cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
ANALISIS KINERJA PROSES DAN IDENTIFIKASI CACAT DOMINAN PADA PEMBUATAN BAG DENGAN METODE STATISTICAL PROSES CONTROL (Studi Kasus : Pabrik Alat Kesehatan PT.XYZ, Serang, Banten) Gunawan, Clara Valentina; Tannady, Hendy
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 11, No. 1, Januari 2016
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.073 KB) | DOI: 10.12777/jati.11.1.9-14

Abstract

Persaingan dalam dunia bisnis saat ini semakin ketat.Persaingan bukan hanya mengenai seberapa tinggi produktivitas perusahaan dan seberapa rendahnya tingkat harga produk maupun jasa, melainkan lebih kepada kualitas produk atau jasa tersebut, kenyamanan, kemudahan, serta ketepatan dan kecepatan waktu dalam pencapaiannya sehingga menuntut tiap-tiap perusahaan untuk selalu meningkatkan kualitas proses dan produk sesuai dengan tuntutan konsumen. Oleh sebab itu perusahaan merasa perlu untuk mengukur kinerja prosesnya agar dapat mengetahui sudah sebaik apa proses yang dimiliki serta dapat mengetahui masalah-masalah apa saja yang harus ditangani terlebih dahulu. Secara keseluruhan proses yang ada, proses belum terkendali karena dari 40 data yang ada, 20 diantaranya berada diluar batas spesifikasi. Terdapat 3 CTQ yang menjadi prioritas dalam penyelesaian masalah yaitu robek (55.48%), dimensi (19.45%), dan kotoran latex (5.88%) dengan tingkat sigma yang dicapai untuk bag sebesar 4.207761s. Abstract Nowadays, competition in business world become tight. Competition isn’t just about how good the productivity or how low the price of product and service but it’s all about the quality of product and service, convenience, comfortable and punctuality of order therefore, it force every company to increase the quality of process and product according customer needs. So that, the company feels the need to measure the process performance so they can be able to know how capable their process and know what is the problem that should be solved first. Overall, the process is uncontrolled because from 40 data that exist, 20 are out of the control limit. There are 3 CTQ that become the priority to be solved, those are torn (55.48%), dimension (19.45%) and latex dirt (5.88%) with the sigma level of bag is 4.207761s.
PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN COMLABS INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (ITB) puspitasari, nia budi; rinawati, dyah ika
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 2, Mei 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.669 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.2.75-80

Abstract

p { margin-bottom: 0.08in; } Untuk memenangkan persaingan bisnis produsen harus memberikan kepuasan kepada pelanggannya. Untuk itu produsen perlu melakukan pengukuran tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk atau jasa. Comlabs ITB sebagai salah satu penyedia jasa internet di kampus ITB juga perlu melakukan pengukuran tingkat kepuasan pelanggan. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan mengukur gap antara harapan dan persepsi pelanggan serta melakukan plot pada diagram dua dimensi. Sehingga dari pendekatan ini dapat diketahui dimensi kualitas mana yang perlu diperbaiki untuk memberikan kepuasan pada pelanggan . Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada tiga dimensi kualitas yang perlu diperbaiki, yaitu better, reability dan security. Untuk melakukan perbaikan direkomendasikan 5 langkah perbaikan.  
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE PERFORMANCE PRISM (STUDI KASUS PADA PDAM TIRTA MOEDAL CABANG SEMARANG TENGAH) Puspitasari, Nia Budi; Prastawa, Heru; Diana, Aimathin
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 7, No.1, Januari 2012
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.911 KB) | DOI: 10.12777/jati.7.1.13-18

Abstract

Penelitian ini menguraikan hasil penelitian perancangan sistem pengukuran kinerja pada PDAM Tirta Moedal Semarang dengan model Performance Prism. Selama ini PDAM Tirta Moedal belum memiliki sistem pengukuran kinerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan perancangan sistem pengukuran kinerja. Dari kondisi PDAM Tirta Moedal Semarang, model yang tepat digunakan adalah model performance prism  dibanding model lain. Sistem pengukuran kinerja ini memiliki 44 KPI yang meliputi 12 KPI pelanggan, 9 KPI karyawan, 11 KPI pemilik modal, 6 KPI supplier, 6 KPI pemerintah dan masyarakat di sekitar lingkungan. Dari hasil implementasi sistem pengukuran kinerja dengan proses scoring system menggunakan metode OMAX menunjukkan nilai current performance indicator yang telah dicapai oleh PDAM Tirta Moedal Semarang adalah sebesar 75,1 %. Hasil pengukuran menjadi landasan pihak manajemen mengevaluasi dan menentukan rencana kerja perbaikan sehingga harapan dari semua stakeholder dapat terpenuhi Kata kunci : Pengukuran Kinerja, Performance Prism, PDAM Tirta Moedal Semarang  Abstract This study describes the results of research on the performance measurement system design PDAM Tirta Moedal Semarang with model Performance Prism. During this PDAM Tirta Moedal not have a performance measurement system. Therefore, it is necessary to design performance measurement systems. From the condition of PDAM Tirta Moedal Semarang, the exact model used is a prism model performance compared to other models. This performance measurement system has 44 KPIs which include 12 customer KPI, KPI 9 employees, 11 KPI owners of capital, supplier KPI 6, KPI 6 governments and communities around the neighborhood. From the results of performance measurement system implementation with the scoring system using the OMAX shows the current performance indicator has been achieved by PDAM Tirta Moedal Semarang amounted to 75.1%. The basis of measurement results to evaluate and determine the management improvement plan so that expectations of all stakeholders are met Keywords: Performance Measurement, Performance Prism, PDAM Tirta Moedal Semarang
PEMECAHAN MASALAH RUTE KENDARAAN DENGAN TRIP MAJEMUK, JENDELA WAKTU DAN PENGANTARAN-PENJEMPUTAN SIMULTAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Suprayogi, Suprayogi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 2, Mei 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.967 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.2.95-104

Abstract

Masalah rute kendaraan (MRK) merupakan salah satu masalah keputusan yang memegang peranan penting dalam kegiatan transportasi dan distribusi dalam manajemen logistik. MRK terkait dengan penentuan rute-rute kendaraan yang meminimumkan total jarak yang ditempuh dengan memperhatikan pembatas-pembatas berikut: (1) tiap rute berawal dan berakhir di depot, (2) tiap kendaraan hanya melayani satu rute, (3) tiap pelanggan dilayani oleh satu rute, (4) seluruh pelanggan harus dilayani, dan (5) total muatan untuk tiap rute tidak melebihi kapasitas kendaraan. Dalam literatur, definisi ini merupakan definisi untuk MRK dasar atau klasik. Makalah ini membahas perluasan dari MRK dasar yang mencakup karakteristik-karakteristik berikut: (1) trip majemuk (TM), (2) jendela waktu (JW) dan (3) pengantaran-penjemputan simultan (AJS). Metode pemecahan berbasis algoritma genetika (AG) diusulkan untuk memecahkan MRK yang dibahas dalam makalah ini. AG yang diusulkan diuji-coba dengan menggunakan beberapa contoh hipotetik.AbstractVehicle routing problem (VRP) is one of decision problems having an important role in transportation and distribution activity in the logistic management. The VRP deals with determining vehicle routes that minimizes total distance by satisfying the following constraints: (1) each route starts and ends at the depot, (2) each vehicle serves only one route, (3) each costumer is served by one route, (4) all customers must be served, and (5) total load for each route does not exceed the vehicle capacity. In literature, this definition is the definition for the basic or classical VRP. This paper discusses an extension of the basic VRP including the following characteristics: (1)multiple trips (MT), (2) time windows (TW), and (3) simultaneous pickup-delivery (SPD). A solution method based on genetic algorithm (GA) is proposed to solve the VRP discussed in this papaer. The proposed GA is examined using some hypothetical instances.
ANALISIS KARAKTERISTIK PRODUK DAN PENGARUH PENGETAHUAN SEBELUMNYA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PERANGKAT LUNAK PERKANTORAN Subagyo, Subagyo; Wijaya, Andi.R.; Susanto, Novie
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 1, Januari 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.539 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.1.35-42

Abstract

Teknologi komputer yang berkembang pesat saat ini merupakan satu produk yang wajib dikuasai dalam pekerjaan manusia. Aplikasi perangkat lunak perkantoran yang digunakan sehari-hari seperti mengetik, menghitung dan membuat materi presentasi yang merupakan jenis pekerjaan kognitif yang merupakan perangkat lunak dasar yang harus dikuasai oleh operator komputer. Berbagai studi yang berbeda memberikan hasil yang berbeda tentang pengaruh pengetahuan yang ada sebelumnya dalam proses pembelajaran produk baru sehingga diperlukan analisis karakteristik perangkat lunak aplikasi perkantoran terkait pengetahuan sebelumnya.  Analisis pengetahuan sebelumnya dilakukan melalui penilaian performansi (perhitungan waktu penyelesaian tugas) selama proses pembelajaran sehingga diketahui pengaruh pengetahuan sebelumnya dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan sebelumnya secara umum berpengaruh positif dalam proses pembelajaran perangkat lunak fungsi perkantoran. Perangkat lunak untuk pekerjaan perkantoran memiliki karakter yang berbeda dengan produk lain karena terpengaruh oleh pengetahuan sebelumnya dan lebih mudah dipelajari secara otodidak Kata Kunci: proses pembelajaran, perangkat lunak aplikasi perkantoran, pengetahuan sebelumnya, karakteristik produk.   Abstract   Computer techology which rapidly in this time represent one product which is obliged to be mastered in human being work. Office software application which use for typing, counting, and making presentation items representing elementary software which must be mastered by computer operator. Various different study give the different result about existing knowledge influence previously in course of new product study that needed by analysis of related office application software characteristic of previous knowledge. Previously knowledge analyse is done by passing assessment performance (time calculation of solving duty) during study process that known as the prevous knowledge influence in course of study. The result of research indicate that the previous knowledge in general has an effect on psitive in course of office function software study. Software for office work has the different character with the other caused by the affect of previous knowledge and learned easier with self educately.  Keyword : Computer techology, learning, product characteristic, software office, previous knowledge
PENGUKURAN BUDAYA K3 PADA TINGKAT NON MANAJERIAL DENGAN MENGGUNAKAN COOPER’S RECIPROCAL SAFETY CULTURE MODEL DI PT. X Kurniasih, Dewi; Rachmadita, Renanda Nia
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.2, Mei 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.365 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.2.83-88

Abstract

Keselamatan kerja (safety) merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan dalam menjamin kesejahteraan pekerja. Penyelenggaraan program safety dalam kegiatan operasional maupun manajerial di suatu perusahaan memberikan dampak positif karena mampu mempertahankan reputasi dan memberi keuntungan bagi perusahaan. Budaya keselamatan kerja (safety culture) merupakan perilaku, kepercayaan, persepsi dan nilai yang disepakati secara bersama yang berkenaan dengan Keselamatan Kerja. Dimana safety culture diterapkan  untuk mencapai derajat performansi K3 yang dipahami dan dijadikan prioritas utama dalam suatu organisasi. Permasalahan yang terjadi adalah sulitnya membangun safety culture di lingkungan kerja sebagai bentuk perilaku pencegahan kecelakaan ketika bekerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan safety culture pada level non manajerial di perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan bantuan kuesioner yang disebar ke tingkat non manajerial PT. X., dimana kuesioner yang disusun berdasarkan Cooper's Reciprocal Safety Culture Model yaitu budaya yang dilihat dari dimensi orang, organisasi dan faktor pekerjaan, tetapi pada penelitian ini yang menjadi telaah adalah dimensi orang yang jika dijabarkan lagi yaitu menjadi 10 sub dimensi. Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil pengukuran skor penilaian safety culture seluruh responden melebih skor 3 yang artinya budaya keselamatan yang ada di PT. X melebihi rata-rata. Dari hasil tersebut factor yang masih lemah , berada pada sub dimensi keyakinan tentang penyebab kecelakaan, pengaruh tekanan kerja dan efektifitas prosedur darurat, dengan skor < 4. Kata Kunci : budaya keselamatan kerja, cooper’s reciprocal safety culture model, keselamatan kerja, non manajerial   Abstract   Safety is one of the important factors to be considered by the company to ensure the welfare of workers. Implementation of safety programs within operational and managerial activities have a positive effect for the company because it is able to maintain its reputation and benefit for the company. Safety culture is the attitudes, beliefs, perceptions and values that employees share in relation to safety which is applied to achieve the degree of safety performance that is understood and used as a priority in organization. The problem is the difficulties of establishing safety culture in the workplace as a form of accident prevention behaviors during work. Therefore, this study aimed to determine the extent of the application of the safety culture at the non-managerial level in the company. This study was conducted with the help of questionnaires distributed to a non-managerial level PT. X, where questionnaires were developed based on Cooper's Reciprocal Safety Culture Model, which are 3 dimension, they are people dimension, organization and job factors. In this study, the focus is a people dimension and if we explain come to 10 sub dimension. The results from this study is the value of safety culture of all respondents is more than 3. This means that the safety culture in PT. X more than the average.  From these results, the sub dimensions of beliefs about the causes of the accident, the effect of work pressure and effectiveness of emergency procedures each has score less than 4. Thus, these sub dimensions are still weak. Keywords : cooper’s reciprocal safety culture model, non managerial, safety, safety culture
PEMILIHAN PEMASOK DAN PENENTUAN KUANTITAS PESAN PAKAN TERNAK MENGGUNAKAN MULTI OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING Ratnasari, Sintya; Diesya, Stephani; P., Yogie Budi; Yuniaristanto, Yuniaristanto; Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.488 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.3.163-168

Abstract

Artikel ini merupakan pengembangan dari artikel Musyafak, dkk (2012) yang membahas mengenai penilaian kinerja supplier pakan ternak menggunakan Analytic Network Process(ANP) dan Rating Scale (Studi kasus PT. DMC, Malang, Jawa Timur). PT. DMC merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang peternakan yang memerlukan pakan ternak dari pihak ketiga. Dalam artikelnya, Musyaffak, dkk sudah melakukan penilaian kinerja dari masing-masing pemasok tetapi belum menggunakan penilaian tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan jumlah pesanan pakan ternak yang optimal.  Saat ini terdapat tiga pemasok yang bekerja sama dengan perusahaan sehingga pemilihan pemasok merupakan hal yang penting bagi departemen pembelian. Enterprise Resource Planning(ERP) sistem dalam proses pemilihan pemasok dapat menghasilkan penyimpanan biaya dan waktu. Artikel ini bertujuan untuk penentuan pemasok dan jumlah pakan ternak yang harus dipesan pada setiap pemasok dengan menggunakan Multi Objective Linear Programming. Model tersebut dikembangkan berdasarkan tiga kunci utama ERP. Fungsi Tujuan dari model untuk meminimasi biaya, defect rate, delivery delay rate dan supplier rate. Model dipecahkan dengan bantuan Microsoft Excel Solver Software. Hasil menunjukan, pesanan untuk ketiga pemasok adalah 100, 100 dan 32 tons.
RANCANG BANGUN MODEL PENGUKURAN KINERJA PABRIK GULA Dewayana, Triwulandari S.; M., Syamsul; Sukardi, Sukardi; Raharja, Sapta
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12777/jati.5.3.167-174

Abstract

Penelitian yang berhubungan dengan upaya perbaikan kinerja pabrik gula (sebagai proses yang digunakan secara sistematis untuk memperbaiki kinerja secara berkesinambungan) belum pernah dilakukan. Terkait dengan pengukuran kinerja pabrik gula, pada penelitian terdahulu menunjukkan adanya keterbatasan karena hanya dilakukan dengan menggunakan range ukuran kinerja yang terbatas dan tidak memperhatikan keterkaitannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pengukuran kinerja pabrik gula (sebagai sub model dari model perbaikan kinerja)  yang digunakan untuk mengukur kinerja pabrik gula (skala kecil, menengah dan besar) dengan meningkatkan range ukuran kinerja (efisiensi dan produktivitas) dan memperhatikan keterkaitannya. Tahapan yang dilakukan  yaitu 1) identifikasi terhadap ukuran kinerja, 2) merancang proses pengukuran, dan 3) menentukan infrastruktur teknis. Terdapat 10 ukuran kinerja yang digunakan. Cara pengukurannya menggunakan pendekatan Fuzzy Expert System. Infrastruktur teknis yang digunakan yaitu MATLAB (versi 7.01).Verifikasi dan validasi  model dilakukan dengan uji coba model pada 11 pabrik gula menggunakan data kinerja tahun 2008. Hasil pengukuran kinerja menunjukkan bahwa 1) rerata kinerja strategis untuk skala pabrik menengah dan kecil adalah rendah sedangkan untuk skala besar adalah tinggi; 2) rerata kinerja operasional pada semua skala pabrik gula adalah rendah; 3) rerata kinerja taktis pada skala menengah dan kecil adalah sedang, dan untuk skala besar adalah tinggi. Kata kunci : Fuzzy Expert System, pabrik gula, pengukuran kinerja, ukuran kinerja      Research related to improvement of the performance of the sugar factory (as the process used systematically to improve performance on an ongoing basis) has not been done. Related to performance measurement of sugar mills, in previous studies showed limitations because it only be done using a limited range of performance measures and do not pay attention to their relation. This research aims to produce a sugar factory performance measurement model (as a sub model of performance improvement model) that is used to measure the performance of the sugar factory (small scale, medium and large) to increase the range of performance measures (efficiency and productivity) and pay attention to their relation. Steps being taken: 1) identification of performance measures, 2) designing the process of measurement, and 3) determine the technical infrastructure. There are 10 performance measures used. How measurement using Fuzzy Expert System approach. Technical infrastructure used in the MATLAB (version 7:01). Verification and validation of the model is done by testing the model in 11 sugar mills using performance data in 2008. Performance measurement results show that 1) the mean of strategic performance for medium-and small-scale plant is low while for a large scale is high, 2) average operational performance at all scales of sugar factories is low, 3) average tactical performance in medium and small scale are being , and for a large scale is high. Keywords: Fuzzy Expert System, sugar mills, performance measurement, performance measures 
ANALISA PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) TERHADAP ALLOWANCE PROSES KERJA PEMOTONGAN KAYU (STUDI KASUS : PT. PAL INDONESIA) Sugarda, Asri; Santiasih, Indri; Juniani, Anda Iviana
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.3, September 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.265 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.3.139-146

Abstract

Adanya peralatan kerja yang dapat menimbulkan potensi bahaya dan sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan pengendalian secara engineering control membuat para pekerja yang mengoperasikan peralatan kerja tersebut dituntut untuk melakukan pengendalian dengan memaksimalkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), seperti kondisi yang tejadi di PT. PAL Indonesia (PERSERO) tepatnya pada  Divisi Kapal Niaga terutama pada area Bengkel Kayu. Namun, seringkali penggunaan APD diabaikan oleh para pekerja. Hal ini dikarenakan ketidaknyamanan kesulitan bekerja yang dirasakan oleh para pekerja saat mengenakan APD. Hal inilah yang memicu untuk dilakukannya penelitian guna mengetahui Waktu Normal (WN) ,Waktu Standar (WS), Output Standart (OS) dan pengaruh penggunaan APD terhadap allowance dari pelaksanaan suatu proses kerja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode work sampling. Nilai allowance dari hasil pengamatan dengan metode work sampling diuji dengan menggunakan software Minitab dan one-way ANOVA. Hasil dari uji one-way ANOVA, didapatkan nilai P sebesar 0,001. Jika hipotesa a=0,05 maka nilai P lebih kecil dari nilai a, sehingga dapat diketahui bahwa penggunaan APD mempunyai pengaruh terhadap allowance. Kata kunci : alat pelindung diri (APD); allowance; work sampling; minitab; one-way ANOVA   Abstract The existence of work equipment which may pose a potential danger and is no longer possible to do the engineering controls to control the workers who operate the work equipment is required to exercise any control by maximizing the use of Personal Protective Equipment (PPE), such a condition occurs in the PT. PAL Indonesia (Persero) precisely at the Division of Commercial Ship Repair Wood especially in the area. However, the use of PPE is often overlooked by workers. This is due to the discomfort felt by working hard workers when wearing PPE. This is what triggers to do research to determine the Normal Time (WN), Standard Time (WS), Output Standard (OS) and the effect of the use of PPE against the allowance of the implementation of a work process. This research work carried out by using the method of sampling. Allowance value of observation work sampling method was tested using Minitab software and one-way ANOVA. The results of one-way ANOVA test, showed a P value of 0.001. If the hypothesis a = 0.05 then the P value is smaller than the value of a, so it can be seen that the use of PPE have an influence on allowance. Keywords: personal protective equipment; allowances; work sampling; minitab;one-way ANOVA
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PADA PEMBUATAN RODA CASTOR 5” MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN PENGENDALIAN PROSES STATISTIK (Studi Kasus Di Unit Komponen Plastik PT. Mega Andalan Kalasan) Handayani, Naniek Utami; Nugroho W.P., Susatyo; Wibowo, Haneka Ari
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 1, No.2, Mei 2006
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.163 KB) | DOI: 10.12777/jati.1.2.12-20

Abstract

PT. Mega Andalan Kalasan (MAK) merupakan industri manufaktur yang menghasilkan peralatan rumah sakit dari logam. Dalam penelitian ini, studi kasus dilakukan pada Unit Komponen Plastik yang salah satu hasil produknya adalah roda castor 5”. Keluhan yang sering terjadi adalah adanya kerusakan pada bagian roda, terutama bagian wheel out roda. Hal ini disebabkan adanya rongga udara antara komponen wheel out dengan wheel in yang dapat menyebabkan pecah/terpisahnya bagian wheel out dengan wheel in. Untuk mengetahui ada tidaknya rongga, cara yang dapat dilakukan selama ini adalah membelah roda sehingga dapat terlihat bagian dalamnya (uji merusak). Cara ini tentu saja sulit dan tidak ekonomis. Pihak perusahaan pun memutuskan untuk mengganti material yang selama ini digunakan (Haibam) dengan material lain (TPU) yang memiliki sifat bahan lebih baik. Hal ini mampu mengurangi keluhan yang terjadi akibat cacat yang terjadi ketika masih menggunakan material haibam. Akan tetapi, penggantian bahan tidak serta merta menyelesaikan permasalahan, hal ini dapat dilihat dengan muncunya permasalahan baru berkaitan dengan proses produksinya. Penelitian ini dilakukan untuk meminimalkan cacat yang terjadi pada proses pembuatan roda castor 5” dan difokuskan pada cacat wheel out Castor 5”. Hasil identifikasi terhadap bahan haibam dan TPU menunjukkan bahwa sink mark merupakan cacat dominan. Pengolahan data dengan menggunakan metode DPMO menghasilkan tingkat sigma yang berbeda. Dari kedua tingkat sigma yang dihasilkan tersebut terlihat bahwa Tingkat Sigma Haibam > TPU (3,0 Sigma > 2,8 Sigma). Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kemampuan proses ketika proses produksi castor diganti bahan bakunya dari Haibam menjadi TPU.Kata kunci : Wheel in, Wheel out, Haibam, TPU, DPMO, SPC, Ttngkat Sigma

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue