cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021" : 8 Documents clear
DESAIN SISTEM INFORMASI UNTUK TRACKING DAN TRACING PADA WAREHOUSE DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI QR CODE Ivan Taufan Adiwinoto
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.914 KB) | DOI: 10.14710/jati.16.2.102-108

Abstract

Industrial Revolution 4.0 menyebabkan pelaku supply chain untuk dapat terus beradaptasi dengan teknologi agar tetap kompetitif. Salah satu cara yang dapat digunakan bagi pelaku supply chain adalah dengan menerapkan teknologi IoT untuk membantu memudahkan pelaku supply chain dalam melakukan proses tracking dan tracing inventory. Dengan adanya IoT ini, seluruh pergerakan mulai dari proses penerimaan inventory sampai proses pengeluaran inventory dapat tercatat secara sistem online. Proses tracking dan tracing ini bertujuan untuk membantu mengetahui posisi dari inventory pada warehouse dan memastikan jika inventory dikeluarkan mengikuti aturan FIFO. Desain sistem berbasis IoT ini dibuat dengan menggunakan metode pendekatan System Development Live Cycle (SDLC) sampai pada tahapan desain sistem. Hasil akhir dari studi ini adalah desain sistem informasi yang menggunakan teknologi IoT dan QR code untuk proses tracking dan tracing inventory di dalam warehouse. Dengan adanya sistem informasi ini, jumlah inventory yang kadaluarsa dapat menurun. Abstract[Information System Design for Tracking and Tracing Using QR Code in Warehouse] Industrial Revolution 4.0 causes supply chain player to continue adapting technology to stay competitive. One way for supply chain player is by implementing Internet of Things (IoT) for tracking dan tracing inventory in supply chain process. With IoT, all inventory movement and activity from inbound area to outbound area can be recorded by system. This tracking and tracing process aim to help determine the position of the inventory in warehouse and ensure the issued inventory is following FIFO rules. This IoT-based system created using System Development Live Cycle (SDLC) approach up to system design step. The result of this study is an information system design that uses IoT and QR code technology for tracking and tracing inventory in warehouse. With this information system, the amount of expired inventory can decrease.Keyword: supply chain; tracing; tracking; QR code
PENILAIAN RISIKO TERHADAP POSTUR KERJA PADA PEKERJA PABRIK KARET INDONESIA Taufiq Ihsan; Shinta Silvia; Vioni Derosya; Tivany Edwin; Mita Sari Dewi
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.902 KB) | DOI: 10.14710/jati.16.2.116-122

Abstract

Keluhan nyeri muskuloskeletal sering terjadi di tiga pabrik karet remah terbesar yang berlokasi di Padang, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk pekerja di area produksi. Pengambilan data postur karyawan menggunakan bantuan kamera video serta lembar observasi. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 135 pekerja area produksi basah dan 213 pekerja area produksi kering. Penilaian REBA menunjukkan bahwa 72,34% dari pekerjaan yang diperiksa termasuk dalam kategori risiko menengah. Skor REBA tertinggi di area produksi basah adalah dalam proses pengeringan alami. Sebaliknya, di area produksi kering, skor REBA tertinggi adalah dalam proses mengangkat kontainer dari truk. Berdasarkan Standar Indonesia No.7269 / 2009 tentang perhitungan beban kerja, ini menunjukkan bahwa pekerjaan di pabrik-pabrik tersebut berada dalam kategori beban kerja sedang dengan pengeluaran energi 200-350 kkal/ jam (46,81%). Hasil uji statistik dari hubungan antara usia, masa kerja, beban kerja, dan area kerja pada pekerjaan postural menunjukkan bahwa beban kerja adalah yang paling terkait dengan postur pekerja. Tindakan untuk memperbaiki postur kerja berdasarkan analisis REBA adalah dengan menyesuaikan posisi alat atau mesin dengan ketinggian tubuh pekerja, memperhatikan waktu kerja, dan waktu istirahat. Yang paling mendesak adalah menggunakan alat saat mengangkat wadah.  Abstract[Risk Assessment of Work Posture In Indonesian Crumb Rubber Factories Workers] Musculoskeletal pain complaints often occur in the three largest crumb rubber factories located in Padang, Indonesia. This study aimed to analyze the work posture using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method for workers in the production area. Retrieval of employee posture data utilizing the help of video cameras and observation sheets. Respondents consisted of 135 wet area workers and 213 dry area workers. The REBA assessment showed that 72.34% of the work examined was included in the medium-risk category. The highest REBA score in the wet area was in the natural drying process. In dry areas, the highest REBA score is in the process of lifting containers from trucks. Based on Indonesian Standard No.7269 / 2009, this shows that work in these factories was in the category of moderate workloads with an energy expenditure of 200-350 kcal/hour (46.81%). Statistical test results from the relationship between age, work-period, workload, and work area on postural work indicated that workload was most related to worker posture. Action to improve postural work was to adjust the position of the tool or machine with the height of the worker's body, pay attention to work time, and rest periods.Keywords: Musculoskeletal, Exposure assessment, work posture, REBA, crumb rubber factories
RANCANGAN ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI LOGISTIK BERBASIS CYBER-PHYSICAL SYSTEMS DENGAN TEKNOLOGI BIG DATA DAN INTERNET OF THINGS Muhammad Rifqi Ma'arif; Andika Bayu Saputra
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.252 KB) | DOI: 10.14710/jati.16.2.143-152

Abstract

Era Industri 4.0 sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi khususnya teknologi big data dan internet of things. Dua teknologi tersebut membangun sebuah paradigma baru yang disebut dengan Cyber-Physical System (CPS). CPS didefinsikan sebagai interkoneksi antara lingkungan fisik dengan program komputer melalui teknologi sensor/ IoT. Penerapan CPS di berbagai bidang bisnis/ industri akan semakin memperkuat nilai bisnis yang ditawarkan kepada customer. Salah satu bidang industri yang akan mengalami peningkatan signifikan dengan penerapan CPS adalah bidang logistik. Pengembangan Sistem Informasi Logistik dengan pengimplementasian konsep CPS akan memberikan nilai tambah bagi sektor logistik secara keseluruhan. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sebuah studi konspetual bagaimana teknologi big data dan internet of things dapat diimplementasikan dalam sistem logistik. Sehingga, dalam penelitian ini, akan dikembangkan suatu rancangan arsitektur Sistem Informasi Logistik berbasis teknologi big data dan IoT untuk mendukung penerapan CPS dalam bidang logistik. AbstractThe era of Industry 4.0 is strongly influenced by information technology developments, especially big data technology and the internet of things. The two technologies build a new paradigm called Cyber-Physical System (CPS). CPS is defined as the interconnection between the physical environment and computer programs through sensor / IoT technology. The application of CPS in various business / industry fields will further strengthen the business value offered to customers. One of the industrial fields that will experience a significant increase with CPS's application is the field of logistics. The development of the Logistics Information System by implementing the CPS concept will provide added value to the Logistics sector as a whole. To make this happen, we need a conceptual study of how big data technology and the internet of things can be implemented in the logistics system. Therefore, in this study, a Logistics Information System architecture design will be developed based on big data and IoT technology to support CPS's application in logistics.Keywords: Logistic Information Systems; Cyber-Physical System; big data; internet of things
PERANCANGAN KONTEN E-LEARNING PADA KEGIATAN PEMBUATAN DAN PEMASANGAN KUBAH MASJID DI PERUSAHAAN TIGA BERLIAN MENGGUNAKAN METODE SECI DAN ADDIE Bima Dwica Ananto; Amelia Kurniawati; Afrin Fauzya Rizana; Nurdinintya Athari Supratman
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.602 KB) | DOI: 10.14710/jati.16.2.123-133

Abstract

Dalam suatu organisasi atau perusahaan, knowledge merupakan aset yang sangat dibutuhkan ketika melakukan kegiatan kerja maupun untuk pengembangan bisnis organisasi atau perusahaan. Salah satu contohnya adalah perusahaan Tiga Berlian yang bergerak di bidang kontruksi baja berat dan ringan seperti teralis, pagar besi dan pembuatan kubah masjid. Salah satu contoh knowledge merupakan asset bagi perusahaan adalah ketika kegiatan pembuatan dan pemasangan kubah masjid terdapat tacit knowledge yaitu dalam penentuan ukuran jarak antar bahan yang akan dipasang. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dirancang media pembelajaran berbasis e-learning yang bertujuan untuk melakukan dokumentasi tacit knowledge yang ada sehingga dapat digunakan oleh pekerja lain untuk pembelajaran cara pembuatan dan pemasangan kubah masjid. Penelitian ini dirancang menggunakan metode ADDIE dan metode SECI. Setelah melakukan pengumpulan dan pengolahan data, terdapat 6 kegiatan pembuatan dan pemasangan kubah masjid yaitu pembuatan kerangka, pemasangan kerangka, pembuatan daun kubah, pemasangan daun kubah dan aluminum foil, pembuatan plafon, dan pemasangan plafon. Pada media e-learning tidak hanya terdapat konten 6 kegiatan pembuatan dan pemasangan kubah masjid, tetapi terdapat juga bahan yang digunakan, alat yang digunakan, dan kuis untuk proses evaluasi pemahaman materi mengenai kegiatan dan pemasangan kubah masjid. Abstract[Design of E-Learning Content On The Making And Installing of Mosque Domes In Tiga Berlian Companies Using Seci And Addie Methods] In an organization, knowledge is an asset that is needed when carrying out work activities or for developing an organization's or company business. There are many knowledges that are not explicitly documented in Tiga Berlian Company. Therefore, in this study, e-learning based learning media was designed to document existing tacit knowledge so that other workers can use it to learn how to make and install mosque domes. This study was designed using the ADDIE method and the SECI method. After collecting and processing data, there were 6 activities for making and installing a mosque dome, namely making the frame, installing the frame, making the dome leaves, installing the dome and aluminum foil, making the ceiling, and installing the ceiling. In the e-learning media, there is not only the content of 6 activities for making and installing mosque domes, but there are also materials used, tools used, and quizzes for the evaluation process of understanding material regarding activities and installing mosque domes. Keywords: ADDIE; e-learning; knowledge; SECI; tacit knowledge
KELAYAKAN TEKNOLOGI IOT UNTUK KEBUN HIDROPONIK HOLTIKULTURA MENGGUNAKAN HYDROPO 4.0 DI PERKEBUNAN ALAM PASUNDAN, JAWA BARAT Erna Mulyati; Dini Hamidin; Muhamad Nurkamal Fauzan
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.195 KB) | DOI: 10.14710/jati.16.2.109-115

Abstract

Saat ini penggunaan smart teknologi pada bisnis tanaman hidroponik merupakan peluang bisnis yang sangat menguntungkan bagi para pelaku usaha. Nilai suatu teknologi dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman hidroponik dan diharapkan adanya efisiensi biaya produksi. Perangkat teknologi cerdas dalam pengelolaan persediaan budidaya hidroponik berbasis IoT merupakan salah satu perangkat precision agriculture yang dikenal juga sebagai smart agriculture. Perangkat ini mampu mencampurkan pupuk dan air secara otomatis sehingga pelaku usaha bisnis tanaman hidroponik dapat mengurangi biaya tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan analisis kelayakan para pelaku usaha dalam meningkatkan budidaya hidroponik dengan pola konvensional/ manual dan memanfaatkan Hydropo 4.0. Metode penelitian yang digunakan yaitu Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model operasi dengan menggunakan Hydropo 4.0 lebih menguntungkan ketika jumlah populasi tanaman meningkat lebih dari 51,1% dari populasi tanaman pada saat pengujian. Berdasarkan perbandingan nilai IRR pada model operasi menggunakan Hydropo 4.0 akan meningkat apabila populasi tanaman ditingkatkan 698,85% dari jumlah populasi tanaman pada saat pengujian. Abstract[Feasibility of IoT Technology for Hydroponic Holticultural Gardens Using Hydropo 4.0 In Pasundan Natural Plantation, West Java] Presently, the use of smart technology in the hydroponic plant business is a profitable business opportunity for business people. The value of technology can increase the quality and quantity of plants as well as make the efficiency of production costs. Smart technological devices in the management of hydroponics plant culture based on IoT is one of the hydroponic culture supplies that are one of the precision agriculture devices, also known as smart agriculture. This device is capable of mixing fertilizer and water automatically so that hydroponic plant businesses can reduce labor costs. This study aims to compare the feasibility analysis of business actors improving hydroponic cultivation with conventional/manual patterns and utilizing Hydropo 4.0. The research method used by calculating the Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR) parameters. The result of this study indicate that operation model using Hydropo 4.0 will be more profitable when the number of plant populations increases by more than 51.1% of the plant population at the time of the test. Based on the comparison of the IRR value in the operation model using Hydropo 4.0, it will increase if the plant population is increased by 698.85% of the total plant population at the time of the test.Keywords: feasibility analysis; IoT; IRR; NPV
PERANCANGAN PROSES IMPLEMENTASI MACHINE LEARNING DALAM MAINTENANCE MANAGEMENT UNTUK MENCEGAH DERATING Bonifasius Yoga Adi Pratama; Hari Agung Yuniarto
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.37 KB) | DOI: 10.14710/jati.16.2.134-142

Abstract

Derating menjadi masalah yang sering kali muncul pada generator diesel di pembangkit listrik. Derating dapat menyebabkan penurunan kinerja dan produksi listrik pada generator. Kapasitas produksi listrik yang menurun nantinya akan menjadi masalah jika melihat kondisi konsumsi listrik nasional yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Derating sering kali terjadi karena suhu yang tinggi pada charge air. Pencegahan derating dapat dilakukan dengan mengimplementasikan strategi maintenance yang mampu memprediksi derating dan mengakomodasi perubahan suhu charge air sebagai penyebab terjadinya derating. Penelitian ini akan memperlihatkan rancangan implementasi strategi maintenance berbasis data untuk memprediksi terjadinya derating dengan menggunakan pendekatan machine learning. Rancangan proses ini akan memberikan gambaran proses seperti apa yang dapat digunakan untuk mencegah derating sehingga membantu menjaga performa generator. Tahapan implementasi machine learning dilakukan dengan mengimpelementasikan proses knowledge discovery from data pada proses yang ada dalam maintenance management. Evaluasi terkait proses maintenance management dan machine learning menunjukkan bahwa machine learning dapat diimplementasikan pada tahap controlling. Klasifikasi kondisi generator juga didasarkan pada trend kondisi suhu charge air sehingga prediksi kondisi generator terkait derating tidak dipengaruhi oleh perubahan suhu yang bersifat cepat dan sementara. Penjabaran proses yang ada menunjukkan bahwa implementasi machine learning dalam maintenance management ini mungkin untuk dilakukan. Abstract[Designing The Implementation Process of Machine Learning in Maintenance Management to Avoid Derating] Derating is problem that often arises in power plant. Derating force generator to work below its optimum performance and resulting low production rate of electricity. Declining of electricity production capacity can be problem when we see condition of national electricity consumption in Indonesia which continues to increase year over year. Derating often occurs due to high temperatures in charge air. Derating prevention can be done by implementing maintenance strategy that is able to predict derating and accommodate changes in charge air temperature. This study designs processes of implementing data-based maintenance strategy to predict occurrence of derating using machine learning approach. Process design will provide overview of what kind of process can be used to avoid derating so that it helps maintain generator performance. Machine learning implementation can be done by implementing process of knowledge discovery from data in existing maintenance management process. Evaluations related to maintenance management and machine learning processes show that machine learning can be implemented at controlling stage. Classification of generator conditions is based on trend of charge air temperature so that prediction of generator conditions will not be affected by temporary changes in temperature. Process overview concludes that it is possible to implement machine learning in maintenance management.Keywords: decision tree; derating; machine learning; maintenance management
ANALISIS JUMLAH KENDARAAN ANGKUTAN KOTA DENGAN METODE HEADWAY DLLAJ DAN BOK BEP DI MASA PANDEMI COVID-19 Muchammad Fauzi
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.376 KB) | DOI: 10.14710/jati.16.2.85-92

Abstract

Kinerja transportasi online menjadi salah satu faktor penumpang memilih menggunakan transportasi online dibandingkan angkutan kota. Fenomena tersebut diduga dapat menyebabkan pengemudi angkot (angkutan kota) menggunakan waktu lebih lama untuk menunggu penumpang atau yang disebut “ngetem” dan dapat mempengaruhi meningkatnya kemacetan di Kota Bandung ditambah dengan terjadinya Pandemi Covid-19 menuntut kegiatan transportasi dibatasi paling banyak 50% dari kapasitas angkutan. Permasalahan dari fenomena tersebut diduga karena jumlah angkot lebih besar dibandingkan penumpang angkot sehingga diperlukan pengendalian jumlah angkot yang beroperasi di Kota Bandung. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jumlah optimal angkutan kota di Kota Bandung trayek Abdul Muis - Dago, Abdul Muis - Cicaheum, dan Sederhana - Cipagalo di Masa Pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif data primer menggunakan konsep pada pedoman teknis penyelenggaraan angkutan penumpang umum di wilayah perkotaan dalam trayek tetap dan teratur yang dikeluarkan oleh Departemen Perhubungan RI Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (DLLAJ) dan Biaya Operasional Kendaraan Break Event Point (BOK BEP). Hasil dari penelitian ini adalah jumlah kendaraan angkutan kota trayek Abdul Muis - Dago dengan menggunakan metode DLLAJ turun hingga 91% dan dengan menggunakan metode BOK BEP turun hingga 48%, Jumlah kendaraan angkutan kota trayek Abdul Muis - Cicaheum dengan menggunakan metode DLLAJ turun hingga 80% dan dengan menggunakan metode BOK BEP turun hingga 43%, Jumlah kendaraan angkutan kota trayek Sederhana - Cipagalo dengan menggunakan metode DLLAJ turun hingga 94% dan dengan menggunakan metode BOK BEP turun hingga 41%. Abstract[Analysis of Number of City Transport Vehicles in Bandung Citywith The Headway Method of DLLAJ and BOK BEP in The Pandemic Time of Covid-19] The performance of online transportation is one of the factors for passengers choosing to use online transportation compared to city transportation. This phenomenon is thought to cause angkot (angkutan kota) drivers to take longer to wait for passengers or what is called “ngetem” and can affect the increase in congestion in Bandung coupled with the Covid-19 pandemic, basic transportation activities are at most 50% of the transport capacity. The problem with this phenomenon is thought to be due to the larger number of angkot than angkot passengers, so it is necessary to control the number of public transportation operating in the city of Bandung. This study aims to examine the optimal number of urban transportation in the city of Bandung during The Covid19 Pandemic. The research method used is a quantitative approach to primary data using the concept of technical guidelines for the implementation of public passenger transportation in urban areas on fixed and regular routes issued by the Indonesian Ministry of Transportation, Directorate General of Land Transportation (DLLAJ) and Vehicle Operating Cost Break Event Point (BOK BEP). The results of this study are that the number of city transportation vehicles on the Abdul Muis - Dago route using the DLLAJ method has decreased by up to 91% and using the BOK BEP method has decreased by 48%, the number of city transportation vehicles on the Abdul Muis - Cicaheum route using the DLLAJ method has decreased by 80%. and by using the BOK BEP method decreased by 43%, the number of city transportation vehicles on the Simple route - Cipagalo using the DLLAJ method decreased by 94% and using the BOK BEP method decreased by 41%.Keywords: transportation; city transport; DLLAJ; BOK BEP
ANALISIS KUALITAS LAYANAN ADMINISTRASI BAGI MASYARAKAT (STUDI KASUS: KANTOR KECAMATAN DI BANDUNG UTARA) Jimmy Gozaly; Yulianti Talar
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.339 KB) | DOI: 10.14710/jati.16.2.93-101

Abstract

Kecamatan merupakan satuan dinas pemerintah yang berada langsung di bawah kabupaten memiliki fungsi sebagai pelaksana program pembangunan dan melayani masyarakat dalam urusan administrasi dan kependudukan. Untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, kantor kecamatan perlu mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan yang telah dilakukan selama ini, sehingga dapat mengupayakan peningkatan yang sesuai dengan tuntutan dan penilaian masyarakat. Penelitian ini mencoba untuk mengukur pencapaian keprimaan layanan administrasi dan menetapkan prioritas perbaikan kinerja berdasarkan penilaian pengguna jasa layanan. Variabel penelitian disusun berdasarkan Lima Dimensi Kualitas Pelayanan (SERVQUAL), yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan diolah dengan menggunakan Regresi Linier Berganda, Importance Performance Analysis (IPA), dan Uji Hipotesis Rata-rata. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bahwa pencapaian keprimaan layanan administrasi pada saat ini telah baik namun dengan tingginya tuntutan pengguna jasa terhadap kualitas pelayanan, maka perbaikan kinerja secara keseluruhan tetap harus dilakukan, khususnya terhadap dimensi assurance yang mempengaruhi penilaian terhadap keprimaan layanan administrasi. Abstract[Public Administrative Services Quality Analysis (Case Study: District Office in Bandung Utara)] The district is a government service unit that is directly under the regency and has functions as implementing development programs and serving the public in administrative and population matters. To be able to provide the best public service, the district office needs to know the extent to which the quality of service has been carried out so far so that it can strive for improvements that appropriate to public demands and assessments. This study attempts to determine public evaluation of administrative services excellence and to set priorities for performance improvement based on service user ratings.  Research variables were compiled based on the Five Dimensions of Service Quality (SERVQUAL) ), namely tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Data collection is done through a questionnaire and processed using Multiple Linear Regression, Importance Performance Analysis (IPA), and Average Hypothesis Test. The results of the study indicate that the current achievement of administrative service excellence is good however, with the high demands of service users on service quality, overall performance improvement must still be made, particularly on the dimension of assurance that affects the assessment of the administrative service excellence.Keywords: Five Dimensions of Service Quality; Importance Performance Analysis; The Average Hypothesis Test, Multiple Linear Regression

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue