cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Peran Komunikasi Interpersonal Pada Tim Republic Of Gamers (ROG) Aceh Dalam Mewujudkan Prestasi Wilman Zuhri; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.342 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Peran Komunikasi Interpersonal Pada Tim Republic Of Gamers (ROG) Aceh Dalam Mewujudkan Prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besarnya peran Ketua Tim dalam meweujudkan prestasi. Tim Republic Of Gamers (ROG) Aceh adalah salah satu tim yang pernah mewakili Aceh dalam kompetisi Game Point Blank Nasional yang diselenggarakan di Jakarta dan menjadi tim pertama yang bertahan selama tiga tahun berturut-turut sebagai juara di regional Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ketua tim ROG yang berperan banyak dalam meweujudkan prestasi dengan menggunakan komunikasi interpersonal. Teori yang digunakan adalah teori Atraksi interpersonal Barlund. Fokus penelitian adalah melihat bagaimana peran ketua tim dalam membangun kerja sama sehingga dapat meweujudkan prestasi. Metode yang digunakan adalah analisis data dengan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data diambil dengan cara wawancara kepada anggota tim Republic Of Gamers (ROG) Aceh. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwasanya kesuksesan yang di raih oleh Tim ROG Aceh tidak terlpas dari peran komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh ketua tim terhadap anggotanya dengan berbagai cara dan strategi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja para anggota tim demi meraih prestasi.  Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Tim Republic Of Gamer (ROG),   PrestasiINTERPERSONAL COMMUNICATION ROLE IN ACEH'S REPUBLIC OF GAMERS (ROG) TEAM IN REALIZING ACHIEVEMENTS                                           ABSTRACTThis study is entitled The Role of Interpersonal Communication in the Aceh Republic of Gamers (ROG) Team in Realizing Achievement. The team leader in realizing achievement. The Republic Of Gamers (ROG) Aceh team is one of the teams that once represented Aceh in the National Point Blank Game competition held in Jakarta and became the first team to survive for three consecutive years as winners in the Aceh region. This study discusses the role of the ROG team leader who supports most of the achievements by using interpersonal communication. The theory used is Barlund's interpersonal competitive theory. The focus of the research is to see how the role of the team leader in building cooperation can achieve achievement. The method used is data analysis with descriptive qualitative methods. Data collection was taken by interviewing members of the Aceh Republic Of Gamers (ROG) team. The results showed that the success achieved by the Aceh ROG Team was not dissolved from the role of interpersonal communication carried out by the team leader towards its members in various ways and strategies used to improve the performance of team members for achievement.  Keywords: Interpersonal Communication, Team Republic Of Gamer (ROG), Achievement
KEGAGALAN PARTAI GOLONGAN KARYA DALAM MEMPEROLEH KURSI LEGISLATIF DI KABUPATEN PIDIE JAYA PADA PEMILU TAHUN 2014 Muhammad Brilly; Cut Maya Aprita Sari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.417 KB)

Abstract

Partai Golongan Karya di Kabupaten Pidie Jaya merupakan satu-satunya yang gagal memperoleh kursi legislatif pada Pemilihan Umum Legislatif tahun 2014 dari semua Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan Partai Golongan Karya dalam memperoleh kursi legislatif di Kabupaten Pidie Jaya pada Pemilihan umum legislatif tahun 2014 serta strategi Partai Golongan Karya pada Pemilihan Umum tahun 2019 agar bisa mendapatkan kursi legislatif di Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, yaitu dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Dimana peneliti melakukan wawancara dengan pengurus Partai Golongan Karya di Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Pidie Jaya dan Pengurus Partai Golongan Karya Provinsi Aceh, serta pihak-pihak terkait untuk mencari literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa faktor-faktor kegagalan Partai Golongan Karya  dalam memperoleh kursi legislatif di Kabupaten Pidie Jaya pada Pemilu tahun 2014 adalah disebabkan kesulitan Partai Golongan Karya bersaing dengan partai lokal, kurang populernya calon legislatif yang diusung, minimnya dana kampanye calon legislatif, minimnya penggunaan atribut kampanye, dan tidak menjalin komunikasi dengan pemilih. Oleh karena itu strategi yang harus dilakukan oleh Partai Golongan Karya dalam menghadapi Pemilihan Umum tahun 2019 dengan cara memperbaiki kesalahan dari Pemilihan Umum pada tahun 2014. Sehingga kedepannya mampu mendapatkan kursi legislatif di Kabupaten Pidie Jaya pada Pemilihan Umum tahun 2019.FAILURE OF PARTICIPANTS ASSOCIATING WORKS IN OBTAINING LEGISLATIVE CHAIRS IN PIDIE JAYA DISTRICT IN 2014 ELECTION               The Golongan Karya party in Pidie Jaya Regency is the only one who failed to obtain legislative seats in the 2014 Legislative General Elections from all the Regencies / Cities in Aceh Province. This study discusses the factors that led to the failure of the Golongan Karya Party to obtain legislative seats in Pidie Jaya District in the 2014 legislative elections and the Strategy of the Golongan Karya Party in the 2019 General Election in order to obtain legislative seats in Pidie Jaya Regency. This study uses descriptive research methods, namely by using interview methods and literature. Where the researcher conducted an interview with the Party Management of the Group of Work in the Pidie Jaya District Leadership Council and the Aceh Provincial Golongan Karya Party Management, as well as related parties to look for literature relating to this research. The results of this study state that the factors of the failure of the Golongan Karya Party to obtain legislative seats in Pidie Jaya District in the 2014 General Election were the challenge of the Golongan Karya Party to compete with local parties, the unpopular legislative candidates being promoted, the lack of campaign funds for legislative candidates, the lack of use campaign attributes, and do not establish communication with voters. Therefore the strategy must be carried out by the Party of Work Group in the general election in 2019 by correcting errors in the General Election in 2014. Future support is able to get a legislative seat in Pidie Jaya District in the 2019 General Election.                                     
Persepsi Masyarakat Terhadap Program Gerakan Sayang Ibu (Studi di Gampong Tibang Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh) Ilham Firaiza; Dr. Alamsyah Taher, M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.537 KB)

Abstract

ABSTRAKGerakan Sayang Ibu (GSI) adalah suatu gerakan yang dilaksanakan oleh masyarakat, bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas serta penurunan angka kematian bayi. Hal ini menjadi menarik untuk dijadikan penelitian tentang persepsi masyarakat gampong Tibang terhadap program Gerakan Sayang Ibu dan apakah dampak dari program gerakan sayang ibu terhadap kesehatan ibu hamil dan kesehatan bayi di gampong Tibang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teori interaksiolisme simbolik dan asimilasi sosial. Proses pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian terdiri dari 10 (Sepuluh) orang, yang terdiri dari Keuchik, Sekdes, Tuha Peut, Ibu-Ibu PKK  Gampong Tibang, Bidan Desa, Ibu Hamil, Kepala Puskesmas Kecamatan Syiah Kuala dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil penelitian. Persepsi masyarakat gampong Tibang sangat baik terhadap pelaksanaan program Gerakan Sayang Ibu, hal ini terlihat dari tingginya tingkat partisipasi ibu hamil, bayi dan balita pada salah satu kegiatan GSI terutama dalam pelaksanaan kegiatan posyandu.  Dampak program Gerakan Sayang Ibu terhadap perubahan dalam masyarakat telah dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian, dalam upaya menjaga kesehatan selama kehamilan, kesehatan bayi dan balita. Telah terbinanya hubungan yang interaktif dan sinergis antara pemerintah (Dinas Kesehatan), masyarakat gampong Tibang dan organisasi profesi keperawatan dan kebidanan yang mendukung program ini.Society Perception of the Mother Love Movement Program Study in Village Tibang District of Syiah Kuala Banda Aceh CityABSTRACTMother’s Love Movement (GSI) is a movement carried out by the community, in collaboration with the government to improve the quality of life of women through various activities that have an impact on efforts to reduce maternal mortality due to pregnancy, childbirth and postpartum as well as reducing infant mortality. This is interesting to be used as a research on the public perception of the village of Tibang on the Mother’s Love Movement program and what is the impact of the maternal love movement program on the health of pregnant women and the health of babies in Tibang village. The research method used is a qualitative descriptive method with the theory of symbolic interaction and social assimilation. The process of data collection is done through observation, interviews and documentation. The informants in the study consisted of 10 (ten) people, consisting of Keuchik, Sekdes, Tuha Peut, PKK Gampong Tibang Mothers, Village Midwives, Pregnant Women, Head of Syiah Kuala District Health Center and Head of Banda Aceh City Health Service. Based on the results of the study. The perception of the Tibang village community is very good for the implementation of the Mother’s Love Movement program, this can be seen from the high level of participation of pregnant women, infants and toddlers in one of the GSI activities, especially in the implementation of posyandu activities. The impact of the Mother’s Love Movement program on changes in society has been able to increase knowledge, awareness and care, in an effort to maintain health during pregnancy, health of infants and toddlers. An interactive and synergic relationship has been established between the government (Health Office), Tibang  village community and the nursing and midwifery professional Organizations that support this program.
Kemenangan Aiyub Abbas - Said Mulyadi Pada Pilkada Serentak Di Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2018 Yunda Pharadhisa; Dr. Effendi Hasan, M.A
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.145 KB)

Abstract

AbstrakPilkada serentak di Kabupaten Pidie Jaya telah dilaksanakan pada 27 Juni 2018 yang diikuti oleh empat pasangan calon bupati dan wakil bupati yakni Yusri Yusuf-Saifullah, Aiyub Abbas-Said Mulyadi, Muhibbudin M. Husen-M. Yusuf Ibrahim dan M. Yusuf Usman-Anwar Ishak. Pasangan Aiyub Abbas-Said Mulyadi merupakan kandidat incumbent yang di didukung oleh partai politik yakni Partai Aceh (PA), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN, PPP, Gerindra, Demokrat, PDIP, PKS, PKPI, dan PPP kubu Romi berhasil memenangkan pilkada Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2018. Hasil rekapitulasi suara bahwa pasangan Aiyub Abbas-Said Mulyadi unggul dengan perolehan suara sebesar 41.115 atau (51,61%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kemenangan yang melatar belakangi Aiyub Abbas-Said Mulyadi yang dinilai berdasarkan pandangan masyarakat pada Pilkada  Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dekskriptif kualitatif, menggunakan metode wawancara dan dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perilaku Pemilih di Kabupaten Pidie Jaya dalam Pilkada Tahun 2018 yakni tergolong pada pemilih rasional. Pilihan rasional dimana terdapat faktor-faktor situasional yang mempengaruhi pilihan politik masyarakat. Keputusan yang dibuat berdasarkan rasional dengan melihat hasil yang dicapai oleh kandidat tertentu dengan mempertimbangkan informasi, prestasi dan popularitas. Masyarakat Kabupaten Pidie Jaya memilih pemimpin dengan melihat apa yang sudah dicapai oleh pemimpin tersebut di masa pemerintahan sebelumnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemenangan pasangan Aiyub Abbas-Said Mulyadi lebih kepada faktor perilaku pemilih, faktor kepemimpinan disaat mereka periode pertama, strategi politik yang digunakan dan marketing politik yang digunakan dalam meraih suara pemilih. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa Perilaku Pemilih efektif mempengaruhi pemilih sehingga memenangkan Pilkada di Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2018.Kata Kunci : Kemenangan, Perilaku Pemilih, Strategi Politik, Kepemimpinan, Pilkada 2018, Kabupaten Pidie Jaya       Abstract Simultaneous local elections in Pidie Jaya Regency were held on June 27, 2018 which was attended by four regent and vice regent candidates namely Yusri Yusuf-Saifullah, Aiyub Abbas- Said Mulyadi, Muhibbudin M. Husen-M. Yusuf Ibrahim and M. Yusuf Usman-Anwar Isaac. Aiyub Abbas-Said Mulyadi is an incumbent candidate who is supported by political parties namely Aceh Party (PA), Amanat Nasional Party (PAN), Keadilan Sejahtera Party (PKS), PAN, PPP, Gerindra, Democrats, PDIP, PKS, PKPI, and PPP as Romi's stronghold succeeded in winning the Pidie Jaya Regional election in 2018. The results of the vote recapitulation that the couple Aiyub Abbas-Said Mulyadi were superior with a vote of 41,115 or (51.61%). This study aims to determine the winning factors underlying Aiyub Abbas-Said Mulyadi who were judged on the basis of the community's views on the Pidie Jaya Regional Election in 2018. The method used in this study is qualitative descriptive method, using interview method and literature. The results of this study indicate that Voter Behavior in Pidie Jaya Regency in the  Regional Election 2018 is classified as rational voters. Rational choice where there are situational factors that influence people's political choices. Decisions are made based on rational by looking at the results achieved by certain candidates taking into account information, achievements and popularity. The Pidie Jaya District community chose leaders by looking at what the leader had achieved during the previous government. The factors that influence the winning of Aiyub Abbas's couple-Said Mulyadi are more about voter behavior factors, leadership factors when they are in the first period, political strategies used and political marketing used to win voters' votes. From the results of the research that the researcher did, it can be concluded that Voter Behavior effectively influences voters so that they win the elections in Pidie Jaya Regency in 2018.Keywords Winning, Voter Behavior, Political Strategy, Leadership, Regional Election 2018, Pidie Jaya Regency
RITUAL DAN SOLIDARITAS SOSIAL DALAM PERSPEKTIF INTERAKSI RITUAL RANDALL COLLINS (Studi Kasus Tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan) Rina Wati; khairulyadi, MHSc
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.624 KB)

Abstract

ABSTRAK Tarekat merupakan jalan atau petunjuk dalam melakukan sesuatu ibadah sesuai ajaran yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw dan dikerjakan sahabat secara turun temurun sampai pada mursyid saat ini. Ajaran tarekat tidak hanya memberi dampak bagi jamaah, namun juga masyarakat disekitarnya. Dalam pengambilan puasa Ramadhan Masyarakat Nagan Raya berbeda dengan daerah lain, mereka melakukan puasa lebih awal 2 hari dari penetapan MUI. Kondisi dipengaruhi oleh ajaran tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan yang berkembang disana. Eksitensi tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan di Nagan Raya sangat tinggi, sehingga ritual-ritual tidak hanya dilakukan oleh jamaah tarekat, melainkan juga masyarakat umum. Tujuan penelitian ini adalah paham dan praktik ritual keagamaan tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan, solidaritas yang muncul dalam ritual serta pengaruh ajaran tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan terhadap masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisa menggunakan teknik analisa data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Interkasi Ritual karya Randall Collins. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran sosial tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan dilandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah, menjaga hablumninallah dan habbluminnas, ritual bersifat umum terbuka untuk masyarakat non tarekat. Solidaritas sosial jamaah tarekat tidak hanya dalam melakukan ritual, tetapi juga diluar ritual tarekat. Solidaritas sosial jamaah dipengaruhi oleh dokrin dari mursyid tarekat, doktrinisasi pemikiran mursyid melahirkan perasaan keaggotaan dalam tarekat dan energi emosional sebagai bentuk pengikat solidaritas sosial jamaah tarekat Syattariyah. Saat ini ritual umum tarekat seperi puasa tuha dan zikir masal dilakukan oleh masyarakat non tarekat, banyak motif dan alasan masyarakat dalam megikuti ritual walaupun belum masuk tarekat. Pemikiran sosial keagamaan dan sosok mursyid tarekat sangat berpengaruh terhadap pengaruh, eksitensi dan kebertahan tarekat Syattariyah di Nagan Raya. Kata Kunci: Tarekat, Ritual, Solidaritas.  RITUAL AND SOCIAL SOLIDARITY IN THE PERSPEKTIF INTERACTION RITUAL OF RANDALL COLLINS (Studies Case of Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan)ABSTRACTA tariqah is a path or guidance of spiritual practice as what Prophet Muhammad and his companions did and taught for generations until nowadays. Uneducated tariqah not only have impact the followers (jama’a) but also on the surrounding society. In making fasting of ramadhan the nagan raya community is deferens from order regions, the fasted 2 days earlier than the stipulation of the MUI. This condition was influenced by the teachings of the tariqah Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan thad developed there. The existence of tariqah Syattariyah in Nagan Raya is very high, so that the ritus of the tariqah is not only carried out by followers, but also general public. The aim of this study was to know the idea religious thought of tariqah Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan, the solidarity in the spiritual practices, and the influences of tariqah Syattariyah Abu Habib Muda Seungan on the surrounding society. This study was qualitative research with case study method. The participants were collected through purposive sampling technique, and the data were from observation, interview and documentation. Analyzing data with data reduction, data presentation and conclusion. The Interkasi Ritual theory of Randall Collins was used in this study. The result showed that social thought of tariqah Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan was based on Qur’an and Sunnah, hablumninallah and habbluminnas, and the spiritual practices are also welcome for the society (not always for jama’a). The social solidarity was influenced by doctrine of the mursyid. The mursyid’s thoughts have a spiritual power to emerge the solidarity and positive emotions among the followers. The common spiritual practices in this tariqah are tuha fasting and massive zikr by the jama’a and non-jama’a. The social religious thought and the mursyid have a strong effects on the existence of this tariqah. Keywords : A Tariqah, Ritus, Solidarity
Analisis Penggunaan Anggaran Desa Dalam Meningkatkan Pembangunan Studi Di Desa Kuta Jeumpa Kecamatan Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya) Erik Pratama; Dahlan Dahlan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.854 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Analisis Penggunaan Anggaran Desa dalam Meningkakant Pembangunan di Desa Kuta Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya”ini bertujuan untuk mengetahui sistem penggunaan anggaran Desa dalam pembangunan infrastruktur, Sumber Daya Manusia dan ekonomi masyarakat di Desa Kuta Jeumpa, sertadampaknyaterhadap pembangunan infrastruktur, SDM dan ekonomi masyarakat di Desa Kuta Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya deskriptif. Subjek penelitian ini ialah kepala desa, sekretaris desa, bendahara desa, masyarakat Desa Kuta Jeumpa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa sistem penggunaan anggaran desa di Desa Kuta Jeumpa ini didasari oleh Qanun Desa yang mengatur pemanfaatan anggaran desa tersebut. Pelaksanaan pembangunan dari dana desa diawali dengan musyawarah yang melibatkan berbagai apartur pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat setempat. Aggaran desa di Desa Kuta Jeumpa digunakan untuk pembangunan infrtastruktur seperti jalan, rumah ibadah, kantor desa, tanggul, saluran pembuangan dan sebagainya. Bidang SDM anggaran desa digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan anak-anak sedangkan dibidang ekonomi anggara desa digunakan untuk pemberdayaan pertanian masyarakat dengan pembangunan irigasi persawahan, pemberian bibit unggul seperti ternak, bibit padi serta kepentingan pertanian lainnya.Dampak penggunaan anggara desa ini terlihat dalam aspek infrastruktur, ekonomi dan SDM masyarakat setempat. Infrastruktur yang telah baik di Desa Kuta Jeumpa ini membuat masyarakat lebih leluasa menalani aktivitas kesehariannya baik aktivitas ekonomi, agama dan pendidikan. Bidang SDM penggunaan anggaran desa berdampak terhadap mutu pendidikan anak-anak yang ada di Desa Kuta Jeumpa baik mutu pendidikan umum maupun pendidikan agama. Bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat anggran desa telah berdampak dengan meningkatnya motivasi masyarakat untuk bertani, meningkatnya hasil panen dan lain-lain.Analysis of Village Budget Usage in Improving Development in Kuta Jeumpa Village, Southwest Aceh RegencyThe research entitled "Analysis of Village Budget Usage in Improving Development in Kuta Jeumpa Village, Southwest Aceh Regency" aims to determine the system of using the Village budget in the construction of infrastructure, Human Resources and the economy of the community in Kuta Jeumpa Village, as well as its impact on infrastructure development, HR and economy of the community in Kuta Jeumpa Village, Southwest Aceh District. This research method uses a qualitative approach with the type of research descriptive. The subject of this research is the village head, village secretary, village treasurer, Kuta Jeumpa Village community. Data collection techniques are carried out by interview, documentation and observation. Based on the results of the study, it can be seen that the system of village budget use in Kuta Jeumpa Village is based on the Village Qanun which regulates the utilization of the village budget. The development of village funds began with deliberations involving various government apartments, community leaders, religious leaders and the local community. The village budget in Kuta Jeumpa Village is used for infrastructure development such as roads, houses of worship, village offices, dikes, sewers and so on. The village budget human resources sector is used to improve the quality of education for children while in the economic field the village budget is used to empower community agriculture by developing rice irrigation, providing superior seeds such as livestock, rice seeds and other agricultural interests. The impact of using the village budget is seen in the aspects of infrastructure, economy and human resources of the local community. The infrastructure that has been good in Kuta Jeumpa Village has made the community more flexible in carrying out their daily activities both in economic, religious and educational activities. The HR sector for the use of the village budget has an impact on the quality of education of children in Kuta Jeumpa Village, both the quality of general education and religious education. The field of economic empowerment of rural village communities has had an impact with increasing community motivation for farming, increased crop yields and others.
PENGGUNAAN BAHASA ISYARAT INDONESIA (BISINDO) PADA SIARAN BERITA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PENYANDANG TUNARUNGU DI KOTA BANDA ACEH Jannata Zuhir; Dr. Amsal Amri, M.Pd
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.121 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini berjudul Penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) pada Siaran Berita dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Penyandang Tunarungu di Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) pada siaran berita dalam pemenuhan kebutuhan informasi penyandang tunarungu yang berada di Kota Banda Aceh, untuk melihat penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) pada siaran berita dalam memenuhi kebutuhan informasi penyandang tunarungu di Kota Banda Aceh Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori uses and gratifications. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan pada penyandang tunarungu yang berdomisili di Kota Banda Aceh yang ditentukan oleh Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan menyaksikan siaran berita di televisi serta memahami Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) berjumlah lima orang berusia dari 19 sampai 64 tahun. Pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) pada siaran berita belum mampu memenuhi kebutuhan informasi penyandang tunarungu karena perbedaan penggunaan bahasa isyarat yang digunakan.The Use Of Indonesian Sign Language “BISINDO” In News Broadcast Of Fulfilling The Information Needed For Deaf People In Banda AcehABSTRACT, This study is entitled The Use of Indonesian Sign Language (BISINDO) on News Broadcasts in Meeting Information Needs of Deaf Persons in the City of Banda Aceh. The purpose of this study is to find out the use of Indonesian Sign Language (BISINDO) on news broadcasts in meeting the information needs of Deaf people in Banda Aceh, to see the use of Indonesian Sign Language (BISINDO) on news broadcasts in meeting the information needs of Deaf people in Banda Aceh The theory used in this study is the uses and gratifications theory. The approach used uses a qualitative approach with descriptive types. The informant selection technique uses purposive sampling. The study was conducted on deaf people who are domiciled in the city of Banda Aceh which are determined by the Identity Card (KTP) and watching news broadcasts on television and understanding Indonesian Sign Language (BISINDO) and the Indonesian Language Signaling System (SIBI) of five people from 19 to 64 year. Data collection used by in-depth interviews, observation, and documentation. The results of this study show that Indonesian Sign Language (BISINDO) on news broadcasts has not been able to meet the information needs of deaf people because of the different uses of sign language used. 
Frame Gender Dalam Kekalahan Pasangan Illiza Sa'aduddin Djamal - Farid Nyak Umar Di Pemilihan Walikota Banda Aceh Tahun 2017 Al Farisi; Faradilla Fadlia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7347.762 KB)

Abstract

Sejarah kepemimpinan perempuan di Aceh telah dimulai sejak Aceh masih menerapkan sistem kerajaan, banyak ratu ratu bahkan pahlawan nasional dari Aceh adalah perempuan sehingga posisi perempuan di Aceh tinggi. Illiza Sa’aduddin Djamal adalah salah satu pemimpin perempuan yang muncul di Aceh pasca konflik bersenjata, tsunami serta perjanjian Mou Helsinki. Beliau salah satu pemimpin yang dikenal dengan kebijakan syariat islam dan banyak prestasi yang diraih oleh kota Banda Aceh selama beliau memimpin, bahkan beliau terpilih 2 kali sebagai Wakil Walikota Banda Aceh periode 2007-2012 dan 2012 – 2017 sebelum beliau menjadi Walikota Banda Aceh.   Pada pemilihan Walikota Banda Aceh 2017, pasangan Illiza Sa’aduddin Djamal – Farid Nyak Umar mengalami kekalahan akibat frame gender dalam bentuk isu kepemimpinan perempuan yang dicampur dengan isu isu seperti, sejarah kepemimpinan perempuan di masa lalu dan larangan perempuan menjadi pemimpin dalam islam.              Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak frame gender dalam kekalahan pasangan Illiza Sa’aduddin Djamal – Farid Nyak Umar di pemilihan Walikota Banda Aceh 2017 dan pengaruh frame gender dalam kekalahan pasangan tersebut.            Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara yaitu, percakapan langsung dan tatap muka serta studi pustaka.            Hasil penelitian frame gender dalam kekalahan pasangan Illiza Sa’aduddin Djamal – Farid Nyak Umar di Pemilihan Walikota Banda Aceh 2017 sangat besar dipengaruhi oleh frame gender karena faktor faktor sosial dalam masyarakat Aceh seperti, budaya parthiarkhi, sejarah kepemimpinan perempuan dan agama.   Kata Kunci : Isu Perempuan, Illiza Sa’aduddin Djamal, Agama Gender Frames in the loss of Illiza Sa'aduddin Djamal - Farid Nyak Umar during 2017 Banda Aceh Mayor election The history of women leadership in Aceh has begun since Aceh was still implementing a monarchic system. Many queens and national heroes from Aceh were women so that women position in Aceh was high. Illiza Sa'aduddin Djamal is one of the female leaders emerged during the post-armed conflict in Aceh, tsunami Disaster and Mou of Helsinki. She was known as the women leader who promoted the Islamic Shari'a law and achieved many achievements during her time in office as the Deputy Mayor and Mayor of Banda Aceh. She was elected twice as the Deputy Mayor during 2007-2012 and 2012-2017 period before she finally became the Mayor of Banda Aceh.   In the 2017 Banda Aceh Mayor election, Illiza Sa'aduddin Djamal - Farid Nyak Umar suffered a defeat due to gender frames. Women leadership issues, the history of the past women leadership and the prohibition of women to become leaders in Islam contributed to their loss.              This study aimed to determine the impact of gender frames in the loss of Illiza Sa'aduddin Djamal - Farid Nyak Umar during 2017 Banda Aceh Mayor election and the influence of gender frames in their loss.            This study used the qualitative method with a descriptive approach by analyzing primary and secondary data. Data were obtained through interviews, i.e., face-to-face conversations and literature studies.            The results showed that their loss was very much influenced by gender frame and social factors in Acehnese society such as patriarchic culture, history of women leadership and religion.   Keywords : Gender Issues, Illiza Sa’aduddin Djamal, Religion
Self Representasion of Adolescence on Instagram Social Media Hendy Harnio Pratama
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.301 KB)

Abstract

ABSTRACTA teenagers in this century are very familiar and capable to adapt by using social media being part of their daily activities, especially teenagers in Lhokseumawe City. This research is to explain how teenagers in representated their self on Instagram as a social media. The purpose of this research is to see how a teenager managing their self impression through self representation using photo or video that have been uploaded to their Instagram account, also want to see are the teenagers capable to differentiate between real life and virtual life. Approaching this research is using a qualitative descriptive with case study as the type of research. The procedure by taking a sample using purposive sampling technique, and collecting the data by interview and documentation. Then, the data been analyze using data analysis technique in the form of reduction data, scheme of representment of data and conclusion. In this research, the theory using The Dramaturgi of Erving Goffman. The result of this research showing that the teenagers in Lhokseumawe City using a social media of Instagram as self representation by showing their self impression differently. It happens because the teenagers has different ways of necessity and purpose in showing their self impression to make their followers on Instagram account attractive by their post. The kind of impressions on this research showed up such as the teenagers actively on internal and external organizations, food hobbies, love travelling and the others. In generally, a teenagers capable by using social media Instagram in good ways, because their knowing that the Instagram is just a stage for showing their good looking, expressions by many of the purpose that their prepared for the Instagram account.Keywords: Self representation, Instagram, Self Impressions.
PRAKTIK POLITIK TRANSAKSIONAL PADA SISTEM DESENTRALISASI ASIMETRIS DI ACEH (Studi Analisis 10 Tahun Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Periode 2008/2018) Muhammad Suhail Ghifari; Cut Maya Aprita Sari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.283 KB)

Abstract

ABSTRAKPenerimaan Dana Otonomi Khusus Pemerintah Aceh dalam waktu 10 tahun periode 2008/2018 telah mencapai Rp64.968 Triliun. Capaian penerimaan tersebut tidak membuat masyarakat menjadi lebih maju dan sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan dana otonomi khusus di Pemerintah Aceh sebagai daerah yang berlandaskan sistem desentralisasi asimetris tidak dapat dilaksanakan dengan baik merujuk pada perspektif politik transaksional dan untuk mengetahui peran elite lokal dalam membuat perencanaan dan program kegiatan pada dana otonomi khusus. Untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini menggunakan Teori Desentralisasi Asimetris dan Teori Politik Transaksional. Adapun pendekatan yang dilakukan menggunakan kualitatif deksriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 10 tahun pengelolaan dana otonomi khusus Aceh adanya faktor politis dalam perubahan regulasi yang ditetapkan pada Qanun No.2/2008, Qanun No.2/2013, dan Qanun No.10/2016 sehingga muncul tarik-menarik kepentingan dalam pengelolaan dana otonomi khusus di level Pemerintahan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Tidak adanya pengawasan dalam pengelolaan dana otonomi khusus didasarkan pada permainan proyek tanpa perencanaan yang baik, dan adanya perencanaan yang berbasis kepentingan dalam pengelolaan dana otonomi khusus didasarkan pada program kegiatan yang populis sesuai keinginan para politisi yang berdampak pada lemahnya laju pertumbuhan ekonomi daerah, lambannya perbaikan indeks kualitas pembangunan manusia, tingginya angka kemiskinan, serta tingginya angka pengangguran di Aceh. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan dana otonomi khusus Aceh belum optimal, sehingga diperlukan evaluasi oleh Pemerintah Pusat dalam regulasi UU No.11/2006 untuk memperkuat tata kelola pemerintah daerah yang lebih baik terutama dalam peningkatan efisiensi perencanaan dan pelaksanaan anggaran serta memperkuat regulasi dan menerapkan sistem e-planning untuk menseleksi program kegiatan dari dana otonomi khusus Aceh.Kata Kunci: Dana Otonomi Khusus Aceh, Sistem Desentralisasi Asimetris, dan Praktik Politik TransaksionalTRANSACTIONAL POLITICAL PRACTICES IN THE ASIMETRIC DECENTRALIZATION SYSTEM IN ACEH (10-Year Analysis Study of Special Autonomy Fund Management Period 2008/2018)ABSTRACTThe Revenue of the Aceh Government's Special Autonomy Fund in the 10 years period of 2008/2018 have reached Rp64,968 trillion. The achievement of revenue does not make the community more advanced and prosperous. This study aims to determine the management of special autonomy funds in the Aceh’s Government as the region that based on asymmetric decentralization systems that cannot be implemented properly, referring to the transactional political perspective and to know the role of local elites in planning and creating program activities for special autonomy funds. To analyze the problems in this study using Asymmetric Decentralization Theory and Transactional Political Theory. The approach is done using descriptive qualitative. The results of this study indicate that the 10-year management of the Aceh Special Autonomy Fund has political factors in the regulatory changes stipulated in Qanun No.2/2008, Qanun No.2/2013, and Qanun No.10/2016 with the result that appear the struggle for interest in the management of special autonomy funds at the level of the Provincial and Regency/City Governments. The absence of control in the management of special autonomy funds is based on project performance without good planning, and the existence of interest-based planning in the management of special autonomy funds that based on populist activity programs in accordance with the wishes of politicians which have an impact on weak regional economic growth, slow index improvement of human development quality, high poverty rates, and high unemployment in Aceh. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the Aceh Special Autonomy fund has not been optimal, so that an evaluation by the Central Government is needed in the regulations of Law No.11/2006 to strengthen better local government governance, especially in increasing budget planning and implementation efficiency and strengthening regulations and implementing an e-planning system to select program activities from the Aceh special autonomy fund.Keywords: Special Autonomy Fund, Asymmetric Decentralization System, and Transactional Political Practices

Page 54 of 102 | Total Record : 1018