cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 24068365     EISSN : 28289935     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 671 Documents
PEMBUATAN PAKAN LELE DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PUSPANEGARA CITEUREUP BOGOR Amalia, Lia; Mudjiarto, Mudjiarto; Sugiharto, Amo
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Indonesias population of fish consumption in 2013 was only 35 kg per capita per year in 2014 targeting the consumption of 38 kg / capita / year. It is under the Malaysia and Singapore, which had reached 56.2 kg and 48.9 kg / capita / year. Fulfillment of food consumption of livestock products obtained through the provision of various poultry meat by 2.1%, eggs by 1.3% and 0.6% milk. Referring feed production to the situation analysis to identify issues that a very significant influence on the issue the following issues; a) short-term funding problems, b) the issue price of catfish feed, c) do not know the feed manufacturing technology, d) a small profit margin. Method approach to support the realization of this study, include; 1) theoretical approaches (workshops), 2) application field, 3) the evaluation approach. The results of this program is to get the product in the form of fish pellets that are used to form a model of feed that can increase the margin of catfish with specification: a) A. nutrient content and high protein so that it can accelerate the growth of seedlings b) Lower prices for products using local ingredients c). The availability of food is always guaranteed.Keywords: feed cost, appropriate technology, alternative feed                                     AbstrakPenduduk Indonesia dari konsumsi ikan pada tahun 2013 hanya 35 kg per kapita per tahun menargetkan tahun 2014 konsumsi 38 kg / kapita / tahun. Hal ini di bawah Malaysia dan Singapura, yang telah mencapai 56,2 kg dan 48,9 kg / kapita / tahun. Pemenuhan konsumsi pangan masyarakat dari produk ternak yang diperoleh melalui penyediaan berbagai daging ternak sebesar 2,1%, telur 1,3% dan% susu 0.6. Referring produksi pakan untuk analisis situasi mengidentifikasi berbagai masalah yang berpengaruh sangat signifikan pada masalah masalah berikut; a) masalah pendanaan jangka pendek, b) masalah harga pakan lele, c) tidak tahu teknologi manufaktur pakan, d) Margin laba kecil. Metode pendekatan untuk mendukung realisasi penelitian ini, meliputi; 1) pendekatan teoritis (workshop), 2) aplikasi lapangan, 3) pendekatan evaluasi. Hasil dari program ini adalah untuk mendapatkan produk berupa pelet ikan yang digunakan untuk membentuk sebuah model pakan yang dapat meningkatkan margin lele dengan spesifikasi: a)Sebuah. kandungan gizi dan protein yang tinggi sehingga dapat mempercepat pertumbuhan bibit b) Lebih rendah harga produk karena menggunakan bahan-bahan lokal c). Ketersediaan pakan yang selalu dijamin.Kata kunci : pakan murah, teknologi tepat guna, pakan alternatif
PEDULI SARAPAN DAN JAJANAN SEHAT, SERTA HIGIENE DAN SANITASI LINGUNGAN SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SEPATAN TIMUR Angkasa, Dudung; Sitoayu, Laras; Fauzi, Maulana; Putri, Vina Rizky; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSchool-aged children are among those vulnerable to nutritional problems. Irregular breakfast, unable to choose healthy snacks and poor personal hygiene are major factors in promoting nutritional problems among school-age children. Provision of nutritional and hygiene education is needed to improve students eating knowledge, attitudes and behavior as well as personal hygiene. Preliminary survey showed about 24.5% of students had underweight, 12.2% overweight based on BMI for age; Most students (92%) have a regular daily breakfast; however based on single 24 hours food recall, only 3%, 6.7%, 24.2% and 13.7% met energy, carbohydrate, protein and fat intake, respectively ; 54% of students have high snacking frequency  (> 3x / day); small proportion of them consume vegetable (20%) and fruit (15%); proportion of student with poor personal hygiene about 28.4%. This activity was carried out in 14 primary schools in the working area of West Kedaung Community Health Center, East Sepatan, Tangerang District. A total of 1300 students from 14 schools were involved in this activity. The activity namely 1) nutrition counseling with the topics were:  food guide, breakfast and healthy snacks which followed by pre-post test; 2) seven-step handwashing practice; 3) Personal hygiene  practices; 4) distribution of educational posters; 5) a nutrition and seven-step dance hand washing contest. Results showed score increment for nutrition knowledge, breakfast and healthy snacks from 47.63 to 60.49; student were ablet to carry out a healthy meal, capable of performing seven handwashing steps, able to dispose of the garbage in its place, and the creation of a seven-step handwashing dance. Related to sanitation, the results of the activities show the improvement of school environment cleanliness such as toilets, yard, and classroom. However, only 10 out of 14 schools who progress to nutrition and seven-step handwashing dance creations contest. This activity should be continued to promote good eating and hygiene habits that can prevent nutritional problems in the future . Keywords: nutrition knowledge, breakfast, hand washing, sanitation, school children AbstrakAnak usia sekolah termasuk kelompok yang rentan terhadap masalah gizi. Tidak teratur sarapan, tidak mampu memilih jajanan sehat dan jeleknya hygiene individu merupakan faktor utama dalam mencentus masalah gizi pada anak usia sekolah. Pemberian pendidikan gizi dan hygiene diperlukan agar dapat meningkatkan pengetahuan siswa, memperbaiki sikap dan perilaku makan dan hygiene. Hasil survey pendahuluan menunjukkan sebanyak 24.5% siswa/i mengalami kurus+sangat kurus, 12.2% kegemukan berdasarkan IMT/U; sebanyak 92% memiliki kebiasaan  rutin sarapan tetapi berdasarkan recall asupan 24 jam, hanya 3%, 6.7%, 24.2% dan 13.7% secara berturut yang cukup energi, karbohidrat, protein dan lemak; 54% siswa/i memiliki perilaku jajan yang tinggi (>3x/hari); asupan sayur dan buah masing-masing 20% dan 15% serta perilaku hygiene yang kurang sebanyak 28.4%. Kegiatan ini dilaksanakan di 14 sekolah dasar di wilayah kerja puskesmas Kedaung Barat, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Total 1300 siswa/i dari 14 sekolah terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan ini berupa penyuluhan tentang gizi, sarapan pagi dan jajanan sehat yang dilanjutkan dengan pre-post test; praktek tujuh langkah cuci tangan; praktek kebersihan dengan operasi semut; penyebaran poster; lomba cerdas cermat dan lomba tari tujuh langkah cuci tangan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan gizi, sarapan dan jajanan sehat dari 47.63 menjadi 60.49, dibawanya bekal sehat, mampunya melakukan tujuh langkah cuci tangan, mampunya membuang sampah pada tempatnya, dan adanya kreasi tarian tujuh langkah cuci tangan. Terkait sanitasi, hasil kegiatan menunjukkan terlihatnya peningkatan kebersihan lingkungan sekolah seperti toilet, halaman, dan ruang kelas. Kekurangan dalam kegiatan ini iala saat puncak acara berupa lomba cerdas cermat dan kreasi tari hanya dapat diikuti oleh 10 sekolah. Harapannya, kegiatan ini terus dipromosikan sehingga terbentuk kebiasaan baik yang dapat mencegah masalah gizi dikemudian hari.Kata kunci: pengetahuan gizi, sarapan, cuci tangan, sanitasi, anak sekolah
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG SOSIALISASI MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA IBU BALITA DI WILAYAH KEDAUNG BARAT Mulyani, Erry Yudhya; Jus’at, Idrus; Angkasa, Dudung
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractFirst two years of life is a critical periode for infant’s growth, development and health. Adequate nutrient intake during this periode is of particular importance for infant’s optimal growth and future health. For healthy mothers giving only breast milk for the first six months of life is recommended since breast-milk can infant’s nutritional requirements. Whereas above six months the breast-milk alone is not adequate especially for fulfilling energy and micronutrients needs thus complementary food should be introduced. Mother’s with good knowlegdes on appropriate feeding practice especially for complementary food is proven to improve young children’s health and nutritional status. This cross-sectional study involving 90 mothers together with their’s under-five year-olds children. Respondent characteristic was assessed by structured questionnaire. Mother’s knowledge on appropriate complementary food feeding practices was assessed with focus group discussion (FGD). Child’s weight, length and mid-upper arm circumference (MUAC) were measured by digital weighing scale, mictoise and MUAC tape, respectively. Digital camera was used to describe the area of study. Results showed the mean±standard deviation of mother knowledge’s scores were 7.9±4.3. More than half of mothers (58.9%) had good knowlegde on  appropriate complementary food feeding practices while about a third of them still in poor knowledges. Intensive appropriate feeding practices’s education should be performed to improve and facilitate good practices among mothers in Kedaung Barat area. Keywords: breastfeeding food, toddler, mothers knowledge AbstrakPeriode setelah lahir sampai usia dua tahun merupakan periode kritis pada untuk pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan bayi. Periode ini disebut sebagai periode emas (golden period) karena keadaan gizi pada periode ini akan berdampak pada kesehatan di masa depan. Ibu yang sehat sangat dianjurkan hanya memberikan ASI saja bagi bayi sampai usia 6 bulan, namun pada bayi >6 bulan ASI saja tidak cukup terutama untuk pemenuhan energi dan zat gizi mikro sehingga dapat dikenalkan pada makanan lain yang dikenal sebagai MP-ASI (Makanan Pendamping-Air Susu Ibu). Pengetahuan ibu yang baik mengenai pemberian MP-ASI yang tepat terbukti meningkatkan status gizi dan kesehatan anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui sosialisasi MP-ASI pada ibu balita. Metode yang digunakan adalah cross-sectional design dengan melibatkan ibu balita yang memeriksakan anaknya ke posyandu di wilayah Kedaung Barat yang berjumlah 90 orang. Data mengenai sosial ekonomi dinilai dengan kuesioner terstruktur. Data pengetahuan tentang MP-ASI selain dengan kuesioner terstruktur juga dinilai dengan FGD (Focus Group Discussion). Dikumpulkan pula data antropometri bayi yang meliputi berat dan tinggi badan serta lingkar lengan atas (LiLA) secara berturut diukur dengan timbangan digital, microtoise dan pita LiLA. Selain itu, gambaran kondisi wilayah dikumpulkan dengan kamera digital. Hasil sosialisasi awal menunjukkan rata-rata skor pengetahuan ibu ialah 7.9±4.3. Apabila dikelompokkan maka sebagian besar pengetahuan ibu lebih dari rata-rata kelompok (58.9%). Masih terdapat lebih dari 30% ibu dengan pengetahuan yang kurang tentang MP-ASI. Oleh karenanya, perlu dilakukan kegiatan sosialisasi yang intensif tentang pemberian MP-ASI sehat pada ibu balita untuk meningkatkan perilaku tentang pemberian makanan pendamping balita yang baik di wilayah Kedaung Barat. Kata kunci: makanan pendamping ASI, balita, pengetahuan ibu
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI STIMULUS PADA ANAK USIA “GOLDEN AGE” DI KELAS PARENTING TAMAN PAUD UNIVERSITAS ESA UNGGUL Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThere was increasing in school dropout rates  (3,14%) due to the unpreparedness of the childs brain development to face the formal education might be  caused by low stimulus developmental during  golden age period. The development of science has led us of the important role of stimuli from parents on the development of children aged 0-5 years. The objective of this parenting class is to increase the parents awareness about the importance of the stimuli that can be done from family. The stimuli can be done in various ways according to the age of the child. Stimulation of this child will have an impact on their quality of life in the future. The provision of extension materials on how to stimulate the development and optimization childs brain is given in class parenting Taman PAUD UEU divided into the first session, a paradigm shift regarding the major education obtained at school, but should start from the family, the second session of exposure of the material containing about how stimulus for children develop the ability of brain function that can be done by parents, the third session of motivation to increase the desire and willingness of parents in stimulus to brain development in children and continued with last session, the question and answer session can be interspersed with the consultation issue. Implementation considered highly successful in increasing parental knowledge in stimulating children. In summary, it can be concluded that the activities of education about how to stimulate the childs brain development and optimization is given in parenting classes in Taman PAUD UEU have demonstrated the increasing of knowledge and understanding of the importance of how to maximize the ability of a childs brain function to create a quality of human resources in the future. Keywords: PAUD, early children, parenting class AbstrakTingginya angka putus sekolah yang mencapai 3,14% dapat disebabkan oleh ketidaksiapan perkembangan otak anak dalam menghadapi pendidikan formal. Hal ini dapat disebabkan oleh rendahnya stimulus perkembangan diusia golden age. Perkembangan ilmu pengetahuan telah mengantarkan kita akan pentingnya peranan stimulus/rangsangan dari orang tua terhadap perkembangan anak usia 0-5 tahun. Pelaksanaan kelas parenting ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya stimulus yang dilakukan di lingkungan rumah. Pemberian stimulus tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan usia anak. Penstimulusan anak ini akan berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup anak dimasa yang akan datang.  Pemberian materi penyuluhan mengenai cara menstimulus perkembangan dan mengoptimalan otak anak diberikan di kelas parenting di Taman PAUD UEU dengan dibagi menjadi sesi pertama, perubahan paradigma mengenai pendidikan utama didapatkan disekolah, namun seharusnya dimulai dari keluarga, kedua, sesi pemaparan materi yang berisikan mengenai cara stimulus untuk mengembangkan kemampuan fungsi otak anak yang dapat dilakukan oleh orang tua, ketiga, sesi pemberian motivasi untuk meningkatkan keinginan dan kemauan orang tua dalam melakukan stimulus untuk perkembangan otak anak dan dilanjutkan dengan sesi terakhir, yakni sesi tanya jawab yang dapat diselingi dengan konsultasi masalah. Pelaksanaan dinilai sangat berhasil dalam meningkatkan pengetahuan orangtua dalam menstimulus anak. Secara kumulatif, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan mengenai cara menstimulus perkembangan dan mengoptimalan otak anak yang diberikan di kelas parenting di Taman PAUD UEU telah menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya cara memaksimalkan kemampuan fungsi otak anak untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Kata kunci: PAUD, anak usia dini, kelas parenting
PERANCANGAN ULANG COORPORATE IDENTITY RUMAH MAKAN KANCIL LAUT DI PULAU UNTUNG JAWA Rochyat, Indra Gunara
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCommunication is a very important human need. Communication is required to gain or provide information from or to other people. The need for information is increasing, so people need communication tools that can be used anytime and wherever they are. For that needed a corporate identity, a communicative promotional media to introduce the identity of a company to the public. The goal is of course to improve the companys image. One need corporate identity hare of Restaurant Seafood is located in Untung Jawa Island. The restaurant is is necessary to redesign the corporate identity to introduce a unique culinary products Untung Jawa Islands coast. The author made observations of ingredients composed on the products presented and displayed by RM Seafood hare, so that later can be visualized. Also the design elements of that will adjust the product as the identity of the company which is engaged in the sale foods. Things is discussed by dedication to the community program is to implement change redesign of RM Kancil Laut branding design which eventually produce a new design of a corporate identity RM Kancil Laut restaurant which is expected to raise the image and the economy of owner of RM Kancil Laut. The results of the development of the new design of the corporate identity of RM Kancil Laut is expected to become a reference for similar types of businesses in the area Untung Jawa Island to participate and improving the corporate identity. Keywords: re-design, Kancil Laut Restaurant, Untung Jawa Island Abstrak Komunikasi merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting. Komunikasi dibutuhkan untuk memperoleh atau memberi informasi dari atau kepada orang lain. Kebutuhan untuk mendapatkan informasi semakin meningkat, sehingga manusia membutuhkan alat komunikasi yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun mereka berada.Untuk itulah diperlukan sebuah corporate identity, sebuah media promosi yang komunikatif untuk memperkenalkan identitas dari sebuah perusahaan kepada masyarakat.Tujuannya sudah tentu meningkatkan citra perusahaan tersebut.Salah satu yang butuh corporate identity adalah Rumah Makan Kancil Laut yang berada di Pulau Untung Jawa.Rumah makan ini perlu dilakukan perancangan ulang corporate identity untuk memperkenalkan produk kuliner khas pantai Pulau Untung Jawa ini. Penulis melakukan observasi terhadap bahan-bahan yang tersusun pada produk ayng disajikan dan diperlihatkan oleh RM Kancil Laut, agar nantinya dapat divisualisasikan. Juga terhadap unsur-unsur desain yang nantinya menyesuaikan dengan produk sebagai identitas perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan makanan. Hal yang dibahas di program pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan melaksanakan perubahan rancangan ulang desain branding RM Kancil Laut yang pada akhirnya menghasilkan sebuah desain baru dari sebuah identitas perusahaan restoran RM kancil Laut yang diharapkan mampu mengangkat citra dan perekonomian pemilik RM Kancil Laut. Hasil dari pengembangan desain baru identitas RM Kancil Laut ini diharapkan menjadi acuan bagi jenis usaha sejenis di daerah Pulau Untung Jawa untuk ikut serta memperbaiki identitas perusahaan.Hal yang dibahas di program pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan melaksanakan perubahan rancangan ulang desain branding RM Kancil Laut yang pada akhirnya menghasilkan sebuah desain baru dari sebuah identitas perusahaan restoran RM kancil Laut yang diharapkan mampu mengangkat citra dan perekonomian pemilik RM Kancil LautKata kunci : perancangan ulang, rumah makan Kancil Laut, pulau Untung Jawa
METODE MENGAJAR BELAJAR YANG KREATIF DAN MENGHIBUR DI YAYASAN PENDIDIKAN AL-CHASANAH KEBON JERUK JAKARTA BARAT Fajarina, Fajarina
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe Implementation of Community Service at Al Chasanah Educational Foundation in Jakarta Barat, which was held in 25th April 2017, aims to share the knowledge of creative and entertaining teaching and learning methods with Teachers and Education Staff starting from Kindergarten to Senior High School and Vocational High School level. The specific target to achieve is the understanding and ability to apply the creative and entertaining teaching and learning methods. Today the demands and needs of education in terms of communication between teachers and students in the classroom is no longer the one-way but two-way communication or better known as SCL (Students Center Learning) system. Even the teachers are expected to be able to create their own teaching methods in the classroom by using the teaching and learning methods. The method of implementation of community service applied is the practical education in the form of transfer of knowledge about steps, advantages and disadvantages of various teaching and learning methods so as to be accepted and to increase the knowledge and skills of the Teachers and Education Staff. The result and conclusion is that the Teachers and Education Staff feel enjoyed and enthusiastic with the delivery of creative and entertaining teaching and learning methods, in which some of them said that they have applied some methods delivered, but some also said that there are some methods they have just known and they want to know how to implement the techniques in the classroom. Keywords: education communication, teaching and learning methods AbstrakPelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat di Yayasan Pendidikan Al Chasanah Jakarta Barat yang dilaksanakan tanggal 25 April 2017, bertujuan untuk berbagi pengetahuan mengenai metode mengajar belajar yang kreatif dan menghibur kepada Guru dan Staf Pendidikan mulai dari level Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Target khusus yang ingin dicapai adalah pemahaman dan kemampuan untuk menerapkan metode mengajar belajar yang kreatif dan menghibur. Dewasa ini tuntutan dan kebutuhan dunia pendidikan dalam hal komunikasi antara guru dengan murid di dalam kelas tidak lagi satu arah, melainkan dua arah atau lebih dikenal dengan sistem SCL (Students Center Learning). Bahkan guru diharapkan mampu mengkreasikan metode pengajarannya di dalam kelas dengan menggunakan metode mengajar belajar. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah penyuluhan praktis berupa transfer ilmu mengenai langkah-langkah, kelebihan dan kekurangan macam-macam metode mengajar belajar sehingga dapat diterima dan menambah pengetahuan dan keterampilan Guru dan Staf Pendidikan. Hasil dan kesimpulannya adalah para Guru dan Staf Pengajaran merasa senang dan antusias dengan adanya penyampaian metode mengajar belajar yang kreatif dan menghibur ini dimana sebagian dari mereka mengaku sudah mempraktikkan beberapa metode yang disampaikan, namun ada juga beberapa metode yang baru mereka ketahui dan ingin tahu teknis pelaksanaannya di dalam kelas. Kata kunci : komunikasi, pendidikan, metode mengajar belajar 
UPAYA PREVENTIF PENYAKIT DEGENERATIF MELALUI PEMERIKSAAN LEMAK VISERAL MASYARAKAT DI WILAYAH PESANTREN ASSHIDDIQIYAH JAKARTA BARAT 2017 Wahyuni, Yulia; Dewi, Ratna; Utami, Tyas Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractViseral fat is the fat stored in the bodys adipose tissue or intra-abdominal fat. The accumulation of high visceral fat causes a metabolic syndrome that is at risk of degenerative disease. Visceral fat checks can monitor health so as to prevent degenerative diseases.  The results of the early survey indicate that as as a large community school Asshiddiqiyah West Jakarta does not check health in a sustainable. Handling this problem can be done through community service as one of the tridarma college. The purpose of this activity is to increase public awareness of the importance of routine health monitoring that can prevent the occurrence of degerative diseases.Examination of health done is visceral fat examination using BIA, anthropometry examination using scales and microtoa, blood pressure examination using sphygmomanometer.Conclusion: Increased community resistance to the prevention of degenetif disease can be done by conducting a medical examination and explaining the state of health through the results of the examination. It is recommended to monitor health three months. Keywords : degenerative disease, visceral fat, medical examination AbstrakLemak viseral adalah lemak yang disimpan dalam jaringan adiposa tubuh ataudisebut sebagai lemak intra-abdominal.Penumpukan lemak viseral dalam jumlah yang tinggi menimbulkan sindrom metabolik yang menjadi resiko terjadinya penyakit degeneratife. Pemeriksaan lemak visceral dapat memantaukesehatan sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit degeneratife. Hasil survei awal menunjukkan bahwa sebagai besar masyarakat pesantren Asshiddiqiyah Jakarta Barat tidak memeriksa kesehatan secara berkelanjutan. Penanganan masalah ini dapat dilakukan melalui pengabdian masyarakat sebagai salah satu tridarma perguruan tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah  meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin yang dapat mencegah terjadinya penyakit degeratif. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan yaitu pemeriksaan lemak visceral menggunakan BIA, pemeriksaan antropometri menggunakan timbangan dan mikrotoa, pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer.Kesimpulan : peningkatan pemahanan masyarakat akan pencegahan penyakit degenetif  dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan menjelaskan keadaan kesehatan melalui hasil pemeriksaan tersebut. Disarankan untuk memantau kesehatan setiap triwulan. Kata kunci : penyakit degeneratif, lemak visceral, pemeriksaan kesehatan
Penyusunan Peta Hijau dalam Upaya Pengenalan Lingkungan Terhadap Anak Widyawati, Laili Fuji; Putra, Adi Jaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDinamika pembangunan yang pesat membutuhkan mekanisme perencanaan yang komprehensif. Salah satu unsur penting dalam suatu perencanaan adalah pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan, sehingga seorang perencana dituntut untuk mampu berkomunikasi dan berinte-raksi sosial dengan masyarakat termasuk anak-anak sebagai pelaku pembangunan masa depan. Dalam rangka implementasi bidang keilmuan dan bentuk pengabdian masyarakat, maka terinisiasi ide untuk lebih mengenalkan lingkungan kepada masyarakat melalui penyusunan peta hijau. Tujuan penyusunan Peta Hijau adalah sebagai upaya pengenalan lingkungan terhadap anak melalui pendekatan partisipatif dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Salah satu teknik digunakan adalah pemetaan lingkungan berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terbagi menjadi dua kegiatan utama yaitu bersama anak-anak sekitar wilayah Tanjung Duren melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi dan memetakan lingkungan tempat tinggal dan menyusun peta lingkungan berbasis masyarakat dengan output peta kampung kita yang memuat hasil identifikasi rumah dan fasilitas di Kelurahan Tanjung Duren Selatan. Hasil akhir yang diharapkan dari adanya kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman anak terhadap kondisi lingkungan yang mereka huni. Sasaran dari kegiatan ini adalah anak-anak, karena pengenalan lingkungan sedari dini dinilai penting sebagai upaya untuk meningkatkan kecintaan anak terhadap lingkungan sekitar sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Melalui langkah nyata oleh dosen dan mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, harapannya bukan hanya dapat meningkatkan empati sosial bagi mahasiswa namun juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kata kunci: peta hijau, partisipatif, pengenalan lingkungan
DEVELOPING ENGLISH VOCABULARY LIST AT PELITA II PRIMARY SCHOOL BY USING RANGE Mutiara, Rika
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis community service project aims at introducing the use of Range in materials development to the English teachers at SD Pelita II. It, moreover, gave assistance to the teachers. Range is software which categorizes the vocabulary based on how frequent they are used in daily life. The teachers need to develop vocabulary lists from authentic materials and students’ texts. The lists would be used for developing learning materials. To know this, vocabulary measurement should be done. Measuring vocabulary can be done easier by using Range. Having the data provided by this program gave consideration for the teachers what vocabulary should be included. The teachers were given tutorial on how to use Range. In this phase, they practiced with the help of the tutor. Then, they worked independently to build their own vocabulary lists and made conclusions about the texts being analyzed based on the information provided by Range. Finally, the teachers decided which vocabulary needs to get more attention on learning materials because they are necessary to be acquired by the students. In addition, the teachers also chose which authentic texts are more appropriate by considering students’ level of fluency. To sum up, Range is helpful for developing materials especially vocabulary of the texts.  Keywords: vocabulary, learning materials, Range AbstrakProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan penggunaan program Range dalam pengembangan materi ajar kepada guru Bahasa Inggris di SD Pelita II. Program ini juga membimbing guru untuk dapat menggunakan Range. Range adalah perangkat lunak yang dapat mengategorikan kosakata berdasarkan seberapa sering kosakata tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengembangkan materi ajar, guru di SD Pelita II perlu mengembangkan daftar kosakata dari materi autentik dan teks buatan siswa. Untuk melakukan hal tersebut, pengukuran kosakata perlu dilakukan. Pengukuran kosakata dapat dilakukan dengan lebih mudah dengan menggunakan Range. Data yang dihasilkan dari program ini memberikan pertimbangan bagi guru mengenai kosakata yang perlu dimasukan ke dalam materi ajar. Guru mengikuti tutorial mengenai penggunaan Range. Dalam tahap ini, guru berlatih dengan bantuan tutor. Selanjutnya, mereka bekerja secara independen untuk menciptakan daftar kosakata dan membuat kesimpulan tentang kosakata dalam teks yang diteliti berdasarkan informasi yang diberikan oleh Range. Guru memutuskan kosakata mana yang perlu untuk menjadi fokus pembelajaran karena penting bagi siswa untuk menguasai kosakata tersebut. Selain itu, guru juga memilih teks autentik mana yang lebih tepat untuk digunakan dalam pengembangan materi ajar dengan mempertimbangkan kemahiran siswa berbahasa Inggris. Range berguna untuk mengembangkan materi ajar khususnya kosakata dalam teks. Kata kunci: kosakata, materi ajar, Range
PERANCANGAN DESAIN INTERIOR RESTORAN DELAGA BIRU, PORSEA, KABUPATEN TOBASA – SUMATERA UTARA Damayantie, Irma
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPorsea area, Tobasa regency, North Sumatra is an area near Lake Toba which is currently still developed its tourism industry. One of the supporters of the tourism industry is in the restaurant business sector. A well-designed restaurant can be an attraction for visitors by not ruling out the food products it sells. Visitors to restaurants in the Delaga Biru tourist area can be visitors who live in homestay there and outside visitors who specifically come to this restaurant. The design of the restaurant will look as attractive as a tourism support facility in Porsea area, Tobasa regency. Design method used to arrange a development of facility supporting activity as tourist attraction of tourism. Method of completion data result comes from observation and reference of the work. While the application of data analysis method is using SWOT qualitative analysis to solve the problem of tourism design which supporting facilities in Porsea itself. Application of the concept of restaurant space applied to the segmentation of its natural tourism. As the result, space concept in designing interior of Delaga Biru restaurant theme is "Tropical Nature". This is in accordance with natural attractions in Porsea, Tobasa regency in the tropics area. The concept of space planning from the Delaga Biru restaurant with the theme will be realized in the indoor and outdoor dining areas. This exotic nature is the basis in designing interior restaurant Delaga Biru. Keywords: restaurant design, porsea, tourism AbstrakKawasan Porsea, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara merupakan kawasan di dekat Danau Toba yang saat ini masih dikembangkan industri pariwisatanya. Salah satu pendukung industri pariwisata adalah pada sektor bisnis restoran. Restoran yang didesain dengan baik dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung dengan tidak mengesampingkan produk makanan yang dijualnya. Pengunjung restoran pada kawasan wisata Delaga Biru ini dapat merupakan pengunjung yang tinggal pada homestay di sana maupun pengunjung luar yang khusus datang ke restoran ini. Desain restoran akan ditampilkan semenarik mungkin sebagai fasilitas penunjang pariwisata di kawasan Porsea, Kabupaten Tobasa. Metode perancangan digunakan untuk merancang sebuah pengembangan fasilitas penunjang aktivitas sebagai daya tarik pengunjung pariwisata. Metode pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi dan acuan karya. Sedangkan penerapan metode analisis data menggunakan analisis kualitatif SWOT untuk memecahkan masalah perancangan fasilitas penunjang pariwisata di Porsea itu sendiri. Penerapan konsep ruang restoran yang diterapkan berfokus pada segmentasi pariwisata alamnya. Kesimpulannya, konsep ruang dalam perancangan desain interior restoran Delaga Biru yakni bertema “Tropical Nature”. Hal ini sesuai dengan wisata alam yang terdapat di Porsea, Kabupaten Tobasa pada daerah tropis. Konsep ruang dari restoran Delaga Biru dengan tema tersebut akan diwujudkan pada area makan indoor dan outdoor. Wisata alam yang eksotis inilah yang menjadi dasar dalam perancangan desain interior restoran Delaga Biru. Kata kunci: perancangan restoran, porsea, pariwisata

Page 10 of 68 | Total Record : 671


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 03 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 5 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 05 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 04 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 05 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 04 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 03 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 01 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 05 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 04 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 03 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 01 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 04 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 03 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 4 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas More Issue