cover
Contact Name
Hendra Stevani
Contact Email
Hendra Stevani
Phone
-
Journal Mail Official
mediafarmasipoltekkesmks@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Farmasi
ISSN : 02162083     EISSN : 26220962     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
UJI EFEK ANTI DIARE DAN UJI EFEK SISTEM SARAF OTONOM (SSO) INFUS DAUN TAPAK DARA ( Catharanthus roseus L.) TERHADAP HEWAN UJI MENCIT Samsidar Usman; Ismail Ibrahim
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.656 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.127

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efek pemberian Oleum Ricini yang merangsang timbulnya diare dan untuk mengetahui efek pemberian infuse Daun Tapak dara yang diujikan pada hewan uji mencit yang diinduksi diare dengan berbagai variasi konsentrasi infus dan sebagai pembanding digunakan Pilokarpin dan Atropin sulfat, di mana setiap konsentrasi infus dan kelompok pembanding tersebut, diteliti efeknya terhadap system saraf otonom, seperti miosis, midriasis, vasodilatasi, vasokontriksi, eksoftalmus, kejang, salviasi, dan diare pada interval waktu 30, 60, 90 dan 120 menit, begitupun dengan kelompok kontrol ( Air suling ). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa infuse Daun Tapak dara dapat menghambat timbulnya diare dan menimbulkan efek pada system saraf otonom yaitu pada system saraf simpatis dengan konsentrasi 10% sebesar 48,7% dan pada system saraf parasimpatis sebesar 38%. Sedangkan untuk system saraf simpatis dengan konsentrasi 15% sebesar 64% dan pada sistem saraf parasimpatis sebesar 51,7%. Kata kunci : Daun Tapak dara ( Catharanthus roseus L.),  Sistem Saraf Otonom, Hewan Uji Mencit
UJI STABILITAS MUTU FISIK SEDIAAN MASKER GEL WAJAH DARI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI CARBOPOL Dwi Rachmawati; Hendra Stevani; Eka Santi
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.204 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.75

Abstract

Jerawat terjadi karena adanya gangguan peradangan yang umumnya dipicu oleh bakteri propionibacterium acne. Secara empiris, daun belimbing wuluh digunakan sebagai antibakteri untuk pengobatan jerawat dan penggunaanya masih secara tradisional dan kurang praktis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan masker gel wajah dari ekstrak daun belimbing wuluh sebagai antijerawat serta diuji stabilitas mutu fisik sediaan. Ekstraksi daun belimbing wuluh dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Formulasi dibuat dengan konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh 10,5% dengan konsentrasi carbopol 0,5%, 1% dan 2%. Desain dalam penelitian ialah pre and post test design. Evaluasi sediaan masker gel wajah meliputi uji organoleptis, pH ,homogenitas, daya sebar dan uji sineresis. Berdasarkan hasil penelitian, ketiga formula masker gel menunjukkan konsistensi yang berbeda pada uji daya sebar setelah 21 hari penyimpanan pada suhu kamar. Hasil evaluasi sediaan menunjukkan bahwa formula dengan konsentrasi carbopol 2% memenuhi mutu fisik yang lebih baik daripada formula lainnya.
AKTIVITAS PERASAN BIJI PINANG (Areca catechu L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans Ikke Nurjannah; Hendra Stevani; Ratnasari Dewi
Media Farmasi XXX Vol 14, No 2 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.311 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i2.613

Abstract

Perasan biji pinang telah lama digunakan oleh masyarakat secara empiris untuk mencegah karies gigi tetapi belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dari perasan Biji Pinang (Areca catechu L.) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dengan mengukur diameter zona hambat. Perasan Biji Pinang dibuat dengan juicer dan diuji secara difusi cakram dengan menggunakan medium Nutrient Agar. Hasil pengujian diperoleh diameter rata-rata daya hambat yaitu perasan Biji Pinang 100% 18 mm, kontrol positif 13 mm dan kontrol negatif tidak memiliki daya hambat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perasan Biji Pinang memiliki aktivitas lebih besar terhadap Streptococcus mutans  dibanding Kontrol positif dan kontrol negatif. ( p<0,05 )
IDENTIFIKASI MEDICATION ERROR FASE COMPOUNDING PADA PASIEN ANAK RAWAT JALAN DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR Raimundus Chalik; Rusli Rusli; Nurul Hasanah
Media Farmasi XXX Vol 13, No 2 (2017): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.206 KB) | DOI: 10.32382/mf.v13i2.829

Abstract

Compounding error adalah suatu kesalahan yang terjadi pada proses peracikan, peracikan obat umumnya menjadi solusi terhadap keterbatasan formula obat untuk anak, yang berkaitan dengan medication error (ME). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kejadian ME fase compounding. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif rangcangan penelitian adalah cross sectional study. Hasil penelitian menemukan bahwa terjadi kesalahan pada Kebersihan alat dan meja racik 19,33%, obat tumpah pada saat pembuatan kapsul/puyer 14,66%, tidak mencuci tangan/memakai sarung tangan pada saat meracik obat 19,33%, perhitungan obat yang kurang akurat (seperti dibelah) 13,33%, dosis kurang karena menempel pada mortir dan blender 13,33%, dan meracik menggunakan blender 11,33%. hasil penelitian menyimpulkan bahwa terjadi medication error pada fase compounding. Kata kunci : medication error, compounding error
PENENTUAN TOTAL POLIFENOL EKSTRAK ETANOL KULIT KECAPI (Sandoricum koetjape) DARI LAMASI KABUPATEN LUWU santi sinala; Minati Minati; Alfrida Monica Salasa
Media Farmasi XXX Vol 14, No 2 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.245 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i2.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar total polifenol dari ekstrak etanol kulit kecapi (Sandoricum koetjape) dari Lamasi Kabupaten Luwu. Penentuan total polifenol dilakukan menggunakan spektrofotometer UV Vis pada panjang gelombang 656 nm dengan menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteau (1:1) dan Na2CO3 7,5 %. Hasil pengukuran berdasarkan dari absorban intensitas warna yang dikalibrasi dalam kurva baku asam gallat. Analis data menggunakan persamaan kurva baku y = 0,061x – 0,036. Diperoleh total polifenol pada ekstrak etanol kulit kecapi (Sandoricum koetjape) yaitu sebesar 5,74%. Kata kunci : Total polifenol, ekstrak kulit kecapi (Sandoricum koetjape), spektrofotometer uv-vis.
PENENTUAN NILAI MIC (MINIMUM INHIBITORY CONCENTRATION) DAN MKC (MINIMUM KILLING CONCENTRATION) EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP Candida albicans PENYEBAB KEPUTIHAN Alfrida Monica Salasa; St. Ratnah; ismail ibrahim
Media Farmasi XXX Vol 15, No 1 (2019): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.444 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i1.781

Abstract

Tanaman Kecombrang memiliki kandungan kimia seperti alkaloid, flavonoid, polifenol,steroid, saponin, dan minyak atsiri. Kandungan senyawa fitokimia pada tanaman diketahui mempunyai peranan yang sangat penting bagi kesehatan termasuk fungsinya dalam pencegahan terhadap penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan MKC (Minimum Killing Concentration) dari Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera elatior) terhadap pertumbuhan Candida albicans dengan metode dilusi cair. Penelitian ini merupakan eksperimen murni menggunakan ekstrak daun kecombrang lalu ditentukan nilai MIC dan MKC dengan menggunakan metode dilusi cair. Konsentrasi yang digunakan adalah 1,25 %; 2,5%; 3,75%; 5%; 6,25%; 7,5%; 8,75%; 10%; 12,5%; 15%; 17,5%; 20%; 22,5%; 25% b/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration) ekstrak Daun Kecombrang terdapat pada konsentrasi 6,25% b/v dan nilai MKC (Minimum Killing Concentration) terdapat pada konsentrasi 8,75% b/v. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera elatior) efektif untuk menghambat dan membunuh jamur Candida albicans.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETIL ASETAT KECAMBAH KEDELAI HITAM (Glycine soja) YANG DIHIDROLISIS DENGAN ASAM KLORIDA Nurisyah Nurisyah; Alfrida Monica Salasa; Elisabeth Natalia Barung; Ratnasari Dewi
Media Farmasi XXX Vol 15, No 1 (2019): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.426 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i1.797

Abstract

Isoflavon dalam  kecambah kedelai hitam (Glycine soja) berada dalam bentuk glikosida. Hidrolisis dengan asam dapat mengubah isoflavon glikosida menjadi isoflavon aglikon dan glukosa. Isoflavon diperoleh melalui ekstraksi dengan pelarut etanol dan campuran etanol dan HCL secara maserasi.. Penelitian bertujuan membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak tanpa hidrolisis dan yang dihidrolisis. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi senyawa isoflavon dari ekstrak etanol dengan pelarut etil asetat. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan mengukur jumlah DPPH yang tereduksi dari senyawa antioksidan sampel menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Aktivitas antioksidan dihitung sebagai  %pengikatan DPPH oleh sampel, kemudian ditentukan nilai IC50 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak etil asetat kecambah kedelai hitam  tanpa hidrolisis sebesar 341,88 ppm dan ekstrak terhidrolisis sebesar 179,204 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak terhidrolisis memiliki aktivitas antioksidan 2 kali lebih kuat dari ekstrak tanpa hidrolisis. Kata kunci : kecambah, kedelai hitam, hidrolisis,, aktivitas antioksidan.
UJI EFEK ANALGETIK INFUSA JAHE (Zingiber officianale Roscoe) TERHADAP HEWAN UJI MENCIT JANTAN (Mus musculus) Sisilia Rosmala Dewi; Hiany Salim
Media Farmasi XXX Vol 14, No 2 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.645 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i2.585

Abstract

Jahe merupakan tanaman rimpang yang termasuk dalam familia Zingiberaceae yang digunakan sebagai  bahan obat tradisional oleh masyarakat. Hewan uji yang digunakan sebanyak 15 ekor terbagi atas 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor mencit, kemudian diinduksi dengan larutan CH3COOH (asam asetat) 1% v/v secara Intraperiotoneal (i.p) volume pemberian 1 ml/gBB sebagai induksi rasa nyeri kemudian dibiarkan salama 15 menit. Lalu dilakukan perlakuan pada masing-masing kelompok dengan konsentasi 10% b/v, 20% b/v, dan 30% b/v. Kontrol positif yang digunakan adalah suspensi asam mefenamat dan aquadest sebagai kontrol negatif, evaluasi efek analgetik dilakukan dengan mengamati geliang/geliat hewan uji yang muncul tiap-tiap 5 menit dengan rentang waktu 60 menit. Hasil penelitan setelah dianalisis menunjukkan bahwa pemberian infusa jahe (Zingiber officianale Roscoe) dengan konsentrasi 10% b/v, 20% b/v, dan 30% b/v memberikan efek analgetik pada mencit dan tidak ada perbedaan dengan  suspensi asam mefenamat.Kata kunci : Efek Analgetik infusa jahe (Zingiber officianale Roscoe)
STUDI IDENTIFIKASI DRUG RELEATED PROBLEM’S (DRPs) PADA PASIEN DIARE DI PERAWATAN ANAK RSUD PANGKEP SULAWESI SELATAN Asyikin, Asyhari
Media Farmasi XXX Vol 13, No 2 (2017): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.264 KB) | DOI: 10.32382/mf.v13i2.787

Abstract

Telah dilakukan Penelitian mengenai ini Drug Related Problems (DRPs) pada pasien diare di perawatan anak RSUD Pangkep Sulawesi Selatan pada bulan Agustus 2017. Penelitian ini termasuk penelitian jenis non-eksperimental, dan  bertujuan untuk mengetahui Drug Related Problems (DRPs) pada pasien diare di perawatan anak RSUD Pangkep Sulawesi Selatan periode  Januari – April 2017, pengambilan data dilakukan secara restropektif dari catatan rekam medik pasien dan dianalisis secara deskriptif. Pengambilan sampel ditentukan secara purposive sampling dengan kriteria anak yang menderita diare di Perawatan anak RSUD Pangkep periode Januari-April 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien anak yang menderita diare adalah sebanyak 73 pasien yang didominasi oleh anak yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 42 pasien (57,53%) dengan mayoritas pasien usia 0-1 tahun sebanyak 48 pasien (65,75%). Jenis Drug Related Problems (DRPs) yang paling banyak terjadi adalah ketidaktepatan pemilihan obat antibiotika sebesar 20 kasus (27,40%), diikuti indikasi tanpa obat sebesar  26,03%, dan obat tanpa tanpa indikasi sebesar 10,96%Kata kunci: Diare anak, DRPs, ketidaktepatan  pemilihan obat, indikasi tanpa obat, obat tanpa  indikasi
SKRINING FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETANOL BUAH DELIMA (Punica granatum L.) DENGAN METODE UJI WARNA Muthmainnah B
Media Farmasi XXX Vol 13, No 2 (2017): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.338 KB) | DOI: 10.32382/mf.v13i2.880

Abstract

Telah dilakukan penelitian skrining fitokimia ekstrak etanol buah delima (Punica granatum L.) yang diperoleh dari Desa Ongkoe Kabupaten Wajo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder meliputi flavanoid, alkaloid, terpenoid, steroid, saponin dan tanin pada ekstrak etanol buah delima (Punica granatum L.). Penelitian diawali dengan pengolahan buah delima (Punica granatum L.) menjadi simplisia serbuk dengan melalui tahap sortasi basah, pencucian, pengeringan dan sortasi kering. Selanjutnya penelitian dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 70% dengan perbandingan 1:3 selama 5 hari dengan metode ekstraksi. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi simplisia serbuk buah delima (Punica granatum L.) dengan menggunakan metode maserasi (perendaman) dengan pelarut etanol 70% sedangkan identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan skrining fitokimia dengan uji warna menggunakan berbagai pereaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol buah delima (Punica granatum L.) positif mengandung flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin dan tanin sedangkan pada uji steroid diperoleh hasil yang negatif. Kesimpulannya yaitu ekstrak etanol buah delima (Punica granatum L.) mengandung flavanoid,alkaloid, terpenoid, saponin dan tanin.

Page 6 of 19 | Total Record : 185