cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08541809     EISSN : 25496778     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Media Komunikasi Teknik Sipil (ISSN 0854-1809) published twice in a year, in July and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media.
Arjuna Subject : -
Articles 471 Documents
Uji Lintasan Kendaraan pada Interlocking Pavement Berbahan No Fine Agregate Concrete Utomo, Adityo Budi; Dhanardono, Bhima; Hidayatiningrum, Laely Fitria
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.152 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.27387

Abstract

Pada musin hujan, banyak kasus jalan tergenang air akibat kurangnya kapasitas saluran drainase dan rendahnya penyerapan air oleh tanah. Penelitian ini memanfaatkan beton non pasir sebagai perkerasan interblok untuk meningkatkan penyerapan air ke lapisan drainase dan tanah dasar. Beton non pasir yang digunakan memiliki campuran semen : kerikil = 1 : 6 dengan FAS 0,4. Hasil pengujian di laboraturium menunjukkan nilai berat jenis, penyerapan air, kuat tekan, dan ketahanan terhadap Na2SO4 adalah 1.703 gr/cm3, 2,57%, 10,8 MPa, dan 0,79%. Untuk melihat tingkat kemampulayanan perkerasan interblok, beton non pasir ini ditata di atas lapis drainase dan lapis perata untuk kemudian dilakukan uji penggenangan dan lintasan kendaraan. Perkerasan interblok tersebut dapat meloloskan air secara cepat dan dapat menahan beban wheel loader sebesar 13.000 kg sehingga bisa digunakan untuk trotoar, jalur taman, dan perkerasan jalan dengan beban gandar maksimum 8 ton.
Pengaruh Modifikasi Penampang pada I-Girder dan Box Girder Beton Prategang terhadap Kekakuan dan Lendutan Prayuda, Hakas
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.428 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.26069

Abstract

Beton prategang telah banyak digunakan pada struktur bangunan, khususnya untuk konstruksi bentangpanjang. Dimensi beton prategang pada umumnya telah ditentukan, menyesuaikan dengan pabrik yangmemproduksi berdasarkan pengalaman dan analisis. Namun demikian, dimensi dari beton ini merupakanaspek yang masih dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan hasil yang lebih baik. Pada penelitian inidilakukan modifikasi penampang I dan box girder, namun memiliki luar area yang sama. Masing-masingjenis beton memiliki tiga variasi. Jumlah tendon yang digunakan merupakan jenis tipikal sehingga denganmudah dapat membandingkan tegangan dan lendutan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan kalkukasimanual untuk seluruh specimen dengan menggunakan tiga kondisi yaitu kondisi awal, kondisi pembebanandan kondisi final. Standar yang digunakan merupakan standar yang berlaku di Indonesia yaitu SNI 28332016 untuk pembebanan gempa dan SNI 1725-2016 untuk pembebanan pada jembatan. Penelitianmenunjukkan bahwa salah satu dari masing-masing girder memenuhi kriteria yang menghasilkan nilaitegangan dan lendutan terkecil.
Perilaku Pelaku Perjalanan Terhadap Kebijakan Konversi Moda Angkutan Mini-Bus Menjadi Bus Kota di Kota Bandung Prasetyanto, Dwi; Rizki, Muhamad; Gardjito, Wiena Rustanti
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.415 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.29223

Abstract

Bandung City Government plans to improve their bus services which are expected to decline traffic congestion,reduce air pollution, and improve road safety. One of the efforts is to implement the conversion policy of minibus/paratransit to public bus. The purpose of this study is to analyze people's behavior related for theconversion policy above and their intentions to use it. For that purpose, the analysis performed with the datathat obtained by interviewing public transport users in Bandung City. The method used in this research isTheory of Planned Behavior. It is found that, the effect of evaluation outcomes, motivation to comply andperceived power proven to be significant on the behavioral intention to shift the use of public transportationfrom mini public buses to city buses. The contribution of evaluation outcomes influences the highest comparedto other factors, which is 32.36%, this shows that the evaluation of the performance of city bus services is themost dominant factor in shaping the behavioral intention to use city bus. Positive perception towards theconversion policy is in the high number, however, the intentions to shift to public transport should be supportedby ensuring high quality bus services.
Penggunaan Parameter Gerakan Tanah untuk mengidentifikasi Likuifaksi selama Gempa Besar di Thailand Utara Mase, Lindung Zalbuin
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.521 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.29218

Abstract

This paper presents a ground response analysis to simulate the liquefaction phenomenon during the 2011 Tarlay Earthquake in northern Thailand. The site investigation data and geophysical measurements on 7 sites in northern Thailand were collected. The multi-springs element model was implemented in finite element ground response analysis. Several parameters, such as peak ground acceleration, peak ground velocity, amplification factor, excess pore pressure ratio, were observed. Furthermore, the correlation from the ground motion parameters was generated to estimate liquefaction potential, which was represented by excess pore pressure ratio. The result showed that the excess pore pressure ratio was relatively well correlated with several ground parameters, such as amplification factor, velocity-acceleration ratio, and factor of safety against liquefaction. The results could be also used for the engineering practice in predicting liquefaction potential in Northern Thailand.
Analisis Tiga Dimensi Pondasi Tiang-Rakit pada Tanah Lempung, Menteng-Jakarta Jogiadinata, Evelyn; Rahardjo, Paulus Pramono; Lim, Aswin
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1382.919 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.27923

Abstract

Pondasi tiang-rakit merupakan kombinasi antara pondasi tiang dan pondasi rakit. Daya dukung pondasi tiang-rakit diperoleh dari konstribusi pemikulan beban oleh pondasi tiang maupun pondasi rakit. Namun dalam  desain pondasi tiang pada umumnya selalu diasumsikan bahwa seluruh beban dipikul oleh pondasi tiang saja dan mengabaikan daya dukung pondasi rakit. Untuk menganalisis persentase beban yang dapat dipikul oleh pondasi rakit dilakukan pemodelan dengan menggunakan elemen hingga tiga dimensi pada studi kasus yang berlokasi di Jakarta Pusat, Indonesia. Pada proyek ini terdapat data instrumentasi berupa dua titik pressure cell yang dapat digunakan untuk memverifikasi model dan distribusi beban yang terjadi. Hasil analisis menunjukan hasil yang konsisten dengan hasil yang terukur, dimana persen beban yang dipikul pondasi rakit sekitar 33-42%.
Analisis Sensitivitas Pemilihan Moda antara BRT dan Kendaraan Pribadi (Studi Kasus Kawasan CBD Kota Pontianak) / Mode Selection Sensitivity Analysis between BRT and Private Vehicle (Case Study of Pontianak City CBD Area) Suyono, Rudi Sugiono; Nurhayati, Nurhayati; Yustrinisa, Wisa
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.86 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.29306

Abstract

AbstractThis type of public transportation BRT mode began to be officially applied in Pontianak City to overcome traffic congestion. The problem is that many travelers prefer to use private vehicles rather than public transportation. This study aims to analyze the sensitivity of the mode selection model which explains the probability of choosing a BRT against aprivate vehicles if a BRT is presented in the Central Business District of Pontianak City. The mode selection method uses the Stated Preferences Technique in the form of a quetionnaire which is analyzed by multiple linear regression to obtain a utility equation. Based on the results of the sensitivity analysis of the mode selection model, the probability value of selecting BRT is 21,7%, if it is in conditions where the difference in the attributes offacilities and comfort (X1) is -10, this means that there are no facilities and conveniences of BRTsuch as private vehicles, thesecond is the difference in  thewaiting time attribute (X2) which is 15 minutes, the third condition is the difference in travel costs attribute (X3) namely Rp 0,- and the fourth condition is the difference in travel time attribute (X4), which is 10 minutes To increase the probability of choosing a BRT to 60%, it can be done by increasing the difference between the facilities and comfort attributes to 0 (zero), which means there is no difference in facilities and comfort that BRT has with private vehicles such as the availability of air conditioning, free WIFI, clean, fragrant, having a bag storage area  and others. This is because the most sensitive attributes compared to other attributes are facilities and comfort attributes. Keywords:Mode selection, BRT, sensitivity Abstrak Jenis moda angkutan umum BRT mulai diterapkan secara resmi di Kota Pontianak untuk mengatasi kemacetan. Permasalahannya adalah banyak pelaku perjalanan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas model pemilihan moda yang menjelaskan probabilitas pemilihan BRT terhadap Kendaraan Pribadi jika dihadirkan BRT di Kawasan Central Business District Kota Pontianak. Metode pemilihan moda menggunakan Teknik Stated Preference berbentuk kuesioner yang dianalisis dengan regresi linier berganda untuk mendapatkan persamaan utilitas. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas model pemilihan moda, nilai probabilitas terpilihnya BRT adalahsebesar 21,7%, jika berada pada kondisi dimana selisih atribut fasilitas dan kenyamanan (X1) yaitu -10 hal ini berarti bahwa tidak tersedianya fasilitas dan kenyamanan BRT seperti Kendaraan Pribadi, kondisi kedua adalah selisih atribut waktu tunggu (X2) yaitu 15 menit, kondisi ketiga adalah selisih atribut biaya perjalanan (X3) yaitu Rp 0,-dan kondisi yang keempat adalah selisih atribut waktu tempuh (X4) yaitu 10 menit. Untuk meningkatkan probabilitas terpilihnya BRT menjadi 60% dapat dilakukan dengan menaikan selisih atribut fasilitas dan kenyamanan menjadi 0 (nol) yang artinya tidak ada perbedaan fasilitas dan kenyamanan yang dimiliki BRT dengan Kendaraan Pribadi sepertitersedianya AC, WIFI gratis, bersih, wangi, memiliki tempat penyimpanan tas dan lain-lain. Hal ini dikarenakan atribut yang paling sensitif dibanding atribut yang lain adalah atribut fasilitas dan kenyamanan. Kata kunci:Pemilihan moda, BRT, sensitivitas
Perilaku Rangka Open Web Truss Joist LVL Sengon Basuki, Achmad; Awaludin, Ali; Suhendro, Bambang; Siswosukarto, Suprapto
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1, JULI 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.817 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.31916

Abstract

Laminated Veneer Lumber (LVL) Sengon is classified as one of the engineering products having a significant increase of both physical and mechanical properties compared with Sengon solid wood. Considering its short planting years and sustainable production, Sengon wood is very potential to be used as construction materials of low-rise houses to support the housing needs in Indonesia. Creep behaviour of LVL Sengon material is one of the mechanical properties that needs to be considered. This article evaluated value of creep factor of the open web truss joist (OWTJ) LVL Sengon test and compared this experimental creep factor with the numerical results developed by FE model taking into account the viscoelastic parameters of authors' previous study. The viscoelastic parameters were based on a 217-day creep test of compression and tension parallel to the grain of LVL Sengon at 20 % of stress level that were further modeled using Prony series creep model having n equals to 3. The reduction in the modulus of elasticity over time resulted in creep deflection and creep factor values at 217 days of testing results and FE numerical analysis of the OWTJ LVL Sengon ranging from 1.50–1.54; while the predicted creep factor at 25 years of service life is 1.57 or greater than the creep factor value provided in SNI 7973: 2013 of 1.5.
Pola Operasi Waduk Wonogiri Setelah Pembangunan Pintu Pelimpah Baru Untuk Pengendalian Banjir Paska Wijayanti; Istiarto Istiarto; Rachmad Jayadi
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2, DESEMBER 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.888 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.35783

Abstract

Waduk Wonogiri di Bengawan Solo hulu telah mengalami permasalahan sedimentasi yang mengganggu operasionalnya. Sebagian besar sedimen berasal dari DAS Keduang di sisi kanan (timur) waduk. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sebuah closure dike telah dibangun untuk melokalisasikan pasokan sedimen dari DAS Keduang. Closure dike membagi waduk menjadi waduk utama dan waduk tampungan sedimen, masing-masing memiliki pelimpah. Makalah ini menyajikan hasil kajian operasi Waduk Wonogiri dalam pengendalian banjir setelah pembangunan closure dike. Studi terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah pemutakhiran banjir rancangan dengan menggunakan metode analisis frekuensi data hujan dan hidrograf satuan cara Collins. Tahap kedua adalah penelusuran banjir dengan menggunakan metode level pool routing. Penelusuran banjir dilakukan untuk dua kondisi, yaitu kondisi lama (elevasi muka air awal +135,3m) dan kondisi baru (elevasi muka air awal +136,3m). Pemutakhiran debit banjir menunjukkan adanya kenaikan debit banjir ke Waduk Wonogiri sebesar 7,7% dan 3,6%, masing-masing untuk debit banjir kala ulang 60 dan 500 tahun, dibandingkan dengan studi Pradipta (2014). Hasil kajian menunjukkan bahwa Waduk Wonogiri rentan terhadap overtopping saat banjir kala ulang 500 tahun. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, maka elevasi muka air waduk untuk pembukaan-penuh pintu pelimpah baru disarankan untuk diturunkan agar muka air waduk maksimum tidak melebihi extra flood water level.
Analisis Debit Tersedia pada DAS Temef dengan Menggunakan Metode NRECA, F.J. Mock dan Tangki Denik Sri Krisnayanti; I Made Udiana; Chrystin Chandra; Davianto Frangky B. Welkis
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2, DESEMBER 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.82 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.40505

Abstract

Temef Dam is located in Oenino Village Oenino District and Konbaki Village Polen District, Timor Tengah Selatan Regency which has a capacity of 45.79 millions m3. This research aimed to determine the amount of potential evapotranspiration using Penman Modification Method, the amount of dependable discharge with three methods that are NRECA, F.J. Mock, and Tank Methods, from those three methods will be selected a method that have closest characteristic of Temef Watershed, and filling timein Temef Reservoir. The maximum half monthly potential evapotranspiration in Temef Watershed using Penman Modification Method is 142.72 mm and the minimum is 71,25 mm. The average of annual discharge using NRECA Method is 249.89 m3/sec, F.J. Mock Method is 258.66 m3/sec, and Tank Method is 92.15 m3/sec. Based from three methods that have been used, Tank Method is the closest method to the characteristics of Temef Watershed, which RMSE value from Tank Method is 2.99. Filling time of Temef Reservoir to reach the planned reservoir volume in normal water year condition is three months and fifteen days and in low water year condition is six months.
Mikrosimulasi Junction Metering dalam Meningkatkan Kinerja Simpang Menggunakan Software Vissim Anton Budiharjo; Pipit Rusmandani; Keke Inggriani; Mohammad Archi Maulyda
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2, DESEMBER 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.977 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.29834

Abstract

Jarak pandang yang tidak sesuai standar, waktu antrian dan rendahnya kesadaran pengguna kendaraan bermotor untuk memberikan prioritas kepada pengguna jalan lain merupakan suatu penyebab terhambatnya pergerakan lalu lintas dan mengurangi kinerja persimpangan. Mayoritas kendaraan ketika menuju ataupun pada jalan minor menggunakan lajur lawan karena tidak terdapat marka pembagi, hal tersebut menyebabkan terjadinya konflik berupa crossing dan merging. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti melakukan penelitian mengenai Junction Metering yang terdiri dari pengaturan kontrol dan sensor untuk meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan. Metode yang digunakan dalam analisis kinerja simpang adalah dengan menggunakan bantuan software PTV Vissim Full Version dan perhitungan Gap Raff and Hunt. Data yang dikumpulkan dalam peneitian ini terdiri dari empat aspek, (1) inventarisasi simpang; (2) volume lalu lintas; (3) kecepatan lalu lintas; dan (4) selang waktu. Penanganan dari permasalahan berupa junction metering yang kemudian dilakukan perbandingan dengan kondisi eksisting. Variabel pembanding berupa tingkat pelayanan, panjang antrian dan waktu tundaan. Efektifitas penanganan simpang menggunakan junction metering dapat mengurangi panjang antrian menjadi 75% dan waktu tundaan 17% dengan klasifikasi tingkat pelayanan rata-rata simpang adalah A.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Volume 31, Nomor 2, DESEMBER 2025 (IN PROGRESS) Volume 31, Nomor 1, JULI 2025 Volume 30, Nomor 2, DESEMBER 2024 Volume 30, Nomor 1, JULI 2024 Volume 29, Nomor 2, DESEMBER 2023 Volume 29, Nomor 1, JULI 2023 Volume 28, Nomor 2, DESEMBER 2022 Volume 28, Nomor 1, JULI 2022 Volume 27, Nomor 2, DESEMBER 2021 Volume 27, Nomor 1, JULI 2021 Volume 26, Nomor 2, DESEMBER 2020 Volume 26, Nomor 1, JULI 2020 Volume 25, Nomor 2, DESEMBER 2019 Volume 25, Nomor 1, JULI 2019 Volume 24, Nomor 2, DESEMBER 2018 Volume 24, Nomor 1, JULI 2018 Volume 23, Nomor 2, DESEMBER 2017 Volume 23, Nomor 1, JULI 2017 Volume 22, Nomor 2, DESEMBER 2016 Volume 22, Nomor 1, JULI 2016 Volume 21, Nomor 2, DESEMBER 2015 Volume 21, Nomor 1, JULI 2015 Volume 20, Nomor 2, DESEMBER 2014 Volume 20, Nomor 1, JULI 2014 Volume 19, Nomor 2, DESEMBER 2013 Volume 19, Nomor 1, JULI 2013 Tahun 18, Nomor 1, PEBRUARI 2010 Tahun 17, Nomor 3, OKTOBER 2009 Tahun 17, Nomor 2, JUNI 2009 Tahun 17, Nomor 1, PEBRUARI 2009 Tahun 16, Nomor 3, OKTOBER 2008 Tahun 16, Nomor 2, JUNI 2008 Tahun 16, Nomor 1, PEBRUARI 2008 Tahun 15, Nomor 3,OKTOBER 2007 Tahun 15, Nomor 2, JUNI 2007 Tahun 15, Nomor 1, PEBRUARI 2007 Volume 14, Nomor 3, Edisi XXXVI, OKTOBER 2006 Volume 14, Nomor 2, Edisi XXXV, JUNI 2006 Volume 14, Nomor 1, Edisi XXXIV, PEBRUARI 2006 Volume 13, Nomor 3, Edisi XXXIII, OKTOBER 2005 Volume 13, Nomor 2, Edisi XXXII, JUNI 2005 Volume 13, Nomor 1, Edisi XXXI, PEBRUARI 2005 Volume 12, Nomor 3, Edisi XXX, OKTOBER 2004 Volume 12, Nomor 2, Edisi XXIX, JULI 2004 Volume 12, Nomor 1, Edisi XXVIII PEBRUARI 2004 Volume 11, Nomor 1, Edisi XXV, PEBRUARI 2003 More Issue