cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JUPERTA (Jurnal Perikanan Tangkap)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26139766     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN TERHADAP PELAYANAN PENYEDIAAN KEBUTUHAN MELAUT DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) SADENG KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Mita Wahyuningsih; Azis Nur Bambang; Sulistyani Dyah Pramitasari
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 02 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pelanggan merupakan suatu rasa kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan sebagai respon pelanggan terhadap evaluasi ketidaksesuaian yang dipersepsikan antara harapan awal sebelum pembelian dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaian. Nelayan sebagai pengguna fasilitas pelabuhan mengginginkan pelayanan yang optimal dari pelabuhan, sehingga setiap pelabuhan perikanan seharusnya dapat memberikan pelayanan yang dibutuhkan secara tepat, cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang yang ada di PPP Sadeng untuk menganalisis tingkat kepuasan nelayan purse seine, gillnet dan handline terhadap pelayanan penyediaan kebutuhan melaut (solar, es, air bersih) dan fasilitas di PPP Sadeng. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan analisa deskriptif. Analisis yang digunakan untuk menganalisis tingkat kepuasan adalah Customer Satisfication Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang di PPP Sadeng kondisinya baik. Tingkat kepuasan nelayan purse seine terhadap pelayanan kebutuhan melaut solar 61,6% (cukup puas), kebutuhan es 63% (cukup puas), kebutuhan air bersih 56% (cukup puas), pelayanan fasilitas 56,8% (cukup puas). Tingkat kepuasan nelayan gillnet dan purse seine terhadap kebutuhan solar 66,2% (puas), kebutuhan es 67% (cukup puas), kebutuhan air bersih 65,4% (cukup puas), pelayanan fasilitas 66% (puas).
ANALISIS HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP JARING PEJER (BOTTOM SET GILLNET) DENGAN JENIS ATRAKTOR UMPAN BERBEDA PADA PERAIRAN REMBANG Churniawan Edi Pamungkas; Aristi Dian Purnama Fitri; Indradi Setiyanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaring pejer di daerah Rembang banyak digunakan untuk menangkap rajungan dan ikan-ikan pelagis kecil lainnya. Jaring pejer (Bottom set gillnet) merupakan alat tangkap yang pasif. Umumnya pada alat tangkap pasif seperti bubu diberi umpan sebagai atraktor agar fish target tertarik untuk masuk ke dalam bubu. Umpan tersebut akan mengeluarkan bau yang akan menarik perhatian dari ikan yang hendak ditangkap. Oleh sebab itu penambahan umpan pada alat tangkap pasif lain selain bubu diharapkan mampu menambah hasil tangkapan dari alat tangkap pejer itu sendiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dan hasil tangkapan penggunaan jenis umpan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2016 di Perairan Rembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Metode pengambilan data menggunakan metode eksperimental fishing dengan penambahan atraktor berupa umpan alami dan buatan pada alat tangkap bottom set gillnet. Metode analisis yang (digunakan untuk mengetahui data berdistribusi normal adalah dengan menggunakan uji normalitas kemudian setelah data normal dilakukan uji t untuk pengambilan keputusan. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa perbedaan jenis umpan tidak ada pengaruh terhadap hasil jumlah tangkapan, umpan terbaik adalah umpan alami dengan berat 9,135 kg, sedangkan untuk umpan buatan dengan berat 7,42 kg. Setelah data normal maka data diuji dengan menggunakan uji t hasil yang didapat adalah nilai sig 0,531 yang berarti Ho diterima sehingga penggunaan umpan yang berbeda dalam bottom set gillnet berumpan (umpan alami dan umpan buatan) tidak ada perbedaan hasil (berat dan jumlah) tangkapan.
KESESUAIAN UKURAN KONSTRUKSI UTAMA KAPAL PURSE SEINE DI PPN PEKALONGAN DENGAN ATURAN BIRO KLASIFIKASI INDONESIA Muhammad Hafizh Adinugorho; Muhammad Imron; Fis Purwangka
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, Maret 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fishing vessel is one of the units in fishery activities with high operational risk that can cause accidents, both ship and crew accidents. Most of the fishing vessels that operate in Indonesia were made traditionally without any planning. Fishing vessels in Pekalongan Fishing Port still built using traditional methods. Shipbuilding planning requires rules to produce ship construction that meets the standards. The rules that used as a reference is ship classification and ship construction from Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). BKI was established by implementing technical standards in the activities of design and construction as well as maritime surveys related to floating facilities, including vessels and offshore construction. This study aims to obtain the cross-sectional dimension of some parts of the fishing vessel construction and to analyze the dimension appropriateness of Purse Seine in Pekalongan Fishing Port with BKI standard. This study was used purposive sampling and the data were collected using interview, observation, measurement, and literature study. The data were analyzed using numerically-comparative method. Some parts of fishing vessel constructions measured in this study consisted of keel; high bow; ivory; machine foundation; outer skin; and fences. Research showed that there are 53,18% of construction sizes that meets the criteria of BKI, while there are 46,83% of construction sizes does not meet the criteria of BKI.
ANALISIS TINGKAT EFISIENSI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI KABUPATEN PEMALANG Belladona Lavictory; Bambang Argo Wibowo; Bogi Budi Jayanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sarana prasarana, menganalisis tingkat efisiensi serta membandingkan efisiensi Tempat Pelelangan Ikan yang ada di Kabupaten Pemalang. Penelitian ini dilakukan selama bulan Februari 2016 di lima TPI di Kabupaten Pemalang yaitu TPI Tanjungsari, TPI Asemdoyong, TPI Mojo, TPI Ketapang dan TPI Tasikrejo. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sample yang digunakan adalah dengan metode purposive sampling sedangkan alat yang digunakan menganalisis efisiensi TPI menggunakan alat analisis DEA banxia forontier analysis. Hasil analisa menunjukan bahwa TPI yang menjadi objek penelitian setelah dianalisis menggunakan DEA banxia forontier analysis menunjukan bahwa TPI Asemdoyong, Mojo, Ketapang dan Tasikrejo telah efisien dengan skor 100.00% sedangkan TPI yang belum mencapai efisiensi yaitu TPI Tanjungsari dengan skor 96.50% hal tersebut karna antara nilai actual dengan nilai target tidak sama dan terdapat potensi perbaikan di beberapa variabel input maupun output . Tempat Pelelangan Ikan dengan nilai produktivitas bakul, personel TPI, gerobak, timbangan, luas lantai dan panjang dermaga paling tinggi adalah TPI Asemdoyong. Sedangkan produktivitas nelayan pertahunnya paling tinggi adalah TPI Mojo.
ANALISIS KERAMAHAN LINGKUNGAN BUBU RAJUNGAN MODIFIKASI CELAH PELOLOSAN DI PERAIRAN KABUPATEN REMBANG Chahyawati Ummaiyah; Aristi Dian Purnama Fitri; Bogi Budi Jayanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 03 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Desember 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian mengenai keramahan lingkungan perlu dilakukan pada semua alat penangkap ikan, agar tercipta alat tangkap yang ramah lingkungan, yaitu alat tangkap yang tidak merusak lingkungan dan sumberdaya ikan, sehingga akan terwujud perikanan tangkap yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian adalah menentukan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bubu modifikasi. Penelitian dilakukan pada bulan November 2016 di Perairan Rembang. Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental fishing dengan penambahan celah pelolosan dengan ukuran P x L yaitu 10 cm x 2 cm pada bubu rajungan A1 (tanpa celah), bubu A2 (1 celah pelolosan), dan bubu A3 (2 celah pelolosan) pada bubu rajungan. Hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) 236 ekor (65%), dan hasil tangkapan sampingan Kroyo (Paratelphusa maculata) 40 ekor (11%), Kerapu Macan (Ephinephelu fuscoguttatus) 20 ekor (6%), Keong Macan (Babylonia spirata) 68 ekor (18%). Ukuran rajungan yang telah matang gonad CW (carapace weigth) 10,56 cm. Berdasarkan proporsi jumlah tangkapan (ekor) dan segi bobot tangkapan bubu A1, A2, dan A3 > 60%, maka dapat dikatakan ramah lingkungan, sedangkan hasil tangkapan sampingan (HTS) bubu ini A1, A2, dan A3 ramah lingkungan karena > 60%. Berdasarkan data Lm (length at first maturity) rajungan, bubu A1 ramah lingkungan karena persentase jumlah tangkapan Lm > 10 cm, sedangkan bubu A2 dan A3 tidak ramah lingkungan karena Lm < 60%.
ANALISIS KINERJA KUD MINA MISOYO MAKMUR DALAM USAHA PERMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PEMALANG JAWA TENGAH Nadya Damayanti Utami; Abdul Kohar Mudzakir; Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 02 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kinerja KUD Mina Misoyo Makmur sangat penting dalam pelayanan kepada anggotanya. Koperasi juga memiliki peranan penting dalam perekonomian rakyat, sebagai sarana untuk mewujudkan kesejahteraan bagi nelayan. Untuk mengetahui apakah suatu koperasi sudah baik maka koperasi tersebut perlu dilihat kinerjanya. Tujuan ini adalah untuk menganalisis kinerja usaha KUD Mina Misoyo Makmur dalam usaha simpan pinjamnya dan menganalisis kinerja KUD Mina Misoyo Makmur perspektif pelanggan dan anggota KUD dengan analisis Balanced Score Card (BSC). Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode studi kasus untuk menilai kinerja KUD. Alat analisis menggunakan Balanced Score Card (BSC) dengan 4 perspektif yaitu perspektif keuangan, perfsfektif pelanggan, perspektif bisnis internal serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Perspektif keuangan dihitung menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas. Metode pengambilan sample untuk angota KUD menggunkan metode quota sampling dan karyawan KUD menggunkan metode purposive sampling. Berdasarkan dari hasil penilaian kinerja KUD Mina Misoyo Makmur dengan BSC dapat diketahui total score yaitu 87,93% , nilai tersebut menunjukkan bahwa kinerja KUD Mina Misoyo Makmur termasuk ke dalam kategori baik. Dalam perspektif keuangan dengan rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas didapatkan total skor 17,5% kemudian perspektif pelanggan 25,59%, bisnis internal 25,34% dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan 19,5%. Hal ini menunjukkan bahwa KUD Mina Misoyo Makmur telah memberikan pelayanan terbaik terhadap anggotanya.
ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NELAYAN GILLNET KAPAL MOTOR DAN MOTOR TEMPEL DI PPP TEGALSARI, KOTA TEGAL Lailatul Istiqomah; Pramonowibowo Pramonowibowo; Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 02 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gillnet yang digunakan oleh nelayan di PPP Tegalsari adalah gillnet menetap. Gillnet yang ada di PPP Tegalsari dioperasikan menggunakan kapal motor (KM) dan motor tempel (MT). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan nelayan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan gillnet KM dan gillnet MT. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode sensus. Jumlah responden gillnet KM sebanyak 23 kapal dan gillnet MT sebanyak 10 kapal. Analisis data yang dilakukan yaitu aspek ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan. Variabel yang mempengaruhi pendapatan nelayan antara lain: produksi hasil tangkapan (X1), biaya variabel (X2), pengalaman nahkoda (X3), dan jumlah ABK (X4). Uji asumsi klasik yang digunakan diantaranya uji normalitas, uji autokorelasi, dan analisis faktor-faktor pendapatan. Rata-rata pendapatan bersih nelayan gillnet KM sebesar Rp. 305.009.304,- per tahun dan nelayan gillnet MT sebesar Rp. 41.404.725,- per tahun. Hasil penelitian menunjukkan variabel produksi hasil tangkapan, biaya variabel, pengalaman nahkoda dan jumlah ABK berpengaruh kuat terhadap pendapatan nelayan gillnet KM dan MT. Hasil analisis secara parsial produksi hasil tangkapan (X1) dan jumlah ABK (X4) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan gillnet KM sedangkan jumlah ABK (X4) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan gillnet MT
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS TEMPAT PELELANGAN IKAN DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Dhinar Ratnasari Sujono; Dian Wijayanto; Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Gunungkidul memiliki 8 (delapan) Tempat Pelelangan Ikan (TPI) antara lain TPI Nampu, TPI Ngrenehan, TPI Ngandong, TPI Siung, TPI Drini, TPI Baron, TPI Gesing, dan TPI Sadeng. Dalam sebuah TPI, belum tentu memenuhi persyaratan dengan baik, hal ini berakibat pada efisiensi TPI tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efisiensi teknis Tempat Pelelangan Ikan di Kabupaten Gunungkidul. Variabel output yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah produksi (kg), sedangkan variabel input yang digunakan luas lantai (m2), jumlah kapal (unit), jumlah karyawan (orang), jumlah bakul (orang) dan jumlah nelayan (orang). Penelitian dilakukan pada bulan Agustus – September 2016. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis DEA (Data Envelopment Analysis). Hasil analisis TPI menunjukkan bahwa TPI Drini dan TPI Sadeng sudah efisien dengan skor 100 %. Sedangkan yang belum mencapai efisien ditunjukkan dengan skor TPI Nampu 6,19%, TPI Ngrenehan 78,55 %, TPI Ngandong 11,48 %, TPI Siung 19,88 %, TPI Baron 64,35 %, dan TPI Gesing95,16 %. TPI yang belum mencapai efisiensi seperti TPI Nampu, TPI Ngrenehan, TPI Ngandong, TPI Siung, TPI Baron dan TPI Gesing harus ditingkatkan efisiensinya dengan mengadakan pelatihan dan pembinaanterhadap nelayan sehingga produktivitas nelayan meningkat. Dengan meningkatkan produktivitas nelayan dapat meningkatkan jumlah produksi yang dihasilkan, sehingga berpengaruh terhadap efisiensi TPI.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PERIKANAN TANGKAP BAGAN PERAHU (CUNGKIL) DI PPP LEMPASING, BANDAR LAMPUNG Padmi Areta; Abdul Kohar Mudzakir; Sulistyani Dyah Pramitasari
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 03 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Desember 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek teknis dan menganalisa keuntungan dan kelayakan usaha Bagan Perahu (Cungkil). Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 28 September-28 Oktober 2016 di PPP Lempasing, Bandar Lampung. Pengambilan data menggunakan metode observasi dan wawancara, data yang digunakan terdiri dari data primer (kontruksi alat tangkap, metode pengoperasian, daerah penangkapan, hasil tangkapan, biaya operasional), dan data sekunder (jumlah dan nilai produksi di PPP Lempasing, jumlah armada, jumlah nelayan). Untuk memudahkan dalam pengolahan data, maka pada penelitian ini peneliti menggolongkan unit usaha penangkapan Bagan Perahu (Cungkil) menjadi dua golongan yaitu golongan A dan golongan B, pembagian golongan ini diklasifikasi oleh beberapa aspek yang dapat mempengaruhi ekonomi seperti biaya operasionalnya, aspek tersebut diklasifikasi oleh beberapa aspek yang dapat mempengaruhi modal seperti biaya operasional, aspek tersebut terdiri dari penggunaan jumlah daya lampu perunit kapal, BBM pertrip, biaya investasi alat tangkap, dan biaya investasi kapal. Pengolahan data menggunakan analisis kelayakan usaha dengan beberapa indikator yaitu keuntungan, NPV,IRR, R/C Rasio, dan PP (Payback Period). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata keuntungan golongan A Rp. 67.748.920 pertahun, NPV Rp. 54.850.557,3, IRR 22%, R/C Rasio 1.12, PP 3.30 (3 tahun 3 bulan), sedangkan keuntungan golongan B Rp. 97.987.015 pertahun, NPV Rp. 131,285,829.01, IRR 30%, R/C Rasio 1.15, PP 2.93 (2 tahun 9 bulan). Nilai usaha penangkapan tersebut melebihi nilai discount factor yang bernilai 15%, sehingga dapat dikatakan layak untuk diteruskan dan dikembangkan.
ANALISIS KERAMAHAN ALAT TANGKAP JARING TENGGIRI (GILLNET MILLENIUM) DI PERAIRAN PATI TERHADAP HASIL TANGKAPAN Herry Boesono; Wangsit Nugroho; Indradi Setiyanto; Kukuh Eko Prihantoko
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 03 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Desember 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan alat penangkap ikan ramah lingkungan sangat berperan penting dalam melanjutkan kelestarian sumberdaya ikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis proporsi hasil tangkapan (sasaran utama dan sasaran sampingan) yang di peroleh pada alat tangkap gillnet millennium, menganalisis ukuran ikan hasil tangkapan sasaran utama pada alat tangkap gillnet millennium, dan menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap gillnet millennium. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan analisis deskriptif. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan ikut nelayan melaut 6 trip, sedangkan data sekunder diperoleh dari PPI Banyutowo dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan, komposisi ukuran layak tangkap, analisis pemanfaatan hasil tangkapan, dan analisis keramahan lingkungan. Penilaian tingkat keramahan lingkungan dilakukan dengan melihat proporsi ikan sasaran utama yang layak tangkap, dan proporsi hasil tangkapan yang dimanfaatkan. Hasil tangkapan utama adalah ikan tenggiri (Scomberomorus commersoni). Hasil tangkapan sampingan dimanfaatkan untuk dijual maupun dikonsumsi. Ikan tenggiri diperoleh sebanyak 66 ekor (32,84%) atau 127,634 kg (67,65%) hasil tangkapan sampingan sebanyak 135 ekor (67,16%) atau 61,048 kg (32,35%). Hasil tangkapan sampingan yang dimanfaatkan sebanyak 60,93 kg (99,81%) atau 131 ekor (97,04%) dan sebanyak 0,119 kg (0,19%) atau 4 ekor (2,496%) yang dibuang. Ikan tenggiri layak tangkap secara biologi 51%, dengan ukuran pertama kali matang gonad (length at first maturity), yaitu 70,9 cm. Berdasarkan kriteria yang dipakai, maka unit penangkapan jaring tenggiri (gillnet millennium) di Desa Banyutowo, Kabupaten Pati tergolong kurang ramah terhadap lingkungan.