cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
USULAN ACCEPTANCE SAMPLING PLAN UNTUK TAPE YARN PRODUK GEOTEX 250 Studi kasus: PT. Unggul Karya Semesta - Bogor Opit, Prudensy F.; Mokoginta, Jaqueline N.
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 2, No.2, Mei 2007
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.295 KB) | DOI: 10.12777/jati.2.2.12-21

Abstract

Perencanaan penerimaan sampel merupakan salah satu aplikasi system pengendalian kualitas yang merancang suatu teknik pengambilan sampel dengan jumlah sampel dan batas  spesifikasi yang telah ditentukan. Untuk membuat rancangan ini terlebih dahulu ditentukan nilai untuk beberapa variabel, yaitu probabilitas menolak lot yang baik (producer’s risk), probabilitas menerima lot yang buruk (consumer’s risk), rata-rata lot berkualitas baik, rata-rata lot berkualitas buruk, dan standar deviasi proses. Variabel-variabel ini akan mempengaruhi perhitungan untuk menentukan jumlah sampel dan batas spesifikasi penerimaan sampel. Hasilnya berupa suatu rancangan di mana sampel yang akan diinspeksi adalah sejumlah 13 benang plastik (tape yarn), kemudian diukur kekuatan per deniernya (tenacity). Jika rata-rata tenacity sama dengan atau lebih dari 5,9 gram/D maka lot diterima, dan jika rata-rata tenacity kurang dari 5,9 gram/D maka lot ditolak.   Kata kunci: pengendalian kualitas, perencanaan penerimaan sampel, perencanaan sampling untuk karakteristik variabel, batas spesifikasi tunggal, standar deviasi.    Acceptance sampling plan is an application of quality control system that creates a sampling technique with certain sample size and specification limit. To plan this, it has to determine the value of variables, such as probability of rejecting good lot (producer’s risk), probability of accepting poor lot (consumer’s risk), good average quality, poor average quality, and process standard deviation. These variables will determine the sample size and acceptance specification limit. The result is a plan which the inspected sample size is 13 tape yarns, then its strength per denier (tenacity) is measured. If the sample average is equal to or more than 5,9 gram/D, accept lot; otherwise, reject lot. Keywords: quality control, acceptance sampling plans, variable sampling plan, single specification limit, standard deviation.
ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN PRODUK KERIPIK PISANG KEMASAN BUNGKUS (Studi Kasus : Home Industry Arwana Food Tembilahan) Wardah, Siti; Iskandar, Iskandar
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 11, No. 3, September 2016
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.979 KB) | DOI: 10.14710/jati.11.3.135-142

Abstract

Peramalan adalah metode untuk memperkirakan suatu nilai dimasa depan dengan menggunakan data masa lalu. Penelitian ini dilakukan pada Home Industry Arwana Food. Pada penelitian ini, penulis membahas mengenai analisis peramalan penjualan produk kripik pisang untuk jenis kemasan bungkus. Peramalan yang dilakukan mengggunakan tiga metode yaitu metode Moving Average, metode Exponential Smoothing with Trend dan metode Trend Anayisis dengan membandingkan tingkat kesalahan (error) terkecil, maka metode peramalan yang  terpilih yaitu metode Trend Analysis, dengan nilai MAD sebesar 161,3539, MSE sebesar 55744,16, dan standar error sebesar 242,947. Dari analisis pengolahan data yang telah dilakukan berdasarkan metode peramalan yang terpilih, peramalan penjualan terhadap produk kripik pisang jenis kemasan bungkus adalah sebanyak 1121,424 atau 1122 bungkus/bulan, artinya pihak Home Industry Arwana Food Tembilahan harus menyediakan produk kripik pisang kemasan bungkus adalah sebanyak 1122 bungkus untuk tiap bulannya.      ABSTRACT Forecasting is a method to estimate a value of the future using past data. This research was conducted at the Home Industry Arowana Food. In this study, the authors discuss the analysis of product sales forecasting banana chips for this type of packaging wrap. Forecasting that do use traditional three methods are methods Moving Average, Exponential Smoothing method with Trend and Trend Anayisis method by comparing the level of errors (error) the smallest, then the selected forecasting method is the method of Trend Analysis, with a value of 161.3539 MAD, MSE of 55744 , 16, and the standard error of 242.947. From the analysis of data processing that has been carried out based on the method chosen forecasting, sales forecasting for products banana chips are as many types of packaging wrap 1121.424 or 1 122 packs / month, meaning the Home Industry Arowana Food Tembilahan must provide products banana chips wrapped packs is as much as 1122 wrap for each month.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL BUS TRAYEK TERBOYO – MANGKANG BERDASARKAN BIAYA OPERASI KENDARAAN (STUDI KASUS : PERUM DAMRI UABK SEMARANG) Sriyanto, Sriyanto; Pulung Sari, Pentika
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 3, No.2, Tahun 2008
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.785 KB) | DOI: 10.12777/jati.3.2.96-107

Abstract

 Perum DAMRI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas memfasilitasi transportasi rakyat. Selama kurang lebih enam tahun terakhir, penjadwalan bus yang dianut Perum DAMRI beberapa kali mengalami pergantian sistem, yaitu penggunaan sistem Plafon (sistem pengawasan rit) dan sistem timetabled/sistem pengkarcisan. Penggantian sistem tersebut dikarenakan adanya kenaikan biaya operasional jika tetap memberlakukan sistem sebelumnya. Namun selama ini, di dalam DAMRI sendiri belum terdapat evaluasi yang jelas mengenai kenaikan biaya operasional tersebut. Oleh sebab itu diperlukan evaluasi terhadap komponen-komponen yang merupakan bagian dari biaya operasional. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian mengenai harapan semua stakeholder untuk pemilihan sistem yang diberlakukan. Dari hasil penelitian, besar biaya operasional per bus-km yang dikeluarkan oleh Perum DAMRI jika diberlakukan sistem penjadwalan timetabled lebih besar dibandingkan jika menggunakan sistem penjadwalan plafon, yaitu Rp 3.338,58/bus-km untuk penjadwalan timetabled dan Rp 3.336,73/bus-km untuk penjadwalan plafon. Perbedaan ini terdapat pada komponen biaya tidak langsung yaitu biaya pegawai selain awak kendaraan. Walaupun secara perhitungan biaya tidak ada perbedaan, namun secara operasional yaitu dari hasil kuesioner direkomendasikan untuk memberlakukan sistem plafon. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa bahwa 64,29% awak kendaraan, 53,33% staf Perum DAMRI UABK Semarang dan 69% penumpang bus DAMRI lebih memilih sistem plafon dibandingkan dengan sistem timetabled.Kata kunci : penjadwalan bus, biaya operasional, plafon, timetabled  Perum DAMRI is the public institution which facilitate people transportation. During the last sixth year, bus scheduling embraced by DAMRI, several times experience of the system commutation, that is use of plafond system (by rit observation) and timetabled system (by ticket). The system replacement because of increasing operating expenses if remain to the previous system. But during the time, in DAMRI itself there are no clear evaluation of the operating expenses. Evaluation to component representing the part of operating expenses is needed. Others, also need research of expectation of all stakeholder for the system choice. The result shows that, operating expenses of per bus-km released by Perum DAMRI is bigger for timetabled system scheduling compared to plafond system scheduling, that is Rp 3.338,58 / bus-km for timetabled and Rp 3.336,73 / bus-km for plafond. This difference relied on component of indirect expenses that is officer expense besides bus crew. Although in expense calculation there no difference, but operationally, the result from questionair recommended to used the plafond system which choosed by 64,29% of bus crew, 53,33% of DAMRI staff, and 69% of passenger. Keyword : bus scheduling, operating expenses, plafond, timetabled
PENENTUAN WAKTU STANDAR DAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL PADA PRODUKSI BATIK CAP (STUDI KASUS: IKM BATIK SAUD EFFENDY, LAWEYAN) Dyah Ika Rinawati; Diana Puspita Sari; Fatrin Muljadi
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 7, No.3, September 2012
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.605 KB) | DOI: 10.12777/jati.7.3.143-150

Abstract

Batik Saud Effendy merupakan salah satu IKM batik di Kampoeng Batik Laweyan, Surakarta. Jenis batik yang diproduksi adalah batik cap dan batik tulis dengan sebagian besar jenis batik yang diproduksi adalah batik cap. IKM Batik Saud Effendy ini berproduksi dengan strategi make to order dan belum ada pedoman waktu produksi. Selain itu beban kerja pada setiap stasiun kerja kurang seimbang, dimana dari value stream mapping yang ada, pada stasiun pengecapan dalam penyelesaian 1 lot produksi sebanyak 120 meter menghasilkan waktu terlama dibandingkan dengan stasiun kerja lainnya, yaitu 434 menit dengan 3 orang pekerja.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu baku dan jumlah tenaga kerja optimal pada setiap tahapan proses. Dari hasil penelitian dan perhitungan didapatkan waktu baku untuk masing-masing proses produksi, yaitu pemotongan mori (17,46 menit), pengecapan (582,15 menit), pewarnaan (84,06 menit), pengeringan dan pencucian (207,98 menit), penglorodan sebesar 99,87 menit, pengeringan 1123,2 menit, dan packing sebesar 75,24 menit. Usulan tenaga kerja yang diberikan dapat menghemat biaya pengeluaran IKM sebesar 12%.Kata Kunci: beban kerja, tenaga kerja, waktu standar Abstract Effendy Saud Batik is one of IKM batik Batik Kampoeng Laweyan, Surakarta. Types produced batik is batik and batik with most types of batik is batik produced. IKM Batik Effendy Saud's production strategy make to order and there are no guidelines for production time. Besides the workload at each work station lacks balance, which of the existing value stream mapping, the tasting station in the settlement of 1 lot production yield as much as 120 meters the longest time compared to other work stations, which is 434 minutes with 3 workers.The purpose of this study was to determine the standard time and the optimal number of workers at each stage of the process. From the research results and the calculation of standard time for each of the production process, ie cutting mori (17.46 minutes), taste (582.15 minutes), coloring (84.06 min), drying and washing (207.98 minutes) , penglorodan of 99.87 minutes, drying 1123.2 minutes, and packing of 75.24 minutes. Proposed labor provided SMEs can save expenses by 12%.Keywords: workload, manpower, standard time
MULTI KRITERIA TERHADAP PENILAIAN PENYEBAB KEJADIAN RISIKO KECELAKAAN KERJA UNTUK PROYEK KONTRUKSI DENGAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS Handayani, Dwi Iryaning; Prihatiningsih, Tri
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 13, No. 1, Januari 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.58 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.1.27-36

Abstract

AbstrakPermasalahan K3 di Indonesia masih kurang diperhatikan, padahal sektor konstruksi merupakan sektor yang berisiko terhadap kecelakaan kerja disamping sektor lainnya. Banyak faktor yang dapat memicu penyebab terjadinya risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu penting untuk diketahui potensi penyebab terjadinya risiko kecelakaan kerja sehingga tujuan penelitian ini melakukan penilaian penyebab risiko kecelakaan kerja pada proyek kontruksi. Metode yang digunakan untuk melakukan penilaian tersebut dengan metode ANP  menggunakan sofware Matlab. Penyebab terjadinya risiko K3 pada bidang kontruksi didominasi oleh kriteria struktur  44% dibandingkan dengan kriteria persiapan 17%, kriteria sub struktur 21% dan kriteria finishing 19%. Penyebab risiko kecelakaan kerja yang paling besar disebabkan oleh faktor manusia 77%, faktor ini disebabkan karena perilaku tidak aman meliputi kurang pengetahuan K3, pekerja kurang disiplin, pekerja tidak menggunakan APD, komitmen K3 kurang, tidak mengikuti pelatihan K3, kesalahan transformasi informasi, Metode kontruksi tidak benar, Pondasi scaffolding tidak padat pada tempat yang datar. Sedangkan penyebab kecelakaan kerja lainnya seperti  scaffolding ambruk, kabel terkena air konsleting, kabel terkelupas, tersentuh aliran listrik, lokasi becek, lumpur, amblas. Upaya dalam pengendalian risiko kecelakaan kerja yaitu perbaikan manajemen K3 dan pelatihan K3 dalam meningkatkan komitmen K3 dengan adanya pengendalian risiko diharapkan dapat meminimalkan risiko (zero accident) pada pekerjaan kontruksi.  Abstract[Multi Criteria On the Assessment of Accidents Causes in Occupational Risk in Construction Project By Analytical Network Process Method] Even though the construction sector is a sector with high risk of occupational accidents beside other sectors, the  problem of occupational health and safety (OHS) in contruction sector is still gaining less attention in Indonesia. Many factors can trigger the cause of occupational accidents risk. Therefore, it is important to understand the potential causes of occupational accidents risk. This research is intended to assess the risk of occupational accidents on construction projects. We use analytical network process (ANP) method running on Matlab software to perform the assessment. It is found that the cause of risk in OHS for construction sector is dominated by structure criterion (44%), followed by preparation criterion (17%), sub-structure criterion (21%) and finishing criterion (19%). The biggest cause of occupational accidents is human factor by 77%, this factor is caused by unsafety behavior which include lack of knowledge in OHS, indisciplined workers, ignoring the use of personal protective equipment (PPE), lack of commitment in practicing OHS, no OHS training, missinformation, incorrect construction method, and scaffolding foundation is not solid on a flat area. While the cause of other occupational accidents includes collapsing scaffolding, wires exposed to water, peeled cable, unintentional touch of electrical current, muddy site, mud, and avalanche. Some efforts in controlling the risk of  occupational accidents includes improving OHS management and OHS training to improve OHS commitment. It is expected that by controlling the risk, accidents in contruction work can be minimized (zero accident).Keywords: Assessment; Risk Causes; Work Accidents.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI TOKO EMAS Sriyanto, Sriyanto; Purwanggono, Bambang; Nugroho, Pramudityo Imam
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.442 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.1.15-24

Abstract

Toko emas merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli perhiasan emas yangmemiliki karakteristik bisnis yang spesifik. Kegiatan bisnis yang ada antara lain pembelian emas darisupplier maupun pelanggan, penyimpanan emas, baik berupa emas batangan maupun emas berdisain,penjualan emas, dan sistem gadai. Pada penelitian ini, dirancang sistem informasi untuk memenuhikebutuhan administrasi dari proses transaksi emas tersebut termasuk mengakomodir pergerakan emassecara FIFO. Hasilnya berupa sistem informasi Toko Emas berbasis web untuk efisiensi empat fungsipelayanan yaitu fungsi pembelian, penyimpanan, penjualan dan pegadaian.Kata kunci: Sistem Informasi, Toko Emas, FIFO. Gold store is a kind company move in gold jewelry selling that have a specific businesscharacteristic. Its business process involve buying gold from the suppliers or customers, gold inventory,including solid gold or designed one, gold selling, and pawn system. This research designing aninformation system to fulfill administration need from gold transaction process, including inaccommodate FIFO flow transaction. The result is a web-based information system for gold store thatsupporting in four service functions there are buying, storing, selling and pawning function.Key words: Information system, Gold store, FIFO.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEWIRAUSAHAAN DI KLASTER INDUSTRI MEBEL KABUPATEN BLORA Handayani, Naniek Utami; Santoso, Haryo; Susanto, Yengky Imam
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.1, Januari 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.512 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.1.11-18

Abstract

Peningkatan jumlah pengrajin di Blora mendorong persaingan yang ketat, sehingga mengurangi tingkat pendapatan. Untuk meningkatkan pendapatan, pengrajin mebel dituntut untuk mampu bersaing dengan orang lain. Pengrajin harus berusaha untuk bersaing dan meningkatkan keterampilan kewirausahaan. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan kewirausahaan dari para pengrajin di Blora. Penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square untuk menguji model konseptual dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan dipengaruhi oleh kondisi yaitu variabel perusahaan, risiko mengambil, proaktif, inovasi, dan budaya. Kata Kunci : kewirausahaan, industri mebel, PLS   Abstract An increasing number of artisans in Blora encourage intense competition, so that reduce levels of income. To increase revenue, furniture craftsmen are required to be able to compete with others. Craftsmen must effort to compete and improve entrepreneurial skills. This paper aims to identify the factors that influence the entrepreneurial ability of the craftsmen in Blora. This study uses a Partial Least Square method to test the conceptual model and analyze the factors that affect entrepreneurship. The results showed that entrepreneurship is affected by the variable i.e. condition of the company, risks taking, proactive, innovation, and culture. Keywords : entrepreneurship, industrialfurniture, PLS
USULAN PERBAIKAN SUMBER BAHAYA PADA AREA ASSEMBLY 2 DENGAN METODE HAZARD AND OPERABILITY STUDY DAN FAULT TREE ANALYSIS (STUDI KASUS: PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR) Saptadi, Singgih; Ardi, Fahmi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.027 KB) | DOI: 10.14710/jati.14.2.111-118

Abstract

Perkembangan industri di Indonesia, khususnya pada industri manufaktur, mengalami kemajuan yang cukup pesat. Populasi tenaga kerja industri bertambah seiring perkembangan industri dan nilai tambah industri nasional yang meningkat dengan jumlah sebanyak 30,992 orang pada tahun 2018, meningkat 17,92% dibanding tahun 2017. Namun, masalah dan penanggulangan pada kasus kecelakaan kerja masih kurang diperhatikan, dibarengi dengan jumlah kecelakaan kerja yang masih tinggi, tidak terkecuali di PT. Astra Daihatsu Motor. Maka dari itu penelitian dilakukan di area Assembly 2 di area pabrik PT. Astra Daihatsu Motor di kawasan Sunter, Jakarta, dengan metode Hazard and Operability Study (HAZOP) dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengetahui potensi bahaya secara teliti serta mengungkap unsur-unsur yang berpotensi berbahaya dalam sistem. Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 17 sumber bahaya dengan 2 sumber termasuk dalam level risiko tinggi, 3 sumber level risiko sedang, dan 12 sumber level risiko rendah. Analisis deduktif dengan Fault Tree Analysis didapatkan hasil dengan munculnya 5 basic event dari Thinner dan 4 basic event dari Lampu Heater dengan rekomendasi perbaikan pada aspek desain, konstruksi, dan pelatihan handling yang baik pada material tersebut. Abstract[Proposed Improvement of Hazard Sources In The Area of Assembly 2 With The Hazard And Operability Study And Fault Tree Analysis (Case Study: PT. Astra Daihatsu Motor)]The development of industry in Indonesia, especially in the manufacturing industry, has experienced rapid progress. The industrial labor population increased as industry development and national industrial value added increased by as many as 30,992 people in 2018, an increase of 17.92% compared to 2017. However, the prevention and countermeasures in cases of workplace accidents are still not considered as priority, including in PT. Astra Daihatsu Motor. Therefore a research has been conducted in the Assembly 2 area at the PT. Astra Daihatsu Motor in the Sunter area, Jakarta, using the applicability of Hazard and Operability Study (HAZOP) method and the Fault Tree Analysis (FTA) method to carefully identify potential hazards and reveal potentially dangerous elements in the system. In this study 17 sources of hazards were found with 2 sources including high risk level, 3 medium risk level sources, and 12 low risk level sources.  Deductive analysis with Fault Tree Analysis is obtained, namely 5 basic events from Thinner and 4 basic events from the Heater Lamps with recommendations on aspects of design, construction, and handling training in the material.Keywords: work accident; hazard and operability; risk level; fault tree analysis
PEMILIHAN ALTERNATIF PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN METODE ANP DAN BOCR DI DINAS KEBERSIHAN PROPINSI DKI JAKARTA Astuti, Pudji; G, Tiena; Herdono, Herdono
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.2, Mei 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.212 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.2.87-94

Abstract

Sampah merupakan produk samping dari aktivitas kehidupan masyarakat. Sampah ini akan menjadi bencana bagi kehidupan manusia dan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Dinas Kebersihan Propinsi DKI Jakarta saat ini menghadapi permasalahan yang timbul akibat dampak pengelolaan sampah menggunakan teknologi Sanitary Landfill yang dirasa gagal di TPA Bantargebang yang berakibat pada pencemaran lingkungan dan bencana yang memakan korban. Dengan akan habisnya masa kontrak pembuangan sampah di TPA Bantargebang Bekasi, Dinas Kebersihan Propinsi DKI Jakarta perlu mengambil langkah dan upaya untuk menangani masalah yang dihadapi. Beberapa alternatif solusi akan dipertimbangkan yaitu lokasi baru, penerapan teknologi baru dan perbaikan/ penataan lokasi yang sudah ada. Dalam memilih alternatif ini, banyak kriteria yang harus dipertimbangkan dari aspek manfaat, peluang, biaya dan resiko yang terjadi. Oleh karena itu dalam pemilihan alternatifpengelolaan sampah ini digunakan alat analisis Analityc Network Process (ANP) dan Benefit Opportunities Cost Risk (BOCR). Tujuannya adalah untuk mendapatkan peringkat prioritas dari alternatif sebagai acuan dalam pengambilan keputusan. Tahap awal yaitu melakukan wawancara dengan pihak pengambil keputusan atau seorang ahli mengenai Solid Waste. Adapun alternatif akan dipilih berdasarkan masalah utama yang timbul sebagai acuan untuk kriteria, subkriteria serta keterkaitannya. Untuk mendapatkan bobot dari setiap elemen ANP digunakan kuisioner perbandingan berpasangan yang diambil dari preferensi para pakar dan kemudian diolah dengan Software Super Decision. Analisis BOCR menyajikan 3 kondisi dalam memilih prioritas alternatif yaitu Standard (BIC), Pessimistic BI(CxR), Realistic (BxO)1(CxR). Apabila pengambil keputusan berfokus pada Realistic prioritas pertama adalah AlternatifLokasi Baru (1.5882). Kata kunci : pengelolaan sampah, Analitic network process, benefit, Opportunity, Cost, Risk       Garbage, side product from activity life of society, will become disaster for human life and environment if do not be managed appropriately. In this time Dinas Kebersihan DKI Jakarta faces problems arising out from failure of Sanitary Landfill Technology in TPA Bantargebang. This failure caused environment pollution and disaster eating victim. Because the contract period of garbage disposal in TPA Bantargebang Bekasi will terminate, Dinas Kebersihan DKI Jakarta must take action and effort to handle problem faced. Some solution alternatives that will be considered are setting new location, new adjusment of technology and repairing settlement of existing location. In choosing this alternative, many criteria that must be considered are benefit, opportunity, expense and risk that can be happened. Analityc Network Process (ANP) and Benefit Opportunities Cost Risk (BOCR) are used to select the related alternatives which aim to get the priority rangking of alternative as reference in decision making.Early stage is interviewing with expert of Solid Waste. The alternatives will be chosen based on the arising main problem as reference for the criterions, sub-criterions and the link between them. Weight for each ANP elements is resulted from pairwise comparison questionnaire processed with Super Software Decision. BOCR Analysis presents 3 condition in choosing alternative priority that are Standard ( B / C), Pessimistic B/(CxR), Realistic (BxO) / (CxR). If decision makers focus on Realistic then the first priority is new location (4.4625) Keyword : Garbage Management, Analitic Network Process, Benefit, Opportunity, Cost,Risk
BEHAVIORAL INTENTION PENUMPANG KRL COMMUTER LINE JABODETABEK Sukwadi, Ronald; Teofilus, Grandee
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 2, Mei 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.915 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.2.71-76

Abstract

Behavioral intention dipandang sebagai penentu utama kinerja penyedia transportasi umum. Penelitian ini menekankan pada hubungan antara behavioral intention dan variabel-variabel yang mempengaruhinya seperti kualitas layanan, nilai yang dirasakan, keterlibatan, dan kepuasan penumpang. Dengan melakukan survei penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek, teknik model persamaan struktural menggunakan software AMOS 22.0 digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel dalam model konseptual. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kualitas layanan memiliki dampak positif terhadap nilai yang dirasakan. Nilai yang dirasakan dan kepuasan penumpang mempunyai dampak positif terhadap keterlibatan. Kualitas layanan dan keterlibatan memiliki dampak positif terhadap behavioral intention.     Abstract   The behavioral intention of public transportation passengers is seen as a crucial determinant of public transportation provider performance. This research highlights the relationships between passenger behavioral intention and the various variables that affect it such as service quality, perceived value, involvement, and satisfaction of public transportation services. By using passenger survey data from the Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek, the structural equation modeling technique AMOS 22.0 is applied to analyze the conceptualized relationship model. The findings reveal that service quality has positive effect to perceived value. Perceived value and customer satisfaction have positive effect to involvement. Service quality and involvement have positive effect to behavioral intention.

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue