cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Analisa Kecelakaan Impact Baut Terhadap Safety Helmet Menggunakan Pendekatan Explicit Dynamic Sulistiyo, Raka Mahendra; Sulardjaka, Sulardjaka; Purwaningsih, Ratna
ROTASI Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.27.1.29-35

Abstract

Sistem manajemen keselamatan, Kesehatan kerja dan lingkungan (SMK3L) menjadi prioritas implementasi disetiap pripadi agar terlindungi dari segala potensi bahaya kecelakaan kerja. Implementasi SMK3L ini diterapkan dalam pekerjan proyek pembangunan pembangkit listrik yang berupa penggunaan Safety helmet sebagai proteksi kepala. Safety helmet ini digunakan untuk melindungi kepala dari benturan benda jatuh dari ketinggian. Pengujian Safety helmet ini menjadi penting untuk diteliti. Metode yang dilakukan adalah simulasi impact berbasis komputer dengan program computational aided engineering menggunakan explicit dynamic. Safety helmet yang digunakan memiliki model seperti yang ada pada proyek dengan bahan polypropylene. Material impact yang digunakan adalah mur dan baut structure steel tipe M16 pada ketinggian 30m dengan kecepatan 24,26 m/s. Hasil yang diperoleh yaitu helm tertumbuk oleh mur dan banut dengan arah deformasi maksimum sebesar 15,2mm pada sumbu x, rata- rata total deformasi sebesar 30mm, maksimum Equivalent stress sebesar 2101,7 MPa, maksimum Equivalent strain sebesar 1,44 mm/mm. Safety helmet terdapat patah di sisi sebelah kanan dan kiri akibat dari benturan
Optimasi Umur Pahat Karbida TiN: Studi Eksperimental dengan Variasi Kecepatan Potong dan Metode Taylor Halim, Arfan; Suryapradana, Ilmawan; Sufriansyah, Dedy; Masnur, Masnur
ROTASI Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.27.1.%p

Abstract

Penggunaan alat potong karbida banyak digunakan oleh industri pemotongan logam, dengan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa alat potong karbida memiliki daya tahan lebih tinggi dibandingkan alat potong biasa. Penelitian ini menjelaskan pengujian untuk menentukan umur dan keausan pahat karbida TiN, yang dapat melengkapi data variabel permesinan terkait masa pakai pahat. Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan pengaruh kondisi pemotongan, di mana kecepatan potong divariasikan sementara parameter lainnya (gerak makan dan kedalaman potong) tetap. Tujuan penelitian ini adalah menentukan umur pahat karbida yang digunakan dalam proses pembubutan poros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pahat karbida TiN dengan kecepatan potong 92,45 m/menit, keausan terjadi pada menit ke 220 dengan nilai VB 0,92 mm, sedangkan pada kecepatan potong 56,33 m/menit, keausan terjadi pada menit ke 420 dengan nilai VB 0,53 mm. Secara empiris, umur pahat untuk kondisi proses pembubutan dianalisis menggunakan pendekatan metode umur pahat Taylor. Dari hasil pengujian umur pahat karbida TiN pada kombinasi kecepatan potong (VC) 56,33 m/menit dan 92,45 m/menit, diperoleh nilai eksponen n = 0,7857 dan konstanta CT = 3,8086 sehingga persamaan umur pahat adalah V.T0,7857 = 3,8086.
Analisis Densitas, Laju Keausan Dan Konduktivitas Termal Brake Pad Berbasis Tembaga Untuk Kereta Api Cepat 160 Km/Jam Menggunakan Test Rig Santoso, Budi; Rusnaldy, Rusnaldy; Paryanto, Paryanto; F, Nur Kholis; Toriq, Sulthan
ROTASI Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.27.2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa fisis dan termal brake pad berbasis tembaga (Cu-based composite) yang digunakan pada sistem pengereman kereta api cepat dengan kecepatan simulasi 160 km/jam menggunakan test rig berskala. Pengujian dilakukan untuk mengetahui parameter penting seperti densitas, laju keausan spesifik, dan konduktivitas termal, dengan dua variasi tekanan pengereman yaitu 0,95 bar dan 1,25 bar. Pengukuran densitas dilakukan menggunakan prinsip Archimedes dengan alat density meter, menghasilkan nilai densitas sebesar 5,13 g/cm³. Laju keausan dihitung berdasarkan selisih massa sebelum dan sesudah pengereman serta energi pengereman, menghasilkan nilai keausan rata-rata sebesar 0,377 cm³/MJ. Pengukuran konduktivitas termal dilakukan menggunakan pendekatan hukum Fourier berdasarkan data eksperimental suhu permukaan, gaya gesek, dan waktu pengereman. Hasilnya menunjukkan bahwa konduktivitas termal meningkat dari 105,7 W/m·K pada tekanan 0,95 bar menjadi 133,8 W/m·K pada tekanan 1,25 bar. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan tekanan pengereman tidak mempengaruhi laju keausan secara signifikan, namun berdampak terhadap peningkatan konduktivitas termal akibat kenaikan suhu gesekan. Kebaruan dari studi ini adalah penggunaan test rig berskala hasil pengembangan dalam negeri dan pengukuran berbasis data eksperimen aktual, yang dapat menjadi acuan pengembangan brake pad tembaga nasional untuk mendukung kemandirian transportasi perkeretaapian cepat di Indonesia.
Optimasi Ketebalan Dinding Sel Dan Material Inti Sandwich Honeycomb Board Pada Pintu KRL Commuter Line Menggunakan Metode Elemen Hingga Susanto, Agus
ROTASI Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.27.2.11-17

Abstract

One of the important mechanical parts of the Commuter Line electric train (KRL) that must be considered in designing is the door. This is because it experiences lateral loads when the train is operating. KRL doors consist of a frame, outer layer as skin, glass, and filling material which is usually filled with a honeycomb sandwich structure. As a door filling material, the honeycomb sandwich board has the largest volume compared to other door components, causing it to be heavier. This study focuses on optimizing the thickness of the cell wall to reduce the weight of the honeycomb sandwich board while still maintaining its mechanical strength and safety. Optimization was carried out using the finite element method (MEH) by comparing 6 door models. The thickness of the cell wall was varied between 0.0508; 0.0635; and 0.0762 mm with polypropylene and aluminum alloy 5052-H34 used as the material. Korean Railway Standards (KRS CB 0001-10 (R)) on “Entrance Door for Electric Car” and the Law of Indonesia Transportation Minister, PM. 175, 2015 on “Standard Technical Specification for Self-Propelled Normal Speed Trains” was adopted in the numerical calculation (MEH). The results showed that the door of the Commuter Line model 1 showed a weight reduction of up to 1.95% from the existing model, with a total weight of 31,816 kg. With a load of 588.4 N, the door design experienced a stress of 21 MPa and a deflection of 1.33 mm (maximum). When the load was 980.67 N, the door design experienced a stress of 35 MPa and a maximum deflection of 2.2 mm. With both loads, the proposed design still met the regulations of the Minister of Transportation.
Rancang Bangun Alat Peraga Turbin Angin sebagai Media Pembelajaran Energi Terbarukan di Perguruan Tinggi Setiawan, M N
ROTASI Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.27.2.18-25

Abstract

Kemajuan di bidang energi terbarukan menekankan pentingnya penguatan sarana dan prasarana pendidikan yang mendukung pemahaman praktis mahasiswa. Program Studi Teknik Energi Terbarukan Universitas Prasetiya Mulya, yang telah beroperasi sejak tahun 2017, telah melakukan berbagai pengembangan teknologi terkait turbin angin. Namun, hingga saat ini belum tersedia alat pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan dalam konteks perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga turbin angin portabel yang mampu merepresentasikan bentuk dan prinsip kerja turbin angin secara efektif. Kegiatan penelitian mencakup studi literatur, perancangan model 3D, proses manufaktur menggunakan 3D print dan permesinan konvensional, perakitan komponen, pembuatan antarmuka pemantauan (GUI), hingga tahap pengujian. Alat peraga ini dirancang untuk menyerupai bentuk nacelle pada turbin angin sumbu horizontal, serta dilengkapi dengan satu sensor getaran dan satu sensor optocoupler untuk proses akuisisi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat peraga dapat berfungsi dengan baik, di mana motor DC yang digunakan sebagai pengganti rotor turbin angin dapat dikendalikan melalui antarmuka berbasis LabVIEW, dan data dari sensor ditampilkan secara real-time.
Analysis of the effects of dimples on the performance of Small-Scale Horizontal Axis Wind Turbines with CFD Muzaki, Imam; Ismail, Ismail
ROTASI Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.27.2.26-36

Abstract

The addition of dimples to small-scale wind turbine blades can improve the energy extraction of horizontal axis wind turbines (HAWTs). However, although there is some understanding of how dimples affect wind turbine power, the effects of specific wind turbine blade stress parameters remain to be investigated. This article describes the impact of adding dimples to small-scale horizontal axis wind turbine (SSHAWT) blades. The results showed that the addition of dimples to SSHAWT 3, revealed that the addition of dimples with 27 dimples resulted in the highest turbine power, compared to the baseline wind turbine blade, with an average turbine output power of 362.25 w, at a wind speed of 6 m/s. The addition of dimples to wind turbine blades can be a suggestion for improving the performance of small-scale wind turbines.  
Increasing The Performance Of A 500 W Small Scale Wind Turbine Through Blade Optimization With Low Wind Speed Computational Simulation Studies Rhakasywi, Damora
ROTASI Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.27.2.37-48

Abstract

The world is currently facing a dual energy crisis of increasing energy needs and the negative impact of the use of fossil energy. Indonesia has large wind energy potential, spread across various archipelagic regions. Based on a study by the Ministry of Energy and Natural Resources (ESDM), the potential for wind energy in Indonesia reaches 20,000 GW, with an mean wind speed of 3-7 m/s, proper design of wind turbine blades is an important aspect to ensure optimal performance and energy efficiency under various natural conditions. This research examines the performance and strength of inverse taper type wind turbine blades for horizontal shaft wind turbines, and pays attention to the characteristics of the wind that blows in Indonesia. This research used the method: TSR (tip speed ratio) design, tip to root chord ratio with tip, airfoil variation and determination of two blade segments combine to optimize linear rotation of the reverse tapered blade. Changes are made by going through a shape and performance selection process to determine the best blade using the BEM (blade element momentum) approach. The best designed blade is made from pine wood and its structure is modeled using the finite element method (FEM) to evaluate its safety level when used. The study results show that the best blade produces a peak Cp of 0.486 at a tip speed ratio (TSR) of 5, with a TSR range for Cp above 0.3 reaching 6.444, and can be used at air velocities of up to 15 m/s featuring a factor of safety (FoS) of 1.020.
Analisis Tingkat Efisiensi Mesin CNC Milling Berdasarkan Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses Mustofa, Rizal; Yudha, Venditias; Faizin, Muhammad
ROTASI Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.27.2.64-70

Abstract

Efisiensi mesin CNC Milling sangat berpengaruh terhadap produktivitas industri manufaktur. Penurunan kinerja mesin sering terjadi akibat gangguan operasional yang belum dianalisis secara sistematis. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses digunakan untuk mengukur efektivitas mesin serta mengidentifikasi sumber utama kehilangan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi mesin CNC Milling berdasarkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses selama periode Januari hingga Juni. OEE dihitung berdasarkan tiga parameter utama, yaitu Availability Rate, Performance Efficiency, dan Rate of Quality. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata Availability mencapai 99%, Rate of Quality 100%, dan Performance Efficiency sebesar 84,67%, dengan nilai OEE rata-rata sebesar 83,83%. Nilai ini menunjukkan bahwa performa mesin berada pada kategori baik, namun belum mencapai standar kelas dunia. Faktor utama yang menurunkan OEE adalah efisiensi performa yang masih di bawah optimal. Hasil menunjukkan bahwa kerugian terbesar berasal dari kategori Speed Losses, yaitu Idle and Minor Stoppages (41,72%) dan Reduce Speed Losses (35,35%), dengan total kontribusi 77,07% terhadap waktu kerugian. Downtime Losses menyumbang 22,93%, sementara Defect Losses tidak tercatat. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi mesin lebih dipengaruhi oleh kecepatan kerja dan gangguan kecil dibandingkan kerusakan atau cacat produk. Optimalisasi proses operasi dan penerapan Total Productive Maintenance (TPM) direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas mesin. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi kerja dan pengurangan hambatan minor perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas mesin secara keseluruhan.
Implementation of the Taguchi Method for Optimizing Surface Roughness in the Aluminum Drilling Process Fajardini, Ridhani Anita; Mazwan, Mazwan; Utama, Satrio Darma
ROTASI Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.27.2.71-76

Abstract

Drilling is one of the important machining processes in the manufacturing industry, especially for lightweight materials such as aluminum. However, drilling aluminum poses significant challenges, including the generation of surface roughness and elevated temperatures in the cutting zone, which can accelerate tool wear. This study aims to optimize drilling parameters for aluminum under Minimum Quantity Lubrication (MQL) conditions, with surface roughness selected as the primary quality characteristic, where lower values indicate better performance. The investigated process parameters include spindle speed, feed rate, and type of cutting fluid. The experiments were designed using the Taguchi method with an L18 orthogonal array. Data were analyzed through signal-to-noise (S/N) ratio and analysis of variance (ANOVA) to identify the influence of each parameter. The results indicated that feed had the most significant effect on surface roughness, followed by spindle speed and the type of cutting fluid. The optimal combination of parameters, which includes a feed rate of 0.05 mm/rev, a spindle speed of 1500 rpm, and sunflower oil as the cutting fluid, yielded the lowest surface roughness and demonstrated the effectiveness of the Taguchi method in improving machining performance in aluminum drilling processes.
Menentukan nilai Energi Stacking Fault Paduan Baja Mangan Fe-Mn-C-Cr Menggunakan Persamaan Termodinamika Wahyudi, Haris; Pratiwi, Swandya Eka; Alva, Sagir; Subekti, Subekti
ROTASI Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.27.2.77-83

Abstract

Deformasi plastis pada baja austenit terjadi melalui salah satu dari tiga mekanisme deformasi yaitu transformasi martensit, dislokasi dan twinning. Perilaku plastisitas baja paduan terkait erat dengan energi stacking fault (SFE) fasa austenit.  Perhitungan nilai SFE secara langsung bisa dilakukan menggunakan Transmission Electron Microscopy (TEM). Akan tetapi, metode TEM perlu tahapan panjang, mahal, dan tidak mudah. Oleh karena itu, perhitungan berdasarkan model termodinamika menjadi alternatif cara yang digunakan untuk menghitung SFE pada baja Fe-Mn-Si dan Fe-Mn-C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai SFE berdasarkan persamaan termodinamik untuk paduan baja mangan Fe-Mn-C-Cr. Metode yang digunakan yaitu studi literatur untuk mendapatkan parameter setiap unsur penyusun baja mangan antara lain Fe, Mn, C, Cr, dan Si. Nilai SFE dari persamaan termodinamika akan dibandingkan dengan persamaan empiris yang sudah diusukan oleh beberapa peneliti. Selain itu, nilai SFE akan dibandingkan nilainya dari database yang diperoleh dari eksperimen misal melalui TEM dan XRD. Nilai SFE dari hasil perhitungan menggunakan persamaan termodinamika diperoleh nilai 24±10 mJ/m2. Nilai SFE hasil perhitungan persamaan empiris menunjukkan nilai yang bervariasi dengan nilai terkecil 46,77 mJ/m2 dan terbesar adalah 510,16 mJ/m2. Nilai SFE hasil perhitungan persamaan termodinamika memiliki nilai mendekati nilai SFE di literatur yaitu 21 mJ/m2. Hasil ini membuktikan bahwa perhitungan nilai SFE menggunakan persamaan termodinamika lebih akurat dengan mempertimbangkan unsur penyusunnya.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue