Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat
Misykat Al Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat is a nationally accredited peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Islamic Studies University of Muhammadiyah Jakarta. The focus and scope of this journal are limited to the Islamic studies in particularly of tarbiya (Islamic education), da'wah (Islamic communication) and sharia (Islamic law and economics) that related to society in Indonesia and the Islamic world.
Articles
147 Documents
QIYAS DAN ‘URF DALAM HUKUM ZAKAT ANTARA KONSEP DAN PRAKTIK
Bariyah, Oneng Nurul
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/ma.28.1.%p
This paper explains the position of qiyas and 'urf in the law of zakat both in concept and in practice. This is motivated by the idea that worship it is subject to the provisions of Shari'ah both the Qur’an and the Sunnah of the Prophet, there is no gap for ijtihad in it. However, it only happens in worship mahdhah, while the part of religious charity although there is space to do ijtihad. By analyzing the normative source of law, both the Qur'an and the Sunnah was found that qiyas and  'urf is very influential in determining the law of zakat. This is in line with the rules stipulate that the customs influential changes in law enforcement. Similarly, qiyas  used in zakat going on in measures of the zakat for objects that are not explicitly mentioned in the Qur’an and the Sunnah of the Prophet as zakat of income. Qiyas and 'urf become the method of ijtihad development of charity law.
DINAMIKA PENDIDIKAN DI PESANTREN
Busahdiar, Busahdiar
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 27, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (295.007 KB)
|
DOI: 10.24853/ma.27.2.%p
Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia (indigenous). Keberadaannya sudah berlangsung lama bahkan dicap sebagai lembaga pendidikan Islam kuno/tradisional. Lembaga ini telah menghasilkan ribuan bahkan jutaan alumni/santri yang tersebar di seluruh pelosok tanah air bahkan dari berbagai manca negara. Dalam perkembangannya pesantren ini telah mengalami pasang surut pembaharuan dalam berbagai sektor mulai dari segi manajemen, kurikulum dan sebagainya. Tipe pesantern seperti ini dikenal dengan pesantren modern. Sedangkan pesantren yang masih mempertahankan sistem pendidikannya dikenal dengan pesantren salafi. Saat ini pesantren semakin banyak diminati oleh orang tua karena pesantren sudah berani menawarkan kurikulum ganda yaitu kurikulum dari pemerintah (kemenag dan kemendikbud) dan kurikulum dari pesantren sendiri. Sehingga, out put dari pesantren selain cakap dalam bidang agama juga terampil dalam bidang keilmuan lainnya (sains). Di samping itu, setidaknya generasi yang terlahir dari rahim pesantren memiliki karakter tinggi atau nilai-nilai budi pekerti yang luhur. Misalnya; sopan, santun, taat pada orang tua dan guru, mandiri, kesetiakawanan, ikhlas, tawadhu’, sederhana, egaliter, dan bisa bekerja sama dengan semua pihak. Nilai-nilai pendidikan tersebut agak sulit didapat dari sekolah atau lembaga pendidikan formal.
DARUL ISLAM CITA-CITA POLITIK KENEGARAAN KAUM MUSLIMIN
Haris, Abdul
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 27, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.02 KB)
|
DOI: 10.24853/ma.27.1.%p
Keberadaan umat Islam sebagai mayoritas dalam sebuah negara tidak dengan sendirinya menjadikan negara itu sebagai Negara Islam, kalau mereka tidak menerapkan hukum Allah dalam menjalankan pemerintahan. Itulah yang terjadi pada kebanyakan negeri kaum Muslimin. Dan itulah yang dikeluhkan oleh Al-Qardhawi maupun Al-Maududi. Al-Qardhawi merasa aneh bahwa komunisme bisa mendapatkan sebuah negara dan memperoleh dukungan dana yang besar, juga Fasisme mendapatkan bangsa yang mensucikan faham itu dan mau berjuang untuk kepentingannya, sedangkan Islam tidak mendapatkan pemerintahan yang mau melaksanakan kewajiban dakwah kepada Islam. Sementara itu Al-Maududi merasa tidak mendapatkan alasan mengapa Hukum Islam tidak boleh menjadi hukum negara di suatu negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Mengapa hanya karena mempertimbangkan minoritas non-Muslim, sehingga dalam suatu negara yang multi agama semua masyarakatnya harus menjadi tidak beragama. KATA KUNCI : Darul Islam, politik kenegaraan
DIFUSI INOVASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI SEKOLAH DASAR
Rosfiani, Okta
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (425.425 KB)
|
DOI: 10.24853/ma.28.2.%p
Schools today face great challenges in the world at all levels of education ranging from elementary school to high school. In addition to providing basic academic knowledge and skills, and promote the development of character, lately the school is called to play a major role in helping solve social problems among youths. Objectives to be achieved in this study: 1) describe the behavior and characteristics of students MI which has been obtained character education through learning the character of the national curriculum, 2) describe, analyze, and interpret patterns of behavior of a group of public school (in this case of students) evolve over time. This study uses a mix design method (design method mix) for surveying and ethnography. The results showed that the students' behavior and characteristics of the MI which has been obtained through the character education moral subjects showed more character MI students and in being better, also better understand the rules and norms of each student's behavior is more directed to good moral based kisah- story morals taught in the lesson than students who did not get Akhlaq subjects.
STUDI AYAT-AYAT TENTANG PLURALITAS DAN KORELASINYA DENGAN OBJEK DAKWAH
Syaiful Arief
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2105.311 KB)
|
DOI: 10.24853/ma.1.2.%p
The Qur'anic verses that speak of a plural society are numerous. The existence of this verse signifies that God Himself does not want any uniformity among his creatures. Plurality is a fact that must be accepted and addressed appropriately. This is because Islamic teachings not only belong to a certain nation at a certain time but it is a universal teaching. And da'wah should be propagated to all objects of da'wah. As the object of da'wah, human plurality requires the missionaries to always preach according to the condition of each object of da'wah. Awareness of this plurality also indirectly has a great correlation with the method used to preach to every object of da'wah. In this study it is found that the Qur'an provides guidance in preaching to be gentle, to say persuasive words, to give good advice, to invite dialogue, and not to force.
FENOMENA AL-SYIQAQ DALAM PUTUSAN PERKAWINAN DI PENGADILAN AGAMA KOTA BOGOR
Jajuli, Sulaiman
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (390.942 KB)
|
DOI: 10.24853/ma.28.1.%p
Perbuatan dan perlakuan cerai gugat yang diistilahkan dalam bahasa fiqih dengan al-syiqaq, dalam kehidupan rumah tangga merupakan sebuah istilah yang menggambarkan kondisi rumah tangga yang tidak harmonis antara suami dan istri, meskipun mereka masih berada dalam sebuah ikatan perkawinan. Kasus terjadinya al-syiqaq salah satunya adalah yang terjadi di kota Bogor. Pengadilan Agama sebagai pejabat yang berwenang untuk mengadili sebuah kasus al-syiqaq, mengatakan bahwa kasus al-syiqaq itu merupakan fenomena gunung es, terlihat sedikit dari jauh padahal kasusnya banyak terjadi. Oleh karena itu perlu kiranya dilakukan pembahasan yang lebih mendalam tentang cerai gugat (al-syiqaq) di Pengadilan Agama Kota Bogor.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM DI SINGAPURA MENURUT MOHAMMAD HANIFF HASSAN
Bahar, Herwina;
Anuar, Lathifah
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 27, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.144 KB)
|
DOI: 10.24853/ma.27.2.%p
As a minority, the Muslim Malay Singaporeans should portray themselves as a progressive community and have a vision of a model society with an Islamic thinking which is distinctively Singaporean. The community needs to do so to understand contextual nature (al-waqiÃyah) within the general framework of the Islamic teaching. Besides, the community should hold firmly to practicing in moderation (al-wasathiyah) which is an important aspect in preserving stability among the community in the Malay Archipelago. Parallel to this, Muslim scholars in Singapore are making effort to achieve this objective. Among them is Muhammad Haniff Hassan who, in his capacity as a prominent scientist, has been actively contributing his ideas on various issues in the form for writing articles or giving talks at various forums. His topics varies from politics, economics, educations, social, etc.
PERAN SUKUK NEGARA SEBAGAI INSTRUMEN KEUANGAN SYARIAH TERHADAP PEMBIAYAAN APBN INDONESIA
Muhammad Khoirul Anam
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.082 KB)
|
DOI: 10.24853/ma.1.1.%p
Pembiayaan APBN sebagian besar bersumber dari hutang, baik hutang ke luar negeri maupun ke dalam negeri. Salah satu sumber pembiayaan anggaran Negara yaitu mengeluarkan Surat Berharga Negara (SBN). Surat Berharga Negara terditidari Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).Dari obligasiini negara mengeluarkansurat hutang yang ditawarkan kepada investor baik individu maupun institusi. Banyak investor yang membeli obligasi negara karena imbalannya lebih menarik dari hasil deposito dan relatif aman karena dijamin 100% oleh pemerintah. Seiring dengan perkembangan pasar keuangan syariah internasional yang sangat pesat, dimana kawasan Gulf Coopertaion Council (GCC) mendominasi shariah compliantaset dengan market share 42,9%, disusul dengan Iran dengan market share 35,6%, dan di Asia, Malaysia berada di posisi tertinggi yaitu dengan market share 10,5 %, maka ikut berkembang pula ragam bentuk instrumen keuangan,salah satunya sukuk.
ISTIBDAL WAKAF DALAM PANDANGAN FUKAHA KLASIK DAN KONTEMPORER
Atep Waluya
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2175.8 KB)
|
DOI: 10.24853/ma.1.2.%p
Wakaf management errors are not uncommon in the community. This is sometimes due to a lack of understanding about the jurisprudence of wakaf. Among the mismanagement of waqf management that is not uncommon in the community is the implementation of wakaf istibdal. Fukaha agreed basically that wakaf should not be traded. But when the waqf is not useful then according to some fukaha may be sold to be replaced with the like with it. Similarly also according to some jurists may istibdal wakaf to the more useful and maslahat of the diakadkan, but kekemaslahatan should be based on the government's perspective or Wakaf Board of Indonesia.
PENGENALAN HAK ASASI MANUSIA MENURUT PANDANGAN ISLAM
Basith, Abdul
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (658.69 KB)
|
DOI: 10.24853/ma.28.2.%p
Setiap manusia pasti memiliki sesuatu yang sangat mendasar dalam dirinya yang tidak ingin dibatasi oleh orang lain apapun bentuknya, yakni Hak Asasi Manusia. Dalam ajaran Islam dengan segala konsekuensi, Hak Asasi Manusia begitu mendapat perhatian besar dan sangat dihormati, termasuk dalam urusan ibadah. Pada dasarnya pelanggaran hak asasi manusia dilatarbelakangi oleh ego pribadi dan kesombongan atau merasa mempunyai kekuatan yang lebih terhadap orang atau bangsa lain, dengan dalih membela diri atau penegakkan demokrasi. Kondisi ini bisa diperbaiki dengan cara menanamkan dan meperkenalkan pendidikan hak asasi manusia sejak dini . Inilah didikan yang terus dikampanyekan oleh Islam sepanjang masa yang diperankan oleh Nabi Muhammad beserta para sehabatnya.Fakta ini bisa dilihat dalam sejarah Perjanjian Hudaibiyah, peristiwa Hijrah, Fathu Makkah atau Piagam Madinah, semua peristiwa tersebut penuh dengan nilai-nilai pembelajaan Hak Asasi manusia, bahkan para sejarawan dunia mengatakan peristiwa itu jauh lebih moderen dengan peradaban manusianya.