cover
Contact Name
HERIANSYAH
Contact Email
HERIANSYAH
Phone
-
Journal Mail Official
mediakeperawatanmakassar@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870035     EISSN : 26220148     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Media Keperawatan diterbitkan oleh Jurusan Keperawatan Poltekkes Makassar dengan periode terbit 2 kali dalam setahun, yaitu terbit di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEPATUHAN GAYA HIDUP SEHAT DIMEDIASI FAKTOR PERSONAL PADA PASIEN HIPERTENSI BERBASIS SOCIAL COGNITIVE THEORI Nurul Khusnul Khotimah
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 2 (2019): Media Keperawatan : Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Most patients with hypertension were found to have a low level of adherence to a healthy lifestyle. According to Social Cognitive theory that environmental factors are one that influences a person's behavior and these environmental factors can influence personal factors and then personal factors affect lifestyle compliance. The purpose of knowing the relationship between environmental factors and healthy lifestyle adherence mediated by personal factors in hypertensive patients based on social cognitive theory. The method uses a descriptive analysis approach with explanatory research and uses survey methods. Analysis using PLS. The results of PLS analysis have a relationship between environmental factors and personal factors obtained by the path coefficient value of 0.259 and T statistic of 4.523 (T> 1.96). There is a relationship between environmental factors and compliance with path coefficient values of 0.573 and T statistics 11.634 (T> 1.96). There is a relationship between personal factors and compliance, the path coefficient value is 0.192 and the T statistic is 3.152 (T> 1.96). and conclusion There is a relationship between environmental factors and healthy lifestyle compliance both directly and through the mediation of personal factors.   Keywords: Complian, Environmental Factors, Hypertension, Lifestyle, Personal Factors    ABSTRAK   Sebagian besar pasien yang mengalami hipertensi ditemukan memiliki tingkat kepatuhan gaya hidup sehat yang tergolong rendah. Menurut Social Cognitive theory bahwa factor lingkungan merupakan salah satu yang mempengaruhi perilaku seseorang dan factor lingkungan ini bisa mempengaruhi factor personal dan kemudian factor personal mempengaruhi kepatuhan gaya hidup. Tujuan mengetahui hubungan antara factor lingkungan dengan kepatuhan gaya hidup sehat yang dimediasi factor personal pada pasien hipertensi berbasis social cognitive theory. Metode menggunakan pendekatan analisis deskriptif dengan penelitian explanatory research dan menggunakan metode survey. Analisis menggunakan PLS. Hasil analisis PLS ada hubungan faktor lingkungan dengan faktor personal didapatkan nilai koefesien jalur 0.259 dan T statistic 4.523 (T>1.96). Ada hubungan faktor lingkungan dengan kepatuhan  didapatkan nilai koefesien jalur 0.573 dan T statistic 11.634 (T>1.96). Ada hubungan faktor personal dengan kepatuhan didapatkan nilai koefesien jalur 0.192 dan T statistic 3.152 (T>1.96).  dan kesimpulan ada hubungan antara factor lingkungan dengan kepatuhan gaya hidup sehat baik secara langsung maupun melalui mediasi factor personal. Kata kunci : Faktor Lingkungan, Faktor Personal, Gaya Hidup, Hipertensi, Kepatuhan 
PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATTALLASSANG KAB. TAKALAR Salmah arafah; Kamriana Kamriana
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 2 (2019): Media Keperawatan : Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.733 KB) | DOI: 10.32382/jmk.v10i2.1336

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolic lebih dari 90 mmHg. Selain terapi farmakologi, penatalaksanaan hipertensi dapat menggunakan terapi nonfarmakologi salah satunya terapi rendam kaki air hangat. Tujuan: penelitian untuk mengetahui pengaruh rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pattallassang Kab. Takalar. Sampel adalah penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pattallassang Kab Takalar yang memenuhi criteria inklusi, menggunakan teknik sampel random sampling dengan metode purposive sampling, didapatkan 15 orang. Desain Penelitian menggunakan metode penelitian Eksperiment Design dengan rancangan One Group Times Series, dilakukan observasi pretest kemudian perlakuan (Terapi Rendam Kaki Air Hangat) dan observasi post test sebanyak 3 kali. Hasil Penelitian berdasarkan uji Friedman didapatkan bahwa didapatkan bahwa p=0,000 < α=0,05, maka ada pengaruh antara hasil tekanan darah sistolik setelah rendam kaki air hanga. Berdasarkan uji Wilcoxon, terdapat pengaruh terhadap penurunan tekanan darah (p-value = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini, terapi rendam kaki air hangat efektif menurunkan tekanan darah pada hipertensi, di Wilayah Kerja Puskesmas Pattallassang Kab. Takalar.Kata kunci : rendam kaki air hangat, tekanan darah, hipertensi
HUBUNGAN PENERAPAN RAWAT GABUNG DAN KELOMPOK PENDUKUNG ASI (KP-ASI) DENGAN CAKUPAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN PANGKEP Nasriani Nasriani
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 2 (2019): Media Keperawatan : Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v10i2.1324

Abstract

ABSTRACTThe Indonesian government has made efforts to increase exclusive breastfeeding in various ways. The issuance of laws and regulations regarding exclusive breastfeeding has also been carried out, but the implementation has not been in accordance with the Indonesian National Standard (SNI). This study aims to analyze the relationship between the application of admission care and the formation of a support group (KP) Asi with exclusive breastfeeding coverage in Pangkep Regency. This study was an observational analytic study with a cross sectional study design. The population in this study was the head of the puskesmas / program responsible and post partum mothers who were in all Pangkep District health centers, as many as 23 puskesmas. Sampling from the study population was carried out by means of purposive sampling, namely 22 puskesmas with inpatients in Pangkep district. Data collection was carried out by looking at the exclusive ASI report of the Pangkep District Health Office, distribution of questionnaires, interviews and then processed using the SPSS program with the chi square test. Data analysis techniques using univariate, bivariate and multivariate tests with the forward step method (conditional). The results showed that (p <0.05) which means H0 was rejected. Thus the application of merger care is related to exclusive ASI coverage ABSTRAKPemerintah Indonesia telah melakukan upaya peningkatan pemberian ASI eksklusif dengan berbagai cara. Menerbitkan peraturan dan perundang- undangan   mengenai   pemberian   ASI   eksklusif   pun   sudah   dilakukan, namun pelaksanaannya belum sesuai dengan Standar nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan penerapan rawat gabung dan pembentukan kelompok pendukung (KP) Asi Dengan Cakupan ASI Eksklusif Di Kabupaten Pangkep. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangn cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala puskesmas /penanggung jawab program dan ibu post partum yang berada di seluruh puskemas Kabupaten Pangkep yaitu sebanyak 23 puskesmas. Penarikan sampel dari populasi penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu puskesmas yang memiliki rawat inap di kabupaten pangkep sebanyak 22 puskesmas. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat laporan ASI Eksklusif Dinas Kesehatan kabupaten  Pangkep, pembagian kuesioner, wawancara kemudian diolah dengan menggunakan program SPSS dengan uji chi square. Teknik analisa data dengan menggunakan uji univariat, bivariat dan multivariate dengan metode forward stepwice (conditional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (p<0,05) yang berarti H0 ditolak. Dengan demikian penerapan rawat gabung berhubungan dengan cakupan ASi eksklusif. 
PENGARUH SELF DIABETES MANAGEMENT EDUCATION (SDME) TERHADAP PENGETAHUAN ANGGOTA KELUARGA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGASA KOTA MAKASSAR Sitti Rahmatia; Mardiana Mustafa; Andy Setiawan
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 2 (2019): Media Keperawatan : Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.515 KB) | DOI: 10.32382/jmk.v10i2.1308

Abstract

ABSTRACTSelf Diabetes Management Education (SDME) is a process of health education for individuals or families in managing Diabetes Melitus which has been developed since the 1930s by Joslin Diabetes Center. SDME uses guideline, counseling and intervention methods to increase knowledge about Diabetes Mellitus and improve individual and family skills in managing Diabetes Mellitus. Lack of knowledge or public awareness is one of the factors that contribute to the high incidence of diabetes mellitus. In general, the purpose of the research was to determine the effect of SDME on the knowledge of family members with diabetes mellitus patients at Mangasa health center Makassar. This research used quasy experiment with pre posttest group design. The number of research samples was 17 respondents for the intervention group and 17 respondents in the control group. The intervention group received SDME for 3 weeks, while the control group was given Leaflet education. Based on the results of the Wilcoxon analysis, the value of þ = 0.001 is smaller than 0.05 (<0.05), which means that there is a significant relationship between Self Diabetes Management Education and the knowledge of family members with Diabetes Mellitus. Self Diabetes Management Education Increases the knowledge of family members with Diabetes Mellitus patients in health center Mangasa working area, Makassar city.Keyword: SDME, Knowledge, Diabetes Mellitus ABSTRAKSelf Diabetes Management Education (SDME) merupakan proses pendidikan kesehatan bagi individu atau keluarga dalam mengelola penyakit Diabetes Melitus yang telah dikembangkan sejak tahun 1930-an oleh Joslin Diabetes Center. SDME menggunakan metode pedoman, konseling dan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan mengenai Diabetes serta meningkatkan keterampilan individu dan keluarga dalam mengelola penyakit Diabetes Melitus. Kurangnya pengetahuan atau kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian Diabetes Melitus. Secara umum tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh SDME terhadap pengetahuan anggota keluarga penderita Diabetes Melitus di Wilayah kerja Puskesmas Mangasa Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan pre post test group design. Jumlah sampel penelitian 17 responden untuk kelompok intervensi dan 17 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan SDME selama 3 minggu, sedangkan kelompok kontrol diberi edukasi berupa Leaflet. Berdasarkan hasil analisis Wilcoxon diperoleh nilai þ =0,001 lebih kecil dari 0,05 (<0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara Self Diabetes Management Education terhadap pengetahuan anggota keluarga penderita Diabetes Melitus. Self Diabetes Management Education meningkatkan pengetahuan anggota keluarga penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Kota Makassar.Kata Kunci: SDME, Pengetahuan, Diabetes Melitus 
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 TENTANG MANAJEMEN DIABETES MELITUS Ahmad J
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 2 (2019): Media Keperawatan : Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v10i2.1334

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Kurangnya pengetahuan terhadap manajemen penyakit diabetes melitus dapat meningkatkan terjadinya komplikasi yang lebih buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus tipe 2 terhadap manajemen diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan melibatkan 80 orang sampel. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini ditemukan sebanyak 56,2% pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki pengetahuan yang baik tentang manajemen diabetes melitus dan 43,8% memiliki keyakinan yang kurang terhadap manajemen diabetes melitus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien diabetes melitus tipe 2 sudah memiliki keyakinan yang baik terhadap manajemen diabetes melitus.Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Kurangnya pengetahuan terhadap manajemen penyakit diabetes melitus dapat meningkatkan terjadinya komplikasi yang lebih buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus tipe 2 terhadap manajemen diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan melibatkan 80 orang sampel. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini ditemukan sebanyak 56,2% pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki pengetahuan yang baik tentang manajemen diabetes melitus dan 43,8% memiliki keyakinan yang kurang terhadap manajemen diabetes melitus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien diabetes melitus tipe 2 sudah memiliki keyakinan yang baik terhadap manajemen diabetes melitus.
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI POLINEUROPATI DIABETIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANTANG PERUMNAS KECAMATAN MANGGALA KOTA MAKASSAR Ubo, Naharia La; khair, mukhlisah nurul
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 2 (2019): Media Keperawatan : Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.885 KB) | DOI: 10.32382/jmk.v10i2.1249

Abstract

Diabetic polyneuropathy is one of the complications illustrating the extent of peripheral nerve involvement and generally bilateral symmetrical distribution including sensory, motor and autonomic disorders. The aim of the study was to determine the long association of type II diabetes mellitus with the incidence of complications of diabetic polyneuropathy in the Work Area of the Antang Perumnas Health Center, Manggala District, Makassar City. This study was designed with an analytical descriptive method using a cross sectional design and using Chi Square Test. The sampling technique in this study uses Purposive Sampling. The results of the study were p = 0.004, there was a long association with type II diabetes mellitus with the incidence of diabetic polyneuropathy. The conclusion of this study was that there was a significant relationship between the duration of suffering from type II diabetes mellitus and the incidence of diabetic polyneuropathy. It is better if people with diabetes mellitus can maintain blood glucose control and do the best foot care in accordance with what is recommended by health workers and carry out healthy living behaviors with diabetes mellitus.
ROLE MODEL PENDEKATAN EDUKATIF HEALTH PROMOTION TERHADAP PENURUNAN STIGMA MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT KUSTA Rifa&#039;i Rifa&#039;i
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.541 KB) | DOI: 10.32382/jmk.v11i1.1545

Abstract

Kusta (lepra) atau morbus hansen merupakan penyakit menular yang menahun disebabkan oleh mycobacterium leprae yang menyerang syaraf tepi, kulit dan jaringan tubuh lainnya. Penyakit yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks, baik fisik maupun masalah sosial dan ekonomi, yang berdampak cukup parah, yaitu deformitas atau kecacatan dan perubahan bentuk tubuh, rendah diri dan malu. adanya stigma negatif dari masyarakat, penyakit akibat kutukan, menjijikan dan tidak dapat di sembuhkan ditakuti keluarga dan masyarakat, masyarakat menjauhi dan merasa terkucilkan oleh masyarakat. Desain penelitian dengan Pre-Exsperimental, pendekatan One group pre test – post test design. Populasi adalah 35 orang warga masyarakat, tokoh masyarakat, agama, remaja, PKK perangkat desa, BPD PKK. sampel 35 orang, total sampling, Variable Independen Pemberian Pendidikan kesehatan Health Promotion tentang penyakit kusta, variable dependen penurunan Stigma Masyarakat Tentang Penyakit Kusta, uji statistik wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian pada pre test menunjukkan stigma masyarakat tentang penyakit kusta sebagian besar negatif yaitu sebesar 24 responden (68,8%) dan postest sebagian besar berstigma positif sebanyak 21 responden (60%). Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh role model pendekatan edukatif health promotion terhadap penurunan stigma masyarakat tentang penyakit kusta di Desa Menganto Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.
HARGA DIRI DENGAN DEPRESI PASIEN HIV/AIDS Jek Amidos Pardede
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.048 KB) | DOI: 10.32382/jmk.v11i1.1538

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit menular dengan cara menyerang sel darah putih sehingga dapat merusak system kekebalan tubuh manusia. Teman maupun kerabat yang dapat menimbulkan dampak psikologis yang berat seperti depresi. Depresi merupakan suatu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan, rasa putus asa dan tak berdaya, serta gagasan bunuh diri. Apabila pasien telah sampai ke tahap depresi, maka harga diri pasien pun menjadi rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan harga diri dengan depresi pasien HIV/AIDS. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 45 orang dengan jumlah sampel 31 orang. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini dianalisis dengan analisis bivariat dan univariat. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan harga diri dengan depresi pada pasien HIV/AIDS. Peneliti menyimpulkan bahwa ketika pasien depresi berat maka harga diri pasien akan menjadi rendah yang ditandai dengan pvalue =0,000 (p=0,05). Disarankan bagi rumah sakit agar membuat jadwal konseling secara rutin dengan melibatkan perawat dalam pelaksanaannya.
HUBUNGAN LAMA KERJA PER HARI DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA PENGRAJIN SANGGAH (PASIR HITAM) DI BANJAR SELAT TENGAH SUSUT BANGLI Ni Komang Parwati
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.621 KB) | DOI: 10.32382/jmk.v11i1.1548

Abstract

Low back pain adalah rasa nyeri yang dirasakan di bagian punggung bawah yang bersumber pada tulang belakang daerah spinal (punggung bawah), otot, saraf, tendon, sendi, atau tulang rawan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya low back pain dengan mengubah kebiasaan bekerja seseorang dan melakukan istirahat yang cukup. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama kerja per hari dengan kejadian low back pain pada pengrajin sanggah (pasir hitam). Penelitian ini menggunakan Nonprobability Sampling jenis Purposive Sampling dengan metode Kuantitatif yaitu Observasional dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional dengan jumlah sampel 44 responden yang mengalami Low Back Pain. Adapun hasil analisis mengenai hubungan lama bekerja perhari dengan kejadian Low Back Pain yang menggunakan uji Korelasi Spearmen Rank didapatkan hasil nilai p value = 0,047. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan lama kerja per hari dengan kejadian low back pain pada pengrajin sanggah (pasir hitam) di Banjar Selat Tengah Susut Bangli.
PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI DALAM KELUARGA DI WILAYAH DESA DONOHARJO KABUPATEN SLEMAN Patria Asda; Novita Sekarwati
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.353 KB) | DOI: 10.32382/jmk.v11i1.1237

Abstract

Mencuci tangan bermanfaat agar tangan menjadi bersih dan dapat membunuh kuman yang ada di tangan, dan terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyakit menular seperti diare, Infeksi Saluran pernafasan Atas (ISPA) dan flu burung. Walaupun demikian pentingnya perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) untuk mencegah penyakit – penyakit menular masih belum di pahami masyarakat secara luas dan praktiknya masih belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Data Puskesmas Ngaglik II pada bulan Mei 2016 di Desa donoharjo, terutama pada 6 dusun yaitu Donolayan, Jetis Donolayan, Brengosan, gondang lutung, Kayunan dan Ngepas lor, merupakan dusun yang memiliki angka ISPA dan diare yang cukup tinggi, sehingga dari pihak puskesmas Ngaglik II memprioritaskan daerah tersebut untuk kegiatan PHBS (Perilaku hidup bersih dan Sehat)  Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mencari hubungan dari kebiasaan  perilaku mencuci tangan pakai sabun dengan kejadian penyakit Infeksi dalam keluarga di wilayah Desa Donoharjo Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan penelitian menggunakan desain Cross sectional. Populasi adalah seluruh keluarga di 6 dusun yang berada di wilayah desa Donoharjo ngaglik sleman. Sampel diambil sejumlah 100 keluarga dengan metode Proportional cluster random sampling. Alat penelitian menggunakan kuesioner dan pengumpulan data di lakukan dengan cara survey dari rumah ke rumah. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan kejadian penyakit infeksi dalam keluarga (P Value 0,311,  Sig > 0,000). 

Page 7 of 23 | Total Record : 223