cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Kepemimpinan Geuchik dalam Meningkatkan pembangunan gampong Alue Krueng Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya(Studi Kepemimpinan Geuchik Miswar dalam pemgelolaan dana gampong) darwin darwin; effendi hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.637 KB)

Abstract

ABSTRACT                          Leadership of a headman (Geuchik) basically refers to how to coordinate the whole needs of people in every decision-making process. Geuchik should also be able to set targets to achieve for society development as well as communicate and channel their aspirations. It is also expected that a Geuchik be able to provide all the needs of the people living in his area. Funding provided by central government for village named dana gampong is very pivotal in speeding up the area development. Miswar, as a Geuchik, was expected to do the same thing. He should be able to actualize the accelerated development. The objective of this research was to know the process of village’s development under the rule of Miswar and to know the benefits gained from dana gampong in Alue Kareng in realizing speed up development.This study employed qualitative descriptive approach. The data were obtained from field and library study. Field study was performed by interviewing informants. Library study, on the other hand, was done by reading books, scripts, journals, rules, and other related references. The results showed that Miswar as a Geuchik always focus on situational, consultative leadership styles. He managed to do all of his duties successfully and well. His success can be seen from the main road reconstruction in several places. Dana Gampong benefited people in Alue Krueng by which road construction that gives easier access for people to travel to their plantation and rice fields. Geuchik Miswar is expected to develop his leadership skills and maintain his working spirit in order to speed up the process of achieving prosperity in Alue Krueng. It is also suggested that Geuchik Miswar and his staff optimally focus on making decision for public service so that the society can be more satisfied with the leadership skills possessed by their leader.                      . Keywords: Leadership, Development of Hope, Dana Gampong.                                
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA ACEH DALAM IKLAN KOMERSIAL DI RADIO MEUGAH FM DAN HUBUNGANNYA DENGAN MINAT BELI KONSUMEN Muhammad Iqbal; Drs. Amsal Amri, M.Pd
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.463 KB)

Abstract

 Penelitian ini berjudul ”Persepsi Masyarakat Terhadap Penggunaan Bahasa Aceh Dalam Iklan Komersial Di Radio Meugah FM Dan Hubungannya Dengan Minat Beli Konsumen (Studi Terhadap Masyarakat Gampong Merduati Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh)”. Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat Gampong Merduati terhadap penggunaan bahasa Aceh dalam iklan komersial di Radio Meugah FM dan hubungannya dengan minat beli konsumen. Penelitian ini berjenis eksplanatif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Merduati dengan jumlah 1075 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei melalui instrumen kuesioner kepada 91 responden yang diambil berdasarkan rumus Slovin dengan presisi 10%. Teknik analisis data yang digunakan adalah tabel distribusi frekuensi, uji korelasi Product Moment, dan uji hipotesis. Hasil dari analisis koefisien korelasi Product Moment Method diperoleh nilai r = 0,466. Berdasarkan pedoman skala Guilford bahwa nilai r = 0,466 berada pada skala 0,40 – 0,70 dengan menunjukkan hubungan yang cukup berarti antara persepsi masyarakat Gampong Merduati terhadap penggunaan bahasa Aceh dalam iklan komersial di Radio Meugah FM dengan minat beli konsumen. Hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung sebesar 4,971 dan nilai ttabel pada α = 0,05 pada uji 2 sisi diketahui sebesar 1,987. Berdasarkan kriteria uji hipotesis yaitu jika thitung ttabel yaitu 4,971 1,987 maka Ha diterima atau korelasi dua variabel signifikan. Dapat dinyatakan bahwa variabel persepsi masyarakat Gampong Merduati terhadap penggunaan bahasa Aceh dalam iklan komersial di Radio Meugah FM berhubungan dengan minat beli konsumen yang positif dan signifikan dengan keputusan membeli siswa masyarakat, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima.Kata Kunci: Persepsi, Masyarakat, Bahasa Aceh, Minat Beli.Title: People's Perception of the Use of Acehnese Language in Commercials Advertisements on Meugah FM Radio and its Relation to Consumer Buying InterestAbstract: The study is titled ”People's Perception of the Use of Acehnese Language in Commercials Advertisements on Meugah FM Radio and its Relation to Consumer Buying Interest (Study of the People of Gampong Merduati sub-district of Kutaraja Banda Aceh City)”. The study aims to analyze People's Perception of the Use of Acehnese Language in Commercials Advertisements on Meugah FM Radio and its Relation to Consumer Buying Interest. This study manifests quantitative explanative. The population in this study is the community of Merduati Village with 1075 people. Determination of sample is done by Purposive Sampling technique. The method used in this research is survey method through questionnaire instrument to 91 respondents taken based on Slovin formula with 10% precision. Data analysis technique used is frequency distribution table, Product Moment correlation test, and hypothesis test. The result of correlation coefficient analysis of Product Moment Method obtained r value = 0,466. Based on the Guilford scale guidance that the value of r = 0,466 is on a scale of 0,40 – 0,70 by showing a significant relationship between the perception of the people of Gampong Merduati towards the use of Acehnese language in commercial advertisements on Radio Meugah FM with consumer buying interest. Hypothesis testing results obtained tcount equal to 4,971 and value of ttable at α = 0,05 on 2-sided test is known as 1,987. Based on hypothesis test criteria that is if tcount ttable is 4,971 1,987 then Ha received or correlation of two significant variables. It can be stated that the perception of the community of Gampong Merduati towards the use of Acehnese language in commercial advertisement in Meugah FM Radio is related to consumer buying interest which is positive and significant with the decision to buy the students of the society, so it can be concluded that the hypothesis is accepted.Keywords: Perception, Society, Aceh Language, Buying Interest.
partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan desa di gampong barabung kecamatan darussalam kabupaten aceh besar Marlita Marlita; Hismendi Hismendi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.3 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Proses perencanaan pembangunan Desa Di Gampong Barabung (2) Bentuk partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan Desa Di Gampong Barabung (3) Faktor-faktor yang menghambat masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan Desa Di Gampong Barabung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan pembangunan desa Di gampong barabung adalah dengan melakukan musrenbang/musyawarah rencana pembangunan desa, melalui musyawarah tersebut maka terdapat berbagai aspirasi masayarakat yang diusulkan dalam program pembangunan. Bentuk partisipasi masyarakat yang diberikan dalam perencanaan pembangunan desa yaitu berupa non fisik seperti sumbangan pemikiran, iuran, serta pengambilan keputusan yang menyangkut dengan tujuan rencana. Faktor-faktor yang menghambat  dalam proses perencanaan pembangunan desa yaitu sulit mengatur waktu dengan masyarakat, pola pemikiran masyarakat terhadap pemahaman pembangunan yang masih kurang serta serta berasumsi sebagai kerja sampingan. Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Perencanaan, Pembangunan Desa COMMUNITY PARTICIPATION IN VILLAGE DEVELOPMENT PLANNING PROCESS IN GAMPONG BARABUNG DISTRICT DARUSSALAM REGENCY OF ACEH BIG Abstract This study aims to determine:  (1) Village development planning process in Barabung village (2) Form of community participation in village development planning process in Barabung village (3) Factors that impede the community in planning process of village development in Barabung village. The method used in this study is descriptive qualitative method. Data collection techniques used are observation, structured interviews and documentation. The result of the research shows that the village development planning process in Gampong Barabung is by conducting deliberation of development planning/musyawarah of the village, through the discussion there are various aspirations of the community proposed in the development program so that the development program changes in three areas such as government apparatus field community development, and community empowerment. Forms of community participation given in village development planning that is in the form of non-physical such as the contribution of thoughts, dues, and decision-making related to the purpose of the plan. Factors that hamper the process of village development planning is difficult to arrange the time with the community, the pattern of community thinking on development is still lacking and assume as a side job.  Keywords: Community Participation, Planning, Village Development 
