Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Estimasi potensi kerugian ekonomi akibat wasting pada balita di indonesia Renyoet, Brigitte Sarah; Nai, Hildagardis Meliyani Erista
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.745 KB) | DOI: 10.14710/jgi.7.2.127-132

Abstract

Background: Wasting cases for children under five are currently increasing, the high risk of malnutrition continues to increase so that it has an effect on increasing the prevalence of nutritional problems which results in decreased productivity.Objectives: To estimate the economic potential lost due to wasting in children under five.Methods: Descriptive research, by processing data from various related agencies which are all in the form of secondary data. Calculate using the Konig (1995) formula and a correction factor from Horton's (1999) study. The research activities are carried out starting July 2018 until September 2018.Results: Nationally based on the prevalence of wasting in children under five in 2013 amounting to IDR 1.042 billion - IDR 4.687 billion or 0.01% - 0.06% of the total GDP of Indonesia.Conclusion: The prevalence of high wasting problems can increase the potential for economic losses and affect the economy of a country especially in developing countries and one of them is Indonesia.
ESTIMASI POTENSI KERUGIAN EKONOMI PADA BALITA OBESITAS YANG DIPREDIKSI MENGALAMI OBESITAS SAAT DEWASA DI INDONESIA Brigitte Sarah Renyoet; Drajat Martianto; Dadang Iskandar
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 1: MARET 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.925 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i1.1587

Abstract

Makanan bergizi, seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing individu, harus diperhatikan. Terutama bagi balita yang membutuhkan asupan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan, akantetapi makanan yang berlebih atau melebihi kebutuhan balita perlu untuk dihindari. Kondisi ini dapat mengakibatkan anak mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian bertujuan untuk melakukan estimasi besar potensi kerugian ekonomi akibat ketidakhadiran kerja pada balita obesitas ketika dewasa di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengolah data dari berbagai instansi terkait serta merupakan data sekunder tahun 2013. Rumus estimasi kerugian ekonomi berasal dari penelitian Pitayatienanan et al., tahun 2014 dan faktorkoreksi. Hasil penelitian menunjukan kerugian ekonomi akibat ketidakhadiran kerja karena obesitas pada balita secara nasional 0,003% - 0,004% dari total PDB Indonesia. Ketidakhadiran kerja karena obesitas terlihat seperti bukan sebuah masalah, akan tetapi hasil estimasi ini menunjukkan dengan meningkatnya ketidakhadiran kerja dapat menghambat berkembangnya suatu negara karena berdampak pada ekonomi dan sumber daya manusianya.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN INOVASI OLAHAN UMBI SINGKONG (Manihot. spp) BAGI PELAKU UMKM SEKTOR USAHA KAKI LIMA DI SALATIGA Sarlina Palimbong; Brigitte Sarah Renyoet; Markus Hulu; Galih Arian Nugraha; Maria Kristina Anggraeni
Jurnal Abditani Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.145 KB) | DOI: 10.31970/abditani.v2i0.31

Abstract

Kegiatan pelatihan dan pendampingan inovasi olahan umbi singkong bagi pelaku UMKM sektor kaki lima telah di lakukan di Salatiga pada bulan April 2019. Kegiatan ini rutin dilakukan sebagai bentuk kerjasama Pemerintah Kota Salatiga yaitu Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada para peserta terpilih mengenai potensi singkong secara umum dan memberikan keterampilan tambahan untuk membuat olahan makanan yang bersumber dari bahan pangan yang mudah ditemui di Salatiga seperti singkong sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Metode kegiatan dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama sesi penyuluhan tentang inovasi olahan umbi singkong, dan tahap kedua adalah pelatihan pembuatan menu olahan umbi singkong yang inovatif. Respon peserta sangat antusias karena banyak mendapat pengetahuan dan pengalaman baru selama kegiatan ini berlangsung, sebagian besar menyatakan mendapatkan ide baru untuk inovasi produk dagangannya dan meminta agar diadakan lagi kegiatan semacam ini serta ada pendampingan langsung dari pemateri di kelas terutama kelas inovasi pangan.
Identifikasi Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan Rismayanti Mambela; Rifatolistia Tampubolon; Bagus Panuntun; Brigitte Sarah Renyoet
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2020): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v5i2.4483

Abstract

Latar Belakang: Faktor terjadinya preeklampsia seperti primigravida, riwayat preeklampsia sebelumnya dan riwayat keluarga yang mengalami preeklampsia, kehamilan kembar, kondisi medis tertentu, proteinuria, obesitas, kehamilan usia <20 dan >35 tahun. Data WHO, Angka Kematian Ibu di Indonesia tahun 2015 adalah 126 per 100.000 kelahiran hidup lebih rendah dibandingkan tahun 2012 AKI 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angkat tersebut tergolong tinggi sedangkan target yang harus di capai Indonesia pada tahun 2030 diharapkan mengalami penurun hingga 90 per 100.000 kelahiran hidup. Data kejadian preeklampsia di Kabupaten Luwu dalam 5 tahun terakhir sebanyak 106 kasus. Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memegaruhi kejadian preeklampsia pada ibu hamil dengan preeklampsia. Metode: Penelitian ini menggunakan mix method dengan tipe studi kasus di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus- September 2019. Partisipan berjumlah tujuh ibu hamil dengan preeklampsia. Teknik pengambilan data kualitatif dengan cara wawancara dan pengambilan data kuantitatif dengan cara food recall 3x 24 jam. Teknik analasis menggunakan model interaktif Humber and Miles. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi yaitu keluarga dan bidan desa. Hasil dan Pembahasan: di dapatkan faktor-faktor yang memengaruhi kejadian preeklampsia yaitu Pengetahuan ibu hamil, Dukungan keluarga, Pemanfaatan antenatal care, Riwayat kesehatan dan Kehamilan, dan pola makan dan tingkat kecukupan gizi ibu hamil. Kesimpulan: faktor-faktor yang memengaruhi kejadian preeklampsia yaitu usia ibu <20 dan >35 tahun, jarak kehamilan, ibu hamil yang melahirkan terlalu banyak, riwayat preeklampsia sebelumnya, riwayat hipertensi, pengetahuan, dukungan keluarga, pemanfaat antenatal care, dan pola makan dan tingkat kecukupan gizi ibu hamil.Kata Kunci : Ibu hamil, Preeklampsia, angka kematian ibu. Background knowledge:  The factors of preeclampsia are primigravida, the records of preeclampsia formerly and records of family who had preeclampsia, twin pregnancy, certain medical condition, proteinuria, obesity, and pregnancy at the age of <20 year-old and >35 year-old. According to World Health Organization (WHO), Maternal Mortality rate in Indonesia was 126 deaths per 100.000 live births in 2015. It is lower than maternal death in 2012, 359 deaths per 100.000 live births. The number is relatively high, while the target must be achieved by Indonesia is expected to decrease up to 90 deaths per 100.000 live births in 2030. The data comes from Luwu Regency in the last five years as much as 106 cases. Purpose: To identify the factors which affect preeclampsia incident on pregnant women with preeclampsia. Methods: This research applied mix method which focused on type of case study in Luwu Regency, South Sulawesi. This research was conducted during August to September, 2019. The number of participants was seven pregnant women who affected preeclampsia. The study was qualitative research which focused on interview and quantitative research which focused on food recall 3 times of 24 hours. The technique analysis was used interactive model of Humber and Miles. The data test used triangulation such family and local district. Results and Discussion: Has been found the factors causing preeclampsia incident are knowledge of pregnant women such family support, utilization of antenatal care, the records of health and pregnancy, then food consumption and the level of adequate nutrition of pregnant women. Conclusion: The factors causing preeclampsia are women at the age of <20 year-old and >35 year-old, distance of pregnancy, pregnant women who gave birth too much, the records of preeclampsia formerly, the records of hypertension, knowledge, family support, utilization of antenatal care, and food consumption and the level of adequate nutrition of pregnant women.Keywords: Pregnant Women, Preeclampsia, Maternal Mortality rate
Ketersediaan Pangan Rumah Tangga Petani Di Desa Karanganyar Jawa Tengah Septia Mukti Wardani; Brigitte Sarah Renyoet
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 3, No 1 (2022): May
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52742/jgkp.v3i1.13272

Abstract

Pada tahun 2020 di daerah Tuntang, Kabupaten Semarang luas lahan panen sebesar 2433 ha, produktivitas sebesar 14784 ton/ha dan produksi padi sebesar 6,08 ton. Padi merupakan salah satu komoditi terbesar yang berada di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan pangan rumah tangga petani di Desa Karanganyar, terlebih dari ketersediaan dan atau ketahanan pangan dari salah satu pangan pokok yaitu beras dan sebagai mata pencaharian masyarakat di Desa Karanganyar.  Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif pada pengambilan data primer yang dilakukan kepada 10 responden, Teknik pengumpulan data dengan cara mewawancarai narasumber atau Focus Group Discussion (FGD) di daerah tersebut. Berdasarkan hasil dari penelitian yang didapat, ketahanan pangan di Desa Karanganyar terkait dengan konsumsi bahan pokok dinyatakan bahwa konsumsi beras sudah cukup memadai pada keluarga petani, dilihat dari pendapatan petani yang mencukupi yang tidak hanya mendapatkan penghasilan dari bertani melainkan ada pekerjaan lainnya. Kesimpulan pada penelitian ini ialah ketahanan pangan di Desa Karanganyar terhadap konsumsi bahan pangan pokok beras tergolong baik, dan tidak terjadi kerawanan pangan
Studi Literature Review: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Food Choice Pada Remaja Pasca Pandemik COVID-19 Amaizing Evangelin Pua; Brigitte Sarah Renyoet
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 6 No. 1 (2022): Vol. 6 - No. 1 - Maret 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v6i1.16754

Abstract

Dunia dilanda wabah virus yang disebut dengan COVID-19 hingga saat ini masih menjadi fokus utama masalah kesehatan yang perlu diselesaikan dari setiap negara di belahan dunia. Masalah kesehatan yang terjadi mempengaruhi Food choice pada setiap kalangan usia tak terkecuali pada remaja. Tujuan penulisan artikel ilmiah ini ialah untuk mengkaji faktor terkait yang mempengaruhi food choice pada remaja pasca pandemik COVID-19. Metode yang digunakan pada penulisan penelitian ini adalah study literature review, yang menganalisis dan mengumpulkan artikel-artikel penelitian mengenai faktor food choice pada remaja pasca pandemik COVID-19. Kebanyakan remaja telah mampu memilih makanan apa yang ingin di konsumsi, berbeda dengan masa kanak-kanak yang perlu dibimbing orang tuanya dalam mengkonsumsi makanan. Terdapat perubahan keputusan remaja dalam mengkonsumsi makanan yang sehat dan tidak sehat di masa pandemik COVID-19, hal ini di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya ialah media periklanan di media sosial, harga produk pangan, jangkauan terhadap pangan yang terbatas, rasa bosan dan kesadaran remaja terhadap gaya hidup sehat. Dimasa pandemik ini terjadi perubahan pemilihan makanan terhadap remaja, terlihat dari banyaknya faktor yang mempengaruhi food choice pada remaja pasca pandemik COVID-19 yaitu faktor pengetahuan dan kesadaran remaja, ketersediaan pangan di masa lock-down, media sosial dan faktor emosional pada remaja.
Potensi kerugian ekonomi akibat biaya rawat inap dan rawat jalan pada balita yang mengalami obesitas sampai dewasa di Indonesia Brigitte Sarah Renyoet; Drajat Martianto; Dadang Sukandar
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 13, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.22899

Abstract

Background: Nutrition and balance food very important for pregnant women so that the growth and fetal development can be optimal. Children, excess nutrients will be developed into a child obesity, if not be addressed urgently and left until the children become obese adults will lead to decrease productivity.Objective: To estimate the economic losses potential to obesity on the toddler when adults remain obesity and sick so that issued a maintenance cost (inpatient and outpatient).Method: This was a descriptive study with data processing of a variety of the relevant agencies as well as a secondary data in 2013. Data obtained is calculated using the formula derived from research Pitayatienanan et al. 2014 and correction factor of Guo et al. 2002.Results: Estimation of the economic losses potential due to low productivity is 3.492 – 8.717 billion rupiah/year (0,04 - 0,10%) of the total GDP in Indonesia.Conclusion: Economic losses potential due to the cost of obesity in Indonesia shows the loss of high enough, especially for developing countries. In addition to its prevalence of problems that high, loss also influenced by the changes disease patterns, maintenance of costs each disease comorbidities of obesity itself.
Analisis Hubungan Food Coping Strategies terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga Miskin di Kota Salatiga Lesda Lybaws; Brigitte Sarah Renyoet; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.32-43

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, kemiskinan dan kelaparan masih menjadi permasalahan kemanusiaan serta merupakan salah satu penyebab masalah undernutrition. Kondisi kemiskinan menyebabkan orang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar untuk mempertahankan hidup. Kebutuhan dasar yang harus dipenuhi salah satunya adalah kebutuhan akan pangan. Pangan sangat erat kaitannya dengan kehidupan bangsa. Ketahanan pangan menyatakan situasi pangan yang cukup dari segi kuantitas, kualitas, aman, beragam dan bergizi. Faktanya saat ini masih ada kelompok masyarakat yang merasakan kerawanan pangan, seperti golongan rumah tangga miskin karena ketimpangan pendapatan. Saat masa pandemi COVID-19 rumah tangga miskin semakin mengalami keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan pangan, karena lonjakan harga pangan dan pemutusan hubungan kerja yang menghambat akses ekonomi untuk membeli pangan cukup dan beragam, sehingga mereka harus melakukan beberapa strategi salah satunya adalah food coping strategies.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara food coping strategies dan ketahanan pangan rumah tangga miskin di Kota Salatiga pada masa pandemi COVID-19.Metode: Metode kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional Study yang dilaksanakan di Kelurahan Gendongan, Kutowinangun Lor, Sidorejo Lor dan Blotongan, Kota Salatiga yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021. Total sampel 65 yang dihitung dengan menggunakan teknik simple random sampling. Kriteria inklusi adalah rumah tangga miskin yang merupakan penduduk asli menetap, memiliki anak bersekolah, pendapataan dibawah UMK Kota Salatiga. Pengukuran status ketahanan pangan rumah tangga menggunakan kuisioner US-HFSSM dan food coping strategies menggunakan kuisioner RCSI. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman dengan α=0,05.Hasil: Mayoritas (74%) rumah tangga miskin rawan pangan dengan derajat kelaparan sedang. Lima puluh lima persen rumah tangga miskin memiliki skor RCSI sedang. Bentuk coping yang sering dilakukan adalah dengan membatasi konsumsi makan pada orang dewasa (31%). Faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan perilaku food coping strategies adalah pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga, pendapatan dan pengeluaran. Hasil uji korelasi menunjukan adanya hubungan signifikan antara food coping strategies dengan ketahanan pangan rumah tangga (Sig. 0,002).Kesimpulan: Penurunan pendapatan dan lonjakan harga pangan dampak pandemi COVID-19 mendorong rumah tangga melakukan coping strategies untuk mengatasi kerawanan pangan. Terdapat hubungan nyata yang signifikan dan arah hubungan negatif antara food coping strategies dan ketahanan pangan rumah tangga miskin di Kelurahan Gendongan, Kutowinangun Lor, Sidorejo Lor dan Blotongan, Kota Salatiga.
Hubungan Ketahanan dan Kerawanan Pangan dengan Social Capital dan Food Choice Rumah Tangga Pra Sejahtera di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga Brigitte Sarah Renyoet; Orissa Kristinawati Lakajen; Theresia Pratiwi E. Sanubari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.424

Abstract

Ketahanan pangan bertujuan untuk menjamin ketersediaan dan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu hingga memiliki gizi seimbang di suatu wilayah yang ditentukan oleh ketahanan pangan keluarga. Namun, kenyataannya tidak semua rumah tangga dapat mengakses, dan menyediakan pangan seperti yang dialami oleh rumah tangga keluarga pra-sejahtera. Faktor lain yang dapat berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan adalah social capital dan food choice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan hubungan ketahanan dan kerawanan pangan dengan social capital dan food choice pada rumah tangga pra-sejahtera di Kelurahan Dukuh, Sidomukti, Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang dilakukan di kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Responden yang digunakan adalah semua keluarga pra-sejahtera di Kelurahan Dukuh berjumlah 77 responden. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara social capital dengan ketahanan pangan dan kerawanan pangan rumah tangga pra-sejahtera di Dukuh dengan bukti nilai p = <0,05 (0,013). Sementara, pada hasil uji Chi Square pada food choice terhadap ketahanan dan kerawanan pangan menunjukkan nilai p= >0,05 (0,791) atau tidak terdapat adanya hubungan. Mayoritas rumah tangga pra-sejahtera di Dukuh berada dalam kategori kerawanan pangan tingkat sedang (50,64%), dengan social capital (80,41%) dan food choice (68,3%) dalam kategori cukup baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa social capital menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ketahanan dan kerawanan pangan rumah tangga pra-sejahtera di Dukuh.
Studi Literatur : Diet Kalori Surplus untuk Remaja Underweight Kris Yusuf Kun Utomo; Brigitte Sarah Renyoet
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Behavioral changes in adolescents can result in dietary changes. Inappropriate diets such as diets that consume energy (calories) in small amounts compared to the daily nutritional needs of adolescents can cause a calorie deficit. A calorie deficit over a long period of time can lead to nutritional status problems, namely being underweight. The purpose of this study was to create a calorie surplus diet and appropriate efforts for adolescents with underweight nutritional problems in Indonesia. This research method uses literature study, collecting data from various online references. From the analysis of the results and discussion it was found that the surplus calorie diet can be provided by consuming food according to individual needs and adding calories between 200-300 kcal / day. Weight gain can occur from muscle mass growth and fat mass gain from a calorie surplus diet. For muscle mass growth, the surplus calorie diet must be balanced with resistance training and protein intake of 2 grams of protein / kg body weight / day. Estimated muscle mass growth of 1 kg in 8 weeks. The conclusion of this study is that a calorie surplus diet is given with the provision of nutritional intake according to needs that are given the right addition of calories for weight gain from muscle mass growth balanced with resistance training to overcome the problem of underweight in adolescents. ABSTRAKPerubahan perilaku pada remaja dapat mengakibatkan perubahan diet. Diet yang tidak tepat seperti diet yang mengkonsumsi energi (kalori) dalam jumlah sedikit dibandingkan dengan angka kebutuhan gizi sehari – hari remaja yang dapat menyebabkan terjadinya defisit kalori. Defisit kalori dalam periode waktu yang lama dapat mengakibatkan masalah status gizi, yaitu berat badan kurang (Underweight). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan diet kalori surplus serta upaya yang tepat ditujukan kepada remaja dengan masalah gizi underweight di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur, pengambilan data dari berbagai referensi secara daring. Dari analisis hasil dan pembahasan didapati bahwa diet kalori surplus dapat diberikan dengan konsumsi makanan sesuai kebutuhan individu serta penambahan kalori antara 200 – 300 kkal / hari. Pertambahan berat badan dapat terjadi dari pertumbuhan massa otot dan pertambahan massa lemak dari diet kalori surplus. Untuk pertumbuhan massa otot maka diet kalori surplus harus diimbangi dengan olahraga resistance training serta asupan protein sebesar 2 gram protein / kg berat badan / hari. Estimasi pertumbuhan massa otot sebesar 1 kg dalam 8 minggu. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu diet kalori surplus diberikan dengan ketentuan asupan gizi sesuai kebutuhan yang diberi penambahan kalori yang tepat untuk pertambahan berat badan dari pertumbuhan massa otot dengan diimbangi dengan resistance training untuk mengatasi masalah underweight pada remaja.