cover
Contact Name
Febri Desman M.Hum
Contact Email
febri.desman54@gmail.com
Phone
+628116624777
Journal Mail Official
red.jurnallagalaga@gmail.com
Editorial Address
red.jurnallagalaga@gmail.com
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 24609900     EISSN : 25979000     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/lg
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni padangpanjang
Articles 158 Documents
ARI TIGO TUNGKU SAJARANGAN DALAM ARAK-ARAKAN PENGANTEN DI MUARO PANEH KABUPATEN SOLOK Marfi Netri Elyadi
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 2 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i2.258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tari Tigo Tungku Sajarangan dalam arak-arakan penganten di Muaro Paneh Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Pengungkapan tersebut dapat dilihat melalui gerak tari, penari ,musik iringan, tata rias dan busana, properti, tempat pertunjukan dan waktu pertunjukan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis yang bersifat Kualitatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif yaitu mereduksi data, menyajikan data dan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori bentuk oleh Alma M Hawkins. Pemikiran ahli tersebut digunakan untuk membahas tari Tigo Tungku Sajarangan dalam arak-arakan penganten di Muaro Paneh. Hasil penelitian menunjukan tari Tigo Tungku Sajarangan merupakan tari untuk arak-arakan penganten di Muaro paneh. Tari ini berfungsi untuk menyemarakan sekaligus memandu arak-arakan tersebut. This research aims at revealing about Tigo Tungku Sajarangan Dance in Bridegroom Parade in Muaro Paneh, Bukit Sundi Sub-district, Solok District, and Sumatera Barat Province. That disclosure can be seen from dance movement, dancer, accompaniment, make-up and costume, property, performance venue, and performance time. Method used was analysis descriptive method that has qualitative characteristic. Data analysis was conducted qualitative-descriptively namely reducing data, presenting data, and conclusion. This research used the theory of form by Alma M. Hawkins. That expert’s thought was used to discuss about Tigo Tungku Sajarangan Dance in Bridegroom Parade in Muaro Paneh. Research result showed that Tigo Tungku Sajarangan Dance is the dance for bridegroom parade in Muaro Paneh. This dance functions to enliven and also guide that parade.
KONSEP RITUAL DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI GILO LUKAH Suaida Suaida; Sherli Novalinda; Syaiful Erman
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2018): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v4i2.429

Abstract

Karya tari berjudul “Gilo Lukah” terinspirasi dari aktifitas ritual lukah gilo yang terdapat di Desa Baru, Kec. Muaro Sebo, Kab. Muaro Jambi. Untuk menggarap ide gagasan pengkarya menggunakan eksplorasi tubuh terhadap lukah (sejenis alat perangkap ikan)  sesuai dengan keunikan lukah gilo (bergoyang ke kiri-ke kanan, melambung ke atas-ke bawah, bergetar, dan tidak terkendali). Pengkarya juga menggunakan properti kerangka yang dibentuk kotak persegi empat yang diinterpretasi di dalam kotak sebagai aturan yang sewajarnya (adanya syarat-syarat untuk melakukan proses permainan ritual lukah gilo), sedangkan di luar kotak sebagai aturan yang tidak sewajarnya (adanya sesuatu yang di luar logika manusia, mengapa lukah bisa bergerak dan bergoyang sendiri tanpa ada yang memegangnya).
KELINTANG MANNA: MUSIK PENGIRING TARI ANDUN DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT SERAWAI IDANG SERAWAI; ASRIL ASRIL; MISDA ELINA
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 1 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i1.852

Abstract

Kelintang Manna adalah seperangkat alat musik yang berasal dari daerah Bengkulu Selatan yang digunakan sebagai pengiring tari Andun dalam upacara perkawinan masyarakat Serawai. Kelintang Manna merupakan ansambel musik tradisi, yang terdiri dari 6 unit kelintang dan satu redap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan struktur musik yang berkaitan dengan melodi, ritme, dan bentuk lagu Kelintang manna yang ada di Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna Bengkulu Selatan, serta peran Kelintang Manna sebagai musik pengiring tari Andun dalam upacara perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif  dengan kerja pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan, bahwa bentuk penyajian Kelintang Manna terdiri dari beberapa unsur musik, yaitu ritme, melodi, bentuk lagu, adapun hubungan Kelintang Manna dengan tari Andun adalah sebagai pengiring tari yang membentuk suasana tenang dan sakral pada tari andun dalam upacara perkawinan masyarakat Serawai. ABSTRACT Kelintang Manna is a set of musical instruments originating from the South Bengkulu area which is used as an accompaniment to the Andun dance in the marriage ceremony of the Serawai community. Kelintang Manna is a traditional music ensemble, which consists of 6 units of transverse and one dimmer. The purpose of this study is to describe the shape and structure of music related to melodies, rhythms, and forms of the song Kelintang manna in the Medan City Sub-District, Manna City South Bengkulu District, and the role of Kelintang Manna as the accompanying music of the Andun dance in a marriage ceremony. This research uses a descriptive research method with a qualitative approach to the work of collecting data using observation, interviews, and documentation techniques. The results showed that the form of the presentation of Kelintang Manna consisted of several musical elements, namely rhythm, melody, song form, while the relationship between Kelintang Manna and Andun dance was as a dance accompaniment that formed a calm and sacred atmosphere in the danun dance in the marriage ceremony of the Serawai community.
METODE PEMBELAJARAN MUSIK DRUMBAND DI SMA NEGERI 1 LUBUK SIKAPING Hidayatul Asra
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 1 (2015): Laga-Laga : jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i2.226

Abstract

Tahun 1987 kegiatan drumband pertama kali diadakan di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping dengan menggunakan metode pembelajaran yang belum sesuai dengan tuntutan metode pembelajaran drumband yang baik. Adapun hasil dari metode pembelajaran yang mengunakan cara pembelajaran dari siswa yang senior kepada siswa yunior atau siswa yang bisa bermain drumband mengajarkan siswa yang belum bisa bermain drumband. Cara ini belum efektif dan kurang memuaskan. Untuk itu peneliti melakukan pembelajaran drumband dengan menggunakan metode bervariasi yaitu metode ceramah, metode latihan, dan metode pemberian tugas. Metoda membelajaran yang terus meningkat, berkembang serta berubah terjadi dalam semua bidang terutama dibidang seni budaya seperti drumband. Di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping dalam terjadinya perkembangan yang terjadi seperti proses latihan, alat, dan lain sebagainya mengharuskan terjadinya perkembangan metoda pembelajaran seperti dahulunya hanya mengunakan metode ceramah saja dan sekarang tidak lagi hanya menggunakan satu metode saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran drum band di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat, dengan demikian penelitian ini mengunakan Metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul akan dianalisis serta dikelompokkan sesuai jenis data seperti data primer dan data sekunder. Kata kunci: drumband, teknik, proses pembelajaranTahun 1987 kegiatan drumband pertama kali diadakan di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping denganmenggunakan metode pembelajaran yang belum sesuai dengan tuntutan metode pembelajarandrumband yang baik. Adapun hasil dari metode pembelajaran yang mengunakan cara pembelajarandari siswa yang senior kepada siswa yunior atau siswa yang bisa bermain drumband mengajarkansiswa yang belum bisa bermain drumband. Cara ini belum efektif dan kurang memuaskan. Untuk itupeneliti melakukan pembelajaran drumband dengan menggunakan metode bervariasi yaitu metodeceramah, metode latihan, dan metode pemberian tugas.Metoda membelajaran yang terus meningkat, berkembang serta berubah terjadi dalam semuabidang terutama dibidang seni budaya seperti drumband. Di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping dalamterjadinya perkembangan yang terjadi seperti proses latihan, alat, dan lain sebagainya mengharuskanterjadinya perkembangan metoda pembelajaran seperti dahulunya hanya mengunakan metode ceramahsaja dan sekarang tidak lagi hanya menggunakan satu metode saja. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pembelajaran drum band di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman ProvinsiSumatera Barat, dengan demikian penelitian ini mengunakan Metode kualitatif dengan teknikpengumpulan data yaitu studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpulakan dianalisis serta dikelompokkan sesuai jenis data seperti data primer dan data sekunder.Kata kunci: drumband, teknik, proses pembelajaran
PEMERANAN TOKOH KARDIMAN DALAM LAKON SENJA DENGAN DUA KEMATIAN KARYA KIRDJOMULYO Yudhi Panji Pratama
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i1.253

Abstract

Aktor merupakan unsur inti dalam seni peran dan seni teater pada umumnya. Namun perlu diingat, dalam berperan tidak semua aktor berhasil dalam membawakan karakter yang ia perankan. Lakon Senja dengan Dua Kematian karya Kirdjomulyo, merupakan lakon realis psikologis, karena karakter dari masing-masing tokoh di dalam naskah tersebut memiliki tekananan secara psikologis yang disebabkan kekecewaan terhadap tokoh lain, dan mencari kesalahan-kesalahan orang lain. Perasaan kecewa dan dendam terhadap istrinya, menjadikan tokoh Kardiman memiliki dinamika psikologis yang berubah-ubah karena istrinya tidak dapat melupakan kekasih lamanya. Anaknya, Wijasti menganggap semua yang terjadi adalah karena kesalahan Kardiman. Wijasti tidak pernah mengetahui bahwa Kardiman bukan bapak kandungnya, karena Kardiman selalu menutupi aib istrinya. Pendekatan akting presentasi digunakan sebagai rujukan untuk mengaplikasikan tokoh Kardiman ke atas pangung. Pemeran dituntut untuk terlibat dalam situasi dan kondisi tokoh dalam naskah dan disesuaikan dengan kebiasaan dan hal-hal yang khas dalam pribadi pemeran dengan atributnya yang dekat dengan keseharian (Sitorus, 2002: 6). Metode yang pemeran gunakan yaitu metode akting “to be” yang digagas oleh Stanislavski, serta metode indentifikasi karakter yang dibuat oleh Eka D. Sitorus.Actor is generally the core element in acting and theater. However, it needs to be remembered that in acting not all actors succeed in playing their roles. The play of Senja dengan Dua Kematian written by Kirdjomulyo is psychological realist play because character of each figure in that script has psychological pressure for disappointment toward other figures and seeking others’ mistakes. Kardiman figure’s disappointment and resentment toward his wife results on his changeable psychological dynamics because his wife cannot forget her old lover. His daughter, Wijasti considers all that happens are because of Kardiman’s fault. Wijasti never knows that Kardiman is not her biological father because Kardiman always covers up his wife’s disgrace. The approach of acting presentation is used as reference of applying Kardiman’s figure on stage. Actors are demanded to get involved in figures’ situation and condition in script adjusted to actors’ personal habit and unique things with attributes that’s close to their daily life (Sitorus, 2002: 6). Method used by actors is the acting method of “to be” created by Stanislavski, and method of character identification made by Eka D. Sitorus.    
TEATER TUTUR TUPAI JANJANG DI PALEMBAYAN-KAB. AGAM Herwanfakhrizal Herwanfakhrizal; Leni Efendi; Lastri Idola
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2018): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v4i2.405

Abstract

Teater Tutur Tupai Jajang di Nagari Tigo Koto Silungkang Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam, merupakan karya teater tutur rakyat. Deskripsi dan  analisis data bertujuan untuk mengetahui, memahami dan menjelaskan tentang teater tutur Tupai Janjang kepada masyarakat umum. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, dengan hasil analisis deskriptif yang bertujuan agar mudah dipahami dan disimpulkan. Melalui teori pendekatan dramaturgi dapat diurai unsur-unsur pertunjukan teater tutur Tupai Janjang.Analisis dramaturgi pertunjukan teater tutur Tupai Janjang berupa; sinopsis cerita rangkuman cerita dari keseluruhan, struktur pertunjukan yang berisikan tentang penokohan, dramatik plot/alur cerita, tema dan latar dari penceritaan
TAGAK NAN BAMUKASUIK KOMPOSISI MUSIK PENDEKATAN TRADISI Arie Pratama
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i2.920

Abstract

Karya ini bersumber dari seni tutur yang terdapat di Jorong Bukik Tamasu Nagari Balimbiang Kecamatan Rambatan. Terdapat beberapa bentuk pelaksanaan seni tutur pada upacara adat, salah satunya ialah pidato tagak. Pidato tagak dilakukan secara berdiri oleh seorang pangulu yang menuturkan alur pidato yang berisi tentang sejarah Minangkabau dengan melodi dan berirama, irama tersebut lazim disebut oleh masyarakat setempat dengan istilah irama lamo. Hal menarik pada pidato tagak memiliki fenomena musikal, yaitu cara menuturkan alur pidato dengan irama atau melodi yang dinyanyikan. Melodi yang terdapat pada irama lamo tersebut tidak terikat tempo atau free rythm. Pada karya ini, pengkarya menggarap irama atau melodi vokal yang terdapat pada pidato tagak menjadi sebuah komposisi musik karawitan.
SYNCOFRASE : KOMPOSISI MUSIK DENGAN PENDEKATAN RE-INTERPRETASI TRADISI TOFANI YULIAS SAPUTRA; ARNAILIS ARNAILIS; ALFALAH ALFALAH
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 1 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i1.611

Abstract

Terinspirasi dari kesenian tradisi gandang tambua Pariaman, pengkarya tertarik pada pukulan gandang tambua pada frase kedua pola kelima lagu alihan anam yang terdapat di Desa Sikapak Timur, Kec. Pariaman Utara. Pengkarya merasakan ada yang berbeda dari permainan pukulan pada frase kedua tersebut, yakni adanya perbedaan jarak jeda/istirahat pada setiap pukulan gandang tambua, yang  mana perbedaan tersebut membuat pengkarya tertarik untuk  melakukan pengamatan jauh lebih dalam sehingga menemukan unsur musikal berupa sinkopasi, dan pengkarya juga menemukan perbedaan matrik, yakni matrik genap dan ganjil. Hal inilah yang menjadi ide dan landasan bagi pengkarya dalam mewujudkan karya ini, sehingga ide tersebut ditafsirkan kembali menjadi garapan komposisi musik dengan memberikan tawaran bentuk “baru” yang berbeda dari bentuk kesenian asalnya.
MEREFLEKSIKAN LAGU NELAYAN DALAM KOMPOSISI MUSIK RONDO ALA TUNGKAL RIWAN GAHARDIKA; NOFRIDAYATI NOFRIDAYATI; NURMALA NURMALA
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6, No 2 (2020): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v6i2.656

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang musik Rondo yang terkait dalam penggarapan komposisi orchestra. Dengan menggagas lagu daerah Nelayan yang berasal dari Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi yang digarap kedalam komposisi musik Rondo. Proses penciptaan komposisi ini menggunakan ilmu musik meliputi teknik pengembangan melodi dan beberapa penerapan teknik harmoni. Sejalan dengan hal tersebut diatas maka perlu digarap lagu nelayan ini dalam bentuk komposisi musik Rondo Ala Tungkal dengan menerapkan repetisi, sequen, canon, chord by third, polymeter, modulasi, dan beberapa pergantian tanda sukat, Dengan demikian dapat melahirkan komposisi Rondo dalam bentuk baru sebagai hasil eskplorasi dari gagasan musik nelayan sebagai salah satu pengembangan budaya masyarakat Kuala Tungkal Tanjung Jabung Barat Propinsi Jambi. 
EKSPLORASI ORGAN VOKAL DAN PROSES LATIHAN BEATBOX PADA KOMUNITAS BEATBOXING OF JOGJA DI TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA Dwi Okta Renanda; Suryati Suryati; Umilia Rokhani
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 1 (2017): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v1i1.248

Abstract

Beatbox adalah bentuk seni yang menggunakan organ vokal manusia untuk meniru suara beriramadan ketukan drum, alat musik, dan suara buatan lainnya. Organ vokal umumnya digunakan untuk berbicara atau berkomunikasi, sekarang dieksplorasi untuk meniru suara berbagai perkusi dan efek suara. Salah satu komunitas yang mewadahi pecinta beatbox adalah Beatboxing of Jogja (BeJo). Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan data kualitatif, beatbox unik dalam hal proses memproduksinya. Banyak teknik yang ditemukan di beatbox, tidak hanya suara perkusi tapi juga efek suara. Dalam proses latihan, BeJo terbagi menjadi tiga kelas, masing-masing kelas memiliki standar penguasaan teknis tertentu. latihan akan dipimpin oleh koordinator dari masing-masing kelas untuk memberi contoh dan anggota akan meniru satu persatu. Beatbox is a form of art that uses the human vocal organs to imitate the rhythmic sounds and drum beats, musical instruments, and other artificial sounds. Vocal organs are generally used to speak or communicate, are now explored to imitate the sounds of various percussion and sound effects. One of community that embodies beatbox lovers is Beatboxing of Jogja (BeJo). .After research using analysis descriptive method by using qualitative data, beatbox is unique in terms of the process of producing it. Many of the techniques found in beatbox, not only percussion sounds but also sound effects. In the practice process, BeJo is divided into three classes, each class has a certain standard of technical mastery. The exercise will be led by a coordinator from each class to give examples and members will imitate one by one.

Page 8 of 16 | Total Record : 158