cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08541809     EISSN : 25496778     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Media Komunikasi Teknik Sipil (ISSN 0854-1809) published twice in a year, in July and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Evaluasi Kondisi Kebulatan Struktur Dinding Silo Penyimpan Biji Gandum Berkapasitas 4650 Ton sukamta, Sukamta; Widyanto, Susilo Adi
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1369.585 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.37097

Abstract

Paper ini membahas penyebab fenomena ketidak-simetrisan pola penggelembungan akibat pembebenan  pada  dinding silo yang menggunakan modul dinding corrugated dengan sambungan baut. Kapasitas penyimpanan silo yang diobservasi adalah 4650 ton biji gandum berdiamater 19 m dengan tinggi 20,875 m. Analisis numerik dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga. Kondisi sambungan baut diukur secara langsung dengan menggunakan kunci torsi. Pengukuran dan analisis dilakukan pada saat silo terisi penuh maupun kosong. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada saat diisi biji gandum secara penuh, besar torsi pengencangan baut pengikat antar modul dinding sekitar 2x torsi pengencangan baut pada saat kosong. Hal ini menunjukkan bahwa dinding silo dikenai tegangan geser oleh baut. Adapun ketidak-simetrisan pola penggelembungan dinding pada saat pembebanan disebabkan karena bervariasinya torsi kekencangan baut pada sambungan antara modul dinding.  Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa torsi kekencangan baut minimum untuk menghasilkan tegangan gesek (pada bidang overlap sambungan antar modul dinding) yang sama dengan tegangan desak grain adalah sebesar 47,36 Nm.
Pengaruh Subtitusi Bubuk Cangkang Telur terhadap Batas-batas Konsistensi Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan Kapur Diana, Willis; Hartono, Edi; Widianti, Anita; Apriliani, Rinda
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.312 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.33885

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi pemanfaatan bubuk cangkang telur (egg shell powder, ESP) untuk menggantikan kapur pada stabilisasi tanah-kapur. Bubuk cangkang telur diketahui mengandung kalsit dalam jumlah yang besar.  Batas-batas konsistensi biasanya digunakan untuk menilai workabilitas dan memperkirakan perubahan sifat mekanik tanah yang distabilisasi. Dalam penelitian ini digunakan kapur tohor (quicklime) dan kapur padam (hydrated lime). Initial Consumption of Lime (ICL) diperoleh dengan menggunakan uji pH metode Eades and Grim, hasil pengujian didapatkan ICL 8%. Variasi pengujian yang dilakukan adalah dengan mensubtitusi sejumlah kapur dengan ESP, yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari ICL. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan stabilisasi kapur indeks plastistas menurun sebesar 55%-60%. Semakin banyak kadar kapur yang disubtitusi dengan ESP menyebabkan peningkatan indeks plastisitas dibandingkan stabilisasi tanah-kapur. Tetapi, pada subtitusi seluruh kadar kapur dengan ESP,  indeks plastitas tanah menurun sebesar 29% dibandingkan tanah asli.  Batas susut tanah asli 10,43%, setelah distabilisasi dengan 8% bubuk cangkang telur batas susutnya menjadi 13,22% , terjadi peningkatan 26%, sedangkan rasio susut, susut volumetrik, dan susut linear penurunannya tidak signifikan. Jenis kapur (kapur padam dan kapur tohor) memperlihatkan perilaku perubahan plastisitas tanah yang hampir sama.. Bubuk cangkang telur dapat digunakan untuk bahan stabilisasi tanah, dan mampu merubah plastisitas tanah,  tetapi perubahan plastisitas yang terjadi tidak sebesar stabilisasi menggunakan kapur.
Pengembangan Peta Percepatan Gerakan Tanah Puncak Kota Semarang Berdasarkan Peraturan Gempa Tahun 2019 Partono, Windu; Irsyam, Masyhur; Nazir, Ramli; Asrurifak, Muhammad; Kistiani, Frida; Sari, Undayani Cita
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.596 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.40714

Abstract

Surface peak ground acceleration (PGAM) needs for seismic forces of basement and retaining structures design.  The PGAM value can be calculated using bedrock peak ground acceleration (MCEG) and multiplied it with site coefficient FPGA. For building design purposes, the MCEG value can be calculated based on the combination of DSHA (Deterministic Seismic Hazard Analysis) and PSHA (Probabilistic Seismic Hazard Analysis). Compared to the previous 2012 website response spectrum design which is displayed the PGAM value, only MCEG value at site position can be obtained from the new 2021 response spectrum design website. This paper describes the development of PGAM distribution of Semarang using Visual Basic programming language software. The distribution of DSHA and PSHA (2500 return periods) combination analysis for developing MCEG value also describes in this paper. The analysis was performed based on the earthquake record data from 1900 to 2016. The PGAM analysis was performed at 203 soil boring investigation positions and using FPGA site coefficients of SNI 1726:2019. The minimum and maximum PGAM distribution values at the study area are in between 0.45 through 0.55 g and the maximum PGAM is distributed at the northern part of the study area.
Perspektif Urban Public Transportation dalam Kajian Meta-Analysis Sarjana, Sri
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.569 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.40635

Abstract

Urban public transportation is transportation system developed for the public interest that prioritizes the optimal integration of various resources and infrastructure in order to achieve sustainable city that is guided by green technology. The development of urban public transportation through scientific evolution that prioritizes the diversity of knowledge and technology as effort to create environmentally friendly city that is oriented towards sustainable development. Qualitative methods are applied in the analysis of themes studied by developing a meta-analysis. Primary data was obtained from the collection of scientific journals published from 1966 to 2020 as part the analysis of scientific literature. The results of study stated that there was  significant increase in the number of papers and number of citations in last twenty years which indicated an improvement in knowledge development. There are several topics that have novelty that were found after an analysis on the theme of urban public transportation includes service quality, public space, transportation engineering, regulation, and bus rapid transit. For this reason, new topics found need to be followed up in further research in line with current technological developments.
Analisis Potensi Likuifaksi Berdasarkan Distribusi Ukuran Butir Tanah dan Data Cone Penetration Test (CPT) Prayitno, Deo Pratama; Artati, Hanindya Kusuma
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.889 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.40276

Abstract

Likuifaksi merupakan fenomena kegagalan pada lapisan tanah yang umumnya terjadi akibat beban siklik akibat gempa bumi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi likuifaksi berdasarkan distribusi ukuran butir tanah dan data CPT di kawasan Rumah Sakit UII Desa Wijirejo, Bantul, DIY. Berdasarkan letak geografisnya, Kabupaten Bantul memiliki potensi gempa yang tinggi dikarenakan berada di dekat sesar opak serta berada di zona subduksi antara lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Seiring dengan hal tersebut maka ada urgensi untuk penelitian ini. Analisis berdasarkan distribusi ukuran butir tanah dievaluasi menggunakan kurva Tsuchida (1970). Analisis berdasarkan data CPT dievaluasi menggunakan persamaan Seed & Idris (1971) dan IM Idriss & RW Boulanger (2008) untuk mendapatkan nilai keamanan lapisan tanah, yang kemudian digunakan untuk memprediksi tingkat potensi likuifaksi dengan nilai LPI menggunakan persamaan Luna & Frost (1998). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Rumah Sakit UII memiliki potensi likuifaksi yang sangat tinggi. Berdasarkan distribusi ukuran butir menggunakan kurva Tsuchida (1970) di Desa Wijirejo, lapisan tanah pada kedalaman 1 meter didominasi oleh tanah berpasir dan lanau yang berpotensi likuifaksi. Berdasarkan data CPT, seluruh titik sondir memiliki potensi likuifaksi yang sangat tinggi dengan nilai LPI berturut-turut sebesar 48.405; 52.160; 57.498; dan 46.942 dengan kedalaman zona potensi likuifaksi 0,20 sampai 13,20 meter dari permukaan tanah.
Pengaruh Molaritas Sodium Hidroksida terhadap Kekuatan Tekan dan Tarik Belah dari Alkali-activated Mortar Berbahan Dasar Feronikel Slag Kuncoro, Albert; Djayaprabha, Herry Suryadi
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.868 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.32706

Abstract

The use of cement as the main binding agent in construction contributes approximately 7-10% in total of carbon dioxide gas emissions worldwide. In this study, the replacement of Portland cement using ground granulated ferronickel slag (GFNS) activated by the combination of sodium hydroxide (NaOH) dan sodium silicate (Na2SiO3) was utilized for producing alkali-activated mortar (AAM) as construction material. Four different mortar mixtures were prepared in this experimental work. There were three mixtures of ferronickel slag-based alkali activated mortar (FAM) with the variations of NaOH molarity of 6, 8, and 10M and cement-based mortar mixture (PCM) with water-to-cement ratio (w/c) of 0.5 was used as the control specimens. Overall, the flow and workability of the FAM specimen was lower than the PCM specimen due to the presence of silicate caused a sticky characteristic on the paste. On the other hand, the unit weight of FAM mortar was higher than the PCM specimen. Among all FAM mixtures, the most effective compressive strength and splitting tensile strength results were achieved by the FAM8 mixture, with a compressive strength at 28 days of 33.72 MPa and the splitting tensile strength at 28 days of 2.65 MPa, which had both good workability and chemical reaction of the material.
Analisis Besaran Sedimentasi dan Penanggulangannya di Hilir Tukad Unda Klungkung dengan Aplikasi Hec-GeoRAS Hidayati, Anissa Maria; Yekti, Mawiti Infantri; Sujana, Gede Fajar Eka Aditya
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.027 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.32225

Abstract

Sungai merupakan salah satu bentuk infrastruktur sumber daya air, selain mengalirkan air, sungai juga kerap mengangkut sedimen. Sedimen merupakan hasil dari erosi dan ini menjadi salah satu permasalahan pada aliran sungai. DAS Unda memiliki cakupan wilayah cukup luas, sehingga erosi yang menyebabkan sedimentasi pada aliran Tukad Unda diperkirakan cukup besar. Penelitian ini menganalisis berat total sedimen yang mengendap pada bagian hilir Tukad Unda dan membandingkan analisis sedimentasi metode Universal Soil Loss Equation (USLE) dengan metode analisis sedimentasi dalam HEC-RAS dengan bantuan aplikasi ArcGIS dan HEC-GeoRAS untuk menggambarkan bentuk profil tampak atas dari sebaran sedimen yang terbentuk, serta upaya dalam menanggulanginya. Data yang digunakan adalah luas DAS, jenis tanah, hujan serta debit aliran sungai. Metode yang digunakan adalah metode USLE dan aplikasi HEC-GeoRAS dan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata erosi yang tejadi dalam 10 tahun terakhir adalah sebesar 30,57 ton/ha/tahun, kemudian hasil dari analisis HEC-GeoRAS didapatkan perubahan profil aliran dasar sungai mengalami pendangkalan cukup signifikan yaitu sebesar 2.365 m3 dengan meggunakan aplikasi, dan 2.654 m3 dengan metode USLE. Upaya penanggulangan dapat dilakukan dengan menormalisasi dasar sungai dengan pengerukan secara berkala pada titik stationing UD 64-60, pada titik stationing UD 55-57 dan pada stationing UD 45-41 sesuai dengan hasil analisis yang didapat melalui aplikasi HEC-GeoRAS.
Perilaku Dan Kinerja Struktur Dari Hasil Perancangan Bangunan Unconfined Masonry Dan Confined Masonry Putra, Alfien Hernanda; Irlan, Ade Okvianti
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.055 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.33561

Abstract

Banyak bangunan di Indonesia yang rusak ketika terkena gempa bumi, terutama bangunan nir-rekayasa dinding bata. Salah satu contoh bangunan tersebut adalah bangunan Kantor Lurah Bendung di Serang, Banten yang mengalami kerusakan ketika terkena Gempa Pandeglang 2019. Bangunan ini dibangun tanpa balok dan kolom beton bertulang yang dikenal dengan sebutan bangunan unconfined masonry. Dalam studi ini, bangunan tersebut akan dirancang ulang dengan software ETABS untuk mengetahui kemiripan antara kelemahan struktur dari ETABS dengan kerusakan sebenarnya. Hasil analisis strukturnya memberikan waktu getar sebesar 0,814 detik, gaya geser dasar sebesar 195,5 kN, dan tegangan pada dinding yang 50% mirip dengan kerusakan pada keadaan sebenarnya. Lalu, bangunan yang sama dirancang dengan mengikuti kaidah dan peraturan bangunan tahan gempa di Indonesia sehingga menjadi bangunan confined masonry. Hasilnya berupa waktu getar sebesar 1,586 detik, gaya geser dasar sebesar 114,2 kN, dan dinding bata yang tidak mengalami kerusakan ketika terkena beban gempa. Tetapi, dimensi dan tulangan dari balok dan kolom yang mengikuti syarat minimum bangunan tahan gempa di Indonesia perlu diperbesar karena kapasitas kekuatannya terlampaui oleh beban yang bekerja.
Perbandingan Peta Percepatan Tanah di Permukaan sebagai Dasar Perencanaan Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana di Provinsi Riau Saputra, Elvis; Nugraheni, Fitri; Pawirodikromo, Widodo; Makrup, Lalu
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.257 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.36902

Abstract

Perencanaan tata ruang memiliki peranan penting dalam upaya mitigasi bencana. Ketersediaan peta gempa sangat berguna dalam perencanaan tata ruang. Kebutuhan perencanaan tata ruang saat ini adalah yang skala mikro. Maka dari itu, peta gempa nasional 2017 perlu dirincikan ke dalam peta mikrozonasi pada skala kabupaten/kota. Percepatan tanah yang disajikan dalam peta gempa nasional berada di batuan dasar, sedangkan dalam perencanaan tata ruang dibutuhkan percepatan di permukaan. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh peta gempa di permukaan dengan skala mikro. Penentuan nilai percepatan di permukaan dilakukan dengan dua model. Model-1, percepatan permukaan diperoleh dengan mengalikan hasil analisis PSHA di batuan dasar dengan faktor amplifikasi berdasarkan SNI1726. Sedangkan Model-2 nilai percepatan dipermukaan langsung diperoleh dari hasil analisis PSHA dengan menggunakan nilai kecepatan gelombang geser rerata permukaan (Vs30) berdasarkan data dari USGS. Hasil dari penelitian diketahui bahwa dari 2 metode analisis yang digunakan, Model-2 memiliki nilai percepatan permukaan lebih besar dibandingkan dengan Model-1. Provinsi Riau memiliki 12 kabupaten. secara umum 12 kabupaten tersebut masuk dalam kelas indeks risiko rendah hingga sedang, namun ada satu kabupaten yang mendekati kelas indeks tinggi yaitu kabupaten Rokan Hulu.
Kajian Parametrik Balok Beton Memadat Mandiri Menggunakan Analisis Nonlinier Elemen Hingga Effendi, Mahmud Kori; Rahmayanti, Novi; Fathurahman, Ilman
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.118 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.36507

Abstract

Self-compacting concrete has self-flowing, viscous and compact properties that minimize mechanical compaction. This concrete is suitable for solving the concrete pouring in the narrow and congested reinforcement. Beams made of both self-compacting concrete and normal high-strength concrete are analyzed by MSC Marc / Mentat software. Steel is modeled by being embedded in concrete. The failure criterion of Linear Mohr-Coulomb is used for concrete and Von Mises for reinforcing steel, respectively. Concrete and the plate support are modelled by 3D solid elements. For the steel, the truss element is used. The contact analysis is implemented between beam and both steel plate and steel supports. The load-deflection curve for both concrete are almost the same as the results of the experimental curve. The results of the contact analysis also showed that there were contact and separation in the contact area. The shear retention factor value close to one meaning will restrain greater loads. The results of the study on the reinforcement ratio also showed a reduction of 70% and an increase of 70% when using minimum and maximum reinforcement, respectively. The larger concrete cover also reduces the load that the beams can restrain.

Filter by Year

2003 2025