cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN PT. PERTAMINA (PERSERO) TBBM SEMARANG GROUP DENGAN PENDEKATAN HUMAN RESOURCES SCORECARD Putri, Dyah Aisyah; Handayani, Naniek Utami
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 3, September 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.208 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.3.187-196

Abstract

PT. PERTAMINA (PERSERO) Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Semarang Group memiliki tugas utama yaitu sebagai tempat Penerimaan, Penyimpanan, dan Penyaluran. TBBM Semarang Group menargetkan posisi perusahaan ada pada peringkat “GOLD” di Tahun 2014 dengan standar kriteria persentase penilaian keseluruhan sebesar 90%. Dari data yang didapatkan hasil nilai audit POSE (Pertamina Operation & Service Excellent) pada tahun 2013 mencapai 92%, dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 93,9%. Namun pada 4 elemen yang berkaitan dengan aspek Human Resources terjadi penurunan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi KPI (Key performance indicator) terpilih yang dapat menunjang peningkatan nilai POSE dengan menggunakan rancangan HR Scorecard, serta menghitung bobot masing-masing KPI dengan metode Analytical Hierarchy Process dan mengukur nilai pencapaian kinerja dengan metode Scoring System dan evaluasi hasil pengukuran kinerja dengan Traffic Light System. Perancangan pengukuran kinerja dengan kerangka Human Resources Scorecard menghasilkan 17 KPI yang dapat menunjang peningkatan nilai POSE, yaitu 5 KPI dari perspektif High Performance Work System, 3 KPI HR System Alignment, 4 KPI HR Efficiency, dan 5 KPI HR Deliverable. Dari hasil pengukuran kinerja TBBM Semarang Group berada pada level hijau dengan hasil kinerja sebesar 98% atau sudah baik. Namun, masih terdapat 2 KPI yang berada pada level merah yaitu tingkat keterlambatan karyawan dan biaya penjagaan lingkungan. Maka, perusahaan harus melakukan perbaikan segera pada kedua KPI tersebut agar dapat meningkatkan nilai persentase POSE pada aspek Human Resources. Kata Kunci : human resources scorecard; key performance indicator; pengukuran kinerja; analytical hierarchy process; scoring system dan traffic light system Abstract The main roles of PT. Pertamina (Persero) Fuel Oil Terminal (TBBM) Semarang Group consist of Receiving, Storing, and Distribution. In 2004, TBBM Semarang Group targeted the “GOLD” rank with the standard of 90% total scoring. The data obtained from POSE (Pertamina operation & Service Excellent) audit in 2013 showed the score of 92%, and increased to 93.9% in 2014. However, downturn was present in aspects of Human Resources. The purpose of this study is to identify the selected KPI (Key performance indicator)  to support the increased value POSE using HR Scorecard design, calculate the weight of each KPI using Analytical Hierarchy Process, measure the value of performance achievement with the Scoring System, and evaluate performance measurement with Traffic Light System. Designing performance measurement framework with Human Resources Scorecard KPI produces 17 KPI score that could support increasing value of POSE, namely 5 KPI score from High Performance Work System, 3 KPI score from HR System Alignment, 4 KPI score from HR Efficiency, and 5 KPI score from HR Deliverable. Performance measurement performed in TBBM Semarang Group shows that the company is currently at the green level with 98% performance or satisfactory. On the other hand there are two KPIs in the red level, which are delays of employees and environmental preservation. To conclude, improvements on both KPIs should be urgently implemented for the company to boost POSE percentage in aspects of Human Resources. Keyword: human resources scorecard; key performance indicator; pengukuran kinerja; analytical hierarchy process;  scoring system dan traffic light system
PERBANDINGAN METODE-METODE BIOMEKANIKA UNTUK MENGANALISIS POSTUR PADA AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING (MMH) KAJIAN PUSTAKA Budiman, Edi; Setyaningrum, Ratih
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 1, No.3, September 2006
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.881 KB) | DOI: 10.12777/jati.1.3.46-52

Abstract

Manual material handling merupakan kajian studi yang sangat penting di dunia industri. Tenaga manusia berperan utama dalam aktivitas manual material handling. Fleksibilitas gerakan merupakan salah satu alasan untuk industri yang masih memanfaatkan penanganan material secara manual. Disisi lain, postur yang dilakukan pada aktivitas tersebut dapat menyebabkan cidera tulang belakang (Low Back Pain). Oleh sebab itu, banyak metode yang dikembangkan untuk menganalisis postur  kerja aktivitas MMH(manual material handling) diantaranya; NIOSH, OWAS, REBA dan RULA. Paper ini akan membandingkan metode-metode tersebut, dengan mengevaluasi input, proses (metodologi) dan outputnya. Hasil dari studi perbandingan ini adalah metode yang paling efektif untuk penanganan material secara manual. Keywords       : Niosh, Owas, Reba, Rula.
PERANCANGAN ALAT BANTU GUNA MEREDUKSI BEBAN OTOT DAN GAYA YANG DITERIMA OLEH PEKERJA FINE FOCUS ADJUSMENT DI PT ARISAMANDIRI PRATAMA Rinawati, Dyah Ika; Wisnu, Gregorius Budhi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.3, September 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.192 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.3.198-206

Abstract

Operator pada stasiun kerja Fine Focus Adjustment di PT ArisaMandiri Pratama sering mengalami keluhan pegal dan nyeri pada bahu. Hal ini diakibatkan karena postur kerja yang tidak alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat bantu dan kursi bagi pekerja fine focus adjusment dengan pendekatan biomekanika dan antropometri dan membandingkan beban otot dan gaya yang diterima oleh pekerja sebelum dan setelah dilakukan perbaikan. Metode yang digunakan dalam perancangan alat bantu adalah value engineering. Identifikasi fungsi dilakukan dengan menggunakan FAST diagram. Dari hasil identifikasi kebutuhan dan fungsi perlu dilakukan perbaikan dengan penambahan mekanisme berputar dan pengunci pada alas kerja serta penambahan ketinggian kursi. Penelitian ini menghasilkan rancangan berupa prototype alat bantu meja putar dan prototype kursi hasil redesain. Hasil evaluasi menunjukkan nilai EMG pada otot trapezius rata-rata sebesar 6,135 mV sebelum dilakukan perbaikan dan 9,345 mV setelah dilakukan perbaikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan nilai EMG atau dengan kata lain terjadi penurunan beban otot. Gaya yang diterima pada sebelum dan sesudah perbaikan rata-rata sebesar 259,83 N. Redesain yang dilakukan belum dapat mengurangi gaya yang diterima oleh pekerja, namun  gaya yang diterima masih dalam batas aman. Kata Kunci :     ergonomis, alat bantu, value engineering, beban otot, EMG, gaya, fine focus adjustment    Operators at work stations in the Fine Focus Adjustment ArisaMandiri PT Pratama often complain of stiffness and pain in the shoulder. This is caused by unnatural work postures. This study aims to design tools and chairs for workers with a fine focus adjusment approach and compare the biomechanics and anthropometry muscle load and the force received by the worker before and after the repair. The method used in the design of a tool is of value engineering. Identification of the functions carried out by using the FAST diagram. From the identification of needs and functions need to be improved with the addition of rotating and locking mechanism on the base work as well as the addition of seat height. The study produced a prototype design tool of the turntable and redesigning the prototype seat. Evaluation results show the value of EMG in the trapezius muscle by an average of 6.135 mV before and 9.345 mV repair after repair. So it can be concluded that an increase in the value of EMG or in other words a decline in muscle weight. The force received before and after repair by an average of 259.83 N. Redesign done have not been able to reduce the force received by the worker, but still acceptable styles within safe limits. Keywords: ergonomics, tools, value engineering, muscle load, EMG, force, fine focus adjustment
PENGEMBANGAN STRATEGI PARIWISATA BERBASIS ECOTOURISM PADA KLASTER PARIWISATA BOROBUDUR-DIENG, JAWA TENGAH Susanty, Aries; Puspitasari, Nia Budi; Valinda, Conni
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.206 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.57-76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi saat ini dari pariwisata di Kawasan Borobudur dan kawasan Dataran Tinggi Dieng, merumuskan prioritas strategi ecotourism yang sesuai dengan kondisi pariwisata untuk kedua kawasan pariwisata, dan merumuskan prioritas strategi ecotourism untuk klaster pariwisata Borobudur-Dieng. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan beberapa metode, yaitu External Factors Evaluation Matrix (EFEM), Internal Factors Evaluation Matrix (IFEM), Analisis SWOT, dan Multi Attribute Utility Theory (MAUT). Data-data primer yang digunakan dalam penelitiian diperoleh dengan cara penyebaran kuesioner dan wawancara kepada sejumlah ahli, masyarakat lokal, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Borobudur memiliki performansi yang baik dengan nilai EFEM 3,003 dan IFEM 2,75 sehingga usulan strategi berupa strategi SO. Berdasarkan hasil evaluasi MAUT, strategi terbaik untuk kawawan Borobudur adalah  melakukan promosi menggunakan media internet. Adapun Kawasan Dataran Tinggi Dieng memiliki nilai EFEM sebesar 2,89 dan IFEM 2,335 sehingga usulan strategi terbaik dari strategi WO. Selanjutnya, berdasarkan hasil evaluasi MAUT, strategi terbaik untuk kawasan Dataran Tinggi Dieng adalah menjaga kebersihan lingkungan objek wisata. Adapun hasil evalusi MAUT untuk klaster pariwisata Borobudur-Dieng menunjukkan bahwa strategi terbaik adalah  pemerintah perlu merancang suatu paket-paket wisata yang memadukan kedua kawasan tersebut secara terintegrasi.AbstractThis study aims to evaluate the current condition of  tourism of  Borobudur and Dieng Higlands region, formulate the priority strategy of ecotourism in accordance with the condition of  both of two regions, and formulate the priority strategy of ecotourism for cluster tourism of Borobudur-Dieng. This research was conducted using several methods, namely External Factors Evaluation Matrix (EFEM), Internal Factors Evaluation Matrix (IFEM), SWOT Analysis, and Multi Attribute Utility Theory (MAUT). Primary data  for this study were collected through questionnaire and interview with some experts, local communitites, and visitors. The results of data processing showed that the performance of Borobudur region was good enough with EFEM value 3.003 and IFEM value 2 75; thus we can propose the SO strategy for Borobudur region.  MAUT evaluation for Borobudur region showed that the best strategy was to conduct promotion through internet. Meanwhile EFEM value and IFEM value of Dieng Highlands region were 2.89 and 2.335 respectively, thus the best proposed strategy was WO. MAUT evaluation for Dieng Highlands region showed that the best strategy was to maintain the cleanliness of tourism destinations. Thus, MAUT evaluation for cluster tourism of Borobudur-Dieng showed that the best strategy was the government should provide tour packages that include both regions simultaneously.
ANALISIS PERFORMANSI SUPPORT VECTOR REGRESSION DALAM MEMPREDIKSI BONUS TAHUNAN KARYAWAN Sari, Diana Puspita
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 1, Januari 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.301 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.1.15-22

Abstract

Penelitian ini mengaplikasikan support vector regression (SVR) untuk meramalkan bonus tahunan karyawan berdasarkan hasil pengukuran kinerjanya.. Setelah dilakukan running dengan SVR,yang memberikan nilai kesalahan terkecil baik mean square error maupun mean absolute error adalah pada fungsi kernel polinomial, parameter kernel 1 dan loss function kuadratik. Sedangkan besar kecilnya error tidak dipengaruhi besar kecilnya upperbound. Hasil prediksi SVR memberikan performansi yang bagus, ini ditunjukkan dengan error yang kecil, fungsi yang tipis dan banyaknya support vector. Prediksi dengan linier regresi juga memberikan performansi yang bagus dengan tingkat error yang kecil, tetapi hasil dari SVR masih lebih bagus meskipun perbedaannya tidak signifikan. Kata Kunci: SVR, Prediksi, Bonus, Regresi Linier, mean square error, mean absolute error.   Abstract   This research use Support Vector Regression (SVR) application to forecast the annual bonus of employes by their perfomance measuring result.After done by running with SVR, the smallest error value from mean square error or mean absolute error is shown in the kernel polinomial function, parameter I and loss function kuadratik. While the error value is not affected by upperbound value.The SVR result give the good perfomance,this is shown by small error value, the flimsy function, and the number of support vector.  Prediction with Linier Regression also give the good perfomance with the small error value, but SVR is better although not significant. Keywords: SVR, Regresi Linier, mean square error, mean absolute error.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN KLASTER BATIK PEKALONGAN (STUDI KASUS PADA KLASTER BATIK KAUMAN, PESINDON DAN JENGGOT) Susanty, Aries; Handayani, Naniek Utami; Jati, Prima Andidya
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.1, Januari 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.781 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.1.1-14

Abstract

Dalam rangka pengembangan batik sebagai salah satu potensi ekonomi lokal di Jawa Tengah, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi Klaster Industri Batik di Pekalongan saat ini, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tiga buah Klaster Industri Batik di Pekalongan, yaitu Klaster Kampoeng  Batik Kauman, Klaster Kampung Wisata Pesindon, dan Klaster Batik Jenggot, dan memberikan suatu rekomendasi yang  dapat mengoptimalkan pertumbuhan ketiga klaster tersebut dibandingkan dengan pertumbuhannya saat ini. Penelitian ini menggunakan ModelDiamond dari Porter (1990) sebagai kerangka pikir untuk menganalisis pertumbuhan suatu klaster. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling dengan  menggunakan software SmartPLS 2.0. Sampel dalam penelitian adalah para pengusaha batik yang terdapat dalam Klaster Kampoeng  Batik Kauman, Klaster Kampung Wisata Pesindon, dan Klaster Batik Jenggot. Hasil penenelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor yang sama-sama mempengaruhi pertumbuhan Klaster Kampoeng  Batik Kauman, Klaster Kampung Wisata Pesindon, dan Klaster Batik Jenggot. Ketiga faktor tersebut adalah keberadaan industri pendukung dan terkait, strategi dan persaingan usaha, serta peran dari pemerintah. Diantara ketiga faktor tersebut, faktor yang paling  berpengaruh untuk pertumbuhan klaster adalah terdapatnya strategi dan persaingan usaha. Selanjutnya, disamping ketiga faktor tersebut, pertumbuhan Klater  Kampoeng Batik Kauman dipengaruhi pula oleh kondisi permintaan, pertumbuhan Klaster Kampung Wisata Pesindon dipengaruhi oleh faktor kondisi, dan pertumbuhan Klaster Kampung Batik Jenggot dipengaruhi oleh  kondisi permintaan serta faktor kondisi.Kata Kunci: klaster, konsep “the four diamond”, batik pekalongan, pertumbuhan, partial least square Abstract In order to develop batik as one of the potential of local economies in Central Java, the study aims to analyze the condition in Pekalongan Batik Industry Cluster today, analyzes the factors that influence the growth of three Pekalongan Batik Industry Cluster, the Cluster Kampoeng Batik Kauman, Cluster Tourism Village Pesindon and cluster Batik Beard, and provide a recommendation to optimize the growth of the three clusters are compared with the current growth. This study used Diamond Model of Porter (1990) as a framework for analyzing the growth of a cluster. The method used in this study is Structural Equation Modelling using SmartPLS 2.0 software. The sample is contained batik entrepreneurs in Cluster Kampoeng Batik Kauman, Tourism Village Cluster Pesindon, and Cluster Batik Beard. The results of investigations show that there are three factors that equally affect the growth of clusters Kampoeng Batik Kauman, Pesindon Tourism Village Cluster and Cluster Batik Beard. The third factor is the existence of supporting and related industries, business strategy and competition, as well as the role of government. Among these three factors, the most influential factor for the growth of the cluster is the presence of strategy and competition. Furthermore, in addition to these three factors, the growth Klater Kampoeng Batik Kauman also influenced by demand conditions, cluster growth is affected by the Tourism Village Pesindon condition factor, and growth Kampung Batik Beard Cluster affected by the demand and factor conditions.Keywords: cluster, the concept of "the four diamond", pekalongan batik, growth, partial least square
APLIKASI MODEL JOINT ECONOMIC LOT SIZE (JELS) DAN QUANTITY DISCOUNT DALAM KERJASAMA PENENTUAN LOT PEMESANAN ANTARA PRODUSEN DAN KONSUMEN Suseno, Suseno; Al Faritsy, Ari Zaqi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.911 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.3.151-162

Abstract

PT. Bhakti Karya Mulia (PT BKM) dalam perkembangan bisnis manufaktur pengolahan susu hewan sudah memiliki beberapa pembeli tetap, akan tetapi belum dilakukan ikatan kerjasama, terutama dalam hal penentuan lot rantai pasok antara produsen dan pembeli. Metode JELS (Joint Economic Lot Size) menentukan jumlah lot gabungan yang didasarkan pada semua biaya persediaan menyangkut biaya setup, simpan, pesan yang terdapat pada produsen dan agen pembeli. Selain itu, produsen juga bisa menggunakan model quantity discount untuk mengurangi total biaya pembelian agen akibat kenaikan total biaya persediaan dari aplikasi JELS. Dengan metode tersebut diharapkan menghasilkan lot kerjasama yang dapat mengurangi total biaya persediaan gabungan dalam rantai pasok.Dari hasil pengolahan didapatkan total biaya persediaan dalam sistem rantai pasok untuk: JELS sebesar Rp. 2.357.620,61, independent lot size EOQ sebesar Rp. 3.632.870,41, dan independent perusahaan sebesar Rp. 10.383.836,63, sehingga nilai lot yang dapat membuat total biaya persediaan dalam sistem paling kecil adalah metode joint economic lot size (JELS).Nilai lot masing-masing produk yaitu: agen Hamzah dengan produk lactomax = 633,659 kg, colostrume = 606,099 kg, curah = 932,071 kg; agen Heri dengan produk lactomax = 929,127 kg, colostrume = 888,71 kg, curah = 1366,69 kg; agen Hari dengan produk lactomax = 347,07 kg, colostrume = 331,974 kg, curah = 510,516 kg; agen Heru dengan produk lactomax = 679,526 kg, colostrume = 649,972 kg, curah = 999,538 kg; agen Wiwit dengan produk lactomax = 316,831 kg, colostrume = 303,05 kg, curah = 466,037 kg; agen Danu dengan produk lactomax = 200,381 kg, colostrume = 191,665 kg, curah = 294,748 kg; agen Iwan dengan produk lactomax = 141,691 kg, colostrume = 135,528 kg, curah = 208,417 kg.
PERANCANGAN ALAT PERMAINAN UNTUK PASIEN PASCA STROKE Rosyada, Zaenal Fanani; Nurkertamanda, Denny; Dewangga, Asa
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.659 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.3.151-158

Abstract

Bermain merupakan bagian yang sedemikian diterimanya dalam kehidupan manusia sehingga diharapkan bermain juga mampu digunakan sebagai alat dengan fungsi lain seperti alat dalam rehabilitasi penyakit stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk dengan dasar pin board yang kemudian dapat digunakan sebagai alat permainan dalam rehabilitasi penyakit stroke. Value engineering digunakan sebagai metode dalam merekam proses kreatif selama pengembangan pin board menjadi alat permainan. Value engineering menggunakan tools FAST sebagai pendekatan untuk memetakan aliran proses fungsional dari produk utama dan produk tujuan yang diharapkan. Hasil penelitian adalah alat permainan berupa permainan ular tangga dan halma, dengan dasar permainan berbentuk pin board dengan karakteristik permaianan permainan multi player. Fungsi tujuan produk tercapai yaitu bagaimana pada saat terapi pasien dapat memiliki perasaan seperti sedang bermain sehingga tidak menimbulkan rasa bosan dan nyaman. Kata kunci : Value Engineering, FAST, pin board, alat permainan.   Playing an integral part of such a receipt in human life which is expected to play also could be used as tools with other functions such as tool in stroke rehabilitation. The purpose of this research is to develop products with the basic pin board which can then be used as a tool in rehabilitation of stroke play. Value engineering is used as a method of recording the creative process during the development of a tool pin board game. FAST value engineering use tools as an approach to map the functional process flow of the main products and the products expected goals. The results are tools in the form of games or snake ladder game and checkers, with a basic pin-shaped game board with the characteristics of multi-player games or game. Objective function that is how the product is achieved when the patient's therapy may have a feeling like I'm playing so as to avoid boredom and comfortable. Keywords: Value Engineering, FAST, pin board, game equipment.
SIMULASI MODEL DINAMIK PENGANGKUTAN CRUDE PALM OIL (CPO) DI PT. XYZ UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA TRANSPORTASI PENGADAAN BAHAN Atikah, Nur; Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.2, Mei 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.58 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.2.125-134

Abstract

Adanya krisis ekonomi di Eropa membuat harga komoditas Crude Palm Oil (CPO) menurun. Disisi lain, biaya operasi dari proses produksi CPO ini meningkat 9,8% karena biaya transportasi yang tinggi.  Dipandang dari sistem kajian manajemen sistem rantai pasok, kerugian atas menurunnya harga ditambah dengan tingginya biaya transportasi akan semakin merugikan PT. XYZ. Dalam upaya menekan kerugian yang terjadi, meminimasikan biaya transportasi pengadaan bahan dapat menjadi salah satu alternatif solusinya. Kebijakan pada level strategis yang dapat dijadikan usulan, salah satunya dengan mengajukan alternatif moda transportasi dengan memperhatikan faktor kedinamisan dan ketidakpastian. Faktor-faktor tersebut dapat diimplementasikan dengan penerapan simulasi model dinamik. Hasil dari model dinamik yang diusulkan, penurunan biaya transportasi dicapai dengan pemilihan dan penentuan jumlah dari setiap alternatif moda transportasi yang diusulkan pada setiap level pada elemen sistem yang telah didefinisikan. Kata kunci : model dinamik, biaya transportasi, pengadaan crude palm oil Abstrct The economic crisis in Europe makes the price of commodities such as Crude palm Oil (CPO) declined. On the other hand, the operating cost of the CPO production increased 9.8% due to high transportation costs. From the point of view of supply chain management systems assessment, loss on declining prices coupled with the high transportation costs will be more detrimental to PT. XYZ. In an effort to reduce the loss, transportation cost of procurement cycle can be an alternative solution. The strategic level policy that can be proposed, is proposing an alternative mode of transportation were attentive to dynamics and uncertainty factors. The factors can be implemented by the application of dynamic simulation models. Results of the proposed dynamic model, reduced transportation costs achieved by the selection and determination of the amount of each proposed alternative transportation modes at each level of the system elements has been defined. Keywords : dynamic models, transportation cost, procurement of crude palm oil
MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN INDUSTRI JASA MELALUI PENDEKATAN INTEGRASI METODA SERVQUAL-SIX SIGMA ATAU SERVQUAL-QFD Santoso, Haryo
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 1, No.1, Januari 2006
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.56 KB) | DOI: 10.12777/jati.1.1.85-106

Abstract

SERVQUAL merupakan salah satu metode  yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan atas jasa yang telah diterimanya yakni dengan cara membandingkan tingkat persepsi dan ekspektasinya. Servqual menilai kualitas pelayanan berdasarkan lima dimensi kualitas, yaitu dimensi empathy, assurance, reliability, responsivenes, dan tangibles. Six Sigma merupakan suatu metode atau teknik pengendalian dan peningkatan kualitas dramatik yang merupakan terobosan baru dalam bidang kualitas dan selalu berorientasi pada Kepuasan Pelanggan dengan suatu pengukuran target Sigma Quality Level. Langkah-Langkah Six Sigma adalah Define (D), Measure (M),  Analyze (A), Improve (I) , Control (C) Quality Function Deployment (QFD) adalah suatu metode terstruktur untuk merencanakan dan mengembangkan  yang memungkinkan tim pengembangan untuk mengklasifikasikaan keinginan dan kebutuhan konsumen serta mengevaluasi masing-masing kegunaan kemampuan produk atau jasa secara sistematis daalam memenuhi kebutuhan konsumen [Cohen, 1995. Hal 11]. QFD berusaha menerjemahkan apa yang dibutuhkan pelanggan menjadi apa yang dihasilkan perusahaan. Dengan demikian QFD memungkinkan suatu perusahaan untuk memprioritaskan kebutuhan pelanggan, menemukan tanggapan inovatif terhadap kebutuhan tersebut, dan memperbaiki proses  hingga tercapai efektifitas maksimum. Struktur QFD biasa digambarkan dalam House Of Quality Integrasi metoda Servqual-Six Sigma, bertujuan agar hasil pengukuran SERVQUAL yang dianalisis dengan Importance Performance Matrix untuk mengetahui variabel-variabel kritis, dilanjutkan dengan perhitungan DPMO dan nilai sigma variabel-variabel kritis tersebut sehingga dapat diketahui variabel-variabel yang menjadi prioritas perbaikan. Sedangkan dengan metoda Servqual-QFD, diharapkan suatu perusahaan dapat memprioritaskan kebutuhan pelanggan, menemukan tanggapan inovatif terhadap kebutuhan tersebut, dan memperbaiki proses  hingga tercapai efektifitas maksimum Kombinasi-kombinasi tersebut merupakan upaya alternatif yang bisa dilakukan oleh industri jasa dalam meningkatkan kualitas jasa pelayanan. Dalam studi ini kesenjangan yang diukur adalah kesenjangan antara persepsi pihak penyedia jasa dengan harapan pelanggan yang sebenarnya (Gap 1) dan kesenjangan antara persepsi pelanggan dengan ekspektasi pelanggan (Gap 5). Kata Kunci : SERVQUAL, GAP, QFD,  Six Sigma, Kepuasan Pelanggan.

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue