cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HARMONI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25991795     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Harmoni (E ISSN 2599-1795) merupakan jurnal berbasis pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada tiga bidang keilmuan yaitu Bahasa, Sastra, dan Budaya. Jurnal Harmoni dikelola oleh Departemen Linguistik Universitas Diponegoro dalam hal ini Program Studi Sastra Inggris dan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
PENDAMPINGAN PENETAPAN KLASIFIKASI KOLEKSI PERPUSTAKAAN DI SD NEGERI MANYARAN 01 SEMARANG Tri Handayani; Endah Sri Hartatik
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.188-204

Abstract

ABSTRAKKlasifikasi secara teoritis merupakan kegiatan pengolahan koleksi pustaka di perpustakaan setelah koleksi tersebut diterima oleh petugas perpustakaan. Pengklasifikasian terhadap koleksi perpustakaan penting untuk dilakukan agar koleksi mengumpul berdasar subyek yang sama. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Ilmu Budaya Undip pada semester gasal 2022/2023 melanjutkan kegiatan pengabdian pada semester-semester sebelumnya. Kegiatan semester ini adalah memberikan pendampingan penetapan klasifikasi koleksi perpustakaan milik perpustakaan SD Negeri Manyaran 01 Semarang. Kegiatan ini tidak mudah dilakukan karena: (1) sekolah ini tidak memiliki pustakawan; (2) pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan justru diberikan tugas sebagai operator sekolah; (3) para guru yang diberikan tugas tambahan untuk mengelola perpustakaan tidak memiliki ilmu perpustakaan. Tujuan kegiatan ini adalah: (1) untuk memberikan kemudahan bagi para pemustaka menemu kembali koleksi perpustakaan yang diperlukan; (2) membuka jalan bagi Sekolah Dasar Negeri Manyaran 01 Semarang menuju era keterbukaan informasi layanan dan koleksi pustaka yang dimiliki sekolah tersebut. Metode yang digunakan adalah diskusi, tanya jawab, pendampingan mengklasifikasi koleksi perpustakaan. Hasil dari kegiatan ini adalah: (1) Kegiatan ini menambah pengetahuan para guru yang diberikan tugas tambahan untuk mengelola perpustakaan tentang decimal dewey classification dan pengklasifikasian koleksi; (2) Semua koleksi sudah memiliki call number, tajuk entry utama, tajuk entry tambahan; (3) Buku Inventaris/Buku Induk semakin lengkap dengan informasi call number, tajuk entry utama, tajuk entri tambahan. Kata kunci: buku inventaris, klasifikasi, call number, pendampingan, perpustakaan sekolah dasar            ABSTRACTClassification is theoretically an activity of processing library collections in the library after the collection is received by the librarian. Classification of library collections is important to do so that collections collect based on the same subject The Public Service Team from the Faculty of Humanities, Diponegoro University in the odd semester of 2022/2023 continued service activities in the previous semesters. This semester's activity is to provide assistance in determining the classification of library collections belonging to the Manyaran 01 Semarang Elementary School library. This activity is not easy to do because: (1) this school does not have a librarian; (2) employees who have an educational background in library science are actually given the task of being school operators; (3) the teachers who are given additional tasks to manage the library do not have library knowledge. The purpose of this activity are: (1) to make it easier for users to find the library collections they need; (2) paving the way for the Manyaran 01 State Elementary School Semarang towards the era of openness of service information and library collections owned by the school. The method used is discussion, question and answer, assistance in classifying library collections. The results of this activity are: (1) This activity increases the knowledge of teachers who are given additional tasks to manage libraries about decimal dewey classification and classification of collections; (2) all collections already have call numbers, main entry headers, added entry headers; (3) The Inventory Book/Master Book is getting more complete with call numbers, main entry headers, additional entry headers. Keywords: book inventory, classification, call number, assistance, elementary school library
SOSIALISASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK MELALUI CERITA SEJARAH DI KELOMPOK DASAWISMA RT 1 RW 10 KELURAHAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Endah Sri Hartatik; Tri Handayani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.265-268

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bentuk keprihatinan kepada generasi miliniel yang tidak terlepas dari gawai dan gadget yang selalu mereka pegang untuk kegiatan sehari hari baik kepentingan sekolah, dan sarana bermain. Ketidak pedulian akan bahaya gadget akan membahayakan anak-anak secara fisik dan mental. Dengan sosialisasi pendidikan karakter yang kami lakukan kepada kelompok dasawiswa di RT 1 RW 10 kelurahan Banyumanik adalah sebagai bentuk usaha untuk memberikan pemahaman bagi anak-anak akan pada tokoh Nasional dan tokoh yang berasal dari bumi Indonesia.  Tokoh- tokoh pahlawan dan tokoh super hero tersebut seperti Gajah Mada, Teuku Imam Bojol, Pattimura, Fatahilah dan lain sebagainya. Dengan mengenalkan kembali tokoh-tokoh tersebut dimaksudkan agar anak-anak lebih mencintai budaya sendiri dibandingkan dengan budaya asing sehingga akan menumbuhakan rasa cinta kepada tanah air.
PENGENALAN BUDAYA TRADISIONAL JEPANG KALIGRAFI (SHODOU) KEPADA SISWA SMA NEGERI 4 SEMARANG Dian Annisa Nur Ridha; Nisia Nur Dwi Agusta
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.236-243

Abstract

ABSTRAKJepang tidak hanya terkenal dengan budaya populernya, tetapi juga budaya tradisionalnya. Salah satu budaya tradisional Jepang yang menarik adalah kaligrafi (shodou). Shodou adalah seni menulis indah menggunakan kertas hanshi, kuas, dan tinta. Mempelajari shodou tidak hanya bermanfaat untuk hiburan, tetapi juga memiliki manfaat edukasi, misalnya melatih kesabaran, konsentrasi, dan daya ingat. Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pengenalan shodou kepada siswa SMA Negeri 4 Semarang dengan menggunakan metode deskriptif. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memahami bahwa mempelajari kejepangan tidak hanya melalui tata bahasa dan budaya populer saja, tetapi juga bisa melalui kebudayaan tradisional yang memiliki nilai filosofis.Kata kunci: Budaya Tradisional, Jepang, Kaligrafi (shodou), Siswa SMA
ADVOKASI PEMBANGUNAN JEJARING DAN KEMITRAAN PADA PERPUSTAKAAN DI JAWA TENGAH Alamsyah Alamsyah; Siti Maziyah; Sri Indrahti
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.205-210

Abstract

ABSTRAKArtikel pengabdian masyarakat ini terkait pendampingan advokasi terhadap perpustakaan di Jawa Tengah dalam usaha pengembangan jejaring dan kemitraan. Perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan bagi masyarakat, harus tetap mengoptimalkan fungsi dan perannya agar terus bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu mengoptimalkan peran tersebut adalah melakukan pengembangan jejaring dan kemitraan kepada perpustakaan di Jawa Tengah. Pengabdian masyarakat ini membantu perpustakaan di Jawa Tengah dalam usaha melakukan advokasi pengembangan jejaring dan kemitraan dalam bentuk sosialisasi dan pendampingan. Tim pengabdian memberikan tips dan trik pelaksanaan advokasi, langkah-langkah yang harus dilakukan, cara-cara mempertahankan kemitraan, indikator-indikator keberhasilan, sasaran advokasi, dan contoh-contoh keberhasilan advokasi yang dilakukan perpustakaan yang bisa direplikasi oleh perpustakaan. Melalui pendampingan dengan berbagai materi, maka dapat meningkatkan keberhasilan advokasi perpustakaan di Jawa Tengah dalam membangun jejaring dan kemitraan. Kata kunci: advokasi, jejaring, kemitraan, perpustakaan  ABSTRACTThis community service article is related to advocacy assistance to libraries in Central Java in an effort to develop networks and partnerships. The library as an empowerment center for the community, must continue to optimize its function and role so that it continues to benefit the community. One way to optimize this role is to develop networks and partnerships with libraries in Central Java. The community service team helps libraries in Central Java in their efforts to advocate for the development of networks and partnerships in the form of outreach and assistance. The service team provides tips and tricks for implementing advocacy, steps that must be taken, ways to maintain partnerships, indicators of success, advocacy goals, and examples of successful advocacy carried out by the library that can be replicated by the library. Through assistance with various materials, it can increase the success of library advocacy in Central Java in building networks and partnerships. Keywords: advocacy, networks, partnership, library  
PENDAMPINGAN SPEAKING AND WRITING SKILLS BAGI SISWA TATA BOGA, SMK IBU KARTINI, SEMARANG Ratna Asmarani; Wiwiek Sundari
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.267-278

Abstract

ABSTRAKKegiatan pendampingan setara satu bulan yang dilakukan oleh tim kecil pengabdian kepada masyarakat dari jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Undip adalah dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ke siswa kelas XII SMK Ibu Kartini, Semarang. Dikarenakan sasaran kegiatan pendampingan adalah siswa jurusan tata boga, materi yang disampaikan disesuaikan dengan jurusan siswa, berupa penguatan Speaking and Writing Skills. Kegiatan pendampingan pada dasarnya dibagi dalam dua bagian. Pertemuan pertama dan kedua berupa penguatan/pengayaan materi yang berkaitan dengan tata boga, dan pertemuan ketiga dan keempat digunakan untuk kegiatan praktek Speaking and Writing Skills oleh siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan ini adalah metode dwibahasa (Bilingual Method) dikarenakan kemampuan bahasa Inggris siswa sangat heterogen. Materi disampaikan dalam bentuk power point disertai gambar-gambar untuk memperjelas keterangan. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa siswa kelas XII jurusan tata boga SMK Ibu Kartini, Semarang memberikan perhatian yang besar dan mengikuti pendampingan dengan serius. Presentasi yang dilakukan secara berpasangan oleh siswa dalam bentuk memaparkan secara detil resep masakan berserta peralatan yang diperlukan juga berlangsung dengan antusias.Kata kunci: SMK Ibu Kartini Semarang, tata boga, resep masakan, metode dwibahasa ABSTRACTThe one-month mentoring activity carried out by a small community service team from the English Literature Department, Faculty of Humanities, Undip, was done in the context of community service activities for class XII students of SMK Ibu Kartini, Semarang. Because the target of the mentoring activity is students majoring in culinary arts, the material delivered is adjusted to the student's major, in the form of strengthening Speaking and Writing Skills. Mentoring activities are basically divided into two parts. The first and second meetings are in the form of strengthening/enriching materials related to culinary arts, and the third and fourth meetings are used for students' Speaking and Writing Skills practice. The method used in this mentoring activity is the bilingual method because students' English skills are very heterogeneous. The material is presented in the form of power point accompanied by pictures to clarify the information. The results of the mentoring activity showed that class XII students majoring in culinary arts at SMK Ibu Kartini, Semarang gave great attention and took the mentoring seriously. Presentations made in pairs by students in the form of explaining in detail the recipes along with the necessary equipment also took place enthusiastically.Keywords: SMK Ibu Kartini Semarang, culinary arts, recipes, bilingual method 
PELATIHAN PEMBUATAN LEAFLET UNTUK PARA PELAKU WISATA DI DESA NGLANGGERAN Reny Wiyatasari; S.I. Trahutami
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.244-247

Abstract

ABSTRAKDesa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu desa wisata yang dikenal akan keindahan bentang alam dan keunikan gunung api purbanya. Pada tahun 2021, desa wisata ini berhasil meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia. Dari hasil pengamatan di media sosial diketahui bahwa media promosi yang dimiliki oleh Desa Wisata Nglanggeran sangat terbatas. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian ini bertemakan pelatihan pembuatan leaflet untuk para pelaku wisata di Desa Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta. Tujuan pengabdian ini adalah agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara membuat leaflet yang baik dan benar dalam pembuatan leaflet sebagai sarana promosi desa wisata, terutama di Desa Wisata Nglanggeran.Kata kunci: leaflet, desa wisata, media promosi, Nglanggeran ABSTRACTNglanggeran Tourism Village is one of the tourist villages known for the beauty of the landscape and the uniqueness of its ancient volcanoes. In 2021, this tourist village won Best Tourism Village 2021. From the results of observations on social media, is known that the promotional media owned by the Nglanggeran Tourism Village is still very minimal. Based on this, this community service has the theme of training in making leaflets for tourism actors in Nglanggeran Village, Gunung Kidul, Yogyakarta. The purpose of this service is so that people can know how to make good and correct leaflets in making leaflets as a means of promoting tourism villages, especially in Nglanggeran Tourism Village.Keywords: leaflets; tourist village, promotion media, Nglanggeran 
PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI MAHASISWA KOTA SEMARANG Nur Fauzan Ahmad; Suyanto Suyanto; Moh Muzakka Mussaif
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.211-217

Abstract

ABSTRAKBagi mahasiswa, keterampilan menulis karya ilmiah bukan saja suatu kelebihan untuk menjadi bernilai lebih istimewa di lingkungan akademik, melainkan juga keniscayaan yang mutlak. Penulis menemukan kasus bahwa situasi penulisan karya ilmiah di kalangan mahasiswa Kota Semarang tidak cukup ideal. Ini dapat dilihat setidaknya melalui empat aspek penting, yakni substansi, metodologi, pedoman penulisan, dan alat bahasa. “Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi Mahasiswa Kota Semarang” digelar secara daring dalam rangka pengabdian kepada masyarakat melalui dua metode pelaksanaan—yakni ceramah dan konsultasi—dengan tujuan pokok meningkatkan kompetensi penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa Kota Semarang. Evaluasi kegiatan memuat rekomendasi agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan oleh dan untuk kalangan akademik yang lebih luas. Kata kunci: pelatihan, penulisan, karya ilmiah, mahasiswa, Kota Semarang ABSTRACTFor students, the skill of writing scientific papers is not only an advantage to become more special in the academic environment, but also an absolute necessity. The author found a case that the situation of writing scientific papers among Semarang City students was not ideal enough. This can be seen through at least four important aspects, namely substance, methodology, writing guidelines, and language tools. "Training on Writing Scientific Papers for Semarang City Students" was held online with two implementation methods--namely lectures and consultations--in the context of community service with the main objective of increasing the competence of writing scientific papers for Semarang City students. The evaluation of activities contains recommendations so that similar activities can be carried out on an ongoing basis by and for the wider academic community. Keywords: training, writing, scientific papers, students, Semarang City
PELATIHAN DAN PENGENALAN ORIGAMI JEPANG PADA ANAK-ANAK TAMAN PENDIDIKAN ALQURAN AL MADINATUL HADI PONDOK MAJAPAHIT 2 MRANGGEN Nur Hastuti; Budi Mulyadi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.279-282

Abstract

ABSTRAK Jepang merupakan negara yang kaya akan budaya tradisioalnya. Masyarakat Jepang tetap melestarikan budayanya meskipun kehidupannya sudah modern. Salah satu budaya Jepang yang masih dilestarikan dan masih ada sampai sekarang adalah origami. Origami adalah seni melipat kertas. Origami berasal dari bahasa Jepang "ori" yang memiliki arti lipatan dan "kami" yang berati kertas. Origami diperkenalkan di Tiongkok pada abad pertama yaitu tahun 105 oleh orang Tiongkok yang bernama Ts’ai Lun. Adapun Pada tahun 610 Masehi, seorang biksu Buddha bernama Donch (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang untuk memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta. Dalam perkembangannya origami telah menjadi begitu identik dengan budaya Jepang yang diwariskan secara turun-temurun dari masa ke masa.  Origami  terutama berkembang dengan menggunakan kertas asli Jepang yang disebut  washi. Saat ini origami  telah menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dari budaya orang Jepang. Terutama dalam upacara adat keagamaan Shinto yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Kata kunci :  Jepang, origami, Shinto, washi ABSTRACT  Japan is a country rich in traditional culture. Japanese people still preserve their culture even though their lives are modern. One of the Japanese culture that is still preserved and still exists today is origami. Origami is the art of paper folding. Origami comes from the Japanese "ori" which means fold and "kami" which means paper. Origami was introduced in China in the first century, namely in 105 by a Chinese named Ts'ai Lun. Meanwhile, in 610 AD, a Buddhist monk named Donch (Dokyo) who came from Goguryeo (Korean peninsula) came to Japan to introduce how to make paper and ink. In its development, origami has become synonymous with Japanese culture which has been passed down from generation to generation from time to time. Origami is mainly developed using the original Japanese paper called washi. Nowadays origami has become something that cannot be separated from Japanese culture. Especially in traditional Shinto religious ceremonies which are still maintained until now. Keywords: Japan, origami, Shinto, washi 
PENDAMPINGAN INVENTARISASI OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN (OPK) DI DESA CANDI KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG Marta Widyawati; Siti Komariya; Alamsyah Alamsyah
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.248-252

