cover
Contact Name
M. Syukri Ismail
Contact Email
msyukri_ismail@staiyasnibungo.ac.id
Phone
+6282278916431
Journal Mail Official
jurnalnurelislam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera KM.04 Sungai Binjai Kec. Bathin III Kab. Bungo Provinsi Jambi Kode Pos 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan
ISSN : 23377828     EISSN : 25276263     DOI : -
NUR EL-ISLAM Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan the journal is published by Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi Indonesia. It’s dedicated for the publication of scientific articles in Islamic Education, Islamic Economics and Religious Studies. The languages used in this journal are Indonesia, English and Arabic. This journal is published twice a year, April and October in printed and online version. The editors receive scientific articles of academics, lecturers, and researchers who have never been published by other Journals.
Articles 492 Documents
PERANAN PONDOK PESANTREN AL-IKHLAS SUNGAI ARANG KECAMATAN BUNGO DANI KABUPATEN BUNGO DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Opi Teci Darisma Putri; Indra Saputra
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 4 No 2 (2017): (Oktober 2017)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ilmiah ini membahas peranan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Sungai Arang Kecamatan Bungo Dani Kabupaten Bungo dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kendala dan upaya yang dihadapi. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Sungai Arang Kecamatan Bungo Dani Kabupaten Bungo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Sungai Arang dalam meningkatkan mutu pendidikan antara lain menerapkan Disiplin Santri, Menertibkan dalam proses belajar mengajar, mengadakan razia terhadap santri paling kurang 2 kali dalam sebulan yang dilakukan oleh wali kelas beserta guru terhadap siswa yang membawa rokok ataupun yang membawa dan menghidupkan HP dalam hal-hal yang menghalangi pada waktu belajar, dan guru belum memiliki kompetensi pedagogik yaitu pengajar,  kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian secara utuh. Dengan adanya hasil penelitian ini, maka perlu adanya jalinan kerja sama antara guru dan pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Sungai Arang dan orang tua, sehingga santri diharapkan mampu menerapkan dan mengembangkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupannya sehari-hari. besarnya tanggung jawab guru selaku orang yang mampu memberikan teladan kepada santri selayaknya guru mampu menularkannya kepada santri sehingga pendidikan yang baik dan terarah dapat menjadi salah satu langkah dalam membentuk kepribadian santri menjadi kepribadian yang Islami. Kata kunci: Peranan Pondok pesantren, Mutu Pendidikan
MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN BERBASIS KEBUTUHAN PASAR KERJA Samsu .
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 4 No 2 (2017): (Oktober 2017)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) merupakan suatu lembaga dalam perguruan tinggi yang diberi kewenangan untuk mempersiapkan tenaga pendidik profesional pada jenjang pendidikan Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Raudhatul Athfal (RA). LPTK sebagai lembaga merupakan instrumen dalam meningkatkan kompetensi calon pendidik (guru) yang akan mengajar pada jenjang pendidikan MA/MTs/MI/RA. LPTK diberi amanah untuk menyiapkan calon guru yang siap memenuhi kebutuhan pasar kerja terdidik (skill labour). Artikel ini membicarakan manajemen LPTK dalam kaitannya dengan penyiapan calon guru dalam memenuhi kebutuhan pasar kerja terdidik.  Pembicaraan dalam artikel ini diarahkan dalam manajemen LPTK ke arah memenuhi kebutuhan pasar kerja yang diawali dengan pembahasan tentang posisi Indonesia dalam interaksinya dengan masyarakat global, persoalan pendidikan hari ini, LPTK dan transformasi pendidikan, pengembangan program LPTK, LPTK dan pengembangan profesi keguruan, perangkat pendukung LPTK, penataan kurikulum LPTK berbasis entrepreneurship, manajemen LPTK. Kata Kunci: Persoalan Pendidikan, Peran LPTK, Entrepreneurship
BUNGA BANK ANTARA HALAL DAN HARAM Nurhadi .
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 4 No 2 (2017): (Oktober 2017)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia modern saat ini, kebanyakan masyarakat menggunakan jasa perbankan dalam menyimpan uang. Selain mendapat jaminan keamanan atas uang mereka, nasabah juga mendapat keuntungan dari bank yaitu berupa bunga bank. Tragedi krisis moneter yang terjadinya di Indonesia yang ditandai dengan merosotnya sendi-sendi perekonomian termasuk perbankan. Menurut pengamat ekonomi Islam, hal ini terjadi karena penguasa pada penerapan ekonomi perbankan menggunakan sistem bunga. Kontroversi bunga bank masih mewarnai wacana yang hidup di masyarakat. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) bunga bank haram karena sama prakteknya dengan riba. Lalu apa perbedaanya bunga bank dengan riba, hukumnya dan pemanfaatanya. Metode Penelitian ini menggunakan konsep deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian library Risert (kepustakaan), metode pengumpulan datanya adalah menggunakan data primer dan sekunder dan teknis analisis datanya adalah memakai metode contents analisis (deduktif dan induktif). Bunga bank dan riba keduanya sama-sama bermakna tambahan atau kelebihan. Perbedaanya, riba sistemnya menggandakan untuk pribadi alias rintenir, sedangkan bunga bank sistemnya untuk membantu masyarakat dengan kuntungan dibagi hasil kepada nasabah dan sah menurut hukum (legal). Hukum bunga bank dari dua aliran pemikiran, yaitu tektual dan kontektual, maka bunga bank haram, disamakan dengan riba, ini menurut paham tektual (Neo-Revivalisme), sedangkan Modernis (kontektual) menyatakan bahwa bunga bank halal, kecuali bunganya berlipat-lipat ganda. Kedua pendapat ini memiliki pendekatan yang berbeda terhadap makna bunga bank dengan riba. Sedangkan pemanfaatannya juga ada dua pendapat, pendapat paham mudhayyiqin (sempit) meyatakan haram secara mutlak, sedangkan pendapat paham mutawwasith (tengah/moderat) membolehkan untuk kepentingan sosial masyarakat, baik agama maupun non agama.Kata Kunci : Bunga, Bank, Halal, Haram.
PENINGKATAN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER DAN ATTITUDE Rus Mini
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 4 No 2 (2017): (Oktober 2017)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter dan attitude sebenarnya dapat diaktualisasikan melalui cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia yang didalamnya mencakup usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini diimplementasikan dengan membangun manusia Indonesia yang cerdas dan berbudaya. Pengertian cerdas harus dimaknai, bukan saja sebagai kemampuan dan kapasitas untuk menguasai ilmu pengetahuan, budaya serta kepribadian yang tangguh akan tetapi juga memiliki kecerdasan emosional yang dengan bahasa umum disebut sebagai berkarakter mulia atau berbudi luhur, berakhlak mulia. Sedangkan berbudaya memiliki makna sebagai kemampuan dan kapasitas untuk menangkap dan mengembangkan nilai-nilai moral dan kemanusiaan yang beradab dalam sikap dan tindakan berbangsa dan bernegara (karakter bangsa) dengan penuh tanggung jawab. Kata Kunci: Mutu Sumber Daya Manusia, Pendidikan Karakter, Attitude
SARANA DAN PRASARANA YANG BAIK MENJADI BAGIAN UJUNG TOMBAK KEBERHASILAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Mona Novita
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 4 No 2 (2017): (Oktober 2017)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berangkat dari tanggung jawab pendidikan oleh orang tua dan guru untuk mengajar anak dan murid mereka, maka sudah seharusnya orang tua dan guru tersebut menyediakan sarana-sarana belajar yang bermanfaat dalam semua lapangan ilmu pengetahuan agar anak-anak mereka memperoleh pendidikan dan latihan yang memadai. Sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah merupakan faktor pendukung terlaksananya program sekolah, khususnya kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru. Sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah harus dikelola dengan baik, dengan tujuan jika warga sekolah hendak memerlukan atau menggunakannya, maka sarana dan prasarana tersebut dalam keadaan siap pakai. Menurut perspektif pemerintah, kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan setidak-tidaknya memiliki delapan (8) mata rantai kegiatan. Sementara menurut Peraturan Menteri No 24 Tahun 2007 bahwa Standar Nasional Pendidikan tentang Sarana dan Prasarana mencakup tujuh (7) kegiatan manajemen. Guna mengoptimalkan pengadaan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, penyimpanan dan pengahapusan sarana dan prasarana pendidikan, maka diperlukan perencanaan yang matang, sehingga sekolah dituntut untuk memiliki kemandirian untuk mengatur dan mengurus sekolah menurut kebutuhan berdasarkan aspirasi dan partisipasi warga sekolah dengan tetap mengacu pada peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku. Artikel ilmiah singkat ini akan menjelaskan konsep pengelolaan sarana dan prasarana dalam pendidikan islam yang dapat menunjang proses belajar mengajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan hasil yang maksimal.Kata kunci: Sarana, Prasarana, Manajemen Sarana dan Prasarana
SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS SEBAGAI HARTA YANG BERHARGA DALAM SEBUAH LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Mona Novita
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 4 No 1 (2017): (April 2017)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan melakukan pembangunan pendidikan ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah keberhasilan Sumber Daya Manusia (SDM). SDM merupakan komponen yang mendasar dan menjadi sangat dominan dalam semua kegiatan manajemen baik dalam skala besar maupuun kecil termasuk dalam skala pembangunan pendidikan dan kebudayaan nasional. Hal itu karena yang menjalankan semua fungsi manajemen adalah manusia, sementara komponen lain merupakan pendukung atau pembantu, bahkan ada yang yang bersifat pelengkap. Berangkat dari hal tersebut, maka sudah seharusnya SDM tersebut dikelola dengan cara yang baik mengikuti ajaran Al-Quran dan Al-Hadits, diantaranya: 1) tidak bekerja secara sembrono, 2) setiap manusia dinilai dari hasil kerjanya, 3) bekerja secara optimal dan komitmen terhadap proses dan hasil kerja yang bermutu, 4) bekerja secara efektif dan efisien, 5) mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan 6) memiliki dinamika yang tinggi. Dengan pengelolaan atau manajemen SDM secara Islami yang dijelaskan pada artikel ilmiah ini, maka dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan dalam dunia pendidikan untuk mengutamakan proses mengelola atau memanajemen SDM yang baik agar tujuan pendidikan dapat tercapai sesuai dengan yang diamanahkan dalam UUD No. 20 Tahun 2003.Kata kunci: Sumber Daya Manusia, Manajemen SDM dalam Islam, Pendidikan Islam
MEMAHAMI ISTI’ARAH DALAM AL-QURAN Mubaidillah .
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 4 No 2 (2017): (Oktober 2017)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai kitab suci yang autentik dan sempurna, wajar jika al-Qur’an dianggap sakral dan harus diterima sebagai doktrin yang didekati secara  dogmatis-ideologis. Namun, tentulah akan lebih memuaskan akal dan melegakan hati, jika al-Qur’an didekati melalui metodologi ilmiah-rasional. Untuk itu, ayat-ayat al-Qur’an-terutama yang menimbulkan pemahaman ambigu (mutasyabihat) harus mendapat “sentuhan” makna esoteris (takwil). Perangkat takwil ini melahirkan beragam interpretasi tentang implementasi kajian bahasa dan sastra sehingga bahasa al-Quran itu bias dipahami karena al-Quran itu adalah petunjuk bagi manusia , dan di antara fokus kajian pemikir belakangan adalah wacana  majas (Metafora) dan  hakiki (denotative). Di sinilah pentingnya penalaran terhadap ayat-ayat al-Qur’an. Meskipun konsep ini tidak diterima di semua kalangan ulama, ia telah menjadi kajian tersendiri dalam disiplin ilmu tafsir dan al-Quran, yang dinamakan dengan konsep Hakikat dan Majaz.Kata Kunci : Isti’arah, Dogmatis-ideologis, Hakikat, Majaz
IMPLEMENTASI NILAI KARAKTER JUJUR DI SEKOLAH BUNDA PAUD KERINCI Fitria Carli Waseza
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 4 No 2 (2017): (Oktober 2017)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter tidak lepas dari nilai-nilai dasar yang dipandang baik. Salah satunya nilai karakter adalah jujur. Kejujuran dalam konteks di sekolah menjadi sangat penting untuk menjadikan karakter peserta didik saat ini sebagai bekal mengarungi kehidupan di masa yang akan datang. Karakter seperti ini dapat dilihat secara langsung dalam kehidupan kelas. Dalam proses pembelajaran, guru harus meintegrasikan nilai-nilai kejujuran kepada peserta didik. Berkaitan dengan implementasi nilai karakter jujur pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Proses implementasi karakter jujur yang disampaikan dan dicontohkan oleh guru sebaiknya dilakukan secara tepat kepada anak dengan cara berupaya menyesuaikan atau mencocokan antara informasi dengan fenomena yang selalu berdasarkan pada kebenaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskripif analitis. Jenis penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemaparan yang objektif mengenai analisis implementasi nilai karakter jujur di  sekolah Bunda PAUD. Subjek dalam penelitian ini adalah semua yang berhubungan dengan karakteristik implementasi nilai jujur di sekolah bunda PAUD kerinci dengan meggunakan metode Snowballsampling.  Kata Kunci : Implementasi, Karakter Jujur, PAUD.
AN ANALYSIS OF THE STUDENTS’ ABILITY IN USING ADVERB OF FREQUENCY IN SIMPLE PRESENT TENSE: A STUDY ON THE FIRST YEAR STUDENTS OF SMA N 7 PADANG IN ACADEMIC YEAR 2009/2010 Novi Riani
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 4 No 2 (2017): (Oktober 2017)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to describe the ability of the first year students of SMA N 7 Padang to use adverb of frequency in simple present tense. The population of this research was the first year students of SMA N 7 Padang in academic year 2009/2010. There were 305 students as members of population. In selecting the sample, the researcher used cluster random sampling. Finally, class X2 that consisted of 36 students was a sample of this research. in technique of collecting data, the researcher used structure test that consisted of 40 items as instrumenataion. Before giving the test to the sample, the test was tried out. Then, the researcher analyzed the data by counting standard deviation (SD) and mean (M). Generally, the result of this research showed that the ability of the first year students of SMA N 7 Padang to use adverb of frequency in simple present tense was moderate. It was proved by the fact that 6 students (16,7%) had high ability, 23 students (63,9%) had moderate ability, and 7 students (19,4%). Specifically, the ability of the students to use adverb of frequency in  affirmative sentence of smple present tense was moderate since 25 students (69.4%) had moderate ability. The ability of students to use adverb of frequency in  negative sentence of simple present tense was moderate. It was due to the fact that 22 students (61.1%) had moderate ability, the ability of students to use adverb of frequency in interrogative sntece of smple present tense was moderte. it was due to the fact that 16 students (44.4%) had moderate ability.                                                Keywords: Ability, Adverb of Frequency, Present Tense.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERORIENTASI MEANINGFUL LEARNING DISERTAI PETA KONSEP PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH KELAS XI SMA Laili Rahmi
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 4 No 1 (2017): (April 2017)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biologi sebagai salah satu bidang studi yang menantang siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan serta membangun pemahaman konsep. Pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman konsep merupakan pembelajaran yang bermakna. Ciri pembelajaran bermakna yaitu menekankan pada keterlibatan siswa dalam belajar. Guru dapat merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar lebih aktif, salah satunya dengan penggunaan modul. Pada SMAN 2 Padang Panjang guru belum berupaya mengembangkan modul yang dapat membantu siswa memahami konsep materi secara bermakna khususnya pada materi sistem peredaran darah. Pengembangan modul menggunakan model 4-D yaitu define (pendefenisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Pengumpulan data dilakukan dengan validasi dan uji coba produk yang dikembangkan. Uji coba secara terbatas dilakukan pada siswa kelas XI I.A 3 SMA Negeri 2 Padang Panjang Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan memperoleh skor rata-rata dari validator ahli dan validator praktisi yaitu 3,58 dengan kategori sangat valid. RPP yang dikembangkan mendapat skor rata-rata 3,59 dengan kategori sangat valid, dan soal evaluasi yang dikembangkan mendapatkan skor rata-rata 4,5 dengan kategori sangat baik. Praktikalitas modul diketahui dari keterlaksanaan RPP dengan skor rata-rata yang diperoleh adalah 3,71 dalam kategori sangat baik, respon guru terhadap praktikalitas modul memperoleh skor rata-rata 3,5 dengan kategori sesuai dan respon siswa terhadap praktikalitas modul memperoleh skor rata-rata 3,38 dengan kategori sesuai. Efektifitas modul diketahui dari aktifitas siswa yang mencapai persentase 68% dengan kategori tinggi dan hasil belajar yang diperoleh mencapai kriteria ketuntasan klasikal 79%Kata Kunci: Modul Pembelajaran Biologi, Meaningful Learning, Peta Konsep, Materi Sistem Peredaran Darah