cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HARMONI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25991795     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Harmoni (E ISSN 2599-1795) merupakan jurnal berbasis pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada tiga bidang keilmuan yaitu Bahasa, Sastra, dan Budaya. Jurnal Harmoni dikelola oleh Departemen Linguistik Universitas Diponegoro dalam hal ini Program Studi Sastra Inggris dan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
SIKAP BAHASA MAHASISWA UIN WALISONGO TERHADAP TOEFL Dwi Wulandari
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.16-25

Abstract

Artikel ini bertujuan  untuk mengetahui bagaimana sikap bahasa mahasiswa UIN Walisongo terhadap bahasa Inggris dan TOEFL secara khusus. Sebelum diberikan kuesioner untuk mendapatkan data sikap bahasa, mahasiswa diberikan pelatihan terkait TOEFL untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai TOEFL. 38 mahasiswa dari program studi Hukum Ekonomi Syariah semester empat menjadi responden kajian ini dengan mengisi kuesioner terkait pengalaman mereka mempelajari bahasa Inggris dan TOEFL serta sikap bahasa mereka. Hasil kajian menunjukkan bahwa responden secara umum memiliki sikap bahasa yang positif terhadap bahasa Inggris, terutama dalam sikap afektifnya, karena mereka merasakan pentingnya mempelajari Bahasa Inggris dan TOEFL untuk keuntungan masa depan mereka. Sementara itu, secara kognitif, mereka tidak selalu menunjukkan sikap bahasa yang positif terutama terhadap TOEFL karena mereka masih menyepakati stereotype bahwa belajar TOEFL itu sulit. Demikian juga untuk sikap bahasa pola perilaku. Tidak selalu responden menunjukkan sikap bahasa yang positif, karena dalam konteks bahasa asing sebagaimana Bahasa Inggris di Indonesia, pembelajar bahasa tidak selalu mendapatkan kesempatan untuk menggunakan bahasa secara natural.Kata kunci :   TOEFL, sikap bahasa, bahasa Inggris, afektif, kognitif, pola perilaku  This article aims to figure out how the language attitude of UIN Walisongo students towards English and TOEFL in particular. Before the questionnaires are given to generate data on language attitude, students are given training on TOEFL with the purpose to give illustration of what TOEFL is like. 38 students from Syaria Ekonomic Law department joined the training and filled out the questionnaire asking their experience in learning English and TOEFL and their language attitude.  The result of the study shows that in general, the students have positif attitude toward English and TOEFL, especially on their affective attitude because they feel the importance of learning ENglish and TOEFL for their future benefits. However, they don’t always show positive cognitive attitude because they are also in the same frame of the stereotype of TOEFL, that it is difficult to learn. The same thing occurs in behavioral attitude. Not all students are able to show positive attitude, because within the context of foreign language learning as English in Indonesia, learners do not always have the opportunity to use the language in authentic situation.Keywords :  TOEFL, language attitude, English, affective, cognitive, behavior
UCAPAN PERSALAMAN DAN PERKENALAN BAHASA JEPANG PADA ANAK-ANAK TAMAN PENDIDIKAN ALQURAN AL MADINAHTUL HADI PONDOK MAJAPAHIT 2 MRANGGEN Nur Hastuti; Budi Mulyadi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.157-160

Abstract

ABSTRAK Belajar bahasa tentu saja tidak mudah, salah satunya adalah belajar bahasa Jepang. Belajar bahasa ini sebaiknya dilakukan bertahap mulai dari perkenalan huruf. Setelah selesei belajar dari tahapan tersebut dilanjutkan dengan mempelajari ucapan persalaman dan perkenalan. Ucapan persalaman dalam budaya Jepang tentu saja berbeda dengan budaya dari negara lain. Gaya mengucapkan salam orang Jepang bukan dengan berjabat tangan, tetapi membungkuk tanpa saling menyentuh kulit. Cara ini mungkin juga efektif diterapkan saat wabah pandemi coronadan omicron di mana disarankan untuk melakukan social distancing, dengan tujuan memperkecil penyebaran virus corona.            Ucapan salam/sapaan adalah hal yang penting dalam kultur Jepang. Ucapan  salam/sapaan dalam Bahasa Jepang disebut Aisatsu. Aisatsu sangat penting dalam menjaga sopan santun dalam kehidupan orang Jepang. Di dunia kerja, ucapan salam ini sering dilakukan untuk dapat menimbulkan suasana kerja yang baik dan meningkatkan komunikasi antar karyawan kerja. Selain ucapan persalaman , hal lain yang penting untuk dipelajari adalah perkenalan. Orang Jepang biasanya saat memperkenalkan diri mereka tidak lupa melakukan hal yang disebut dengan istilah "Ojigi" atau membungkukkan badan. Perkenalan ini dapat digunakan untuk  mengakrabkan diri dengan orang Jepang.Kata kunci :  Aisastsu, jikoshoukai, ojigi ABSTRACT Learning a language is certainly not easy, one of which is learning Japanese. Learning this language should be done gradually starting with the introduction of letters. After completing learning from these stages, it is continued by studying greetings and introductions. Greeting greetings in Japanese culture is of course different from the culture of other countries. The Japanese style of greeting is not shaking hands, but bowing without touching each other's skin. This method may also be effectively applied during the corona and omicron pandemic outbreaks where it is recommended to carry out social distancing, with the aim of minimizing the spread of the corona virus.Greetings are important in Japanese culture. Greetings  in Japanese are called Aisatsu. Aisatsu is very important in maintaining good manners in Japanese life. In the world of work, greetings are often used to create a good working atmosphere and improve communication between employees. In addition to greeting greetings, another important thing to learn is introductions. Japanese people usually when introducing themselves do not forget to do something called "Ojigi" or bow. This introduction can be used to familiarize yourself with Japanese people.Keywords : Bow , greetings, introduction,
PELATIHAN CARA MENDESKRIPSIKAN DAN MEMPROMOSIKAN PRODUK MEBEL DALAM BAHASA INGGRIS BAGI SISWA KELAS XI SMK PIKA SEMARANG Ratna Asmarani; Wiwiek Sundari
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.71-79

Abstract

Tim kecil pengabdian kepada masyarakat dari jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Undip melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ke siswa kelas XI SMK PIKA Semarang.  Mengingat SMK PIKA Semarang fokus pada bidang Teknik Furnitur dan memiliki bengkel kerja dan ruang pamer (showroom) yang memamerkan dan menjual produk mebel berkualitas yang dihasilkannya, maka pelatihan dalam bentuk pendampingan selama satu bulan mengambil materi “Cara mendeskripsikan dan mempromosikan produk mebel dalam bahasa Inggris bagi siswa kelas XI SMK PIKA Semarang”. Pendampingan dibagi dalam beberapa sesi dan disajikan dalam bentuk presentasi yang disertai gambar-gambar yang relevan. Metode pengajaran adalah metode dwibahasa yang sangat berguna untuk menjembatani kemampuan sisa yang heterogen. Pertemuan pertama mencakup poin-poin umum untuk mendeskripsikan produk mebel dan poin-poin persuasif untuk mempromosikan/menjual produk mebel. Pertemuan kedua mengajarkan ungkapan-ungkapan yang berguna untuk mendeskripsikan produk mebel dan ungkapan-ungkapan yang berguna untuk mempromosikan dan menjual produk mebel. Pertemuan ketiga dan keempat para siswa melakukan presentasi untuk mendeskripsikan dan mempromosikan produk mebel tertentu secara persuasif disertai gambar produk mebel yang artistik. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa para siswa sangat antusias dan menikmati setiap sesi, bahkan pada sesi presentasi dalam bentuk kelompok-kelompok kecil para siswa melakukannya dengan serius dan cukup kreatif.Kata kunci: SMK PIKA Semarang, mendeskripsikan mebel, mempromosikan mebel A small community service team from the Department of English Literature, Faculty of Humanities, Diponegoro University, carries out community service activities to students of class XI of PIKA Vocational School Semarang. Considering that PIKA Vocational School Semarang focuses on the field of Furniture Engineering and has a workshop and showroom that exhibits and sells quality furniture products it produces, the training in the form of mentoring for one month takes the subject of “How to describe and promote furniture products in English for students of class XI of PIKA Vocational School Semarang”. Mentoring is divided into several sessions and is presented in the form of presentations accompanied by relevant pictures. The teaching method is a very useful bilingual method for bridging heterogeneous abilities of the students. The first meeting includes general points for describing furniture products and persuasive points for promoting/selling furniture products. The second meeting is about useful phrases to describe furniture products and useful phrases to promote and sell furniture products. In the third and fourth meetings, the students make presentations to describe and promote certain furniture products in a persuasive manner accompanied by artistic pictures of furniture products. The result of the mentoring shows that the students are very enthusiastic and enjoy each session, even in the presentation sessions in the form of small groups, the students do it seriously and quite creatively.Keywords: PIKA Vocational School Semarang, describing furniture, promoting furniture
PENDAMPINGAN PENETAPAN NOMOR INVENTARIS KOLEKSI PERPUSTAKAAN DI SD NEGERI MANYARAN 01 SEMARANG Tri Handayani; Endah Sri Hartatik
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.109-123

Abstract

Buku Inventaris merupakan salah satu sarana perpustakaan yang diperlukan sebagai dasar bagi pelaksanaan pengolahan koleksi pustaka selanjutnya. Observasi yang dilakukan terhadap sejumlah perpustakaan sekolah dasar di Indonesia melalui berbagai laporan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, menunjukkan bahwa masih ditemukan sekolah-sekolah dasar yang kondisi perpustakaannya tidak terkelola sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Pendampingan dalam kegiatan ini adalah pendampingan terhadap para pengelola perpustakaan dalam menetapkan nomor inventaris. Penetapan ini harus dilakukan agar tahapan selanjutnya dalam pengolahan koleksi pustaka dapat dilakukan. Kegiatan pendampingan penetapan nomor inventaris koleksi pustaka yang dimiliki perpustakaan Sekolah Dasar Negeri Manyaran 01 Semarang diperlukan karena sekolah ini belum pernah membuat Buku Inventaris. Peserta pendampingan adalah Operator dan guru kelas yang diberikan tugas tambahan mengelola perpustakaan. Hasil kegiatan adalah pengelola perpustakan memiliki pengetahuan baru tentang Nomor Inventaris. Hasil lainnya adalah SD Negeri Manyaran 01 Semarang memiliki draft baru Buku Inventaris yang lebih lengkap informasinya.  Kata kunci : Pendampingan, Perpustakaan, Nomor Inventaris, Buku Inventaris, Sekolah DasarInventory books are one of the library facilities needed as a basis for the implementation of further processing of library collections. Observations made on several elementary school libraries in Indonesia through various research reports that have been carried out previously show that there are still elementary schools whose library conditions are not managed according to the standards set by the National Library of the Republic of Indonesia. Mentoring in this activity is mentoring library managers in determining inventory numbers. This determination must be made so that the next stage in processing library collections can be carried out. Mentoring activities in determining the inventory number of library collections owned by the Manyaran 01 Semarang State Elementary School library are needed because this school has never made an Inventory Book. Mentoring participants are Operators and classroom teachers who were given the additional task of managing the library. The result of the activity is that the library manager has new knowledge about Inventory Numbers. Another result is that the Manyaran 01 State Elementary School Semarang has a new draft of the Inventory Book with more complete information.Keywords: Mentoring, Library, Inventory Number, Inventory Books, Elementary School   
PENYULUHAN BAHASA INGGRIS BAGI PARA PUSTAKAWAN ALUMNI PRODI S1 ILMU PERPUSTAKAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNDIP DALAM RANGKA MEMPERKUAT LITERASI INFORMASI Jumino Jumino; Yanuar Yoga Prasetyawan
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.1-6

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kajian terhadap kemampuan literasi informasi bahasa Inggris oleh para pustakawan Alumni Prodi S-1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Tujuan penelitian hasil pengabdian ini ialah untuk mengetahui kemampuan para para pustakawan tersebut dalam pemahaman informasi berbahasa Inggris. Selanjutnya metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dokumen yang diperoleh dianalisis dengan pedoman tata bahasa dan aturan penerapannya dalam bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pustakawaan masih lemah dalam kemampuan memahami informasi berbahasa Inggris, dan masih ditemukan kesalahan-kesalahaan dalam penggunaan kosa-kata dan penerapan pola kalimat yang baik, dalam penggunaan kosa-kata, tatabahasa, maupun dalam organisasi penulisan.Kata kunci : pustakawan; alumni, literasi informasi, pola dan tata bahasa Inggris This article is the result of a study on English information literacy skills by librarians of the Alumni S-1 Study Program of Library Science, Faculty of Humanities, Diponegoro University. The purpose of this research is to determine the ability of these librarians in understanding English information. Furthermore, the method used in the research is a qualitative descriptive method. The documents obtained were analyzed with grammar guideline and the rules of its application in English. The results shows that most of the librarians are still weak in the ability to understand English information, and errors are still found in the use of vocabulary and the application of good sentence patterns, in the use of vocabulary, grammar, and in writing organization.Keywords: librarian; alumni, information literacy, patterns and English grammar 
PENDAMPINGAN PENERJEMAHAN PANDUAN SINGKAT WISATA SEMARANG Elizabeth Ika Hesti Aprilia Nindia Rini; Yuliani Rahmah; D. Krisna Putra
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.33-38

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada dinas pariwisata Semarang dalam upaya meningkatkan pelayanan bagi wisatawan. Dinas pariwisata Semarang menyediakan panduan wisata Semarang dalam beberapa bahasa, salah satunya dalam bahasa Jepang. Untuk itu dukungan yang diberikan berupa penerjemahan panduan singkat wisata Semarang ke dalam bahasa Jepang. Penerjemahan disusun dalam bentuk paparan yang informatif, komunikatif dan menarik. Dengan panduan wisata yang lengkap wisatawan yang berasal dari Jepang dapat dengan mudah membuat rencana kunjungan dan memilih objek wisata yang akan dikunjungi selama berada di Semarang. Selain itu kegiatan penerjemahan panduan singkat wisata Semarang ke dalam bahasa Jepang ini juga memperkenalkan gambaran proses yang harus dilalui dalam proses penerjemahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga memberi kesempatan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini untuk mengaplikasikan kemampuan bahasa Jepang khususnya dalam bidang penerjemahan.Kata Kunci: penerjemahan, bahasa Jepang, panduan wisataThis community service activity aims to provide support to the Semarang tourism office in an effort to improve services for tourists. The Semarang tourism office provides Semarang tourism guidebooks in several languages, one of which is in Japanese. For this reason, the support provided is in the form of translation of a short guide to Semarang tourism into Japanese. Translation is structured in the form of informative, communicative and interesting exposure. With a complete travel guide, tourists from Japan can easily make visit plans and choose the attractions to visit while in Semarang. In addition, this short travel guide translation activity into Japanese also introduces an overview of the process that must be passed in the translation process. This community service activity also provides opportunities for students to apply their Japanese language skills, especially in the field of translation.Keywords: translation, Japanese, travel guide
PELATIHAN JLPT N4 UNTUK PEMBELAJAR BAHASA JEPANG Reny Wiyatasari; S.I. Trahutami
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.161-164

Abstract

 Pengabdian kepada masyarakat ini berupa pelatihan JLPT N4 untuk pembelajar bahasa Jepang, yaitu kenshuusei dan masyarakat umum. Kegiatan ini dirasa sangat penting bagi mereka yang sedang belajar bahasa Jepang dan yang saat ini sedang mencari kerja.. Kegiatan dilakukan melalui metode ceramah, simulasi, dan tanya-jawab. Rencana pelaksanaan pengabdian dijadwalkan selama kurang lebih empat minggu, meliputi identifikasi permasalahan dan penyusunan proposal; sosialisasi kegiatan; pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan;  dan terakhir, penyusunan output dan laporan kegiatan. Pelaksaan kegiatan terdiri atas tiga sesi, yaitu presentasi, pengerjaan latihan soal JLPT N4, dan evaluasi. Diharapkan pelatihan JLPT ini bisa dimanfaatkan sebagai persiapan mengikuti tes JLPT atau jika di tempat kerja mensyaratkan pelamarnya untuk mengerjakan tes bahasa Jepang.Kata kunci : Pelatihan; JLPT N4; bahasa JepangThis community service is in the form of JLPT N4 training for Japanese language learners, namely kenshuusei and the general public. This activity is considered very important for those who are learning Japanese and who are currently looking for work. Activities are carried out through lecture, simulation, and question-and-answer methods. The service implementation plan is scheduled for approximately four weeks, including identification of problems and preparation of proposals; socialization of activities; implementation of the activities and evaluation of activities; and finally, the preparation of outputs and activity reports. The implementation of the activities consisted of three sessions, namely presentations, working on the JLPT N4 practice questions, and evaluation. It is hoped that this JLPT training can be used as preparation for taking the JLPT test or if the workplace requires applicants to take a Japanese language test.Keywords : Training; JLPT N4; Japanese language
PELATIHAN TEKNIK PENULISAN SURAT RESMI PADA ORGANISASI PEMUDA KARANG TARUNA DI KABUPATEN SEMARANG Ken Widyatwati Wignjosasono; Laura Andri R.M
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.80-87

Abstract

Bagi organisasi karang taruna  surat merupakan hal penting yang tidak bisa diabaikan, karena  surat dapat mewakili institusi atau pengirimnya. Organisasi pemuda mempunyai potensi sebagai agen perubahan  dalam mengisi pembangunan. Oleh karena itu keberadaan organisasi pemuda perlu dikelola secara profesional agar dapat  memberikan kontribusi pada peningkatan  pembangunan daerah. Permasalahan yang sering muncul  dalam organisasi pemuda  adalah ketidak tahuan para  pengurus dan anggota   berhubungan dengan tata administrasi ,  terutama tentang bagaimana menulis dan menjawab surat  resmi dari dinas terkait . Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah  metode edukatif atau pengajaran . Sedangakan tujuan yang ingin dicapai dalam   pengabdian masyarakat ini adalah  pengurus  dan anggota karang taruna desa Kemetul  dapat  terampil menulis dan menjawab surat resmi dengan menggunakan  Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat  ini adalah  meningkatnya ketrampilan  pengurus dan anggota karang taruna desa Kemetul  dalam  menulis dan menjawab  surat resmi dari dinas terkait dengan  menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia. Kata kunci: Organisasi pemuda, kemampuan, menulis, surat resmi For youth organizations, letters are important things that cannot be ignored, because letters can represent the institution or sender. Youth organizations have the potential as agents of change in filling development. Therefore, the existence of youth organizations needs to be managed professionally in order to contribute to the improvement of regional development. The problem that often arises in youth organizations is the ignorance of the administrators and members related to the administration, especially about how to write and answer official letters from the relevant agencies. The method used in this community service is an educative or teaching method. While the goal to be achieved in this community service is that the management and members of the Kemetul village youth group can be skilled at writing and answering official letters using good and correct Indonesian. The results achieved in this community service are the increased skills of the management and members of the Kemetul village youth organization in writing and responding to official letters from the relevant agencies using good Indonesian and in accordance with Indonesian Spelling. Keywords: Youth organization, ability, writing, official letter 
PERAN PEREMPUAN SEBAGAI BENTUK EMANSIPASI PERSPEKTIF PENGEMUDI BECAK WISATA YOGYAKARTA Sri Sudarsih; Iriyanto Widisuseno
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.140-144

Abstract

Pengabdian masyarakat ini terfokus pada pentingnya emansipasi perempuan di kalangan pengemudi becak wisata di Yogyakarta. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pemahaman para pengemudi becak mengenai pentingnya saling mendukung dan memotivasi antara seorang isteri dengan seorang bapak sebagai kepala keluarga. Metode yang digunakan dalam pengabdian terhadap pengemudi becak wisata ini adalah sosialisasi dan diskusi interaktif. Di samping itu metode yang dipergunakan penulis dalam menganalisis data dengan menggunakan metode interpretasi. Kesuksesan pengemudi becak bukan hanya dipengaruhi oleh diri sendiri, tetapi perlu peran perempuan sebagai istri dalam keluarga sebagai sumber motivasi dan partner dalam membangun kesuksesn sebagai tujuan bersama. Peran perempuan sangat besar dalam keluarga dan menentukan juga kesuksesan pekerjaan suami karena perempuan yang bertanggung jawab sebagai isteri maupun ibu dari anak-anaknya akan mempengaruhi kenyamanan, kedamaian, dan keharmonisan dalam keluarga. Motivasi isteri dan kondisi keluarga yang nyaman menjadikan pengemudi becak bekerja dengan rasa penuh tanggung jawab dan penuh semangat dan mampu memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.Kata kunci: emansipasi, perempuan, keluarga, pengemudi becakThis community service focuses on the importance of women's emancipation among tourist rickshaw drivers in Yogyakarta. The purpose of this devotion is to provide an understanding of rickshaw drivers about the importance of mutual support and motivation between a wife and a father as the head of the family.  The method used in devotion to the driver of this tourist rickshaw is socialization and interactive discussion. In addition, the method used by the author in analyzing data using interpretation methods.  The success of a rickshaw drivers is not only influenced by oneself, but it is necessary for the role of women as wives in the family as a source of motivation and partners in building success as a common goal. Women who are responsible as wives and mothers of their children will affect comfort, peace, and harmony in the family. Wife's motivation and comfortable family conditions make rickshaw drivers work with a sense of responsibility and full of enthusiasm and are able to provide excellent service to tourists visiting Yogyakarta.Keywords: emancipation, female, family, rickshaw driver
SOSIALISASI LITERASI MEDIA PADA IBU-IBU POKDAWIS GMA BANYUANYAR UNTUK PENDAMPINGAN ANAK BELAJAR Sukarni Suryaningsih; Sri Rahayu Wilujeng
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.44-49

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mengakibatkan berbagai perubahan dalam masyarakat. Diantara dampak positif yang membuka cakrawala pengetahuan yang tanpa batas, dampak negatif derasnya arus informasi menantang semua pihak untuk berperan secara bijak menyikapinya. Ibu-ibu yang adalah teman belajar anak di rumah perlu memahami situasi perubahan sosial terkait maraknya penggunaan internet dan media sosial yang tidak selalu untuk tujuan belajar. Kajian ini merupakan hasil sosialisasi literasi media kepada para ibu-ibu pokdawis GMA Banyuanyar yang gunanya adalah menambah pengetahuan untuk menemani proses belajar anak di rumah. Dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab, para ibu belajar memahami relasi orang tua-anak saat mengakses media.Kata kunci :  internet, media sosial, proses belajar, perubahan sosial The development of information technology has resulted in various changes in society. Among the positive impacts that open up limitless knowledge horizons, the negative impacts of the rapid flow of information challenge all parties to play a wise role in responding to it. Mothers who accompany their children studying at home need to understand the situation of social change related to the widespread use of the internet and social media which is not always for learning purposes. This study is the result of media literacy socialization to women and mothers in  Pokdawis GMA Banyuanyar  in which the purpose is to increase knowledge to accompany the child's learning process at home. Through the lecture and discussion method, the participants of the event learn to understand the parent-child relationship when accessing the media.Keywords : internet, social media, learning process, social change