cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UNIVERSITAS PELITA HARAPAN, Gedung B-203, Lippo Karawaci, Tangerang – 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sinergitas PkM & CSR
ISSN : 25287184     EISSN : 25287184     DOI : http://dx.doi.org/10.19166/jspc
Jurnal Sinergitas PKM dan CSR has been published by Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Universitas Pelita Harapan since October 2016. It covers scientific publications related to community service (PKM) and corporate social responsibility (CSR) activities in the the following fields: 1) agriculture, fisheries and marine life; 2) environment and disaster management; 3) health; 4) economics, society, and culture; 5) information and communication technology; and, 6) education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): October" : 8 Documents clear
Optimalisasi Kelengkapan Dokumen Rencana Pembelajaran Semester Mata Kulian Keperawatan Maternitas dengan Metode Flipped Classroom Dosen pada Program Studi S1 Keperawatan Maria Susila Sumartiningsih
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe workshop on Flipped Classroom Learning to lecturers of the Maternity of Nursing Course at S1 Nursing program is deemed important that lecturers are capable of designing the best quality course outline. The results of the workshop should be investigated to ensure achievement of the workshop. The aim of research to measure statistical differences between the documents course outline on Maternity of Nursing before and after taking a workshop lecturer about Flipped Classroom Learning This study was designed a descriptive quantitative and comparative then analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The data source is a document Maternity of Nursing course outline at Banten Provice. This research has been getting Ethical Clearance with number of 112/MRIN/-EC/V/2016. The results showed that there are different documents couerse outline significantly between before and after the lecturers followed whorshop with p value of 0.0001 and the increased value of a mean of 10.333 for the activity before learning in class, and amounted to 9.889 for the learning activities during and after the learning in the classroom. It was concluded that it is raising the Maternity of Nursing course outline document. This case discribed the readiness of lecturers for implementing the Flipped Classroom Learning method on Maternity of Nursing Course in S1 Nursing program at Banten Province. The lecturers recommend it to consider management class as well.  Bahasa Indonesia Abstrak: Kegiatan workshop Flipped Classroom Learning pada para dosen pengampu Mata Kuliah Maternitas Keperawatan pada program Studi S1 Keperawatan di Provinsi Banten dipandang penting agar dosen berkemampuan mendesain rencana pembelajaran semester secara berkualitas. Hasil kegiatan workshop perlu dilakukan pengukuran melalui penelitian untuk memastikan kertercapaian tujuan workshop.  Penelitian berujuan untuk mengukur apakah ada perbedaan bermakna secara statistik antara kelengkapan dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah Keperawatan Maternitas pada sebelum dan sesudah dosen mengikuti workshop Flipped Classroom Learning. Penelitian didesain berbentuk deskriptif kuantitatif bersifat komparatif dan dianalisa menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Sumber data adalah dokumen RPS. Mata Kuliah Keperawatan pada Program Studi S1 Keperawatan di Provinsi Banten. Penelitian ini telah mendapatkan Etichal Clearance dengan No. 112/MRIN/-EC/V/2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat perbedaan kelengkapan dokumen RPS secara bermakna antara  sebelum dan sesudah dosen mekaksanakan whorshop dengan p value 0,0001 dan nilai peningkatan mean sebesar 10,333 untuk aktivitas sebelum pembelajaran di kelas, dan sebesar 9,889 untuk aktivitas belajar selama dan sesudah belajar di kelas. Disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kelengkapan dokumen RPS. Mata Kuliah Keperawatan Maternitas yang menggambarkan kesiapan dosen untuk mengimplementasikan metode Flipped Classroom Learningpada Mata Kuliah keperawatan maternitas pada program Studi Keperawatan DI Provinsi banten dengan rekomendasi agar tetap mempertimbangkan manajemen kelas secara baik. Kata Kunci: Warkshop, Flipped Classroom, RPS, aktivitas pembelajaran
Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Destination Management Organization Kementerian Pariwisata Yustisia Kristiana
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Destination is an important element in tourism. The Ministry of Tourism has designed the Destination Management Organization (DMO) and formulate reference practical action by promoting the Integrated Quality Management for each destination. Success or failure of a DMO is closely connected with the development objectives, one of which is the realization of empowerment, participation and welfare, preservation of natural and cultural environment and of course the benefits for tourists. The Ministry of Tourism in collaboration with STPPH conducted monitoring and evaluation (Monev) of DMO to implement Community Service (PkM). This is a descriptive study and method used is questionnaire, interview with respondents and the stakeholders as well as site visit. The results show that each destination has not been uniform in the achievement stages stipulated by the Ministry of Tourism and is still a destination that should intensify a strengthening phase collective consciousness movement of stakeholders and development of destination management.Keywords:  monitoring, evaluation, DMOAbstrak Destinasi pariwisata merupakan salah satu unsur penting dalam pariwisata. Kementerian Pariwisata telah mendesain Destination Management Organization (DMO) dan merumuskan acuan tindakan praktis dengan mengedepankan Manajemen Mutu Terpadu bagi setiap destinasi pariwisata. Berhasil atau tidaknya suatu DMO sangat berhubungan dengan tujuan pengembangannya, dimana salah satunya adalah terwujudnya pemberdayaan, partisipasi dan kesejahteraan masyarakat, kelestarian lingkungan alam maupun budaya dan tentu saja manfaat bagi wisatawan. Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan STPPH melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) DMO yang dapat menjadi sarana bagi STPPH untuk melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Studi yang dilakukan adalah deskriptif dan metode pelaksanaan Monev dilakukan dengan pengisian kuesioner, wawancara dengan responden dan para pelaku pariwisata serta tinjauan lapangan. Hasil Monev menunjukkan bahwa setiap destinasi belum seragam dalam pencapaian tahapan yang ditetapkan oleh Kementrian Pariwisata dan masih terdapat destinasi yang harus menggiatkan tahapan penguatan gerakan kesadaran kolektif stakeholder dan pengembangan manajemen destinasi. Kata kunci: monitoring, evaluasi, DMO
Pemberdayaan Masyarakat pada Lahan Marjinal Dengan Konsep Kawasan (Studi Kasus Kelurahan Batu Bersurat, Kabupaten Kampar dan Kampung Bantalan, Kabupaten Indragiri Hilir, Propinsi Riau) Padil Padil; Monita Olivia
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract A cooperation between higher education institution, industry and local government is important to overcome problems in rural poor areas through empowerment and financial support for various programmes to increase competencies and welfare of poor farmers. In this paper, an example of the cooperation is a development of Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Kelurahan Batu Bersurat and Kampung Bantalan Propinsi Riau in 2014-2016 through Corporate Social Responsibility and Small Medium Enterpreneur and Partnership Program (CSR & SMEPP) PT Pertamina with Forum Layanan Iptek untuk Masyarakat (FLipMAS) Batobo Wilayah Riau-Kepulauan Riau and local governments. The empowerment program that has been carried out was a development of marginal lands at both KEM for agriculture, freshwater fishery and animal husbandry, such as chili cultivation, patin fish cultivation and Balinese cow husbandry. A mentoring strategy by FLipMAS BATOBO at both KEM generally comprises principles of empowering society, group, networking, and sustainability. The results of effective mentoring showed an increase of the farmer’s income to more than 80% from the initial condition, and a change of farmers character that is willing to help poor people and orphans in their areas. This could indicate an achievement of the cooperation between the institution, industry and government in empowering society in rural poor areas. Keywords:  agriculture, cooperation, cultivation, empowerment, marginal, rural poor areasAbstrak Sinergi antara institusi Pendidikan Tinggi, industri dan pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan di bidang perekonomian masyarakat tertinggal dapat diwujudkan melalui pendampingan dan dukungan dana pada program-program pemberdayaan di berbagai sektor guna meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan masyarakat. Salah satu contoh sinergi tersebut adalah pembentukan Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Kelurahan Batu Bersurat dan Kampung Bantalan Propinsi Riau pada tahun 2014-2016 melalui program Corporate Social Responsibility and Small Medium Enterpreneur and Partnership Program (CSR & SMEPP) PT Pertamina bekerjasama dengan Forum Layanan Iptek untuk Masyarakat (FLipMAS) Batobo Wilayah Riau-Kepulauan Riau dan pemerintah setempat. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan berupa pengembangan lahan marjinal di kedua KEM tersebut untuk sektor pertanian, perikanan dan peternakan seperti budidaya cabe, budidaya ikan patin dan budidaya sapi Bali. Strategi pendampingan yang dilakukan oleh FLipMAS BATOBO di kedua KEM pada dasarnya meliputi prinsip keswadayaan masyarakat, prinsip berkelompok, prinsip kerja jaringan dan prinsip berkelanjutan. Efektivitas pendampingan dari aspek ekonomi menunjukkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat lebih dari 80% dari kondisi awal dan perubahan karakter masyarakat yang berpartisipasi membantu warga miskin dan anak yatim di sekitarnya. Hal ini dapat mengindikasikan keberhasilan sinergi institusi, industri dan pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat miskin di daerah tertinggal.Kata kunci:  budidaya, kawasan miskin, marjinal, pemberdayaan, pertanian, sinergi
