cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Kajian Analisis Proksimat pada Briket Batubara dan Briket Biomassa Theodora Noely Tambaria; Berlian Filda Yofita Serli
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 2 (2019): Juli (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.308 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.2.2019.77-86

Abstract

Briket merupakan salah satu sumberdaya energi alternatif yang pada penelitian ini membandingkan nilai kalori dan indikasi dampak lingkungan dari briket dengan bahan baku briket adalah batubara, batubara karbonisasi, bambu dan serbuk kayu. Sampel batubara berasal dari tambang batubara PTBA Tanjung Enim, sampel bambu dan serbuk kayu didapatkan disekitar PTBA Tarahan Lampung. Briket dianalisis berdasarkan total moisture, Inherent moisture, kadar abu, zat terbang, karbon tertambat, total sulfur dan nilai kalori. Hasil analisis total moisture tertinggi adalah sampel briket batubara (30,75%) dan terendah adalah briket bambu karbonisasi (9,23%). Inherent moisture tertinggi adalah briket batubara (13,4%) dan terendah adalah briket batubara karbonisasi (8,55%). Kadar abu tertinggi adalah briket bambu karbonisasi (14,5%) dan briket batubara karbonisasi (13,08%). Zat terbang tertinggi adalah briket kayu (69,39%) dan terendah adalah briket bambu karbonisasi (8,44%). Kadar karbon tertinggi adalah briket bambu karbonisasi (68,15%) dan terendah adalah briket kayu (17,79%). Semua sampel briket memenuhi standar total moisture, Inherent moisture dan total sulfur. Sampel yang memenuhi semua standar adalah briket batubara karbonisasi dan briket bambu karbonisasi. Proses karbonisasi pada penelitian ini menyebabkan peningkatan karbon dan penyimpan hidrogen yang lebih baik, mengindikasi dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif dan tidak memiliki indikasi kontaminasi dan korosi.
Analisis Sedimentologi dan Stratigrafi untuk Rekonstruksi model Paleogeografi: Mengungkap Proses Pembentukan Formasi Tapak, Sub-Cekungan Banyumas Rian Cahya Rohmana; Ali Achmad; Suyoto Suyoto
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 3 (2019): November (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1555.35 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.3.2019.126-134

Abstract

Objek studi difokuskan pada Formasi Tapak yang terendapkan pada Miosen Akhir – Pliosen Akhir di Sub-Cekungan Banyumas. Pengungkapan serta rekonstruksi model lingkungan pengendapan purba didasarkan pada analisis detail sedimentologi dan stratigrafi yang meliputi tekstur, struktur sedimen, asosiasi fasies, paket sekuen pengendapan, kandungan fosil, geometri pelamparan secara vertikal maupun horisontal serta pengukuran arah arus purba pada daerah penelitian. Fasies yang berkembang pada Formasi ini cukup bervariasi yaitu lagoonal pond, tidal channel in foreshore facies, upper shoreface – shelf mud facies. Secara regional Formasi Tapak diendapkan dalam suatu sistem pada lingkungan pengendapan lagoon hingga laut dangkal. Pada daerah penelitian juga ditemukan batugamping terumbu yang terbentuk pada barrier reef. Dari Hasil pengukuran arus purba pada struktur sedimen trough crossbedding pada lokasi pengamatan Banyumas – 14, terlihat bahwa arah umum dari transportasi sedimennya berasal dari baratlaut menuju ke tenggara.
Analisis Daya Dukung Bored Pile Pada Pembangunan Pondasi Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang Segmen Susukan di Ruas Jalan Tol Salatiga-Kartasura, PT. Waskita Karya (Persero), Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah Reza Afrizona Fauzih; Najib Najib; Narulita Santi
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 2 (2019): Juli (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.232 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.2.2019.87-97

Abstract

Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang merupakan salah satu proyek dari 4 pembangunan jembatan di ruas jalan tol Salatiga – Kartasura (STA 47+860.50 ~ 48+348.52). Jembatan ini terletak di terusan Kali Kenteng dan Kali Serang yang terdapat pada daerah Susukan, Kabupaten Semarang. Permasalahan yang ditemukan pada sepanjang jalur Salatiga ini adalah akibat morfologi dan kelerengan yang cukup curam, grid elevasinya mencapai 10-15º yang dapat membahayakan pengguna jalan dan dapat membuat kemacetan panjang. Tujuan dari penelitian tersebut untuk mengetahui persebaran tanah dan batuan secara vertikal dan lateral, mengetahui kapasitas daya dukung yang diijinkan pada pondasi pembangunan jembatan, dan mengetahui litologi dan kedalaman yang tepat sebagai batuan pondasi jembatan untuk rekomendasi desain pondasi tiang pancang. Jenis pondasi yang digunakan dalam pembangunan jembatan tersebut yakni pondasi bored pile. Kapasitas daya dukung maksimum dan beban maksimum yang diizinkan ditentukan berdasarkan analisis data yakni uji SPT (Standart Penetration Test), param sifat fisik tanah (berat jenis) dan sifat mekanik tanah (kohesi dan sudut geser dalam). Berdasarkan pemetaan geologi teknik, daerah penelitian memiliki satuan breksi vulkanik dan satuan lempung. Hasil perhitungan menggunakan metode Uji SPT dan sifat fisik dan mekanik tanah, menunjukkan nilai diameter 1,5 mampu menjadi pondasi daerah tersebut pada kedalaman yang berbeda. Nilai yang direkomendasikan menggunakan pengujian SPT lebih cocok karena memiliki nilai daya dukung yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metode sifat fisik dan mekanik tanah. Batuan yang cocok menjadi pondasi adalah breksi vulkanik.
Analisis Sistem Penyaliran Tambang pada Tailing Storage Facility (TSF) PT. Aneka Tambang Tbk. Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Tri Winarno; Rinal Khaidar Ali; Muh. Mursaliin
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 3 (2019): November (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.68 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.3.2019.135-142

Abstract

Pembangunan dam TSF (Tailing Storage Facility) dibangun untuk menampung limbah hasil pengolahan emas UBPE (Unit Bisnis Pertambangan Emas) PT. ANTAM Pongkor. Pembangunan dam TSF telah selesai dilaksanakan, tetapi masih menyisakan beberapa kendala tentang pengontrolan, yang pada akhirnya menimbulkan kendala teknis, yaitu tidak tersedianya lahan lagi untuk menampung tailing hingga pasca tambang. Permasalahan tersebut akan terselesaikan  dengan mengetahui berapa lama penampungan TSF yang dibangun bisa menampung volume yang bertambah akibat curah hujan pada periode ulang tertentu dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, terutama pada penampungan dam utama TSF. Untuk itu perlu diadakan evaluasi kapasitas tampung pada dam utama untuk mengetahui kemampuan pelayanan aktual TSF hingga tiga tahun ke depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penanggulangan air pada tambang terbuka atau penyaliran tambang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa berdasarkan perhitungan tingkat pelayanan dam utama cukup untuk menampung curah hujan dengan periode ulang 2 tahunan, tetapi tidak memenuhi rencana pembangunan yang mampu menampung hingga tiga tahun ke depan. Untuk memperpanjang umur atau tingkat pelayanan maka penulis menyarankan untuk menambahkan pompa dan pengerukan endapan tailing, selain sebagai penambahan umur bangunan juga sebagai penyeimbang. Pengerukan tailing alangkah lebih baik dilakukan pemerataan dalam pengerukannya ini berguna untuk menambah kapasitas tampung dam utama.
Interpretasi Struktur Geologi Di Perairan Aru Selatan, Maluku Berdasarkan Data Seismik 2D Multi Channel Arief Budiman Ustiawan; Tumpal Bernhard Nainggolan; Reddy Setyawan
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 2 (2019): Juli (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.544 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.2.2019.53-60

Abstract

PProduksi minyak di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1885 ketika sumur minyak pertama di Indonesia berhasil berproduksi pada Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Faktor pemulihan yang rendah mengakibatkan produksi minyak di Indonesia telah menurun karena kurangnya eksplorasi dan investasi pada sektor minyak bumi. Salah satu metode geofisika yang digunakan dalam eksplorasi hidrokarbon yang pada umumnya memiliki kedalaman yang dalam yaitu adalah metode seismik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan interpretasi geologi terhadap penampang seismik sehingga menampilkan gambaran bawah permukaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) merupakan unit penelitian dan pengembangan dibawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang melakukan tahapan pengambilan data seismik refleksi terutama di daerah laut. Tulisan ini menggunakan data seismik refeksi pada Line-14, Laut Aru Selatan, Maluku. Data metode seismik multi channel sebanyak 1 lintasan tersebut kemudian diproses menggunakan perangkat lunak pengolahan data seismik. Proses interpretasi menggunakan perangkat lunak interpretasi geologi dengan melakukan picking horizon dari batas formasi dan struktur geologi. Berdasarkan tahapan interpretasi, tatanan stratigrafi daerah penelitian memiliki kesebandingan atas Formasi Kemum, Formasi Kais, Formasi Klasafet, dan Formasi Klasaman bagian bawah. Berdasarkan interpretasi struktur geologi didapatkan kumpulan sesar normal yang dapat diindikasikan sebagai migration pathway dari hidrokarbon.
Kajian Kekuatan Tanah dan Kestabilan Tubuh Tanggul pada Rencana Tanggul Wedok Lumpur Sidoarjo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur Devina Trisnawati; Suhesti Suhesti; Wahju Krisna Hidajat
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 3 (2019): November (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.642 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.3.2019.117-125

Abstract

Semburan lumpur Sidoarjo di Porong belum berhenti hingga saat ini, sehingga tahun 2019 Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) berencana membangun tanggul baru di sisi timur tanggul utama setinggi 5 m yakni tanggul Wedok. Dalam pembangunan tanggul Wedok perlu diketahui kekuatan tanah dasar serta stabilitas tubuh tanggul. Untuk itu, dilakukan kajian mengenai kekuatan tanah penopang tanggul dan kestabilan tubuh tanggul mengunakan metode finite element dengan perangkat lunak Phase2 V8.0. Berdasarkan data pemetaan geologi lokasi penelitian tersusun oleh litologi endapan aluvial dan endapan lumpur Sidoarjo, sedangkan berdasarkan penyelidikan geologi teknik terbagi menjadi tiga satuan, yakni : satuan tanah urugan, satuan endapan lumpur Sidoarjo, dan satuan tanah asli. Tanah dasar pada lokasi rencana tanggul berupa lempung lunak yang tebal dengan kemampuan menahan beban tanggul setinggi 2,15 m. Pemasangan PVD (Prevabricated Vertical Drain) pada tanah dasar meningkatkan nilai faktor keamanan (FK) pada stabilitas tubuh tanggul.
Rekonstruksi Struktur Geologi Kali Lutut dan Sekitarnya, Temanggung, Jawa Tengah Ikhwannur Adha; Benyamin Sapiie
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 2 (2019): Juli (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1341.923 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.2.2019.61-68

Abstract

Kali Lutut merupakan lokasi tersingkapnya seri batuan khusus yang disebut Lutut Beds, yang tersusun oleh batupasir dan batugamping dengan mineral kuarsa yang melimpah dan fragmen rombakan berbagai jenis batuan seperti batuan metamorf, vulkanik, batuan dasar, dan karbon. Penelitian ini dilakukan untuk merekonstruksi kondisi struktur geologi di Kali Lutut dan sekitarnya sehingga diketahui karakteristik struktur geologi yang ada. Penelitian ini secara umum didasarkan pada evaluasi data lapangan yang didukung oleh data seismik yang berada di luar daerah penelitian. Data lapangan berupa 62 titik pengamatan diperoleh melalui penyelidikan langsung untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian dan pengambilan sampel batuan. Berdasarkan data lapangan, analisis petrografi, dan analisis fosil yang dipadukan dengan analisis struktur geologi maka dihasilkan peta geologi daerah penelitian. Penampang geologi dibuat berdasarkan peta geologi didukung oleh data seismik yang berada di luar daerah penelitian, yang dilakukan dengan metode dip-domain untuk menggambarkan kondisi bawah permukaan daerah penelitian. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari Batuan Dasar, Formasi Pelang, Formasi Kerek, Intrusi Andesit, Formasi Penyatan, Formasi Kaligetas, dan Aluvium. Struktur geologi daerah penelitian dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu kelompok sesar turun, kelompok sesar naik dan lipatan, serta kelompok sesar mendatar. Sesar naik memiliki karakteristik berupa fault-propagation fold yang membentuk imbrication thrust fault berorientasi barat-timur.
Pengaruh Intrusi Basalt terhadap Karakteristik dan Kualitas Batugamping pada Quarry Bukit Karang Putih, Indarung, Padang, Sumatra Barat Jenian Marin; Tri Winarno; Ulfah Rahmadani
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 3 (2019): November (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.109 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.3.2019.98-106

Abstract

Quarry Bukit Karang Putih, Indarung milik PT Semen Padang adalah komplek batugamping berumur Jura diintrusi oleh basalt. Sebagai bahan baku utama industri semen, batugamping di lokasi penelitian harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik batugamping dari quarry Bukit Karang Putih dari aspek mineralogi dan kimia kualitasnya, dikaitkan dengan pengaruh keberadaan intrusi. Metode penelitian ini adalah survei lapangan untuk memetakan kondisi litologi dan pengambilan sampel. Sampel batugamping dan intrusi dianalisis petrografi dan geokimia XRF untuk mengetahui karakteristik dan kualitasnya, dikorelasikan dengan data pengeboran. Litologi daerah penelitian berupa batugamping kristalin, tuf terubahkan, serta intrusi basalt. Batugamping memiliki karakteristik warna putih, struktur masif, tekstur kristalin. Batuan tersusun oleh kalsit dengan bentuk kristal equant, batas sutured, dengan tekstur lamellar twinning yang menunjukkan adanya diagenesis lanjut akibat tekanan dan metamorfisme. Batugamping terintrusi retas basalt porfir yang berkomposisi plagioklas dan piroksen di antara gelas vulkanik. Analisis XRF menunjukkan bahwa kadar CaO batugamping menurun mendekati tubuh intrusi. Kadar SiO2 akan bertambah apabila semakin dekat dengan intrusi. Namun pengurangan kadar CaOtidakterlalu signifikan sehingga tetap memenuhi standar PT Semen Padang. Sementara penambahan kandungan SiO2 dari intrusi membuat kualitas batugamping semakin baik untuk dijadikan bahan baku semen.
Evaluasi Faktor Keamanan Geometri Lereng Tanggul Sidoarjo di Daerah Tanggul Utara Daerah Lumpur Sidoarjo Roni Alberto Pakpahan; Nurakhmi Qadaryati; Najib Najib
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 2 (2019): Juli (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.031 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.2.2019.69-76

Abstract

Pada bencana Lumpur Sidoarjo, pembangunan tanggul merupakan salah satu penanggulangan untuk membatasi dampak terjadinya Lumpur Sidoarjo. Tanggul bagian utara Lumpur Sidoarjo merupakan salah satu segmen yang pernah mengalami keruntuhan. Sebenarnya risiko keruntuhan tanggul dapat diminimalkan dengan mengevaluasi faktor keamanan (FK) dari segmen tanggul yang rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi FK di tanggul utara dan menentukan rekomendasi peningkatan FK.  Metode penelitian mencakup analisis evaluasi stabilitas lereng dengan menggunakan parameter geometri lereng tanggul dari lapangan dan dari hasil uji laboratorium. Daerah penelitian tersusun dari satuan tanah asli berupa endapan aluvium berukuran pasir-lempung dan satuan tanah urugan berupa material pasir-kerakal. Pada kondisi tampungan normal dan tanpa gempa, FK di bagian hilir tanggul P74 dan P75 tergolong aman (1,572 dan 1,580).  Tanggul P79 tergolong rentan karena memiliki FK 0,840 dengan kondisi tampungan normal dan tanpa gempa. Rekomendasi untuk peningkatan nilai FK adalah pemadatan tanah, membuat kawat pada bagian hulu, pelandaian lereng tubuh tanggul dan penutupan rekahan, serta pembuataan drainase pada hilir tanggul.
Penentuan Lingkungan Pengendapan Batubara Berdasarkan Karakteristik dan Maseral Batubara di PT X, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara Nurakhmi Qadaryati; Dendi Tantra Praditya; Wahju Krisna Hidajat; Indriyani Martiningtyas
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 3 (2019): November (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.363 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.3.2019.107-116

Abstract

Kabupaten Nunukan termasuk wilayah yang signifikan menyumbang cadangan batubara di Indonesia dengan cadangan hipotetik mencapai sepuluh juta ton. Salah satu data yang dibutuhkan dalam tahapan eksplorasi lanjut batubara adalah informasi lingkungan pengendapan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lingkungan pengendapan batubara Miosen di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Metode yang dilakukan dalam penelitian yaitu analisis petrografi mencakup analisis maseral dan mineral, pengukuran vitrinite reflectance, plotting Tissue Preservation Index (TPI) terhadap Gelification Index (GI). Komposisi batubara di daerah penelitian tersusun dari dominasi vitrinit (68%-91%) juga dijumpai mineral pirit (0,9%-6,6%). Berdasarkan hasil analisis, batubara di daerah penelitian adalah lignit (Ro= 0,39%-0,44%). Plot Tissue Preservation Index (TPI) dan Gelification Index (GI) menunjukkan bahwa pada saat mengendapkan gambut, daerah penelitian berada pada lingkungan lower delta plain, lahan gambut wet forest swamp dan clastic marsh, serta pada kondisi lingkungan pengendapan telmatic dan limno-telmatic. Kehadiran pirit framboidal mengindikasikan formasi pembawa batubara mengalami reduksi sulfat, yang berasal dari lingkungan anoxic, dengan ion besi pada saat pembatubaraan.

Page 3 of 12 | Total Record : 117