Articles
676 Documents
KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH TEMPERATUR BIODIESEL MINYAK SAWIT TERHADAP PERFORMANSI MESIN DIESEL DIRECT INJECTION PUTARAN KONSTAN
Fajar, Berkah;
Utomo, Tony Suryo;
Murni, Murni
ROTASI Volume 11, Nomor 3, Juli 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (143.674 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.11.3.28-31
The imperfect combustion process will be a problem in the development effort of diesel engine’sperformance. Nonhomogen air–fuel mixing process is one of the factors which cause the imperfectcombustion.By heating up the diesel biodiesel up to a certain temperature before it goes through thehigh pressure injection pump will lower its density and viscosity. Therefore, when injected in thecombustion chamber, it will formed smaller droplets of fuel spray which result in a morehomogenious air–fuel mixture. Also by using higher temperature will make the diesel fuel easier toignite in order to compensate the limited time which is available in high speed operating conditions.Diesel engine Dong Feng 1 cylinder direct injection at constant speed was used in this research. Thefuel used are biodiesel with temperature variations in the range from 33oC to 90oC . The best thermalefficiency for biodiesel fuel is 25.3 % at 70oC with 28 % BSFC. In this condition, the fuelconsumption was decreased 8 % by comparing with that at 33oC.
ANALISA KINEMATIK, DINAMIK DAN METODE GERAK KAKI MODEL SNOOPER HEXAPOD ROBOT
Munadi, Munadi;
Haryanto, Ismoyo;
Prahasto, Toni
ROTASI Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1129.629 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.17.3.137-144
This article presents how to make a model of snooper hexapod robot as a legged robot which is inspired by the spider. This model robot is used for monitoring systems of an industrial area. We design an hexapod robot that consists of 18 dof, which it used acrylic as a base material, servomotor as a driver and an ATmega 128 as microcontroller. Â We start to make a mechanical design of a snooper hexapod robot construction. Furthermore, kinematics and dynamics analysis of hexapod robot is discussed using Matlab from the control point of view. The objective of kinematic analysis is to determine the kinematic quatities such as displacements, velocities, and accelerations of the elements of model robot when the input motion is given. It establishes the relationship between the motions of various components of the link. The dynamics analysis will inform a torque at the joint ankle hexapod robot using modeling Matlab Simmechanics. The model of hexapod robot is used for monitoring systems so called snooper hexapod will be designed and manufactured so have the required capabilities as a surveillance robot that is able to reach the difficult area and can transmit visual information to the operators who control it. Analysis is done on the robot motion algorithm on three kinds of methods of walk (one wave, two wave, and tripod) with few parameters specified
PENGEMBANGAN PERANCANGAN AIRFOIL SUDU TURBIN ANGIN KECEPATAN RENDAH BERBASIS KOMPUTASI CERDAS
Haryanto, Ismoyo;
Utomo, Toni Suryo
ROTASI Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (890.815 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.11.4.32-39
Pemanfaatan energi angin sebagai pembangkit listrik di Indonesia secara teknis masih mengalami beberapa kendalaterutama disebabkan oleh kecepatan angin rata-rata yang relatif rendah, yaitu berkisar antara 2,5 – 6 m/s. Di sisi lainkincir angin yang tersedia dipasaran sejauh ini disesuaikan dengan kondisi asal negara pembuatnya, dimanakecepatan angin rata-rata cukup tinggi (diatas 8 m/s). Untuk itu perlu dikembangakan turbin angin yang sesuai untukwilayah Indonesia. Salah satu aspek terpenting dalam perancangan sebuah sudu turbin angin adalah pemilihan airfoil.Suatu metodologi perancangan sudu turbin angin berbasis komputasi cerdas telah dikembangkan dalam penelitian ini.dengan metode ini diharapkan geometri airfoil tidak lagi menjadi batasan (constraint) dalam perancangan sudu turbinangin sehingga proses perancangan dapat dilakukan dengan lebih leluasa. Dengan metode perancangan ini mula-mulabeberapa profil airfoil dibangkitkan melalui transformasi variabel kompleks (transformasi Joukowski) kemudiankoefisien lift, koefisien drag dan koefisien momen aerodinamika dihitung secara numerik dengan CFD (ComputationalFluid Dynamics). Data-data yang diperoleh selanjutnya digunakan untuk melatih Artificial Neural Network (ANN).Dengan ANN yang sudah terlatih ini geometri airfoil dapat secara langsung ditentukan jika koefisien gaya dan momenaerodinamika diberikan tanpa harus melakukan eksperimen terowongan angin maupun komputasi numerik. Hasil yangdiperoleh dengan metode ini menunjukkan tingkat ketelitian yang cukup baik sekalipun beragam untuk fungsi pelatihanyang berbeda.
Analisis Metode Elemen Hingga Artificial Hip Joint Saat Gerakan Salat
Candratama, Aditya;
Prasetyo, Yogi;
Jamari, Jamari;
Ismail, Rifky;
Haryanto, Ismoyo
ROTASI Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (412.255 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.20.4.226-230
Fungsi utama sendi panggul adalah sebagai penopang tubuh manusia dalam melakukan berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Secara mekanis sambungan pada sendi panggul (hip joint) merupakan socket and ball joint yang menghubungkan antara fermur head dan pelvis acetabulum. Pada banyak kasus, sendi panggul ini dapat mengalami kerusakaan permanen yang disebabkan oleh pengapuran, penuaan atau kecelakaan. Untuk kasus yang demikian tindakan penggantian sendi panggul dengan sendi panggul buatan (artificial hip joint replacement) sangat diperlukan. Akan tetapi untuk mencegah terjadinya kerusakan maka dalam penggunaan sendi panggul buatan ini diberikan pembatasan pada beberapa gerakan, diantaranya adalah jongkok, berlari, dan salat. Pembatasan ini tentu saja akan sangat membatasi aktivitas keseharian penyandangnya. Oleh karena itu dalam penelitian ini analisis FEM sendi panggul dilakukan untuk menentukan tegangan yang terjadi pada gerakan yang dibatasi tersebut. Hasil analisis ini diperlukan sebagai pertimbangan agar dapat dirancang sendi panggul buatan yang tetap dapat memberikan kebebasan gerak bagi penyandangnya. Dalam penelitian ini pengukuran beban gaya reaksi atau ground reaction force (GRF) telah dilakukan pada kondisi saat penyandang sendi panggul buatan melakukan gerakan-gerakan salat. Gerakan salat ini dipilih karena merepresentasikan kombinasi gerakan-gerakan yang dibatasi. Hasil pengukuran GRF ini selanjutnya digunakan sebagai data beban dalam analisis tegangan menggunakan FEM. Hasil analisis menunjukkan bahswa besar tegangan yang terjadi pada gerakan salat saat berdiri, ruku’ dan sujud masing-masing adalah 32,15 MPa; 32,46 MPa dan 21,6 MPa. Sedangkan pada saat duduk diantara dua sujud diperoleh tegangan sebesar 19,1 MPa untuk kaki kanan dan 9,3 MPa untuk kaki kiri. Adapun tegangan pada saat tahiyat akhir adalah 21,7 MPa untuk kaki kanan dan 26 MPa untuk kaki kiri
ANALISA KONTAK STATIS PERMUKAAN KASAR BERBASIS ELEMEN HINGGA
Jamari, Jamari
ROTASI VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (447.431 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.13.2.13-17
Teori kontak permukaan kasar telah lama dikembangkan oleh banyak peneliti. Pengembangan kontak elastis, elastoplastis dan plastis telah banyak dilakukan. Umumnya pemodelan permukaan kasar diwakilkan oleh asperiti. Asperiti sering diwakilkan dengan bentuk sederhana setengah bola (hemisphere). Untuk memodelkan permukaan kasar yang sesungguhnya, seperti hasil pengukuran, merupakan sebuah usaha yang tidak mudah. Paper ini bertujuan untuk memodelkan kontak permukaan kasar sesungguhnya akibat beban statis menggunakan metode elemen hingga. Pemodelan permukaan kasar sesungguhnya dilakukan dengan cara memanfaatkan software CAD. Geometri permukaan kasar hasil pengukuran masih berupa titik-titik dengan ketinggian tertentu. Software CAD mengubah geometri permukaan kasar ke dalam bentuk geometri solid tiga dimensi. Model permukaan kasar kemudian digunakan untuk analisa kontak. Beberapa parameter utama kontak seperti luas permukaan kontak, deformasi, dan lain-lain ditampilkan pada kontak antar permukaan kasar dengan sebuah bola.
STUDI KETAHANAN BALISTIK BAJA HIGH STRENGTH LOW ALLOY AISI 4140
Rusnaldy, Rusnaldy;
Herlangga, Herlangga
ROTASI Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.188 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.19.1.24-28
Baja adalah material yang mudah diperoleh dan relatif murah harganya. Selama ini material tahan peluru yang digunakan untuk membuat kendaraan tempur (Tank) masih berasal dari negara lain. Baja yang digunakanpun kebanyakan adalah dari jenis baja armor atau baja khusus untuk menahan serangan peluru. Pada studi ini baja komersial yang terdapat di pasaran digunakan untuk diteliti kemampuannya dalam menahan peluru. Jenis baja tersebut adalah jenis baja high strength low alloy (HSLA) AISI 4140. Agar dapat menahan peluru, baja tersebut perlu ditingkatkan kekuatan dan kekerasannya melalui proses perlakuan panas. Disamping itu perlu dicari berapa ketebalan minimum dari baja jenis ini yang masih dapat menahan penetrasi peluru. Uji balistik dilakukan di lapangan tembak markas Brimob di Semarang. Uji tembak dilakukan oleh personil Brimob yang memiliki keahlian menembak dari jarak jauh (sniper) dengan menggunakan senjata AK 101 yang mampu melontarkan peluru dengan kecepatan 900 m/s. Peluru yang digunakan memiliki kaliber 5,6 mm dengan jarak tembak 25 m. Setelah uji tembak, dilakukan pengamatan terhadap jenis kerusakan yang terjadi pada pelat target. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa proses perlakuan panas hardening dapat meningkatkan ketahanan peluru baja AISI 4140, dimana ketebalan minimum pelat yang masih dapat menahan peluru adalah 7 mm
ANALISA PEMADATAN TANAH LIAT DENGAN MESIN EXTRUDER
Darmanto, Seno
ROTASI Volume 8, Nomor 3, Juli 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (178.714 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.8.3.20-23
Research is done to analyze work performance of extruder machine to compress clay for red brick. Theanalyzing work performance of extruder machine is based on dry density of clay and water content. Research is done inindustry and laboratory with doing observation and taking specimen of clay that had been given treatment in extrudermachine. And based on analyzing data it shows that dry density of clay in extruder machine is in range 1.45 gram/cm3 –1.55 gram/cm3 and water content can be range 27% -31%.
Pendinginan Pengelasan dengan Metode SMAW pada Kekerasan Baja Karbon ST37 dengan Media Serbuk Semen Abu-Abu pada Beban Rockwell 100 kgf
Anhar, Muh
ROTASI Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (436.078 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.21.3.140-146
Pengelasan merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan peningkatan industri karena memegang peran utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pendingin terhadap kekerasan logam las dan logam HAZ (heat Affected Zone) yang diuji kekerasan menggunakan metode Rockwell. Penelitian ini dilakukan pada material baja karbon rendah ST 37 yang dilas menggunakan elektroda E6013 diameter 2,6 mm dengan sambungan tumpul, kemudian diberikan pendinginan menggunakan serbuk semen abu-abu. Logam las yang didinginkan dengan media serbuk semen putih memiliki kekerasan yang lebih keras dibandingkan dengan media serbuk semen abu-abu, semen abu-abu mengandung C3S yang memiliki kadar sulit terhidrasi dan agak panas.Setelah dilakukan pengujian pada beberapa titik, hasil berupa nilai rata-rata dari spesimen raw material adalah 48,3 HRB, pengelasan tanpa media isolator = 42,96 HRB dan HAZ = 46,4 HRB. Spesimen las dengan media serbuk semen abu – abu = 41,5 HRB dan HAZ = 43,45 HRB. Dilihat dari fenomena tersebut semen abu-abu memiliki nilai kekerasan yang lebih rendah dari pada udara, dimana HAZ pada kekerasan semen abu-abu memiliki nilai 43,45 HRB sedangkan nilai pada udara 46,4 HRB.
ANALISA AERODINAMIKA PADA SEPEDA DENGAN FORMASI BERIRINGAN DENGAN VARIASI KECEPATAN DAN JARAK ANTAR SEPEDA MENGGUNAKAN CFD FLUENT 6.3
MSK Tony Suryo Utomo;
Muhammad Iqbal
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (926.109 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.14.4.28-37
Bersepeda secara beriringan merupakan suatu strategi penting dalam balapan sepeda seperti perlombaan Team Time Trial dimana didasarkan pada pemanfaatan efek aerodinamika. Dalam hal ini, koefisien tahanan udara diusahakan untuk diminimalkan agar dapat mengurangi daya (power) yang dikeluarkan oleh pengendara sepeda sehingga pengendara sepeda tidak cepat lelah. Tugas sarjana ini menganalisis fenomena yang terjadi pada sepeda dengan formasi beriringan yang diakibatkan dengan adanya kecepatan aliran fluida. Metodologi tugas sarjana ini disimulasikan menggunakan sistem computer dengan software CFD (Computational Fluid Dynamics).Simulasi dilakukan oleh lima sepeda yang diposisikan sejajar dengan arah aliran udara dengan variasi kecepatan 30 km/jam, 40 km/jam, dan 50 km/jam. Pada tiap kecepatan tersebut, dilakukan juga simulasi terhadap variasi jarak antar sepeda, yaitu ¼ diameter roda, ½ diameter roda, 1 diameter roda, dan 2 diameter roda dimana diameter roda adalah 674 mm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai koefisien tahanan terbesar terjadi pada sepeda pertama (di depan) pada jarak antar sepeda 2 diameter roda pada kecepatan 30 km/jam yaitu sebesar 0.648, sedangkan koefisien tahanan terkecil terjadi pada sepeda ketiga (di tengah) pada jarak antar sepeda ¼ diameter roda pada kecepatan 50 km/jam yaitu sebesar 0.317. Semakin kecil jarak antar sepeda, semakin rendah pula koefisien tahanan (drag coefficient) yang terjadi pada sepeda.Kemudian, perhitungan teoritis dilakukan untuk mencari daya yang dikeluarkan oleh pengendara sepeda. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai daya terbesar terjadi pada pengendara pertama (di depan) pada jarak antar sepeda 2 diameter roda pada kecepatan 50 km/jam yaitu 279.133 watt, sedangkan Daya terkecil terjadi pada pengendara ketiga (di tengah) pada jarak antar sepeda ¼ diameter roda pada kecepatan 30 km/jam yaitu 46.456 watt. Semakin besar jarak antar sepeda, semakin besar pula gaya hambat udaranya (Fd) dan semakin besar pula daya (P) yang dikeluarkan oleh pengendara sepeda.