cover
Contact Name
Hendra Stevani
Contact Email
Hendra Stevani
Phone
-
Journal Mail Official
mediafarmasipoltekkesmks@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Farmasi
ISSN : 02162083     EISSN : 26220962     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
EFEK KONSELING TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU PADA TERAPI DIARE BALITA Khaerani Mukhtar
Media Farmasi XXX Vol 14, No 2 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.309 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i2.561

Abstract

Peranan farmasis dalam mengoptimalkan terapi diare pada pasien sangat dibutuhkan dimana farmasis diharapkan dapat memberikan konseling tentang terapi yang benar pada diare anak. Konseling merupakan komponen dari pelayanan kefarmasian yang perlu dilaksanakan untuk meningkatkan hasil terapi, dengan memaksimalkan penggunaan obat yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan konseling terhadap tingkat pengetahuan ibu di Puskesmas Pampang kota Makassar dalam terapi diare pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian analitik observasional dengan menggunakan analisis kuantitatif. Pendekatan waktu yang digunakan yaitu rancangan penelitian observasional studi one group pre-post test. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang bermakna antara hasil pre-test dengan post-test dimana data significancy dari kedua kelompok data adalah 0,000 (p < 0,05) yang menyatakan bahwa adanya hubungan konseling terhadap tingkat pengetahuan ibu pada terapi diare balita di Puskesmas Pampang kota Makassar.
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI DEPO IGD RUMAH SAKIT TK II PELAMONIA MAKASSAR ira widya sari; desi reski fajar; Rahmawati Rahmawati
Media Farmasi XXX Vol 14, No 2 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.312 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i2.599

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Depo IGD Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar pada bulan juni tahun 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di depo igd rumah sakit tk II pelamonia Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental menggunakan metode cross-sectional dengan rancangan penelitian secara deskriptif dengan menggunakan analisis kuantiitatif. Jumlah sampel yang diambil pada penelitian ini sebanyak 100 responden. Pengambilan data diperoleh dengan penyebarann kuesioner dimana pertanyaan dalam kuesioner tersebut mencakup 5 dimensi yaitu keandalan, ketanggapan, kepastian, empati dan berwujud.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan maka diperoleh persentase responden merasa puas terhadap pelayanan kefarmasian yang dilakukan di Depo IGD Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar adalah 98 % dan selebihnya respoonden menyatakan tidak puas. Responden yang merasa puas terhadap keandalan  sebanyak 96 % dan tidak puas sebanyak 4 %, untuk hasil dari ketanggapan, kepastian, empati dan berwujud adalah sebanyak 99 % responden menyatakan puas dan selebihnya kurang puas. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian yang ada di Depo IGD Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar sudah cukup baik. Kata Kunci : Tingkat Kepuasan, Pelayanan Kefarmasian, dan Depo IGD  Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar
AKTIVITAS EKSTRAK KULIT BUAH PISANG AMBON (Musa paradisiaca var. Savientum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli Dwi Rachmawati; Alfrida Monica Salasa; Resti Miri
Media Farmasi XXX Vol 13, No 2 (2017): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.15 KB) | DOI: 10.32382/mf.v13i2.830

Abstract

Buah Pisang Ambon merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan obat tradisonal, namun kulitnya hanya menjadi limbah buangan di masyarakat. Kulit buah pisang ambon mengandung senyawa tannin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas ekstrak kulit buah pisang ambon terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Kulit Buah Pisang Ambon yang diperoleh dari pasar Senggol Kota Makassar dikeringkan lalu di maserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas dengan metode difusi agar. Hasil uji aktivitas menunjukkan diameter zona hambat rata-rata  untuk konsentrasi 2% sebesar 12 mm, konsentrasi 4% sebesar 16 mm, dan pada konsentrasi 8%  sebesar 19,33 mm, Kotrimoksazole sebagai kontrol positif sebesar 22 mm dan aquadest steril sebagai kontrol negatif tidak memperlihatkan adanya zona hambat. Hasil uji statistik Kruskal-Wallis (p<0,05) menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar semua perlakuan. Maka dapat disimpulkan bahwa semua konsentrasi ekstrak Kulit Buah Pisang Ambon  (Musa paradisiaca var. Savientum L.)memiliki aktivitas terhadap pertumbuhan Escherichia coli, dan aktivitas yang paling besar ditunjukkan oleh konsentrasi 8% walaupun aktivitasnya masih dibawah kontrol positif.Kata kunci : Kulit buah pisang ambon, ekstrak, aktivitas, Escherichia coli.
UJI POTENSI ANTIMIKROBA HASIL FRAKSINASI EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP Candida albicans PENYEBAB KEPUTIHAN PADA IBU HAMIL St. Ratnah; Alfrida Monica Salasa; Ismail Ibrahim
Media Farmasi XXX Vol 14, No 2 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.665 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i2.595

Abstract

Tanaman Kecombrang memiliki kandungan kimia seperti alkaloid, flavonoid, polifenol,steroid, saponin, dan minyak atsiri, dimana kandungan kimia tersebut dapat berperan dalam pencegahan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan potensi antimikroba hasil fraksinasi ekstrak daun kecombrang terhadap Candida albicans penyebab keputihan pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan eksperimen murni menggunakan ekstrak daun kecombrang, diisolasi menggunakan kromatografi kolom sehingga diperoleh fraksi-fraksi. Hasil fraksinasi selanjutnya diuji potensi antimikrobanya terhadap Candida albicans penyebab keputihan pada ibu hamil.  Zona hambat yang diperoleh diukur untuk menentukan potensi antimikroba hasil fraksinasi ekstrak Daun Kecombrang tersebut. Hasil penelitian Daun Kecombrang (Etlingera elatior), dapat disimpulkan bahwa isolasi senyawa kimia ekstrak etanol Daun Kecombrang (Etlingera elatior) diperoleh 3 senyawa murni. Ketiga senyawa murni tersebut dapat menghambat Candida albicans, rata-rata diameter zona hambat dari senyawa A = 13,66 mm, senyawa  C = 10,40 mm dan senyawa E = 9,33 mm. Hasil statistik one way anava menunjukkan bahwa fraksi A (F.A) memiliki potensi antimikroba yang berbeda dengan fraksi C (F.C) dan Fraksi E (F.E) (sig p < 0,05) sedangkan fraksi C (F.C) dan Fraksi E (F.E) memiliki potensi antimikroba yang sama (sig p > 0,05).
ISOLASI DAN UJI POTENSI FUNGI ENDOFIT KULIT BATANG LANGSAT (Lansium domesticum Corr.) PENGHASIL ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Andi Indrawati; Nur Aeni Hartih; Muyassara Muyassara
Media Farmasi XXX Vol 15, No 1 (2019): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.114 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i1.776

Abstract

Mikroba (fungi atau bakteri) endofit yang terdapat di dalam tanaman tidak menimbulkan kerusakan yang tampak, dan mampu memproduksi metabolit sekunder sesuai dengan tanaman inangnya.Fungi endofit secara in vitro memproduksi metabolit aktif yang dapat berfungsi sebagai antibakteri, herbisida dan juga pestisida alami. Salah satu tanaman yang telah diteliti sebelumnya terdapat fungi endofit di dalamnya adalah tanaman langsat (Lansium domesticum) (Fety, 2015). Batang tanaman langsat mengandung senyawa flavonoid, saponin, tannin, dan triterpenoid yang diduga sebagai senyawa antibakteri. Tujuan penelitian yaitu untuk mengisolasi fungi endofit kulit batang langsat penghasil antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode isolasi dan difusi agar (Kirby Bauer). Hasil yang diperoleh terdapat 2 isolat fungi endofit; isolat I yaitu Rhizopus sp. dan isolat II yaitu Aspergillus sp. Uji potensi antibakteri isolat I dan isolat II terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli masing-masing memiliki diameter zona hambat rata-rata 15,67 mm; 11,67 mm, dan 17,76 mm; 21,93 mm. Berdasarkan hasil penelitian, maka kedua isolat fungi endofit pada kulit batang langsat berpotensi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SECARA IN VITRO DARI EKSTRAK ETANOL PROPOLIS DENGAN METODE DPPH (1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL) santi sinala; Sisilia Teresia Rosmala Dewi
Media Farmasi XXX Vol 15, No 1 (2019): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.058 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i1.820

Abstract

Penyakit degeneratif seperti kanker, penuaian dini dan jantung dapat disebabkan oleh adanya radikal bebas. Radikal bebas memiliki satu rantai yang tidak memiliki pasangan electron sehingga sangat reaktif untuk mencari pasangan electron pada sel yang normal. Ikatan ini dapat menganggu sinyal sel sehingga terjadilah kerusakan sel pada sel normal. Radikal bebas dapat ditangkal dengan adanya bahan antioksidan. Melihat kandungan polifenol dan flavonoid pada propolis pada penelitian sebelumnya, maka ditelitilah aktivitas antioksidan dari propolis ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya aktivitas ekstrak etanol propolis berdasarkan dari nilai IC50 (Inhibition Consentrasi) menggunakan metode DPPH. Ekstrak etanol propolis dibuat dalam konsentrasi 400 µg/ml, 800 µg/ml, 1200 µg/ml, 1400 µg/ml, 1600 µg/ml, 1800 µg/ml dan 2000 µg/ml sedangkan vitamin C dibuat dalam konsentrasi 10 µg/ml, 20 µg/ml, 30 µg/ml, 40 µg/ml, dan 50 µg/ml. Masing-masing seri ditambahkan DPPH 40 µg/ml dan diinkubasi selama 30 menit. Sampel diukur pada spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm. Nilai IC50 yang diperoleh adalah 1216.66 µg/ml dan nilai IC50 Vitamin C adalah 13.7658 µg/ml. Dari hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol propolis termasuk dalam kategori tidak aktif dibandingkan dengan vitamin C. Kata Kunci : Antioksidan, IC50 , Ekstrak Etanol Propolis, DPPH, Vitamin C
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI DAN DAUN BINAHONG TERHADAP Streptococcus mutans Isnaeni Usman; Jane Stefany Rambung; Ermi Reski Hijriah AR; Ismail Ismail
Media Farmasi XXX Vol 15, No 2 (2019): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.659 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i2.1058

Abstract

Dental caries and bad breath are oral health problems that are quite prevalent in teenagers and young children. These conditions are caused by Streptococcus mutans bacteria, which are normal flora found in the oral cavity. However, in large numbers, these bacteria have the potential to trigger the formation of dental plaque. The purpose of this study is to compare the antibacterial activity of the extract of the basil and Binahong leaves and their combination against the bacterium Streptococcus mutans. The extract of the basil and Binahong leaves were made by the maceration method using 70% ethanol, followed by phytochemical screening and determination of antibacterial activity. The results of phytochemical screening show that basil leaf extract contains alkaloid and flavonoid, while binahong has alkaloid and phenolic compounds. The test on the antibacterial activity of a single extract using the diffusion method shows that a concentration of 7% per extract is the most optimal and inhibit Streptococcus mutans. Therefore, the antibacterial activity of the extract of binahong to basil leaves was tested in a ratio of 50 to 50, 70 to 30, and 30 to 70. The most optimal concentration was 70:30.Keywords: Mouthwash, Basil Leaves, Binahong Leaves, Streptococcus mutans Karies gigi dan bau mulut merupakan masalah kesehatan mulut yang menjadi keluhan para remaja maupun anak-anak yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans yang merupakan bakteri flora normal yang ditemukan dalam rongga mulut namun dalam jumlah besar bakteri tersebut dapat memicu terbentuknya plak gigi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak ekstrak daun kemangi dan daun Binahong dan kombinasi keduanya terhadap bakteri bakteri Streptococcus mutans. Ekstrak daun kemangi dan ekstrak daun Binahong dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%,, kemudian dilakukan skrining fitokimia dan penentuan aktivitas antibakterinya. Hasil skrining fitokimia, ekstrak daun kemangi mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid, sedangkan ekstrak daun binahong mengandung senyawa alkaloid dan fenolik. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak tunggal menggunakan metode difusi agar menujukkan bahwa konsentrasi 7% tiap ekstrak merupakan konsentasi paling optimal yang dapat menghambat Streptococcus mutans. Dari hasil tersebut dilakukan pengujian aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun binahong : daun kemangi dengan perbandingan 50:50, 70:30,  dan 30:70. Konsentrasi yang paling optimal adalah kombinasi 70:30.Kata kunci : Mouthwash, Daun Kemangi, Daun Binahong, Streptococcus mutans
COVER DAN DAFTAR ISI VOLUME 15 NO 2 TAHUN 2019 Hendra Stevani
Media Farmasi XXX Vol 15, No 2 (2019): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1337.771 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i2.1325

Abstract

FORMULASI MASKER PEEL OFFEKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) MENGGUNAKAN POLIVINIL ALKOHOL (PVA) Hamsinah Hasan; Syahratul Hawaisah Yahya; Ririn Ririn
Media Farmasi XXX Vol 15, No 2 (2019): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.216 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i2.1244

