cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL DOSEN TEKNIK INDUSTRI UNDIP DENGAN METODE SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE (SWAT) Purwaningsih, Ratna; Sugiyanto, Arief
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 2, No.2, Mei 2007
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.379 KB) | DOI: 10.12777/jati.2.2.28-39

Abstract

Dosen memegang peranan yang penting untuk meningkatkan dan menjaga kualitas mahasiswa dan lulusan. Setelah dilakukan penelitian pendahuluan untuk menilai kinerja dosen di Program Studi Teknik Industri UNDIP, terlihat adanya mahasiswa yang kurang puas terhadap kinerja dosen Teknik Industri selama ini. Diduga masalah tersebut karena beban kerja dosen yang cukup berat, apalagi dilihat dari rasio jumlah mahasiswa dengan dosen tetap di Teknik Industri sebesar 25,29 : 1. Rasio ini lebih tinggi dari ukuran baku Tim DIKTI, yaitu 20 : 1  untuk kelompok IPA/rekayasa (SK 034/DIKTI/Kep/2002). Di luar perkuliahan, dosen juga mempunyai banyak kegiatan lain yang harus dilaksanakan, baik yang berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, maupun kegiatan penunjang lainnya. Melalui penelitian ini, penulis ingin mengetahui besar beban kerja mental dosen Teknik Industri dalam melaksanakan tugasnya dan mengidentifikasi faktor yang dominan membentuk beban kerja mental tersebut untuk kemudian memberikan usulan perbaikan sistem kerja. Subjek penelitian ini adalah 7 orang dosen dan menggunakan metode Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) yang dikembangkan oleh Garry B. Reid dan Thomas Eric Nygren. Metode ini menggunakan tiga deskriptor, yaitu dimensi beban waktu (time), beban usaha mental (effort) dan beban tekanan psikologis (stress) dan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pembuatan skala (scale development) dan tahap pemberian nilai terhadap pekerjaan (event scoring). Beban kerja mental terbesar yang dialami dosen Teknik Industri adalah pada saat melaksanakan kegiatan pengajaran dan beban ini masih termasuk kategori sedang. Sedangkan permasalahan yang muncul adalah dari tiap dimensi, yaitu rendahnya beban waktu dosen dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tingginya beban usaha mental pendidikan dan bimbingan serta cukup tingginya beban tekanan psikologis penelitian, sehingga usulan perbaikan sistem kerja yang dilakukan dikaitkan dengan permasalahan tersebut.
INTEGRASI METODE ANP DAN TOPSIS DALAM EVALUASI KINERJA SUPPLIER DAN PENENTUAN PRIORITAS SUPPLIER BAHAN BAKU UTAMA CETAK KORAN PADA PT MASSCOM GRAPHY SEMARANG Pujotomo, Darminto; Puspitasari, Nia Budi; Rizkiyani, Dwi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 11, No. 3, September 2016
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.436 KB) | DOI: 10.14710/jati.11.3.151-160

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan adalah keberadaan supplier yang berperan sebagai pemasok kebutuhan atau penyedia bahan baku. PT Masscom Graphy Semarang merupakan perusahaan percetakan yang telah menjalin kerjasama dengan beberapa supplier untuk menjamin kelangsungan produksinya. Oleh karena itu evaluasi kinerja supplier sangat penting dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan supplier yang handal dalam memasok bahan baku. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi kriteria evaluasi kinerja supplier dan penentuan prioritas supplier yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dan menentukan urutan prioritas supplier untuk bahan baku utama cetak koran. Terdapat 17 subkriteria yang digunakan dalam evaluasi kinerja supplier dan penentuan prioritas supplier. Metode Analytical Network Process (ANP) dapat dijadikan alternatif untuk suatu permasalahan yang memiliki banyak subkriteria yang saling berkaitan dalam pengambilan keputusan. Selanjutnya metode Technique For Orders Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan untuk perankingan supplier. Berdasarkan pembobotan subkriteria dengan menggunakan ANP, subkriteria yang paling besar pengaruhnya dalam evaluasi supplier adalah harga penawaran sebesar 0,17227. Selanjutnya, penentuan prioritas supplier dilakukan dengan menggunakan metode TOPSIS dan didapatkan urutan supplier untuk bahan baku kertas CD roll adalah supplier A, B, C, dan D, sedangkan untuk bahan baku tinta web adalah supplier L, N, O, dan M.   ABSTRACT One of the factors that influence the company performance is the presence of suppliers which supplies raw materials. PT Masscom Graphy Semarang is a printing company which has cooperated with several suppliers to ensure continuity of production. Therefore,  supplier performance evaluation conducted by the company is very important to obtain a reliable supplier in the supply of raw materials. The purpose of this research was to identify the supplier performance evaluation criteria and priorities of suppliers in accordance with the company's needs, and determined the priority order of the main raw material supplier for newspaper print. There was 17 sub-criteria used in evaluating the performance of suppliers and prioritization of suppliers. Analytical Network Process (ANP) can be used as an alternative to solve a problem that had many interrelated sub-criteria or influence in decision making. Furthermore, the method Technique For Orders Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) was used for ranking suppliers. Based on the weighted sub-criteria by using ANP, the most influence subcriteria in determining the priority of suppliers offering price of 0.17227. Furthermore, to the supplier prioritization was done by using the TOPSIS method and obtained the order suppliers for raw materials paper roll was a supplier A, B, C, and D, while the raw material for the ink web was a supplier of L, N, O and M.
KORELASI ANTARA POSISI ELEMEN-ELEMEN ORGANISASI DENGAN TERWUJUDNYA KARAKTER GOOD CORPORATE GOVERNANCE Susanty, Aries; Buchara Hidajat, Ubuh
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 3, No.2, Tahun 2008
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.339 KB) | DOI: 10.12777/jati.3.2.118-129

Abstract

Tatakelola perusahaan yang baik dan Model 7-S berhubungan erat dengan pendekatan proses internal. Pendekatan ini menekankan suatu fungsi internal yang selaras untuk mencapai target organisasi. Untuk mencapai target organisasi, tatakelola perusahaan yang baik dan Model 7-S merupakan pendekatan paralel, yang berhubungan satu sama lain. Hubungan antara tatakelola perusahaan dan Model 7-S dapat dijelaskan melalui Model Adaptasi Pascal. Dalam model ini, setiap elemen organisasi yaitu strategi, struktur, sistem, gaya, staf, nilai yang dibagi dan juga keahlian memiliki kontinum. Kontinum ini menyebabkan setiap elemen organisasi cenderung untuk muncul pada domain yang dapat diperkirakan, sesuai dengan kondisi yang dihadapi perusahaan. Berdasarkan inipula, kontinum juga memungkinkan untuk menempatkan setiap elemen organisasi dalam domain yang sesuai dengan karakter tatakelola perusahaan. Penelitian ini menggunakan 12 hipotesis untuk menguji hubungan antara strategi, struktur, sistem, gaya, staf, nilai yang dibagi dan keahlian dengan pencapaian karakter tatakelola perusahaan yang baik. Untuk menguji hipotesis, penelitian ini menggunakan 30 perusahaan BUMN dan Non-BUMN sebagai sampel. Hasilnya, uji empiris membuktikan bahwa BUMN dan non-BUMN memerlukan elemen  organisasi berikut untuk mewujudkan karakter tatakelola perusahaan yang baik: strategi yang direncanakan, struktur elit  (struktur pimpinan berdasarkan pada fungsi), sistem wajib (sistem yang sangat ketat dalam mengikuti tatanan dan prosedur formal yang ditetapkan), pernyataan misi yang berorientasi terhadap kinerja keuangan dan non-keuangan, iklim kerja yang etis, meta kompetensi, dan kemampuan pimpinan untuk bekerja sama. Khusus untuk kepemimpinan transformasional, posisi ini hanya dibutuhkan pada BUMN. Kata kunci - Skor Corporate Governance, Model 7-S           The good corporate governance and the 7-S Model relates to the  internal process approach.  This approach emphasized a smooth, well-oiled internal function to achieve organization’s target. To achieve organization’s target,  the good corporate governance and  the 7-S Model  are the parallel approach, which have relationship one to another. The  relationship between the good corporate governance and the 7-S Model can be explained through the Pascale’s Adaptation Model. In this model, every organization’s element which  is strategy, structure, system, style, staff, shared valued, and also skills have continuum. This continuum causes every organization’s element  tends to  arise  in predictable domain, match with condition faced by company. Pursuant to this matter,  it enables also to  place every certain  organizational element  in domain that is match with thegood corporate governance character.This research  use 12 hypothesis to test the relationship between strategy, structure, system, style, staff, shared value and skills with attainment of the good corporate governance character. To test that  hypothesis, this research uses 30 company as sample which consists of BUMNs and Non-BUMNs. The result of examination empirically can prove that BUMNs and non-BUMNs  needing the following  organizational position element to realize the good corporate governance character: the planned strategy,the elitist structure (structure of top leaders which is based on function), the mandatory system (the system that very tight in following formal order and procedure which specified),  statement of  mission which is oriented  towards the financial and non-financial performance, the ethical work climate,  the metacompetencies, and also the ability of top leaders to cooperate. Special for the transformasional leadership, this position only required at BUMNs. Keywords - Skor Corporate Governance,  Model 7-S
PENGARUH PENERAPAN PERIKLANAN DI INTERNET DAN PEMASARAN MELALUI E-MAIL PRODUK UMKM DI WILAYAH DEPOK Mujiyana Mujiyana; Lana Sularto; M. Abdul Mukhyi
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 7, No.3, September 2012
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.811 KB) | DOI: 10.12777/jati.7.3.161-168

Abstract

Dewasa ini peran internet bukan hanya sebagai sarana mencari informasi, tapi juga mempunyai potensi besar sebagai media pemasaran dan perdagangan, khususnya periklanan. Bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), media periklanan melalui internet di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal bahkan masih relatif kecil dan cenderung jauh dari sentuhan teknologi informasi yang mendukung kegiatan dan operasional perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif. Konsep model penelitian ini adalah menguji kebenaran daru suatu hipotesis. Dalam penelitian ini telah dilakukan tiga tahapan selama tiga tahun berturut-turut, tahun pertama menguji manfaat penggunaan internet untuk periklanan bagi UMKM, tahun kedua membangun dan  mengembangkan portal situs web untuk periklanan produk UMKM, dan tahun ketiga mengukur pengaruh periklanan melalui internet bagi UMKM. Hasil penetilian dan kajian ini adalah produk teknologi infomasi yang dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan usaha kecil, baik dari sisi kepentingan pelaku usaha maupun pihak terkait dalam pemberdayaan usaha kecil, dalam bentuk portal E-marketing yang dikelola oleh instansi pemerintah dan pihak asosiasi usaha kecil di wilayah kota Depok. Portal yang telah dibangun dapat diakses melalui http://www.gunadarma.ukmdepok.comKata kunci : periklanan, e-commerce dan e-marketing, pemasaran melalui e-mail Abstract Today the role of the Internet not only as a means of finding information, but it also has great potential as a medium of marketing and trade, particularly advertising. For micro small and medium enterprises (MSMEs), media advertising over the internet in Indonesia is not fully utilized even still relatively small and likely to be far from the touch of the information technology that supports the activities and operations of the company. The research method used is descriptive and verification. The concept model of this study was to test the truth of a hypothesis emergency. In this study has been carried out three stages for three consecutive years, the first year of testing the benefits of using the Internet for advertising for SMEs, in both build and develop a website portal for SME product advertising, and the third year to measure the effect of advertising through the Internet for MSMEs. The results of this study are penetilian and technology product information that can be utilized in small business management, both in the interests of businesses and other stakeholders in empowering small businesses, in the form of e-marketing portal managed by government agencies and the association of small business in the city area Depok. Portal has been built can be accessed via http://www.gunadarma.ukmdepok.comKeywords: advertising, e-commerce and e-marketing, marketing via e-mail
ANALISIS JENIS LAYANAN PENDIDIKAN DAN NON PENDIDIKAN YANG PENTING BAGI PENINGKATAN KEPUASAN MAHASISWA (STUDI KASUS: FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO) Susanty, Aries; Santoso, Haryo; Nursyachbani, Pramudiastuti
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 13, No. 1, Januari 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.937 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.1.7-16

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi item layanan pendidikan dan non pendidikan yang dianggap penting untuk peningkatan kepuasan mahasiswa Fakultas Teknik Univesitas Diponegoro (UNDIP). Kedua, penelitian ini bertujuan untuk menyusun sejumlah rekomendasi untuk perbaikan atas item layanan pendidikan  dan non pendidikan yang dianggap penting tersebut. Terdapat 7 dimensi dan 28 item layanan yang digunakan untuk mengindentifikasi jenis layanan pendidikan dan non Pendidikan yang diterima oleh mahasiswa Fakultas Teknik UNDIP. Penelitian ini menggunakan Metode Kano dan Taguchi untuk mengindentifikasi item layanan pendidikan dan non pendidikan yang dianggap paling penting. Dalam hal ini, Metode Kano digunakan untuk memilih sejumlah item layanan pendidikan dan non pendidikan yang termasuk dalam kelompok attractive dan one-dimentional. Adapun Metode Taguchi digunakan untuk dua hal, yang pertama yaitu memverifikasi hasil pengelompokan dari Metode Kano sehingga diperoleh hasil yang lebih optimal dan mengurutkan  prioritas perbaikan dari item-item layanan yang termasuk dalam kelompok  attractive dan one-dimentional. Data untuk penelitian ini diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh 120 responden untuk kuesioner Kano dan 60 responden untuk kuesioner Taguchi. Hasil pengolahan data dengan menggunakan Metode Kano menunjukkan bahwa terdapat 6 item layanan yang termasuk dalam kategori one-dimensional dan terdapat 2 item layanan .yang termasuk dalam kategori attractive. Selanjutnya, pengolahan data dengan menggunakan  Metode Taguchi diperoleh bahwa terdapat 2 item layanan yang perpindah dari one-dimensional ke attractive dan 1 item layanan yangberpindah dari attractive ke one-dimensional. AbstractAnalysis of the type of educational and non-educational services that are important for the enhancement of student satisfaction (case study Faculty of Engineering, Diponegoro University)] This research has two objective. First this study aims to identify the type of educational and non-educational services that are important for the satisfaction’s enhancement of the student of Faculty Engineering, Diponegoro University. Second, this study aims to formulate some recommendation for improving the type of educational and non-educational services that are important for the satisfaction’s enhancement of the student of Faculty Engineering. There are 7 dimensions and 28 indicators used to identify the type of educational and non-educational received by the student. This research uses the Kano and Taguchi method to identify the type of educational and non-educational services that are important for student. In this case, the Kano method is used to identify educational and non-educational services that are include attractive and one-dimensional categories. Whereas the Taguchi method is used to verify Kano’s categorize result for getting more optimal result than Kano method and to put priorities in the right order of those services that are include attractive and one-dimensional categories. Data for this research is got from questionnaires that were distributed to 120 respondents for Kano method and 60 respondents for Taguchi method. Kano method’s result showed that there are 6 type of services that are include in one-dimensional category and 2 type of services that are include in attractive category.  However, based on validation result that is using Taguchi method showed that there are 5 type of services that are include in one-dimensional category and 3 type of services that are include in attractive category.Keywords: Educational and Non-educational Services; Satisfaction’s Enhancement of Student; Faculty of Engineering Diponegoro Univesity; Kano Method; Taguchi Method.
METODE VISUAL INTERPRETATIF TERHADAP TAMPILAN VISUAL IKLAN MEDIA CETAK SEBAGAI ALTERNATIF ANALISIS DARI METODE EYE TRACKING Karnita, Rosa; Meiralarasari, Della
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8288.661 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.1.33-40

Abstract

Desain komunikasi Visual memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk perilakumasyarakat, terutama melalui iklan. Hal ini telah terbukti melalui metode-metode analisis pada iklanmedia cetak, terutama untuk mengetahui efektif tidaknya ikan tersebut. Metode analisis iklan diantaranyaadalah: metode visual interpretatif yang mencakup bidang kajian Semiotika, Hermeneutika dan TeoriAnalisis Tingkatan Makna yang bersifat kualitatif, dan metode eye tracking yang bersifat kuantitatif.Tujuan membandingkan kedua metode tersebut bukan untuk mencari metode yang lebih baik atau tidak,namun untuk lebih memberikan alternatif lain karena metode eye tracking masih belum banyakdigunakan di Indonesia, sementara metode kualitatif yang sudah ada sejak lama pun belum banyakdipahami oleh khalayak luas, sehingga perlunya penelitian ini diajukan untuk memberikan panduananalisis iklan dan memahami cara berkomunikasi dari pengiklan dengan khalayak sasarannya agar terjalinkesamaan persepsi. Penelitian ini pun mengambil studi kasus iklan-iklan toko buku pada media cetak dariluar negeri yang dinilai telah sangat bagus cara berkomunikasinya dibandingkan dengan iklan-iklanmedia cetak rancangan lokal yang pada umumnya masih bersifat hard sell dan memiliki ide yang paritas(seragam) sehingga muatan kreativitasnya lemah.Kata kunci : iklan, komunikasi visual, eye tracking analysis, visual interpretatif. Visual Communication Design has a very crucial role in constructing human (consumer’s)behavior, particularly through advertisements. This role was confirmed with analysis methods in printadvertisements, mainly essential to identify the effectiveness of the advertisements. Advertisementsanalysis method may possibly be the visual interpretative methods which comprises Semiotics,Hermeneutics, the Meaning Analysis Theories, all results in qualitative research, and Eye Trackingmethod which provide quantitative and measurable results.The purpose in comparing both analysismethod is not to resolve which method is better than the other, but as an alternative to reason, seeing aseye tracking analysis technology is unfamiliar in Indonesia. The qualitative method which supposed to bemore common is not yet understandable, so this research is essential as a guidance for advertisinganalysis and to understand the communication process between advertiser and the target audience inorder to accomplish the same perception.This research is based on samples from print advertisements ofbookstores from other countries, which we consider as an example of an appropriate method ofcommuniacation, an opposite of hard-seling advertisements which was not as much of creative.Keywords : advertisements/advertising, visual communication, eye tracking analysis, visualinterpretative.
PEMBAHASAN MENGENAI EFEK URBAN HEAT ISLAND DAN SOLUSI ALTERNATIF BAGI KOTA JAKARTA Limas, Andrew V; Perdana, Adrians; W, Nandhika; Tannady, Hendy
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.1, Januari 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.05 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.1.29-34

Abstract

Hadirnya Jakarta sebagai salah satu kota metropolitan yang berkembang di dunia, menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota yang harus diperhitungkan konsistensinya. Letaknya yang berada di daerah tropis serta memiliki angka kepadatan penduduk yang tinggi menciptakan sebuah masalah serius bagi bangunan perkantoran dan perumahan di dalamnya, polemik yang dimaksud adalah adanya “efek pemanasan di daerah perkotaan”. Artikel ini akan membahas definisi dan aplikasi dari sistem “atap hijau” bersamaan dengan keuntungan dan keunikannya dalam menjawab kebutuhan dalam mengurangi tingginya temperatur pada pusat perkantoran dan daerah perumahan di kota Jakarta. Kata Kunci : efek pemanasan daerah perkotaan, kepadatan penduduk, sistem atap hijau Abstract Considering Jakarta as one of the developing metropolitan cities in the world creates, the need to reckon it’s consistency has emerged. Located in a tropical area with  high population density creates a serious problem to its city planning, in other words an urban heat island effect. This paper will discuss the definition and application of a green roof system along with its advantages or uniqueness to answer the need to reduce high temperature in central business district and residental areas for city of Jakarta in particular. Keywords : urban heat island effect, population density, green roof system
MODEL OPTIMASI AGRO ECO-INDUSTRIAL PARK BERBASIS INDUSTRI TAHU DENGAN PENDEKATAN GOAL PROGRAMMING Setiawan, Timotius; Suryadi, Edy; Prawiranegara, Boy Macklin Pereira
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.771 KB) | DOI: 10.14710/jati.14.3.129-138

Abstract

Industri tahu di Kabupaten Sumedang menghadapi beberapa permasalahan terkait limbah, inefisiensi penggunaan air, dan ketergantungan terhadap bahan baku (kedelai) impor. Konsep Agro Eco-industrial Park (AEIP) berbasis industri tahu dapat menjadi alternatif solusi untuk memperbaiki kinerja industri tahu dan agroindustri terkait lainnya. Pengembangan AEIP perlu mempertimbangkan keseimbangan kapasitas untuk mengoptimalkan kinerja sistem. Penelitian ini bertujuan membangun suatu model optimasi AEIP berbasis industri tahu yang didukung agribisnis ternak sapi, usaha tani kedelai, produksi pupuk organik, dan unit biodigester. Penelitian dilakukan di sentra industri tahu Giriharja, Kabupaten Sumedang dengan menggunakan metode Goal Programming untuk memodelkan pertukaran material antar agroindustri. Model memasukkan lima variabel keputusan yaitu jumlah produksi tahu, jumlah produksi ternak sapi, jumlah produksi kedelai, jumlah produksi pupuk organik, dan jumlah produksi biogas. Kinerja model diukur dari sisa pertukaran material dan derajat daur ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dibangun mampu memberikan solusi optimal berupa jumlah produksi untuk masing-masing agroindustri. Model juga menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding sistem yang sedang berjalan yang diindikasikan dengan penurunan sisa limbah dan peningkatan Recycle Rate.
PENERAPAN ENGINEERING CONTROL DAN ADMINISTRATIVE CONTROL SEBAGAI BENTUK INTERVENSI ERGONOMI DI PT GANDING TOOLSINDO Rizani, Nataya Charoonsri; Bramandita, Rico; Septiani, Winnie
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.2, Mei 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.461 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.2.105-110

Abstract

PT. Ganding Toolsindo,sebuah perusahaan  manufaktur yang bergerak di bidang industri otomotif, mengalami permasalahan ergonomi berdasarkan tanda-tanda umum terjadinya permasalahan ergonomi yaitu apparent trend in accidents and injuries, incidence of CTD (cumulative trauma disorder), absenteeism & high turnover rates, employee complaints, poor quality,dan  manual material handling. Permasalahan  yang menjadi focus untuk diselesaikan oleh perusahaan adalah CTD. Penelitian  pada dua stasiun kerja utama  yang bermasalah  yaitu mesin chinfong dan ada yang menggunakan tiga tools yaitu Rapid Upper Limb Assessment (RULA), Nordic Body Map dan pengukuran momen tubuh dengan software Mannequin Pro 7. Hasil dari ketiga tools ini menunjukkan perlu dilakukan intervensi ergonomi dengan pendekatan engineering control maupun administrative control. Intervensi dengan pendekatan engineering control dilakukan dengan meninggikan area kerja dan modifikasi bangku kerja, sedangkan pendekatan administrative control dilakukan dengan menerapkan rotasi kerja dan pemanasan tubuh sebelum bekerja. Hasil implementasi intervensi ergonomic menunjukkan adalanya penurunan pada skor RULA, persentasi keluhan tubuh dan penggunaan momen tubuh. Kata Kunci: CTD, intervensi ergonomi, engineering control, administrative control     PT. Ganding Toolsindo, a manufacturing company engaged in the automotive industry, ergonomics problems experienced by general signs of ergonomics problems are apparent trend in accidents and injuries, incidence of CTD (cumulative trauma disorder), high absenteeism & turnover rates, employee complaints, poor quality, and manual material handling. The problems to be resolved by the company's focus for the CTD. Research on the two main work stations that are problematic and aida chinfong machine uses three tools namely Rapid Upper Limb Assessment (Rula), Nordic Body Map and measurement of body moments with Mannequin Pro 7 software. The results of all three tools show ergonomics intervention needs to be done with engineering controls and administrative approach control. Intervention by engineering control approach conducted by elevating the work area and modification work benches, while the administrative approach to control is done by implementing job rotation and heating of the body before work. The results of the implementation of ergonomic interventions showed a decrease in scores adalanya Rula, percentage of body complaints and use of body moments. Keyword: CTD, ergonomic intervention, engineering controls, administrative controls
PENENTUAN FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM FAULTY BEHAVIOR RISK MELALUI PENDEKATAN METODE FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS Fuadi, Rizal Irfan; Juniani, Anda Iviana; Wiediartini, Wiediartini
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 2, Mei 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.714 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.2.85-96

Abstract

Manajemen keselamatan merupakan pengorganisasian, sumber daya manusia, kebijakan dan prosedur interaktif yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan kerusakan dan kerugian di tempat kerja. Salah satu cara untuk memperbaiki manajemen keselamatan di perusahaan adalah dengan melakukan penelitian mengenai faktor yang berpengaruh dalam risiko kesalahan perilaku. Secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi keselamatan kerja tidak memiliki struktur fisik. Untuk itu, maka masalah pada kondisi nyata dapat direpresentasikan dengan cara yang lebih baik menggunakan angka fuzzy untuk mengevaluasi faktor-faktor ini. Pada penelitian ini, pendekatan Fuzzy AHP bertujuan untuk menentukan tingkat Faulty Behavior Risk (FBR) pada sistem kerja.Penentuan faktor yang berpengaruh dalam Faulty Behavior Risk (FBR)/risiko dari perilaku yang salah dimulai dengan menentukan responden, penyusunan kuesioner, uji validitas dan reliabilitas, hasil dari kuesioner dijadikan inputan dalam pengolahan data dengan metode FuzzyAnalytic Hierachy Process (FAHP). Kuesioner ini dibuat berdasarkan konsep safety management yang terdiri dari 4 faktor, yaitu faktor organisasi, faktor pribadi, faktor pekerjaan dan faktor lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada Bay 2.1 yang memproduksi panel dan bay 7.1 yang memproduksi finning. Berdasarkan perhitungan FBR pada bay 2.1 menunjukkan nilai 0,4793 yang berarti risiko kesalahan perilaku di antara batas bawah (0,25) dan batas atas (0,50). Sedangkan pada bay 7.1 sebesar 0,5317 yang berarti risiko kesalahan perilaku memiliki potensi tinggi karena berada di atas batas atas. Dari hasil penentuan FBR didapatkan nilai  pada bay 2.1 yang memiliki risiko penyebab tertinggi terdapat pada sub faktor kurang persiapan (0,0788) sedangkan pada bay 7.1 dengan nilai FBR sebesar 0,5317 yang memiliki risiko tertinggi terdapat pada sub faktor kelelahan kerja (0,0970). Melalui penelitian ini, faktor penyebab kesalahan perilaku kerja dapat diketahui dan diberikan rekomendasi untuk mengurangi risiko kesalahan perilaku kerja dengan meningkatkan perhatian terhadap kedua sub faktor tersebut. Untuk mengurangi risiko kesalahan perilaku dapat dilakukan dengan penelitian lebih lanjut mengenai sub faktor yang memiliki risiko tinggi sebagai penyebab kecelakaan.   Abstracts Safety management is defined as organization, human resources, policies and interactive procedure aims to reduce the possibility of damage and loss in the workplace. Therefore, one of way to improve safety management in company’s workshop is by doing research to determine factors affecting the faulty behavior risk. Generally, the factors affecting work system safety have non-physical structures. Therefore, the real problem can be represented in a better way by using fuzzy numbers instead of numbers to evaluate these factors. In this study, a fuzzy AHP approach is proposed to determine the level of faulty behavior risk in work systems. The process of determining factors which affect Faulty Behavior Risk (FBR) starts on decision of respondent, creation of questionnaire, test on validation and realibility. The result concluded from questionnaire is used as input to process the data using Fuzzy Analytic Hierarchy Method (FAHP). The questionnaire is created based on the concept of safety management system, consists of 4 factors: organizational factor, personal factor, work factor, and environmental factor. This  research  conducted at Bay 2.1 that produces  panel and Bay 7.1 that  produces  finning. The calculation of FBR on bay 2.1 shows that the result (0.4972) is lies on range of lower bound 0.25 and upper bound 0.50. Meanwhile, the calculation of FBR on bay 7.1 shows that the result (0.5317) is outside of upper bound, which means the risk of FBR is high. From the calculation result of FBR on bay 2.1, the highest sub-factor which contribute on FBR is insufficent preparation. Meanwhile, from the calculation of FBR on bay 7.1, the highest sub-factor which contribute on FBR is work fatigue (0,0970). This research shows that the factors which contribute on work faulty can be decided. Furthermore,a recommendation can be given in order to reduce the work faulty giving more attention to those 2 factors.

Page 11 of 46 | Total Record : 456


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue