cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
RESISTENSI PASANGAN USIA SUBUR TERHADAP KEBIJAKAN KELUARGA BERENCANA (STUDI PADA KECAMATAN INGIN JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR) YENI YUNITA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Resistensi Pasangan Usia Subur Terhadap Kebijakan Keluarga Berencana (Studi Pada Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar). Penelitian ini menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap sosialisasi program KB di Kecamatan Ingin Jaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi serta melalui tiga metode pengumpulan data yang harus dilalui. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan sangat jarang serta tidak adanya sanksi membuat masyarakat mengabaikan anjuran untuk menggunakan KB. Dilihat dari kesadaran (motivasi) yang dimiliki oleh agen yaitu kesadaran diskursif dan kesadaran praktis. Sesuai dengan kesadaran diskursif, mereka menolak KB dan ingin memiliki banyak anak dikarenakan untuk kebutuhan dalam membantu pekerjaan orang tua baik di sawah maupun membantu ibu di rumah serta adanya KB juga dapat membuat efek yang tidak baik bagi tubuh si pemakai sehingga membuat mereka putus dalam memakai KB. Disisi lain, kesadaran praktis mereka yang menolak KB meyakini bahwa anak merupakan bagian dari rezeki di masa depan meskipun mereka tidak dapat merumuskan dengan jelas bagaimana rezeki yang dimaksud, karena disamping mereka juga meyakini bahwa dengan banyak anak maka kebutuhan mereka juga semakin meningkat. Kesadaran praktis ini juga membuat mereka tetap meyakini bahwa anak merupakan rezeki dari Allah Subhanahu wa ta’ala yang tidak boleh diputuskan dengan pemakaian alat – alat kontrasepsi (KB).Kata Kunci : Diskursif, Populasi, Praktis, Resistensi
KEJATUHAN POLITIK DINASTI DI KABUPATEN ACEH TENGGARA (STUDI KASUS KEKALAHAN PASANGAN ALI BASRAH – DENNY FEBRIAN ROZA PADA PILKADA 2017) Ikhwan Kartiwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Fenomena praktik politik dinasti sudah menjadi budaya politik yang tidak terelakkan (budaya politik familisme). Salah satunya praktik politik yang dibangun di Aceh Tenggara. Selama 2 periode kepemimpinan H. Hassanudin, BMM roda pemerintahan dikuasai oleh sanak family H. Hassanudin bahkan pada pemilukada tahun 2017 pejabat petahana maju dalam Pilkada dengan mengandalkan praktik dinasti politik. Namun, praktik politik dinasti runtuh akibat dari kekalahan pasangan petahana Ali Basrah dan Denny Febrian Roza pada Pilkada 2017. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab jatuhnya dinasti politik di Aceh Tenggara pada Pilkada tahun 2017 dan mengetahui dampak negatif dari praktik politik dinasti yang dibangun di Aceh Tenggara. Untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini menggunakan Teori Klan Politik dan Teori Politik Behavior. Adapun pendekatan penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab jatuhnya dinasti politik di Aceh Tenggara pada Pilkada tahun 2017, antara lain: kejenuhan masyarakat terhadap pemerintahan H. Hassanudin, BMM, masyarakat menginginkan perubahan roda pemerintahan, isu mengenai Ali Basrah bukan putra daerah. Berdasarkan temuan tersebut terdapat 2 (dua) dampak negatif yang ditimbulkan akibat praktik politik dinasti yang dibangun di Aceh Tenggara yaitu terabaikannya hak-hak rakyat dan kaum intelektual di Aceh Tenggara dan hilangnya kebebasan hak memilih dan dipilih masyarakat. Kata Kunci : Politik Dinasti, Pilkada 2017 Aceh Tenggara. ABSTRACT The phenomenon of dynastic political practice has become an inevitable political culture (political culture of familism). One of them is political practice which was established in Aceh Tenggara. During the 2 periods of H. Hassanudin’s B,MM leadership of the government was controlled by H. Hassanudin’s relatives even in the 2017 post-conflict local election administration officials advanced in the elections by relying on the practice of political dynasties. However, dynastic political practices collapsed as a result of the defeat of incumbent Ali Basrah and Denny Febrian Roza in the 2017 elections. This study aims to determine the factors causing the fall of political dynasties in Aceh Tenggara in the 2017 elections and determine the negative impact of dynastic political practices built in Aceh Tenggara.. To analyze the problems in this study using political clan theory and behavior political theory. The research approach was carried out using descriptive qualitative methods. Results of this study indicate that the factors causing the fall of the political dynasty in Aceh Tenggara the 2017 elections, include: the saturation of the community towards H. Hassanudin’s government, the community wants a change of government, the issue of Ali Basrah is not a native son. Based on these findings there are 2 (two) negative impacts caused by dinastyc political practices established in Aceh Tenggara, namely the neglect of the rights of the people and intellectuals in Aceh Tenggara and the loss freedom of the right to choose and be elected by community. Keywords: Dynasty Politics, Election 2017 in Aceh Tenggara
PERUBAHAN SOSIAL EKOLOGI SEBAGAI DAMPAK PERTAMBANGAN EMAS DI DESA PANTON LUAS KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN abdurrahman rahman; Khairul Yadi; Yuva Ayuning Anjar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeberadaan  aktivitas  pertambangan  emas  di  Desa  Panton  Luas  Kecamatan Sawang Aceh Selatan telah memberikan dampak dalam kehidupan masyarakat setempat, tidak hanya sosial ekonomi yang terus membaik, namun aktivitas pertambangan emas juga  memberikan  dampak  perubahan  sosial  ekologi  di kalangan para penambang. Tujuan   penelitian   ini   untuk   mengetahui   dan menjelaskan  perubahan  sosial  ekologi akibat pertambangan emas yang terjadi di Desa Panton Luas Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan. Teori yang digunakan   ialah   teori   perubahan   sosial   ekologi. Metode penelitian  ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian kepala desa, tokoh masyarakat dan masyarakat penambang emas. Teknik   pengumpulan   data   dengan   wawancara,   observasi, dokumentasi dan strudi kepustakaan. Analisis data bersifat deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa keberadaan tambang emas di Desa Panton Luas Kecamatan  Sawang telah  membuat  terjadinya  perubahan  sosial  ekologi  di kalangan  masyarakat.   Perubahan  sosial  ekologi  ini   terlihat dari   semakin berkurangnya perhatian masyarakat akan lingkungan, ketergantungan masyarakat terhadap alam yang semakin  tinggi  serta  terbentuknya  norma-norma  interaksi sosial  dengan  lingkungan alam. Oleh karena itu disarankan kepada masyarakat penambang,  agar  dalam  bekerja  sebagai  penambang  memperhatikan  dampak negatifnya  yang dapat merugikan masyarakat  banyak  akiban kerusakan alam karena aktivitas tambang em as yang dilakukan. kepada aparatur Desa Panton Luas agar terus mengupakan pembatasan terhadapat   kegiatan pertambangan, dengan  mengeluarkan   peraturan  perundang-undangan dan  Kepada pemerintah, agar mengambil kebijakan-kebijakan   tegas untuk mengatasi pertambangan illegal tersebut, sehingga tidak merugikan masyarakat banyak.Kata Kunci: Perubahan, Sosial Ekologi, Pertambangan Emas.
SRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PENJUALAN PRODUK KREDIT PEMILIKAN RUMAH SUBSIDI BTN iB (Study Pada PT Bank Tabungan Negara Persero TBK Kantor Cabang Syariah Banda Aceh) Ade Rahmat Mulyawan; Rahmat Saleh; zakirah azman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Pemasaran Penjualan Produk KreditPemilikan Rumah Subsidi BTN iB (Studi pada PT. Bank Tabungan Negara(Persero), Tbk. Kantor Cabang Syariah Banda Aceh)”. Penelitian ini bertujuanmenggambarkan strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Bank BTN KCSBanda Aceh dalam menarik perhatian masyarakat untuk memilih Bank BTN KCSBanda Aceh sebagai fasilitator pembiayaan KPR Subsidi. Dalam meningkatkanpenjualan KPR Subsidi nya, berdasarkan teori Kotler (1997,46) yaitu Bauranpemasaran (marketing mix) yang terdiri dari beberapa strategi pemasaran, sepertiproduk dan layanan konsultasi, personal marketing yang bersifat persuasif,kerjasama dengan agent marketing, apply digital, sistem angsuran, iklan promosi,promo menarik, program bundling, kuota KPR, kerjasama dengan instansi,maintenance developer dan agent marketing serta sponsorship event. Metodeyang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknikpengumpulan data dan informasi diperoleh dengan melakukan wawancaramendalam kepada informan kemudian dilakukan observasi dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis dengan melakukan reduksi data,diklasifikasikan, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapatbahwa Bank BTN KCS Banda Aceh menerapkan strategi yang tepat untukmenarik minat masyarakat dalam memilih Bank BTN KCS Banda Aceh. Darisemua strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Bank BTN KCS BandaAceh, strategi yang memiliki peranan besar adalah produk dan fasilitas konsultasidan layanan dimana dari hasil penelitian berdasarkan hasil wawancara yangdilakukan peneliti dengan key informan dan informan. Saran kepada Bank BTNKCS Banda Aceh sebagai Bank BUMN agar menerapkan strategi maupun produkyang diminati oleh masyarakat dan dirasakan langsung manfaatnya. Sedangkanuntuk meningkatkan strategi komunikasi pemasaran Bank Mandiri diperlukankerjasama dan koordinasi yang baik antar stakeholder untuk mencapai sasaranyang lebih baik lagi di masa mendatang. This study named “The Marketing Communication Strategy of Credit ProductSales of BTN iB subsidized house ownership (Study at PT Bank Tabungan Negara(Persero), Tbk., Banda Aceh Syariah Branch Office)”. This study aims to describethe marketing communication strategy applied by BTN Banda Aceh SyariahBranch Office (SBO) within attracting people to choose BTN Banda Aceh SBO) asfacilitator of subsidized KPR (public housing loans) financing. In increasing thesubsidized KPR sale, according to Kotler (1997, 46) theory, that is marketing mixconsisting of some marketing strategy, such as product and consulting services,persuasive personal marketing, collaboration with marketing agents, digitalapplication, installment payment system, promotional ads, attractive promotion,bundling program, KPR quota, collaboration with some agencies, developermaintainance, marketing agent, and sponsorship event. The method applied inthis study is the qualitative descriptive method. The collecting technique of dataand information is by deeply interviewing the informant, then observing andtaking documentation. Then the data is analyzed by reducing the data,classification, and conclusion. The result states that BTN Banda Aceh SBOapplies the correct strategy to attract public interest to choose BTN Banda AcehSBO. Of all the marketing communication strategies applied by BTN Banda AcehSBO, the ones which has the great roles are product, consulting facility, andservice which according to the results based on interview done by the author withthe informant and the key informant. The suggestion to BTN Banda Aceh SBO asa state-owned enterprise (BUMN) bank, it is better to apply the strategy orproduct interested by public and the benefit can be immediately tasted. Whereasthe effort to enhance the marketing communication strategy of Mandiri Bankneeds good collaboration and coordination among the stakeholders to reach thebetter target in the future. 
Analisis Proses Penganggaran APBA Berbasis Aplikasi e-Rencana (Studi Hubungan antara Eksekutif dan Legislatif pada Keterlambatan APBA 2018) Muhammad Ridho; Effendi Hasan; Iqbal Ahmady
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Proses perencanaan dan penganggaran di Aceh, khususnya dalam penetapan dan pengesahan APBA seringkali terjadi ketelambatan. Penyebab utama dari keterlambatan tersebut adalah koordinasi dan kepentingan politik. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah tersebut, adalah dengan diterapkannya kebijakan sistem perencanaan dan penganggaran berbasis teknologi, yaitu e-Rencana. Penerapan e-Rencana sejak APBA 2017, tetap menuai keterlambatan. Terutama pada penetapan APBA 2018 yang akhirnya di-Pergubkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor keterlambatan serta pengaruh e-Rencana terhadap integrasi antara eksekutif dan legislatif dalam proses penetapan dan penganggaran APBA pada tahun 2018. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah tersebut adalah konsep integrasi politik dan teori proses fungsional oleh Harold Laswell. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor keterlambatan APBA pada tahun anggaran 2018 yang berupa koordinasi buruk internal Pemerintah Aceh dan kepentingan politik dalam DPRA tidak dapat dibendung oleh sistem informasi berbasis elektronik. Aplikasi e-Rencana diimplementasikan tidak sesuai tujuan awal, yaitu penginputan data jauh hari sebelum Musrenbang, KUA-PPAS dan RAPBA. Transparansi anggaran pun tidak terlaksana sebagaimana amanah Pergub No. 44 tahun 2016 tentang e-Rencana. e-Rencana tidak cukup memadai untuk mengatasi permasalahan antara Eksekutif dan Legislatif dalam proses penganggaran APBA sehingga tidak mampu untuk menjadi solusi dalam mengatasi keterlambatan pengesahan APBA antara Pemerintah Aceh dan DPRA karena masalah koordinasi dan kepentingan politik. Kata Kunci : Keterlambatan pengesahan, APBA 2018, e-Rencana.
ANALISIS PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PENGAWASAN KUAITAS AIR MINUM ISI ULANG DI KOTA BANDA ACEH Saiful Akbar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clean drinking water is water that has passed the feasibility test according to applicable regulations. The preparation itself can be sourced from various types. Starting from water provided by the service, bottled drinking water, and what has recently emerged and become a cheaper alternative for drinking water is refilled drinking water. Refill drinking water cannot be separated from government supervision through the Health Service. The purpose of this study was to determine and examine the supervision of the Banda Aceh City Health Office on the quality of refill drinking water in Banda Aceh City and to identify and examine the inhibiting factors of the Banda Aceh City Health Office in monitoring the quality of refill drinking water in Banda Aceh City. Aceh. This study uses a descriptive qualitative approach. The analysis was carried out based on Syafie's supervisory theory which refers to functions in management to ensure that the work implementers run according to the standards set in the planning. According to Terry in Syafie said that supervision can be formulated as a process of determining what must be achieved, namely the standards that are being carried out, namely implementation, assessing implementation and if necessary making improvements so that implementation is in accordance with the plan, namely in line with standards (measures). The results of the study indicate that the government is obliged to always participate in individual businesses, are like refill drinking water managed by refill water depot entrepreneurs. The government can monitor refill drinking water depots that have met the health requirements through stickers that have been installed on the drinking water depots. For that the Health Department is required to supervise the quality of drinking water in every refilled drinking water managed by the community. Monitoring is carried out regularly so that the quality and quantity of drinking water at all depots is guaranteed, it was recorded that in 2020 out of 268 drinking water depots there were only 10 drinking water depots that received recommendations from the Health Office.  Keywords: Supervision, Drinking Water Depot, Health Department
TANTANGAN PARTAI ACEH DALAM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA KAMPANYE Mushallin Mushallin; Effendi Hasan; Iqbal Ahmady
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPartai Aceh adalah Partai Lokal yang memperoleh kursi DPRA terbanyak sejak Pemilu 2009, namun jumlah perolehan kursi terus menurun, dari 33 kursi pada Pemilu 2009, menurun menjadi 29 kursi pada Pemilu 2014, dan terakhir memperoleh 18 kursi pada Pemilu 2019. Tantangan pemanfaatan media sosial menjadi salah satu alternatif kampanye politik untuk meningkatkan kembali elektabilitas Partai Aceh, mengingat pada Pemilu 2014 dan 2019 sudah memasuki era media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala dan strategi pemanfaatan media sosial Partai Aceh sebagai media kampanye. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan media sosial Partai Aceh sebagai media kampanye baru disadari oleh Partai Aceh. Pada Pemilu 2019 Partai Aceh tidak memanfaatkan Media Sosial sebagai Media Kampanye. Strategi Pemanfaatan Media sosial mulai dilakukan secara intens dewasa ini menggunakan platfrom Facebook dan Instagram. Kampanye politik yang dilakukan dengan media sosial mulai dari membentuk kesan Partai Aceh di setiap postingan menggunakan bingkai-bingkai yang berkesan warna dan bendera Partai Aceh. Setiap postingan Partai Aceh di Media Sosial berisi berbagai penyampaian informasi kerja-kerja politik Partai Aceh dan Politisi Partai Aceh. Kendala yang dihadapi Partai Aceh dalam pemanfaatan media sosial sebagai media kampanye berupa tantangan Partai Aceh dalam merekrut pemilih pemula yang pada umumnya adalah pengguna Media Sosial, serta tantangan Partai Aceh memanfaatkan peluang Media Sosial itu sendiri. Mulai dari menggunakannya secara kreatif agar diminati oleh pemilih pemula, hingga merekrut influencer sebagai caleg dari Partai Aceh. Hasil penelitian ini menyarankan agar Partai Aceh dan politisi Partai Aceh memanfaatkan media sosial sebagai media kampanye.Kata Kunci : Partai Aceh, Media Sosial, Kampanye Politik.ABSTRACTThe Aceh Party is a local party that has won the most DPRA seats since the 2009 election, but the number of seats has continued to decline, from 33 seats in the 2009 election, declining to 29 seats in the 2014 election, and lastly gaining 18 seats in the 2019 election. Challenges in the use of social media are becoming one of the alternative political campaigns to increase the electability of the Aceh Party, considering the 2014 and 2019 elections have entered the era of social media. This study aims to determine the strategy of using Aceh Party's social media as a campaign media and the obstacles faced. This study uses a qualitative method with a descriptive-qualitative approach. The results of this study indicate that the Aceh Party's strategy of using social media as a campaign media has only been realized by the Aceh Party. In the 2019 Election, the Aceh Party did not use Social Media as a Campaign Media. The strategy of using social media is starting to be carried out intensely today using the Facebook and Instagram platforms. Political campaigns carried out with social media start from forming the impression of the Aceh Party in every post using frames that impress the colors and flag of the Aceh Party. Each Aceh Party post on social media contains various information on the political work of the Aceh Party and Aceh Party politicians. The obstacles faced by the Aceh Party in using social media as a campaign media are the Aceh Party's challenges in recruiting novice voters who are generally Social Media users, as well as the Aceh Party's challenges to take advantage of the opportunities of Social Media itself. Starting from using it creatively to attract novice voters, to recruiting influencers as a legislative candidate from the Aceh Party. The results of this study suggest that the Aceh Party and Aceh party politicians use social media as a campaign media.Keywords: Aceh Party, Social Media, Political Campaign.
PENGARUH PELAYANAN PUBLIK DI MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA PUSKESMAS LAMPASEH KOTA BANDA ACEH Pendry Sastra Ismail
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik pada pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) merupakan suatu hal yang sangat penting sesuai dengan undang-undang No. 36 Tahun 2009. Survei kepuasan masyarakat pada Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh yang dilakukan oleh pemerintah Kota Banda Aceh pada tahun 2020 mendapatkan skor 79,85 dengan nilai B, merupakan nilai terendah dari puskesmas - puskesmas lain di kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pengaruh kualitas pelayanan publik di masa pandemi COVID-19 terhadap kepuasan masyarakat pada Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh serta memberi masukan-masukan untuk peningkatan pelayanan publik pada puskesmas tersebut. Metode yang digunakan adalah kuantitatif survei. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti ketentuan Permenpan No. 14 tahun 2017 yaitu kesesuaian persyaratan pelayanan, prosedur pelayanan, waktu pelayanan, biaya/tarif, produk layanan, kompetensi pelaksana, perilaku petugas, sarana dan prasarana, penanganan pengaduan. Jumlah responden dalam survei kepuasan masyrakat adalah 100 orang yang merupakan pasien Puskesmas Lampaseh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata survei kepuasan masyarakat adalah 79,94 dengan nilai B (baik). Namun, ada sejumlah unsur pelayanan yang bernilai C (kurang baik) yaitu waktu pelayanan, prilaku petugas dan penangan pengaduan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh pelaksanaan protokol COVID-19 dan kurang komunikasi dengan masyarakat. Korelasi antara prosedur pelayanan dengan kepuasan masyarakat adalah sedang dengan nilai 0,553. Korelasi antara sarana dan prasarana dengan kepuasan masyarakat adalah sedang dengan nilai 0,567. Sedangkan korelasi antara sumber daya manusia dengan kepuasan masyarakat adalah kuat dengan nilai 0,610. Faktor-faktor penghambat pelayan di puskesmas adalah belum lengkapnya sumber tenaga manusia (tenaga kesehatan lingkungan dan tenaga sistem informasi), belum lengkap sarana dan prasarana, waktu pelayanan, perilaku petugas dan penanganan pengaduan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pihak Puskesmas Lampaseh disarankan untuk mempercepat waktu pelayanan dengan cara menyiapkan fasilitas media whatsApp atau telpon untuk pendaftaran pasien agar pasien dapat membuat perjanjian berobat sebelum ke Puskesmas. Petugas Puskesmas Lampaseh  perlu meningkatkan kepedulian kepada pasien. Puskesmas Lampaseh perlu melakukan sosialisasi penanganan pengaduan kepada masyarakat. Perlu adanya satu orang petugas khusus yang ditunjuk untuk melayani pengaduan masyarakat. Puskesmas Lampaseh juga perlu melengkapi sarana dan prasarana yang masih kurang.