PELATIHAN PEMBUATAN LANTAI RUMAH (UBIN) BERBASIS SEMEN BERSERABUT KELAPA UNTUK WARGA KECAMATAN MAUK TANGERANG Harianto Hardjasaputra
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBased on Research Grant Product Application Indocement, a research team from Civil Engineering Master Program of UPH has developed production technology  of cement based tile. The objective of this research is to produce cement based tiles which are strong, simple, clean and nice. These tiles should be a competitive choice to ceramic tiles. In order to disseminate  cement based tiles  to the community, Civil Engineering Depatment of UPH and Habitat for Humanity Indonesia (HfHI) had conducted community service to train the Mauk Community in Tangerang to produce cement based tiles. The people from Mauk Community together with their Tutors from HfHI had been trained and had practised to produce cement based tiles. The training and practising had been conducted for one day at Concrete Laboratory UPH. After the training they were allowed to use the equipments, so they can train by themself to produce the cement based tiles in their home. Their own production will be used  as building materials for  housing built by HFHIKeywords:  Product Application Indocement, cement-based tiles, tiles production Abstrak Dengan bantuan hibah penelitian Product Application Indocement, tim peneliti dari jurusan Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan telah mengembangkan proses pembuatan ubin, agar dapat menghasilkan ubin  untuk lantai rumah yang kuat, rapih, bersih dan indah, sehingga dapat bersaing dengan lantai keramik. Untuk mengaplikasikan teknik pembuatan ubin ini kepada masyarakat luas, maka dengan bekerja sama Habitat for Humanity Indonesia (HfHI), telah dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Pelatihan Pembuatan Ubin berbasis Semen. Para peserta yang berasal dari warga Kecamatan Mauk Tangerang disertai Tutor dari HfHI) diberikan pelatihan dan praktek pembuatan ubin selama 1 hari bertempat di Laboratorium Beton UPH. Setelah pelatihan mereka dipinjamkan peralatan pembuatan ubin agar mereka langsung dapat memproduksi sambil meningkatkan keterampilan mereka membuat ubin. Produksi ubin dari warga akan dipergunakan pada program pembangunan rumah-rumah sederhana yang didirikan oleh HfHI.Kata kunci: Product Application Indocement, ubin berbasis semen, produksi ubin 
Perancangan Fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini Desa Gunung Sari Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang Susinety Prakoso; Felia Srinaga; Julia Dewi; Dicky Tanumihardja; Santoni Santoni
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis paper demonstrates the design process of Early Childhood Education Center (ECDC) in Gunung Sari Village at Mauk, Tangerang. This project is a collaborative community service between the Architecture Department at Universitas Pelita Harapan and Habitat for Humanity Indonesia. This paper highlights the design process of ECDC involving pre-school’s children through mosaic approach developed by Clark and Moss (2011). The aim of this approach is to contribute to the design of ECDC that is meaningful and responsive to young children’s needs. Mosaic approach is based on a participatory method that recognize young children’s competencies and responsive to the ‘voice’ of the young children (aged 3-6). Three stages of mosaic approach have been applied: 1) gathering children’s and adult’s perspectives; 2) discussing (reviewing) the material; 3) discussing on areas of continuity and change. Observation, child-conferencing and mapping are three different techniques of mosaic approach that have been applied in this study. The end process of the design of ECDC is in the form of technical drawings, images and model that will be used by Habitat for Humanity Indonesia in the construction process. This paper also reflects on key lessons learned in working with young children through participation process and mosaic approach.  Keywords:  design process, early childhood education center, participation, mosaic approach.AbstrakTulisan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman proses perancangan bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Gunung Sari Kecamatan Mauk, Tangerang. Kegiatan ini merupakan kerjasama program studi Arsitektur Universitas Pelita Harapan dengan Habitat for Humanity Indonesia, sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Proses perancangan bangunan PAUD menggunakan pendekatan partisipasi dengan teknik mosaic approach (Clark and Moss, 2011), dengan tujuan untuk menghasilkan rancangan yang peka terhadap kebutuhan anak serta bermakna bagi anak. Mosaic approach merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk mendengar ‘suara’ anak dan mengakui kompetensi anak, terutama anak usia pra-sekolah (3-6 tahun). Tiga tahapan mosaic approach diterapkan dalam proses perancangan meliputi: 1) mengumpulkan pandangan anak dan orang dewasa; 2) membahas material yang terkumpul; 3) memutuskan apa yang perlu diteruskan dan diubah. Prinsip multi method mosaic approach yang dilaksanakan adalah observasi, child conferencing dan mapping. Hasil dari keseluruhan proses perancangan bangunan PAUD adalah rancangan final PAUD dalam bentuk gambar kerja, gambar presentasi serta maket bangunan yang digunakan oleh pihak Habitat for Humanity Indonesia untuk pelaksanaan pembangunan fisik di lapangan. Tulisan ini fokus pada pendekatan partisipasi dengan teknik mosaic approach yang digunakan dalam melaksanakan proses perancangan bangunan PAUD, serta mendeskripsikan evaluasi keberhasilan pendekatan partisipasi dan teknik mosaic approach.Kata kunci: proses perancangan, sekolah, partisipasi, mosaic approach, anak
INOVASI PERAN MIKRO-BIOAKTIVATOR@ DALAM PENINGKATAN PRODUKSI PUPUK ORGANIK PADAT DI DESA KARANGMELOK KABUPATEN BONDOWOSO Ariani Ariani; Zahratul Jannah AR; Heru Harsono; Abdul Chalim; Hardjono Hardjono
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Hi-Link program of Community Service is a form of cooperation between the Director General of Higher Education, Polytechnic of Malang, the Government Bondowoso and Partners Farmers Group. This program aims to improve the economic growth of rural communities Karangmelok Bondowoso, and realized through an increase in the production of solid organic fertilizer. Increased production requires innovative production equipment, application of research results, and application management of natural resources. Quality and increased production of solid organic fertilizer is highly dependent role of microbioactivator that rely on local knowledge. Research methods and application made directly to members of farmer groups Karangmelok village. Results of monitoring and evaluation of performance indicators showed a significant increase from the first year to third year. Keywords: Hi-Link program, agriculture, solid organic fertilizer, micro-bioactivator AbstrakProgram Hi-Link Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan bentuk kerjasama antara Dirjen Dikti, Politeknik Negeri Malang, Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Mitra Kelompok Tani. Program ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa Karangmelok Kabupaten Bondowoso, dan diwujudkan melalui peningkatan produksi pupuk organik padat. Peningkatan produksi membutuhkan inovasi peralatan produksi, penerapan hasil penelitian, dan penerapan manajemen pengelolaan sumber daya alamnya. Kwalitas dan peningkatan produksi pupuk organik padat sangat tergantung peran mikro-bioaktivator yang mengandalkan kearifan lokal. Metode penelitian dan penerapan dilakukan langsung pada anggota kelompok tani desa Karangmelok. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan indikator kinerja mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun pertama hingga tahun ketiga.Kata kunci: Program Hi-Link, pertanian, pupuk organik padat, mikro-bioaktivato
Pembinaan dan Sertifikasi Pertanian Organik (Komoditi Padi) di Kabupaten Semarang Supriyadi Supriyadi; Sumani Sumani; Joko Winarno; Sri Hartati; Jauhari Syamsiah
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBackground, excessive exploitation of paddy land in the long term without the addition of organic matter have resulted in soil become damaged. To meet the needs of food (rice) healthy and improve the functioning of the land, then there is no best alternative except development of organic farming systems. To be able to implement a system of organic farming, it is necessary to institute internal quality assurance. Internal Control System for the establishment of needed care and support of various Stakeholders, Universities and the Institute for Certification of organic products. To realize the organic product certification program, so it will need the presence of the CSR programs of various Stakeholders and Businesses. The purpose, carry out assistance to Farmers and Farmers Group in the establishment of the ICS and the acquisition of organic certification. The method, is Focus Group Discussion which emphasizes dialogue interpersosnal and mentoring. Results, an increasing number of farmers' groups who implement the organic certification of 4 (four) farmer groups (40,59Ha) to 10 farmer groups (132,241Ha). In conclusion, most members of the Farmers Group Al-Barokah have felt: (a) the benefit of the treatment of organic in terms of soil quality and the products of organic rice and its by-products, (b) an increase in value-added organic products and farmers' income, (c) the importance of maintaining paddy according to its function, (d) have become independent farmers in organic rice cultivation.Keywords:  Organic farming systems, Organic certification, Interpersonal dialogue, Corporation Social Responsibility (CSR)AbstrakLatar belakang, eksploitasi tanah sawah yang berlebihan dalam jangka waktu lama tanpa penambahan bahan organik telah mengakibatkan tanah menjadi rusak. Untuk mencukupi kebutuhan pangan (padi) yang sehat dan meningkatkan fungsi tanah, maka tidak ada alternatif terbaik kecuali pengembangan sistem pertanian organik.  Untuk dapat melaksanakan sistem pertanian organik, maka diperlukan lembaga penjaminan mutu internal. Untuk pembentukan Internal Control Sistem diperlukan adanya kepedulian dan dukungan dari berbagai pemangku kebijakan, Perguruan Tinggi dan Lembaga Sertifikasi produk organik. Untuk mewujudkan program sertifikasi produk organik, maka sangat diperlukan keberadaan program CSR dari berbagai pemangku kepentingan dan pelaku bisnis. Tujuan, melaksanakan pendampingan terhadap Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani dalam pembentukan ICS dan perolehan sertifikasi organik. Metode, FGD yang mengedepankan dialog interpersosnal, pendampingan. Hasil, terjadi peningkatan jumlah kelompok tani yang melaksanakan sertifikasi organik dari 4 (empat) kelompok tani (luas 40,59Ha) menjadi 10 kelompok tani  (132,241Ha). Simpulan, sebagian besar anggota Gabungan Kelompok Tani Al-Barokah telah merasakan: (a) manfaatan perlakuan organik dari segi kualitas tanah dan produk padi organik serta produk sampingannya, (b) adanya peningkatan nilai tambah produk organik dan pendapatan petani, (c) pentingnya mempertahankan sawah sesuai fungsinya, (d) telah menjadi petani yang merdeka dalam budidaya padi organik.Kata kunci:  Sistem pertanian organik,  Sertifikasi organik, Dialog interpersonal, Corporation Social Responsibility (CSR)
Orkestrasi Kegiatan Tri Dharma Penguruan Tinggi dalam Peningkatan Daya Saing Masyarakat Yenny Sari; M. Rosiawan
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis article described the innovative program that has been implemented by Department of Industrial Engineering, Universitas Surabaya, in developing education on standardization and application of standard. The program was titled as "The Orchestration of Tri Dharma Activities" because this program was conducting the management of Tri Dharma activities in a high education institution to increase the society competitiveness. The objectives of the program which involved Tri Dharma activities in education and teaching, research and community service, are to: (i) increase the competence of teachers and students towards education and implementation of standards, and then it becomes the core competency, and (ii) using this core competency, that have been owned by the teachers and students, to develop and implement standards in a variety of manufacturing and service organizations. Each deployment of Tri Dharma activity presented not only the strategy and its execution but also their impact on improving the competitiveness of the community in terms of both departmental lecturers and students, as well as for companies and micro, small and medium enterprises as business partners of educational institutions.Keywords:  Tri Dharma, orchestration, standard, society competitivenessAbstrak Artikel ini berisikan program inovasi yang dilakukan oleh Jurusan Teknik Industri Universitas Surabaya di dalam mengembangkan pendidikan standardisasi dan penerapan standar. Judul program menggunakan istilah “Orkestrasi Kegiatan Tri Dharma” karena program berisi pengolahan kegiatan-kegiatan Tri Dharma di dalam Penguruan Tinggi yang mencakup bidang pendidikan & pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, untuk peningkatan daya saing masyarakat. Tujuan pelaksanaan program inovasi ini adalah (i) meningkatkan kompetensi para dosen dan mahasiswa terhadap pendidikan dan penerapan standar, yang kemudian berkembang menjadi suatu kompetensi inti, kemudian (ii) berbekal kompetensi inti yang telah dimiliki oleh para dosen dan mahasiswa, dilakukanlah pengembangan dan penerapan standar di berbagai organisasi manufaktur dan jasa yang diwujudkan melalui kegiatan di bidang penelitian dan pengabdian bagi masyarakat bisnis dan industri. Setiap pelaksanaan kegiatan Tri Dharma dipaparkan strategi dan eksekusi, beserta dampaknya terhadap peningkatan daya saing masyarakat baik dari segi dosen dan mahasiswa, maupun bagi perusahaan dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah sebagai mitra bisnis suatu institusi pendidikan.Kata kunci: Tri Dharma, orkestrasi, standar, daya saing masyarakat

Page 1 of 1 | Total Record : 8