cover
Contact Name
Febri Desman M.Hum
Contact Email
febri.desman54@gmail.com
Phone
+628116624777
Journal Mail Official
red.jurnallagalaga@gmail.com
Editorial Address
red.jurnallagalaga@gmail.com
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 24609900     EISSN : 25979000     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/lg
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni padangpanjang
Articles 163 Documents
PERKEMBANGAN DAN KEBERLANJUTAN TARI NUGAL BEJOLO DI DUSUN TANJUNG KEC.KUMPEH KAB. MUARO JAMBI PROVINSI JAMBI Zulfadanti Zulfadanti; Adriana Gusti; Asmaryetti Asmaryetti
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2018): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v4i2.492

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan dan keberlanjutan tari  Nugal Bejolo Dusun Tanjung Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif menggunakan metode deskriptif analisis yang berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan, fakta tersebut di analisa sesuai permasalahan dalam penulisan. Ada pun teori yang digunakan yaitu teori bentuk yang dikemukakan oleh Soedarsono, teori perkembangan oleh Edi Sedyawati, teori perubahan oleh Hari Purwanto dan Keberlanjutan oleh Herskovits (dalam Widja) . Hasil yang dicapai dalam tulisan ini adalah tentang perkembangan tari Nugal Bejolo dari segi bentuk pertunjukan  dahulunya ritual menjadi tontonan atau hiburan  serta keberlanjutannya
TARI SEMAYO SEBAGAI SIMBOL BUDAYA BEBIDUK PADA MASYARAKAT RANTAU PANJANG KECAMATAN TABIR KAB.MERANGIN PROV. JAMBI Liza Purnama Sari
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i2.928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengungkapkan Tari Semayo Sebagai Simbol Budaya Pada Masyarakat Rantau Panjang Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis yaitu mendeskripsikan data yang diperoleh dan menjelaskannya kemudian dianalisis. Teori atau pendapat yang digunakan dalam penelitian Tari Semayo adalah teori bentuk oleh Y Sumandiyo Hadi, teori simbol oleh Susanne K Langer dan teori budaya oleh Linton. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa Tari Semayo merupakan salah satu tari tradisional yang berasal dari Rantau Panjang yang biasa ditampilkan dalam acara adat di Rantau Panjang seperti, acara penyambutan tamu, memantai, dan tuhun beumo.
PENCIPTAAN PERAN TOKOH ARINI DALAM NASKAH MAINAN GELAS KARYA TENNESSEE WILLIAMS SADURAN SUYATNA ANIRUN FEBBY MONICA; DESI SUSANTI; YUNIARNI YUNIARNI
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 1 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i1.1047

Abstract

Tokoh Arini dalam naskah Mainan Gelas karya Tennessee Williams Saduran Suyatna Anirun merupakan tokoh yang mengalami konflik batin pada dirinya, karena Arini memiliki banyak permasalahan dalam hidup mulai dari tokoh ayah yang pergi meninggalkannya dan kedua anaknya yang tidak mau mendengarkan perkataan Arini. Naskah ini merupakan naskah realisme psikologi karena berangkat dari kondisi kehidupan masa lalu si pengarang dan menceritakan seorang ibu bernama Arini yang terjebak pada kenangan masa lalu dan harapan untuk masa depan yang tidak bisa dicapainya. Arini mendidik anaknya secara otoriter, sifat keegoisannya yang hanya ingin didengar membuat anaknya tidak nyaman dengan prilaku Arini. Dalam konteks ini, maka tokoh Arini akan dihadirkan dengan metode akting Stanislavsky (to be). Berdasarkan metode akting ini pemeran ingin meyakinkan penonton bahwa apa yang terjadi di atas panggung adalah kejadian yang sebenarnya.
PERTUNJUKAN SOLIS MARIMBA DAN DRUMSET SOLO DENGAN REPERTOAR MAK INANG KAYANGAN, HOLIDAYS IN THE TROPICS, SPRING CONCERTO E MAYOR, NUTVILLE, BIG B LITTLE B Syofian Nur; Selvi Kasman
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2015): Laga-Laga : jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i2.239

Abstract

Banyaknya jenis musik dan fasilitas yang memadai belum cukup untuk menjamin perkembangan musik dengan baik, untuk itu lah perlu dipertujukan penyaji yang pantas dan layak untuk ditampilkan dan dikonsumsi oleh audien. Pada pertunjukan ujian akhir Syofian Nur minat pertunjukan mayor perkusi, penyaji tampil dengan menggunakan instrumen Marimba dan Drumset dua jenis instrumen yang berbeda klasifikasinya namun menjadi satu kesatuan didalam instrumen perkusi. Sedangkan instrumen perkusi Drumset merupakan hal baru pada ujian akhir minat pertunjukan, dikarenakan dalam hal ini penyaji menyikapi keadaan tersebut, bahwasannya disetiap instrumen perkusi mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda – beda. Kata kunci: Marimba, Drumset solo, Teknik
SISIPAN ESOK Elta Afriana
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 2 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i2.257

Abstract

Karya tari “ Sisipan Esok” terinspirasi dari pengalaman pribadi, serta ruang imajinasi pengkarya. Pengalaman empiris pengkarya dalam menciptakan karya tari berdasarkan pengalaman hidup diwaktu kecil, dimana karya tari ini adanya suatu ungkapan kehidupan pengkarya. Metode yang digunakan ada beberapa tahap yaitu, observasi, merasakan, melihat, melakukan studi pustaka, berimajinasi, eksplorasi, penyusunan gerak, improvosasi, dan evaluasi. Karya tari ini memakai tema perjuangan dan bertipe dramatik, Perjalanan hidup serta lika-liku, suka-duka, yang dilalui selama ini sangatlah banyak, pengkarya yang menjadi teringat waktu masih dibangku Sekolah Dasar berumur sepuluh tahun, bekerja sebagai pencari batu disungai. Setelah melihat dan merasakan, pengkarya mencoba untuk mengaplikasikan hal tersebut kedalam sebuah karya tari melalui pendekatan interpretasi pengkarya. Hadirnya karya ini, mampu memberikan kesan dan pesan kepada penonton maupun kepada pengamat seni, bahwasa kita sebagai manusia jangan pernah menyerah dan mudah putus asa, kita harus selalu berusaha demi menggapai segala cita-cita.
DIKIU DAN MAARAK BUNGO LAMANG KANAGARIAN LUAK KAPAU KAB. SOLOK SELATAN Dwi Afifah Syafeni; Misda Elina; Jonni Jonni
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2018): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v4i2.489

Abstract

Dikiu adalah salah satu kesenian tradisional yang ditampilkan setelah melakukan prosesi maarak bungo lamang. Kegiatan dikiu yang dilakukan pada hari peringatan Maulid Nabi SAW dilaksanakan pada malam hari di dalam masjid. Masyarakat setempat menyebut dengan “malam 12”. Kesenian ini dimainkan oleh sepuluh sampai lima belas orang. Kegiatan dikiu tidak hanya sebatas tontonan, melainkan juga menjadi acara penting yang tidak bisa ditinggalkan dalam masyarakat Ujung Jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses prosesi maarak bungo lamang dan bagaimana bentuk, struktur pertunjukan kesenian dikiu. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kesenian dikiu ditampilkan dengan membaca kitab syaraful anam. Dengan struktur penyajian 1) membaca al-fatihah.  2) membaca shalawat nabi. 3) membaca bagadat. 4) membaca pasal.
DARI TARI GALOMBANG KE TARI PASAMBAHAN: PERUBAHAN TARI MINANGKABAU DALAM PERKEMBANGAN BUDAYA POPULER DAN INDUSTRI PARIWISATA FRESTI YULIZA
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 1 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i1.1016

Abstract

Tulisan ini membahas tentang perubahan dari Tari Galombangke Tari Pasambahan dalam khasanah seni tari tradisional dalam masyarakat Minangkabau. Menggunakan perspektif budaya populer, tulisan ini bermaksud menelusuri riwayat ringkas perubahan tersebut dan maknanya dalam kehidupan di masa kini. Pengamata menunjukkan bahwa perubahan nama dan fungsi tersebut tidak terlepaskan dari riwayat penciptaan tari yang lazim dinamakan sebagai ‘tari kreasi’ di Sumatera Barat, yang pada dasarnya adalah bagian dari semangat tumbuhnya tari modern. Adapun perubahan tersebut, selain menunjukkan kecenderungan budaya populer yang cenderung relatif, pragmatis dan hibrid, juga merupakan bagian dari semangat budaya kontemporer, yang mengedepankan sifat kesementaraan, tidak satabilan, dan perubahan yang terus-menerus
TEKNIK BABIOLA PADA MASYARAKAT ETNIK MINANGKABAU DI KECAMATAN BATANGKAPAS KAB.PESISIR SELATAN PROV. SUMATERA BARAT DARMANSYAH DARMANSYAH
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 2 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i2.1059

Abstract

Babiola dalam  pengertian  masyarakat Batangkapas  Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat adalah suatu pertunjukan musik dengan menggunakan instrumen musik biola produk budaya setempat, yang menyerupai konstruksi biola pada musik Barat (Eropa).  Mendapat awalan ba sebagai bentuk aktivitas pertunjukan. Biola adalah  alat musik gesek  memiliki empat tali yang terbuat dari dawai. Masing-masing tali diberi nama; tali satu (tali aluih), tali duo, tali tigo tali danguang  dan tali empat tali  panimbang yang berfungsi untuk menghasilkan melodi dan mengiringi lagu. Dari  keempat tali  tersebut yang paling dominan dimainkan adalah  tali aluih, tali duo, dan tali danguang yang ketika digesek dilakukan dengan gesekan panjang bolak- balik    ( droon) yang bersamaan dengan tali duo (senar dua) bukan dalam posisi melodi. Terdapat 3 teknik utama yang harus dikuasai oleh seorang musisi (tukang) biola. Teknik yang pertama adalah terkait dengan cara mememgang biola, teknik memegang biola, kepala biola, leher biola, badan biola dan teknik men stem ( tuning system) senar biola. Teknik yang kedua adalah teknik mememgang tali penggesek, teknik memegang gagang penggesek(pangka penggesek), atau pendabiah, penggoso, teknik meletakkan lidah biola, kuda-kuda biola (penopang). Selanjutnya teknik yang ke tiga yaitu teknik dalam posisi memainkan biola, terkait dengan posisi duduk, posisi menempatkan badan biola, teknik memegang penggesek (pendabiah), teknik menggesek biola, teknik penggunaan tangan kiri, dan kombinasi keseimbangan dalam memainkan biola. Merupakan teknik-teknik yang harus dikuasai oleh seorang tukang biola dalam memainkan alat musik gesek dalam kebudayaan etnik Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan pada umumnya dan kecamatan batang kapas pada khusussnya
Estetika Akuturasi Pertunjukan Gurau Oyak Saluang Orgen Desi Syari'ah
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 2, No 1 (2016): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i1.122

Abstract

ALIH WAHANA DAN RANCANGAN DRAMATURGI NASKAH RANDAI PARANG KAMANG DENGAN GAYA REALISME SOSIAL Wiky Indra
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i1.252

Abstract

Naskah randai Parang Kamang dialih wahana menjadi Naskah Siti Asiah. Pada naskah Siti Asiah berlatar belakang kebudayaan minangkabau pada saat zaman penjajahan Belanda, khususnya pada nagari Kamang. Pihak Belanda mewajibkan rakyat untuk membayar blasting. Masyarakat tidak mau membayar blasting, maka masyarakat melakukan perlawanan. Masyarakat setempat menamai dengan parang kamang. Dari peristiwa tersebut diangkat kembali delam bentuk pertunjukan teater dengan gaya realisme sosial. Yang menjadi pijakan bagi penulis dalam pengalih wahana naskah, setelah naskah randai Parang Kamang dialih wahana menjadi naskah Siti asiah. penulis menganalisis struktur dan teakstur dari naskah Siti Asiah dan membuat rancangan dramaturgi. Randai script “Parang Kamang” is mode-switched into the script of Siti Asiah. The background of Siti Asiah script is Minangkabau culture in Dutch colonial era, particularly in Kamang country. Netherlands required people to pay blasting. People did not want to pay blasting so they rebelled. Local people named this rebellion as Parang Kamang. That event is rewritten into a theater performance with social realism style that becomes the author’s foothold in modeswitching the script after randai script of Parang Kamang is mode-switched into script of Siti Asiah. Author analyzes the structure and texture of Siti Asiah script and make dramaturgy design. 

Page 6 of 17 | Total Record : 163