Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam
Focuses on providing opportunities for researchers in the field of education, especially the results of research and research that are relevant to Islamic Education to be published. As for the scope of Islamic Education that is meant is: Islamic Education Islamic Education Management History of Islamic Education Islamic Education Curriculum Islamic Education Institutions Islamic Educational Psychology Character Education in Islam Learning Process Etc.
Articles
136 Documents
TUJUAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HADIS
Mohammad Al Farabi
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (840.606 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i2.834
The existence of Hadith as a source of teachings conveyed by the Prophet occupies a very important position in providing guidance in determining the direction and goals of education. In many aspects, various Hadiths have given signals and explanations about the importance of shaping the human personality to become a complete Muslim (insan kamil) as the ultimate goal of Islamic Education. Through the content analysis method, ths article aims to explore the content of the Hadith which directs the development of individual basic potentials towards the formation of a complete personality, so that it can help educators and education administrators succeed in delivering students to achieve the true goals of Islamic education.Keywords: Educational Objectives, Hadis, Islamic Education.
URGENSI PERILAKU NABI MUHAMMAD TERKAIT PENDIDIKAN ISLAM
Junaidi Arsyad
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (587.729 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i1.748
Studi ini berusaha menyingkap bagaimana perilaku Nabi dalam kehidupannya sehari-hari akan berpengaruh terhadap pendidikan Islam terutama bagi seorang guru yang dapat menjadikan perilaku Nabi tersebut menjadi sebuah kompetensinya ketika ingin menjadi guru yang profesional. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan sejarah sosial. Data yang diperoleh akan dianalisis dan disajikan secara deskriptif dengan cara memilih topik, mengumpulkan sumber, memverifikasi data, menginterpretasikannya dan untuk selanjutnya dilakukan rekonstruksi agar menjadi penjelasan yang utuh dan komprehensif sehingga mudah dimengerti dan dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam perilaku keseharian yang ada pada diri Nabi Muhammad Saw. terkait pendidikan Islam, antara lain, satunya kata dengan perbuatan, yang kesemuanya itu menjadi teladan bagi segenap guru dan pendidik. Dengannya diharapkan dapat menjadi panduan dan tuntunan dalam pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan kependidikan yang dilakukannya sehari-hari. Kata Kunci: Perilaku Nabi, Pendidikan, Islam
PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM: SUATU UPAYA MENEMUKAN SISTEM PENDIDIKAN ISLAM IDEAL
Afrahul Fadhila Daulai
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.479 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i2.839
Dalam upaya meningkatkan kualitas Pendidikan Islam baik dari segi sarana prasarana, metodologi mengajar, dan sumber daya manusia (guru) di butuhkan paradigma baru Pendidikan Islam. Paradigma baru maksudnya mencari pemikiran pemikiran baru atau gagasan gagasan di bidang pendidikan sehingga Pendidikan Islam lebih maju dan berkembang di masa depan serta mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain.Pemikiran- pemikiran baru tersebut, yaitu sistem Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada ilmu ilmu agama saja tetapi juga harus berorientasi pada ilmu pengetahuan umum dan iptek. Karena itu, dalam kurikulum Pendidikan Islam dimasukkan persoalan persoalan iptek, seperti matematika, kimia, fisika, biologi dan lainnya. Untuk merealisasikan ide itu, para guru dan dosen hendaknya ahli di bidangtnya, terampil, kritis, analitis, profesional dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terutama bidang pendidikan.
PENGARUH KOMUNIKASI, KOHESIVITAS DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) DI MAN 2 MODEL MEDAN
Rosliana Nasution
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (704.848 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i1.753
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi terhadap kinerja MGMP di MAN 2 Model Medan; mengetahui pengaruh kohesivitas terhadap kinerja MGMP di MAN 2 Model Medan dan mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja MGMP di MAN 2 Model Medan serta mengetahui pengaruh komunikasi, kohesivitas, dan kepemimpinan secara bersamaan terhadap kinerja MGMP di MAN 2 Model Medan. Adapun tempat dilakukannya penelitian ini adalah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Medan Jl. Wilem Iskandar Kec. Medan Tembung, Medan Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, populasi penelitian ini adalah seluruh guru MAN Model 2 Medan yang berjumlah 100 orang. Adapun sampel dari penelitian ini berjumlah 50 orang atau setengah dari jumlah populasi. Penelitian yang terdiri dari empat variabel ini diukur dengan menggunakan teknik angket yaitu dengan menyusun daftar kuisioner dan selanjutnya disebarkan kepada responden untuk mereka jawab. Tiap variabel ditentukan dalam beberapa indikator yang pemilihannya berdasarkan kajian teori. Data dari hasil penelitian ini diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis variasi (anava) dua jalan yang melibatkan tiga variabel independen yaitu pengaruh komunikasi (X 1), Kohesivitas (X2), dan Kepemimpinan (X3), serta satu variabel dependen yaitu Kinerja MGMP (Y). Berdasarkan hasil analisis yang telah dibahas ditemukan pengaruh Komunikasi, Kohesivitas, dan Kepemimpinan terhadap Kinerja MGMP di MAN 2 Model Medan. dengan demikan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Secara parsial komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja MGMP MAN 2 Model Medan. Secara parsial kohesivitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja MGMP MAN 2 Model Medan. Secara parsial kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja MGMP MAN 2 Model Medan. Secara simultan komunikasi, kohesivitas, dan kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan sebesar 0.056% terhadap kinerja MGMP MAN 2 Model Medan Medan. Artinya terdapat 90 % variabelvariabel lain yang mempengaruhi kinerja MGMP MAN 2 Model Medan Kata kunci: Komunikasi, Kohesivitas, Kepemimpinan, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di MAN 2 Model Medan
PERSONALITI NABI MUHAMMAD SAW DAN PENGARUHNYA BAGI PENDIDIKAN ISLAM
Junaidi Arsyad
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (577.291 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i2.835
Penelitian ini membahas bagaimana personaliti Nabi Muhammad Saw. dan bagaimana pula pengaruhnya bagi pendidikan Islam. Hal ini didasari dari keberhasilan beliau mendidik para sahabat dengan dasar pendidikan yang sesuai dengan tuntutan ruh, jiwa dan fitrah manusia, sehingga para pengikutnya mampu menjadi pemimpin dunia untuk berabad-abad lamanya ketika mereka berpegang teguh dengan dasar-dasar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Dengan metode deskriptif tersebut dapat dijelaskan suatu gejala, kejadian maupun peristiwa yang terjadi pada saat sekarang dimana peneliti berusaha untuk memotret peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian untuk kemudian digambarkan apa adanya dengan mengumpulkan bahan-bahan bacaan yang diperlukan, memilah dan memilih bahan bacaan yang relevan, menelaah bahan-bahan bacaan, kemudian membuat kerangka tulisan, untuk selanjutnya dipaparkannya secara sistematis, mendalam, dan komprehensif terkait personaliti Nabi Muhammad Saw. dan pengaruhnya bagi pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima personaliti Nabi Muhammad Saw. yang berpengaruh pada pendidikan Islam yakni budi pekerti yang paripurna, baik dan belas kasih, murah hati dan dermawan, santun dan berwibawa serta zuhud, qona’ah dan tidak berlebihan. Begitu kuatnya pengaruh personaliti tersebut menjadikan begitu semaraknya kebangkitan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam sebagaimana yang ditoreh dalam tinta emas sejarah sebagaimana dalam tulisan ini.Kata Kunci: Personality, Pendidikan, Islam
RELASI MASLAHAT MURSALAH DENGAN MAQOSHID SYARI’AH DALAM PENETAPAN HUKUM FIKIH
Ihsan Satrya Azhar
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (591.73 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i1.749
This article aims the relationship between Maslahat Mursalah and Maqoshid Syari’ah and its application in fiqh. Even many Islamic scholars refuse to be said that they use Masalhat Mursalah independently, but actually they do so. Maqoshid Syari’ah is very important to Maslahat Mursalah as Maqoshid Syari’ah be come the guidance for it. Using maqoshid Syaria’ah will also avoid the scholars from just using the reason as the only tool in ijtihad. Using Maqoshid Syari’ah will also adjust the maslahat in it. Maqasid shariah provides the knowledge, understanding and justification for the principles of shariah. The aims of maqasid shariah is to benefit and protect the Ummah generally, and to discipline and structure the living in accordance with the Islamic values and principles as pronounced in the Quran and Sunnah. There are five objectives of Syariah : Protection of Faith or religion (din) Protection of Life (nafs) Protection of Lineage (nasl) Protection of Intellect ('aql) Protection of wealth (maal).Keywords: maslahat, the objectives of Syariah, ijtihad.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT UMAR BIN AHMAD BARAJA DALAM KITAB AL-AKHLAQI LIL BANIN
Meriyanti Nasution;
Asnil Aidah Ritonga
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (746.135 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i2.831
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam kitab Al-Akhlaqi Lil Banin jilid I karya Umar bin Ahmad Baraja.Penelitian ini adalah penelitian Library research dan menggunakan pendekatan studi tokoh (life History) dengan metode penelitian kualitatif, menggunakan data berupa membaca kitab Al-Akhlaqi Lil Banin (sebagai data primer), mengumpulkan data menyelusuri buku Akhlak Islam serta sumber lainnya sebagai data skunder.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kitab Al-Akhlaqi Lil Banin jilid I ini merupakan referensi pendidikan akhlak klasik yang berbahasa Arab yang disajikan sederhana dan mudah dipahami. Nilai-nilai Pendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab Al-Akhlaqi Lil Banin jilid I diantaranya adalah religius, sopan santun, dermawan, dan rendah hati, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk pengembangan khasanah ilmu pengetahuan di fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara Medan. Khususnya tentang penerapan nilai-nilai pendidikan akhlak untuk anak.Kata kunci: Nilai-nilai Pendidikan Akhlak, Umar bin Ahmad Baraja
URGENSITAS PENDIDIKAN AKHLAK BAGI ANAK USIA DASAR (Studi Era Darurat Covid 19)
Muhammad Shaleh Assingkily;
Miswar Rangkuti
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (523.697 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i2.836
Morals that “color” the environment. Every period, including the era of “emergency Covid-19”, is needed to cultivate morals for elementary age children as a continuation of the “khalifah on earth” relay. This paper examines the urgency of moral cultivation for children of primary age in the era of disruption. The research problem formulation is focused on how the efforts and urgency of moral cultivation for elementary age children in the era of “emergency Covid-19”. This research uses a qualitative approach with the literature study method. The results of this study indicate that the cultivation of morals is an urgent matter that should be given from elementary age to children. This is marked by efforts to meet the demands of the times with 4 (four) aspects, namely (1) education upgrading the quality of the curriculum, (2) providing internalization of values, (3) raising awareness of changing times, and (4) bringing students find self concept.Keywords: Morals, Elementary Children, Disruptive Era.
KONSEP DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN DALAM ISLAM: TA’LIM, TARBIYAH DAN TA’DIB
Farida Jaya
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (861.979 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i1.750
Konsep ta’dib yang digagas al-Attas adalah konsep pendidikan Islam yang bertujuan menciptakan manusia beradab dalam arti yang komprehensif. Pengertian konsep ini dibangun dari makna kata dasar adaba dan derivasinya. Makna addaba dan derivasinya, bila maknanya dikaitkan satu sama lain, akan menunjukkan pengertian pendidikan yang integratif
PENDIDIKAN ISLAM BERWAWASAN GENDER
Farida Jaya
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (467.465 KB)
|
DOI: 10.30829/taz.v9i2.832
Sejarah menunjukkan bahwa kedudukan wanita dalam pandangan umat-umat sebelum Islam sangat rendah dan hina dina, mereka tidak menganggapnya sebagai manusia yang mempunyai roh, atau hanya menganggapnya dari roh yang hina. Bagi mereka, wanita adalah pangkal keburukan dan sumber bencana.Berbeda dengan Islam, Pendidikan Islam tidak membedakan hak atas laki-laki dan perempuan yaitu bahwa nilai-nilai fundamental yang mendasari ajaran Islam seperti perdamaian, pembebasan dan egaliterianisme termasuk persamaan derajat antara lelaki dan perempuan banyak tercermin dalam ayat Al-Qur'an, kisah-kisah tentang peranan penting kaum perempuan di zaman nabi Muhammad saw., seperti Siti Khadijah, Siti Aisyah dan lain-lain telah banyak ditulis. Begitupula tentang sikap Rasulullah yang menghormati kaum perempuan dan memperlakukannya sebagai mitra dalam perjuangan.Islam betul-betul sangat memperhatikan kaum perempuan dari berbagai aspek kehidupannya dan memberikan haknya sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah swt. dalam syari'at. Dalam ajaran Islam, perempuan juga mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam berkarir (dalam sektor publik), dengan tidak melalaikan fungsi dan kedudukannya sebagai perempuan. Cukup banyak ayat Al-Qur’an maupun hadits Nabi yang mendorong perempuan untuk berkarir sebagaimana makna yang terkandung dalam Q.S.Annisa’ ayat 32. Ayat ini merupakan perintah bagi laki-laki dan perempuan untuk berusaha dan berkarier agar bisa mencapai kehidupan bahagia di dunia dan di akhirat. Karier bisa dicapai seseorang bila ia memiliki ilmu, dan ilmu diperoleh melalui pendidikan yang diperolehnya. Pendidikan adalah hak asasi manusia yang paling mendasar, oleh sebab itu setiap warga Negara berhak memperoleh layanan yang baik dan berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik dimasa yang akan datang. Pemerintah bersama masyarakat wajib menyediakan dan membangun sarana pendidikan yang memadai agar seluruh warga Negara terlayani tanpa membedakan laki-laki dan perempuan dan dapat berkembang sedini mungkin.Kata Kunci: Pendidikan Islam, Gender