Abstract

The red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) is a plant with lots of polyphenols that contains greater natural antioxidants compared on its peel which has not been optimally utilized in the manufacture of face and skincare products.  This research, therefore, aims to produce peel-off masks from ethanol extracts of red dragon fruit using various concentrations of polyvinyl alcohol. It started by extracting samples using 96% ethanol solvent by the maceration method, followed by the formulation of the peel-off mask using polyvinyl alcohol. The mask evaluation process consists of organoleptic, pH, homogeneity, drying time, viscosity, and flow determination. The result showed that the peel-off mask formula with a 10% polyvinyl alcohol base has optimal pharmaceutical stability.Key words: Red dragon fruit extract (Hylocereus polyrhizus): Peel-off mask: Polyvinyl alcohol (PVA) Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan salah satu tanaman yang kaya akan polifenol dan merupakan sumber antioksidan. Saat ini pemanfaatan buah naga merah terpaku pada daging buahnya, sedangkan kulitnya belum dimanfaatkan secara optimal, apalagi dalam perawatan kulit dan wajah. Selain itu, aktivitas antioksidan pada kulit buah naga merah lebih besar dibandingkan daging buahnya, sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi sumber antioksidan alami (Wu, et all. 2006). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sediaan masker peel off dari ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan menggunakan variasi konsentrasi polivinil alkohol untuk membantu dalam pembentukan film. Penelitian ini diawali dengan mengekstraksi sampel kulit buah naga merah dengan menggunakan pelarut etanol 96 % menggunakan metode maserasi. Ekstrak etanol yang diperoleh selanjutnya diformulasi menjadi sediaan masker peel off dengan menggunakan polivinil alkohol. Evaluasi masker peel off meliputi organoleptik, pH, Homogenitas, lama pengeringan, viskositas, dan penentuan aliran. Formula masker peel off dengan basis polivinil alkohol 10 % memiliki stabilitas farmaseutik yang optimalKata kunci : Ekstrak Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus): Masker peel off:  Polivinil Alkohol (PVA)
FORMULASI PASTA GIGI DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) DENGAN Natrii carboxymethylellulosum SEBAGAI PENGENTAL Adnan, Jumasni; Karim, Abd; Asri, Kasmawati
Media Farmasi XXX Vol 15, No 2 (2019): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.879 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i2.1127

Abstract

Binahong leaves offer a lot of benefits, including being used as an anti-inflammatory, antibacterial, and analgesic, which are very useful for maintaining oral health. The purpose of this study was to formulate and evaluate the physical stability of toothpaste preparations from the ethanol extract of Binahong Leaf (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) with Natrii Carboxymethylellulosum as a thickener. Binahong Leaf Extract toothpaste formulation was made through the addition of Natrii Carboxymethylellulosum of 2.5%, 3.5%, and 4.5% concentrations. The toothpaste was evaluated based on organoleptic, pH, homogeneity, and formation of high foam. The results showed a homogeneous toothpaste with a light green color, distinctive aroma of extracts and mint, sweet taste, a pH of around 6, and a foam height of 11 cm. From the evaluation results, toothpaste with Natrii Carboxymethylellulosum of 2.5% concentration has a better physical quality compared to other formulas.Keywords: Binahong Leaves, Natrii Carboxymethylellulosum, ToothpasteDaun binahong memiliki banyak manfaat seperti antiinflamasi, antibakteri, dan analgesik yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasi dan mengevaluasi stabilitas fisik sediaan pasta gigi dari ekstrak etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (ten.) Steenis) dengan Natrii Carboxymethylellulosum  sebagai pengental. Formulasi pasta gigi Ekstrak Daun Binahong dibuat dengan penambahan Natrii Carboxymethylellulosum sebesar 2,5%, 3,5%, dan 4,5%. Pasta gigi dievaluasi organoleptik, pH, homogenitas dan pembentukan tinggi busa. Hasil evaluasi menunjukkan persiapan pasta gigi homogen dengan warna hijau muda, aroma khas ekstrak dan mint, serta rasa manis, pH berkisar 6, dan pembentukan tinggi busa sebesar 11 cm. Berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan pasta gigi dengan konsentrasi Natrii Carboxymethylellulosum 2,5% memilki kualitas mutu fisik yang lebih baik dibandingkan formula lain.Kata kunci: Daun Binahong, Natrii Carboxymethylellulosum, Pasta Gigi

Page 7 of 19 | Total Record : 185