cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Kandai
ISSN : 1907204X     EISSN : 25275968     DOI : -
Kandai was first published in 2005. The name of Kandai had undergone the following changes: Kandai Majalah Illmiah Bahasa dan Sastra (2005) and Kandai Jurnal Bahasa dan Sastra (2010). Since the name of journal should refer to the name that was registered on official document SK ISSN, in 2016 Kandai started publish issues with the name of Kandai (refer to SK ISSN No. 0004.091/JI.3.02/SK.ISSN/2006 dated February 7th, 2006, stating that ISSN 1907-204X printed version uses the (only) name of KANDAI). In 2017, Kandai has started to publish in electronic version under the name of Kandai, e-ISSN 2527-5968.
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
NELAYAN DI LAUTAN UTARA: SEBUAH KAJIAN EKOKRITIK NFN Uniawati
Kandai Vol 10, No 2 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.307 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i2.328

Abstract

Kajian terhadap novel Nelayan di Lautan Utara (NDLU) karya Pierre Lotti, terjemahan Sutan Takdir Alisyahbana, bertujuan untuk menjawab permasalahan tentang bagaimana kontribusi sastra terhadap pelestarian dan keseimbangan lingkungan sekaligus menggambarkan hubungannya dengan manusia sehingga pembaca dapat lebih memahami lingkungan yang menjadi tempat tinggalnya sekarang. Dari novel tersebut diperoleh data yang berhubungan dengan masalah lingkungan dan hubungannya dengan manusia yang menjadi fokus kajian ini. Data diperoleh melalui teknik pembacaan intensif dan pencatatan. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif berdasarkan kerangka teori ekokritik. Ekokritik secara ringkas didefinisikan sebagai kajian terhadap sastra yang berwawasan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan perlunya kesadaran manusia untuk peduli dan cinta pada lingkungan tempatnya menyandarkan hidup. Manusia dan lingkungan memiliki hubungan simbiosis yang saling ketergantungan. Hubungan keduanya menciptakan suatu gambaran romantisme yang bahkan pada sesama manusia tidak dapat dipersamakan.
HASRAT NANO RIANTIARNO DALAM CERMIN MERAH: KAJIAN PSIKOANALISIS LACANIAN Ricky Aptifive Manik
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.957 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.231

Abstract

Karya sastra merupakan manifestasi hasrat pengarang. Dalam sejarahnya, hasrat terbentuk dari rasa kekurangan subjek. Menulis karya sastra merupakan upaya untuk menutupi kekurangan tersebut. Upaya itu dapat dilihat dalam pandangan pengarang akan ego-ego ideal di dalam karya-karyanya. Novel Cermin Merah adalah sample untuk melihat apa dan bagaimana hasrat Nano Riantiarno. Tujuannya adalah menemukan apa yang menjadi pembayangan ego-ego ideal bagi Nano. Telisik hasrat ini akan menggunakan kajian Psikoanalisis Lacanian (PL). Melalui PL ini akan digunakan metode metafora dan metonimia dalam melihat penanda-penanda hasrat Nano dalam Cermin Merah. Kajian ini menemukan bahwa hasrat Nano akan seorang yang jujur, berani, bertanggung jawab, loyal, ulet, konsisten, pekerja keras, setia, dan demokratis diidentifikasi dari citraan ayahnya. Sedangkan pandangannya tentang stigmatisasi PKI dan LGBT merupakan hasratnya akan orang yang menghargai keberadaan orang lain. Menjadi seniman dan penulis merupakan anchoring point Nano dalam menyudahi keambiguitasan dan ketidakmenentuan dirinya.
IDENTIFIKASI,PEMETAAN, DAN PELINDUNGAN SASTRA LOKAL SULAWESI TENGGARA NFN Asrif
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.501 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.317

Abstract

Sebagai bangsa yang multietnik, Indonesia memiliki aneka ragam sastra lokal (tradisi) yang ada di tiap daerah. Akan tetapi, kebanyakan sastra lokal itu hanya terserak di tangan para seniman berusia uzur. Di Sulawesi Tenggara, etnik Tolaki memiliki sastra lokal seperti huhu (lagu menidurkan anak), o anggo (lagu rasa kagum terhadap pemimpin), taenango (lagu kisah kepahlawanan), sua-sua (lagu rasa ingin berkenalan), kabia (lagu percintaan), tebaununggu (lagu berisikan sastra sejarah) dan isara (lagu tentang perang dewa-dewa), masyarakat Muna mengenal kantola (nyanyian berbalas) dan gambusi, masyarakat Buton mengenal tradisi male-male (nyanyian kematian), nyanyian tradisional kabanti, puisi kabija, dan tradisi membaca naskah-naskah kabanti pada acara adat/agama. Dari sekian banyak sastra lokal, baik lisan ataupun tertulis, hanya beberapa saja yang masih aktif dijadikan sebagai media ekspresi dan komunikasi masyarakatnya. Sebagian besar sastra tradisi itu telah terancam punah, dan beberapa di antaranya telah punah. Oleh karena itu, perlu secepatnya melakukan tindakan awal untuk melindungi melalui usaha pemetaan, pengidentifikasian, dan pendokumentasian sastra lokal di Sulawesi Tenggara. Kepunahan produk budaya menandakan negara gagal melindungi kebudayaannya sendiri.
REKONSTRUKSI IMPRESIF RITUAL MOSEHE WONUA DALAM RITUS KONAWE Heksa Biopsi Puji Hastuti
Kandai Vol 12, No 1 (2016): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.128 KB) | DOI: 10.26499/jk.v12i1.76

Abstract

Ritual Mosehe Wonua yang menjadi khazanah budaya suku Tolaki ditangkap oleh penyair, Iwan Konawe, sebagai data dalam rangkaian kreativitas yang tertuang di dalam buku kumpulan puisi Ritus Konawe. Permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah bagaimana ritual Mosehe Wonua direkonstruksikan dalam Ritus Konawe? Data  berupa empat puisi dalam buku Ritus Konawe yang dinilai bermuatan ritual Mosehe Wonua, yaitu Ritus Mosehe, Ritus Mosehe Ritus Tolaki, Pada Desa yang Berkabung, dan Ritus Konawe. Keempat puisi data dianalisis degan menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa ritual Mosehe Wonua direkonstruksikan dalam Ritus Konawe dengan meramu informasi terkait 5w-1h (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana), yang di dalamnya direkonstruksikan pula aspekbenda-benda dan alat upacara yang menjadi persyaratan dilaksanakannya ritual Mosehe Wonua (terbagi atas kategori kurban dan benda/alat). Melalui rekonstruksi literer, penyair merekonstruksikan Mosehe Wonua dalam puisinya dengan memanfaatkan struktur puisi yang meliputi  perwajahan puisi, diksi, pengimajian, kata konkret, majas, dan  verifikasi.
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA IKLAN KOMERSIAL SUMATERA EKSPRES Vita Nirmala
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.007 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.222

Abstract

Penelitian ini menganalisis tindak tutur ilokusi iklan surat kabar Sumatera Ekspres. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ilokusi iklan komersial pada surat kabar Sumatera Ekspres. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Data dalam penelitian ini bersumber dari 40 iklan komersial yang terdapat dalam surat kabar Sumatera Ekspres selama bulan Januari—Juni 2013. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pilah unsur penentu dan teknik pragmatis pada metode padan. Hasil penelitian menunjukkan  tindak tutur ilokusi yang digunakan pembuat iklan pada surat kabar Sumatera Ekspres periode Januari—Juni 2013, yakni tindak tutur ilokusi asertif, direktif, dan komisif.
BENTUK DAN MAKNA REDUPLIKASI BAHASA MORONENE NFN Firman A.D.
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.345 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses reduplikasi bahasa Moronene yang berkaitan dengan bentuk dan makna. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan sinkronis yang berusaha menganalisis bentuk dan makna reduplikasi bahasa Moronene. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bentuk reduplikasi dalam bahasa Moronene terdiri atas dua proses, yaitu reduplikasi bentuk dasar yang berupa akar dan reduplikasi dasar berafiks. Makna yang terkandung dalam proses tersebut dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, yaitu, bermakna banyak; menyerupai; perbuatan yang dilakukan berulang-ulang; perbuatan yang dilakukan dengan main-main; perbuatan yang dilakukan dengan santai/asal-asalan; bermakna saling (resiprokal); bermakna agak; bermakna tidak terhingga; bermakna sedikit; bermakna bau; bermakna berpura-pura; bermakna bunyi; dan bermakna belajar melakukan sesuatu.
POLA REPRESENTASI PIHAK ISRAEL DALAM ENSIKLOPEDIA BRITANNICA NFN Sunarsih
Kandai Vol 13, No 2 (2017): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.796 KB) | DOI: 10.26499/jk.v13i2.191

Abstract

The existence of Israel generates many discourses in so many media and in various points of view. One of the media writing about Israel is Britannica, an internationally high-reputed encyclopedia. Since the intellectual competence is embedded to Britannica, every article published in it may be considered as academically correct. This paper is aimed at analyzing the patterns of Israeli representation in Britannica by applying corpus-based critical discourse analysis (a method combining critical discourse analysis and linguistic corpus). The patterns are analyzed from the concordance of a key word “Israeli(s)” and the collocation around the key word. The results of the study showed that Britannica represents Israel as a powerful military force, as a country that runs democracy, as a country with complete governmental institutions, as one of the main actors of regional conflict, and as the side which affords the conflict end.  The patterns found tend to be paradoxical each other because the bad and good side of Israel are represented interwovenly. It implies that Britannica does not construct Israel as entirely black or white.
CAMPUR KODE BAHASA DAYAK NGAJU DAN BAHASA INDONESIA PADA KICAUAN TWITTER REMAJA DI PALANGKARAYA Andi Indah Yulianti
Kandai Vol 11, No 1 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.593 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i1.213

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian tentang campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Dayak dalam kicauan Twitter remaja di Kota Palangkaraya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode yang terdapat dalam kicauan Twitter mereka. Untuk menganalisis bentuk-bentuk campur kode dalam kicauan Twitter remaja Palangkaraya, digunakan teori campur kode yang mengacu pada pendapat Suwito tentang campur kode. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak, kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Tipe-tipe campur kode yang terdapat pada penggunaan campur kode bahasa Indonesia dan Bahasa Dayak Ngaju dalam kicauan Twitter kalangan remaja di Kota Palangkaraya diklasifikasikan menjadi empat macam, yaitu: (1) penyisipan unsur-unsur yang berupa kata, (2) penyisipan unsur-unsur yang berupa frasa, (3) penyisipan unsur-unsur yang berupa klausa, dan (4) penyisipan unsur-unsur yang berwujud idiom. Semantara itu, faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya campur kode pada kicauan Twitter remaja di Kota Palangkaraya dapat diklasifikasikan menjadi: (1) keinginan penutur menunjukkan gengsi/prestise, (2) keinginan penutur untuk membuat lelucon, (3) keinginan penutur untuk menjelaskan sesuatu, (4) ketepatan rasa (makna), dan (5) kurangnya kosakata bahasa Dayak Ngaju untuk menjelaskan suatu makna.
PERGESERAN MAKNA DALAM BERITA TENTANG SAMPAH DI GORIAU (Meaning Shift of Garbage News in GoRiau) Raja Saleh
Kandai Vol 13, No 1 (2017): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v13i1.97

Abstract

This study aims at obtaining kinds of meaning shift that exist in garbage news in GoRiau and getting to know words that undergo meaning shift. The data of this study are taken from the news about garbage released by GoRiau, an online media. The data are collected by downloading garbage news in GoRiau online media. Based on the data collected, there are 34 news in GoRiau related to garbage. After downloading the data, they are analyzed by applying some steps, namely 1) identifying each news that undergoes meaning shift, 2) reducing the news that do not undergo the meaning shift, 3) classifying each word that undergoes meaning shift based on the type of meaning shifts, 4) describing each meaning shift qualitatively and comparing it with its definition in Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). The result of this study shows that there are all of meaning shift types in the news related to garbage in GoRiau.com. The meaning shifts are  widening meaning, narrowing meaning, amelioration, pejorative, synecdoche, and association.   
PEMAKAIAN BAHASA DALAM MEDIA INFORMASI DI “WAROENG SPESIAL SAMBAL” CABANG SURABAYA Tri Winiasih
Kandai Vol 12, No 2 (2016): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.617 KB) | DOI: 10.26499/jk.v12i2.81

Abstract

Pemakaian bahasa dalam media informasi di Waroeng SS menarik untuk dikaji karena menggunakan bentuk dan istilah yang khas sebagai identitas yang membedakan dengan rumah makan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemakaian bahasa dan pola penamaan dalam media informasi di Waroeng SS Cabang Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks yang digunakan dalam media informasi di Waroeng SS Surabaya, yaitu berupa daftar menu, pengumuman, jadwal buka, dan sebagainya. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, bentuk bahasa yang digunakan dalam media informasi di Waroeng SS Cabang Surabaya berupa sinonim, metafora, istilah khusus yang berhubungan dengan sambal, parodi, istilah asing, serta bentuk tidak baku. Kedua, berdasarkan tiga puluh nama usil yang telah digunakan pada daftar menu makanan di Waroeng SS, pola penamaannya berupa 1) penyesuaian bunyi, 2) pengacuan dalam bahasa Indonesia, 3) pengacuan dalam bahasa asing, 4) penyesuaian bunyi dan pengacuan dalam bahasa Indonesia, 5) penyesuaian bunyi dan pengacuan dalam bahasa asing, 6) penyesuaian bunyi dan pemadanan dalam bahasa Indonesia, serta 7) penyesuaian bunyi dan pemadanan dalam bahasa asing.

Page 9 of 26 | Total Record : 255