cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
Ilham.fishaholic@gmail.com
Phone
+6221-64700928
Journal Mail Official
jra.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
Gedung Balibang KP II, Lantai 2 Jl. Pasir Putih II, Ancol Timur, Jakarta Utara 14430
Location
Kab. jembrana,
Bali
INDONESIA
Jurnal Riset Akuakultur
ISSN : 19076754     EISSN : 25026534     DOI : http://doi.org/10.15578/JRA
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Riset Akuakultur as source of information in the form of the results of research and scientific review (review) in the field of various aquaculture disciplines include genetics and reproduction, biotechnology, nutrition and feed, fish health and the environment, and land resources in aquaculture
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 3 (2023): (September, 2023)" : 6 Documents clear
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN PATIN TERHADAP BIOMASSA Azolla microphylla PADA MEDIA PEMELIHARAAN IKAN NILA Wardana, Amelia Suci; Hasibuan, Saberina; Syafriadiman, Syafriadiman
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 3 (2023): (September, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.3.2023.165-172

Abstract

Pupuk organik cair (POC) yang terbuat dari limbah ikan patin mengandung nitrogen, fosfat, dan kalium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan Azolla microphylla. Tanaman ini dapat dijadikan sebagai pakan tambahan pada budidaya ikan nila dan dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas air (fitoremediasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh POC limbah ikan patin (Pangasianodon hypophthalamus) terhadap biomassa A. microphylla pada media pemeliharaan ikan nila. Penelitian ini dilakukan melalui rancangan acak lengkap (RAL), dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan berupa pemberian POC dari limbah ikan patin dengan volume berbeda, yaitu P0 (tanpa pemberian POC), P1 (0,875 mL L-1), P2(2,625 mL L-1), dan P3 (5,25 mL L-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah ikan patin 2,625 mL L-1 menjadi perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan bobot mutlak A. microphylla dengan rata-rata 60 g dan laju pertumbuhan relatif sebesar 1,72 ± 0,09 g hari-1. Pemberian POC memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga A. microphylla mampu berkontribusi sebagai pakan alami sebesar 96% serta menghasilkan bobot mutlak ikan nila 1,89 g. Liquid organic fertilizer (LOF) made from catfish waste contains nitrogen, phosphate, and potassium which are needed for the growth of Azolla microphylla. This plant can be used as additional feed in tilapia cultivation and can be used to improve water quality (phytoremediation). This study aimed to evaluate the effects of LOF from catfish (Pangasianodon hypophthalamus) waste on A. microphylla biomass in tilapia rearing media. This experiment was performed through a completely randomized design (CRD), with four treatment levels and three replications. The treatments consisted of administering LOF from catfish waste in different volumes, namely P0 (without administration of LOF), P1 (0.875 mL L-1), P2 (2.625 mL L-1), and P3 (5.25 mL L-1). The results showed that administering 2.625 mL L-1 of LOF from catfish waste was the best treatment for the absolute weight growth of A. microphylla with an average of 60 g and a relative growth rate of 1.72 ± 0.09 g day-1. Administering LOF has a high nutritional content so that A. microphylla is able to contribute 96% as natural food and produces an absolute weight of tilapia of 1.89 g.
PENGARUH PENGGUNAAN Artemia salina YANG DIPERKAYA DENGAN ASAM AMINO TERHADAP SINTASAN LARVA RAJUNGAN (Portunus pelagicus Linn. 1758) STADIA ZOEA Dananjaya, Wayan Kantun; Sukriani, Sukriani; Latief, Nursidi; Cahyono, Indra
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 3 (2023): (September, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.3.2023.173-180

