cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
USULAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN KELAPA Studi kasus: PT. Setia Tri Jujur Bersama Manado Samadhi, T.M.A. Ari; Watuna, Noldi; Opit, Prudensy F.; Mamuaja, Novana
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 2, No.1, Januari 2007
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.713 KB) | DOI: 10.12777/jati.2.1.11-22

Abstract

Pengendalian persediaan adalah aktivitas dan teknik pengendalian persediaan barang baik bahan baku, barang setengah jadi ataupun barang jadi. Untuk membuat suatu sistem pengendalian persediaan pertama-tama penulis melakukan evaluasi persediaan kelapa tahun 2005 dengan melakukan penyesuaian kebutuhan kelapa sesuai dengan permintaan tepung kelapa. Kemudian penulis melakukan perhitungan persediaan dengan menggunakan model pemeriksaan kontinu (continuous review) dan pemeriksaan periodic (periodic review). Setelah itu dilakukan peramalan kebutuhan kelapa untuk tahun 2006. Setelah didapatkan jumlah kebutuhan kelapa tahun 2006, maka penulis melakukan perhitungan dengan model pemeriksaan kontinu dan pemeriksaan periodik kembali. Dalam perhitungan ini, seluruh biaya-biaya persediaan diasumsikan mengalami kenaikan sebesar inflasi yaitu 7.33%. Pada tahapan ini akan didapatkan model pengendalian persediaan yang tepat diterapkan di perusahaan berdasarkan kategori biaya.   Kata kunci: Pengendalian persediaan, model pemeriksaan kontinu (continuous review), model pemeriksaan periodik (periodic review), peramalan, total biaya persediaan, SOP.     Absract   Inventory controls are the activities and techniques of maintaining the stock of items at desire level, whether they are raw materials, work in process orfinished products. To make an inventory control system, firstly the writer evaluated thecoconut inventory in 2005 by doing some adjustment based on the desiccated coconut demand. Then the writer counted the inventory by using continues review and periodic review models. After that the demand of coconut on 2006 is forecasted. After the writer got the demand quantity of coconut on 2006, the writer recounted the inventory by using continuous review and periodic review models. In this calculation, the inventory costs are assumed to increase 7,33% (inflation rate in 2006). In this step, we will get the optimal inventory control model that suitable to be implemented in the company.  Keywords: Inventory control, continuous review model, Periodic review model,forecasting, inventory costs, Standard Operating Procedures.
PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI WASTE DI INDUSTRI SKALA UKM Pujotomo, Darminto; Armanda, Raditya
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.3, September 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.866 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.3.137-146

Abstract

Lean Manufacturing merupakan konsep manufaktur untuk menghasilkan produk yang efisien dengan mengurangi biaya produksi melalui efisiensi. Dalam konsep Lean, dikenal 7 macam pemborosan yang meliputi produksi berlebih, transportasi material yang berlebihan, menunggu, proses yang tidak perlu, persediaan, pergerakan dan cacat produk. Penelitian ini menggunakan value stream mapping dalam mengidentifikasi pemborosan dan menelusuri potensi terjadinya pemborosan. Potensi pemborosan yang terjadi akan direduksi dengan menggunakan instrumen yang sesuai berdasarkan indikator terpilih. Penelitian diharapkan dapat menghasilkan proses produksi yang lebih efisiensi sehingga mampu mereduksi biaya produksi. Pada akhirnya akan menghasilkan profit yang lebih besar. Kata kunci : lean manufacturing, value stream mapping, waste  Lean Manufacturing is a manufacturing concepts to produce products that are efficient by reducing production costs through efficiencies. In the Lean concept, known seven kinds of waste, including overproduction, excessive material transportation, waiting, unnecessary processes, inventory, motion and product defects. This study uses value stream mapping to identify waste and exploring the potential for waste. Potential waste that occurs will be reduced by using appropriate instruments based on selected indicators. The study is expected to produce a more efficient production processes so as to reduce production costs.Will ultimately result in greater profits. Keywords: lean manufacturing, value stream mapping, waste 
IDENTIFIKASI KEPENTINGAN RELATIF KONSUMEN TERHADAP ROBOT REHABILITASI PASIEN PASCA STROKE DENGAN MENGGUNAKAN CONJOINT ANALYSIS Hasan Mastrisiswadi; Herianto Herianto
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.459 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.35-42

Abstract

Robot rehabilitasi pasien pasca stroke saat ini telah dikembangkan oleh negara-negara maju di dunia, tidak terkecuali Indonesia meskipun sebagai negara berkembang. Salah satu pengembang robot rehabilitasi pasien pasca stroke itu berada di Universitas Gadjah Mada yang telah melakukan penelitian beberapa tahun ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepentingan relatif konsumen terhadap robot rehabilitasi pasien pasca stroke untuk kemudian digunakan sebagai bahan masukan dalam pengembangan robot selanjutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Conjoint Analysis. Metode ini memiliki keunggulan dalam menganalisis trade off antar atribut. Dari hasil pengolahan Conjoint Analysis dengan bantuan program SPSS, dapat diketahui bahwa kebutuhan konsumen paling tinggi terhadap robot rehabilitasi pasien stroke adalah  dapat dipasangkan ke tangan pasien dengan mudah, baru setelah itu kemampuannya untuk dipakai di kedua tangan (kanan dan kiri) dan material yang digunakan dalam pembuatan robot haruslah aman bagi pasien.AbstractPost-stroke rehabilitation robot has been developed in the world, including Indonesia as a developing country. One of this robot developers is Universitas Gadjah Mada who has conducted research for post stroke rehabilitation robot in recent years. This study aims to identify the consumer’s relative importance of the  post-stroke rehabilitation robot that can be used for the next robot development. The method used in this study is Conjoint Analysis. This method has the advantage in analyzing trade-offs between attributes. From this research, we have known that the highest rank of the robot consumer needs are: can be attached to the patient's hand with ease, the ability to be used in both hands (right and left) and the movement of the robot which can be varied according to the needs of the patient.
PERANCANGAN FASILITAS KERJA YANG ERGONOMIS STASIUN PERAKITAN DI PT X UNTUK MENGURANGI RISIKO WORK-RELATED MUSCULOSKELETAL DISORDERS Safitri, Dian Mardi; Rizani, Nataya Charoonsri; Alexander, Fransiskus
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 3, No.3, September 2008
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.464 KB) | DOI: 10.12777/jati.3.3.184-190

Abstract

Penelitian pendahuluan untuk mengidentifikasi risiko ergonomi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa operator perakitan daun sirip diffuser di PT X menghadapi risiko ketidaknyamanan dan cedera pada tubuh bagian pinggang, bahu kiri dan pegelangan tangan kiri. Intervensi ergonomi dilakukan dengan memperbaiki metode kerja dan perancangan meja perakitan yang ergonomis. Dalam perancangan fasilitas kerja, Fuzzy AHP digunakan untuk memilih konsep terbaik dari rancangan meja perakitan. Hasil perhitungan dengan Fuzzy AHP didapatkan bahwa konsep 11 memiliki bobot terbesar (44.5%). Maka, konsep 11 akan dijadikan dasar untuk merancang meja perakitan. Konsep 11 memiliki spesifikasi : rangka terbuat dari alumunium, alas permukaan terbuat dari kayu, fixture terbuat dari alumunium, pijakan kaki terbuat dari kayu dan posisi peralatan terletak di posisi atas. Usulan perbaikan ini kemudian diimplementasikan pada stasiun perakitan daun sirip. Hasil dari implementasi dan evaluasi dengan skor REBA menunjukkan penurunan tingkat risiko menjadi  2 (Low). Selain itu keluhan pekerja terhadap tubuh bagian pinggang, bahu kiri dan pegelangan tangan kiri dapat tereliminasi dan terjadi penurunan presentase keluhan. Perbaikan metode kerja menghasilkan keseimbangan aktivitas tangan kiri dan tangan kanan dan penurunan waktu siklus setiap unitnya.  Kata Kunci : Fasilitas kerja, REBA, Intervensi ergonomi   Preliminary reaserch to identify ergonomic risk that have been done show that the leaves fin diffuser operator assembly in PT X facing risk injury on the body belt, left shoulder, and left wrist. Ergonomic Interventions undertaken to improve the working methode and design of the ergonomic table assembly. In the design of working facilities, fuzzy AHP is used to select the best concept of the draft table assembly. Result of calculations with fuzzy AHP was found that the oncept of 11 have the largest weight (44.5%). Then, the concept of 11 will be the basis for designing a table assembly. The concept of 11 has a specification: frames made of aluminum, the surface layer made of wood , fixture made of aluminum, stirrup made of wood and the position of the equipment located in the top position. Proposed improvement are then implemented on the leave fin assembly station. Results from the implementation and evaluation with REBA score Indicates a decrease in risk level become 2(low). Addition, complaints of workers against the body length, left shoulder, and left wrist can be eliminated and decreasing percentage of complaints. Improvement methods offer the best balance of activity of the left hand and right hand and a decrease in cycle time per unit.Keywords :work  facility, REBA, Ergonomic Intervension
KAJIAN MANUAL MATERIAL HANDLING TERHADAP KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA TEKSTIL Santiasih, Indri
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.1, Januari 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.116 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.1.21-26

Abstract

Kegiatan packing di departemen Pemintalan ditangani secara manual seperti weighing, mengatur kotak tempat yang tinggi sampai 2,5 m pada pallete tersebut. Jika mengangkat dan memindahkan kotak dilakukan oleh salah cara, bisa menyebabkan kecelakaan dan pekerjaan terkait penyakit (nyeri punggung bawah). Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara kasus nyeri pinggang dan RWL-LI, dan variabel lainnya (umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, tingkat pendidikan, dan masa kerja) untuk kasus nyeri punggung bawah. Nyeri pinggang Pekerja diidentifikasi oleh peta tubuh Nordic dan kuesioner. lifting index dihitung oleh RWL-LI. Regresi logistik dengan Minitab 14.0 Program diterapkan baik dalam hubungan antara kasus nyeri pinggang dan RWL-LI atau hubungan antara kasus nyeri pinggang dan variabel lainnya ((umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, dan tingkat pendidikan). Hasil penelitian menunjukkan Ghit = 3,610 or p value = 0,04, maka diartikan bahwa lifting index (RWL-LI) secara signifikan berpengaruh terhadap kasus-kasus nyeri punggung bawah. Sementara itu variabel lain secara signifikan dipengaruhi adalah usia (Ghit = 6,637 or p value = 0,01), kebiasaan merokok (Ghit = 5,730 or p value = 0,017), tingkat pendidikan (Ghit = 6,295 or p value = 0,012). Jenis kelamin tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kasus-kasus nyeri punggung bawah. Kata kunci: RWL-LI, nyeri punggung bawah, manual material handling Abstract Packing activities in Spinning department were handled by manual such as weighing, arranging boxes elevated place to 2,5 m on the pallete. If lifting and moving boxes  were done by incorrectly ways, could caused accident and work related deseases (low back pain). Therefore the purposes of this research to analyze the relationship between low back pain cases and RWL-LI, and other variable (age, sex, smoking habits, education level, and work duration) to low back pain cases. Worker’s low  back pain was identified by Nordic body map and questioner. Lifting index was counted by RWL-LI. The logistic regression with Minitab 14.0 program applied either in the relationship between low back pain cases and RWL-LI or the relationship between low back pain cases and other variable ((age, sex, smoking habits, and education level). The result showed Ghit = 3,610 or p value = 0,04, it meaned that lifting index (RWL-LI) was significantly influenced to low back pain cases. Meanwhile the other variables were significantly influenced were age (Ghit = 6,637 or p value = 0,01), smoking habits (Ghit = 5,730 or p value = 0,017), education level (Ghit = 6,295 or p value = 0,012). Sex was’t significantly influenced to low back pain cases. Key words: RWL-LI, low back pain, manual material handling
PENILAIAN KUALITAS APLIKASI HALAL MUI DENGAN WEBQUAL 4.0 DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN Giyanti, Ida; Suparti, Erni
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 13, No. 2, Mei 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.361 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.2.91-98

Abstract

AbstrakAplikasi Halal MUI adalah aplikasi berbasis Android yang diluncurkan oleh MUI untuk membantu konsumen mengecek status kehalalan produk melalui smartphone. Penelitian ini bertujuan mengukur kualitas aplikasi Halal MUI berdasarkan persepsi pengguna dan melihat pengaruh kualitas tersebut terhadap niat pengguna untuk menggunakan aplikasi Halal MUI. Pengukuran kualitas aplikasi Halal MUI dilakukan dengan menggunakan tiga variabel dalam Webqual 4.0. Uji hubungan antara variabel kualitas terhadap keputusan penggunaan dilakukan dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kualitas adalah 3,08 dari skala 4,00 yang berarti bahwa aplikasi Halal MUI dinilai berkualitas baik oleh pengguna. Hasil uji keterandalan model dengan uji F menunjukkan bahwa model regresi linier yang diestimasi layak digunakan untuk menjelaskan pengaruh kualitas aplikasi smartphone terhadap keputusan penggunaan. Hasil uji t pada ketiga variabel kualitas menunjukkan bahwa ketiga variabel Webqual 4.0 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat pengguna untuk menggunakan aplikasi Halal MUI di kemudian hari. Variabel usability, information quality, dan service interaction mampu menjelaskan niat penggunaan aplikasi Halal MUI sebesar 43,7%. AbstractHalal MUI app is an Android-based application launched by Indonesian Ulemas Council (MUI) in order to help moslem customers to validate products’ status through a smartphone. This research aims to evaluate the quality of Halal MUI application based on users’ perception and then analyze the effect of these qualities to the intent to reuse the Halal MUI app. Quality of Halal MUI app is measured using three variables in Webqual 4.0. Multiple regression analysis is then employed to analyze the relationship between quality variables and users’ intention to reuse the application. Result of quality measurement showed that the quality average score is 3,08 of 4,00 scale. It means that the quality of Halal MUI app is rated good by the users. Based on the F-test, it can be concluded that multiple regression model developed in this research is statistically significant and feasible to be used to explain the effects of smartphone application quality on users’ desicion to reuse the application. Based on the t-test for all three quality variables, it can be summarized that all variables in Webqual 4.0 have a strong influence on users’ intention to reuse the Halal MUI app in the future. Three variables of Webqual 4.0, namely usability, information quality, and service interaction, are able to explain 43,7% of overall users’ intention to reuse Halal MUI app.Keywords: Smartphone application; Halal MUI; Website quality; Multiple regression; Webqual 4.0
ANALISIS KETIGGIAN MEJA KERJA YANG IDEAL TERHADAP POSTUR PEKERJA DIVISI CUTTING INDUSTRI GARMEN DENGAN POSTURE EVALUATION (PEI) PADA VIRTUAL ENVIROMENT Nurtjahyo, Boy; Muslim, Erlinda; Hidayatno, Akhmad; Yogamaya, Nandyka; Zulkarnain, Zulkarnain
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.2, Mei 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.393 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.2.97-104

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk mengimplementasikan suatu metodologi untuk mempelajari, dalam lingkungan virtual, aspek ergonomi dari suatu tempat kerja di industri garmen. Variabel tempat kerja yang diteliti dalam penelitian ini adalah ketinggian meja kerja. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konfigurasi ketinggian meja yang ideal bagi pekerja divisi cutting industri garmen. Tool yang digunakan dalam menyelesaikan skripsi ini adalah Posture Evaluation Index yang mengintegrasikan skor Low Back Analysis (LBA), Ovako Working Posture (OWAS), dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Penentuan konfigurasi yang ideal dilakukan dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan dan posisi kerja ketika melakukan pekerjaan tersebut, apakah dalam posisi duduk atau berdiri. Analisis dilakukan dengan menggunakan model manusia digital yang disediakan software Jack pada virtual environment. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi dalam merancang tempat kerja yang lebih baik secara ergonomis. Kata kunci : Ergonomi, Virtual Environment, Divisi Cutting  Industri Garmen, Posture Evaluation Index   Abstract   The research deals with the implementation of a methodology in order to study, in a virtual environment, the ergonomics of a work cell in garment industry. The work cell’s variable studied in this research is table height. The goal of this research is to determine an ideal table height for the workers of cutting division in garment industry. The tool to conduct this research is called Posture Evaluation Index (PEI) which integrates the score of Low Back Analysis (LBA), Ovako Working Posture (OWAS), dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). The Determination of table height configuration is based on type of work and work position (standing or sitting). The research uses digital human model form Jack software in a virtual environment. The result from this research can be a reference for future work cell design. Keywords: Ergonomics, Virtual Environment, Cutting Division of Garment Industry, Posture Evaluation Index
PENERAPAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) UNTUK PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK KHAS KALIMANTAN TIMUR Noviana, Mafazah; Hastanto, Sujoko
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.2, Mei 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.799 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.2.87-92

Abstract

Seni membatik di atas kain dengan corak yang khas dari setiap daerah di Indonesia hampir tenggelam ditelan perkembangan jaman.  Padahal, seni membatik merupakan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang mencerminkan penghargaan terhadap alam  dan disuguhkan dengan dorongan penuh atas kecintaan dan apresiasi tinggi Tujuan dari penelitian adalah mengembangkan desain motif-motif batik khas Kalimantan Timur yang akan memperkaya khasanah budaya batik Kalimantan Timur, disesuaikan dengan selera atau keinginan konsumen; meningkatkan minat khususnya masyarakat Kalimantan Timur dan umumnya masyarakat Indonesia untuk menggunakan batik sebagai identitas kultural suku bangsa Indonesia; dan meningkatkan potensi pengembangan desain motif-motif batik khas Kalimantan Timur dengan mengaplikasikannya pada produk-produk. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Quality Function Deployment (QFD) untuk pengembangan desain motif batik khas Kalimantan Timur. Objek yang diteliti adalah batik khas Kalimantan Timur. Dengan menganalisis motif-motif batik khas Kalimantan Timur yang sesuai dengan keinginan pasar guna pengembangan produk. Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pengembangan desain-desain baru motif batik khas Kalimantan Timur yang dapat diaplikasikan pada produk-produk kebutuhan masyarakat sehari-hari yang menunjang identitas kultural suku bangsa, seperti busana (seragam dinas dan sekolah), asesoris, souvenir. Kata kunci:  QFD; pengembangan; motif; batik; kalimantan timur   Abstract Development of batik design is one of effort to strengthening identity and advantage of Indonesia creative industry and also to preserving batik as cultural nation heritage. The purpose of the research is to develop batik motif design East Kalimantan that will enrich culture of East Kalimantan batik.adapted by appetite or desire of consume,. increasing interest especially people of East Kalimantan and the Indonesian people in general to use batik as an Indonesian cultural identity of ethnic groups , and increasing the potency  for the development of batik motifs design typical of East Kalimantan by applying the products .This research use Quality Function Deployment (QFD) method to development batik motif design typical East Kalimantan. By analyzing the batik motifs typical East Kalimantan conform with the market demands for product development . The result of this research is development of new batik motif design typical East Kalimantan can be applied to the products of the daily people needs who support the cultural identity of ethnic groups , such as clothing (uniforms), accessories, souvenirs. Keywords: QFD; development; motif; batik; east kalimantan
USULAN PERANCANGAN TATA LETAK PENYIMPANAN KOMPONEN BERDASARKAN KRITERIA KOMODITI KOMPONEN (Studi Kasus di PT Triangle Motorindo Semarang) Hartini, Sri; Nugroho, Susatyo; Suksmono, Damas Adhi
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 1, No.1, Januari 2006
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.597 KB) | DOI: 10.14710/jitaa.%v.%i.95-103

Abstract

Kurang lancarnya suplai komponen ke bagian produksi dapat menyebabkan menurunnya produktivitas dari bagian produksi. Untuk itu perlu dilakukan perancangan tata letak penyimpanan komponen yang lebih baik sehingga dapat mengurangi waktu mencari komponen, mengurangi jarak perjalanan operator dalam pengambilan dan pengiriman komponen, dan meningkatkan pemanfaatan kapasitas gudang.                 PT. Triangle Motorindo merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha perakitan sepeda motor. Secara garis besar, perusahaan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian gudang dan bagian produksi dimana bagian gudang menjadi pendukung dari bagian produksi. Bagian gudang terdiri dari gudang sortir, gudang rangka, dan gudang mesin. Dalam mengalokasikan komponen yang disimpan, perusahaan menggunakan kebijakan penyimpanan random/acak yang berakibat tidak standarnya waktu yang dibutuhkan untuk mencari komponen dan bertambahnya waktu perjalanan operator dalam menyuplai komponen. Penelitian ini memberikan alternatif perancangan tata letak penyimpanan komponen yang dilakukan dengan memperhatikan komponen itu sendiri, dalam hal ini disebut faktor komoditi yang terdiri atas popularity, similarity, characteristic, dan size. Selain berdasarkan komponen yang disimpan, perancangan tata letak penyimpanan ini juga memperhatikan kondisi ruangan yang tersedia. Hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa tata letak penyimpanan komponen yang terbaik adalah berdasarkan kriteria process similarity. Tata letak penyimpanan komponen berdasarkan kriteria process similarity ini merupakan tata letak penyimpanan komponen terbaik. Kata Kunci : komponen, faktor komoditi, lost time, waktu perjalanan
ANALISIS BULLWHIP EFFECT TERHADAP PENERAPAN DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING DI PT. MNJ Suseno, Lukas; Ikatrinasari, Zulfa Fitri
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 3, September 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.037 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.3.141-148

Abstract

Manajemen persediaan barang/produk menjadi sangat penting dan krusial bagi perusahaan distribusi. PT. MNJ sebagai perusahaan distribusi produk farmasi dan pangan, memiliki komitmen yang tinggi dan kepedulian dalam memberikan barang/produk dengan jumlah yang tepat dan waktu yang tepat. Penelitian ini berusaha untuk mengendalikan persediaan secara optimal dengan metode Distribusi Resource Planning (DRP) dan melakukan pengukuran nilai bullwhip effect. Sampel penelitian adalah dua cabang utama dari 56 cabang PT.MNJ, dengan dua produk utama yaitu Paramex dan Konicare 125 ml. Penelitian ini menghitung dan menentukan rencana penjualan dengan menggunakan empat metode peramalan eksponensial. Selanjutnya, dilakukan perencanaan persediaan dengan metode DRP untuk menghasilkan kapan dan berapa banyak barang yang didistribusi ke cabang penjualan dengan biaya terendah. Penelitian ini juga membahas hasil perhitungan bullwhip effect selama 3 bulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan DRP dapat menurunkan nilai bullwhip effect baik untuk cabang Jakarta maupun Solo.   Kata Kunci: distribusi resource planning; bullwhip effect; peramalan Abstract Inventory management of goods/product becomes very important and crucial for distribution company. PT. MNJ as a distribution company of pharmaceutical and food products, have high commitment and concern in providing the goods/products with the right amount and the right time. This study attempted to optimal control the supply with Distribution Resource Planning (DRP) method and measuring the value of the bullwhip effect. Samples are two main branches of the 56 branches PT.MNJ, with two main product Paramex and Konicare 125 ml. This research calculates and determines the sales plans using four methods of forecasting exponential. Furthermore, the inventory planning with DRP method to produce when and how many goods are distributed to branch sales at the lowest cost. This study also discusses the results of the calculation of the bullwhip effect for 3 months. The results showed that by applying the DRP can reduce bullwhip effect value for branch in Jakarta and Solo. Keyword: distribution resource planning; bullwhip effect; forecasting

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue