cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HARMONI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25991795     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Harmoni (E ISSN 2599-1795) merupakan jurnal berbasis pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada tiga bidang keilmuan yaitu Bahasa, Sastra, dan Budaya. Jurnal Harmoni dikelola oleh Departemen Linguistik Universitas Diponegoro dalam hal ini Program Studi Sastra Inggris dan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
PENGUATAN PERAN SERTA ANAK MUDA DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI BEDAH FILM “KAGUYAHIME NO MONOGATARI” UNTUK MENCAPAI TUJUAN 05 DARI SDGs Fajria Noviana; Zaki Ainul Fadli
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.39-43

Abstract

SDGs merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan. Salah satu tujuan dari SDGs berbunyi “Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan”. Percepatan SDGs dapat dicapai melalui pelibatan anak muda karena mereka adalah penentu pembangunan masa depan, sehingga pengaruh anak muda sangat signifikan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang  menyasar anak-anak muda ini memiliki tujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pemberdayaan perempuan dan hal-hal yang dapat dilakukan untuk merealisasikan upaya tersebut, serta untuk mengajak anak-anak muda untuk aktif berperan serta dalam upaya pemberdayaan perempuan di lingkungan sekitar mereka. Media yang dipilih untuk kegiatan berupa film animasi berjudul “Kaguyahime no Monogatari” atau Dongeng Putri Kaguya, mengingat film merupakan hal yang dekat dengan keseharian anak muda, sehingga diharapkan akan lebih mudah dalam membuat mereka turut berperan serta secara aktif dalam mencapai Tujuan 05 dari SDGs.Kata kunci: SDGs; Tujuan 05; kesetaraan gender; pemberdayaan perempuan; Kaguyahime no Monogatari The SDGs are a global action plan agreed by world leaders, including Indonesia, to end poverty, reduce inequality, and protect the environment. One of the goals of the SDGs reads, “Achieving gender equality and empowering all women and girls”. The acceleration of the SDGs can be achieved through the involvement of young people because they are the determinants of future development, so the influence of young people is very significant. Therefore, this community service activity that targets young people aims to provide socialization about the importance of empowering women and what can be done to realize these efforts and actively invite young people to participate in women empowering efforts. The media chosen for the activity was an animated film entitled “Kaguyahime no Monogatari” or Tale Putri Kaguya, considering that film is close to the daily life of young people, so it is hoped that it will be easier for them to participate actively in achieving Goal 05 of the SDGs.Keywords: SDGs; Goal 05; gender equality; women empowering; Kaguyahime no Monogatari
PEMBERDAYAAN POTENSI KEWIRAUSAHAAN KERAJINAN TAS BERBAHAN LIMBAH PLASTIK KEMASAN MINUMAN BAGI WARGA TERDAMPAK PANDEMIK COVID - 19 DI KOTA SEMARANG ( SUATU UPAYA MENCAPAI TUJUAN SDGs 1) Iriyanto Widisuseno; Sri Sudarsih
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.165-175

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatari rasa keprihatinan menghadapi permasalahan lingkungan dan kemiskian di kota Semarang pasca pandemik Covid-19. Di kota Semarang khususnya daerah kelurahan Sendangmulyo Tembalang terdapat beberapa kelompok keluarga terdampak pandemik Covid-19 yang memiliki potensi berwirausaha di bidang kerajinan olah limbah plastik kemasan minuman. Sementara limbah plastik kemasan minuman di koata Semarang melimpah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini memberi penguatan melalui pemberdayaan potensi kewirausahaan kerajinan tas berbahan limbah plastik kemasan minuman bagi warga terdampak Pandemik Covid-19. Dari hasil pemberdayaan ini diharapkan menjadi modal awal warga binaan yang awalnya bergerak di bidang kerajian rumahan dapat ditingkatkan menjadi home industry kategori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di samping itu hasil pengabdian ini dapat menyubangkan peran mengurangi permasalahan limbah sampah plastik di kota Semarang. Cara pemberdayaan dengan menggunakan edukasi, pelatihan, insentif permodalan dan promosi. Hasil pengabdian menunjukkan, terjadi penambahan jumlah pelaku pengrajin dan omset penjualan. Kata kunci: pemberdayaan; kewirausahaan; limbah plastik kemasan; kerajinan tas This community service is motivated by a sense of concern in dealing with environmental problems and poverty in the city of Semarang after the Covid-19 pandemic. In the city of Semarang, especially the Sendangmulyo sub-district, Tembalang, there are several family groups affected by the Covid-19 pandemic who have entrepreneurial potential in the field of craft processing plastic waste beverage packaging. Meanwhile, plastic beverage packaging waste in the city of Semarang is abundant. The purpose of this community service is to provide reinforcement through empowering the entrepreneurial potential of craft bags made from plastic waste beverage packaging for residents affected by the Covid-19 Pandemic. From the results of this empowerment, it is hoped that it will become the initial capital for the inmates who were initially engaged in home crafts, which can be upgraded to become a home industry for the category of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). In addition, the results of this service can contribute to the role of reducing the problem of plastic waste in the city of Semarang. Ways of empowering use education, training, capital incentives and promotions. The results of the service show that there is an increase in the number of craftsmen and sales turnover. Keywords: empowerment; entrepreneurship; plastic packaging waste; bag craft  
SOSIALISASI PENULISAN REVIEW FILM BAGI SISWA-SISWI SMA NEGERI 1 SURAKARTA Sukarni Suryaningsih; Sri Rahayu Wilujeng
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.176-181

Abstract

ABSTRAKDalam perkembangannya sebagai industri produk media, film membutuhkan penonton untuk mengevaluasi dan mengembangkan keberadaannya. Kebutuhan akan peran penonton dalam film diwadahi dengan aktivitas-aktivitas apresiatif seperti resensi film, kritik film maupun penelitian film. Apresiasi yang aktif dan gencar dilakukan akan mendukung keberadaan dan kelangsungan dunia film. Kajian adalam artikel ini merupakan hasil dari kegiatan mengenai dunia resensi film yang diikuti oleh komunitas RAW SMA Negeri 1 Surakarta. Dengan metode ceramah sosialisasi dan dilanjutkan dengan latihan memahami resensi film, para peserta belajar memahami seluk beluk meresensi film yang mengikutkan pengetahuan baik pengetahuan tematik film maupun sinematik film. Kata kunci: apresiasi, resensi film, tematik, sinematik ABSTRACTIn its development as a media product industry, film requires audiences to evaluate and develop its presence. The need for the role of the audience in a film is accommodated by appreciative activities such as film reviews, film criticism and film research. Appreciation that is active and intensively carried out will support the existence and continuity of the world of film. The study in this article is the result of an activity regarding the world of film reviews that was attended by the RAW community SMA Negeri 1 Surakarta. With the socialization lecture method and followed by small training in understanding film reviews, the participants learned to understand the aspects of film reviews which included knowledge of both thematic and cinematics elements of film. Keywords: appreciation, film review, thematic, cinematics
IMPLIKASI BOARD GAME “MERTAMU BUDAYA” DI KBSI SEMARANG SEBAGAI KATALISATOR PENDIDIKAN INDONESIA YANG BERKUALITAS Khanuun Maulida Puspita Hasyim; Addien Safriya Ramadhani; Felisiana Ardelia Azzahra; Ahmad Reihan Alavi; Dania Eridani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.283-292

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara dengan budaya yang sangat beragam, contohnya upacara adat, pakaian adat, rumah adat, alat musik tradisional, dan masih banyak lagi yang tersebar di seluruh penjuru daerah.Namun, lunturnya rasa cinta akan budaya Indonesia menjadi tantangan bagi pemerintah, komunitas, serta masyarakat yang ingin melestarikan budaya. Masalah-masalah pendidikan budaya yaitu memudarnya nilai pelestarian, luturnya cinta akan budaya Indonesia, serta tidak adanya ketertarikan belajar budaya juga dialami oleh berbagai komunitas di Indonesia. Salah satunya, Kelompok Belajar Sejahterakan Indonesia (KBSI) Semarang yang merupakan organisasi nirlaba berfokus pada pengembangan masyarakat dan kegiatan sosial. Sebagai upaya menjawab permasalahan tersebut, tim PKM-PM berdiskusi dengan pihak KBSI Semarang untuk mendampingi sehingga didapatkan bersama adalah digitalisasi edukasi kebudayaan Indonesia dengan “Mertamu Budaya”. Dengan menggunakan metode alur yaitu tahapan perencanaan, persiapan, implementasi, dan evaluasi tim PKM-PM bersama KBSI Semarang berhasil melaksanakan program dan belajar dengan “Mertamu Budaya”. Hasil yang didapatkan adalah permainan ini memberikan dampak yang cukup signifikan pada pengetahuan kebudayaan siswa -siswi di KBSI Semarang dengan dasar perhitungan statistik menggunakan post test dan pre test.
PENGENALAN PLATFORM MINATO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN HURUF DAN KOSAKATA BAHASA JEPANG Yuliani Rahmah; Elizabeth Ika Hesti Aprilia Nindia Rini
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.253-259

Abstract

ABSTRAKArtikel ini memaparkan mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan sebagai hasil kerjasama program studi dengan Himawari (himpunan mahasiswa S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang). Tujuan dari kegiatan pengabdian kali ini adalah untuk  memperkenalkan dan berbagi ilmu pengetahuan mengenai bahasa dan kebudayaan Jepang kepada para siswa  pembelajar bahasa Jepang di sekolah menengah atas. Kegiatan pengabdian dengan tema berkolaborasi dan berbagi pengetahuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengetahuan bahasa dan budaya para pembelajar pemula sesuai dengan minat dan kebutuhan para pembelajar tersebut. Sesuai dengan tujuan utamanya, maka melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini, para peserta yang mempunyai minat dan ketertarikan pada bahasa dan budaya Jepang  dapat mengenal aturan penulisan huruf Jepang, penggunaan hiragana dalam ragam persalaman dan pengenalan media belajar. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya, pada kegiatan ini para peserta diperkenalkan pada media belajar online Minato yang dapat dipergunakan untuk belajar secara mandiri dan disesuaikan dengan minat pembelajar.Kata kunci: huruf dan kosakata bahasa Jepang; hiragana; Platform MinatoABSTRACTThis article describes the results of community service activities carried out as a collaboratively teachers of Japanese Language and Culture study program with Himawari (Japanese Language and Culture student association). The purpose of this service activity is to introduce and share knowledge about Japanese language and culture to students studying Japanese in high schools in Semarang, especially students of SMAN 12 Semarang. This service activity with the theme of collaborating and sharing knowledge is expected to be able to meet the language and cultural knowledge needs of novice learners in accordance with the interests and needs of these learners. In accordance with its main objective, through this community service activity, participants who have interest in Japanese language and culture can get to know the rules for writing Japanese characters, the use of hiragana in a variety of Japanese vocabulary  and an introduction to learning media. In this activity the participants were introduced to Minato's online learning media which can be used for independent study and adapted to the interests of the learner.Keywords: Japanese letters and vocabulary; hiragana; E-learning Minato
PENDAMPINGAN PELAYANAN ADMINISTRATIF DI KANTOR KELURAHAN GEMAH KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Riris Tiani; Suharyo Suharyo
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.224-231

Abstract

ABSTRAKSalah satu tugas utama dalam instansi pemerintahan adalah memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Pemerintah berkewajiban membantu dan mengurus keperluan administrasi masyarakatnya, baik dalam keperluan administratif secara personal maupun kelompok/organisasi/perusahaan. Satuan kerja yang ada di lingkungan Kelurahan Gemah, Kota Semarang memiliki fungsi kerja yang beragam. Dalam bidang administratif perkantoran, belum banyak satuan kerja yang bisa dipekerjakan, sehingga ini berdampak pada pelayanan administratif terkait pendokumentasian dokumen-dokumen perkantoran yang belum bisa disusun secara baik. Setelah dilakukan pendampingan pengabdian masyarakat oleh Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Budaya selama 45 hari secara intensif, diperoleh dokumen standar operasional prosedur dalam proses pelayanan administratif. Dari dokumen yang dihasilkan, kami kerucutkan menjadi manual prosedur yang dicetak dalam bentuk standing banner sebagai salah satu output magang di lingkungan Kelurahan Gemah, Kota Semarang. Dalam pelayanan publik, selama pendampingan tim pengabdian banyak membantu dan berperan aktif dan terlibat dalam berbagai kegiatan administratif dan pelayanan sosial di lingkungan Kelurahan Gemah Kota Semarang. Kata kunci: pelayanan administratif, satuan kerja, pemerintahan ABSTRACTOne of the main tasks in government agencies to provide administrative services the community. The government obliged to assist and take care of the administrative needs the community, both for personal and group/organizational/company administrative purposes. The work units in the Gemah Village, Semarang City have various work functions. The field of office administration, there are not many work units that can be employed, so this has an impact on administrative services related to documentation of office documents that cannot be prepared properly. After conducting community service assistance by Community Service Team of the Faculty of Cultural Sciences for 45 days intensively, a standard operating procedure document was obtained in the administrative service process. From the resulting document, we converted it into a procedure manual that was printed in the form of a standing banner as one of the outputs of the internship in the Gemah Village, Semarang City. In public services, during the mentoring the service team helped a lot and played an active role and was involved in various administrative activities and social services in the Gemah Village, Semarang City. Keywords: administrative services, work units, government
SOSIALISASI BUDAYA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DESA CANDI GUNA MELOKALKAN DAN MENCAPAI SDG’s (SUSTAINABLE DEVELOPMENTS GOALS) Nisia Nur Dwi Agusta; Dian Annisa Nur Ridha; Suharyo Suharyo
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.182-187

Abstract

ABSTRAKTujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini mengimplementasikan prinsip-prinsip SDG dan SDG Desa, terutama terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengandian masyarakat ini sekaligus sebagai pemantik kesadaran dan pengembangan masyarakat terkait hidup bersih dan sehat untuk kemaslahatan dan peningkatan taraf penghidupan masyarakat di Desa Candi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah metode sosialisasi, dengan metode ini tim pengabdian dapat mengetahui sejauh mana pemahaman warga terkait budaya perilaku hidup bersih dan sehat, SDG’s, dan SDG Desa serta hambatan-hambatan yang mereka hadapi. Hasil dari sosialisasi ini ialah partisipan belum banyak sadar bahwa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu bagian dari SDG’s dan SDG Desa nomor 3. Masyarakat Desa Candi masih memiliki kendala untuk membebaskan lingkungan Desa Candi dari asap rokok sepenuhnya.Kata kunci: SDG’s, SDG Desa, sosialisasi, budaya, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ABSTRACTThis community service activity aims to implement the SDG’s and SDG Desa principles, especially those related to clean and healthy living behavior (PHBS). This community engagement is also a trigger for awareness and community development related to clean and healthy living for the benefit and increasing the standard of living of Candi Village people. The method used in this community service is the socialization method; through this method, the service team can determine the extent to which residents understand the culture of clean and healthy living (PHBS), SDGs, and Village SDGs and the obstacles they face. The result of this socialization is that only a few participants know that clean and healthy living behavior (PHBS) is a part of SDG's and SDG Desa point number 3. Candi Village people still have problems fighting the cigarette smoke in the Candi Village's environment.Keywords: SDG’s, SDG Desa, socialization, culture, the clean and healthy living behavior (PHBS) 
PENTINGNYA PENERAPAN NILAI-NILAI ETIS BAGI PENGEMUDI BECAK WISATA Sri Sudarsih; Iriyanto Widisuseno
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.293-298

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat ini terfokus pada pentingnya realisasi nilai-nilai etis bagi pengemudi becak wisata di Yogyakarta. Becak merupakan angkutan tradisional yang merupakan salah satu icon pariwisata, oleh karena itu sikap dan perilaku pengemudi becak menentukan citra kota Yogyakarta sebagai kota wisata. Pengabdian ini sebagai upaya penyadaran bagi pengemudi becak agar selalu mengedepankan nilai-nilai etika. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat terhadap pengemudi becak wisata ini adalah ceramah dan diskusi interaktif. Ceramah dimaksudkan memberikan konsep yang berkaitan dengan nilai-nilai etika, sedangkan diskusi imperatif bertujuan memberikan stimulan agar lebih mudah dalam memahami materi dan penerapannya dalam memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan. Becak sebagai salah satu icon pariwisata di Yogyakarta sehingga membangun image positif merupakan sesuatu yang imperatif. Pemahaman mengenai pentingnya nilai-nilai etis wajib ditanamkan ke dalam benak setiap individu khususnya bagi pengemudi becak. Langkah ini dilakukan secara bertahap dan secara terus menerus agar nilai-nilai etis menjadi kebiasaan. Pembiasaan itu berkaitan dengan perilaku praktis pengemudi becak kepada wisatwan. Etika pelayanan publik adalah pelayanan prima ini diwujudkan dalam sikap keramahan, misalnya memberikan senyuman, salam, dan menyapa dengan santun, hormat, jujur, dan ikhlas. Kata kunci: icon pariwisata; pengemudi becak; nilai-nilai etisABSTRACTThis community service focuses on the importance of realizing ethical values for pedicab drivers in Yogyakarta. Becak is a traditional transportation which is one of the icons of tourism, therefore the attitude and behavior of pedicab drivers determines the image of the city of Yogyakarta as a tourist city. This service is an effort to raise awareness for pedicab drivers so that they always prioritize ethical values. The method used in community service for tourist pedicab drivers is interactive lectures and discussions. Lectures are intended to provide concepts related to ethical values, while imperative discussions aim to provide stimulants to make it easier to understand the material and its application in providing excellent service to tourists. Becak as one of the tourism icons in Yogyakarta so building a positive image is something that is imperative. An understanding of the importance of ethical values must be instilled in the minds of every individual, especially rickshaw drivers. This step is carried out gradually and continuously so that ethical values become habits. This habit is related to the practical behavior of pedicab drivers towards tourists. Public service ethics is that this excellent service is manifested in an attitude of friendliness, for example giving a smile, greeting, and greeting politely, respectfully, honestly and sincerely. Keywords: tourism icon; rickshaw drivers; ethical values
PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MELALUI SOSIALISASI CERITA PANJI KEPADA GURU DAN SISWA SDN 2 GOGODALEM KEC. BRINGIN KAB. SEMARANG Herpin Nopiandi Khurosan; Yuniardi Fadilah; Fajrul Falah
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.260-264

Abstract

ABSTRAKPelestarian kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia penting untuk dilakukan pada keseluruhan budaya yang dimiliki. Upaya ini juga dilakukan terhadap salah satu kekayaan budaya Indonesia: Cerita Panji. Pelestarian Cerita Panji ini menjadi penting sebab statusnya yang merupakan warisan kebudayaan dunia. Oleh karena itu, sosialisasi keberadaan dan nilai penting Cerita Panji perlu dilakukan dengan menyasar generasi muda beserta pihak terkait. Dalam hal ini, generasi muda adalah para siswa SD kelas 6 sedangkan pihak terkait mencakup para pengajar atau guru SDN Gogodalem 2, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Sosialisasi ini bertujuan agar para siswa dan guru sadar, tidak sekadar mengetahui, nilai penting Cerita Panji serta upaya pelestariannya. Ini dilakukan guna mengingatkan keberadaan Cerita Panji serta mencegah kepunahannya. Selain sosialisasi, kegiatan ini juga diisi oleh inventarisasi Cerita Panji dalam bentuk buku bacaan ringkas–booklet–untuk menambah bacaan perpustakaan sekolah. Kata kunci: Cerita Panji, Sosialisasi, Pelestarian Budaya, Sekolah Dasar ABSTRACTPreservation of the culture that Indonesia owns is vital to be carried out on the whole culture it has. This effort is also carried out on one of Indonesia's cultural treasures: the Panji tales. The preservation of the Panji tales is essential because of its status as a world cultural heritage. Therefore, the socialization of the existence and importance of the Panji tales needs to be carried out by targeting the younger generation and related parties. In this case, the younger generation is the 6th-grade elementary school students while the related parties include the teachers of SDN Gogodalem 2, Bringin Sub-District, Semarang Regency. This socialization aims to make students and teachers aware, not just knowing, of the important value of the Panji tales and its conservation efforts. In addition to socialization, this activity was also filled with an inventory of Panji tales in the form of short reading books–booklets–to add to the school library reading.Keywords: Panji Tales, Socialization, Cultural Preservation, Elementary School    
PEMANFAATAN MEDIA FILM UNTUK SOSIALISASI PERILAKU RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PENDEKATAN INTERDISIPLINER BAGI REMAJA Fajria Noviana; Zaki Ainul Fadli
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.232-235

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi dan perilaku konsumtif mengakibatkan terjadinya eksploitasi terhadap sumber daya alam untuk memenuhi hasrat konsumen. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi dan penyadaran agar masyarakat dapat mengembangkan perilaku yang lebih bijak dan lebih ramah lingkungan sebagai upaya menekan laju eksploitasi sumber daya alam, yang dapat dicapai melalui pelibatan anak muda karena mereka adalah penentu pembangunan masa depan, sehingga pengaruh anak muda sangat signifikan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang  menyasar anak-anak muda ini memiliki tujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai pentingnya perilaku yang ramah lingkungan dan hal-hal yang dapat dilakukan dalam upaya mendukung serta merealisasikan perilaku ramah lingkungan, dan juga untuk mengajak anak muda agar aktif berperan serta dalam upaya mendukung dan merealisasikan perilaku yang ramah lingkungan di lingkungan terdekat mereka. Media yang dipilih untuk kegiatan ini berupa film drama berjudul Survival Family. Dari diskusi dengan partisipan, dapat diketahui bahwa berbagai perilaku ramah lingkungan dan manfaatnya sebenarnya cukup dipahami oleh semua orang. Namun demikian, untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan ini kembali pada kesadaran masing-masing pribadi.Kata kunci: remaja; perilaku; film; lingkungan; Survival FamilyABSTRACTTechnological developments and consumptive behavior have resulted in exploiting natural resources to fulfill consumer desires. As a result, there is a need for socialization and awareness for people to develop wiser and more environmentally friendly behavior to reduce the exploitation of natural resources, which can be accomplished by involving young people because they are the determinants of future development and thus have a significant influence. Therefore, this community service activity that targets young people has the aim of providing socialization regarding the importance of environmentally friendly behavior and things that can be done to support and realize ecologically friendly demeanor, and also to encourage young people to actively participate in efforts to support and recognize environmentally friendly behavior in their immediate environment. The media chosen for this activity was a drama film entitled Survival Family. From discussions with participants, it can be seen that everyone understands various environmentally friendly behaviors and their benefits. However, to apply this environmentally friendly behavior back to the awareness of each individual.Keywords: teenagers, lifestyle, movie, environment, Survival Family