cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
arifin1169@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltheorems.unma@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Theorems (The Original Research of Mathematics)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 2528102X     EISSN : 25414321     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of THEOREMS (The Original Research of Mathematics) published by Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Majalengka, that contains writings from innovative and relevant research and conceptual studies related to mathematics and / or the development of mathematics learning.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019)" : 19 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA La Ugi
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.787 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1421

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk lebih mengoptimalkan kemampuan berpikir kreatifnya adalah melalui model pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian  penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan desain Pretest-Postest Control Group Design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah seluruh siswa 120 orang.Sampel penelitian dua kelsas menggunakan grup random samplingyakni kelas VIII B yang berjumlah 25 orang sebagai kelas eksperimen, dan kelas VIII C yang berjumlah 25 orang sebagai kelas control. Kondisi awal kemampuan berpikir kreatif siswa kedua kelas seimbang.Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuanberpikir kreatifyang telah memenuhi unsur kevalidan dan reliabel.Rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 20,34dan kelas Kontrolsebesar 19,78. Sedangkan rata-rata hasil postest kelas eksperimen sebesar 51,47 dan kelas kontrol sebesar 26,84. Pada pengujian hipotesis diperoleh thitung= 5,73 dan ttabel= 2,011 pada taraf signifikan 0,05. Karena thitung lebih besar dari pada ttabel maka H0 ditolak Ha diterima. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Oleh karena itu hendaknya model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)sebagai salah satu alternatif solusi dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi AljabarKata kunci: Model Pembelajaran, Problem Based Learning, Berpikir Kreatif
Implementation of Graph Colouring Using Welch-Powell Algorithm to Determine Student Mentoring Schedule Ariestha Widyastuty Bustan; M Rais Salim
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1719.154 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1317

Abstract

Graph colouring using the Welch-Powell algorithm is one of the schedule preparation techniques. Especially for arranging student guidance schedules in a study program. The vertex on a graph is represented as a student who will conduct guidance, while the side that connects two vertex states if the two vertex or two students have one and/or two of the same supervisors. The results of this research indicate that the coloring of graphs using the Welch Powell algorithm can be applied to compile the guidance schedule of PGSD students at the Pacific University of Morotai.
PROSES BERPIKIR PESERTA DIDIK DALAM MENJAWAB SOAL PEMECAHKAN DENGAN GAYA BELAJAR VISUAL M. Gilar Jatisunda; Erik Santoso; Siska Adi Wiguna
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.674 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1440

Abstract

Setiap peserta didik mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam mengolah sebuah informasi. Itulah yang menjadi dasar kenapa gaya belajar peserta didik perlu diketahui, karena akan mempermudah untuk menyediakan lingkungan yang mendukung dan mempermudah peserta didik menyerap informasi secara maksimal. Instrument pada penelitian adalah rubrik gaya belajar berdasarkan teori Fleming kemudian untuk kemampuan pemecahan masalah matematis didapatkan dari instrumen soal pemecahan masalah matematis berdasarkan pemecahan masalah polya. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan proses berpikir konseptual, siswa mampu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan pemecahan masalah dan memeriksa kembali jawaban dengan baik. Kata kunci: proses berpikir, pemecahan masalah, gaya belajar visual
PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN KOOPERATIF TIPE STAD Antonius Simbolon
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.15 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1422

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian semi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII SMAS Masehi Sebiru-biru. Instrumen yang digunakan terdiri dari: tes kemampuan koneksi matematis.  Tujuan dari penelitian ini untuk menelaah: matematis siswa melalui pembelajaran kontekstual dan kooperatif tipe STAD di SMAS Masehi Sebiru-biru, (2) Interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan koneksi Matematis. Analisis data dilakukan dengan analisis multivariat (MANOVA). Hasil utama dari penelitian ini adalah secara keseluruhan siswa yang pembelajarannya dengan pembelajaran kontekstual lebih baik dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis dibandingkan siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Sedangkan untuk melihat interaksi digunakan uji ANOVA, hasil yang diperoleh tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan koneksi matematis. Kata Kunci : Kontekstual, Koneksi Matematis, Kooperatif  tipe STAD
MENGIDENTIFIKASI BILANGAN DOMINASI LOKASI PADA GRAF BINTANG KIPAS (Identify Locating-Dominating Number in Star Fan Graph) Anuwar Kadir Abdul Gafur; Ariestha Widyastuty Bustan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.84 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1344

Abstract

Bilangan dominasi–lokasi dari graf  merupakan kardinalitas terkecil dari himpunan  sehingga setiap dua titik   dengan , . Suatu graf  dengan memiliki  titik dan memiliki  sisi dengan orde  dan  disebut graf bintang kipas yang diperoleh dengan menempelkan satu salinan  pada masing-masing titik pendant dari  dimana  adalah graf bintang dengan  titik dan  sisi serta  adalah graf kipas dengan   titik dan  sisi.Kata kunci: bilangan dominasi-lokasi, himpunan dominasi-lokasi, graf bintang kipas
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM PENYELESAIN SOAL ALJABAR SERTA ALTERNATIF PEMECAHANNYA Indra Kurniawan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.657 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1311

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggetahui kesalahan siswa dalam mengerjakan soal Ajabar baik itu dalam hal mencari koefisien dan operasi hitung bentuk aljabar, setalah mengatahui  jenis kesalahannya dicari solusi dari permasalahan itu sehingga siswa menjadi paham tentang materi aljabar. Metode penelitian ini menggunakan survei dengan jenis penelitian kualitatif dimana dalam penggumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan kepustakaan. Hasil penelitian yang didapat bahwa masih ada siswa yang belum memahami tentang koefisien dan belum mengerti juga tentang operasi hitung aljabar, dari hasil wancara secara mendalam didapatkan alsan mengapa siswa itu belum paham karena pada saat disampaikan guru masih belum jelas tentang materi aljabar sehingga siswa itu bingung tentang soal-soal aljabar. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan ini adalah mencoba mengajak siswa untuk memahami kembali tentang definisi koefisien dan operasi aljabar secara mendalam setalah itu diberikan perbanyak soal latihan sehingga siswa akan lebih memahami tentang materi aljabar. 
KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA erik santoso
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.325 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1423

Abstract

Kemampuan pemahaman matematik merupakan kemampuan yang penting untuk dimiliki siswa. Kemampuan ini bisa menjadi awal dalam memahami kemampuan yang lainnya. Hasil riset ini mengungkap bagaimana prosees beripikir kemampuan pemahaman matematis siswa kelas VII-H di SMPN Negeri 2 Majalengka Tahun Pelajaran 2018/2019. Peneliti mengambil subjek sebanyak tiga orang untuk mewakili kategori siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemahaman matematis, dokumentasi dan pedoman wawancara. Analisis data kualitatif menggunakan Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data), dan Conclusion Drawing/Verification (Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi). Hasilnya menunjukan bahwa pada soal dengan kategori instrumental siswa dengan kemampuan tinggi tinggi dan sedang sudah mampu menjawab soal instrumental, hanya pada siswa dengan kemampuan rendah memiliki kendala dalam menentukan konsep yang ditanya pada soal tersebut. Untuk soal relasional siswa dengan kemampuan tinggi sudah kemampuan pemahaman matematiknya sudah baik, sedangkan siswa dengan kategori sedang dan rendah mengalami kesulitan pada tahap menentukan konsep dan perhitungan yang digunakan dalam memecahkan soal tersebut.Kata kunci: Proses berpikir, kemampuan pemahaman matematis
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA MELALUI PREDICT OBSERVE EXPLAIN yeni dwi kurino
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.086 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1416

Abstract

Kemampuan dasar yang dimiliki siswa adalah kemampuan kognitif. Latarbelakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan kognitif siswa dalam  matematika pada pembelajaran matematika di SD negeri Bonang. Rendahnya kemampuan kognitif tersebut dilihat dari data awal siswa pada pelajaran matematika, yaitu banyak siswa yang masih dibawah KKM. Dalam hal ini guru mengupayakan agar siswa dalam belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain. Dengan tuuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam belajar matematika. Dengan demikian, siswa mampu menemukan caranya sendiri untuk memecahkan masalah dalam pelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari beberapa tindakan yang membahas materi matematika pada kelas IV sekolah Dasar.Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan Predict Observe Explain, maka kemampuan kognitif meningkat. Hal ini terlihat pada tes yang diberikan peneliti kepada seliuruh siswa dikelas IV Sekolah Dasar Bonang yaitu terdapat peningkatan dari pada kondisi awal dari 25 siswa hanya 32% atau 8 siswa yang tuntas dan 68% atau 17 siswa yang belum tuntas. Kemudian meningkat pada siklus I sebanyak 16% yaitu dari 25 siswa terdapat 48% siswa yang tuntas dan 52% siswa yang belum tuntas. Pada siklus II yang menjadi titik akhir dalam peneltian ini meningkat sebesar 32% yaitu dari 25 siswa, 80% siswa yang tuntas dan 20% siswa yang belum tuntas.  Interaksi siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru lebih kondusif, hasil kemampuan kognitif siswa tiap tindakan selama penelitian berlangsung mengalami peningkatan.Kata kunci : Predict Observe Explain, kemampuan kognitif, pembelajaran matematika. 
KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PROBLEM BASED INSTRUCTION BERBANTUAN MULTIMEDIA Nia Jusniani
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v4i1.1380

Abstract

Dalam proses pembelajaran matematika ditemukan banyak siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Salah satu kendala yang dihadapi oleh siswa, yaitu siswa cenderung sulit untuk memahami materi matematika diantaranya disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran, kurangnya media pembelajaran dan anggapan negatif siswa terhadap matemtika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh model Problem Based Instruction dengan multimedia lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran biasa, dan mengetahui sikap siswa terhadap Problem Based Instruction dengan multimedia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode “quasi eksperiment” dengan desain penelitian Non equivalent Control Group Pretest-postest design. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Instruction berbantuan multimedia dan kelas kontrol dengan pembelajaran biasa, populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII di MTs Negeri 1 Cianjur. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan VII A sebagai kelas kontrol, dan pengambilan sampel yang dilakukan secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes kemampuan pemahaman matematis dan non tes berupa skala sikap. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa menggunakan model Problem Based Instruction (PBI) berbantuan multimedia lebih baik daripada kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran biasa dan sikap positif siswa terhadap pembelajaran model Problem Based Instruction (PBI) dengan multimedia.Kata kunci:  Problem Based Instruction berbantuan multimedia, pemahaman matematis, sikap siswa. 
ANALISIS APLIKASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ANDROID DAN DESAIN SISTEM MENGGUNAKAN UML 2.0 Rahman Abdillah; Adhityo Kuncoro; Indra Kurniawan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.326 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1439

Abstract

Analisis dari aplikasi android yang digunakan sebagai aplikasi pembelajaran matematika. Beberapa aplikasi pembelajaran matematika berbasis android seperti Brainly, Khan Academy dan PhotoMath memiliki fitur-fitur bagus yang dapat digunakan untuk mempermudah interaksi manusia/pengguna dengan sistem. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui desain diagram UML 2.0 aplikasi pembelajaran matematika berdasarkan hasil analisis dari 3 aplikasi pembelajaran matematika tersebut. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah Unified Modeling Language atau lebih sering dikenal dengan sebutan UML, adalah salah satu metode dalam teknik rekayasa perangkat lunak yang digunakan untuk menggambarkan alur dan cara kerja sistem, fungsi, tujuan dan mekanisme kontrol sistem tersebut. Dengan melihat desain diagram sistem perangkat lunak, pengguna akan lebih mudah memahami prosedur sistem yang lebih spesifik. UML 2.0 hadir sebagai salah satu cara untuk menggambarkan sistem selain daripada yang terdapat dalam bahasan analisis secara konvensional pada System Development Life Cycle (SDLC) seperti pembuatan flowchart, Diagram Alir Data (DAD) dan diagram waterfall. Dengan adanya desain diagram UML, pengguna (user) akan lebih memahami alur kerja sistem secara keseluruhan, sedangkan bagi pengembang (IT Developer), diagram digunakan untuk mempermudah komunikasi internal antar bagian developer dan dokumentasi jika suatu saat akan melakukan perbaikan versi (update version).Kata kunci: Analisis Aplikasi, Pembelajaran Matematika, Unified Modeling Language

Page 1 of 2 | Total Record : 19