cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Holistic Nursing and Health Science
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26224321     DOI : -
Core Subject : Health,
Holistic Nursing and Health Science Journal (HNHS) (E-ISSN: 2622-4321) is an open access journal (e-journal). HNHS provides a forum for original research and scholarships relevant to nursing and other health-related professions. HNHS journal is published by Department of Master Nursing, Faculty of Medicine, Diponegoro University.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2024): November" : 5 Documents clear
Hubungan Sikap Perawat dengan Praktik Kolaborasi Interprofesi di Ruang IGD Samarinda Abidah, Aqmarina; Widyastuti, Dwi; Milkhatun, Milkhatun; Maisyarah, Siti
Holistic Nursing and Health Science Vol 7, No 2 (2024): November
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.7.2.2024.88-97

Abstract

Praktik kolaborasi interprofesi dapat meningkatkan keoptimalam pemberian pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), namun  hingga saat ini praktik kolaborasi interprofesi masih belum terimplementasikan dengan baik. Hal tersebut memberi dampak pada pelaksanaan tugas tenaga kesehatan yang tumpang tindih dan tidak menutup kemungkinan mempengaruhi respond time pasien di IGD. Sikap perawat dalam menjalankan praktik kolaborasi interprofesi merupakan salah satu hal fundamental yang menentukan praktik kolaborasi interprofesi berjalan dengan baik atau buruk. Hasil penelitian sebelumnya tentang hubungan sikap perawat dan praktik kolaborasi interprofesi di Kota Samarinda masih sangat terbatas dan masih sedikit penelitian mengenai komponen yang ada pada sikap perawat. Penelitian ini bertujuan utnuk mengetahui sikap perawat dengan praktik kolaborasi interprofesi di ruang IGD Samarinda. Desain penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ialah seluruh perawat di ruang IGD salah satu rumah sakit di kota Samarinda dengan sampel 54 perawat IGD. Variabel yang digunakan terdiri dari variabel dependen (Praktik kolaborasi interprofesi) dan variabel independen (Sikap perawat). Pengumpulan data dengan metode angket menggunakan kuesioner kuesioner The Jefferson Scale of Attitudes Toward Physician Nurse Collaboration (JSAPNC) dan kuesioner Collaborative Practice Assesment Tool (CPAT) kemudian dilakukan uji statistik dengan uji korelasi Kendall Tau. Hasil uji statistik kendall tau ialah P-value = 0,015 < α = 0,05, terdapat hubungan sikap perawat dengan praktik kolaborasi interprofesi di ruang IGD Samarinda dengan korelasi positif dan kekuatan hubungan yang lemah. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengikutsertakan tenaga medis dan tenaga kesehatan lain yang terlibat di pelayanan kesehatan sebagai responden.
Gambaran Health Literacy pada Anak Usia Sekolah di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Nadhifatusysyarfi, Rifa’; Asniar, Asniar; Ridwan, Arfiza
Holistic Nursing and Health Science Vol 7, No 2 (2024): November
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Masalah kesehatan anak, seperti obesitas, kekurangan gizi, dan rendahnya literasi kesehatan, merupakan isu global yang memengaruhi kesehatan anak usia sekolah. kemampuan literasi kesehatan anak sangat menentukan perilakunya dalam mengatasi permasalahan kesehatan baik dalam mengambil keputusan atau melaksanakan praktik harian. Namun demikian, belum banyak bukti yang menunjukkan gambaran tingkat health literacy pada anak usia sekolah dasar khususnya di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat health literacy di Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari 350 siswa kelas 5 dan 6, dengan sampel sebanyak 176 siswa yang dipilih menggunakan proportionate random sampling berdasarkan tabel Cohen. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner Instrument Pengkajian Literasi Kesehatan pada Anak Usia Sekolah. Data dianalisa menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya siswa memiliki tingkat health literacy yang baik (51,1%). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat health literacy pada anak usia sekolah di Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar telah memadai. Oleh karena itu, direkomendasikan kajian lebih lanjut mengenai tingkat health literacy siswa sekolah untuk melihat distribusi literasi kesehatan di Provinsi Aceh, beserta disparitas dan determinannya.
A Literature Review: Factors Affecting Parental Behaviour in Early Detection of Children with Retinoblastoma Qur'aniati, Nuzul; Sutianingsih, Sutianingsih; Kurnia, Iqlima Dwi; Rachmawati, Praba Diyan; Mundakir, Mundakir
Holistic Nursing and Health Science Vol 7, No 2 (2024): November
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.7.2.2024.71-87

Abstract

Introduction: In Indonesia, retinoblastoma is a type of cancer with a high incidence and is the most common cause of death after leukaemia. Early detection of retinoblastoma in children is a health practise that involves identifying or screening for retinoblastoma symptoms in order to avoid consequences. However, a delay in early detection contributes to the high prevalence of disease metastases and negative consequences. This literature review aims to look at the factors affecting parental behaviour in early detection of children with retinoblastoma.Methods: This literature review searched three databases, including Web of Science, PubMed, and Google Scholar, for publications published between 2016 and 2020. The PICOS framework was utilised to set inclusion criteria while reviewing papers. The 14 papers fulfilled the inclusion criteria and. The Joanna Briggs Institute Critical Appraisal were utilised to assess study quality.Results: The review's findings revealed that parental behaviour in early detection of children with retinoblastoma is influenced by internal and external factors. The internal factors include parents' or caregiver' socioeconomic status, level of education, individual beliefs, and the age at which a child receives his or her initial diagnosis. Then, the examples of external factors include distance, the support of a healthcare provider, and the source of health information.Discussion: Internal and environmental factors influence parental behaviour in the early detection and treatment of retinoblastoma. Early detection of retinoblastoma can be sped up by providing information about early symptoms, time of diagnosis, risk factors, complications, and therapy.
Efektivitas Layanan Pesan Singkat terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru: Literatur Review Tobesi, Adrianus Jeniven Haki; Rachma, Nurullya
Holistic Nursing and Health Science Vol 7, No 2 (2024): November
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.7.2.2024.59-70

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan dunia, khususnya di Indonesia. Pengetahuan tentang tuberkulosis merupakan salahsatu aspek penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien menjalani pengobatan. Upaya meningkatkan pengetahuan dapat dilakukan denganpendidikan kesehatan melalui Short Message Service(SMS). Penelitian sebelumnya dengan menggunakan metode systematic reviewberfokus pada SMS untuk mengingatkan jadwal minum obat dan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian SMS terhadap kepatuhan minum obat penderita tuberkulosis. Jenis penelitian yang digunakan adalah literatur reviewdengan menggunakan 10 artikel penelitian. Strategi pencarian artikel ini menggunakan sumber publikasi jurnal melaluiGoogleScholar, Sciencedirect, EBSCOhost dan ProQuestdengan menggunakan kata kunci sesuai dengan topik. Hasil yang diperoleh yaitu beberapa artikel menemukan pemberian SMS sangat efektif terhadap kepatuhan minum obat penderita TBC, namun beberapa penelitian lain menemukan hal yang berbeda.Penelitian ini merekomendasikan penelitian dengan Randomized Controlled Trial (RCT) untuk membuktikan lebih kuat efektivitas SMS dalam meningkatkan pengobatan TBC.
Gambaran Perilaku Self-Care Pasien PPOK di Balai Kesehatan Masyarakat Kurnianti, Nur Annisa; Hastuti, Yuni Dwi
Holistic Nursing and Health Science Vol 7, No 2 (2024): November
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.7.2.2024.%p

Abstract

Pendahuluan: PPOK merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan diri (self-care) untuk meningkatkan derajat kesehatan pasien. Self-care pada pasien PPOK yang dirawat dirumah sakit dengan derajat berat dan sangat berat mayoritas tidak memadai sebesar 85,4%. Sementara, kepatuhan pengobatan pasien PPOK di rumah sakit dengan usia lebih dari 40 tahun paling banyak pada tingkat sedang sebesar 55,4%. Pasien PPOK di Balai Kesehatan Masyarakat memiliki rentang usia dan derajat PPOK yang beragam. Mereka menyatakan telah melakukan beberapa bentuk perilaku self-care, tetapi belum pernah melakukan manajemen dispnea dengan teknis pengaturan pernapasan. Penelitian ini mengidentifikasi perilaku self-care pasien PPOK di Balai Kesehatan Masyarakat.Metode: Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan metode deskriptif survei. Teknik sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 81 penderita PPOK di Balai Kesehatan Masyarakat. Penilaian perilaku self-care menggunakan kuesioner COPD self-care questionnaire (COPDSC-C). Kuesioner mencakup 8 domain kegiatan perilaku self-care. Skor total dikategorikan menggunakan Cut of Point mean karena data berdistribusi normal. Data menggunakan analisis univariat dalam bentuk distribusi frekuensi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien PPOK lebih banyak yang memiliki perilaku self-care memadai (54,3%) daripada yang tidak memadai (45,7%). Sebagian besar pasien selalu minum obat untuk penyakit sesuai dengan anjuran dokter, sering meningkatkan asupan makanan bergizi seperti daging, telur, susu, ikan, dan ayam, tidak merokok, sering mempertahankan keseimbangan antara menghabiskan waktu sendirian dan menghabiskan waktu bersama orang lain, kadang-kadang beristirahat dengan cukup baik siang maupun malam. Namun, kadang-kadang tetap berada di tempat dimana ada orang yang demam, tidak pernah menjauhi orang atau sesuatu yang mengganggu jika sedang sesak napas dan tidak pernah melakukan manajemen dispnea dengan cara duduk dengan posisi condong ke depan kalau sesak napas.Kesimpulan: Pasien memiliki lebih banyak perilaku self-care memadai daripada perilaku self-care yang tidak memadai dengan persentase yang tidak jauh berbeda. Manajemen dispnea menjadi domain yang paling banyak belum dilakukan oleh pasien. Petugas kesehatan perlu mengajarkan manajemen dispnea kepada pasien untuk mengoptimalkan self-care  pasien PPOK.

Page 1 of 1 | Total Record : 5