Abstract

Sintasan dalam usaha budidaya rajungan sangat ditentukan oleh pakan yang diberikan selama pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penambahan asam amino pada Artemia salina pada dosis yang berbeda untuk meningkatkan sintasan larva rajungan. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan diberikan dengan cara memperkaya A. salina menggunakan multi asam amino sesuai dengan dosis meliputi perlakuan A: 0,0; B: 2,5; C: 5,0; dan D: 7,5 ppm. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sintasan larva rajungan pada masing-masing perlakuan yaitu A.11,85 ± 0,40%; B. 16,18 ± 0,18%; C. 37,68 ± 0,20%; dan D. 50,35 ± 0,10% dengan pola hubungan yang polinomial antarpemberian dosis multi asam amino dengan sintasan larva rajungan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa penambahan multi asam amino pada A. salina sebagai pakan alami mampu meningkatkan sintasan larva rajungan pada stadia zoea. Survival in blue swimming crab cultivation is largely determined by the feed provided during the rearing period. This study aimed to evaluate the addition of amino acids to Artemia salina at different doses to increase the survival of blue swimming crab larvae. The study was designed using a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications. Treatments were applied by enriching A. salina using multi amino acids according to the doses including treatment A: 0.0; B: 2.5; C: 5.0; and D: 7.5 ppm. The results of the study showed that the survival of blue swimming crab larvae in each treatment was A. 11.85 ± 0.40%; B. 16.18 ± 0.18%; C. 37.68 ± 0.20%; and D. 50.35 ± 0.10 with a polynomial relationship pattern between administration of multi-amino acids doses and survival of blue swimming crab larvae. Based on the results of this study, it was concluded that the addition of multi amino acids to A. salina as a live feed was able to increase the survival of blue swimming crab larvae at the zoea stage.
KELIMPAHAN DAN JENIS BAKTERI Vibrio PADA AIR DAN SEDIMEN TAMBAK UDANG VANAME SISTEM MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DENGAN Gracilaria sp. DI KABUPATEN BREBES Ariyati, Restiana Wisnu; Widowati, Lestari Lakhsmi; Rahmawati, Amelia; Sarjito, Sarjito; Rejeki, Sri
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 3 (2023): (September, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.3.2023.181-195

Abstract

Infeksi bakteri Vibrio merupakan salah satu masalah yang banyak dihadapi pada budidaya udang vaname. Serangan vibriosis disebabkan oleh tingginya limbah organik di perairan. Rumput laut jenis Gracilaria sp. memiliki senyawa aktif dan kemampuan memperbaiki kualitas air sehingga dapat mereduksi kelimpahan bakteri Vibrio. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan jenis bakteri Vibrio pada budidaya udang vaname secara monokultur dan polikultur dengan Gracilaria sp. Sampel air dan sedimen diambil dari lima tambak monokultur dan lima tambak polikultur di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.  Bakteri Vibrio dihitung kelimpahannya dengan metode total plate count dan diidentifikasi secara morfologi, mikroskopis, dan uji biokimia. Kelimpahan bakteri Vibrio air di tambak polikultur lebih rendah (3,46 × 104  CFU mL-1) dibanding tambak monokultur (2,18 × 105  CFU mL-1). Bakteri V. alginolyticus terdapat pada substrat dan air di tambak monokultur, namun pada tambak polikultur hanya terdapat di air. Hal ini diduga karena Gracilaria sp. memiliki kandungan senyawa bioaktif (alkaloid, flavonoid, steroid, dan fenolik) yang berperan sebagai antibakteri alami. Lebih lanjut, kandungan nitrat dan fosfat di tambak polikultur (0,3-0,5 ppm dan 1,3-1,4 ppm) lebih rendah dibanding tambak monokultur (2,2-2,4 ppm dan  2,5-2,1 ppm). Kondisi ini menyebabkan Bakteri Vibrio fluvialis dan Vibrio vulnificus terdapat pada tambak monokultur yang memiliki nitrat dan fosfat yang lebih tinggi dari tambak polikultur. Hal ini menunjukkan bahwa Gracilaria sp. memiliki kemampuan dalam mereduksi nutrien melalui thallusnya, sehingga menciptakan lingkungan perairan yang lebih baik untuk mereduksi kelimpahan bakteri Vibrio. Vibrio bacterial infection is one of the problems often faced in Pacific white leg shrimp cultivation. Vibriosis attacks are caused by high levels of organic waste in waters. Gracilaria sp. has active compounds and the ability to improve water quality so that it can reduce the abundance of Vibrio bacteria. The aim of this study was to determine the abundance and types of Vibrio bacteria in cultivation of Pacific white leg shrimp in monoculture and polyculture with Gracilaria sp. Water and sediment samples were taken from five monoculture ponds and five polyculture ponds in Brebes, Central Java. The abundance of Vibrio bacteria was calculated using the total plate count method and identified morphologically, microscopically, and biochemically. The abundance of Vibrio bacteria in water of polyculture ponds was lower (3.46 × 104 CFU mL-1) than in monoculture ponds (2.18 × 105 CFU mL-1). Vibrio alginolyticus is found in the substrate and water of monoculture ponds, but in polyculture ponds it was only found in water. This was thought to be because Gracilaria sp. contains bioactive compounds (alkaloids, flavonoids, steroids, and phenolics) which act as natural antibacterials. Furthermore, the nitrate and phosphate content in polyculture ponds (0.3-0.5 ppm and 1.3-1.4 ppm) was lower than in monoculture ponds (2.2-2.4 ppm and 2.5-2.1 ppm). This condition caused Vibrio fluvialis and Vibrio vulnificus found in monoculture ponds which had higher nitrate and phosphate than polyculture ponds. This showed that Gracilaria sp. has the ability to reduce nutrients through its thallus, thus creating a better aquatic environment to reduce the abundance of Vibrio bacteria. 
GROWTH AND REPRODUCTIVE PERFORMANCES OF RAMIREZI (Mikrogeophagus ramirezi) FED WITH DIFFERENT FEED TYPES Azizah, Azizah; Elisdiana, Yeni; Adiputra, Yudha Trinoegraha; Sarida, Munti
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 3 (2023): (September, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.3.2023.141-151

Abstract

The Ramirezi (Mikrogeophagus ramirezi) is an ornamental fish in high demand with significant economic value. The high demand for this commodity has yet to be met by the quantity of fry production generated by farmers. It is due to the Ramirezi's long maturation time and slow growth, which are influenced by factors such as the feed used. This study aimed to evaluate the effect of feeding with different feed types on the growth and development of the gonads of prospective Ramirezi broodstocks. The research design employed a completely randomized design (RAL) with four treatments and three replications, using a combined ratio of artificial feed to bloodworm (Chironomus sp.): (A) 3:0, (B) 0:3, (C) 2:1, and (D) 1:2, for 45 days of culture. The results showed that a combination of artificial feed and bloodworm in a 1:2 ratio increased the absolute body growth of Ramirezi by 1.267 g, with a positive allometric growth pattern. This ratio also affected the egg diameter, leading to a higher percentage of broodstock maturing more quickly and improving reproductive performance, as seen in the parameters of the number of eggs produced (ranging from 80-200 eggs), a 96.83% fertilization rate, and a 91.80% hatching rate. Therefore, researchers and farmers can combine artificial feed and bloodworms in a 1:2 ratio in Ramirezi cultivation activities.Ramirezi (Mikrogeophagus ramirezi) adalah salah satu ikan hias yang banyak diminati dengan nilai ekonomis tinggi. Tingginya permintaan terhadap komoditas ini belum diimbangi dengan jumlah produksi benih yang dihasilkan oleh pembudidaya. Hal tersebut karena secara biologis ramirezi memiliki waktu maturasi yang cukup lama dan pertumbuhan yang lambat. Salah satu factor, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pakan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pakan dengan jenis pakan berbeda terhadap pertumbuhan dan perkembangan gonad calon induk ramirezi. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, menggunakan rasio kombinasi pakan buatan dengan cacing sutra (Chironomus sp.): (A) 3:0, (B) 0:3, (C) 2:1, dan (D) 1:2, selama 45 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pakan buatan dan cacing sutra dengan rasio 1:2 mampu meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak ramirezi sebesar 1,267 g, dengan pola pertumbuhan alometrik positif. Rasio ini memberikan pengaruh terhadap diameter telur, menghasilkan persentase induk yang lebih cepat matang gonad serta meningkatkan performa reproduksi, terlihat dari parameter jumlah telur yang dihasilkan (berkisar 80-200 butir), derajat pembuahan 96,83%, dan derajat penetasan sebesar 91,80%. Oleh karena itu, peneliti dan pembudidaya dapat mengombinasikan pakan buatan dan cacing sutra dengan rasio 1:2 pada kegiatan budidaya ramirezi. 
PEMBERIAN FUCOIDAN SECARA ORAL DARI HASIL EKSTRAKSI Sargassum sp. UNTUK MENANGGULANGI MOTILE AEROMONAS SEPTICEMIA PADA IKAN LELE (Clarias sp.) Muahiddah, Nuri; Isnansetyo, Alim
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 3 (2023): (September, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.3.2023.197-206

Abstract

Motile aeromonas septicemia (MAS) adalah salah satu penyakit yang sering menyebabkan kematian pada ikan, dan disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Salah satu cara untuk menanggulangi penyakit bakteri yang menyerang ikan adalah dengan menggunakan imunostimulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian fucoidan secara oral terhadap perkembangan gejala penyakit ikan lele yang diinfeksi A. hydrophila.  Penggunaan metode asam digunakan untuk mengekstraksi fucoidan dari Sargassum sp. Penelitian ini melibatkan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan P1, P2, P3, dan P4, masing-masing meliputi kontrol, 2, 4, dan 6 g fucoidan per kilogram pakan. Pakan diberikan kepada ikan dalam jumlah 5% dari berat kering pakan terhadap biomassa ikan. Setelah itu, dilakukan uji tantang dengan memberikan dosis 0,1 mL per ikan dari A. hydrophila dengan kepadatan 2,77 x 107 sel per ml secara intraperitonial satu minggu setelah pemberian fucoidan secara oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fucoidan secara oral dengan dosis 2, 4, dan 6 g fucoidan per kilogram pakan tidak menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam sintasan (P>0,05) dan tidak mampu menunda MTD pada ikan yang terinfeksi A. hydrophila KP1 jika infeksi dilakukan di bawah LD50. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambahkan dosis fucoidan pada pakan ikan lele untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.Motile aeromonas septicemia (MAS) is a disease that often causes death in fish, and is caused by Aeromonas hydrophila. One of ways to overcome bacterial diseases that attack fish is to use immunostimulants. The aim of this study was to determine the effect of oral administration of fucoidan on the development of disease symptoms in catfish infected with A. hydrophila. The acid method was used to extract fucoidan from Sargassum sp. This experiment involved four treatments and three replications. Treatments P1, P2, P3, and P4, respectively, included control, 2, 4, and 6 g of fucoidan per kilogram of feed. Feed was given to fish in an amount of 5% of the dry weight of the feed to fish biomass. After that, a challenge test was carried out by giving a dose of 0.1 mL per fish of A. hydrophila with a density of 2.77 x 107 cells per mL intraperitoneally one week after oral administration of fucoidan. The results showed that oral administration of fucoidan at doses of 2, 4, and 6 g of fucoidan per kilogram of feed did not result in a significant increase in survival (P>0.05) and was unable to delay MTD in fish infected with A. hydrophila KP1 if infection carried out below LD50. Further study needs to be done by adding a dose of fucoidan to catfish feed to get better results. 
PENGARUH WARNA LATAR WADAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) Heltonika, Benny; Hasyim, Dio Izmi; Sukendi, Sukendi
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 3 (2023): (September, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.3.2023.153-163

Abstract

Penglihatan bagi sebagian besar larva ikan memiliki peran yang sangat penting yang digunakan dalam mendeteksi keberadaan pakan. Salah satu faktor yang memengaruhi penglihatan dalam kondisi alami bergantung pada warna latar habitat yang disukai ikan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh warna latar wadah terhadap pertumbuhan dan sintasan larva ikan nilem (Osteochilus hasselti). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor dengan lima perlakuan warna latar media dengan tiga ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah perbedaan warna wadah yaitu Wo (wadah oranye), Wbr (wadah biru), Wm (wadah merah), Wb (wadah bening), dan Wh (wadah hitam). Penelitian ini menggunakan larva ikan nilem berusia 5 hari setelah menetas dengan ukuran 0,5 ± 0,03 cm dengan pada tebar 2 ekor L-1. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan Artemia selama 10 hari pertama dan dilanjutkan dengan Moina sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna latar wadah berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan nilem (P<0,05). Perlakuan terbaik adalah Wo (wadah oranye) dengan pertumbuhan bobot mutlak 1,08 ± 0,03 g, pertumbuhan panjang mutlak 3,04 ± 0,02 cm, laju pertumbuhan spesifik 14,57 ± 0,07 % hari-1, dan sintasan 93,33 ± 2,89 %. Hal ini ditunjukkan dengan respons larva ikan nilem terhadap pakan yang diberikan.  Vision ability has a very important role for most fish larvae which are used to detect the presence of food. One of the factors that affecting vision in natural conditions depends on the favorable background color of the fish’s habitat. The aim of study was to determine the effects of the background colors of the container on the growth and survival of bonylip barb (Osteochilus hasselti) larvae. The experimental method has used in this study was one factor completely randomized design with five different background’s colors of the container with three replications for each treatment. The treatments in this study were different color containers, namely Wo (orange container), Wbr (blue container), Wm (red container), Wb (clear container), and Wh (black container). This study used bonylip larvae aged 5 days after hatching with a size of 0,5±0,03 cm with a stocking of 2 individuals L-1. During the rearing period, the fish were fed Artemia for the first 10 days and continued with Moina sp. The results showed that the background’s color of the container significantly affected on the growth and survival of bonylip barb larvae (P<0.05). The best treatment was Wo (orange container) with an absolute weight growth of 1.08 ± 0.03 g, an absolute length growth of 3.04 ± 0.02 cm, a specific growth rate of 14.57 ± 0.07% day-1, and a survival of 93.33 ± 2.89%. It was indicated with the response of bonylip barb fish larvae to the administered feed.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 4 (2025): Desember (2025) Vol 20, No 3 (2025): September (2025) Vol 20, No 2 (2025): Juni (2025) Vol 20, No 1 (2025): Maret (2025) Vol 19, No 4 (2024): Desember (2024) Vol 19, No 3 (2024): September (2024) Vol 19, No 2 (2024): Juni (2024) Vol 19, No 1 (2024): (Maret 2024) Vol 18, No 4 (2023): (Desember, 2023) Vol 18, No 3 (2023): (September, 2023) Vol 18, No 2 (2023): (Juni, 2023) Vol 18, No 1 (2023): (Maret 2023) Vol 17, No 4 (2022): (Desember 2022) Vol 17, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 17, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 17, No 1 (2022): (Maret, 2022) Vol 16, No 4 (2021): (Desember, 2021) Vol 16, No 3 (2021): (September, 2021) Vol 16, No 2 (2021): (Juni, 2021) Vol 16, No 1 (2021): (Maret, 2021) Vol 15, No 4 (2020): (Desember, 2020) Vol 15, No 3 (2020): (September, 2020) Vol 15, No 2 (2020): (Juni, 2020) Vol 15, No 1 (2020): (Maret, 2020) Vol 14, No 4 (2019): (Desember, 2019) Vol 14, No 3 (2019): (September, 2019) Vol 14, No 2 (2019): (Juni, 2019) Vol 14, No 1 (2019): (Maret, 2019) Vol 13, No 4 (2018): (Desember 2018) Vol 13, No 3 (2018): (September 2018) Vol 13, No 2 (2018): (Juni, 2018) Vol 13, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 12, No 3 (2017): (September 2017) Vol 12, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 12, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 12, No 1 (2017): (Maret 2017) Vol 11, No 3 (2016): (September 2016) Vol 11, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 11, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 11, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 8, No 3 (2013): (Desember 2013) Vol 5, No 3 (2010): (Desember 2010) Vol 5, No 2 (2010): (Agustus 2010) Vol 5, No 1 (2010): (April 2010) Vol 2, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 2, No 1 (2007): (April 2007) Vol 1, No 1 (2006): (April 2006) Vol 10, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 10, No 3 (2015): (September 2015) Vol 10, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 10, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 9, No 3 (2014): (Desember 2014) Vol 9, No 2 (2014): (Agustus 2014) Vol 9, No 1 (2014): (April 2014) Vol 8, No 2 (2013): (Agustus 2013) Vol 8, No 1 (2013): (April 2013) Vol 7, No 3 (2012): (Desember 2012) Vol 7, No 2 (2012): (Agustus 2012) Vol 7, No 1 (2012): (April 2012) Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011) Vol 6, No 2 (2011): (Agustus 2011) Vol 6, No 1 (2011): (April 2011) Vol 4, No 3 (2009): (Desember 2009) Vol 4, No 2 (2009): (Agustus 2009) Vol 4, No 1 (2009): (April 2009) Vol 3, No 3 (2008): (Desember 2008) Vol 3, No 2 (2008): (Agustus 2008) Vol 3, No 1 (2008): (April 2008) Vol 2, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006) More Issue