cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian Wilayah
ISSN : 20872119     EISSN : 2502566x     DOI : -
Core Subject : Social,
Submit Manuscript Journal Help User Username Password Remember me Notifications View Subscribe Information For Readers For Authors For Librarians Current Issue Atom logo RSS2 logo RSS1 logo Visitor Statistics Web Analytics View My Stats ID 4723 US 925 MY 192 PH 103 AU 59 SG 56 GB 51 JP 50 DE 47 EU 45 Newest: DJ You: ID Today: 16 Month: 341 Total: 7264 Supercounters.com Home / Vol 9, No 1 (2018) Jurnal Kajian Wilayah Jurnal Kajian Wilayah (JKW) is an authoritative source of information and discussion on area studies, particularly Southeast Asian studies, Asia Pacific studies, as well as European and African studies. It publishes original research papers, review articles, book reviews and research summary on various perspectives and disciplines (history, anthropology, sociology, literature, politics, international relation, economics, philosophy and religion). JKW is an open access and peer reviewed journal published by Research Center for Regional Resources, the Indonesian Institute of Sciences, twice in a year (July and December).
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
Upaya Memperkuat Posisi Beras Vietnam di Pasar Global melalui Branding Dina Srirahayu
Jurnal Kajian Wilayah Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jkw.v11i1.831

Abstract

Vietnam merupakan salah satu negara penghasil dan pengekspor beras terbesar di Asia Tenggara dan di dunia. Beras di Vietnam tidak hanya sebagai makanan pokok, tetapi juga sebagai salah satu sumber pendapatan negara yang utama. Oleh karena itu, agar dapat memenuhi permintaan pasar ekspor yang terus berubah, Vietnam perlu meningkatkan kualitas produk berasnya. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan keberhasilan Vietnam dalam memproduksi beras dan upaya Pemerintah Vietnam dalam memenuhi permintaan pasar ekspor yang terus berubah. Sumber data menggunakan studi literatur tentang topik-topik terkait dan menggunakan analisis SWOT untuk menggambarkan kondisi perberasan di Vietnam. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa salah satu hal penting yang harus dilakukan Pemerintah Vietnam untuk mampu bersaing dalam perdagangan beras di pasar global adalah dengan memberikan merek dagang untuk setiap produk berasnya yang dijual di pasar lokal maupun internasional sebagai identitas beras asli asal Vietnam.
KOMODITAS EKSPOR DALAM PERSPEKTIF SEJARAH KRISIS: STUDI KASUS KOPI, TEH DAN BUNGA POTONG DI KENYA (1930–2011) Erwiza Erman
Jurnal Kajian Wilayah Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jkw.v11i1.828

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk melihat dampak krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikan dan kemudian meluas hingga ke Eropa terhadap komoditas ekspor penting di Kenya, Kenya sebagai salah satu negara di Afrika Timur yang bergantung pada tiga komoditas utama yaitu kopi, teh, dan bunga potong, Melalui studi pustaka dan penelitian lapangan, penelitian ini menemukan bahwa ketiga komoditas tersebut memiliki trendnya masing-masing dan saling bergerak bergantian selama fase krisis internal dan internal yang terjadi selama periode 1930-2013, Sebagai contoh kopi, mengalami berbagai macam krisis seperti krisis harga pada pasar internasional, depresi ekonomi pada tahun 1930, resesi ekonomi dunia pada 1980 dan krisis akibat perubahan iklim seperti musim kering berkepanjanganan yang terjadi pada tahun 2001/2002, Berbagai macam krisis berdampak pada produksi kopi, sehingga ekspor komoditas  digantikan oleh teh dan bungan potong. 
RINGKASAN HASIL PENELITIAN MENUJU MASYARAKAT PASCASEKULER: MULTIKULTURALISME DAN MINORITAS MUSLIM DI JERMAN Amin Mudzakkir; Prima Mulyasari Nurahmi; Gusnelly Gusnelly
Jurnal Kajian Wilayah Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji perubahan dalam masyarakat kontemporer Jerman terkait berbagai isu agama dan kewarganegaraan yang menjadi penting sejak kedatangan para imigran, terutama migran muslim ke Eropa. Pusat perdebatan terletak pada penelaahan terhadap konsepsi sekularisme yang telah dilakukan oleh negara-negara Eropa Barat dalam mengatur hubungan antara agama sebagai bagian dari ruang pribadi dan kewarganegaraan sebagai bagian dari ruang publik. Lebih khusus, tulisan ini berfokus pada bagaimana multikulturalisme berjalan dan posisi minoritas muslim di Jerman yang sekuler. Secara teoritis, titik awal tulisan ini berasal dari argumen Jurgen Habermas tentang masyarakat pascasekuler, “the continued existence of religious communities in a continually secularizing environment”. Meskipun prinsip sekuler yang diadopsi oleh Jerman menganggap agama sebagai kesadaran pribadi, namun Islam secara bertahap jelas nyata hadir di Jerman.
TINJAUAN BUKU GLOBAL PRODUCTION NETWORK: THEORIZING ECONOMIC DEVELOPMENT IN AN INTERCONNECTED WORLD Nailatalmuna Nitrasatri Atmaja
Jurnal Kajian Wilayah Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KEBIJAKAN KESEHATAN PUBLIK : UPAYA PENANGGULANGAN PENYAKIT MALARIA DI REPUBLIK TANZANIA Dhani S. Hudaya; Yogi Suprayogi Sugandi
Jurnal Kajian Wilayah Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jkw.v11i2.818

Abstract

Kebijakan publik sektor kesehatan hal yang sangat kompleks karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan kepentingan masyarakat luas. Dalam perkembangan sistem kesehatan dunia, diperlukan kebijakan dari setiap negara untuk mengatasi  permasalahan  kesehatan. Salah satu penyakit yang mengancam kehidupan masyarakat dunia adalah penyakit Malaria.Sedangkan Negara Republik Tanzania merupakan salah satu negara yang memiliki masalah penyakit malaria yang menyebabkan banyak kematian. Namun kebijakan kesehatan dalam penanggulangan penyakit malaria mengalami kendala. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data diperoleh menggunakan data sekunder dengan studi literatur. Hasil analisis bahwa keterbatasan dan ketidakmampuan pemerintah dalam pengalokasian anggaran untuk kesehatan sehingga pemerintah tidak mampu menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai dan dalam penanggulangan penyakit malaria di Tanzania sudah menunjukan keberhasilan salah satunya di wilayah Zanzibar, namun hal ini tidak terlepas dari keterlibatan negara asing baik melalui organisasi internasional dan NGO yang memegang peranan penting.Kata kunci : Kebijakan Kesehatan Publik, Penanggulangan Penyakit Malaria, Tanzania.
Strategi Manuver Geoekonomi Indonesia dalam Merespons Dukungan Negara-Negara Pasifik Selatan atas Isu Kemerdekaan Papua Rezya Agnesica Helena Sihaloho; Rusdi J Abbas; Silvia Dian Anggraeni
Jurnal Kajian Wilayah Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jkw.v12i1.855

Abstract

The focus of the study in this research is the issue of the right to self-determination of Papua which has the support of countries in the South Pacific region. The Free Papua Movement (OPM) in Papua is motivated by differences in the history of integration, social and economic conditions between Indonesia and Papua. The support given by these countries for Papua has disturbed Indonesia's political sovereignty and national security conditions, so that the Indonesian government has responded with soft power. The response is in the form of an economic approach to Papua (internal) and South Pacific Countries (external). In discussing this research, the author uses a geoeconomic perspective with qualitative research methods, through data collection techniques from literature studies and various sources that are credible and relevant to the research. In addition, this research is also supported by primary data through interviews with parties who have the ability to discuss research problems.Keywords: geo-economics, Papua, self-determinations issues, South Pacific countries 
Isu Halal Internasional dan Regional Rita Pawestri Setyaningsih
Jurnal Kajian Wilayah Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jkw.v12i1.869

Abstract

So
Shuttle Diplomacy Indonesia sebagai Upaya Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja Khalda Fadlah Fadhilah
Jurnal Kajian Wilayah Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jkw.v11i2.845

Abstract

This research aims to determine how Indonesia uses Shuttle Diplomacy in resolving conflicts between Thailand and Cambodia. Indonesia's role in this conflict is as a third party that acts as a mediator between two parties in conflict using the shuttle diplomacy method. This research will describes the background of the Thailand-Cambodia conflict, the role and how the shuttle diplomacy is used by Indonesia in resolving the fatigue conflict, the factors from Indonesia in choosing shuttle diplomacy, and the obstacles used by Indonesia when it becomes The mediator uses shuttle diplomacy in resolving the regional conflict between Thailand and Cambodia. This research uses qualitative methods with descriptive research type. Researchers obtained data by conducting literature studies. Researchers use foreign policy theory with the concept of national interest to see and understand the reasons for Indonesia to intervene in the resolution of the conflict between Thailand and Cambodia.
PEREMPUAN INDONEISA DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENJADI PENGANTIN PESANAN KE TIONGKOK : PERSPEKTIF INTERSEKSIONALITAS DAN OTONOMI RELASIONAL Wabilia Husnah; Mia Siscawati; Cahyo Pamungkas
Jurnal Kajian Wilayah Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jkw.v12i1.849

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui interseksionalitas latar belakang dan otonomi relasional perempuan dalam pengambilan keputusan menjadi pengantin pesanan dari Indonesia ke Tiongkok. Artikel ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang menggunakan kerangka analisis interseksionalitas dan otonomi relasional. Penelitian tersebut melakukan penelusuran riwayat hidup dua perempuan penyintas asal DKI Jakarta dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban pengantin pesanan adalah perempuan dengan latar belakang dan pengalaman hidup yang beragam. Terdapat interseksi latar belakang dan pengalaman tertindas perempuan di domain struktural, disiplin, hegemoni dan interpersonal yang menyebabkan perempuan tertentu rentan menjadi korban. Artikel ini menyimpulkan bahwa penyebab utama yang melatari perempuan menjadi korban adalah faktor interseksional, yang meliputi faktor ekonomi, sosial-budaya, hubungan interpersonal serta pengalaman hidup. Semua faktor saling berkelindan satu dengan lainnya, sehingga tidak ada satupun faktor dominan yang menjadi latar belakang perempuan menjadi korban pengantin pesanan. Dalam proses pengambilan keputusan, perempuan memiliki otonomi relasional karena memutuskan sendiri untuk menikah dengan laki-laki Tiongkok, berdasarkan pertimbangan interseksi latar belakang, pengalaman tertindas, nilai-nilai sosial, praktik budaya, karya sastra, serta hubungan sosial.
Ringkasan Hasil Penelitian ANALISIS BUDAYA DAN IMPLIKASI SOSIAL EKONOMI DALAM PRAKTIK SABUK JALAN TIONGKOK (China’s Belt Road Initiative) Erlita Tantri; Paulus Rudolf Yuniarto; Rita Pawestri Setyaningsih; Wabilia Husnah
Jurnal Kajian Wilayah Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jkw.v12i1.889

Abstract

China’s Belt Road Initiative (China’s BRI atau BRI Tiongkok) atau Prakarsa Sabuk Jalan Tiongkok merupakan diplomasi ekonomi dan politik Pemerintah Tiongkok yang bertujuan untuk mengamankan pasokan produksi negara dan devisa, penyebaran modal dan investasi, serta peningkatan hubungan internasional. Selain itu, China’s BRI merepresentasikan peta jalan tentang bagaimana Tiongkok memainkan strategi agar terintegrasi ke dalam ekonomi dunia. Selain itu sekaligus juga memperkuat pokgaruh politik di daerah Sabuk dan Jalan sambil menggabungkan seluruh kepentingan ekonomi, politik, budaya, dan keamanan internal dan eksternal (Mitrovic, 2018). Belt Road Initiative  dikembangkan dari dasar budaya Taoisme, Konfusianisme dan Mohisme yang mengajarkan etika dan hukum dalam bermasyarakat. Budaya Tiongkok menjadi ruh dalam berjalannya Belt Road Initiative. Xi Jinping menyebutkan bahwa Belt Road Initiative memiliki sifat damai, harmoni, terbuka dan makmur yang  sejalan dengan etika yang diajarkan dalam ajaran Konfusianisme, Taoisme, dan Mohisme. Belt Road Initiative  diharapkan membantu negara tersebut mencapai impiannya menjadi negara yang kuat. Dalam perjalanan China’s BRI, Tiongkok melakukan pendekatan sosial budaya dengan negara-negara yang diajak kerjasama. Belt Road Initiative  memberikan manfaat luar biasa bagi Tiongkok sendiri untuk merealisasikan impiannya. Tulisan ini berupaya menggambarkan mengenai ide besar China’s BRI tersebut beserta tantangan dan strategi budaya dan kerjasama lainnya yang dilaksanakan di dalamnya. Pemerintah Tiongkok ingin kerjasama BRI ini tidak berakhir dalam bentuk proyek fisik saja, tetapi juga menciptakan kerjasama bidang sosial dan budaya dan hubungan antar masyarakat. Namun, salah satu masalah yang harus diatasi Tiongkok adalah citra negatif negara tersebut di dunia. Banyak negara yang merasa khawatir terhadap dampak yang ditimbulkan oleh Belt Road Initiative.Kata kunci :China’s Belt Road Initiative (China’s BRI), BRI, BRI Tiongkok, Prakarsa Sabuk Jalan Tiongkok, proyek kerjasama, impian Tiongkok, sosial budaya.