Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam
Focuses on providing opportunities for researchers in the field of education, especially the results of research and research that are relevant to Islamic Education to be published. As for the scope of Islamic Education that is meant is: Islamic Education Islamic Education Management History of Islamic Education Islamic Education Curriculum Islamic Education Institutions Islamic Educational Psychology Character Education in Islam Learning Process Etc.
Articles
136 Documents
KOMUNIKASI DALAM AL-QUR’AN DAN KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN
Asad Asad
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (609.034 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i1.746
Education and learning is a process never be separated from communication activities. It can be said, learning is a communication activity itself, because teaching is conveying subject matter by educators and recipients of material by students. This activity is communication. Accordance with the understanding of the communication namely; sending and receiving messages or news between two or more people, where messages are sent by the teacher and received by students. (Anton M. Mulyono, Editor "Big Indonesian Dictionary), Jakarta Balai Pustaka, 1995 : 454. Therefore, the teacher as an educator also needs to master communication techniques so that he can communicate the subject matter to students properly and correctly. Kata kunci : Komunikasi, al-Qur’an, Pendidikan.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS RADIO STREAMING PADA MASA NEW NORMAL COVID 19 DI SMA NAMIRA MEDAN
Gunawan Gunawan;
Murtopo Murtopo
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (422.083 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i2.837
Perkembangan teknologi informasi yang semakin berkembang pesat tersebut diatas merupakan peluang terbaik untuk menciptakan karya-karya kreatif serta inovasi-inovasi terbaru, oleh karena itu penulis merencakan pembuatan aplikasi radio streaming berbasis web sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam, hiburan serta media pembelajaran pada SMA Namira Medan. Sesuai dengan hasil observasi awal yang dapat disimpulkan bahwa SMA Namira Medan harus memperbaiki serta membutuhkan sistem pengolahan pembelajaran untuk menunjang system pembelajaran dimasa New Normal. Pemutar radio yang berinovasi melalui aplikasi web yang dapat di akses melalui komputer PC atau laptop berbais android ini akan mempermudah penyampaian informasi pembelajaran secara langsung kepada seluruh stake holder SMA Namira Medan. Disisi lain android juga bukan merupakan sistem operasi yang asing bagi seluruh masyarakat Indonesia. Data yang sama juga menunjukan bahwa 88% pengisi kuisioner adalah pengguna sistem operasi android yang juga hanya menerima sedikit informasi dari SMA Namira Medan. Selain sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam, radio ini juga akan menjadi media hiburan serta sebagai media sosialisasi bagi siswa yang sedang menempuh pendidikan di SMA Namira Medan yang merupakan sekolah yang bertujuan menciptakan lulusan yang lebih sensitive akan perkembangan teknologi.Kata Kunci: Radio Streaming, Pembelajaran PAI, New Normal, Covid 19
PENDIDIKAN INKLUSIF DI LEMBAGA PENDIDIKAN
Khairuddin Khairuddin
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (647.63 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i1.751
Tujuan akhir dari semua upaya di atas adalah kesejahteraan para anak yang memperoleh segala haknya sebagai warga negara. Apakah penempatan anak-anak penyandang cacat di sekolah reguler saat ini akan benar-benar baik bagi kesejahteraannya, kita membutuhkan waktu untuk membuktikannya; tetapi kita dapat percaya itu akan terjadi selama mereka diberi dukungan yang tepat sebagaimana dirancang bagi mereka.
KEPEMIMPINAN NON MUSLIM MENURUT HUKUM ISLAM (Kajian Tafsir Ayatul Ahkam Surah Al-Maidah ayat 51)
Sokon Saragih
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (688.633 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i2.833
Pada dasarnya alquran tidak pernah secara tersirat menyebutkan kata kepemimpinan, karena kepemimpinan (leadership) merupakan istilah dalam manajemen organisasi. Kepemimpinan menjadi satu faktor penting yang mempengaruhi berhail atau gagalnya suatu organisasi tanpa pemimpin yang baik roda organisasi tidak akan berjalan lancar. Sebutan pemimpin muncul ketika seorang memiliki kemampuan mengetahui dan mampu mengarahkan perilaku orang lain, mempunyai keperibadian khas, kecakapan tertentu yang tidak dimiliki semua orang dibidang pemerintahan atau negara pemimpin disebut dengan berbagai nama, misalnya imamah (dikalangan syiah) dan khalifah (dalam tradisi sunni), raja untuk kerajaan atau presiden dalam istilah negara republik meskipun demikian bukan berarti alquran tidak membicarakan sama sekali masalah kepemimpinan sebagai petunjuk bagi manusia (hudallinnas), selain menyebut tentang pempimpin (imam, immah, wali, khalifah dll), alquran juga mengemukakan tentang prinsip-prinsip dasar kepemimpinan
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT IBNU MISKAWAIH
Miswar Rasyid
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (861.979 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i1.747
Ibn Miskawaih had advantages in the field of moral philosophy, because since his youth, he had studied Persian and Greek morals. According to Ibn Miskawaih, morality is a state of the soul that invites a person to do actions without thinking and calculated beforehand. So that it can be used as human nature and the results of the exercises that have been done, to become the nature of self that can give birth to good khuluq. Miskawaih is not only a philosopher but he is a moralist, literary, chemist, historian. So the work he produces is not only about one scientific aspect. According to Ibn Miskawayh, the goal of moral education is the realization of an inner attitude that is capable of spontaneously encouraging all the good deeds to be born so as to achieve perfection and obtain true and perfect happiness. The aim of moral education formulated by Ibn Miskawaih is the realization of inner attitude which is able to encourage spontaneously to give birth to all good-value deeds. So as to achieve perfection and obtain perfect and complete true happiness, including the happiness of human life in the broadest sense. Keyword: Education, Morals And Ibn Miskawaih.
PEMANFAATAN HASIL EVALUASI DAN REFLEKSI PELAKSANAAN EVALUASI BELAJAR
Sabariah Sabariah
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.144 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i2.838
Evaluasi hasil berlajar merupakan proses untuk menilai belajar siswa melalui kegiatan penilaian dan pengukuran hasil belajar. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan tersebut, kemudian ditandai dengan skala nilai berupa huruf, kata atau simbol. Kegiatan evaluasi memerlukan penggunaan informasi yang diperoleh melalui pengukuran untuk menentukan pendapat dan membuat keputusan-keputusan pendidikan. Pendapat dan keputusan tentu akan dipengaruhi oleh kesan pribadi dan sistem nilai yang ada pada si pembuat keputusan
MASA PERKEMBANGAN DAN PEMBUKUAN QAWAID FIQHIYYAH
Sokon Saragih
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (519.294 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i1.752
Sejarah perkembangan Qawa' id Al- fiqihiyyah bermula dari keadaan dimana Rasulullah harus menjelaskan suatu penyelesaian permasalahan pada masanya di mana penyelesainnya tidak terdapat dalam al-Qur'an sehingga hams dengan istinbat Rasulullah Saw. Setelah Rasul wafat kaidah fiqh (qawa' id al-fiqihiyyah) terus berkembang hingga saat ini. Pada periode Rasulullah Saw, otoritas tertinggi dalam pengambilan hukum dipegang oleh Rasulullah Saw.
DESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAMTRANSFORMATIF
Farida Jaya
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.776 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v10i2.1230
Pandangan Islam terhadap pendidikan perlu menjadi basis bagi penyelengaraan pendidikan ummat manusia. Dalam sistem pendidikan Islam, pendidikan agama berfungsi integratif seluruh kecerdasan manusia sebagai fitrah manusia, tetapi fokus pendidikan agama Islam adalah pencerdasan spiritual. Karena Pendidikan agama Islam adalah upaya pengembangan fitrah keberagamaan peserta didik sehingga mampu memahami , menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam secara benar. Oleh sebab itu, Substansi pendidikan agama transformatif adalah pendidikan agama yang menjadikan seseorang cerdas secara spiritual dalam menghadapi perubahan.Untuk mendukung pengembangan kecerdasan spiritual sebagai pendidikan agama Islam transformatif, esensi materi ajaran agama Islam adalah nilai-nilai insaniah dan ilahiyah yang dengannya manusia menjadi cerdas dalam memahami dan menghayati makna kehidupan. Dalam mengembangkan kecerdasan manusia, Allah telah menyediakan instrumen-instrumen fundamental sebagai ilmu pengetahuan, yaitu: pendengaran, penglihatan, dan hati (fuad/qalb). Parameter kecerdasan spiritual adalah kemampuan seseorang menyelesaikan persoalan dunia yang dihadapi berdasarkan hati nurani. Dengan demikian pendidikan agama dapat mencerdaskan spiritual karena memberikan kebebasan hati nurani untuk menghayati dan mengekspresikan keberagamaannya dalam konteks perubahan sosial. Dengan kecerdasan spiritual, menjadikan penghayatan keberagamaan seseorang tampil dalam perilaku yang cerdas dan arif dalam menghadapi perubahan.
MENYIKAPI MUSIBAH DALAM PANDANGAN ISLAM
Asad Asad
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (755.21 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v10i1.1020
Disaster has not stopped by human in the world in general and Indonesia especially, such as the corona virus (Covid-19), earthquakes, landslides, flash floods, tsunami 2004, are still fresh in our memories, even at the beginning In 2021, all elements of the nation felt deep sorrow for the incident of the crash of the Sriwijaya Air plane with flight number SJ 182 to Jakarta - Pontianak which killed 60 passengers and crew of the Sriwijaya Air plane, and many other calamities that the author could not mention one by one, including Israeli atrocities against Palestinians.Keyword: Menyikapi Musibah, Pandangan, dan Islam.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA MTs NEGERI 3 LANGKAT
Muhammad Arif Hidayat
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (606.628 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v10i2.1220
The ability to think critically Jurisprudence of students who learn with problem-based learning models is better than the ability of students who study normally. Increased critical thinking skills Jurisprudence of students who learn with problembased learning models is better than the ability of students who study normally. The ability of reasoning Jurisprudence of students who learn with problem-based learning models is better than the ability of students who study normally. Improving the ability of reasoning Jurisprudence of students who learn with problem-based learning models is better than the ability of students who study normally. The attitude of students towards learning problem based learning models as well as questions of critical thinking and reasoning that is given is very positive. This learning makes students feel happy, interested, challenged, and can foster mutual respect and courage in communication. The teacher has a positive view of Jurisprudence with a problem based learning model. The teacher believes that this learning has the opportunity to be applied. However, the implementation requires optimal teacher preparation, especially in designing teaching materials in the form of student worksheets and the ability of heterogeneous group members, so that in each group there are students who can help other students. Keyword : Ability, Problem Based Learning, Reasoning, Critical Thinking