cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : 19074174     EISSN : 26210681     DOI : -
Core Subject : Social,
ALQALAM : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan (P-ISSN: 1907-4174 ; E-ISSN: 2621-0681) merupakan jurnal berkala yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan yang memuat tulisan dari dosen, tenaga kependidikan, pemerhati pendidikan dan lain sebagainya. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan isu ke-Islaman yang berhadapan dengan isu sosial seperti pendidikan, sejarah, komunikasi, sosial politik, hukum, ekonomi, dan lainnya. Scope ini dijabar dalam fokus isu per edisi yang membahas isu sosial kontemporer seperti, kearifan lokal, urban dan multikultural.
Arjuna Subject : -
Articles 1,138 Documents
INOVASI METODE PEMBELAJARAN FIQIH DI MAN 3 HULU SUNGAI UTARA ramli, mahmud
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 14, No. 2, Juli-Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v14i2.385

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, memahami, dan menganalisis bentuk-bentuk inovasi, penguasaan guru terhadap metode pembelajaran dan pengelolaan situasi kelas di MAN 3 HSU. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana dalam penelitian ini lebih menekankan makna dan proses dari pada hasil suatu kegiatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan memperhatikan masalah yang ada dan prosedur kerja yang berlaku. Guru mata pelajaran fiqih di MAN 3 HSU selalu mengadakan inovasi metode pembelajaran fiqih di madrasah tersebut sehingga siswa/I di madrasah tersebut minat yang cukup tinggi dalam mengikuti pembelajaran fiqih. Bentuk inovasi metode pembelajaran fiqih yang dilakukan oleh guru mata pelajaran fiqih di MAN 3 HSU berupa metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode demonstrasi, dan metode sosio-drama. Guru mata pelajaran fiqih sangat menguasai metode-metode pembelajaran tersebut, baik tentang cara penggunaan, waktu penggunaan, situasi dan kondisi penggunaan metode tersebut.
KODE ETIK GURU DALAM PENGAPLIKASIAN MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE PAI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Windarto Windarto
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 15, No. 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v15i1.420

Abstract

Kode etik merupakan pedoman perilaku bagi guru Indonesia, berupa aturan-aturan yang menata hubungan antara; guru dengan lembaga pendidikan, guru dengan guru, guru dengan peserta didik, dan guru dengan lingkungan. Kode etik guru bertujuan menjaga etika dan meningkatkan martabat guru, menjadikan guru handal dalam mengembangkan beragam potensi peserta didik, serta menjunjung tinggi martabat profesi. Penelitian ini berfokus pada kode etik guru dalam ranah profesionalitasnya yang berkewajiban mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen dan keputusan kongres PGRI pasal 2, konkritnya berupa pengaplikasian media pembelajaran berbasis teknologi dan komunikasi di ranah PAI di era revolusi industri 4.0. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research. Sistem pengumpulan data dengan cara mengakomodasi, membaca, mencatat serta mengolah berbagai literatur bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengukur kode etik guru dalam mengaplikasikan media pembelajaran online PAI di era revolusi industri 4.0 bisa diindikasikan pada; (1) kompetensi pendidik; (2) prinsip pemilihan dan penggunaan media; (3) pembelajaran PAI di era revolusi industri 4.0.
KECERDASARAN SUPRARASIONAL: KONSEP ULI AL-ABSHÂR, ULI AN-NUHÂ DAN ULI AL-ALBÂB DALAM ALQURAN PERSPEKTIF JALALUDDIN Zubaidillah, Muh. Haris
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 14, No. 2, Juli-Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v14i2.392

Abstract

Diskusi terkait kecerdasan merupakan topik yang menarik dalam dunia pendidikan, khususnya psikologi pendidikan. Di antara ahli yang berbicara tentang kecerdasan dengan sangat detail dan komprehensif dari sudut pandang psikologi umum dan psikologi pendidikan Islam adalah Jalaluddin. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana konsep Uli al-Abshar, Uli an-Nuha dan Uli al-Albab dalam Alquran perspektif Jalaluddin. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan dengan teknik analisis isi sebagai prosedur analisisnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan kecerdasan yang hakiki menurut Jalaluddin adalah kecerdasan hati, yaitu tingkat kemampuan memahami. Proses penanaman nilai tauhid yang suci sejak awal akan sangat mempengaruhi terhadap produk akal manusia. Proses tersebut akan menghasilkan akal yang cerdas dan hati yang suci. Sinergitas keduanya akan berpengaruh kuat terhadap pembentukan kecerdasan suprarasional. Dalam Alquran konsep kecerdasan manusia selalu dikaitkan dengan nilai-nilai spiritual yang bersumber dari nilai kesucian fitrah yang ada dalam diri manusia. Menurut Jalaluddin, informasi Alquran yang mengacu kepada kecerdasan ini terkandung dalam tiga konsep utama, yakni: Uli al-Abshar, Uli an-Nuha dan Uli al-Albab. Ketiganya dapat dimaknai sebagai orang yang berakal sehat disertai dengan hati yang bersih, selalu dikaitkan dengan nilai-nilai spiritual yang bersumber dari fitrah. Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menambah khazanah keilmuan dalam disiplin ilmu psikologi khususnya pada tema kecerdasan. Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pelaku pendidikan baik guru maupun orang tua untuk dapat mengembangkan aspek kecerdasan suprarasional anak sebagai prioritas utama guna melahirkan generasi yang memiliki akal yang cerdas dan hati yang bersih sesuai dengan fitrahnya.
PENDIDIKAN ISLAM DAN DISABILITAS: TELAAH PEMIKIRAN ABDULLAH NASKIH ULWAN M Anshari; M. Firdaus Nuzula; Suriadi Suriadi; Ulin Nuha
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 15, No. 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v15i1.573

Abstract

Anak dengan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam bidang pendidikan, menjadi seorang anak dengan disabilitas tidak mengugurkan kewajibannya untuk mendapatkan pendidikan khususnya pendidikan agama Islam. Namun tidak banyak para tokoh pendidikan dalam dunia Islam yang memberikan perhatian terhadap pendidikan bagi anak dengan penyandang disabilitas. Abdullah Nashih Ulwan merupakan pemikir pendidikan Islam kontemporer yang memberikan perhatian terhadap pendidikan agama Islam bagi anak dengan penyandang disabilitas dalam kitabnya Tarbiyah Al-Aulād Fī Al-Islām. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan mengunakan metode deskriptif analitik. Hasil kajian pusataka menunjukkan bahwa Abdullah Nashih Ulwan memiliki konsepsi dan strategi tentang bagaimana pendidikan Islam bagi anak dengan penyandang disabilitas,yaitu: Pertama, pemberian perhatian, kasih sayang, motivasi dan dukungan terhadap mereka. Kedua, menghilangkan stigma negatif stereotip terhadap mereka.
PEMBENTUKAN IDENTITAS SOSIAL DALAM PERAYAAN IDUL ADHA DI DESA NGAMPUNGAN KABUPATEN JOMBANG Nurul Azizah; Agus Machfud Fauzi
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 15, No. 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v15i1.555

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya mayoritas menganut agama Islam, sehingga dalam perayaan hari-hari besar keagamaan khususnya hari besar Islam menjadi hari yang banyak dinanti oleh masyarakatnya salah satunya adalah hari raya idul adha (hari raya qurban). Ibadah Qurban menjadi salah satu perayaan umat muslim di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Ibadah tahunan ini dirayakan seluruh umat muslim di tanah air tak terkecuali di pedesaan. Perayaan idul adha ini menjadi moment yang ditunggu oleh masyarakat khususnya di desa yang mayoritas masyarakatnya berstatus ekonomi menengah kebawah. Tak jarang dalam pelaksanaannya, ibadah qurban ini sering digunakan sebagai ajang dalam rangka membentuk suatu identitas sosial di masyarakat karena umumnya ditunaikan oleh masyarakat yang memiliki status ekonomi menengah keatas. Paper ini mengkaji mengenai konstruksi sosial pada perayaan idul adha yang ada di Desa Ngampungan, Jombang. Teori konstruksi sosial Petter L. Berger digunakan dalam menganalisis permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kualitatif dengan maksud untuk memperoleh data yang mendalam. Hasil penelitian konstruksi sosial masyarakat desa Ngampungan terkait perayaan perayaan Idul Adha menunjukkan adanya pembentukan suatu identitas sosial yaitu masyarakat yang melakukan ibadah qurban setiap tahunnya adalah masyarakat yang mampu sedangkan masyarakat yang tidak melakukan ibadah qurban ataupun belum pernah melakukan ibadah qurban dianggap sebagai masyarakat biasa atau kurang mampu. Stigma terkait identitas sosial yang terbentuk ini sebagai hasil dari proses sosial dalam masyarakat.
RELEVANSI PRINSIP SAAFE (SIMPLICITY, ACCESSIBILITY, AFFORDABILITY, FLEXIBILITY, EMPATHY) PADA PELAKSANAAN PTM TERBATAS Cahyadi, Ani; Setiawan, Agus
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 15, No. 2, Juli-Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v15i2.711

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi prinsip SAAFE yang digunakan sebagai dasar desain pembelajaran darurat (emegernecy remote teaching) di masa pandemic ke pembelajaran tatap muka terbatas. Melalui analisis kritis dapat disimpulkan bahwa SAAFE masih sangat relevan sebagai dasar pelaksanaan PTM terbatas di masa transisi. Sekolah/administrator perlu memahami bahwa PTM terbatas masih dilakukan pada situasi yang belum normal sepenuhnya, sehingga standar kompetensi pembelajaran belum bisa dipenuhi secara penuh. Aspek yang paling kritis adalah kemampuan pedagogis dalam mengelola pembelajaran. Kemampuan ini diperlukan untuk menjaga motivasi siswa dalam situasi yang masdih belum normal sepenuhnya. Prinsip SAAFE relevan sebagai pedoman pelaksanaan layanan pendidikan yang sederhana, mudah diakses, terjangkau, dan fleksibel serta memberikan dukungan yang tepat kepada siswa dengan sikap empati dan dukungan motivasi, terutama pada siswa yang mengalami kejaian kritis seperti hilangan orang tua dan keluarga.
Moral Education Based On Religion, Philosophy, Psychology And Sociology Murjani Murjani; Ujang Nurjaman
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.815

Abstract

Permasalahan krisis moral dikalangan para remaja belakangan ini telah menjadi masalah yang cukup serius dimana hasil penelitian membuktikan angkanya selalu bertambah. Dari fakta-fakta yang muncul, permasalahan yang terjadi para kalangan muda dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan, sekolah dan keluarga dimana dalam permasalahan ini peranan orang tua sangat penting untuk melakukan tindakan preventif atas perilaku yang bersifat normatif dan hal ini pun harus ditanamkan sejak dini agar fase-fase pertumbuhan emosional, sosial, bahasa dan moral seorang anak dapat terkontrol. Pendidikan moral bertujuan Tujuan pendidikan moral adalah untuk pembentukan karakteryang terwujud dalam kesatuan esensial antara si subjek dengan perilaku dansikap hidup yang dimilikinya. Substansi dari pendidikan moral adalah membentuk kepribadian yang paripurna bagi setiap anak.Perlu dipahami bahwa semuanya harus berorientasi pada fungsi pendidikan yaitu sebagai fungsi adaptasi, fungsi pengembangan dan fungsi bermain dan didasari pada 6 prinsip, yaitu prinsip pengamatan, peragaan, bermain sambil belajar, otoaktivitas, kebebasan dan prinsip keterkaitan dan keterpaduan.
Kesadaran Santri Pondok Pesantren Al-Aqobah Dalam Menerapkan Protokol Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 Arizki Dwi Prasetyo; Agus Machfud Fauzi
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.759

Abstract

Sejak pandemi covid-19 kegiatan masyarakat menjadi lumpuh, termasuk juga kegiatan pembelajaran di Pondok Pesantren Al-Aqobah Jombang. Sejak bulan agustus 2020 kegiatan pembelajaran berjalan kembali namun dengan menerapkan prosedur protokol kesehatan yang sesuai dengan arahan pemerintah. Penerapan protokol kesehatan tidak dapat berjalan tanpa adanya kesadaran dari masing-masing individu yang menjalankan kegiatan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana kesadaran santri saat menjalankan kegiatan pembelajaran pesantren di masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif, dengan melakukan wawancara pada santri pondok pesantren al-aqobah yang menjalankan kegiatan pembelajaran di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan perspektif teori interaksi simbolik blumer. Hasil dari penelitian ini yaitu kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di masa pandemi wajib menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk. Jika ada santri yang tidak menggunakan masker pihak yayasan tidak mengizinkan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, kesadaran para jamaah dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi terbentuk karena tiga faktor yaitu, pertama peraturan pihak pemerintah maupun pengurus pondok pesantren, kedua sosialisasi yang rutin diberikan, ketiga dorongan dari orang tua dan masyarakat sekitar. Selain menerapkan protokol kesehatan, santri juga memahami apa yang dimaksud dengan protokol kesehatan serta cara penerapan yang baik dan benar agar terhindar dari virus covid-19.
Kecerdasan Interpersonal dan Urgensinya Bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) M. Afiqul Adib
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.693

Abstract

Tugas utama guru sejatinya sangat berhubungan dengan sosial. Seorang guru akan berinteraksi dengan muridnya ketika pembelajaran berlangsung, dan keberhasilan sebuah proses pembelajaran akan sangat dipengaruhi oleh cara guru dalam menjalin pola hubungan yang baik. Kemampuan tersebut akan bisa didapati jika guru mengembangkan kecerdasan interpersonal. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tentang kecerdasan interpersonal, serta menjawab beberapa hal, seperti: Bagaimana peran seorang guru PAI? Dan mengapa guru PAI harus memiliki kecerdasan interpersonal? Metode Penelitian yang pakai dalam membedah atau menganalisi kajian ini adalah Library research atau penelitian pustaka. Setelah diperolah data yang cukup, kemudian dilakukan pemeriksaan ulang serta penyusunan sesuai dengan konsep yang ditentukan untuk memudahkan membaca dan diperoleh kesimpulan. Hasil penelitian ini didapatkan beberapa hal, yakni kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan untuk mengetahui apa yang dinginkan orang lain, mulai dari hasrat, tekanan, ego, kecemasan, keinginan, serta emosi lainnya sehingga bisa memberikan respons yang sesuai dengan subjek yang dituju, bukan menyesuaikan dengan diri sendiri. Kemampuan ini akan membuat hubungan sosial seseorang menjadi kuat karena orang di sekitarnya menjadi lebih bahagia ketika berhubungan.
Makna Simbolik Dan Nilai-Nilai Buddhis Pada Tradisi Pemberian Nama Orang Jawa (Suatu Tinjauan Semiotik) Sudarto Sudarto
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.860

Abstract

This study aims to: (1) To describe the Njengakno ritual tradition in Tunahan Village, Keling District, Jepara Regency (2) To find out the symbolic meaning contained in the Njengakno ritual tradition in Tunahan Village, Keling District, Jepara Regency (3) To describe the Buddhist values that contained in the ritual tradition of Njengakno in Tunahan Village, Keling District, Jepara Regency This research model uses a qualitative descriptive research method using a semiotic analysis approach. Data collection techniques in this study used participatory observation, in-depth interviews with elders, religious leaders and actors involved in the naming ceremony (Njengakno). The instrument of this research was the researcher himself with interview notes, photos and writing instruments. Data analysis used is continuous categorization and comparison. The validity of the data was obtained through triangulation of sources and methods. The results of this study indicate that (1) the symbolic meaning contained in the Njengakno ritual tradition in Tunahan Village, Keling District, Jepara Regency, is the meaning of each offering presented in the njegakno ceremony, the offerings are: a) Snacks market with the meaning of fortune, health , safety to always accompany, b) white porridge and brother porridge have the meaning marked as the birth of a child, c) Kupat lepet its symbolic meaning is the philosophy of always admitting mistakes (Lepat) While lepet covers mistakes that have been forgiven, d) Wedhang buthek (Coffee) and Wedhang clear (white water) Its symbolic meaning is a symbol of a brotherhood e) Bananas have a symbolic meaning giving the meaning that all those who guard (pamomong) protect and sustain life, f) Candles, Its symbolic meaning is as a light in a life, g) Incense, The symbolic meaning of humans can give a fragrance, conditioning and give good advice good, h) Kembang (flower) The symbolic meaning of the flower is that the baby's name and family remain fragrant, i) Dekem (ingkung) the symbolic meaning of a baby who is still clean and pure as an attitude of surrender and surrender to the power of God Almighty. (3) The Buddhist values contained in the Njengakno ritual tradition in Tunahan Village, Keling District, Jepara Regency explain that Buddhist values in the njengakno ceremony tradition can be interpreted as having a positive impact, on the other hand as a form of our devotion to our ancestors in accordance with Parrita Tirokuda sutta

Page 9 of 114 | Total Record : 1138


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 19, No. 6 : Al Qalam (In Progress November 2025) Vol. 19, No. 5 : Al Qalam (September 2025) Vol. 19, No. 4 : Al Qalam (Juli 2025) Vol. 19, No. 3 : Al Qalam (Mei 2025) Vol. 19, No. 2 : Al Qalam (Maret 2025) Vol. 19, No. 1 : Al Qalam (Januari 2025) Vol. 18, No. 6 : Al Qalam (November 2024) Vol. 18, No. 5 : Al Qalam (September 2024) Vol. 18, No. 4 : Al Qalam (Juli 2024) Vol. 18, No. 3 : Al Qalam (Mei 2024) Vol. 18, No. 2 : Al Qalam (Maret 2024) Vol. 18, No. 1 : Al Qalam (Januari 2024) Vol. 17, No 6 : Al Qalam (November 2023) Vol. 17, No 5 : Al Qalam (September 2023) Vol. 17, No 4 : Al Qalam (Juli 2023) Vol. 17, No 3 : Al Qalam (Mei 2023) Vol. 17, No 2 : Al Qalam (Maret 2023) Vol. 17, No 1 : Al Qalam (Januari 2023) Vol. 16, No 6 : Al Qalam (November 2022) Vol 16, No 5: Al Qalam (September 2022) Vol 16, No 4: Al Qalam (Juli 2022) Vol 16, No 3: Al Qalam (Mei 2022) Vol 16, No 2: Al Qalam (Maret 2022) Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022) Al Qalam Vol. 15, No. 2, Juli-Desember 2021 Al Qalam Vol. 15, No. 1, Januari-Juni 2021 Al Qalam Vol. 14, No. 2, Juli-Desember 2020 Al Qalam Vol. 14, No. 1, Januari-Juni 2020 Al Qalam Vol. 13, No. 2, Juli-Desember 2019 Al Qalam Vol. 13, No. 1, Januari-Juni 2019 Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018 Al Qalam Vol. 12, No. 1, Januari-Juni 2018 Al Qalam Vol. 12, No. 1, Januari-Juni 2018 Al Qalam Vol. 11, No. 24, Juli-Desember 2017 Al Qalam Vol. 11, No. 24, Juli-Desember 2017 Al Qalam Vol. 11, No. 23, Januari-Juni 2017 Al Qalam Vol. 11, No. 23, Januari-Juni 2017 Al Qalam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2016 Al Qalam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2016 More Issue