Abstract

ABSTRAKSDGs (Sustainable Development Goals) menuntut adanya rencana aksi diantaranya berupa pengembangan aspek kebudayaan. Pemajuan kebudayaan menjadi hal penting yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Sejauh ini, pemerintah Indonesia telah menginisiasi program pendataan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), salah satunya di Desa Candi kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi proses inventarisasi OPK khususnya pada tari Sekar Awur di desa tersebut. Proses inventarisasi ini dilakukan dengan langkah-langkah berupa pengumpulan informasi melalui wawancara dengan pelatih dan tokoh setempat, sosialisasi dan pelatihan menari bagi anak-anak, serta pendokumentasian tarian. Pengabdian ini merupakan bentuk dukungan akademisi dalam pengoptimalan proses pendataan dan sosialisasi Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) khususnya tari Sekar Awur sebagai kebudayaan lokal.Kata kunci: Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), Pengabdian Masyarakat, Tari Sekar Awur  ABSTRACTSDGs (Sustainable Development Goals) require action plans, one of which is the development of cultural aspects. The advancement of culture is an important thing that can support sustainable development. So far, the Indonesian government has initiated a data collection program for Cultural Advancement Objects (OPK), one of which is in Candi Village, Bandungan sub-district, Semarang Regency, Central Java. This community service aims to assist the OPK inventory process, especially the Sekar Awur dance in that village. This inventory process was carried out through the steps of gathering information through interviews with trainers and local figures, outreach and dancing training for children, and documenting dances. This service is a form of academic support in optimizing the process of data collection and socialization of the Object for the Advancement of Culture (OPK), especially the Sekar Awur dance as a local culture.Keywords: Community Service, Sekar Awur Dance, Objects for Promotion of Culture (OPK) 
LITERASI BENCANA BAGI MASYARAKAT KADISOKA PURWOMARTANI, KALASAN, SLEMAN Sri Rahayu Wilujeng; Sukarni Suryaningsih
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.218-223

Abstract

ABSTRAKSetiap negara memiliki potensi bencana alam yang berbeda-beda, ada yang  berpotensi besar dan ada yang berpotensi kecil. Indonesia, negara yang berpotensi besar terkena bencana alam. Bencana alam seringkali terjadi dan tidak dapat diprediksi. Masyarakat Indonesia perlu dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan atau literasi bencana terutama di daerah rawan bencana. Dengan latar belakang ini maka diadakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema literasi Bencana. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Kadisoka, Purwomartani, Kalasan, yang berada di wilayah rawan bencana. Bencana yang sering terjadi di daerah ini adalah efek letusan gunung Merapi, dan gempa bumi  Bentuk kegiatan ini adalah penyuluhan dan bertujuan memberi informasi, pengetahuan tentang bencana. Selanjutnya diharapkan masyarakat mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan kesiapan menghadapi bencana. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, simulasi penyelamatan dokumen penting. Kegiatan ini dilaksanakan di bulan Oktober 2022. Kata kunci: literasi, bencana, masyarakat, Kadisoka ABSTRACTEvery country has different potential for natural disasters, some with big potential and some with small potential. Indonesia, a country with great potential for natural disasters. Natural disasters occur frequently and cannot be predicted. Indonesian people need to be equipped with disaster knowledge and skills or literacy, especially in disaster-prone areas. With this background, community service activities with the theme Disaster literacy were held. This Community Service is carried out in Kadisoka Hamlet, Purwomartani, Kalasan, which is in a disaster-prone area. The disasters that often occur in this area are the effects of the eruption of Mount Merapi and earthquakes. The form of this activity is counseling and aims to provide information and knowledge about disasters. Furthermore, it is hoped that the community will have the knowledge, skills and preparedness to face disasters. The methods used are lectures, questions and answers, simulations of saving important documents. This activity was carried out in October 2022. Keywords: literation, disasters, society, Kadisoka