cover
Contact Name
syamsul hadi
Contact Email
syamsul hadi
Phone
-
Journal Mail Official
agribest-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agribest
ISSN : 25811339     EISSN : 26154862     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
“JURNAL AGRIBEST” adalah Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian bidang Agribisnis, Sosial Ekonomidan bidang lainnya yang relevan terbit dua kali dalam setahun pada Bulan Maret dan September secara online dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Response to "Rektanigama": A Website Based Farming Record Application Azizatun Nurhayati; Arif Wahyu Widada; Irham Irham; Esti Anantasari; Laksmi Y. Devi; Subejo Subejo
AGRIBEST Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i1.3040

Abstract

Comprehensive farm recording, not only recording the inputs used in farming, but also scheduling activities carried out in the process of cultivation. Farming records are important to be owned by farmers as a basis for decision making. Unfortunately, some farmers do not have adequate farming records. In organic farming, farm record is also one of the things required for organic certification. This study aims to determine the response of stakeholders and farmers to Rektanigama, a website-based farm recording application.The number of participant in this research are 27 respondents of stakeholders and 21 respondents of farmers. The research was conducted by census method and focus group discussion  The results showed that stakeholders and farmers considered Rektanigama to be sufficiently good and could be applied as a farm recording tool. Total score for Rektanigama according to farmers was 7.80 and 6.88 according to stakeholders, respectively. In addition, farmers already know the importance of recording farming but have not implemented it. Stakeholders and farmers provide advice that the Rektanigama be disseminated massively to be able to support the needs of farming records, especially for farmers who need organic certification.
Tanggapan Petani Terhadap Pemasangan Gupon Burung Hantu Di Kecamatan Mojoanyar-Kabupaten Mojokerto Moch. Sodiq; W Wilujeng; S Sutoyo
AGRIBEST Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i1.1252

Abstract

Di kelompok tani Sri Rejeki Desa Ngarjo dan Harapan Jaya Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, pada bulan Agustus 2016 masing – masing telah dipasang tambahan gupon burung hantu sebanyak 4 buah dan 8 pangkringan. Pada bulan November – Desember 2016 dilakukan evaluasi tanggapan petani terhadap pemasangan gupon burung hantu. Diambil sampel petani sebanyak 20 orang secara acak pada kelompok tani tersebut.Hasil evaluasi tanggapan petani menunjukkan bahwa ; 1). Sampai 60 hari pemasangan 8 gupon telah ditempati oleh burung hantu ;2). Serangan tikus menurun dari rata-rata 6% menjadi 0.70 % dengan kerugian produksi per Ha tinggal Rp. 175.000 ; 3). Tingkat kepuasan petani sangat puas
FARMING ANALYSIS OF GRASS ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) in VILLAGE OF MEDOWO, SUB DISTRICT OF KANDANGAN, DITRICT OF KEDIRI Anggit Putra Wicaksono; Jabal Tarik Ibrahim; Ary Bakhtiar
AGRIBEST Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v3i2.2322

Abstract

The problem of forage limitations experienced by farmers as well as dairy farmers in Medowo Village, Kandangan District, Kediri when the dry season arrives. Farmers take other forage alternatives that can grow in all seasons and have more nutritional content than other forages. namely odot grass (Pennisetum Purpureum Cv.Mott). The purpose of this study is 1) to analyze the production costs of odot grass farming, revenue and income of odot grass farming, and 2) analyze the R / C Ratio of odot grass farming. This research was conducted in Village  of Medowo, Sub-District of Kandangan, District of Kediri and the sampling method used was simple random sampling technique with a number of respondents as many as 50 farmers. Data analysis technique used is the calculation of farming and production costs, with quantitative descriptive data analysis methods. The results of this study found an average total fixed cost that is equal to IDR 6,039,302 / ha, the total average variable cost is IDR.11,055,632.8 / ha, the average total production cost is IDR.17,095,270, 1 / ha, the total average revenue is IDR 31,479,403.81 / ha, while the average income received is IDR 2,720,370 / ha. The efficiency results (R / C Ratio) of 1.8 or worth the effort.
PENDEKATAN PRA (PARTICIPATORY RESEARCH APPRAISAL) DALAM PENGEMBANGAN KOPI ARABIKA SPECIALTY KETINGGIAN SEDANG BERBASIS KAWASAN DI KABUPATEN JEMBER Diah Puspaningrum; Titin Agustina
AGRIBEST Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i2.1157

Abstract

Kopi Arabika yang berada di Kabupaten Jember ini diharapkan dapat menjadi kopi arabika specialty ketinggian sedang dan berbasis kawasan karena hanya bisa ditanam di ketinggian lebih dari 700 dpl. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan penentuan daerah penelitian secara purposive method. Tujuan utama dari pelatihan pengolahan primer dan pengolahan sekunder yang diberikan kepada petani adalah untuk memberikan nilai tambah (added value) kepada komoditas kopi terutama kopi arabika ketinggian sedang di Kabupaten Jember.Berdasarkan hasil uji testcup, final score kopi arabika ketinggian sedang dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan Taman Putri Desa Kemiri Kecamatan Panti adalah sebesar 60.50. Hasil dari uji testcup kopi arabika di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember adalah sebesar 78.50.Dapat disimpulkan bahwa kopi arabika di Kabupaten Jember sangat berpotensi untuk mendapatkan kualitas specialty asalkan memenuhi persyaratan bahan baku dan diolah secara basah dengan SOP dari Puslitkoka. Berdasarkan kegiatan monitoring dan evaluasi bahwa kegiatan penelitian dengan menggunakan PRA (Participatory Research Appraisal)dalam pengembangan kopi arabika specialty ketinggian sedang berbasis kawasan di Kabupaten Jember memerlukan upaya yang terus-menerus dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa hutan yang benar-benar-benar ingin melakukan perubahan dalam menjawab kebutuhan utamanya untuk meningkatkan pendapatannya serta dukungan dari berbagai pihak yang secara sinergis untuk mendukung aktifitas dalam melakukan pengolahan primer maupun pengolahan sekunder.
VALUE CHAIN ANALYSIS ON KANGKONG SEED PRODUCTION in PT EAST WEST SEED INDONESIA (EWINDO) Dudin Supti; Hari Rujito; Tanti Kustiari
AGRIBEST Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v3i1.1942

Abstract

This research was conducted to analyze the condition and governance value chain of kangkong in Ewindo, especially in seed production so that the area of constraints can be identified and raises opportunities for upgrading. The objectives of this study include: 1) conducting value chain mapping, 2) analyzing water spinach seed production business, 3) knowing value chain governance, and 4) developing improvement strategies. This is descriptive research by using value chain analysis, value chain governance analysis, cost-benefit analysis, and upgrading strategy. The results show that the value chain governance between Ewindo and farmers is captive, where Ewindo as the lead company is required to have ethical leadership to ensure that farmers receive fair and equal treatment. By the highest benefit-cost ratio 1.63, generally, the contract farming is profitable, except in the new region (Tuban) that the farmers still need to improve their cultivation competencies. Some constraints in the value chain such as transportation facilities, product quality and weather, resulted both economic and social upgrading opportunities, i.e.: product quality improvement through product quality training; the provision of large-capacity and routine transportation; scheduled field schools for new farmers; and increasing strong social relationship with the farmers through family gatherings, achievement awards and initiation of climate index-based insurance.
Analisis Kepuasan Peternak Sapi Perah Terhadap Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (Auts) di Kecamatan Getasan Fiska Irsina Nadhila; Wulan Sumekar; Agus Subhan Prasetyo
AGRIBEST Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v5i1.3770

Abstract

Usaha ternak sapi dalam pelaksanannya tidak terlepas dari risiko yang menyebabkan kerugian. Namun, kerugian tersebut dapat diminimalisir dengan mengikuti asuransi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Lokasi penelitian dipilih dengan sengaja dengan pertimbangan bahwa lokasi penelitian sudah menjalankan program AUTS dan merupakan sentra sapi perah di Kabupaten Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis atribut yang menjadi prioritas untuk memperbaiki kinerja program AUTS dan menganalisis tingkat kepuasan peternak sapi perah terhadap program AUTS. Metode analisis data yang digunakan yaitu Importance Performance Analysis (IPA) dan Consumer Satisfaction Index (CSI). Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa atribut yang masih perlu untuk ditingkatkan adalah ketepatan waktu pembayaran klaim dan tanggapan mengenai nominal harga pertanggungan. Hasil perhitungan CSI menunjukkan tingkat kepuasan peternak secara keseluruhan adalah sebesar 96,1% yang berarti bahwa peternak merasa puas dengan program AUTS.
PENGEMBANGAN KOMODITI NON UNGGULAN DI KABUPATEN BLITAR DAN KABUPATEN TULUNGAGUNG DALAM PENINGKATAN POTENSI SUMBERDAYA LAHAN MARJINAL Retno Murwanti
AGRIBEST Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v2i2.1623

Abstract

Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung merupakan wilayah yang terdiri dari hamparan lahan kering dengan berbagai karakteristik komoditas tanaman yang diusahakan. Beberapa wilayah di Jawa Timur masyarakat petani mengembangkan beberapa komoditas non unggulan yang berpotensi menjadi komoditas unggulan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung lahan, kondisi sosial ekonomi dan ketersediaan sarana dan prasarana yang ada di kawasan lahan marginal yang akan dikembangkan komoditas non unggulan; serta untuk mengetahui nilai ekonomi pengusahaan komoditi non unggulan di lahan marginal. Data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini  adalah: (1) data sumberdaya lahan: sifat dan ciri tanah; (2) data penggunaan lahan dan sistem pertanian; (3) data sosial ekonomi. Data primer dan sekunder tentang keadaan sosial ekonomi usahatani yang dilakukan petani  dikumpulkan untuk mendukung model evaluasi kesesuaian lahan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa optimalisasi penggunaan lahan marginal guna mendukung pengembangan komoditas non unggulan sebagai berikut (a) Kabupaten Blitar adalah pengembangan sistem pertanian keberlanjutan melalui penerapan teknik budidaya yang berkaitan langsung dengan perlakuan pada lahan dan tanaman agar berproduksi optimal, (b) Kabupaten Tulungagung adalah meningkatkan intensitas pembinaan petani lahan kering melalui wadah kelompok tani secara intensif dan berkesinambungan, terutama terkait teknik budidaya dan pasca panen pada berbagai jenis komoditas bernilai ekonomis. Kabupaten Blitar untuk komoditas padi, jagung, dan ketela pohon yang diusahakan petani memiliki pendapatan berturut-turut yaitu sebesar Rp. 8.663.250,00, Rp. 14.420.344,83, dan Rp. 9.808.600,00. Kabupaten Tulungagung untuk komoditas jagung, dan ketela pohon yang diusahakan petani memiliki pendapatan berturut-turut yaitu sebesar Rp. 15.896.521,74, dan Rp. 10.281.512,61. Artinya nilai ekonomi pengusahaan komoditi non unggulan rata-rata per hektar di lahan marginal sangat positif.
Edukasi Pertanian Pada Siswa Dengan Kebun Sekolah Aktif Di SD Muhammadiyah 3 Surakarta Rosyid Dwi Windarto; Rahmatdani Ardian Perkasa; Arifianto Pemdyan Nur R; Larasati Annisa Bella K; Rika Mayang Hapsari; Ernoiz Antriyandarti
AGRIBEST Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i2.3617

Abstract

Turunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian menjadi salah satu masalah serius yang harus dihadapi dan diantisipasi. Kajian ini bertujuan untuk mengedukasi siswa agar bercocok tanam dengan metode yang lebih mudah sehingga dapat membuka pandangan tentang bercocok tanam dan meningkatkan minat siswa untuk berkebun di SD Muhammadiyah 3 Surakarta. Metode kajian yang digunakan adalah systematic review. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi pertanian terhadap siswa dapat dilakukan melalui bertanam dengan metode microgreen. Pemberian materi dilakukan secara daring dengan membagi video tutorial penanaman metode microgreen dan memonitor perkembangan proses edukasi pertanian di SD Muhammadiyah 3 Surakarta. Dengan demikian, setelah pandemi COVID-19 berakhir, dan sekolah mulai dibuka, siswa dapat melanjutkan kegiatan bercocok tanam melalui kebun sekolah aktif. Kendala dalam program ini adalah keterbatasan proses edukasi karena hanya menggunakan metode pembelajaran secara daring (dalam jaringan).
ANALISIS PEMASARAN AGROINDUSTRI RUMAH TANGGA GULA KELAPA DI KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER Claresta Febriana Putri; Henik Prayuginingsih; Syamsul Hadi
AGRIBEST Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v2i1.1371

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui:1) pola saluran pemasaran, 2) marjin pemasaran, dan 3) efisiensi pemasaran gula kelapa tiap skala usaha di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan survey dengan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive method). Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode Snowball Rolling.Analisis data menggunakan analisis deskriptif, dan margin pemasaran ditinjau dari berbagai skala usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Saluran pemasaran terdiri atas saluran nol tingkat digunakan oleh 11,11% pengrajin dari skala kecil, saluran satu tingkat digunakan oleh 84,44% dari pengrajin skala kecil dan menengah, dan  saluran tiga tingkat digunakan oleh 4,44% pengrajin dari skala besar. 2) Margin saluran pemasaran nol tingkat Rp. 0,-/kg, satu tingkat Rp. 700,-/kg dan tiga tingkat Rp. 1575,-/kg. 3) Seluruh saluran pemasaran efisien dengan share harga 100% pada saluran nol tingkat, 93,13% pada saluran satu tingkat dan 87,40% pada saluran tiga tingkat.
Role Of Agricultural Sector In Facing Economic Disparity In The Special Province Of Yogyakarta Arif Wahyu Widada; Jangkung Handoyo Mulyo; Muh Amat Nasir
AGRIBEST Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i1.2966

Abstract

GRDP (Gross Regional Domestic Product) growth is one indicator of economic growth in a region. This indicator should not only rise but must also be evenly distributed in the surrounding area. This study aims to (1) further investigate the contribution of the agricultural sector in the GRDP in DIY, and (2) determine the role of the agricultural sector in dealing with economic disparity in DIY. This study used secondary data covering several variables from 2010-2018. The analytical tool used was table description analysis, calculated Williamson index, paired t-test, and simple OLS regression. The results of the study reveal that the agricultural sector has a declining contribution to the GRDP in DIY. There is an increase in regional income gaps or economic growth between districts/cities in DIY. The agricultural sector is significantly proven to have an impact on the decline in the Williamson Index, which means that the higher the contribution of the agricultural sector to the district/city GRDP, the economic growth between regions in DIY is more evenly distributed. In other cases, the agricultural sector can reduce economic disparities between districts/cities in DIY.