cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
HUBUNGAN KONTROL DIRI (SELF-CONTROL) DENGAN INTENSI MENGAKSES PORNOGRAFI PADA MAHASISWA REGULER UNIVERSITAS ESA UNGGUL Putri, Gita Triana; Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractInternet easier for anyone to anything, anywhere and anytime without any restrictions except yourself. Internet facilitate students in finding additional sources of project work, but most of the students actually use the internet to access pornography. Students are required to have the self-control to be able to avoid the desire to access pornography. This study aims to determine the correlation of self-control with the intention of accessing pornography. This research is a quantitative non experimental. Sample of 130 respondents. The sampling technique was propotional random sampling, the measuring instrument of self-control (item 31 is valid) and intentions accessing pornography (44 items is valid). The coefficient of reliability (α) 0.951 to control themselves and (α) 0.970 for accessing pornographic intentions. Based on the statistical test results, obtained sig 0.000 (P <0.05) with a correlation (r) of -0460, meaning that there is a negative and significant correlation between self-control with the intention of accessing pornography on UEU students. Students UEU more had a lower intention to access pornography. There is no difference in knowledge about the impact of pornography and the media used to the intention accessing pornography. Keywords: self-control, intentions, pornography AbstrakInternet memudahkan siapapun untuk mengakses apapun, dimanapun dan kapanpun tanpa adanya batasan kecuali diri sendiri. Internet memudahkan mahasiswa dalam mencari sumber tugas kuliah tambahan, namun sebagian mahasiswa justru menggunakan internet untuk mengakses pornografi. Mahasiswa dituntut untuk memiliki pengendalian diri agar mampu menghindari keinginan untuk mengakses pornografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan intensi mengakses pornografi. Penelitian ini bersifat kuantitatif non eksperimental. Sampel berjumlah 130 responden. Teknik pengambilan sampel adalah propotional random sampling, dengan alat ukur kontrol diri (31 item valid) dan intensi mengakses pornografi (44 item valid). Koefisien reliabilitas (α) 0.951 untuk kontrol diri dan (α) 0.970 untuk intensi mengakses pornografi. Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh nilai sig 0.000 (p<0.05) dengan korelasi (r) sebesar -0.460, artinya terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara kontrol diri dengan intensi mengakses pornografi pada mahasiswa UEU. Mahasiswa UEU lebih banyak memiliki intensi rendah untuk mengakses pornografi. Tidak ada perbedaan pengetahuan tentang dampak pornografi dan media yang digunakan terhadap intensi mengakses pornografi. Kata kunci: kontrol diri, intensi, pornografi
HUBUNGAN ANTARA NEUROTICSM (BIG FIVE PERSONALITY) DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWA ESA UNGGUL Septiani, Astri Philia
Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractStudents are required to prioritize college affairs. But in fact there are some students who come to college with the appearance of glamor, dressed up or dressed redundant, and tend to behave consumptive. One of the factors that can influence consumer behavior is prone to emotional personality, with a tendency neuroticsm personality type. The purpose of this study was to determine the corelations between neuroticsm with consumer behavior. The reliability coefficient (α) 0943 to the variable neuroticsm and (α) 0946 for consumer behavior. Based on statistical test results, obtained sig.0.000 value (p <0.05) with correlation (r) of 0520, meaning that there is a positive relationship between neuroticsm with consumer behavior in students Esa Unggul. Neuroticsm influence to behave consumption by 27% (r2 = 0520 = 27%) Keywords: neuroticsm, big five personality, consumer behavior, students of esa unggul university AbstrakMahasiswa dituntut untuk lebih mengutamakan urusan kuliah. Namun pada kenyataannya ada beberapa mahasiswa yang datang kuliah dengan penampilan yang glamour, berdandan atau berpenampilan berlebihan, dan cenderung berperilaku konsumtif. Salah faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumtif adalah kepribadian yang rentan terhadap emosi, dengan kecenderungan tipe kepribadian neuroticsm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara neuroticsm dengan perilaku konsumtif. Koefisien reliabilitas (α) 0.943 untuk variabel neuroticsm dan (α) 0.946 untuk perilaku konsumtif. Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh nilai sig.0.000 (p<0.05) dengan korelasi (r) sebesar 0.520, artinya terdapat hubungan positif antara neuroticsm dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa Esa Unggul. Neuroticsm berpengaruh untuk berperilaku konsumtif sebesar 27% (r2= 0.520 = 27%) Kata kunci : neuroticsm, big five personality, perilaku konsumtif, mahasiswa esa unggul
KEBERSYUKURAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PADA WANITA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL Wijaya, Yeny Duriana; Widiastuti, Mariyana
Jurnal Psikologi Vol 17, No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of the study was to determine the effectiveness of the gratitude intervention to improve subjective welfare for victims of sexual abuse. Many of the effects of sexual abuse include low of self-confidence,low of self-esteem, depression, anxiety, fear of rape and increased fear of other criminalacts. This condition causes the woman becoma low of well being , which tends to feel dissatisfied with their lives, does not feel happiness and often feels negative emotions such as anxiety and anger. Therefore, it is necessary to handle efforts so that victims of sexual abuse can improve their welfare. One way that can be done is to provide a gratitude intervention. Gratitude is the construction of cognitive, emotional, and behavioral. Gratitude as cognitive construction is shown by recognizing the generosity and kindness of the blessings that have been received and focusing on the positive things in him today. As an emotional construction, gratitude is characterized by the ability to change the emotional response to an event so that it becomes more meaningful. Quantitative data analysis using nonparametric Wilcoxon Signed Ranks Test. Qualitative data analysis from observations and interviews. The result of data analysis shows that the probability is 0.021, this value indicates that the probability  is  below  0.05.  So  it  can  be  concluded  that  the  gratitude  intervention  can  improve subjective well-being of sexually abused victim Keywords: Gratitude, subjective well-being, women victims of sexual abuse  AbstrakTujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas intervensi kebersyukuran untuk meningkatkan kesejahteraaan subjektif pada korban pelecehan seksual. Banyak dampak yang diakibatkan  oleh  pelecehan  seksual  diantaranya  adalah  menurunnya  harga  diri,  menurunnyakepercayaan diri, depresi, kecemasan, ketakutan terhadap perkosaan serta meningkatnya ketakutanterhadap  tindakan-tindakan  kriminal  lainnya.  Kondisi  ini  menyebabkan  kesejahteraan  seseorang rendah, yaitu cenderung merasa tidak puas dengan kehidupannya, tidak merasakan kebahagiaan dan sering merasakan emosi negatif seperti kecemasan dan kemarahan. Oleh karena itu diperlukan upaya penanganan supaya korban pelecehan seksual dapat meningkatkan kesejahteraannya. Salah satu cara yang   dapat   dilakukan   adalah   dengan   memberikan   intervensi   kebersyukuran.   Kebersyukuran merupakan konstruksi kognitif, emosi, dan perilaku. Kebersyukuran sebagai konstruksi kognitif ditunjukkan dengan mengakui kemurahan dan kebaikan hati atas berkah yang telah diterima dan fokus terhadap hal positif di dalam dirinya saat ini. Sebagai konstruksi emosi, kebersyukuran ditandai dengan kemampuan mengubah respons emosi terhadap suatu peristiwa sehingga menjadi lebih bermakna.  Analisis  data  kuantitatif  menggunakan  nonparametrik  Wilcoxon  Signed  Ranks  Test  . Analisis data kualitatif dari hasil observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa probabilitas sebesar 0,021, nilai ini menunjukkan bahwa probabilitas di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa intervensi kebersyukuran dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif pada korban pelecehan seksual Kata kunci :kebersyukuran, kesejahteraan subjektif, wanita korban pelecehan seksual
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA PESERTA MATA KULIAH TOEFL 2 (STUDI PADA MAHASISWA ANGKATAN 2014 REGULER AKTIF DI SEMESTER GANJIL 2015/2016 UNIVERSITAS ESA UNGGUL) Samantha, Rosa Almira Elisse; Rozali, Yuli Asmi
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe low achievement in TOEFL 2 subject can obstruct student learning process. The low ach  ievement was affected by self-efficaccy. The Purpose of this research is to determine correlation between self efficacy and achievement TOEFL 2 subject  in Esa Unggul University students. The research used quantitative non-experimental correlational method with proportionate stratified random sampling, consisted of 100 active students of 2014 in academic year 2015/2016.Reliability coefficient of self efficacy scale (α) = 0,902 with 34 valid items. Based on the statistics pearson product moment yielded sig = 0,000 ( p <0.05), correlation value (r)= 0.347. It means, there is positive correlation between self efficacy and Achievement TOEFL 2 subject on participants of TOEFL 2 class in Esa Unggul University. There were 51 students (51%) who have high self-efficacy and 49 students (49%) who have low self-efficacy. There is no correlation between learning achievements and gender and english course experience. Keyword: self efficacy , TOEFL 2 achievement , university students  AbstrakRendahnya prestasi belajar TOEFL 2 mahasiswa UEU menghambat proses belajar. Rendahnya prestasi belajar TOEFL 2 salah satunya dipengaruhi oleh self efficacy. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan self Efficacy dengan prestasi belajar pada peserta mata kuliah TOEFL 2 di Universitas Esa Unggul. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif korelasional non-eksperimental dengan proportionate stratified random sampling, berjumlah 100 mahasiswa angakatan 2014 yang aktif di semester ganjil 2015/2016. Koefisiensi reliabilitas  alat ukur self efficacy (α) = 0,902 dengan 34 item valid. Berdasarkan uji statistik diketahui ada hubungan positif antara self efficacy dengan prestasi belajar pada peserta mata kuliah TOEFL 2 di Universitas Esa Unggul (p= 0,000, p<0,05), dan r= 0.347. Mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi, berjumlah 51 mahasiswa (51%), dan rendah berjumlah 49 mahasiswa (49%). Dan tidak ada hubungan antara prestasi belajar dengan jenis kelamin dan pengalaman kursus bahasa inggris.Kata Kunci : self efficacy, prestasi belajar TOEFL 2, mahasiswa
PERBEDAAN KONSEP DIRI REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN ASRAMA DAN PANTI ASUHAN COTTAGE Safitri, Fiqih; Sitasari, Novendawati Wahyu
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi Indonesia terdapat dua macam sistem pengasuhan panti asuhan, yaitu asrama dan cottage. Perbedaan sistem pengasuhan yang diterapkan panti asuhan secara tidak langsung mempengaruhi konsep diri remaja. Kedekatan antara remaja dan orangtua asuh serta teman sebaya akan mempermudah remaja dalam melakukan identifikasi dan membentuk konsep diri positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan konsep diri remaja yang tinggal di panti asuhan asrama dan panti asuhan cottage. Penelitian ini merupakan studi komparatif non-eksperimental. Sampel penelitian berjumlah 81 remaja panti asuhan asrama dan 41 remaja panti asuhan cottage, dengan teknik non-probability sampling dan jenis sampling jenuh. Skala konsep diri yang  digunakan merupakan modifikasi dari Tennesse Self Concept Scale (TSCS) yang berjumlah 31 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,900. Hasil uji beda menunjukkan nilai sig.(2-tailed) 0,019 atau  (p<0,05), artinya terdapat perbedaan konsep diri remaja yang tinggal di panti asuhan asrama dan panti asuhan cottage. Dan didapatkan hasil bahwa remaja yang tinggal di panti asuhan asrama maupun cottage memiliki konsep diri yang cenderung negatif.Kata kunci : Konsep diri, remaja, panti asuhan, asrama, cottage AbstractIn Indonesia there are two kinds of orphanage care system, namely, dormitories and cottages. This applied system indirectly affected adolescent self-concept. The closeness among teens with foster parents and peers will facilitate them to identify and form a positive self-concept. The purpose of this study was to determine difference in self-concept of teenagers who lived in the dormitory orphanage and cottage orphanage. This research is a non-experimental comparative study. The samples included 81 teenagers of dormitory and 41 teenagers of cottage, and used non-probability sampling techniques and entire types of sampling. Self concept modified from the Tennessee Self Concept Scale (TSCS) which consists of 31 valid items with reliability coefficient of 0.900. T-test results showed sig. (2-tailed) 0.019 or (p <0.05). It means that there is difference in self-concept of teenagers who lived in the dormitory orphanage and cottage orphanages. This research yielded teens who lived in dormitories and cottage have negative self-conceptKeywords : self-concept, teenager, orphanage, dormitory, cottage
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KOMUNIKASI EFEKTIF PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ESA UNGGUL YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI Gianariza, Rayi; safitri, safitri
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKomunikasi efektif memiliki peranan penting pada saat bimbingan skripsi, karena komunikasi yang berjalan efektif menentukan lancar atau tidaknya proses bimbingan skripsi. Akan tetapi pada saat bimbingan skripsi mahasiswa kesulitan dalam mengungkapkan ide, pendapat atau gagasannya kepada dosen pembimbing skripsi karena adanya kecemasan yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan komunikasi efektif pada mahasiswa UEU yang sedang menyusun skripsi. Penelitian bersifat kuantitatif non eksperimental. Sampel berjumlah 127 responden. Teknik pengambilan sampel adalah non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Hasil nilai sig 0.000 (p<0.05) dengan korelasi sebesar -0.311, artinya terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kecemasan dengan komunikasi efektif pada Mahasiswa UEU yang sedang menyusun skripsi.Kata kunci: komunikasi efektif, kecemasan, mahasiswa, skripsi AbstractCommunication effectively has an important role in the guidance paper, because communication is effective to determine well or not the guidance paper, but at the time the guidance of a thesis student any difficulty in expressing ideas, opinions or ideas to lecturers thesis because of the anxiety is excessive. The purpose of this research is to know the correlation between anxiety in communication effective in student UEU who are putting together a thesis. Research is quantitative consideration for the experimental sample of 127 of the respondents. The sampling is non-probability sampling with this type of purposive sampling. The value of a sig 0.000 (p<0.05) with the correlation of - 0.311, it's a negative association and significant between anxiety in communication effective in Mahasiswa UEU. Keyword : communication, anxiety, college student, the guidance paper
PENGARUH TRAIT KEPRIBADIAN TERHADAP GAYA HIDUP HEDONISME PRAMUGARI MASKAPAI “LA Handayani, Andi; Wijaya, Yeni Duriana
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractFlight attendant profession demands to look beautiful and attractive, directs them to do hedonism lifestyle. As well as,flight attendant as its brand company image its one of the reason they do hedonism lifestyle, and they do in different ways. One of the factors that influence hedonism lifestyle is a personality trait which have by each people.The purpose of this study is to see representative of a personality trait determine the influence of personality traits with hedonism life style and hedonistic life style differences based on trait personality. The design of this study is a quantitative with probability sampling and simple random sampling evidence. Total sample in this research is 328 flight attendants PT. LA. The coefficient of reliability of the measuring instrument trait of personality(α) =0.937 and measuring the hedonism lifestyle (α) =α.0,847.Z-score result personality dominan is a trait conscientiousness, ANOVA test results of the personality trait of the hedonistic life style that the value sig(p) =.000(p <0.05) means that there isa significant influence on the personality trait hedonistic lifestyle. Further more,based on the results of the ANOVA posthoctest result hedonistic lifestyle differences in trait personality trait conscientiousness and neuroticism have significant differences compared to the other trait.Keywords: traits personality, lifestyle hedonism, flight attendants AbstrakTuntutan profesi pramugari untuk selalu tampil cantik dan menarik serta menjaga image perusahaan mengarahkan mereka pada gaya hidup hedonisme. Pramugari memiliki perbedaan cara dalam melakukan aktivitas gaya hidup hedonisme. Salah satu fakor yang mempengaruhinya adalah trait kepribadian yang dimiliki oleh setiap pramugari. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran trait kepribadian pramugari, mengetahui pengaruh trait kepribadian terhadap gaya hidup hedonisme pramugari maskapai LA dan perbedaan gaya hidup hedonisme berdasarkan trait kepribadian. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik probability sampling dan jenis simple random sampling, berjumlah328 pramugari LA. Koefisien reliabilitas dari alat ukur trait kepribadian yaitu (α)= 0,937 dan gaya hidup ( α ) = 0,847. Hasil uji Zscore, trait conscient paling dominan dengan frekuensi 81,dan pada uji anova trait kepribadian terhadap gaya hidup hedonisme diperoleh nilai sig (p)=.000 (p<0.05) Artinya terdapat pengaruh signifikan trait kepribadian terhadap gaya hidup hedonisme. Selanjutnya berdasarkan hasil uji post hoc pada Anova diperoleh hasil perbedaan yang significant gaya hidup hedonisme pada trait kepribadian conscientiousness dan neurotisme.Kata kunci: trait kepribadian, gaya hidup hedonisme, pramugari
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN ASERTIVITAS GURU SD-IT, CENGKARENG, JAKARTA BARAT Rozali, Yuli Asmi; Sitasari, Novendawati Wahyu
Jurnal Psikologi Vol 15, No 01 (2017): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.  Selain memiliki status sebagai seorang pengajar, guru merupakan bagian dari organisasi, yaitu sekolah. Hubungan guru dengan Kepala Sekolah adalah hubungan antara atasan dan bawahan. Selain kepala sekolah, guru juga memiliki hubungan hirarki dengan pihak yayasan. Biasanya yayasan di suatu sekolah memiliki andil yang cukup besar terhadap keberlangsungan sekolahnya, walaupun sebenarnya telah diwakili oleh kepala sekolah. Namun pada kenyataannya banyak sekolah-sekolah yang terbentur dengan sikap yayasan yang otoriter dan komunikasi yang bersifat satu arah. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap perilaku asertif guru dan mendapatkan gambaran mengenai kemampuan asertivitas guru terhadap atasan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-non  eksperimental dengan menggunakan desian penelitian  kausal-komparatif bersifat ex post facto. Subjek dalam penelitian ini adalah guru SD-IT X, Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengajar kelas 1 sampai dengan kelas VI. Adapun alat analisis yang digunakan adalah Sperman test yang digunakan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dengan asertivitas guru SD-IT, X, Cengkareng, Jakarta Barat. Berdasarkan hasil uji statistik spearman diperoleh nilai signifikansi sebesar p = 0.17; p > 0.05, artinya tidak ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap asertivitas guru SDIT, Jakarta Barat atau hipotesis ditolak. Keyword : gaya kepemimpinan, asertivitas, guru
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN JASA OJEK ONLINE GO-JEK Prasetyo, Dwi; Mariyanti, Sulis; Safitri, Safitri
Jurnal Psikologi Vol 15, No 01 (2017): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Jakarta kini dihadapkan pada beberapa pilihan ojek online dengan penawaran yang menarik dalam mendukung aktivitasnya.Persaingan ojek online yang semakin marak menyebabkan kualitas pelayanan terbaik menjadi salah satu faktor pembentuk loyalitas pelanggan.Pelanggan Go-Jek yang menilai kualitas pelayanan Go-Jek memuaskan memiliki loyalitas lebih tinggi sedangkan pelanggan Go-Jek yang menilai kualitas pelayanan tidak memuaskan memiliki loyalitas yang rendah.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan ojek online Go-Jek. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental, dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling berjenis insidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 385 pengguna Go-Jek yang beraktifitas di Jakarta Selatan.Alat ukur kualitas pelayanan dengan 70 item valid dan nilai reliabilitas 0,962, sedangkan alat ukur loyalitas pelanggan dengan 43 item valid dan nilai reliabilitas 0,946.  Hasil penelitian memperoleh nilai sig. 0,000 (p < 0,05) dengan nilai R Square 0,374 artinya terdapat pengaruh positif secara signifikan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan ojek online Go-Jek, dengan pengaruh sebesar 37,4%. Hasil kategorisasi menunjukkan lebih banyak pelanggan Go-Jek  yang berada pada kategori loyalitas rendah (54,5%). Hasil crosstab juga menunjukkan adanya hubungan loyalitas pelanggan dengan jenis kelamin, usia, lama menggunakan layanan dan jaminan dari layanan. Kata kunci: Kualitas pelayanan, Loyalitas pelanggan, Pengguna Go-Jek
HUBUNGAN KETERLIBATAN PENGASUHAN AYAH DENGAN MASKULINITAS MAHASISWA PRIA UNIVERSITAS “X” DI JAKARTA BARAT Wijaya, Yeni Duriana
Jurnal Psikologi Vol 15, No 01 (2017): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Universitas “X” ada beberapa mahasiswa pria yang belum menampilkan sesuai dengan peran jenis maskulin.Perkembangan peran jenis maskulin atau maskulinitas yang belum tepat sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang kurang tepat juga dari orang tuanya.Salah satunya adalah kurangnya keterlibatan pengasuhan ayah dalam pengasuhan anak.Ayah mempunyai kontribusi yang besar dalam menetapkan peran jenis anak (maskulinitas atau femininitas). Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara keterlibatan pengasuhan ayah dengan maskulinitas mahasiswa pria Universitas “X” di Jakarta Barat. Subjek penelitian adalah mahasiswa pria di Universitas “X” yang berusia dewasa awal yaitu antara  18-40 tahun. Pengambilan sampel dengan cluster random sampling, sebanyak 254 mahasiswa. Analisis data kuantitatif menggunakan analisis regresi sederhana.Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara keterlibatan pengasuhan ayah dengan maskulinitas mahasiswa pria,dengan nilai p=0,092 (p>0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa keterlibatan pengasuhan ayah tidak berhubungan langsung dengan maskulinitasnya pada mahasiswa pria. Kata kunci : mahasiswa pria, maskulinitas, keterlibatan pengasuhan ayah