Counseling
Articles 2,616 Documents
The Influence of Parents' Religious Behavior On Motivation to Learn PAI (Islamic Religious Education) and Obedience to Worship Ulfah Sari Rezeki; Tina Sheba Cornelia; Jainal B Togatorop
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.4794

Abstract

Students consider Islamic religious lessons unimportant and difficult, so their learning motivation is low. This type of research is quantitative research. The population in this study was class VII SMPN 38 Medan Marelan which amounted to 147 students. The sampling technique in this study used the Slovin formula. The sampling technique used was random sampling. The sample in this study amounted to 99 people. Data analysis technique using r product moment. The results showed that in the calculation of the r product moment, the value of the r count is 0.353. This means if the value of rxy 0.353 > r table 0.1646 then the first hypothesis is accepted. That is, there is an influence between the religious behaviors of parents on the motivation to learn PAI in seventh-grade students of SMPN 38 Medan Marelan. There is a positive and significant influence on parents’ religious behavior on students' obedience to worship. This can be seen from the results of the correlation calculation using r product moment, the value of r count is 0.400. Based on the r-value obtained, it is necessary to consult the product-moment correlation coefficient in the table with N = 99 both at a significant level of 5%, a value of 0.1646 is obtained, and at a significant level of 1%, a value of 0.2312 is obtained. This means if the value of rxy 0.400 > r table 0.1646 then the second hypothesis is accepted.
Penanaman Nilai-Nilai Akhlak Melalui Platform Digital Terhadap Siswa SD/MI di Kabupaten Bireuen Muhammad Rizal; Najmuddin Najmuddin; Muhammad Iqbal; Zahriyanti Zahriyanti
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.2952

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Penanaman Nilai-nilai Akhlak Melalui Platform Digital Terhadap Siswa SD/MI Kabupaten Bireuen. Dampak yang ditimbulkan oleh wabah Corona adalah pemberlakuan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Covid-19, telah mengakibatkan ribuan siswa di berbagai sekolah harus belajar di rumah, sehingga orang tua beranggapan bahwa pembelajaran berbasis online itu less effective, guru didorong untuk mengubah proses pembelajaran tatap muka dengan metode learning from home berbasis platform digital, seperti whatsapp grup, video conference, google classroom, google meet dan zoom meeting. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa penanaman nilai-nilai akhlak melalui platform digital belum efektif. Guru lebih mengandalkan platform WAG, video conference dan report of learning activitie dalam mengajar serta minimnya kemampuan dalam penggunaan platform digital lainnya. Siswa dan orang tua belum mampu bersinergi dan tidak konsisten dalam penanaman nilai-nilai akhlak kepada siswa. Penelitian ini menyarankan agar: (1) Guru dapat membuat panduan pembelajaran berbasis daring supaya dapat mencakup nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran menggunakan platform digital, (2) Guru hendak meningkatkan pengembangan diri di bidang IT. (3) Orang tua tetap konsisten dalam penanaman nilai-nilai akhlak kepada siswa. 
Komunikasi Pembelajaran dalam Membentuk Kepribadian Positif Persfektif Alquran Farizal MS
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.4199

Abstract

Perkembangan peradaban di Indonesia masih banyak diwarnai dengan perilaku moral yang negative terutama dalam tata komunikasi, seperti ungkapan para netizen menanggapi sebuah berita. Meningkatnya jumlah kasus korupsi, kekerasan dan kasus kriminal menunjukkan perilaku amoral sangat yang berpengaruh pada interaksi sosial, komunikasi masyarakat dan perubahan prilaku. Sehingga perilaku tersebut merupakan ciri dari kepribadian seseorang, yang dalam pembentukan kepribadiannya dapat saja dimulai sejak masa keemasan (Golden Age) hingga dewasa. Oleh karena itu, tulisan ini mengingatkan kita akan perlunya kompetensi guru/pendidik dalam berkomunikasi dengan peserta didik dalam membentuk kepribadian positive secara timbal balik, baik di rumah maupun di Lembaga Pendidikan. Beberapa cara dapat dilakukan oleh orang tua peserta didik sebagai pendidik utama atau Guru dalam rangka membentuk kepribadian yang positif pada peserta didik. Maka hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain : Dalam mengajar peserta didik, Pendidik beretika dalam berkomunikasi, mengajarinya dengan contoh yang kongkrit, pribadi yang berprilaku positif dalam menasihati, mengajarinya tentang kecerdasan emosional, program punishment and reward dilaksanakan, metode berkisah dalam mengajar, mengenalkan nilai luhur hubungan manusia dengan Sang Pencipta, mengawasi hubungan sosialnya, mengawasi peserta didik dalam penggunaan teknologi internet. Maka diharapkan dengan penerapan etika komunikasi dalam AlQuran yang menjadi acuan Orang tua dan para Pendidik, Peserta didik kelak dapat memiliki ciri-ciri kepribadian positif.
Pengembangan Program Keagamaan di Madrasah Aaliyah Al Kahfi Bogor oleh Guru Asrama (Musyrif)
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.4019

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui program keagamaan di Madrasah Aliyah (MA) Al Kahfi Bogor dan pengembangannya. Berdasarkan metode kualitatif studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi serta menggunakan analisis deskriptif-interpretatif diidentifikasi tujuh program utama keagamaan di MA Al Kahfi. Yaitu 1) qiyamullail, 2) dzikir Al-Ma’tsurat sebelum subuh, 3) tahfidz, tahsin, muraja’ah, dan qira’ah Al-Qur’an, 4) dzikir Al-Ma’tsurat sebelum maghrib (sebagai pengulangan), 5) wirid surat pilihan Al-Qur’an, 6) kajian kitab malam, dan 7) pembacaan hadist kitab Riyadush Shalihin. Ketujuh program keagamaan tersebut dapat diidentifikasi sebagai program berkaitan dengan: 1) Al-Qur’an, meliputi qira’ah, tahsin, tahfidz, dan muraja’ah; 2) ibadah Sunnah, berupa salat malam (qiyamul lail); 3) dzikir dan wirid, antara lain dilakukan sebelum dan setelah subuh serta setelah maghrib, terutama dengan membaca dzikir Al-Ma’tsurat; dan 4) kajian kitab, antara lain kitab Riyadush Shalihin dan beberapa kitab lainnya. Semua program keagamaan wajib diikuti oleh seluruh santri dan santri pun dapat mengikutinya dengan baik karena dalam pelaksanaannya senantiasa dibimbing dan dimonitoring oleh para guru asrama (musyrif). Program keagamaan yang paling digemari dan diikuti dengan antusias oleh para santri adalah program salat tahajud dan kajian kitab.
Pendidikan Deontologi Quranik Bagi Kesadaran Etis Politis Wakil Rakyat Muhammad Adlan Nawawi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.4866

Abstract

Fenomena keberadaan lembaga perwakilan rakyat senantiasa mengalami degradasi persepsi publik dari waktu ke waktu. Kebijakan-kebijakan yang dipandang tidak berpihak pada rakyat telah membuat lembaga tersebut semakin jauh dari cita-cita awal keberadaannya. Para wakil rakyat cenderung mengabaikan pentingnya etika dan keadaban sebagai pemangku jabatan publik. Suara publik tidak dipandang penting untuk diperjuangkan secara maksimal melebihi kepentingan pribadi, kelompok ataupun golongan. Diperlukan pendekatan pendidikan deontologi yang diselaraskan dengan paradigma qur’anik sebagai instrumen teoretis dan diskrusus gagasan yang mampu mewadahi kehampaan paradigma etis wakil rakyat.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ISLAMIC BOARDING SCHOOL (Studi Deskriptif tentang Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter Pesantren di SMP Daarut Tauhiid Boarding School Putri)
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.4134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis karakter di Sekolah Menengah Pertama Daarut Tauhiid Boarding School Putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasıl penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah ini memiliki visi yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter yang khas kepesantrenan. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013 untuk kelas 8 dan 9, dan kurikulum merdeka untuk kelas 7. Terdapat 5 program pembelajaran sebagai pengembangan mata pelajaran agama dan budi pekerti dengan menggunakan kitab seperti aqidah, fiqh, tarikh, akhlak, dan materi kepesantrenan. Dalam perencanaan pembelajaran, guru membuat administrasi guru (Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang terintegrasi dengan nilai-nilai kepesantrenan. Program pembiasaan yang diterapkan di SMP DTBSP meliputi ibadah harian dengan mencatat ibadah harian (mutaba’ah yaumiyyah) dengan didampingi oleh musyrifah. Evaluasi pembelajaran di kelas 8 dan 9 dilakukan dalam penilaian otentik, proyek, ulangan harian, dan Ujian Tengah Semester, dan Ujian Akhir Semester. Penilaian kelas 7 pada kurikulum merdeka mengacu pada modul dan Alur Tujuan Pembelajaran yang terdapat pada buku pedoman guru yang diterbitkan oleh kementerian agama Islam dengan melakukan ujian lisan, praktik dan ujian berbasis proyek.
Revitalisasi Pendidikan Islam Pondok Pesantren Sebagai Rumah Moderasi Beragama di Indonesia
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.2954

Abstract

Penelitian ini memiliki 3 (tiga) latar belakang masalah, yaitu fakta keberagaman suku, ras, dan agama yang dimiliki oleh Indonesia berbanding lurus dengan tingginya potensi konflik horizontal di Indonesia, pendidikan Islam ikut bertanggung jawab atas tingginya potensi konflik dan peristiwa konflik yang telah terjadi di Indonesia melalui jalur pendidikan moderasi beragama, dan pendidikan moderasi beragama yang telah dilaksanakan di pondok pesantren menjadi model ideal yang layak untuk dikaji.  Penelitian literer ini menggunakan teknik analisis konteks, sehingga mampu menginterpretasikan data literer dengan situasi kontekstual yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan moderasi beragama di pondok pesantren dibangun atas 2 (dua) landasan, yaitu landasan teologis dan landasan sosiologis yang keduanya akan mampu melahirkan dialog antara syariat Islam dengan budaya masyarakat, sehingga mampu mewujudkan sikap moderat. Secara umum, praktik baik moderasi beragama di pondok pesantren tercermin dalam 3 (tiga) hal, yaitu menjaga hubungan baik dengan warga masyarakat sekitar pondok pesantren, menjunjung tinggi nilai toleransi terhadap sesama warga sekitar pondok pesantren, dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar pondok pesantren. Nilai-nilai pendidikan moderasi beragama yang diselenggarakan di pondok pesantren tentunya secara esensial bertujuan untuk mewujudkan karakteristik Islam Rahmatan Lil ‘Alamin melalui jalur pendidikan pesantren. Karakteristik Islam Rahmatan Lil ‘Alamin sebagai wujud dari nilai-nilai pendidikan moderasi beragama yang ditanamkan di pondok pesantren meliputi tawasuth (moderat), infitah (inklusif), tawazun (seimbang), serta musawah (kesetaraan). Keempat nilai tersebut menjadi nilai utama pendidikan moderasi beragam di pondok pesantren.
Strengthening Professionalism Madrasah Teachers In Increasing Religious Tolerance (study on madrasah teachers in jakarta and banten region)
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.4197

Abstract

This study aims to determine the strengthening of the professionalism of madrasah teachers and the efforts made by madrasah teachers in increasing religious tolerance. The research method used qualitative research with a field study approach. For data analysis used bservation techniques, interviews and documentation. Strengthening the professionalism of madrasah teachers is carried out by providing personal understanding of the differences in each individual both related to differences in race, ethnicity and religion. Next is to seek information related to religious tolerance through reading materials such as books, magazines, newspapers and related articles. Another strengthening of professionalism was by actively participating in seminars, workshops, training on religious tolerance, both those carried out by the government and non-governmental organizations. The efforts of madrasah teachers in increasing religious tolerance were to provide an understanding to each individual of the differences in various aspects, this aims to get to know each other. Another effort was to give freedom to each individual to carry out worship activities according to religious teachings, by providing facilities that can provide peace and comfort in carrying out worship.
Reorientation Of Halal Literacy Education Development in The Curriculum of Islamic Educational Institutions: An Alternative Concept
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.3190

Abstract

Law of the Republic of Indonesia Number 33 Year 2014 on Halal Product Warranty (JPH)  mandates the Government that the product circulating in Indonesia is guaranteed halal by the Halal Product Security Organizing Body (BPJPH). Public participation is required in halal product socialization and monitoring. Socialization and  education constitute an important task of education institution including madrasah. It is necessary for madrasah as a formal educational institution with Islamic characteristics to enhance its role in disseminating halal product so that students have better awareness on the importance of halal thayyiban products. The socialization and education of halal products will contribute to achieve one of the national educational goals in developing learners’ potentials so that they become the people imbued with human values who are faithful and pious to one and only God; who possess morals and noble character; who are healthy, knowledgeable, competent, creative, independent; and as citizens, are democratic and responsible. To meet the goal, madrasah must respond and play an active role in solving the problems that occur in community, one of   which is related to halal product issue. This study is intended to analyze the significance of implementing Halal Education in madrasah. This research applies literature study method. The research findings show that the issue of halal product does not have an adequate portion in Fiqh curriculum. The study of halal product in the curriculum is limited in doctrinaire perspective. The important issues on basic commodity, additives, production process, warehousing packing and halal product distribution need to be conveyed in madrasah education, considering that processed food for children in Indonesia is really complex and require a multi-disciplinary study
Internalization of The Value of Islamic Education Through The System of Kindness and Religious Harmony in Village Communities of 10 ULU Palembang
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.3830

Abstract

This study aims to analyze the internalization of the value of Islamic education through the kinship system and religious harmony in the people of Kampung 10 Ulu Palembang. This study uses a qualitative approach with naturalistic inquiry methods, while the data collection technique uses observation, interviews and document studies. Data analysis uses reduction techniques, data presentation, and conclusions. The results of this study conclude that (1) the internalization of the value of Islamic education to the community is carried out through an assimilation process that can unite the diversity that exists in the community of Kampung 10 Ulu Palembang; (2) the intensity of inter-ethnic renewal, namely people with Arab, Malay, and Chinese ethnicities without any discrimination; (3) a tolerant, assimilative and interactive kinship system creates inter-religious and inter-ethnic harmony or harmonization in the people of Kampung 10 Ulu Palembang. The implications of this research show that the process of assimilation in an area will create harmony and harmony between communities, especially through the internalization of the values of Islamic education.

Page 78 of 262 | Total Record : 2616


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 01 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article On Progress) Vol. 15 No. 01 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article On Progress) Vol. 14 No. 001 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Spesial Issue) Vol. 14 No. 04 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 03 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 02 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 01 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 04 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 03 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 02 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 01 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (In Press) Vol. 13 No. 01 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023) Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20 Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol 11, No 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol. 10 No. 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue) Vol 10, No 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue) Vol. 10 No. 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 02 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 02 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 01 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 01 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 01 (2019) Vol. 8 No. 01 (2019) Vol 7, No 02 (2018) Vol. 7 No. 02 (2018) Vol. 7 No. 01 (2018) Vol 7, No 01 (2018) Vol 6, No 11 (2017) Vol. 6 No. 11 (2017) Vol 6, No 02 (2017) Vol. 6 No. 02 (2017) Vol. 5 No. 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016 Vol 5, No 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016 Vol 5, No 09 (2016): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islam Januari 2016 Vol. 5 No. 09 (2016): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islam Januari 2016 Vol. 4 No. 08 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami JULI 2015 Vol 4, No 08 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami JULI 2015 Vol 4, No 07 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami Januari 2015 Vol. 4 No. 07 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami Januari 2015 Vol 3, No 06 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2014 Vol. 3 No. 06 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2014 Vol. 3 No. 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014 Vol 3, No 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014 Vol 2, No 04 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2013 Vol. 2 No. 04 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2013 Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013 Vol. 2 No. 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013 Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012 Vol 1, No 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012 Vol 1, No 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012 Vol. 1 No. 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012 More Issue