cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Variasi dan Sebaran Litologi Batugamping di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jwa Tengah Reddy Setyawan; Abdurrahman Hakim; Afif Sulestianson; Alfa Aulia Satria Bagaskara; Fitria Febyani; Hasbi As-Sidiqi Sutandiono; Kristian Jhonson Napitupulu; Nurjayanti Nurjayanti
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.47 KB) | DOI: 10.14710/jgt.3.1.2020.42-51

Abstract

Daerah Todanan merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Blora. Todanan merupakan wilayah dataran perbukitan landai yang secara geologi masuk ke dalam Zona Rembang. Zona Rembang merupakan bagian dari cekungan sedimentasi Jawa Timur bagian utara (East Java Geosyncline). Cekungan ini terbentuk pada Oligosen Akhir yang berarah Timur. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi litologi batugamping, umur dan fasies dari batugamping yang diharapkan dapat memperkaya pengetahuan geologi di lokasi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan untuk mendapatkan data variasi litologi. Sampel batuan yang didapatkan dari lapangan selanjutnya dilakukan analisis petrografi dan mikrofosil. Hasil dari observasi di lapangan, dapat diketahui kondisi geomorfologi, variasi litologi dan kondisi struktur geologi di lokasi penelitian. Geomorfologi lokasi penelitian terbagi menjadi Dataran Landai Denudasional, Bergelombang Miring Denudasional, Berbukit Bergelombang Karst, Bergelombang Miring Struktural Karst, Bergelombang Miring Struktural Lembah Sinklin, dan Bergelombang Miring Struktural Bukit Antiklin. Struktur geologi cukup sulit dilakukan di lapangan, karena sebagian besar area di lokasi penelitian tertutup oleh hutan jati, sawah, dan pemukiman. Variasi litologi yag ditemukan di lapangan adalah Satuan Batupasir Karbonatan, Satuan Batugamping Kalkarenit, Satuan Lempung Karbonatan, Satuan Batugamping Wackestone, Satuan Batugamping Grainstone, dan Satuan Batugamping Packestone. Satuan litologi Wackestone, Grainstone dan Packestone terendapkan di fasies fore reef.
Karakteristik Reservoir Berdasarkan Analisis Petrofisik Pada Formasi Baturaja, Lapangan Aulia, Cekungan Jawa Barat Utara M Rio Aulia; Thomas Triadi Putranto; Reddy Setyawan
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.709 KB) | DOI: 10.14710/jgt.3.1.2020.31-41

Abstract

Formasi Baturaja merupakan salah satu formasi penghasil minyak dari Cekungan Jawa Barat Utara. Formasi Baturaja pada Cekungan Jawa Barat Utara ini memiliki keunikan yaitu kondisi batuan yang tergolong tight, namun bisa memproduksi minyak. Lokasi penelitian berada di Lapangan Aulia, Subcekungan Jatibarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi litologi secara vertikal, mengetahui lingkungan pengendapan Formasi Baturaja, mendapatkan nilai properti petrofisik dan menentukan kedalaman reservoir yang prospektif.Metode deterministik digunakan dengan pertimbangan lebih cocok pada litologi yang homogen. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data dari 6 sumur pemboran. Hasil analisis kualitatif pada semua sumur menunjukkan variasi litologi tersusun dari batugamping dan batugamping sisipan batulempung. Fasies batuan yang terdapat pada Formasi Baturaja berupa packstone dan perselingan packstone – wakckestone hasil pengendapan laut dangkal dengan fasies karbonat yaitu reef crest. Nilai properti petrofisik di Lapangan Aulia memiliki volume shale rata-rata 0,24281 dan nilai rata-rata porositas efektif sebesar 1-6,5% (porositas buruk). Porositas yang rendah pada batugamping Formasi Baturaja ini diinterpretasikan sebagai dampak dari fluktuasi muka laut dan akibat diagenesis batugamping. Nilai permeabilitas rata-rata adalah 0,0134 – 2,0452 mD (tight). Lapisan batuan prospek rerata di Lapangan Aulia adalah 5,67 m dengan lapisan paling tebal dijumpai pada RUO 25, yaitu setebal 9 m di kedalaman 1.846,110 m (TVDSS).
Hubungan Antara Fasies Batugamping Terhadap Kualitasnya Sebagai Bahan Baku Semen Portland Menurut Kadar CaO dan Senyawa Terkait di Kuari B dan C, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Unit Palimanan, Cirebon Ahmad Syauqi Hidayatillah; Tri Winarno; Rofiatun Khasanah
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1307.317 KB) | DOI: 10.14710/jgt.3.1.2020.1-11

Abstract

Batugamping merupakan sumberdaya alam kategori bahan galian industri nonlogam. Penelitian mengenai fasies dan kualitas batugamping di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Unit Palimanan dilakukan untuk mengetahui hubungan antara jenis fasies terhadap kualitas batugamping sebagai bahan baku semen portland. Penelitian dilakukan dengan pengamatan sampel batugamping secara makroskopis dan mikroskopis terhadap 20 singkapan batugamping Kuari B dan C. Setiap singkapan batugamping dilakukan pengambilan sampel hand speciment untuk analisis kualitas kimia menggunakan X-Ray Fluorescence dan analisis fasies lebih spesifik. Hasil analisis menyatakan bahwa batugamping Kuari B diklasifikasikan menjadi 3 fasies, yaitu packstone, bafflestone, dan rudstone yang terbentuk pada zonasi fasies reef core dan back-reef lagoon. Batugamping Kuari C diklasifikasikan menjadi 4 fasies, yaitu mudstone, wackestone, packstone, dan grainstone yang terbentuk pada zonasi fasies back-reef lagoon. Analisis kualitas kimia menunjukkan bahwa 8 sampel batugamping Kuari B berkualitas baik (kadar CaO>49%), sedangkan pada Kuari C didapati sebanyak 8 sampel berkualitas baik (kadar CaO >49%), 2 sampel berkualitas sedang (kadar CaO 40-49%) dan 2 sampel berkualitas rendah (kadar CaO<40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis fasies batugamping yang bersifat grain supported seperti grainstone, packstone, bafflestone, dan rudstone cenderung menghasilkan batugamping dengan kualitas baik, sedangkan fasies batugamping yang bersifat matrix supported seperti mudstone dan wackestone akan menghasilkan batugamping dengan kualitas yang lebih buruk.
Karakteristik Sedimentologi dan Geokimia Endapan Tsunami di Teluk Busong, Pulau Simeulue Yani Kusumastuti; Jenian Marin; Purna Sulastya Putra; Anis Kurniasih; Reddy Setyawan; Septriono Hari Nugroho; Eko Yulianto
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.992 KB) | DOI: 10.14710/jgt.3.1.2020.12-20

Abstract

Sejarah tsunami modern di Pulau Simeulue tercatat telah terjadi tahun 1861, 1907, 2004 dan 2005.  Teluk Busong yang terletak di pesisir barat Pulau Simeulue menjadi salah satu wilayah terdampak. Penelitian bertujuan mengidentifikasi dan mengetahui  karakteristik endapan tsunami tersebut di Teluk Busong. Metode yang digunakan adalah analisis granulometri, paleontologi, analisis loss on ignition, geokimia XRF, dan FTIR pada sampel inti sedimen. Endapan tsunami pada daerah penelitian memiliki sortasi buruk dengan ukuran butir pasir sedang – kasar yang terdistribusi bimodal. Analisis LOI menunjukkan bahwa endapan tsunami memiliki kandungan material organik dan karbonat yang tinggi, menunjukkan pengaruh darat dan laut. Pengaruh laut ditunjukkan kandungan material karbonat yang signifikan, terkonfirmasi dari keberadaan cangkang foraminifera. Secara geokimia, terdapat anomali kelimpahan unsur pada endapan tsunami dibanding dengan endapan nontsunami. Unsur kimia Zr, Sr, Fe, Ti, K, Cr, dan Rb menunjukkan anomali pada endapan tsunami yaitu cenderung naik, terutama Sr yang menjadi penciri pengaruh laut. Berdasarkan analisis FTIR, ditemukan mineral kuarsa, kalsit, feldspar, aragonit, monmorilonit, paligorskit, dan magnetit pada endapan tsunami yang menunjukkan asosiasi mineral asal darat dan laut.
Belajar dari Simeulue: Memahami Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia Anis Kurniasih; Jenian Marin; Reddy Setyawan
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.756 KB) | DOI: 10.14710/jgt.3.1.2020.21-30

Abstract

Sistem peringatan dini tsunami tidak hanya menyangkut teknologi namun juga melibatkan kesiapsiagaan masyarakat sebagai komponen sosial budaya dan ekonomi politik yang perlu diidentifikasi dan diperbaiki. Masyarakat Simeulue mengangkat kearifan lokal "smong" sebagai sistem peringatan dini tsunami tradisional yang berhasil menyelamatkan mereka dari bencana. Sistem ini dapat diadaptasi dan diterapkan ke masyarakat di daerah lain yang rentan terhadap bencana yang sama. Dengan latar belakang tersebut, artikel ini disusun dengan tujuan untuk memahami dan menggali permasalahan dalam penerapan sistem peringatan dini tsunami di Indonesia melalui studi literatur. Data dan bahan diperoleh dari jurnal, prosiding, buku, majalah, wawancara dan laporan serta wawasan yang didapat saat tinjauan lapangan pada Ekspedisi Widya Nusantara tahun 2017. Hasil studi menunjukkan kesiapsiagaan terhadap gempa dan tsunami masih rendah sehingga ketika bencana terjadi masyarakat belum dapat melakukan penyelamatan secara mandiri. Belajar dari kearifan lokal masyarakat Simeulue melalui cerita smong yang dipahami sebagai sistem peringatan dini tsunami, saat ini kita membutuhkan sebuah metode pendekatan yang dapat diterima dengan mudah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Contohnya dengan membuat program televisi atau animasi yang dapat ditonton semua kalangan. Dengan menampilkan program ini secara berkala, muatan tentang kesiapsiagaan terhadap tsunami (dan atau bencana lainnya) akan tertanam dalam memori sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan penontonnya.
Identifikasi dan Analisis Potensi Geosite di Kabupaten Batang Sebagai Pendukung Pengembangan Kawasan Geowisata di Jawa Tengah Rinal Khaidar Ali; Tri Winarno; Habib Rizki Maulana
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.3.2020.107-115

Abstract

Kabupaten Batang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi geowisata yang cukup besar. Morfologi Kabupaten Batang berupa dataran rendah di sepanjang pantai utara tidak begitu lebar dan Dataran Tinggi Dieng di bagian selatan. Kondisi geologi yang beragam menjadikan Kabupaten Batang  memiliki banyak keindahan alam dan juga memiliki beragam geosite yang menjadikan daerah ini layak untuk dijadikan salah satu potensi daerah geowisata. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, pengambilan data lapangan, dan analisis kuantitatif dengan metode Kubalikova. Pengambilan data lapangan meliputi kegiatan mengumpulkan data-data batuan penyusun geosite, kondisi geomorfologi/ topografi geosite, titik koordinat geosite, akses menuju lokasi geosite, kondisi infrastruktur penunjang calon daerah geowisata, serta kesampaian waktu menuju geosite. Metode analisis kuantitatif dengan metode Kubalikova digunakan untuk memberikan penilaian terhadap calon geosite yang sebelumnya telah dilakukan pengamatan secara langsung dilapangan. Penilaian diberikan dari aspek nilai intrinsik dan keilmuan, pendidikan, ekonomi, konservasi, dan tambah. Pengambilan data di lapangan menghasilkan data 18 geosite. Hasil analisis kuantitatif dari metode penilaian yang dilakukan, menunjukkan hanya 11 geosite yang memungkinkan dikembangkan menjadi geowisata. Berdasarkan geosite yang ada, maka dibuat 2 jalur geotrack. Pengelompokan dari rute ini berdasarkan lokasi mayoritas geosite dan aksesibilitas terhadap geosite tersebut. Masing-masing rute geotrack diestimasikan dapat ditempuh dalam waktu satu hari. Rute geotrack 1 yaitu Curug Gombong-Curug Botoh-Curug Arjuno-Telaga Pagilaran. Rute geotrack 2 yaitu Curug Lojahan-Curug Sibelik-Puncak Bukit Tombo-Mataair Ecopark Bandar-Pantai Sigandu-Pantai Cemorosewu-Pantai Ujungnegoro.
Analisis Tingkat Bahaya Erosi Area Hulu dan Hilir Menggunakan Metode USLE Daerah Aliran Sungai (DAS) Garang, Kota Semarang, Jawa Tengah Eva Cintia Purba; Lia Suryani; Andrian Nur Habib Musthofa; Hayat Syafe&#039;i
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.2.2020.73-82

Abstract

Perubahan zaman berdampak pada perubahan penggunaan lahan sehingga mengakibatkan laju erosi yang semakin besar pada permukaan tanah maupun dasar perairan. Daerah Aliran Sungai (DAS) Garang perlu dilakukan perhitungan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) meninjau kepada posisinya yang berada di pusat ibukota Provinsi Jawa Tengah. Data penelitian diperoleh dengan melakukan observasi lapangan secara langsung, pengolahan data DEM, peta tata guna lahan daerah Semarang serta data sekunder penelitian terdahulu. Data tersebut diinput untuk perhitungan TBE pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Garang menggunakan pendekatan Universal Soil Lost Equation (USLE). Hasil perhitungan menunjukan tingkat bahaya erosi DAS Garang pada area hulu sebesar 113,19 ton/ha/tahun, sedangkan tingkat bahaya erosi pada area hilir sebesar 49,34 ton/ha/tahun. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan pada area hulu memiliki tingkat bahaya erosi yang sedang namun pada area hilir memiliki tingkat bahaya erosi yang ringan. Adanya perbedaan tingkat kelerengan, pengolahan vegetasi dan konservasi lahan (tata guna lahan), serta jenis tanah pada masing-masing area hulu dan hilir DAS Garang mengakibatkan perbedaan tingkat erosi  tersebut.
Analisis Perkembangan Fasies Dan Lingkungan Pengendapan Pada Interval Formasi Kujung Dan Tuban, Blok West Tuban, Cekungan Jawa Timur Anisa Nevi Saerina; Anis Kurniasih; Reddy Setyawan
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 4, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.4.1.2021.38-47

Abstract

Cekungan Jawa Timur merupakan cekungan hidrokarbon yang telah terbukti menghasilkan minyak bumi dengan reservoir utama yaitu pada Formasi Kujung dan Tuban. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui variasi litologi, distribusi litologi secara lateral, fasies dan lingkungan pengendapan berdasarkan asosiasi litologi serta perkembangan terumbu yang berkaitan dengan perubahan muka air laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif menggunakan data sumur berupa wireline log. Analisis kualitatif menggunakan software Paradigm Geolog 7.0 untuk mendeterminasi litologi. Langkah selanjutnya, menganalisis dan membuat permodelan fasies, lingkungan pengendapan dan sikuen stratigrafi.Berdasarkan hasil analisis Formasi Kujung dan Tuban terdiri dari 4 jenis litologi yaitu batugamping, batulempung, batulanau dan batupasir. Setelah dilakukan analisis fasies, formasi tersebut terdiri dari 4 fasies yaitu patch reef core, patch reef flank, off-mound near reef dan off-mound. Patch reef pada daerah penelitian dicirikan dengan litologi batugamping energi rendah diendapkan pada bagian rongga antar koloni terumbu, menghasilkan asosiasi skeletal wackestone – packstone. Lingkungan pengendapan terumbu berada pada platform terisolasi akibat segmentasi basement berarah timurlaut – baratdaya. Perubahan muka air laut Formasi Kujung dibagi menjadi yaitu TST-1 dan HST-1, kemudian dilanjutkan dengan TST-2 saat pengendapan Formasi Tuban. Fase transgresi awal terumbu tumbuh dengan fase catch up, pada fase high stand terumbu tumbuh dengan fase keep up dan pada saat transgresi kedua terumbu sebagian tetap berkembang sebagai keep up dan sebagian lainnya mengalami give up.
Analisis Sebaran Daerah Rawan Longsor Menggunakan Remote Sensing dan Analytical Hierarchy Process (AHP) di Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah Aisyah Nur Isneni; Thomas Triadi Putranto; Devina Trisnawati
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.3.2020.149-160

Abstract

Kabupaten Magelang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki intensitas longsor tinggi. Selama tahun 2017-2019 terjadi tanah longsor sebanyak lebih dari 500 kejadian di Kabupaten Magelang. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berupaya untuk memberikan gambaran persebaran daerah rawan longsor pada Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan 4 parameter penyebab terjadinya tanah longsor yaitu parameter kelerengan, parameter litologi, parameter curah hujan, dan parameter tutupan lahan. Parameter tersebut didapatkan dari beberapa metode yang meliputi: pengolahan data citra penginderaan jauh, pengolahan data sistem informasi geografis, dan validasi lapangan. Hasil dari tiap parameter kemudian diberikan bobot dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendapatkan hasil akhir berupa peta rawan longsor. Berdasarkan hasil pengolahan yang dilakukan, diketahui sebanyak 10 kecamatan pada Kabupaten Magelang memiliki kelas rawan longsor tinggi, 5 kecamatan termasuk pada kelas sedang, dan 6 kecamatan lainnya termasuk dalam kelas rendah. Tahap validasi dilakukan dengan membandingkan hasil analisis peta dengan data kejadian tanah longsor Kabupaten Magelang 3 tahun terakhir menggunakan matriks konfusi. Hasil dari validasi peta sebaran daerah rawan longsor memiliki akurasi 80,95%, yang artinya tingkat akurasi antara data hasil analisis peta dengan data validasi lapangan baik. 
Kualitas Batuan di Tambang Tanah Liat Sebagai Bahan Campuran Semen PT Semen Gresik Kabupaten Rembang Charlotte Tiffany; Tri Winarno; Jenian Marin
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.2.2020.96-106

Abstract

Tambang batugamping diperlukan untuk memenuhi kebutuhan komponen kalsium karbonat (CaCO3) dan tambang tanah liat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan komponen alumina (Al2O3) dan silika (SiO2). Daerah penelitian di tambang tanah liat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang, tersusun oleh beberapa jenis litologi yang berbeda, sehingga memerlukan penelitian ini mengetahui pengaruh variasi litologi terhadap kualitas kimia batuan sebagai bahan campuran semen berdasarkan standar perusahaan. Metode yang dilakukan mencakup observasi lapangan, pengambilan sampel batuan, uji laboratorium berupa X-Ray Fluorescence (XRF), dan pengamatan petrografi. Tujuan dilakukanya penelitian yaitu untuk mengetahui jenis dan persebaran litologi, mengetahui persebaran kadar kimia (Al2O3, SiO2, dan SO3), mengetahui kaitan jenis litologi dengan kadar kimia, dan menentukan area dengan litologi yang memenuhi standar bahan campuran semen di daerah penelitian. Lokasi penelitian tersusun oleh 4 jenis satuan litologi yang termasuk dalam Formasi Ngrayong, yaitu Satuan Batupasir Kuning, Satuan Batulanau, Satuan Batulempung, dan Satuan Batupasir Cokelat. Satuan batuan yang memenuhi standar kualitas kimia bahan campuran semen adalah Satuan Batulempung dan Satuan Batupasir Cokelat, dan satuan yang tidak memenuhi standar adalah Satuan Batulanau dan Satuan Batupasir Kuning.

Page 4 of 12 | Total Record : 117