Penerapan Kebijakan E-Demokrasi dalam konsep Smart City Terhadap Peningkatan Pelayanan Publik di Kota Bandung Rizki Mulyadi; Radhi Darmansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Smart city yang di terapkan Bandung saat ini merupakan sistem tatakelola pemerintahan yang berbasis teknologi, ini merupakan pergeseran dikarenakan era globalisasi yang terus berkembang. smart city di harapkan menjadi solusi untuk menjawab segala permaslahan yang ada di kota Bandung, seperti di amanatkan pada  undang-undang No. 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Pemerintah kotasebagai salah satu sarana penyelenggara  pelayanan publik mempunyai peran yang sangat penting dalam memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat. Sejauh ini Bandung sudah menerapkan kebijakan smart city dengan baik, penulis inggin menguji apakah hal itu benar atau hanya untuk pecitraan pemimpin saja,Penelitian ini juga bertujuan untuk Untuk mengetahui penerapan e-demokrasi di kota Bandung dan Untuk menganalisis dampak penerapan E-demokrasi terhadap peningkatkan pelayanan publik di kota Bandung.Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh dengan turun langsung ke lapangan dangan melakukan mewawancara narasumber secara terbuka sehingga penulis bisa mengetahui lebih dalam mengenai persoalan yang diteliti (kualitatif), observasi dan dokumentasi data yang di peroleh. berikutnya menggabung semua data yang di dapat melalui penelitian sekunder dan penelitian primer dan berikutnya data masuk dalam tahap pengolahan data sebelum penulis pengambilan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan kebijakan smart city di kota Bandung saat ini sudah sangat baik, dikarenakan ada 4 indikator Edward III yang ditawarkan dan memenuhi syarat penerapat kebijakan, Namun tidak ada SOP khusus yang mengatur.Dampak penerapan kebijakan e-demokrasi dalam konsep smart city terhadap peningkatan pelayanan publik di kota Bandung, menjadi solusi dalam menjawab keluhan masyarakat, dan telah mengubah wajah birokrasi kota Bandung. Namun ada dampak negatif terhadap sosial yaitu berkurangnya interaksi sosial secara langsung, dan masyarakat menjadi manja.Pemerintahan kota Bandung harus terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan serta membuat aturan khusus  atau SOP yang jelas.Pemerintah juga terus melakukan pendekatan secara real tidak hanya dengan menggunakan media elektronik saja kepada masyarakat. Kata kunci: Kebijakan Publik, Smart city, Implementasi Kebijakan Smart City.   
Faktor-Faktor Kemenangan Muzakir Manaf-TA Khalid Dalam Pemilihan Gubernur Aceh Pada Pilkada Tahun 2017 Di Aceh Selatan Muhammad Luthfi; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.148 KB)

Abstract

Kemenangan Pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid di Aceh Selatan pada pilkada tahun 2017 yang lalu merupakan suatu yang sangat berbeda dengan hasil suara yang ada di kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Nagan Raya dan Subulussalam Sebagian besar pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid mengalami kekalahan di wilayah pantai barat selatan tersebut. Fenomena kemenangan Muzakir Manaf-TA Khalid di Aceh Selatan ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam dengan judul “Faktor-Faktor Kemenangan  2017 di Aceh Selatan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan Muzakir Manaf-TA Khalid meraih kemenangan pada pilkada Aceh tahun 2017 di Kabupaten Aceh Selatan serta untuk mengetahui alasan ketertarikan pemilih di Kabupaten Aceh Selatan memilih Muzakir Manaf-TA Khalid. Dalam penelitian ini data yang diperoleh bersumber dari data primer yaitu wawancara langsung dengan informan untuk mendapatkan data di lapangan serta sebagai data pendukung juga menggunakan data sekunder berupa buku-buku, jurnal ilmiah, surat kabar dan dari sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua faktor mendasar yang menyebabkan kemenangan pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid di Aceh Selatan. Pertama, karena faktor kinerja tim dilapangan yang sangat solid. Kedua, karena adanya faktor dukungan partai koalisi. Adapun alasan ketertarikan masyarakat Aceh Selatan terhadap pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid adalah karena pengaruh Partai Aceh itu sendiri, serta isu MoU Helsinki dan UUPA yang menjadi program dan misi misi dari pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid.Kata Kunci : Pilkada Aceh 2017, Aceh Selatan, Muzakir Manaf-TA Khalid The factors of Muzakir Manaf-TA Khalid Winning in The Aceh Governor Election 2017 in Aceh SelatanABSTRACTThe winning of Muzakir-TA Khalid candidates at the previous 2017 election in Aceh Selatan (South Aceh) is a phenomenon when compared to its neighboring regencies of Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Nagan Raya and Subulussalam. These candidates failed to win in most of the regencies on the south-west coastlines. This is why the researcher is interested in studying the reasons these candidates win in this area. Thus this research was conducted with the title of “The factors of Muzakir Manaf-TA Khalid winning in the Aceh Governor Election 2017 in Aceh Selatan”. This study objective is to find out the factors caused Muzakir Manaf-TA Khalid candidates to win the Aceh election voting 2017 in Aceh Selatan. It is also to find out the reasons of voters in voting the Muzakir Manaf-TA Khalid candidates. This research use primary data which collected by direct interviewing with samples on the field. As for the supporting data, the researcher used secondary data from books, scientific journals, newspapers, and other sources related to the research. The result of the research shows that there were two significant factors which caused the winning of Muzakir Manaf-TA Khalid candidates in Aceh Selatan. Firstly, the campaign team on the field was determined. Secondly, the existence of the coalition parties supports the candidates. As for the community interests towards these candidates of Muzakir Manaf-TA Khalid were from from Aceh Party and the influences of this party itself. Besides, the Memorandum of Understading (MoU) Helsinki and Aceh Government Regulations issues the candidates campaign team brought up as their missions.Keywords: Aceh Election 2017, Aceh Selatan, Muzakir Manaf-TA Khalid
Uroe peukan dalam tradisi masyarakat Bireuen amsal amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.125 KB)

Abstract

Uroe Peukan (pasar) dalam pandangan sebagian orang adalah hanya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, tempat para penjual dan pembeli berkumpul. Sebenarnya, pasar adalah salah satu bentuk budaya masyarakat. Jika ingin melihat kebudayaan suatu daerah maka pasar adalah salah satu tempat yang dapat memberikan gambaran awal tentang budaya masyarakatnya. Barang-barang yang dijual, masyarakat yang datang berbelanja, dan cara mereka bertransaksi adalah salah satu wujud budaya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tradisi uroe peukan di Bireuen dan untuk memperoleh deskripsi secara kualitatif tentang pengaruh uroe peukan terhadap budaya transaksi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang merupakan penelitian yang bertujuan memberikan gambaran secara jelas dan sistematis terkait dengan objek yang diteliti dengan memberikan informasi dan data yang valid dengan data dan fenomena yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara untuk data sekunder dalam bentuk buku, jurnal, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan jual beli di hari pekan masih tetap berlangsung sampai sekarang. Selain itu di hari pekan bisa memperlancar ekonomi khususnya menengah ke bawah khususnya dalam bidang dagang. Adapun tujuan diadakan hari pekan tidak semata-mata untuk mencari keuntungan (ekonomi) saja dalam berdagang. Bahwa perlunya suatu fungsi dalam menjaga tradisi yang berguna dalam pelestarian dan pelaksanaan peran masyarakat, agar mampu tertata dan adaptasi. Perbedaan cara transaksi di hari biasa dengan hari pekan diakibatkan karena untuk menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah ada sebelumnya. Salah satu wujud budaya dalam masyarakat adalah cara mereka melakukan transaksi. Kata kunci: Tradisi, Masyarakat, dan Pasar The title of this study is Uroe Peukan in Bireuen society tradition of culture sociology perspective. The objective of this study to find out and to analysis the tradition of uroe peukan in Bireuen city. The data describe about the impact of uroe peukan to culture transaction, in doing this study the researcher used the theory of structural functional. As we know that, the society is the social unity that consist of parts interconnected and mutually blends in order to get a sustainability, said by Talcolt Parson. The design of this study was a descriptive qualitative study. To obtain the data, the writer used observation, interview and documentation. In addition the secondary data that used in this study were book, journal, and document. The data analyzed qualitatively. The informants in this study were 5 people which consists of traders that doing activity in uroe peukan. The results of study shows that trading activities on uroe peukan still occur until now. According to Talcolt Parson the view of implementing function adaptation with adjusting to circumstances environmentalists to support tradition of society. Key words: Tradition, Society, and Market
Persepsi Tokoh Mahasiswa Terhadap Partai Aceh (Studi Kasus Tokoh Mahasiswa Unsyiah) Syirwan Haniya; Maimun Maimun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi tokoh mahasiswa unsyiah terhadap Partai Aceh. Penelitian ini dilakukan di Unversitas Syiah Kuala yang dimana mewawancarai para tokoh mahasiswa satu persatu terkait dengan keberadaan partai politik lokal dan khususnya Partai Aceh pada bulan Juni 2016. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan para tokoh mahasiswa cukup memahami tentang partai politik lokal khusunya Partai Aceh, tokoh mahasiswa unsyiah juga memiliki persepsi “netral” terhadap keberadaan partai politik lokal khusunya  Partai Aceh, mereka juga bangga dengan adanya partai politik lokal yang sanggup menggeser dominasi partai-partai nasional dan tokoh mahasiswa juga mengkritik tentang  Partai Aceh dianggap sebagai partai yang berkuasa hanya mementingkan kepentingan internal dibandingkan kesejahteraan rakyat. Kata Kunci: Persepsi Tokoh Mahasiswa Unsyiah, Partai Aceh, Partai Politik Lokal. ABSTRACK This study aims to determine how perceptions of student leaders Unsyiah the Aceh Party. This research was conducted in Unversitas Syiah Kuala in which interviewed the student leaders one by one associated with the presence of local political parties and particularly the Aceh Party in June 2016. This study used a qualitative descriptive method. Results from the study showed the student leaders was quite understanding about the local political parties especially the Aceh Party, student leaders Unsyiah also have a perception of a "neutral" to the existence of local political parties especially the Aceh Party, they also take pride in their local political party that could shift the dominance of parties and national student leader also criticized about Partai Aceh is considered as the ruling party is only concerned with internal interests than the people's welfare.
Dampak Pemekaran Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya Said Razi Sandika; Husaini Ibrahim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKKecamatan Lembah Sabil meruapakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya yang merupakan kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Manggeng. Kecamatan Lembah Sabil dapat dikatakan sebagai salah satu kecamatan hasil pemekaran yang belum mampu memberikan kualitas pelayanan yang baik kepada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan publik di kantor Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya setelah pemekaran, serta untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pelayanan publik di Kantor Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan melakukan penelitian, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemekaran kecamatan Lembah Sabil belum mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, setelah adanya pemekaran kecamatan ada beberapa aspek pelayanan publik yang sudah bisa dirasakan oleh masyarakat yaitu aspek kesederhaan dan keramahan, aspek kemudahan akses mendapatkan pelayanan, dan aspek keadilan yang merata atau kesamaan hak dalam memperoleh pelayanan. Tetapi ada juga beberpa aspek pelayanan yang diberikan oleh pihak kecamatan Lembah Sabil yang belum terealiasai dengan baik sesuai dengan tuntutan dan kebutan masyarakat dalam mendapat pelayanan yang efektif dan efesien dari pemerintah yaitu aspek kejelasan dan kepastian pelayanan dan aspek kenyamanan pada saat melakukan pelayanan di kantor Kecamatan Lembah Sabil. Penyelenggaraan pelayanan publik di Kantor Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya perlu ditingkatkan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Kendala dalam pelaksaan pelayanan publik di Kantor Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya disebabkan oleh sarana dan prasarana kantor yang belum memadai, serta kurangnya pegawai kecamatan yang bisa menguasai alat bantu pelayanan. Diharapkan agar pihak pemerintah Kecamatan Lembah Sabil dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.The Impact Subdistrict Division On The Quality Of Public Service In Lembah Sabil Subdistrict Of Southwest AcehLembah Sabil sub-district is one of the sub districts located in the area of Southwest Aceh district which is the sub-district of the expansion of theManggeng sub district. LembahSabil sub-district can be regarded as one of the sub-districts of expansion which have not been able to provide good service quality to the community.The purpose of this research is to know the quality of public service in sub-district office of LembahSabildistrict of Southwest Aceh after expansion, and also to know what factors become obstacles in public service implementation in sub-district office of LembahSabildistrict of Southwest Aceh. The research method was qualitative method. Data collection techniques in this study were obtained by conducting research, interviews and documentation.The result of this research was the expansion of LembahSabilsub-district had not been able to give a good service to the society, after the existence of the sub-district division there were some aspects of public service that could be felt by the public which was the aspect of simplicity and friendliness, the accessibility aspect to get the service and equitable aspects of equity or equality of rights in obtaining services.But there were also some aspects of service provided by the Lembah Sabilsub-district that had not been realized well in accordance with the demands and needs of the community in getting an effective and efficient service from the government which was the aspect of clarity and certainty of service and comfort aspects when doing the service at the office of LembahSabil sub-district.It is expected that the government of Lembah Sabil sub-district can provide better service to the community in accordance with the community expectation.
simbol larangan merokok dan perilaku mahasiswa perokok (studi tentang pemahaman simbol larangan merokok terhadap mahasiswa perokok di Universitas Syiah Kuala) Hesty Indah Pratiwi; Alamsyah taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dengan yang namanya simbol, karena simbol merupakan hasil sebuah pemikiran manusia dan simbol atau tanda-tanda memungkinkan kita berfikir, berhubungan dengan orang lain, dan memberi makna pada apa yang ditampilkan oleh alam semesta. Salah satu simbol yang sering di jumpai yaitu simbol larangan merokok. Simbol larangan merokok bisa di jumpai di area-area publik, seperti: mall, gedung kantor, taman, rumah sakit, dan sekolah atau perguruan tinggi. Universitas Syiah Kuala sendiri telah menerapkan peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan sudah adanya simbol larangan merokok di setiap fakultas. Namun masih banyak mahasiswa yang merokok di area kampus walaupun sudah adanya simbol larangan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman simbol larangan merokok terhadap mahasiswa perokok di Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Syiah Kuala berjumlah 268 orang. Teknik pengambilan sample pada penelitian ini dengan menggunakan teknik incidental sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa Universitas Syiah Kuala paham terhadap simbol larangan merokok dengan kategori sangat baik (58,22%), sedangkan sisanya sekitar (19,4%) mahasiswa perokok Universitas Syiah Kuala memahami simbol larangan merokok dengan kategori yang baik, dan sebanyak (22,39%) mahasiswa perokok tidak memahami simbol larangan merokok dengan kategori kurang baik. Jika self control, kontrol sosial dan  sosialisasi tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) juga simbol larangan merokok pada mahasiswa Universitas syiah kuala dilakukan dengan baik serta adanya peraturan  yang tegas, Melalui peringatan yang tegas baik secara lisan maupun tertulis ditingkatkan, maka peraturan yang sudah di buat dapat di patuhi dan membuat mahasiswa tidak merokok di kampus sehingga terciptanya Universitas Syiah Kuala bebas asap rokok.Kata Kunci : Pemahaman, Simbol Larangan Merokok, Mahasiswa Perokokthe symbol of smoking ban and the behavior of smoker students (a study of smoking ban symbols unserstanding toward smoker students in syiah kuala University)Symbol cannot be separated from human’s daily life, owing to the fact that symbol is a result of human’s perspective. Symbol probably makes people think, interact with other people, and give the unstated meaning of nature. One of symbols which is commonly found is no smoking symbol. No smoking symbol is commonly found in public area, such as; mall, office building, park, hospital and school or college. Syiah Kuala University has applied a regulation of No Smoking Area (KTR) and it has been posted in every faculty. However, the fact is that there are a number of students who smoke in campus area whereas the no smoking symbol has been exposed. This research aims to investigate the no smoking symbol comprehension toward students who smoke in Syiah Kuala University. This study used descriptive qualitative method. The samples of this research are 268 Syiah Kuala University students. The sampling technique used in this research is incidental sampling. The result shows that most of Syiah Kuala University students understand the no smoking symbol which the comprehension is categorized as very good (58,22%) while about (19,4%) of students who smoke in Syiah Kuala University understand the symbol with the category of comprehension is good and (22,3%) students who smoke do not understand the no smoking symbol which is categorized as poor. If the self control, social control and the socialization about No Smoking Area (KTR) and also no smoking symbol to students of Syiah Kuala University well conducted, and there is a firm regulation either through spoken or written way, therefore the regulation exist can be obeyed and can make students to not smoke in campus, thus Syiah Kuala University can be free from cigarette smoke.Key words: comprehension, no smoking symbol, student smokers.  
KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BARAT DALAM MENGURANGI ANGKA KEMISKINAN PERIODE 2012-2017 Meilizar Meilizar; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.807 KB)

Abstract

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam hal mengurangi angka kemiskinan sudah maksimal. Namun dalam hal pelaksanaan belum sepenuhnya memihak pada masyarakat, terutama masyarakat miskin, hal ini mengakibatkan angka kemiskinan kembali meningkat setelah tahun sebelumnya kemiskinan di Aceh Barat sempat menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam Mengurangi Angka Kemiskinan pada periode 2012-2017, Adapun yang menajdi fokus penelitian ini yaitu kebijakan pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam mengurangi angka kemiskinan khususnya di Sekretariat Daerah, Dinas Sosial dan Dinas Syariat Islam serta mengetahui dampak kebijakan pemerintah bagi masyarakat miskin di Kabupaten Aceh Barat. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil penelitian di lapangan dan kepustakaan. Penelitian di lapangan dilakukan melalui wawancara dengan informan. Data dari penelitian lapangan juga diperoleh dari dokumen-dokumen penting dari Sekretariat Daerah, Dinas Sosial dan Dinas Syariat Islam. Sedangkan penelitian kepustakaan diperoleh dengan cara membaca buku teks, peraturan perundang-undangan, jurnal, dan bahan-bahan bacaan lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah membuat kebijakan melalui program-program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan yang inklusif dan  salah satu upaya pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam pengentasan kemiskinan yaitu membentuk tim koordinasi penanggulangan kemiskinan dengan membuat berbagai program yang pro masyarakat miskin yang kemudian direalisasikan melalui SKPD terkait dalam hal ini yaitu Sekretariat Daerah, Dinas Sosial, dan Dinas Syariat Islam. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam mengurangi angka kemiskinan sudah dapat menurunkan angka kemiskinan yang sebelumnya relatif besar yaitu 23,81 persen menjadi 22,76 persen ditahun pertama kepemerintahan periode 2012-2017. Pada tahun kedua (2013), angka kemiskinan kembali meningkat menjadi 23,70 persen. Hal ini dikarenakan oleh pelaksanaan kebijakan yang belum sepenuhnya memihak pada masyarakat miskin, Observasi dan pendataan masyarakat miskin yang di lakukan pemerintah belum maksimal, kurangnya pengawasan, kurangnya penyuluhan terkait kebijakan penanggulangan kemiskinan, keterbukaan informasi publik yang masih jauh dari kata maksimal. Sehingga belum berdampak maksimal terutama terhadap masyarakat miskin di Aceh Barat.Government Of West Aceh Regency's Policy In Reduce Poverty Numbers in 2012-2017 PeriodAceh Barat District Government policy in terms of reducing poverty rate is maximal. However, in terms of implementation has not been fully sided with the community, especially the poor, this resulted in poverty rates again increased after the previous year poverty in West Aceh had decreased. This study aims to analyze the policy of  Aceh Barat District Government in Reducing Poverty Rate in the period 2012-2017 and know the impact government policy for the poor in Aceh Barat District. The data required in this research is obtained from the results of field research and literature. Field research was conducted through interviews with informants. Data from fieldwork are also obtained from important documents from the Regional Secretariat, the Social Service and the Office of the Islamic Sharia. While literature research is obtained by reading textbooks, legislation, journals, and other reading materials related to this research. The results show that the Aceh Barat District Government has made policy through inclusive community empowerment and development programs and one of the efforts of Aceh Barat district government in poverty eradication is to form a coordinating team of poverty alleviation by making pro-poor programs which are then realized through SKPD related in this case is the Regional Secretariat, Social Service, and the Office of Islamic Sharia. The Aceh Barat District Government's policy of reducing poverty rates has been able to reduce the previously relatively high poverty rate of 23.81 percent to 22.76 percent in the first year of the period 2012-2017. In the second year (2013), the poverty rate again increased to 23.70 percent. This is due to the implementation of policies that have not been fully in favor of the poor, the observation and data collection of the poor by the government is not maximal, lack of supervision, lack of education related to poverty reduction policy, public information disclosure which is still far from maximal word. So it has not affected maximally especially to poor people in Aceh Barat. 

Page 5 of 102 | Total Record : 1018