cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
Rancang Bangun Alat Uji Komposisi Massa Pada Logam Paduan Berdasarkan Prinsip Gaya Angkat Fluida Slamet, Agus; Amrul, Amrul
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 2, No.1, Januari 2007
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.804 KB) | DOI: 10.12777/jati.2.1.37-45

Abstract

 Spectro Analyser merupakan alat uji komposisi yang sangat presisi dan harganya sangat mahal, maka diperlukan alat uji komposisi yang lebih sederhana dan murah tapi dapat berfungsi sebagai alat uji komposisi logam paduan yang terdiri dua unsur saja.                 Prinsip kerja dari rancang bangun Alat Uji Komposisi Massa ini adalah berdasarkan benda terbenam atau terapung pada permukaan fluida cair maka gaya yang bekerja pada benda tersebut terjadi karena tekanan fluida cair atau disebut sebagai gaya angkat (bouyancy.),                 Pengujian ini akan mendapatkan data dari alat uji adalah volume air yang dipindahkan atau volume bahan uji dan massa bahan uji saat di dalam fluida sebagai representasi dari resultan gaya..                 Metode penelitian yang dilakukan dimulai dari perancangan dan pembuatan alat ,kemudian dilanjutkan dengan pengujian, pengambilan data dengan cara mencelupkan bahan uji ke dalam fluida pada gelas ukur. Bahan uji yang digunakan mengandung dua unsur yaitu alumunium (Al) dan zink (Zn) dengan komposisi massa Bahan uji A :76,35% Al ;23,65% Zn, bahan uji B : 73,42% Al ;26,58% Zn dan bahan uji C: 83,38% Al ; 16,62% Zn. Dari hasil pengukuran dihitung ketidakpastian hasil pengukuran dari alat uji.                 Hasil pengujian dan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa Alat uji komposisi massa dapat berfungsi untuk mengukur logam dengan paduan dua unsur dengan luaran massa bahan uji sebelum maupun saat di dalam fluida (air) dan volume air yang dipindahkan atau volume bahan uji. Dari ketiga bahan uji menghasilkan perbedaan nilai komposisi massa dibandingkan dengan nilai yang sudah ditentukan. Nilai perbedaan untuk bahan uji A,B dan C berturut-turut 3.31%, 5,10% dan 4,96%, sedangkan alat uji ini mempunyai ketidakpastian hasil pengukurannya sebesar 3,33%. Kata kunci : komposisi, massa,volume     The Spectro Analyzer is a very accurate and expensive test device, therefore it needs a more simple and cheaper composition test device which able to function as an alloy composition test device that only consist of  two elements. The principal work of this engineering of Mass Composition Test device is based to the sinking or floating object on the liquid fluid’s surface, therefore the force acting on it due to liquid pressure is termed buoyancy. From this test, the data that would be appeared in the device is the water volume that is transferred or the volume or the mass of the test material inside the fluid as a representation of resultant force. The research method begins from designing and device making, then followed by the test and data taking by immersed in the test material to the fluid in the maat glass. The test material consists of two elements, they are Aluminium (Al) and Zinc (Zn) with mass composition of Test Material A : 76,35% Al ;23,65% Zn, Test Material B: 73,42% Al ;26,58% Zn, and Test Material C: 83,38% Al ; 16,62% Zn. From the result of the calculation, it is estimate the uncertainty of the calculation result of the test device.   From the test result and obtained data, it is known that Mass Composition Test device is able to measure metal with two mixture elements with the test material’s outcome of mass before or when in the fluid and the water volume that is transferred or the test material’s volume. From the third test materials result the different of mass composition value compares with the specified value, the different value for test materials A, B, and C are 3.31%, 5,10% and 4,96%, this test device has an uncertainty result in measurement result about 3,33%. Key words : composition,mass,volume.                                 
KLASTER INDUSTRI SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING AGROINDUSTRI BIOENERGI BERBASIS KELAPA SAWIT Papilo, Petir; Bantacut, Tajuddin
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 11, No. 2, Mei 2016
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.818 KB) | DOI: 10.14710/jati.11.2.87-96

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang dampak dari pelaksanaan program klaster industri terhadap peningkatan daya saing industri bioenergi berbasis kelapa sawit nasional. Melalui pendekatan analisis perbandingan yang merujuk pada berbagai kajian terdahulu, dapat diketahui bahwa penerapan strategi klaster industri memberikan pengaruh positif terhadap tiga klaster agroindustri kelapa sawit nasional yang berada di Provinsi Riau, Sumatra Utara dan Kalimantan Timur. Berdasarkan penilaian terhadap empat elemen daya saing, seperti aglomerasi perusahaan, nilai tambah dan rantai nilai, jejaring kerjasama serta infrastruktur ekonomi, menunjukkan bahwa telah  terjadi peningkatan nilai daya saing dari ketiga klaster industri sebesar masing-masingnya 0,503, 0294 dan 0,232. AbstractThis study aims to provide an overview of the implementation impact of industrial cluster program to increase the competitiveness of the national agro-industry bioenergy based on palm oil. Through a comparative analysis approach that refers to previous studies, it is known that the implementation of the industrial cluster strategy has a positive influence on the three national oil palm agro-industrial clusters that located in the Riau Province, North Sumatra and East Kalimantan. Based on the assessment of the four elements of competitiveness, such as agglomeration company, value-added and value chains, networks and infrastructure, indicate that there has been an increase in the competitiveness value of the three clusters agro-industries by each 0.503, 0294 and 0.232.
PERANCANGAN MEJA ADJUSTABLE DENGAN MEMPERHATIKAN POSTUR KERJA PEKERJA MANUAL MATERIAL HANDLING (Studi Kasus di PT. Coca – Cola Bottling Indonesia) Saptadi, Singgih; Wijanarko, Dwi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 3, No.1, Januari 2008
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.564 KB) | DOI: 10.12777/jati.3.1.44-57

Abstract

PT Coca Cola Bottling Indonesia adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang minuman ringan baik berupa carbonated soft drink (coca-cola, fanta, sprite) maupun non-carbonated soft drink (frestea, ades). Penanganan material pada pabrik ini masih dilakukan secara manual (Manual Material Handling/MMH). Pekerjaan ini dimulai dengan pengangkatan kontainer dari atas conveyor kemudian dipindahkan dan disusun di atas pallet (proses palletizing).Rapid Entire Body Assessment (REBA) adalah salah satu metode yang digunakan untuk menilai postur kerjakaitanya dengan cedera otot akibat bekerja. Pada metode ini juga dipengaruhi oleh faktor coupling, beban eksternal serta aktivitas pekerja yang dialami oleh subjek pengamatan. Implementasi REBA dilakukan pada postur penanganan material khususnya pada pengangkatan krat dan penyusunan krat. Dari hasil penilaian menunjukkan action level didominasi pada level 3 dan level 4, untuk itu perlu dilakukan tindakan perbaikan segera/saat itu juga. Dalam melakukan rekomendasi perbaikan postur penulis melakukan perancangan fasilitas yang disesuaikan dengan data antropometri dan didasarkan pada jenis aktifitasnya serta memberikan usulan fasilitas berupa meja adjustable. Penulis memvisualisasikan hasil rancangan melalui sofware 3DS max, dimana sofware ini juga digunakan sebagai analisis postur pada fasilitas kerja usulan. Kata kunci : Manual Material Handling, REBA, perancangan fasilitas kerja, meja adjustable, 3DS max               Coca Cola Bottling Indonesia is one of the company which move on soft drink areas like carbonated soft drinks (coca-cola, fanta, sprite ) or non-carbonated soft drinks (frestea,ades). Material handling in this factory is still done manually. This work is started by lifting the container from conveyor  then move it and arrange it above the pallet ( proses palletizing).              Rapid Entire Body Assesment ( REBA) is one of the method by which is used to score working posture and its relationship with muscle injury because of work. This method is also influenced by coupling factor, external loads and work activity which is done by the observation subject. The implementation of REBA is done in posture of material handling especially on lifting crate and arrenge the crate. From the scoring result, shows that action level dominant at 3rd and 4th level, because of that it’s a must to do reparation as soon as possible.  In doing recommendation for posture reparation  writer do facility planning by matching it with anthropometry data and based on the activity and also give the facility recommendation like adjustable table. Writer visualize result of the planning by using 3DS max software, in which this software is also use for analyzing posture on recommended work facilities.Keywords : manual material handling, REBA, work facility planning, adjustable table, 3DS max
KAJIAN PEMETAAN DAN OPTIMALISASI POTENSI PAJAK DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KABUPATEN JEMBER Wardhono, Adhitya; Indrawati, Yulia; Qori`ah, Ciplis Gema
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 7, No.2, Mei 2012
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.916 KB) | DOI: 10.12777/jati.7.2.69-76

Abstract

Dalam konsep otonomi daerah, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mengatur dan mengurus rumah tangga daerah termasuk pengelolaan keuangan daerah, seperti yang tertuang dalam UU No 32 dan 33 tahun 2004. Dengan lahirnya peraturan otonomi daerah tersebut pemerintah daerah diharapkan untuk lebih mampu menggali potensi sumber-sumber penerimaan daerah dalam membiayai segala aktivitas pembangunan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan sumber penerimaan PAD tersebut dapat dilakukan diantaranya melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah. Di Kabupaten Jember, potensi penerimaan pajak masih belum tergali secara optimal atau masih lebih rendah dibandingkan dengan penerimaan dari retribusi daerah. Realisasi penerimaan pajak daerah rata-rata tahun 2003-2006 sebesar 28,30% lebih rendah dibandingkan penerimaan retribusi yaitu 44,33% (APBD, 2003-2006). Dengan demikian perlu dilakukan identifikasi optimalisasi potensi pajak daerah dengan evaluasi permasalahan yang selama ini terjadi, sehingga pada gilirannya dapat dirumuskan kebijakan pemerintah yang lebih sesuai dan tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pajak yang sangat tidak berpotensi di Kabupaten Jember dengan tolak ukur hasil (yield) adalah pajak hotel dan restoran, pajak hiburan, pajak reklame dan pajak penerangan jalan. Sedangkan pajak yang sangat berpotensi adalah pajak galian golongan C. Penilaian persepsi masyarakat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi penerimaan pajak daerah adalah faktor kelembagaan sebesar 55% dengan kriteria faktor adalah masih rendahnya law of enforcement terhadap tindakan penyalahgunaan penerimaan pajak dan masih lemahnya sistem administrasi dalam pengelolaan penerimaan pajak daerah. Rekomendasi kebijakan adalah pentingnya pengelolaan pajak daerah yaitu 62% melalui peningkatan inovasi dalam sistem pemungutan pajak dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Kata kunci: otonomi daerah, pendapatan asli daerah,  pajak   Abstract In autonomy concept of area, local government has important role in arranging and managing its own area, including financial management, which is decanted in UU No 32 and 33 2004. Regulation of local government expected to be more can dig potency of source of acceptance of area in defraying all activities development of area through make-up of Local Real Earning. Source of acceptance of the LRE can be conducted through intensification and extensification tax area and retribution. In Jember regency, acceptance of area tax was not optimal result while compared to local retribution. In 2003 – 2006, percentage of local tax contribution showed 28,30%, it has lower value than local retribution which has  44,33% (APBD, 2003-2006). Therefore, it requires to be identified local tax optimalization through previous problems evaluation, so that in turn can be formulated government policies precisely. The empirical result of this study indicated that in Jember regency, type of low potential tax are hotel and restaurant, amusement, entertainment and light road. Other case, dig tax on group C has potential local earning. Society perception on influence factor of tax earning optimalization is institutional factor which appeared 55%, considering on imperfect law enforcement and administrative system. The importance of policy recommendations is local tax management  which reach 62% through innovation on imposition tax system and improvement of human resource quality through training and education. Keyword: local autonomy, local real earning, tax
ANALISIS DAN REKAYASA PROSES BISNIS PADA BAGIAN LAYANAN AKADEMIK DI SEKRETARIAT FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS MA CHUNG Candra, Andy Lieman
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 3, September 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.548 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.3.161-170

Abstract

AbstrakSekretariat Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ma Chung merupakan fakultas dimana Penulis melakukan penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses bisnis yang ada di Sekretariat Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ma Chung berdasarkan dari hasil wawancara dengan beberapa stakeholder yang memiliki kebutuhan ataupun keluhan terhadap setiap proses bisnis yang berjalan, mengidentifikasi permasalahan dari proses bisnis yang kurang efisien dan membuat usulan perbaikan untuk setiap proses bisnis dengan menggunakan pendekatan ilmu Business Process Reengineering (BPR). Penulis juga menggunakan metode analisis nilai tambah pada penelitian ini. Tujuan dari penggunaan metode analisis nilai tambah adalah untuk mengkategorikan langkah maupun elemen kerja ke dalam tiga kategori, yakni value adding, business value adding dan non value adding. Pengaktegorisasian tersebut bertujuan untuk menghilangkan langkah maupun elemen kerja yang termasuk kedalam non value adding dan meminimalkan langkah maupun elemen kerja yang termasuk kedalam business value adding. Penulis mengidentikasi permasalahan setiap proses bisnis dengan menggunakan diagram sebab akibat. Diagram sebab akibat dapat menggambarkan dengan jelas mengenai permasalahan dengan faktor-faktor penyebab yang memengaruhi permasalahan di setiap proses bisnis. Hasil dari penelitian ini adalah pendesainan ulang setiap proses bisnis menurut kebutuhan dan keluhan dari stakeholder dan setiap proses bisnis di Sekretariat Fakultas Sains dan Teknologi didokumentasikan dalam bentuk standard operating procedure (SOP). AbstractSecretariat of Faculty of Science and Technology Ma Chung University is a place where the author conducts research. The purposes of this research are to analyze business processes in Secretariat of Faculty of Science and Technology Ma Chung University based on interview results with some stakeholders who have needs or complaints with ongoing business processes, identify problems of less efficient business processes and make proposed improvements for each business process using the Business Process Reengineering approach. Author also uses value added analysis method on this research. The purpose of using value added analysis method is to categorize steps or tasks in every business process into three categories: value adding, business value adding and non value adding. The categorizations aim to eliminate steps or tasks included into non value adding and minimize steps or tasks included into business value adding. Author identifies problems of each business process by using cause and effect diagram. Cause and effect diagram can clearly illustrate the problems with the underlying factors that affect the problem in each business process. The results of this research are redesigning every business processes according to the interview results with stakeholders about their needs and complaints and also every business process in Secretariat of Faculty of Science and Technology are documented in the form of standard operating procedure. Keywords: Business Process Reengineering, Value Added Analysis, Standard Operating Procedure and Cause and Effect Diagram.
REDISAIN LAYOUT DAN PROSEDUR UNTUK REDUKSI WAKTU SETUP GUDANG KOMPONEN Sriyanto, Sriyanto; Purwanggono, Bambang; Astuti, Dessy Tri
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 2, Mei 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.318 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.2.137-146

Abstract

Gudang berperan sebagai distributor untuk menyalurkan bahan baku menuju jalur produksi. Respon gudang dalam menyuplai bahan baku berkaitan dengan proses penyiapan yang mempengaruhi waktu setup komponen bahan baku untuk dikirim ke lini perakitan. Jumlah produksi dari lini perakitan yang bertambah dari 160 unit menjadi 200 unit per bulan menuntut waktu setup yang lebih pendek dari pihak gudang bahan baku. Selama ini waktu set-up yang diperlukan untuk 1 lot produksi atau 40 unit produk adalah berkisar antara 5 – 7 hari. Dalam penelitian ini dilakukan pengaturan ulang tata letak dan perbaikan terhadap prosedur setup di gudang bahan baku untuk mengurangi waktu penyiapan komponen rakitan sebelum masuk ke jalur produksi. Hasil dari pengaturan ulang tata letak dan perbaikan prosedur ini adalah penghematan ruang sebesar 5 %, eliminasi aktivitas setup yang tidak perlu yang menghasilkan waktu setup yang lebih pendek, dan  prosedur baru penyiapan komponen yang lebih efisien. Kata kunci: gudang bahan baku, proses penyiapan, tata letak, waktu setup.     Abstract   Storage have a function to distribute materials to production line. Storages respon in time supplying materials influenced by preparation process  known as component setup  process. Increased production quantity in production line from 160 units to 200 units per month press for shorter storages setup time. All this time setup time for one production lot or 40 units range from five to seven days. This research try to improve setup prosedur to reduce component preparation time before entered production line. Research include redesign of storage layout. The results show improvement by 5 percent saving in space, elimination of unnecessary preparation activity resulting in shorter setup time, and the new preparation procedure  that more efficient. Key word: layout, materials storage, preparation process, setup time.
PEMILIHAN STRATEGI BISNIS DENGAN MENGGUNAKAN QSPM (QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX) DAN MODEL MAUT (MULTI ATTRIBUTE UTILITY THEORY) (STUDI KASUS PADA SENTRA INDUSTRI GERABAH KASONGAN, BANTUL, YOGYAKARTA) Nia Budi Puspitasari; Rani Rumita; Gilang Yuda Pratama
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.3, September 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.726 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.3.171-180

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) gerabah yang terletak di kecamatan Kasongan, kabupaten Bantul, Yogyakarta ini merupakan salah satu sentra industri gerabah Indonesia yang sedang berkembang untuk pasar domestik dan luar negeri.Menurut data statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), IKM mempunyai daya serap pekerja yang cukup banyak.Perkembangan tersebut perlu diiringi dengan adanya sistem pemasaran yang baik dalam IKM tersebut.Adanya penurunan penjulaan pada beberapa tahun terakhir dan kurang baiknya metode strategi pemasaran merupakan penyebab munculnya masalah –masalah dalam hal penjualan di Industri IKM Gerabah Kasongan, Yogyakarta.Analisis lingkungan eksternal dan lingkungan internal dapat dijadikan acuan utama untuk melakukan perbaikan strategi pemasaran.Analisis lingkungan ekternal dan internal tersebut digabungkan dengan analisis SWOT, kemudian dilakukan penetapan prioritas strategi dari hasil analisis SWOT dengan matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Model MAUT (Multi Attribute Utility Theory) juga digunakan untuk membandingakan prioritas strategi bisnis dengan melihat segi infrastruktur, waktu, cost dan pendapat pengusaha dalam penelitian ini.Dari hasil penelitian bahwa ini Industri IKM dapat melakukan strategi  pengembangan produk dan penetrasi pasar. Selain itu membuat desa Kasongan lebih menarik dengan mengembangkan desa menjadi daerah wisata yang memang menarik untuk dikunjungi. Kesiapan ini juga diiringi dengan adanya kesiaapan oleh masyarakat dan para pengusaha dengan lebih mengembangkan produknya dengan melakukan diversifikasi produk dengan bahan baku yang sama yaitu tanah tersebut.Kata Kunci : strategi bisnis, SWOT, QSPM, model MAUT  Abstract The Gerabah Small and Mid-sized Industrial Firm (IKM) placed in Kasongan, Bantul, Yogyakarta is one of the central industry of Indonesian gerabah, which is now currently develop into domestic and international market.According to the statistical data from the Local Government of Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), IKM is having the potential ability to employ people as much as possible.This development need to be accompanied by a good marketing systems within the IKM. In respond to the decreasing number of sales in the past couple years and the bad marketing strategy are the causes of problems in terms of sales in the industry of gerabah, in Kasongan, Yogyakarta. The analysis of its external and internal environment can be used as a main reference to conduct some improvement methods in the industry of gerabah’s marketing strategies. The analysis to the external and internal environment is combined with the SWOT analysis, before conducting the strategic of prioritization SWOT analysis within the results of the QSPM matrix (Quantitative Strategic Planning Matrix). The model of MAUT (Multi Attribute Utility Theory) also used to compare the prioritized business strategies by considering the infrastructure, time, cost and the opinion of entrepreneurs in this study.According to the result of this study, it is possible to the industry of IKM to apply the product development strategies and market penetration. Besides that, the people of Kasongan can build an attractive village by developing the village into a tourist area that is interested to be visited. This action also accompanied by a readiness of all the people and employers to the further development of the product by diversifying products with the same raw material, that is the soil.Keywords: busniness strategy, SWOT, QSPM, MAUT model
PERANCANGAN RUANG KERJA DOSEN DAN PENATAAN DOKUMEN MENGGUNAKAN METODE 5S DI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI, UNIVERSITAS TRISAKTI Faradilla, Arnes; Septiani, Winnie; Azmi, Nora; Kansa, Syafa
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.358 KB) | DOI: 10.14710/jati.14.2.81-86

Abstract

Setiap Dosen memiliki tugas utama terkait dengan tridharma yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dan Penunjang Tridharma. Dokumen yang digunakan banyak dan harus disimpan dengan rapi di ruang kerja untuk keperluan kegiatan Dosen seperti Beban Kerja Dosen (BKD) dan kepangkatan. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan sebanyak 62,5% Dosen menyatakan kesulitan dalam menyimpan dokumen di ruang kerja dan sebanyak 81,25% menyatakan perlu adanya perbaikan di ruang kerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ruang kerja Dosen dan penataan dokumen menggunakan metode 5S. Penelitian diawali dengan penguraian aktivitas Dosen dan pengelompokkan dokumen, perancangan ruang kerja dan fasilitas penyimpanan dokumen, identifikasi kondisi awal ruang kerja, penerapan 5S dan evaluasi hasil rancangan menggunakan Office 5S Audit Checklist. Penelitian ini menghasilkan penataan dokumen yang tersusun rapi berdasarkan prinsip 5S, rancangan almari dengan kriteria biaya yang tidak terlalu mahal, ukuran dan desain disesuaikan dengan ukuran ruangan dan dokumen yang akan disimpan. Hasil penilaian performansi 5S di ruang kerja Dosen sebelum penerapan 5S diperoleh skor rata-rata sebesar 56,83 dengan kategori rating fair, dan setelah penerapan 5S skor rata-rata menjadi 92 dengan kategori rating excellent yang menunjukan peningkatan sebesar 50%.  Abstract[Planning Lecturer Working Room and Document Arrangement Using 5S Method In Department Industrial Engineering, Trisakti University] Every lecturer has main duty to fulfill Tridharma Perguruan Tinggi which are Education and Teaching, Research and PKM. All of the documents must be stored in order to easier the lecturer to necessity of BKD and raising the grade. The preliminary research about the lecture’s working room, the result stated that as much as 62.5% lectures have difficulties to store the documents in their working room. Several lecturers stated that the facilities such as board is unappropriate. Another 81.25% of lecturers stated is necessary to improve the system to store the documents their working room.The purpose of this research is to design the lecture’s working room and organize the documents using 5S method. The research is began with describing of lecturer activities and documents grouping, designing of lecturer’s room and facility of documents storage, initial identification of lecturer’s room, application of 5S method and evaluation of this application. This reseach has result of document structuring based on 5S method, document board which have criterion such as cheaper price, size and design appropriate with the room and documents will be stored. The result of 5S performance in lecturer’s room before using 5S method id 56.83 which is fair category, and after using 5S the score is increase become 92 which is excellent catogory. It can be conclude that there is increasing the score almost 50%.Keywords: ergonomic; office ergonomic; office 5S audit checklist; score 5S
PERANCANGAN SISTEM PEMASARAN E-COMMERCE BERBASIS FORUM ONLINE INVISION POWERBOARD (IPB) DENGAN METODE STRUCTURED ANALYSIS AND DESIGN TECHNIQUE PADA PT. TAPIOKA Pujangkoro MM, Sugiharto; Ginting, Rosnani
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.337 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.1.39-46

Abstract

PT. Tapioka pada saat ini belum berhasil mendapatkan angka penjualan terhadap produknya seperti yang diharapkan. Pangsa pasar yang dituju oleh PT. Tapioka pada umumnya sangat mudah ditemui di dunia maya. Mereka umumnya memiliki akses internet sendiri dan sering menggunakan jasa internet dalam aktivitasnya. Tidak jarang juga mereka melakukan transaksi secara online. Hal ini memungkinkan penambahan angka penjualan dan menurunkan biaya pemasaran dengan cara memasuki dunia bisnis di dunia internet. PT. Tapioka harus bisa menjangkau pasar yang ada di dunia maya untuk pelanggan baru dan berkomunikasi secara online dengan pelanggan yang telah ada. Dan untuk melakukan hal tersebut harus membuat perancangan sistem pendukung keputusan dengan menggunakan Structured Analysis and Design Technique (SADT) untuk membangun sebuah aplikasi e-commerce berbasis online Invision Power Board (IPB). Bisnis e-commerce sangat menghemat biaya hingga sampai berkisar 90916. Perancangan dan perawatan bisnis ini hanya memerlukan biaya sekitar Rp. 9.100.000,- untuk satu tahun, sedangkan untuk merancang sebuah usaha baru akan memerlukan biaya minimal Rp. 100.000.000,- dalam setahun. Dengan membangun suatu bisnis di internet, maka perusahaan akan mendapatkan umpan balik dari pelanggan. dimanfaatkan oleh pihak perusahaan untuk memberikan pelayanan yang maksimal karena pelanggan akan merasa dihargai. dani PT. Tapioka dapat lebih mengenali para pelanggannya, karena perusahaan akan mendapatkan basis data yang sudah terkomputerisasi.Kata Kunci: Sistem Pendukung Keputusan ,SADT dan E-commerce PT. Tapioca at present has managed to get sales figures on its products as expected. Target audiences by PT. Tapioca is generally very easily found in cyberspace. They generally have their own Internet access and frequent use of Internet services in its activities. Not infrequently they also make transactions online. This allows the addition of sales and reduce marketing costs by way of entering the business world in the internet world. PT. Tapioca should be able to reach markets that exist in cyberspace for new customers and communicate online with customers that already exist. And to do that should make the decision support system design by using the Structured Analysis and Design Technique (SADT) to build an application-based online e-commerce Invision Power Board (IPB). E-commerce business is to save costs by up to around 90,916. Design and maintenance of this business only costs around Rp. 9.1 million, - for one year, while drawing up a new business will cost at least Rp. 100,000,000, - in a year. By building a business on the Internet, the company will get feedback from customers. utilized by the company to provide superior service because customers will feel valued. dani PT. Tapioca can better identify its customers, because companies will get the base data is already computerized.Keywords: Decision Support Systems, SADT and E-commerce
PEMILIHAN DESAIN INSTALASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH BATIK YANG EFEKTIF DAN EFISIEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE COST (Studi Kasus di Kampung Batik Semarang) Sari, Miranti Marita; Hartini, Sri; Sudarno, Sudarno
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 1, Januari 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.592 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.1.27-32

Abstract

Kampung Batik Semarang belum memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) sehingga air limbah hasil produksi batik langsung di buang pada saluran pembuangan air. Limbah air yang berasal dari proses pewarnaan menyebabkan masalah terhadap lingkungan. Hal ini menyebabkan pencemaran pada saluran pembuangan air di lingkungan tersebut sehingga air di dalam saluran pembuangan bewarna hitam pekat. Uji terhadap BOD dan COD pada naftol sebesar 5 mg/l dan 83,9 mg/l, sedangkan pada garam sebesar 14mg/l dan 839 mg/l. Nilai COD tersebut melebihi baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 100 mg/l. Penelitian ini menggunakan rancangan IPAL proses fisika kimia dan elektrokoagulasi. Rancangan tersebut diharapkan dapat mengurangi COD yang terkandung dalam limbah batik. Penelitian ini adalah IPAL dengan menggunakan IPAL dengan proses fisika kimia mempunyai efisiensi sebesar 19,85% hingga 72,7%. Biaya IPAL dengan proses fisika kimia adalah sebesar Rp 5.409.909,00 per tahun dengan menggunakan metode Life Cycle Cost (LCC). Sedangkan IPAL dengan proses elektrokoagulasi mempunyai efisiensi sebesar 89% dengan biaya yang di butuhkan sebesar Rp 7.887.546,00 per tahun dengan menggunakan metode Life Cycle Cost (LCC). Maka rekomendasi IPAL terpilih untuk Kampung Batik Semarang adalah  IPAL dengan proses fisika kimia.   Kata Kunci: limbah cair batik, IPAL, fisika kimia, elektrokoagulasi, life cycle cost (LCC) Abstract Kampung Batik Semarang has not had Installing a Wastewater Treatment Plant (WWTP ) so that the waste water from batik production directly flows to sewer. Waste water from the dyeing process is cause environmental problems . This leads to contamination of the water in the drain so that the water in the sewer colored black. BOD and COD test against the naphthol at 5 mg / l and 83.9 mg / l , while the salt of 14mg / l and 839 mg / l . The COD value exceeds the quality standards set by the government at 100 mg/l. This study uses the WWTP design electrocoagulation process chemistry and physics . The design isexpected toreduce theCODof wastecontained inbatik. The results of this study that use  WWTP with chemical physics processes have an efficiency of 19,85 % to 72,7 % . The cost involved with the process of chemical physics WWTP is Rp 5.409.909,00 per year using Life Cycle Cost ( LCC ) .While the WWTP with electrocoagulation process has an efficiency of 89 % at cost it need Rp 7.887.546,00 per year using the Life Cycle Cost ( LCC ). So the recommendation WWTP to Kampung Batik Semarang is WWTP with chemical physics process. Keyword: batik waste water, WWTP, chemistry physics process , electrocoagulation process, life cycle cost (LCC)

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue