cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
ANALISIS KINERJA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT BANYUMANIK II DENGAN MENGGUNAKAN EARNED VALUE ANALYSIS (EVA) DAN PROJECT EVALUATION REVIEW TECHNIQUE (PERT) Susanty, Aries; Pekerti, Adi Luhung; Sari, Diana Puspita
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 11, No. 2, Mei 2016
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.559 KB) | DOI: 10.14710/jati.11.2.61-72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengevaluasi kinerja proyek pembangunan Rumah Sakit Banyumanik II serta memberikan rekomendasi penjadwalan ulang atas pelaksanaan proyek teresebut. Penilaian kinerja proyek pembangunan Rumah Sakit Banyumanik II akan dilakukan dengan menggunakan Earned Value Analysis (EVA), sedangkan penjadwalan ulang atas pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut akan dilakukan dengan menggunakan metoda Project Evaluation and Review Technique (PERT). Hasil penilaian kinerja proyek dengan menggunakan EVA menunjukkan bahwa pada hari 315, kinerja proyek kurang baik. Perbandingan antara estimasi nilai (value) pekerjaan fisik yang sebenarnya yang telah selesai dengan porsi total estimasi biaya yang sudah disetujui untuk dikeluarkan untuk proyek  selama 315 hari (scheduling performance index) memiliki nilai  kurang dari 1 (76,8%). Pengerjaan proyek tertinggal dari jadwal yang telah ditetapkan. Perbandingan nilai antara estimasi nilai (value) pekerjaan fisik yang sebenarnya yang telah selesai dengan biaya total langsung maupun tidak langsung yang digunakan dalam rangka menyelesaikan proyek sesuai aktivitasnya (cost performance index) selama 315 hari memiliki nilai kurang dari 1 (91,8%). Biaya proyek melebihi biaya yang dianggarkan sampai dengan periode tersebut. Selanjutnya, terdapat beberapa skenario untuk penyelesaian proyek apabila  penjadwalan ulang atas sisa kegiatan dari  proyek dilakukan dengan mengacu pada kondisi proyek pada hari ke-315. Jika sisa kegiatan proyek dipercepat dan proyek dapat diselesaikan dalam kurun waktu 117 hari, maka total biaya yang diperlukan adalah Rp.4.787.828.482, Jika sisa kegiatan proyek  dipercepat dan proyek dapat diselesaikan dalam kurun waktu 113 hari, maka biaya yang diperlukan adalah Rp  4.800.288.482, Jika sisa kegiatan proyek  dipercepat dan proyek dapat diselesaikan dalam kurun waktu 103 hari, maka biaya yang diperlukan adalah Rp.5.014.688.482. Jika sisa kegiatan proyek  dipercepat dan proyek dapat diselesaikan dalam kurun waktu 102 hari, maka baiya yang diperlukan adalah Rp.5.053.453.482; dan jika sia kegiatan proyek  dipercepat dan proyek dapat diselesaikan dalam kurun waktu 94 hari maka biaya yang diperlukana adalah Rp.5.397.573.482. AbstractThis study aims to evaluate the performance of the construction project of Banyumanik II Hospital and provide some recommendations for project rescheduling. Earned Value Analysis (EVA) is used as a method for evaluating a project performance; whereas, Project Evaluation and Review Technique (PERT)are used as a method for project rescheduling. The result of the evaluation of project performance using EVA shows that the construction project of Banyumanik Hospital II has poor performance on day 315. The comparison between the estimation of the original budget that has been earned by actual work completed and the planned time-phased baseline of the value of the work scheduled (scheduling performance index) on day 315 less than 1 (76.8%). Its mean the project behind the schedule. The comparison between the estimation of the original budget that has been earned by actual work completed and actual cost of the work completed on day 315 also less than 1 (91,8%. Its mean the project over cost. Then, based on the condition of the construction project on day 315,  we can make some scenario of project completion. If the project is completed in 117 days,  the total cost for remaining activity  will be IDR  4.787.828.482. If the  project is completed in 113 days, the total cost for remaining activity will be IDR.  4.800.288.482, If the project is completed in 103 days, the total cost for remaining activity will be IDR. 5.014.688.482. If the project is completed in 102 day, the total cost for remaining activity will be Rp.5.053.453.482; and if the project is completed in 94 days, the total cost for remaining activity will be IDR. 5.397.573.482.
PENERAPAN SIX SIGMA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK BIMOLI CLASSIC (Studi Kasus : PT. SALIM IVOMAS PRATAMA – BITUNG) Opit, Prudensy F.; Samadhi, T.M.A. Ari; Singal, Yudelen M.I.
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 3, No.1, Januari 2008
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.966 KB) | DOI: 10.12777/jati.3.1.17-25

Abstract

Salah satu metode yang digunakan untuk memberikan solusi peningkatan standar proses internal perusahaan yang bertujuan untuk meminimasi defect atau nonconforming sehingga trend kegagalan produk menurun untuk tiap periodenya adalah metode Six Sigma. Melalui penerapan siklus DMAIC (Define, Measure, Improve, Analyze, and Control) dalam Six Sigma, maka indeks kapabilitas proses (Cp) serta Defect per Million Opportunies (DPMO) dapat diketahui. Penelitian ini dilakukan pada PT. Salim Invomas Pratama-Bitung, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan minyak goreng dengan menggunakan bahan baku kelapa sawit, dimana salah satu produk yang dihasilkan adalah Bimoli gelon 5 liter (classic). Dari karateristik kualitas Peroxide Value (PV) yang diukur oleh perusahaan selama satu periode (Februari-Maret 2007), kadar PV dengan batas maksimum 3% sering mengalami penyimpangan. Melalui pengolahan data serta analisis dengan menggunakan siklus DMAIC, didapatkan Cp sebesar 1,11 dengan nilai DPMO sebesar 3,4. Kata Kunci :        Pengendalian Kualitas, Six Sigma, DMAIC, DPMO, SOP, Indeks Kapabilitas Proses    One of method used to give solution of corporate internal process standard improvement, whose goal to minimalize defect or nonconforming, so trend of product  decrease for each period is six sigma method. Through DMIAC  cycle (Define, Measure, Improve, Analyze, and Control) on six sigma, The  capability Index (CP) and defect per million opportunities (DPMO) will be knew. This reaserch was be done by PT Salim Invomas Pratama , Bitung, is one of edible oil corporate, one of product is bimoli. From quality characteristic in one period (February-March 2007) . PV content has 3 % as maximum limit. Trough data process and analysis use DMAIC, get 1,11 as CP and 3,4 s DPMO point  Keywords :Quality Control, Six Sigma, DMAIC, DPMO, SOP, Indeks Kapabilitas Proces  
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP DISIPLIN KERJA SERTA DAMPAKNYA PADA KINERJA KARYAWAN (STUDI KASUS PADA PT. PLN (PERSERO) APD SEMARANG) Susanty, Aries; Baskoro, Sigit Wahyu
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 7, No.2, Mei 2012
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.795 KB) | DOI: 10.12777/jati.7.2.77-84

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh motivasi kerja dan gaya kepemimpinan terhadap disiplin kerja dan kinerja karyawan, serta untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini juga ingin memberikan beberapa rekomendasi tentang bagaimana meningkatkan kinerja karyawan untuk Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) berdasarkan hasil penelitian ini. Penelitian dilakukan di PT. PLN (Persero) APD Semarang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 63 orang. Selain kuesioner, data juga dikumpulkan melalui wawancara singkat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) yang dijalankan oleh SmartPLS 2.0 M3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi dan gaya kepemimpinan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap disiplin kerja dan kinerja karyawan. Namun, penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa motivasi memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan kondisi yang terjadi dilapangan, penelitian ini menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan pekerjaan di masa depan yang berkaitan dengan motivasi, gaya kepemimpinan, disiplin kerja, dan kinerja karyawan. Keyword : motivasi kerja, gaya kepemimpinan, disiplin kerja, dan kinerja karyawan   ABSTRACT The purpose of this study was to analyze and prove the effect of work motivation and leadership style to work discipline and employee performance, as well as to analyze and prove the effect of work discipline on employee performance. This research also want to provide  some recommendation about how to increase employee performance for the Division of   the Human Resources (HR)  based on the results of this study. Research was conducted at PT. PLN (Persero) APD Semarang. Data collected through a questionnaire which distribution to 63 people. Besides questionnaire, data also collected through  a short interview. Research carried out by using Structural Equation Modeling (SEM) which was run by SmartPLS 2.0 M3. The results of this research showed that motivation and leadership style have a significant positive  impact on work discipline and employee performance.  However, this research can’t prove that motivation has a significant positive impact on employee performance. Based the condition which was happen in the field, this research generate recommendations for improvement of future work related to motivation, leadership style, work discipline , and employee performance. Keyword : work motivation, leadership style, work discipline, and employee performance
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN JALAN TOL SEMARANG-BAWEN DENGAN INTEGRASI METODE IMPORTANCE PERFORMANCE GAP ANALYSIS, LEAN, DAN SIX SIGMA Sari, Diana Puspita; Winanda, Ariani Putri; Bakhtiar, Arfan; Rinawati, Dyah Ika; Widharto, Yusuf
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 2, Mei 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.046 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.2.143-148

Abstract

PT Trans Marga Jateng (TMJ) adalah sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang jasa, yaitu mengelola jalan tol Semarang-Bawen. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan oleh PT TMJ menunjukkan bahwa kualitas pelayanan PT TMJ masih dianggap kurang memuaskan, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai peningkatan kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan dapat diukur dari dua perspektif, yaitu perspektif internal dan perspektif eksternal. Perspektif eksternal dapat diukur dengan metode Importance Performance Gap Analysis (IPGA), sedangkan perspektif internal dapat diukur dengan metode  Lean dan Six Sigma. Sehingga, penelitian ini menggunakan integrasi metode IPGA,  Lean, dan Six Sigma dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan PT TMJ. Berdasarkan hasil penelitian, atribut kualitas pelayanan yang dianggap paling berpengaruh adalah penerangan jalan, kemulusan permukaan jalan, keselamatan mengemudi, dan penanganan kecelakaan. Usulan perbaikan yang diberikan untuk masing-masing atribut adalah penambahan lampu penerangan di titik-titik rawan kecelakaan, pemberian lapisan aspal pada bagian-bagian jalan yang bergelombang, memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan indikator-indikator keselamatan mengemudi, dan perbaikan value stream pada penanganan kecelakaan. Value stream mapping hasil perbaikan menghasilkan waktu total lead time sebesar 150 menit dan persentase aktivitas value added sebesar 72,6%. AbstractPT Trans Marga Jateng (TMJ) is a company engaged in service sector, which is managing Semarang-Bawen toll road. The result of preliminary surveyconducted by PT TMJ showed that service quality of PT TMJ is still unsatisfactory, so it is necessary to do research on improving service quality. Service quality can be measured from two perspectives, i.e., internal perspective and external perspective. The external perspective can be measured with Importance Performance Gap Analysis (IPGA) method, while the internal perspective can be measured with Lean and Six Sigma method. Thus, this study will use the integration method of IPGA, lean, and six sigma in effort to improve service quality of PT TMJ. Based on the research result, service quality attributes considered the most influential is road lighting, road surface smoothness, driving safety, and accident handling. Suggested improvements for each attribute are road lighting installation at vulnerable points of accidents,asphalt layer installation on bumpy roads, paying particular attention to the implementation of safety driving indicator, and improving value stream of accident handling. Based on future state value stream mapping, total lead time is 150 minutes and value added activity percentage is 72,6%. 
PERANCANGAN MODEL DISTRIBUSI KOMODITAS PADI PASKA-PANEN BERBASIS SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (Studi Kasus Sistem SAPA Sukabumi) Wiyono, Didiek Sri; Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 2, Mei 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.22 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.2.105-112

Abstract

Ditinjau dari kajian Supply Chain Management (SCM), salah satu akar masalah pada bisnis komoditas padi paska-panen adalah masalah distribusi. Rendahnya tingkat aksesibilitas informasi ketersediaan komoditas bagi para stakeholder mengakibatkan proses distribusi tidak berjalan dengan baik, sehingga sering terjadi penumpukan komoditas maupun kekosongan komoditas di sisi yang lain. Permasalahan komunikasi dan koordinasi ini mengakibatkan distribusi komoditas padi tidak berjalan dengan baik sehingga sangat merugikan  konsumen, petani dan semua pihak yang terlibat di dalam sistem SCM. Fokus penelitian ini adalah merancang model distribusi komoditas padi paska-panen. Rancangan model berbasis Supply Chain Management (SCM) dipilih karena karakteristiknya dalam hal kemudahan interaksi antar   stakeholder  dinilai mampu menjawab permasalahan rendahnya tingkat aksesibilitas informasi ketersediaan komoditas. Proses perancangan dimulai dengan melakukan inventarisasi kebutuhan stakeholder hingga mendapatkan format yang sesuai dengan distribusi komoditas padi paska-panen. Selanjutnya dibuat System Requirement Specification (SRS) dan diidentifikasi value chain dari komoditas padi paska-panen. SRS dan value chain yang telah didapat dijadikan dasar dalam merancang model distribusi dengan bantuan Use Case Model. Hasil penelitian ini berupa model bisnis yang komperhensif dari sebuah sistem distribusi komoditas padi paska-panen berbasis SCM yang telah disesuaikan  dengan kebutuhan pengguna. Kata kunci: Supply Chain Management, komunikasi dan koordinasi, penyebaran informasi,   model distribusi komoditas padi pascapanen.   Abstract With the Supply Chain Management’s (SCM) appoach, uncertaintly of rice, main commodity in agri-industry after-harvest paddy, supply and distribution which is giving a bad impact for consumers, farmers, and all who are involved in this business, found that root of the problems is minimum availability of comodities and accessibility of informations. These problems happened because uncertaintly and unavailability of accurate informations about inventory, demands and also products capacity  form industries. By the advanced development of internet, web and mobile technologies, problems in creating, providing and deseminating of informations can be minimized by using appropriate application in SCM based information system that uses the advanced facilities of internet and mobile communication network which have been widely spead in Indonesia. Creating software requirement specifications (SRS), use case diagrams, class diagrams and comparing SRS with these diagrams, will be much helpfull for the designed processes to meet and fit with user needs. User interface and prototype of these applications, as a result, also introduced to the client and users to guarantee the fitness of the designed applications. Keywords: Supply Chain Management, comunication and coordinaton, sharing information, distribution model of after-harvest paddy  
DEVELOPMENT OF ENTERPRISE RESOURCE PLANNING APPLICATIONS TO HELP RESOURCES MANAGEMENT OF FURNITURE COMPANY USING TECHNOLOGY WINDOWS COMMUNICATION FOUNDATION Didiek S Wiyono; Bayu Pratama Rudy N
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.3, September 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.689 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.3.153-160

Abstract

Furniture companies need the latest information of its resources to maintain efficiency and productivity. ERP can be used as a tool to manage the existing resources on furniture company and can quickly display the suitable information.The study was conducted to design a simple ERP application that can help resource management on the furniture company. ERP application built with object-oriented methods. The implementation is using web technology as the user interface, Windows Communication Foundation (WCF) as the application interface with other systems, and HTTP / HTTPS as the transport protocol to access the application.The results of study is a simple ERP application which consist of order management, production, inventory, purchasing, and reporting. ERP applications can be accessible to users through the web. For the purposes of integration, has built 72 services of WCF that can be accessed by other applications even though using different platforms.Keywords: erp, web, windows communication foundation, integration
PENYUSUNAN SKENARIO KEBIJAKAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PT. XYZ MENGGUNAKAN METODE DYNAMIC BALANCED SCORECARD Susanty, Aries; Suliantoro, Heri; Dyandra, Halida
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.805 KB) | DOI: 10.14710/jati.14.1.33-42

Abstract

PT.XYZ perlu untuk mengembangkan metode Balanced Scorecard (BSC) yang saat ini digunakannya menjadi System Dynamics-Based Balanced Scorecard (SD–BSC) karena keterbatasn dari metode BSC untuk memetakan hubungan timbal balik antara indikator-indikator yang digunakan dan ketercapaian target-target yang telah ditetapkan. Berdasarkan hal tersebut, studi ini memeliki beberapa tujuan. Pertama, menyusun causal loop diagram (CLD) dari indikator-indikator BSC yang telah dikembangkan oleh PT. XYZ; kedua, menyusun skenario kebijakan dan melakukan simulasi; serta ketiga, mengusulkan sejumlah rekomendasi kepada PT. XYZ atas dasar hasil simulasi tersebut. Studi ini menggunakan metode survai yang berupa wawancara dan penyebaran kuesioner untuk mengidentifikasi dan memvalidasi indiktor-indiktor yang nantinya berfungsi sebagai variabel dalam CLD. Studi ini juga menggunakan data sekunder berupa catatan perusahaan untuk mengetahui kondisi masing-masing indikator dan data-data lain yang dibutuhhkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa indikator yang memberikan pengaruh terbesar pada pendapatan dan laba adalah jumlah produksi listrik sehingga indikator tersebut perlu diprioritaskan. Skenario terbaik dari hasil simulasi adalah skenario gabungan dengan memperoleh laba kumulatif sebesar Rp 5.875.297.558 dan pendapatan kumulatif sebesar Rp 40.959.313.558. Pencapaian laba dan pendapatan tersebut diperolah dari meningkatkan produktivitas operator sebesar 22,2%. Peningkatan produktivitas operator dapat dilakukan dengan meningkatkan kepuasan karyawan sebesar 25,69% dan meningkatkan jumlah karyawan mengikuti training menjadi 30 – 35 orang. Singkatnya, PT.XYZ perlu memberikan perhatian lebih pada Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengoptimalkan perolehan pendapatan dan laba. Abstract PT. XYZ needs to develop a Balanced Scorecard (BSC) method which is currently used as a Dynamics-Based Balanced Scorecard (SD-BSC) because of the limitations of the BSC method to map the causal relationshi between indicators used and the achievement of targets has been established. Based on this condion, this study have several purposes. First, develop a causal loop diagram (CLD) of an indicator-indicator of BSC that has been developed by PT. XYZ; second, compile and stimulate several policy scenarios, and third, propose several recommendations to PT. XYZ based on the simulation results. This study uses survey methods in the form of interviews and questionnaires to identify and validate indictors which is used as variavle in CLD. This study also use secondary data in form of company record to know the condition of each indicator and the other data needed. The results of this study indicate the importance indicator which has the greatest influence on income and profits is the amount of electricity production. This indicator need to be prioritized. The best scenario from the simulation results is a combined scenario with a cumulative profit of Rp. 5,875,297,558 and cumulative income of Rp. 40,959,313,558. The achievement of profit and income is obtained from increasing operator productivity by 22.2%. Increased operator productivity can be done by increasing employee satisfaction by 25.69% and increasing the number of employees participating in training to be 30-35 people. In short, PT. XYZ needs to pay more attention to Human Resources (HR) to optimize revenue and profit.Keywords: PT.XYZ; indicator; scenarios; system dynamic; dynamic-based balanced scorecard
DESIGNING E-LEARNING MODEL TO LEARN ABOUT TRANSPORTATION MANAGEMENT SYSTEM TO SUPPORT SUPPLY CHAIN MANAGEMENT WITH SIMULATION PROBLEMS Wiyono, Didiek Sri; Pribadi, Sidigdoyo; Permana, Ryan
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.498 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.1.11-20

Abstract

Focus of this research is designing Transportation Management System (TMS) as e-learning media for logistic education. E-learning is the use of Internet technologies to enhance knowledge and performance. E-learning technologies offer learners control over content, learning sequence, pace of learning, time, and often media, allowing them to tailor their experiences to meet their personal learning objectives. E-learning appears to be at least as effective as classical lectures. Students do not see e-learning as replacing classical training but as a complement to it. TMS are one of many system that will be completed the supply chain. To support interoperable machine-to-machine interaction over a network we can use a web service. By using web service, TMS software can communicated with Supply Chain Management (SCM) software and completed the supply chain. In previous research about logistic problems, still limited to the modul design of SCM application without TMS support. We created this e-learning media by using PHP, SOAP, SQL and HTTP connection protocol. The result of the research is web-based e-learning application to learn about transportation with simulation problems to complete the purpose of supply chain on logistics.Key Words: Transportation Management System, Supply Chain Management, Logistic, e-learning media, Web service. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mendesain sebuah e-learning media mengenai Transportation Management System (TMS) sebagai media pembelajaran untuk mempelajari masalah logistik. E-learning adalah penggunaan teknologi internet untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja. E-learning menawarkan kontrol atas konten, urutan pembelajaran, kecepatan pembelajar, waktu pembelajaran, dan media yang digunakan, untuk memenuhi tujuan dari pembelajaran. Dibandingkan dengan metode pengajaran klasik, e-learning memiliki nilai keefektifan yang sama besar dengan metode pengajaran klasik. E-learning bukan merupakan pengganti dari metode pengajaran klasik melainkan merupakan pelengkap dari metode pengajaran klasik. TMS merupakan satu dari beberapa system yang ada dalam kajian rantai pasok. Dengan menggunakan teknologi web service maka sebuah system dapat berkomunikasi dengan sistem yang lain dalam sebuah jaringan. Dengan menggunakan teknologi web service, TMS dapat berkomunikasi dengan software Supply Chain Management (SCM) untuk melengkapi rantai pasok. Dalam penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan hanya terbatas pada pembuatan aplikasi SCM tanpa adanya dukungan dari TMS. Pembuatan e-learning untuk TMS ini adalah dengan menggunakan PHP, SOAP, SQL dan HTTP connection protocol. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah e-learning berbasis web untuk mempelajari masalah transportasi dengan menggunakan masalah simulasi untuk melengkapi rantai pasok dalam logistik.Kata kunci: System manajemen transportasi, Supply Chain Management, Logistik, media e-learning, Web service.
HUMAN RELIABILITY ANALYSIS DENGAN PENDEKATAN COGNITIVE RELIABILITY AND ERROR ANALYSIS METHOD (CREAM) Maulida, Zahirah Alifia; Santiasih, Indri; Handoko, Lukman
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 1, Januari 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.625 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.1.1-6

Abstract

Kecelakaan kerja pada bidang grinding dan welding menempati urutan tertinggi selama lima tahun terakhir di PT. X. Kecelakaan ini disebabkan oleh human error. Human error terjadi karena pengaruh lingkungan kerja fisik dan non fisik.Penelitian kali menggunakan skenario untuk memprediksi serta mengurangi kemungkinan terjadinya error pada manusia dengan pendekatan CREAM (Cognitive Reliability and Error Analysis Method). CREAM adalah salah satu metode human reliability analysis yang berfungsi untuk mendapatkan nilai Cognitive Failure Probability (CFP) yang dapat dilakukan dengan dua cara yaitu basic method dan extended method. Pada basic method hanya akan didapatkan nilai failure probabailty secara umum, sedangkan untuk extended method akan didapatkan CFP untuk setiap task. Hasil penelitian menunjukkan faktor- faktor yang mempengaruhi timbulnya error pada pekerjaan grinding dan welding adalah kecukupan organisasi, kecukupan dari Man Machine Interface (MMI) & dukungan operasional, ketersediaan prosedur/ perencanaan, serta kecukupan pelatihan dan pengalaman. Aspek kognitif pada pekerjaan grinding yang memiliki nilai error paling tinggi adalah planning dengan nilai CFP 0.3 dan pada pekerjaan welding yaitu aspek kognitif execution dengan nilai CFP 0.18. Sebagai upaya untuk mengurangi nilai error kognitif pada pekerjaan grinding dan welding rekomendasi yang diberikan adalah memberikan training secara rutin, work instrucstion yang lebih rinci dan memberikan sosialisasi alat. Kata kunci: CREAM (cognitive reliability and error analysis method), HRA (human reliability analysis), cognitive error Abstract The accidents in grinding and welding sectors were the highest cases over the last five years in PT. X and it caused by human error. Human error occurs due to the influence of working environment both physically and non-physically. This study will implement an approaching scenario called CREAM (Cognitive Reliability and Error Analysis Method). CREAM is one of human reliability analysis methods which purposely employed to gain a Cognitive Failure Probability (CFP) value which can be conducted with basic and extended method. An application of basic method will result a general value of failure probability whereas a more specific CFP value for every task will be resulted when the extended method is utilized. This study showed that numbers of factors that shall be applied to mitigate error on grinding and welding sector are application of; adequacy of organization, adequacy of Man Machine Interface (MMI) & operational support, availability of procedure /plans and adequacy of training and preparation. This study exhibites that planning has the highest erroneous value of cognitive aspect on grinding task (by CFP value of 0.3). Furthermore, CFP value of 0.18 of cognitive aspect is shown for execution on welding task. To summarize, this study suggests numerous method to trim cognitive erroneous value on grinding and welding work, which are by committing a periodical training, applying more detail work instruction and giving education to operate the equipment. Keywords: CREAM (cognitive reliability and error analysis method), HRA (human reliability analysis), cognitive error
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI JASA BERBASIS LAYANAN PELANGGAN (STUDI KASUS PT. GLORA KARYA MAKMUR, BAWEN) Sriyanto, Sriyanto; Suliantoro, Hery; Dinasty, Ananda Wien
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 1, No.3, September 2006
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.208 KB) | DOI: 10.12777/jati.1.3.1-11

Abstract

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang industri akan mengakibatkan persaingan atau kompetisi menjadi semakin ketat. Persaingan tersebut tidak hanya terjadi pada perusahaan – perusahaan yang bergerak di bidang produksi barang atau manufaktur saja. Persaingan juga terjadi pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Untuk memenangkan persaingan tersebut semua perusahaan, dalam hal ini yang bergerak di bidang jasa, tentu saja harus meningkatkan pelayanannya kepada konsumen. PT. Glora Karya Makmur adalah perusahaan yang  bergerak di bidang jasa transportasi barang.. Dalam melaksanakan kegiatannya PT. Glora Karya Makmur mendistribusikan produk Coca – Cola berdasarkan delivery order yang diberikan oleh pihak Coca Cola ke sales centre –sales centre tersebut. Permasalahan yang dihadapai adalah perusahaan belum mampu memenuhi kebutuhan pelanggan akan informasi yang cepat dan akurat, hal ini  disebabkan karena belum adanya sistem informasi berbasis layanan pelanggan yang handal dalam menangani delivery order dari pelanggan.                 Sistem informasi yang akan dikembangkan adalah sistem informasi transportasi (SITASI) yang menggunakan arsitektur database client-server. Dalam merancang sistem ini lebih dulu dilakukan analisis sistem yang lama dengan menggunakan IDEFø. Pemodelan IDEFø juga digunakan pada saat merancang sistem yang baru Setelah dilakukan perancangan sistem yang baru dan mengembangkannya dalam bentuk perangkat lunak, dihasilkan dua interface utama yaitu interface untuk perusahaan (PT. GKM) dan interface untuk pelanggan (PT. Coca –Cola) yang saling terhubung dengan database yang sama. Dengan adanya perangkat lunak SITASI ini maka prosedur kerja antara kedua perusahaan akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat, dan pelanggan akan lebih puas dengan kinerja yang diberikan oleh perusahaan. Kata kunci    : client-server,IDEFø,SITASI,layanan pelanggan.

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue