cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
METANA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
Preparasi Bioplastik dari Biomassa Rumput Laut Kappaphcus alvarezii dengan Plasticizer Gliserol dan Penambahan Minyak Jahe Nabila Bilqis Huwaida Zetka; Ali Ridlo; Rini Pramesti
METANA Vol 22, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v22i1.83104

Abstract

Sampah plastik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari menjadi permasalahan di lingkungan karena jumlahnya semakin bertambah. Salah satu solusi untuk mengatasinya yaitu pengembangan bioplastik berbasis biomassa rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan penambahan minyak jahe untuk meningkatkan karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi minyak jahe terhadap karakteristik bioplastik dari rumput laut K. alvarezii. Bioplastik dibuat dengan mencampurkan biomassa K. alvarezii sebanyak 4 g dengan 150 mL akuades, lalu dihomogenkan dengan magnetic stirrer pada suhu 60oC selama 15 menit. Setelah itu, gliserol 1,5% (v/v)) dimasukkan dan dihomogenkan kembali, minyak jahe (0,3%, 0,4%, 0,5%, 0,6%, dan 0,7% (v/v)) ditambahkan dan dihomogenkan. Larutan bioplastik dituang dalam cetakan plastik polipropilena kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 60oC hingga kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi minyak jahe berpengaruh terhadap sifat fisik dan mekanik bioplastik, tetapi tidak berpengaruh terhadap biodegradabilitas (p<0,05).  Formulasi minyak jahe optimal terdapat pada konsentrasi 0,4% dengan keunggulan pada ketahanan air dan kuat tarik. Uji FTIR menunjukkan tidak adanya gugus fungsi baru, tetapi terdapat pergeseran pita serapan akibat interaksi fisik antar komponen bioplastik. Bioplastik K. alvarezii dengan penambahan minyak jahe dapat dimanfaatkan sebagai bungkus produk makanan.
Analisis Kualitas Modified Cassava Flour (Mocaf) Ditinjau dari Perbedaan Bagian Umbi dan Starter yang Digunakan Dillah Nur Azizah; Isnaini Rahmadi; Wildan Suhartini
METANA Vol 22, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v22i1.72997

Abstract

Pembuatan mocaf umumnya menggunakan bagian daging singkong. Di sisi lain, bagian korteks singkong mengandung karbohidrat dan serat yang belum banyak dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bagian umbi dan jenis starter terhadap karakteristik mocaf. Penelitian disusun menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu bagian umbi (menambahkan korteks dan tanpa korteks) dan faktor kedua adalah jenis starter (starter komersil Bimo-CF dan starter campuran minuman probiotik, ragi tape, dan gula). Karakterisasi mocaf meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat kasar. Perlakuan bagian umbi singkong berpengaruh pada kadar air, abu, lemak dan protein mocaf. Jenis starter hanya berpengaruh terhadap kadar air mocaf. Interaksi antara bagian umbi dan jenis starter memengaruhi kadar air dan karbohidrat mocaf. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar air dan abu mocaf sesuai dengan standar SNI nomor 7622:2011 tentang Mocaf. Namun, kadar serat kasar perlakuan daging singkong dengan korteks menggunakan starter komersil Bimo-CF tidak memenuhi SNI. Direkomendasikan perlakuan korteks dan menggunakan starter campuran sebagai cara produksi mocaf terbaik, karena memiliki karakteristik kimia yang memenuhi SNI dengan kadar protein yang tinggi.
Studi Komparatif Adsorben Sekam Padi Terkalinasi Furnace dan Microwave Untuk Reduksi FFA Jelantah Rosmawati Sipayung; Rahma Amalia; Rara Ayu Lestary; Nita Widyastuti; Oki Alfernando; Ira Galih Prabasari; Putri Ananda; Intan Nandia Sakti
METANA Vol 22, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v22i1.80035

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah domestik dan industri pangan yang berpotensi mencemari lingkungan serta memiliki kadar asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) tinggi sehingga menurunkan kualitas dan efisiensi konversinya menjadi biodiesel. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar FFA adalah proses adsorpsi menggunakan material berbasis biomassa, seperti sekam padi. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas adsorben sekam padi hasil kalsinasi menggunakan furnace konvensional dan microwave digestion (MD) dalam menurunkan kadar FFA minyak jelantah. Sekam padi dikalsinasi pada suhu 500 °C selama 4 jam menggunakan furnace dan menggunakan microwave digestion selama total 15–20 menit (heat time 3–7 menit dan hold time 8–15 menit) pada suhu 120–140 °C dan tekanan 2–6 bar. Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi massa adsorben (1–5%), suhu (30–60 °C), dan waktu kontak (30–90 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode microwave digestion mampu menurunkan kadar FFA dari 3,10% menjadi 1,22% dengan efisiensi reduksi sebesar 60,65%, sedangkan metode furnace menghasilkan efisiensi reduksi sebesar 53,23%. Analisis FTIR menunjukkan bahwa adsorben hasil MD memiliki intensitas gugus silanol (Si–OH) yang lebih tinggi, yang berperan dalam pembentukan ikatan hidrogen dengan gugus –COOH dari FFA. Secara keseluruhan, metode microwave digestion menghasilkan adsorben dengan morfologi lebih halus, mengindikasikan luas permukaan lebih besar, dan aktivitas kimia yang lebih tinggi, sehingga berpotensi diterapkan sebagai teknologi pemurnian minyak jelantah yang cepat, hemat energi, dan ramah lingkungan.
Acidified Ethanol Improves Extraction Yield while Modulating Antioxidant Activity in Butterfly Pea Extracts Nellen Fadillah Permata Rachman; Selly Harnesa Putri; Anis Yohana Chaerunnisaa; Desy Nurliasari
METANA Vol 22, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v22i1.71477

Abstract

Butterfly pea (Clitoria ternatea L.) flower is rich in bioactive compounds, particularly flavonoids and anthocyanins, which contribute to its antioxidant properties. This study evaluated the effect of ethanol and ethanol-citric acid extraction on extract yield, phytochemical composition, and antioxidant activity. Results showed that ethanol-citric acid extraction increased the yield from 30.14% to 44.58% but reduced the extract pH from 4.58 to 2.25. Phytochemical screening confirmed the presence of flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids in both extracts. Antioxidant activity analysis using DPPH revealed that ethanol extraction exhibited stronger antioxidant activity (IC50 = 98.74 ppm) than ethanol-citric acid extraction (IC50 = 146.46 ppm). These findings suggest that citric acid enhances extraction yield but may reduce antioxidant stability. Further research is needed to assess the impact of extraction conditions on the functional properties of butterfly pea flower extract
Studi Optimalisasi Proses Dekontaminasi Dengan Hidrogen Peroksida Fase Uap Pada Isolator Maizal Isnen; Katherin Indriawati
METANA Vol 22, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v22i1.79404

Abstract

Isolator sebagai fasilitas penunjang proses manufaktur produk farmasi, memiliki peran penting dalam memastikan kualitas produk yang dihasilkan. Guna menjamin tingkat steril dari suatu proses produksi, tahap dekontaminasi menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Terdapat beberapa metode, namun vHP (vaporized hydrogen peroxide) menjadi metode yang paling efektif dikarenakan daya jangkau yang lebih baik sehingga mampu mencapai celah terkecil pada isolator. Permasalahan waktu dekontaminasi yang lama dan adanya kondensasi uap hidrogen peroksida masih sering terjadi. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa tahap dehumidifikasi awal menjadi kunci untuk menghindari kondensasi. Penurunan kelembaban hingga 17%RH cukup efektif, dibuktikan dari nilai maksimum kelembaban yang dicapai selama proses injeksi adalah 50.58%RH, dibawah kelembaban saturasi pada 60 %RH. Selanjutnya, peningkatan nilai ACH pada tahap aerasi juga diperlukan. Selain itu, metode injeksi untuk tidak melalui filter juga perlu dipertimbangkan guna menghindari residu hidrogen peroksida pada media filter, yang dapat mempengaruhi waktu aerasi, dan kualitas produk farmasi yang dihasilkan.
Pengaruh Waktu Reaksi dan Rasio Volume Minyak- Metanol Pada Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah Dengan Katalis dari Abu Sekam Padi Berbantukan Gelombang Mikro Syarifuddin Oko; Andri Kurniawan; Alwathan Alwathan; Mustafa Mustafa; Damianus Samosir; Navita Wimatiara
METANA Vol 22, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v22i1.82908

Abstract

Biodiesel merupakan sumber bahan bakar alternatif yang berpotensi sebagai pengganti  minyak diesel dan disintesis dari minyak jelantah yang diperoleh dari minyak goreng kelapa sawit yang digunakan secara berulang-ulang. Minyak jelantah merupakan limbah yang dapat diolah menjadi bahan bakar diesel dengan reaksi esterifikasi dan transesterifikasi menggunakan metanol. Aspek penting dalam pembuatan biodiesel adalah katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu reaksi dan rasio volume minyak : metanol terhadap hasil dan mutu biodiesel dari minyak jelantah yang mengacu pada SNI 7182:2024. Bahan yang digunakan adalah abu sekam padi, dimana kandungan kimia yang terdapat pada abu sekam padi yaitu SiO2, Al2O3, K2O, CaO, MgO, Fe2O3, dan Na2O selanjutnya diimpregnasi dengan KOH. Variasi rasio volume metanol terhadap minyak jelantah adalah 1:2,84, 1:2,06, dan 1:1,62. Transesterifikasi dilakukan dengan variasi waktu terdiri dari 5, 6, 7,8 ,dan 9 menit dengan daya microwave sebesar 600 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik pada sintesis biodiesel adalah pada rasio volume 1:2,84 dengan waktu 8 menit. Produksi biodiesel menghasilkan metil ester sebesar 76,71% dengan viskositas 2,84 cSt, densitas 0,8998 9/ml, bilangan asam 0,27 mg KOH/g, kadar air 0,04%, dan rendemen 77,86%. Namun, pada analisa kadar metil ester dan densitas belum memenuhi SNI 7182:2024. 
Sintesis Katalis SO4/Fe2O3-MgO melalui Iradiasi Microwave Dibandingkan dengan Pemanasan Konvensional untuk Produksi Metil Ester Tamami Nukma Mujnadila; Rahma Amalia; Lea Aprilyani; Rosmawati Sipayung; Sri Mundarti; Nita Widyastuti; Nazarudin Nazarudin; Oki Alfernando; Ira Galih Prabasari
METANA Vol 22, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v22i1.79983

Abstract

Konversi katalitik minyak jelantah merupakan landasan produksi biodiesel berkelanjutan, di mana metode sintesis katalis yang efisien sangat menentukan karakteristik material akhir. Studi ini mengkomparasi katalis bifungsional SO₄/Fe₂O₃-MgO yang disintesis melalui iradiasi gelombang mikro (microwave) dan pemanasan konvensional. Karakterisasi material mengungkapkan perbedaan struktural yang signifikan, dimana katalis berbasis microwave (M) menunjukkan keunggulan pada analisa pola difraktogram dengan puncak difraksi yang tajam, pita S-O yang lebih signifikan, serta morfologi partikel yang seragam. Sebaliknya, katalis konvensional (H) memperlihatkan fenomena pelebaran puncak difraksi (peak broadening), pita S-O yang lebih lantai, dan morfologi yang tidak seragam. Pada kondisi reaksi 65°C dan rasio molar 1:12, kedua katalis menghasilkan yield metil ester yang sebanding (~86,5%). Namun, sintesis microwave menawarkan keunggulan berupa pengurangan waktu preparasi sintesis katalis dari 17 jam menjadi 30 menit.