cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2022): July" : 11 Documents clear
Status Gizi Dan Asupan Lemak Dengan Gejala Premenstrual Syndrome Pada Remaja SMK Tunas Grafika Informatika Aliffanny Ayu Paraswati; Dian Luthfiana Sufyan; Ikha Deviyanthi Puspitasari; Sintha Fransiske Simanungkalit
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.242

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju remaja yang ditandai dengan perubahan-perubahan seperti psikologis, biologis, fisiologis, maupun aspek sosial. Selain itu, salah satu perubahan yang juga dialami adalah perubahan pada organ reproduksi seperti terjadinya kematangan seksual. Menstruasi merupakan pendarahan periodik dan siklis dari uterus disertai pengelupasan (deskuamasi) endometrium yang dialami oleh remaja putri. Gangguan siklus menstruasi dapat terjadi pada remaja dan biasa disebut dengan premenstrual syndrome (PMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan asupan lemak dengan gejala premenstrual syndrome pada remaja putri di SMK Tunas Grafika Informatika tahun 2020. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan metode uji korelasi spearman rank. Pengukuran variabel status gizi menggunakan media google form dengan menggunakan metode self-reported recall body weight and height atau pelaporan BB dan TB berdasarkan ingatan terakhir responden dalam kurun waktu 1 bulan. Pengukuran variabel asupan lemak menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionare (SQ-FFQ). Sedangkan, variabel Premenstrual Syndrome (PMS) menggunakan Shortened Premenstrual Assessment Form (sPAF). Pengukuran tersebut dilakukan kepada 44 siswi. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi dengan gejala PMS pada remaja putri di SMK Tunas Grafika Informatika (p-value = 0,666), ada hubungan antara asupan lemak dengan gejala PMS pada remaja putri di SMK Tunas Grafika Informatika (p-value = 0,000).
Hubungan Ketahanan dan Kerawanan Pangan dengan Social Capital dan Food Choice Rumah Tangga Pra Sejahtera di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga Brigitte Sarah Renyoet; Orissa Kristinawati Lakajen; Theresia Pratiwi E. Sanubari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.424

Abstract

Ketahanan pangan bertujuan untuk menjamin ketersediaan dan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu hingga memiliki gizi seimbang di suatu wilayah yang ditentukan oleh ketahanan pangan keluarga. Namun, kenyataannya tidak semua rumah tangga dapat mengakses, dan menyediakan pangan seperti yang dialami oleh rumah tangga keluarga pra-sejahtera. Faktor lain yang dapat berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan adalah social capital dan food choice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan hubungan ketahanan dan kerawanan pangan dengan social capital dan food choice pada rumah tangga pra-sejahtera di Kelurahan Dukuh, Sidomukti, Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang dilakukan di kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Responden yang digunakan adalah semua keluarga pra-sejahtera di Kelurahan Dukuh berjumlah 77 responden. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara social capital dengan ketahanan pangan dan kerawanan pangan rumah tangga pra-sejahtera di Dukuh dengan bukti nilai p = <0,05 (0,013). Sementara, pada hasil uji Chi Square pada food choice terhadap ketahanan dan kerawanan pangan menunjukkan nilai p= >0,05 (0,791) atau tidak terdapat adanya hubungan. Mayoritas rumah tangga pra-sejahtera di Dukuh berada dalam kategori kerawanan pangan tingkat sedang (50,64%), dengan social capital (80,41%) dan food choice (68,3%) dalam kategori cukup baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa social capital menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ketahanan dan kerawanan pangan rumah tangga pra-sejahtera di Dukuh.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Pengetahuan Gizi dengan Status Gizi Remaja Pasca Bencana di Kota Palu Diah Ayu Hartini; Nikmah Utami Dewi; Ummu Aiman; Nurulfuadi Nurulfuadi; Ariani Ariani; Siti Ika Fitrasyah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.444

Abstract

Bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu berdampak pada masyarakat di segala aspek kehidupan, termasuk kondisi gizi pada remaja. Masalah gizi sangat rentan terjadi pada masa ini. Remaja berada pada fase pertumbuhan yang pesat, sehingga membutuhkan zat gizi yang jumlahnya relatif lebih besar. Masalah gizi yang sering ditemukan pada remaja adalah gizi kurang yang kemudian diperkuat dengan kondisi pasca bencana di Kota Palu yang memungkinkan kurangnya ketersediaan pangan. Selain itu, aktivitas fisik dan pengetahuan gizi merupakan faktor yang mempengaruhi status gizi. Penelitian ini ingin melihat hubungan antara aktivitas fisik dan pengetahuan gizi dengan status gizi pada remaja pasca bencana di Kota Palu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di SMA Negeri 4 Palu dengan populasi seluruh siswa kelas X dan XI serta sampel sebanyak 180 siswa. Hasil yang diperoleh yaitu aktivitas fisik responden lebih besar pada kategori sedang (60,6%) dan pengetahuan gizi responden lebih tinggi pada kategori kurang (90%). Berdasarkan hasil dari uji statistik, diperoleh adanya hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan status gizi remaja serta tidak adanya hubungan bermakna antara pengetahuan gizi dan status gizi remaja. Asupan energi yang berlebih jika tidak diimbangi dengan pengeluaran energi melalui aktivitas fisik maka akan berpengaruh pada penambahan berat badan yang juga mempengaruhi status gizi. Pengetahuan merupakan faktor tidak langsung yang mempengaruhi status gizi, sehingga perlu menilai berbagai faktor lain yang mungkin berhubungan dengan status gizi remaja di wilayah pasca bencana untuk merancang intervensi yang tepat memperbaiki status gizi pada remaja.
Pengembangan Formulasi Cookies Rendah Indeks Glikemik Dengan Substitusi Tepung Ubi Banggai Sebagai Upaya Alternatif Pencegahan Penyakit Degeneratif Siti Ika Fitrasyah; Ariani Ariani; Nurdin Rahman; I Made Tangkas; Ummu Aiman; Nurulfuadi Nurulfuadi; Devi Nadila; Aulia Rakhman; Hijra Hijra; Fendi Pradana; Diah Ayu Hartini
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.499

Abstract

Banyak orang yang mengatakan bahwa semakin bertambahnya usia, maka penyakit yang diderita pun akan semakin banyak, salah satunya penyakit degeneratif. Untuk meningkatkan konsumsi pangan perlu didukung upaya pengadaannya yaitu melalui pengembangan pengolahan pangan lokal, seperti ubi Banggai. Formulasi cookies rendah indeks glikemik dengan substitusi tepung ubi banggai apakah dapat dijadikan camilan sebagai salah satu upaya untuk pencegahan penyakit degeneratif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai September 2021 bertempat di Universitas Tadulako dan Labkesda Provinsi Sulawesi Tengah. Produk cookies ubi banggai dapat dijadikan sebagai menu selingan alternatif untuk pencegahan penyakit degenerative dengan nilai Indeks Glikemik 33,6 (Rendah) dan beban Glikemik 15 (Sedang) . Namun untuk penelitian lebih lanjut perlu dilakukannya pendugaan umur simpan cookies ubi bangga, perbaikan tekstur produk, pengembangan SOP pembuatan produk khususnya literasi pada titik kritis pemanggangan dan pendinginan sehingga produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ada. Kemudian perlu dilakukan juga pengembangan varian rasa baru untuk memberikan banyak pilihan pada konsumen.
Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Food Bars Tepung Jahe dan Tempe Raini Panjaitan; Reno Irwanto; Jelita Manurung; Andreais Boffil Cholilluloh; Yolanda Pane
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.365

Abstract

Salah satu bentuk bahan pangan yang dapat dikembangkan sebagai produk preventif pada masa pandemi adalah food bars yang terbuat dari tepung jahe dan tempe. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan pangan fungsional yang kaya kandungan gizi dan dapat diterima konsumen dimasa pandemi Covid-19. Jenis penelitian adalah penelitian true experiment dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan dengan 3 taraf yaitu P1: tepung jahe 30% dan tempe 70%, P2: tepung jahe 40% dan tempe 60% dan P3: tepung jahe 50% dan tempe 50%. Karakterisasi tepung jahe dan produk food bars meliputi karakterisasi kimia dan organoleptik. Uji kadar air, protein, dan lemak menunjukkan bahwa semakin banyak proporsi tempe yang ditambahkan pada campuran maka kadar air, protein, dan lemak semakin banyak. Proporsi yang sama antara tepung jahe dan tempe menunjukkan peningkatan kandungan mineral. Semakin besar jumlah proporsi jahe maka kandungan karbohidrat semakin tinggi. Uji organoleptik berdasarkan parameter tekstur, warna, aroma dan rasa pada produk food bars tepung jahe dan tempe dikategorikan suka. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini berdasarkan uji organoleptik dan karakteristik kimia pada produk food bars tepung jahe dan tempe yang terpilih adalah perlakuan P3 yaitu 50% tepung jahe dan 50% tempe.
Media Booklet Sebagai Media Edukasi Gizi Terhadap Peningkatan Perilaku Ibu Dalam Penanganan Bayi Berat Badan Lahir Rendah Agus Hendra Al Rahmad; Wiqayatun Khazanah; Erwandi Erwandi; Rosi Novita; Iskandar Iskandar; Ummul Hijriah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.370

Abstract

Penanganan bayi yang mengalami kondisi berat badan lahir (BBLR) perlu berbagai upaya dalam mempercepat pemulihan status gizi anak. Salah satu upaya tersebut adalah dengan memberikan edukasi gizi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu bayi dalam penanganan bayi BBLR. Booklet merupakan media yang sangat efektif dalam mendukung edukasi pada ibu. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu tentang penanganan bayi BBLR menggunakan media booklet. Metode penelitian kuantitatif in berdesain Quasi Experimental with Explanatory. Subjek yaitu 27 ibu yang mempunyai bayi BBLR. Lokasi penelitian yaitu Ruang NICU RSUDZA Banda Aceh, dengan waktu penelitian mulai Juni – September tahun 2019. Pengumpulan data primer yaitu pengetahuan dan sikap serta perilaku melalui wawancara langsung dan observasi menggunakan kuesioner, data sekunder menggunakan studi dokumentasi. Pengolahan dilakukan mulai editing, koding, tabulating dan cleaning data. Analisis data menggunakan software statistik Dependent T-Test dengan CI:95%. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat peningkatan signfikan terhadap perubahan perilaku ibu seperti pengetahuan (p= 0.000), sikap (p= 0.000), dan tindakan (p= 0.000) dalam penanganan bayi BBLR setelah mendapatkan edukasi gizi menggunakan media booklet pada Ruang NICU RSUDZA Banda Aceh. Kesimpulan, edukasi gizi menggunakan media booklet memiliki pengaruh dalam meningkatkan perilaku ibu dalam penanganan bayi BBLR pada Ruang NICU RSUDZA Banda Aceh.
Identifikasi Kimia Serta Gambaran Pengetahuan Siswa Terhadap Boraks, Formalin dan Rhodamine-B Pada Jajanan Di SMA Muhammadiyah 1 Gresik Pemta Tiadeka; Desty Muzarofatus Solikhah; Maulidatul Karimah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.487

Abstract

Saat ini, penggunaan bahan kimia berbahaya sebagai bahan tambahan pangan (BTP) masih menjadi masalah besar bagi Indonesia. BTP yang marak digunakan oleh produsen jajanan adalah boraks, formalin dan rhodamine-B. Banyak kasus keamanan pangan yang kurang terjamin ditemukan di lingkungan sekolah dengan konsumen terbanyak adalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi ketiga BTP serta menganalisa pengetahuan siswa tentang BTP dan cara deteksi bahan kimia berbahaya pada makanan. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Metode identifikasi kimia pada penelitian ini menggunakan tes kit boraks, formalin dan rhodamine B. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan cara memberikan kuisioner pada siswa. Sampel penelitian ini adalah 8 jenis jajanan yang paling banyak terjual di lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Gresik serta 19 responden siswa SMA tersebut dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil analisa secara kimia diperoleh hasil bahwa sebanyak 12,5% sampel mengandung boraks, 25% mengandung formalin dan 12,5% terdapat rhodamine-B. Jenis sampel yang terdeteksi ada bahan kimia berbahaya adalah sosis dan minuman bewarna terang. Selanjutnya, dari 19 responden diperoleh hasil sebanyak 87,21% siswa memiliki pengetahuan yang baik tentang BTP sedangakn 58% siswa menunjukkan kurang memiliki pengetahuan identifikasi bahan kimia pada pangan. Dengan adanya jajanan yang masih mengandung formalin dan rhodamine-B serta pengetahuan siswa yang kurang tentang cara deteksi bahan kimia tersebut, maka diharapkan pihak sekolah memberikan edukasi yang optimal kepada siswa sehingga dapat mencegah dampak penyakit yang ditimbukan akibat mengkonsumsi jajanan yang kurang bergizi.
Karakteristik Organoleptik Dan Kandungan Gizi Bakso Ikan Kembung Dengan Substitusi Tepung Daun Kelor Sekar Indraswari; Ratih Kurniasari; Al Mukhlas Fikri
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.504

Abstract

Konsumsi ikan di Indonesia masih terbilang rendah dibandingkan dengan negara kepulauan lainnya. Salah satu olahan ikan yang dapat dimodifikasi dan dijangkau oleh masyarakat adalah bakso. Penggunaan ikan kembung dan tepung daun kelor dapat meningkatkan nilai kandungan gizi dalam bakso. Tujuan penelitian untuk menganalisis substitusi tepung daun kelor pada bakso ikan kembung terhadap karakteristik organoleptik dan kandungan gizi. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yang berbeda. Dengan proporsi ikan kembung dan tepung daun kelor perlakuan 711 (95:5), perlakuan 824 (90:10), dan perlakuan 930 (85:15). Analsis uji organoleptik menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjutan Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada uji mutu hedonik dan uji hedonik (p<0.05). Perlakuan terbaik yaitu perlakuan 711 dengan proporsi ikan kembung 95 g dan tepung daun kelor 5 g. Substitusi tepung daun kelor secara nyata mempengaruhi karakteristik organoleptik bakso ikan kembung di setiap kategori (p<0.05). Kandungan gizi per 100 g bakso terbaik memiliki kadar air 62,77%, kadar abu 1,56%, kadar protein 11,71%, kadar lemak 0,97%, kadar zat besi 0,0155% (15,5 mg) dan kadar kalsium 0,4809% (480,9 mg). Dapat disimpulkan, proporsi bakso ikan kembung 95 g dan tepung daun kelor 5 g lebih baik dibandingkan dengan proporsi lainnya.
Mutu Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L) Pada Abon Lele Sebagai Makanan Alternatif Pencegah Anemia Hanila Wetri; Milliyantri Elvandari; Linda Riski Sefrina
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.506

Abstract

Anemia adalah kondisi jumlah sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologi tubuh. Wanita Usia Subur (WUS) rentang usia 15-49 tahun adalah kelompok usia dengan prevalensi anemia yang cukup tinggi. Prevalensi anemia yang terjadi pada Wanita Usia Subur (WUS) rentang usia 15-24 tahun berdasarkan data Riskesdas 2018 sebesar 32%. Terjadinya anemia salah satunya diakibatkan oleh defisiensi besi. kekurangan zat besi bisa diatasi dengan cara mengkonsumsi makanan kaya akan zat besi. Daun kelor segar mengandung zat besi 3 kali lebih banyak dibandingkan bayam. Melalui penambahan tepung daun kelor diharapkan dpaat meningkatkan kadar zat besi dan protein. Tepung daun kelor dijadikan dapat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap protein, zat besi dan kualitas organoleptik abon. Jenis penelitian yang digunakan adalah true eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 3 perlakuan dengan proporsi ikan lele dan tepung daun kelor sebagai berikut: F1 (100%:3%), F2 (100%:5%), F3 (100%:10%). Analisis uji statistik daya terima berupa analisis distribusi normalitas, kruskal wallis dan mann-whitney. Hasil organoleptik didapati rata-rata tingkat kesukaan panelis terhadap warna, aroma, rasa, tekstur dan aftertaste berada pada tingkat suka dan cukup suka dengan hasil terbaik yaitu ada perlakuan F1 dengan perbandingan ikan lele dan tepung daun kelor (100%:3%). Sedangkan hasil uji analisis zat gizi pada formula terbaik abon untuk kadar zat besi 4,245mg/100gram, dan Protein 28,345%. Formula F1 dapat dijadikan sebagai alternatif makanan pelengkap karena mengandung sumber protein dan zat besi.
Pengembangan Media Flash Card Berbahasa Minang Tentang Gula, Garam dan Lemak dalam Makanan Jajanan Erina Masri; Tika Dwita Adfar; Melta Primanofajra
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.511

Abstract

Kurangnya pengetahuan siswa sekolah dasar tentang gula, garam dan lemak dalam makanan jajanan menyebabkan siswa sering mengkonsumsi makanan jajanan yang tinggi akan gula, garam dan lemak. Sehingga diperlukan media edukasi gizi yang sesuai dengan usia siswa sekolah dasar dan memiliki bahasa yang mudah di pahami, yaitu bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media flash card berbahasa Minang untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang gula, garam dan lemak dalam makanan jajanan di SD Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung menggunakan metode research and development (R&D). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa validasi ahli materi 100% dikatakan valid, validasi ahli desain 95,83% dikatakan valid, dan hasil uji coba produk pada siswa sekolah dasar terdiri dari tiga tahap, yaitu evaluasi satu lawan satu 97,91% dikatakan valid, evaluasi kelompok kecil 93,75% dikatakan valid, dan eveluasi lapangan 91,1% dikatakan valid. Uji paired samples T-Test menujukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test (57,6%) dan post-test (84%) pengetahuan siswa tentang gula, garam dan lemak dalam makanan jajanan yang memiliki p value = 0,00 (P<0,05). Media flash card berbahasa Minang tentang gula, garam dan lemak dalam makanan jajanan efektif meningkatkan pengetahuan siswa di SD Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung.

Page 1 of 2 | Total Record : 11