cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Komunikasi Persuasif Antara Pengajar dan Murid Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Inggris (Studi pada Lembaga Lhok Kaju English Center di Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie) Martunis Yahya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.527 KB)

Abstract

ABSTRAK - Komunikasi Persuasif Antara Pengajar dan Murid Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Inggris (Studi pada Lembaga Lhok Kaju English center Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie). Pendidikan merupakan suatu hal yang penting harus dimiliki setiap orang, termasuk bahasa Inggris yang menjadi sebuah tolak ukur dalam bersaing di dunia kerja. Anak-anak di pedesaan tertarik mengikuti belajar bahasa Inggris merupakan materi yang jarang diperoleh di sekolah formal. Sekolah formal yang tidak memadai dan kurangnya fasilitas menjadi faktor bagi anak-anak untuk mengikuti belajar bahasa Inggris gratis seperti yang dilaksanakan di Lembaga Lhok Kaju English Center.  Pengajar mempunyai peran penting dalam memotivasikan murid-muridnya dalam mengikuti proses belajar mengajar, mulai dari representasi dirinya, pikiran dan masyarakat. Ketiga hal itu disesuaikan dengan interaksi sosial yang terjadi dalam proses belajar mengajar di Lembaga tersebut. Hal tersebut sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Mead mengenai Teori Interaksi Simbolik yang menyebutkan Representasi Diri, Pikiran dan Masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Komunikasi Persuasif yang dilakukan pengajar dalam memotivasi murid untuk mempelajari Bahasa Inggris di lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian terdiri dari tiga pengajar Lembaga Lhok Kaju English Center Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie dan empat informan pendukung yang berasal dari murid-murid yang belajar guna mendukung pernyataan dari informan utama. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam meningkatkan motivasi belajar murid-murid para pengajar menerapkan empat teknik komunikasi persuasif, yaitu teknik asosiasi, teknik integrasi, teknik ganjaran, dan teknik tataan. Dari keempat teknik tersebut, tiga teknik cukup berhasil digunakan dalam meningkatkan motivasi belajar, yaitu teknik Asosiasi, Integrasi dan teknik Ganjaran. Sedangkan teknik tataan hanya dilaksanakan oleh dua orang Informan, satu orang informan lagi tidak melakukannya, dalam hal ini ia menggunakan komunikasi koersifsalah satu informan menyampaikan dengan cara komunikasi koersif.PERSUASIVE COMMUNICATION BETWEEN TEACHERS AND STUDENTS IN INCREASING THE MOTIVATION FOR LEARNING ENGLISH (Study on Lhok Kaju English Center Indrajaya Pidie)ABSTRACTThis study entitled "Persusive Communication Between Teachers and Students in Increasing Motivation for Learning English (Study on Lhok Kaju English Center Indrajaya Pidie). Education is an important thing that must be owned by everyone, including English, which becomes a benchmark in competing in the world of work. Rural children are interested in learning English which is foreign to be taught in formal schools. Inadequate formal schools and lack of facilities are factors for children to learn English for free at the Lhok Kaju English Center. Teachers have an important role in motivating their students in the teaching and learning process, starting from the representation of themselves, mind and society. These three things are adjusted to the social interactions that occur in the learning process at the Institute. This is in line with the theory put forward by Mead regarding the Symbolic Interaction Theory which mentions the Representation of Self, Mind and Society. The purpose of this study was to find out the application of persuasive communication by the instructors by combining communication techniques that were applied by the instructor during the teaching and learning process in order to increase the learning motivation of the students studying at the institution. This study uses a descriptive qualitative approach. The research informants consisted of three instructors of the Lhok Kaju English Center Institute in Indrajaya District, Pidie District and four supporting informants who came from students who learned to support the statements of the main informants. This study uses data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of the study showed that in increasing students' learning motivation the instructors applied four persuasive communication techniques, namely association techniques, integration techniques, reward techniques, and arrangement techniques. Of the four techniques, three techniques are quite successfully used in increasing learning motivation, association techniques and integration have the same goal but have differences in how to convey, while reward techniques, the three informants agree in the same way, the difference between the three techniques is technique In the regulation, one informant did not succeed in applying the reward technique because the way the informant delivered more led to coercive communication.Keywords: Persuasive Communication, Teachers, Learning Motivation, English 
KELUARGA DALAM PENGGUNAAN DANA SIMPAN PINJAM PADA MASYRAKAT PESISIR DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Sinta maulidya Sinta Maulidya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggambarkan perilaku keluarga dalam menggunakan dana simpan pinjam dari Koperasi Mitra Dhuafa pada masyarakat pesisir Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Peneliti menggunakan teori Konstruksi Sosial Peter L.Berger. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini pada tahap eksternalisasi terjadinya proses penyesuaian diri, dan masyrakat diwilayah pesisir sudah lama bergabung pada KOMIDA. Namun banyak keluarga yang salah dalam menggunakan uang tersebut, sehingga banyak keluarga yang tidak mengalami perubahan terhadap ekonomi keluarga disebabkan kebudayaan yang mempengaruhi perilaku. Pada proses obyektivasi perilaku berhutang yang dilakukan secara berulang-ulang dari sebuah kebiasaan dan cara berfikir masyrarakat dalam menyelesaikan masalah ekonomi. Terakhir proses internalisasi keluarga diwilayah pesisir memahami KOMIDA melalui proses sosialisasi dan melakukan simpan pinjam karena terpengaruh dari orang-orang disekitar, dikarenakan faktor ikut-ikutan sehingga keluarga tersebut tidak menggunakan dana pinjmaman untuk modal usaha.
Strategi Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan Dalam Pengembangan Pariwisata Misbahul Anhar; Bustami Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK,Qanun Provinsi Aceh Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Kepariwisatan Pasal 6 menyebutkan bahwa pemerintah kabupaten/kota berwenang mengatur penyelenggaraan dan pengelolaan kepariwisataan di wilayahnya, memfasilitasi dan melakukan promosi destinasi pariwisata dan produk pariwisata yang berada diwilayahnya, memfasilitasi pengembangan daya tarik wisata baru serta mengalokasikan anggaran kepariwisataan. Regulasi tersebut seharusnya dapat menjadi landasan dasar bagi Dinas Pariwisata Aceh Selatan dalam mendorong pengembangan pariwisata. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui strategi  pengembangan pariwisata, faktor penghambat pengembangan pariwisata serta upaya untuk mengatasi hambatan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini penulis menggunakan teori strategi dan good governance. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Dinas Pariwisata Aceh Selatan telah memiliki strategi dalam pengembangan pariwisata yaitu revitalisasi dan optimalisasi objek wisata, menggelar event dalam menunjang pariwisata dan peningkatan pendapatan sektor pariwisata, namun dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan baik. Kedua, hambatan Dinas Pariwisata Aceh Selatan dalam pengembangan pariwisata yaitu kurangnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, anggaran yang kurang memadai, belum adanya regulasi sebagai acuan yang mengatur dan mengarahkan pengembangan pariwisata, anggapan masyarakat Kabupaten Aceh Selatan yang masih negatif terhadap kegiatan pariwisata, dan kurangnya komitmen stakeholder pariwisata di Kabupaten Aceh Selatan. Ketiga, upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dari Dinas Pariwisata Aceh Selatan yaitu pembangunan sarana prasarana pariwisata melalui pengajuan proposal ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kemudian pengajuan proposal peningkatan sumber daya kelembagaan dan masyarakat sekitar destinasi wisata kepada pihak provinsi. Disarankan agar Dinas Pariwisata Aceh Selatan segera membuat regulasi yang mengatur pariwisata dan meningkatkan kualitas aparatur dan masyarakat sekitar objek destinasi wisata dengan melakukan pelatihan dan sosialisasi.  Kata Kunci : Strategi, Pengembangan Pariwisata, Kabupaten Aceh Selatan. The Strategy of the South Aceh District Tourism Office in Tourism DevelopmentABSTRACT, Aceh Provincial Qanun Number 8 of 2013 concerning Tourism Article 6 states that the district / city government has the authority to regulate the implementation and management of tourism in its territory, facilitate and promote tourism destinations and tourism products in their territory, facilitate the development of new tourist attractions and allocate a tourism budget. This regulation should serve as the basic foundation for the South Aceh Tourism Office in encouraging tourism development. This thesis aims to determine tourism development strategies, inhibiting factors for tourism development and efforts to overcome obstacles by the South Aceh Regency Tourism Office. The method used in this research is descriptive qualitative, to analyze the problems in this study the authors use the theory of strategy and good governance. The data in this study were obtained through interviews, documentation and literature. The results show that first, the South Aceh Tourism Office has had a strategy in tourism development, namely revitalizing and optimizing tourist objects, holding events to support tourism and increasing tourism revenue, but in practice it has not been going well. Second, the obstacles of the South Aceh Tourism Office in developing tourism are the lack of quality and quantity of human resources, inadequate budget, the absence of regulations as a reference that regulates and directs tourism development, the perception of the people of South Aceh Regency which is still negative towards tourism activities, and the lack of commitment of tourism stakeholders in South Aceh District. Third, efforts are made to overcome obstacles from the South Aceh Tourism Office, namely the development of tourism infrastructure through submitting proposals to the Ministry of Tourism and Creative Economy, then submitting proposals to increase institutional and community resources around tourist destinations to the province. It is recommended that the South Aceh Tourism Office immediately make regulations governing tourism and improve the quality of officials and communities around tourist destination objects by conducting training and socialization.Keywords : Strategy, Tourism Development, South Aceh Regency.
PERAN DAYAH DALAM MENANGKAL RADIKALISME (Studi Kasus pada Dayah Darurrahmah Kota Fajar Kabupaten Aceh Selatan) Isful Riza Yuanda; Faradilla Fadlia, S.Sos, M.Arts; Muliawati, S.IP., M.IP
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme yang menimbulkan keresahan dan rasa tidak aman ditengah masyarakat dan juga menghendaki pembaharuan sosial atau politik dengan cara keras dan drastis. Dokrin radikalisme sebagai paham dan aliran, sebenarnya berpeluang muncul dalam berbagai kehidupan. Oleh karena itu diperlukan semacam peran khusus dilembaga pendidikan agama seperti Dayah dan Pesantren supaya paham radikalisme ini tidak dapat mempengaruhi dan masuk kelembaga pendidikan agama tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari peran Dayah dalam mencegah radikalisme di Dayah Darurrahmah Kota Fajar Kabupaten Aceh selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat analisis deskriptif, dengan metode kualitatif ini peneliti akan menyelidiki suatu fenomena sosial yaitu tentang radikalisme yang ada dilingkungan Dayah. Dayah dan pesantren berperan dalam mencegah radikalisme dan terorisme. Singkatnya, dengan mengontrol secara ketat sivitas akademika dayah, maka dayah sangat efektif dalam mencegah radikalisme. Akar masalah radikalisme   agama   yang  menimbulkan aksi radikalisme agama, dapat dilihat dari  beberapa aspek yakni, pemahaman agama yang dangkal, kemudian cita-cita negara Khilafah, dan Jihad. Dayah Darurrahmah mempunyai peran tersendiri dalam menangkal radikalisme, yakni dengan mengoptimalkan peran Teungku pengajar, pemilihan bahan ajar, penanaman pesan-pesan moral, pembelajaran Ahlusunnah Wal-Jama’ah, penguatan pendidikan karakter, kegiatan ektrakurikuler, dan pencegahan dari dalam dan luar Dayah. Adapun cara mengoptimalkan peran dayah dalam menangkal radikalisme agama yang dilakukan Dayah Darurrahmah, yakni dengan menjalankan fungsi Dayah. Pemerintah dan intitusi agama Islam di Indonesia hendaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ilmu agama dengan memberi pemahaman teks Al-Qur’an dan Hadis yang disesuaikan dengankonteksnya. Masyarakat hendaknya turut serta mencegah berkembangnya faham fundamentalisme-radikalisme agama, dengan  bersikap  kritis  dan tidak  mudah terpengaruh terhadap ajaran-ajaran radikalisme yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan  Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Implikasi Petisi Online Platform Change.org terhadap Kebijakan RKUHP dan UU MD3 Salwa Alifa; Hamdani M Syam; Nadia Muharman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat implikasi petisi online Change.org sebagai media baru dalam mengadvokasi kebijakan publik RKUHP (Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana) dan UU MD3 (Undang-undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD) dengan menggunakan kerangka konsep ultimate dan intermediate effectiveness oleh Martin dan Kracher. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif ekplanatif. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah platform petisi online Change.org. Objek penelitian yang digunakan adalah implikasi platform petisi online Change.org terhadap kebijakan public UU MD3 dan RKUHP. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi studi pustaka dan observasi. Analisis data menggunakan metode alir meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform petisi online Change.org yang didukung dengan aktivitas advokasi lain seperti advokasi media, kampanye online dan offline, lobi, pengorganisasian, dan event dinilai berimplikasi secara intermediate dalam mengadvokasi kebijakan publik dan akan berimplikasi secara ultimate jika mendapat respon yang positif dari pembuat kebijakan. Keberhasilan secara intermediate menjadi faktor yang mendukung dan mentukan keberhasilan secara ultimate. Implication Of Online Petition Platform Change.Org Towards Policy RKUHP And UU MD3This study aims to look at the implications of Change.org's online petition as a new media in advocating for the public policy of the RKUHP (Draft Criminal Code) and MD3 Law (MPR, DPR, DPRD and DPD laws) using the ultimate and intermediate conceptual framework. effectiveness by Martin and Kracher. This study uses an explanative qualitative approach. The research subject in this study was the Change.org online petition platform. The object of research used is the implications of Change.org's online petition platform for the public policy of the MD3 Law and the RKUHP. Data collection was carried out using literature study documentation and observation techniques. Data analysis using flow methods including data reduction, data presentation, and interesting. The results showed that Change.org's online petition platform supported by other advocacy activities supported by advocacy media, online and offline campaigns, lobbying, organizing, and events have intermediary implications in advocating for public policy and will have the ultimate implication of getting a positive response from policy maker. Success is a factor that supports and determines the ultimate.
STRATEGI POLITIK PARTAI GERINDRA DALAM PEROLEHAN KURSI DPRA DI PEMILIHAN LEGISLATIF TAHUN 2019 (Studi Penelitian Di DPD Partai Gerindra Provinsi Aceh) samah salmah salmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada Pemilihan Legislatif tahun 2019, Partai Gerindra semakin membawa perubahan pencapaian yang progresif. Partai yang dipimpin oleh Probowo Subianto ini mampu mempengaruhi masyarakat Aceh sehingga mendapatkan perolehan kursi yang sangat signifikan, menarik dikaji bagaimana strategi politik Partai Gerindra dalam perolehan kursi DPRA di Pemilihan Legislatif tahun 2019. Melihat dari Pemilihan Legislatif pada tahun 2009 hanya dapat memperoleh 5 kursi ditingkat DPRK, sedangkan di DPRA 0 kursi, dan pada Pemilihan Legislatif tahun 2014 terjadi peningkatan perolehan kursi di tingkat DPRA dari 0 menjadi 3 kursi kemudian pada Pemilihan Legislatif 2019 berhasil memperoleh kenaikan kursi sehingga dari 3 menjadi 8. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi politik Partai Gerindra dalam Pemilihan Legislatif DPRA Provinsi Aceh tahun 2019 dan untuk mengatahui Pengaruh Muzakir Manaf Sebagai Ketua Dewan Pembina dalam perolehan kursi Partai Gerindra di DPRA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan melakukan penelitian wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah perolehan kursi yang di dapatkan Partai Gerindra pada pemilihan 2019 yaitu Partai Gerindra melakukan pembenahan struktur secara masif, perektrutan kader yang memiliki popularitas dan berkualitas, serta memberikan aspirasi dan solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Melakukan aviliasi dengan Partai Aceh khususnya Muzakir Manaf selaku Ketua Penasehat Partai Gerindra yang menjadi salah satu untuk membangun afiliasi kedua Partai Gerindra dan Partai Aceh, sehingga dapat membuka ruang bagi masyarakat yang masih menjadi pemilih tradisional dan afiliasi tersebut juga membantu Aceh bisa terwakilkan ditingkat Nasional sehingga pada tahun 2019 mendapatkan meningkatan baik di DPRK dan juga DPRA. Disarankan kepada Partai Gerindra agar tidak hanya mebangun afiliasi dengan Partai Aceh saja. Namun juga diharapkan bisa membangun afiliasi dengan bergai partai lokal Aceh lainya. Hal ini suspaya lebih banyak lagi keterwakilan partai lokal ditingkat nasional sehingga mempermudah mereka dalam memperjuangakan segala bentuk aspirasi masyarakat Aceh.Kata Kunci : Strategi Politik, Pemilihan Legislatif, Partai Gerindra. ABSTRACT In the election of 2019, the Great Indonesia Movement Party (GERINDRA), a political party, has contributed to many sectors in the country's development. The party led by Prabowo Subianto as the current Ministry of Defense of Indonesia has significantly obtained massive votes in Aceh. The triumph of GERINDRA in Aceh had encouraged many people to ask about the political strategies that were played to reach the highest number of regional representatives in the parliament of Aceh. in the election of 2009, GERINDRA merely obtained 5 representatives in the local parliament, zero representatives in the regional parliament. In the next election which was in 2014, GERINDRA reached three representatives in the regional parliament, then in 2019, the Great Indonesia Movement Party gained three representatives. In total, GERINDRA obtained six representatives for the regional parliament. The research aims to identify the political strategies that were implemented by the Great Indonesia Movement Party in the election of the Regional Parliament in 2019. Besides, it is to examine the influence of Muzakir Manaf as the executive board. The research implements Qualitative Descriptive. The data were collected by interview and pictures. The result shows that, in the election of 2019, GERINDRA made a massive alteration in the board of the party. Besides, they recruited well-known and qualified candidates, then offered the most relevant aspirations to the public. The aim of conducting the political affiliation party with the local party called Partai Aceh, particularly with Muzakir Manaf as a chairman of the advisory board, is to make people are willing to vote, not only for the national representative but also for the regional and local councils in 2019.   Many believe that GERINDRA should expand its political affiliation with other local parties. To sum up, the more representative that they have, the better at delivering local aspirations for the development of Aceh.Keywords: Political strategy, Legislative Election, the Great Indonesia Movement Party (GERINDRA)
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN SOLUSI BANGUN ANDALAS DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI GAMPONG MON IKEUN, ACEH BESAR wahyuni wahyuni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program CSR dalam bidang pemberdayaan oleh PT. Solusi Bangun Andalas terhadap stakeholderkecamatan Lhoknga dan Leupung khususnya GampongMonIkeun. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknis analisis data dalam penelitian ini antara lain pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program CSR PT. SBA dibidang pemberdayaan dapat dikategorikan ke dalam pembangunan ekonomi masyarakat, pada usaha budidaya tanaman hidroponik direalisasikan dalam bentuk bantuan dana, sarana prasarana dan juga pendampingan. Faktor yang mendasari PT.SBA dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan ialah kesadaran perusahaan akan pentingnya memperhatikan keseimbangan/kesinambungan antara perusahaan, lingkungan dan pembangunan masyarakat.
ANALISIS FRAMING KASUS REYNHARD SINAGA DI MEDIA ONLINE KOMPAS DAN THE GUARDIAN Hamdani M. Syam; Nadia Muharman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Analisis Framing Pemberitaan Kasus Pemerkosaan oleh Reynhard Sinaga di Media Online Kompas dan The Guardian”.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembingkaian berita kasus Reynhard Sinaga di media online Kompas dan The Guardian pada tanggal 6 dan 7 Januari 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis framing Robert N. Entman yang mengemukakan perangkat framing yang terdiri dari empat elemen yaitu define problems, diagnose cause, make moral judgement, dan treatment recommendation. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan berita mengenai kasus pemerkosaan oleh Reynhard Sinaga yang dimuat pada portal berita Kompas.com dan Theguardian.com. Fokus dalam penelitian ini adalah pemberitaan pada media online Kompas.com dan Theguardian.com terkait kasus Reynhard Sinaga pada tanggal 6 dan 7 Januari 2020. Penelitian ini menggunakan teori Framing, dimana teori ini menjelaskan framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menseleksi isu dan menulis berita. Hasil penelitian menggunakan framing model Robert N. Entman menggambarkan bahwa pembingkaian berita yang disajikan oleh media online Kompas.com dan Theguardian.com mengedepankan objektivitas dalam memberitakan kasus pemerkosaan Reynhard Sinaga namun belum berada di jalur yang sesuai dengan kode etik jurnalistik yang berlaku di negara masing-masing namun. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menilai stigma masyarakat terhadap cara media Indonesia yang menampilkan berita terkait kasus Reynhard belum sebagus media Inggris tidak terbuktikan.Kata Kunci: Framing, Kasus Pemerkosaan Reynhard Sinaga, Media Online, Kompas.com, Theguardian.com REYNHARD CASE FRAMING ANALYSIS IN THE COMPASS AND THE GUARDIAN ONLINE MEDIAABSTRAC The research entitled "Analysis of Rape Case Framing by Reynhard Sinaga in Online Media Kompas and The Guardian". This study aims to see the framing of the news of the Reynhard Sinaga case in online media Kompas and The Guardian on January 6 and 7 2020. This study uses a descriptive qualitative method with Robert N. Entman's framing analysis, which suggests a framing device consisting of four elements, namely defining the problem. , diagnose causes, make moral judgments, and recommend treatment. The data technique used in this study was to collect news about the rape case by Reynhard Sinaga which was published on the news portals Kompas.com and Theguardian.com. The focus in this research is the news on online media Kompas.com and Theguardian.com related to the Reynhard Sinaga case on January 6 and 7 2020. This research uses the Framing theory, where this theory explains framing is an approach to see how the perspective or point of view is used. by journalists when selecting issues and writing news. The results of the study using the Robert N. Entman framing model illustrated that the news framing presented by the online media Kompas.com and Theguardian.com prioritizes objectivity in reporting the case of Reynhard Sinaga's rape but has not been on track in accordance with the journalistic code of ethics applicable in their respective countries. but respectively. Based on the results of the study, the researcher assessed that the public's stigma against the way the Indonesian media presented news related to the Reynhard case was not as good as the British media was not proven.Keywords: Framing, Reynhard Sinaga Rape Case, Online Media, Kompas.com, Theguardian.com
ANALISIS STRATEGI KEMENANGAN MUHAMMAD NASIR DJAMIL PADA PEMILIHAN UMUM DPR RI TAHUN 2019 DI KABUPATEN ACEH TENGAH Mida wati; Dr. Effendi Hasan, M.A.; Ardiansyah, S.IP, MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilu adalah arena kompetisi untuk mengisi jabatan-jabatan politik di pemerintahan yang didasarkan pada pilihan formal dari warga negara yang memenuhi syarat. Salah satu kontestan pada pemilu DPR-RI tahun 2019 daerah pemilihan (dapil) adalah Muhammad Nasir Djamil yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Muhammad Nasir Djamil adalah salah satu calon DPR RI yang terpilih kembali menjadi anggota DPR RI periode 2019–2024. Perolehan suara pemilu tertinggi di Kabupaten Aceh Tengah di peroleh oleh Muhammad Nasir Djamil yang bukan berasal dari Aceh Tengah dan bukan bersuku Gayo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi politik Muhammad Nasir Djamil pada pemilihan umum DPR RI tahun 2019 di Kabupaten Aceh Tengah dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemenangan pada pemilihan umum DPR-RI tahun 2019 di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan Teori Strategi Politik, Strategi Komunikasi Politik dan Konsep Pemilu. Jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa startegi yang dilakukan oleh M. Nasir Djamil dan tim pemenangannya dengan melakukan pendekatan yang sangat baik kepada masyarakat, memanfaatkan media sebagai wadah kampanye serta membangun hubungan kerjasama yang baik dengan kader partainya. Selain itu,  Figur M. Nasir Djamil sebagai politisi senior Aceh yang telah menjabat sebagai anggota dewan sejak 1999-2004 sebagai anggota DPRA dan menjadi anggota DPR-RI selama tiga periode memberikan pengaruh yang signifikan pada pemilu legisltif tahun 2019. Kinerja pemenangan partai PKS yang telah mengerahkan seluruh upayanya dan juga antusiasme masyarakat Aceh Tengah dengan kehadiran M. Nasir Djamil. Baik M. Nasir Djamil maupun partai PKS sangat memanfaatkan dengan baik momentum yang dimiliki sehingga mereka mendapatkan kemenangan yang sangat memuaskan.
Analisa Dramaturgi Pelayanan UPTD PPA/P2TP2A Aceh Dalam Menangani Pelaporan Kasus Hak Asuh Anak Muhammad Ridza; Zulfan Zulfan; Yuva Ayuning Anjar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul“Analisa Dramaturgi Pelayanan UPTD PPA/P2TP2A Aceh Dalam Menangani Pelaporan Kasus Hak Asuh Anak”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif. Untuk menganalisa fenomena tersebut, peneliti menggunakan teori Dramaturgi Erving Goffman. Dalam menentukan informan penelitian, peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini ialah pola dramaturgi pelayanan UPTD PPA/P2TP2A Aceh dalam menangani pelaporan kasus hak asuh anak mencakupi dua pola yaitu front stage dan back stage. Pola pelayanan front stage dan back stage dalam penelitian ini berdasarkan lima layanan pendampingan yaitu layanan pengaduan dan pencatatan klien, layanan bimbingan psikologi, layanan mediasi, layanan keamanan klien terlindungi, dan layanan pendampingan kuasa hukum. Front stage ialah dimana para staf memerankan peran yang sangat baik ketika berada diatas panggung, atau ketika sedang melayani klien yang melaporkan kasus hak asuh anak, baik itu merupakan prilaku staf maupun layanan pendampingan yang diberikan. Pola pelayanan yang kedua yaitu back stage. Back stage ialah staf menampakkan dirinya sebagaimana yang tidak ditampakkan ketika berada diatas panggung. Baik itu rasa yang tidak disukai staf dalam melayani kasus, maupun prilaku staf yang tidak berkenan sebagaimana semestinya terhadap klien yang melaporkan kasus hak asuh anak. 

Page 74 of 102 | Total Record : 1018