KEBIJAKAN WALIKOTA BANDA ACEH DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PRIMA BAGI MASYARAKAT DI KOTA BANDA ACEH (Studi Kasus: Pembentukan Mal Pelayanan Publik) Denny Wias; Ubaidullah, MA; Ardiansyah, MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT,  The success of government agency is reflected by the society satisfaction towards the quality of public services in that agency. It is obvious that people statisfaction is an essential indicator to determine the success of government in providing public services. This research is conducted in Public Service Mall Banda Aceh, Aceh Province. Public Service Mall is a place for the implementation of Public Service which includes goods, services, and administrative service in both licensing and non-licensing. The objectives of this research are: 1). To find out the Banda Aceh Mayor’s Policy in improving Excellent Service for the society of Banda Aceh. 2). To find out the implementation of the Public Service Mall Policy for the society of Banda Aceh. This research used a qualitative research design with descriptive approach. The result showed that Mayor of Banda Aceh policy in improving Excellent Service for the society, proper use of technology, complete of facilities and infrastructure, and etc. In addition, Public Service Mall of Banda Aceh also received full support from Ministry of Administrative and Bureaucratik Reform of the Republic of Indonesia, other regencies in Aceh Province, and Banda Aceh Government. It is proved by available of fund and budget, high quality of electricity and buildings, as well high speed of internet access. Keywords : Policy, Public Service, Public Service Mall
KAMPUNG KB DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PENDUDUK (Studi Di Gampong Doy, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh) Muhammad Alfathir Akbar; Khairulyadi Khairulyadi; Firdaus Mirza Nusuary
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kampung KB Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Penduduk (Studi Di Gampong Doy, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh)”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Untuk menganalisa fenomena tersebut, peneliti menggunakan teori Kebijakan Sosial James Midgley. Dalam menentukan informan penelitian, peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini bahwa kebijakan sosial dalam penelitian ini terdapat tiga indikator yaitu; Pencegahan (preventif) yang dimaksud disini yaitu masalah sosial yang terjadi di Gampong Doy yaitu kemiskinan yang sangat sulit untuk diatasi persoalannya. Pemerintah menawarkan suatu kebijakan yang dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu program Kampung KB. Setelah pencegahan masalah kemiskinan di Gampong Doy, adanya proses penyembuhan (kuratif) yang mana pada proses ini meliputi kegiatan yang dijalankan melalui program Kampung KB di Gampong Doy dari berbagai bidang baik itu bidang keagamaan, pendidikan, reproduksi, ekonomi, perlindungan, kasih sayang, sosial budaya, dan pemeliharaan lingkungan. Pengembangan program Kampung KB ini meliputi hasil pengawasan dan evaluasi program dari pihak BKKBN kepada Gampong Doy yang dilakukan Tiga bulan sekali, kemudian dalam proses berjalannya program Kampung KB adanya kerjasama yang dibangun dengan berbagai instansi pemerintah yang meliputi diantaranya kerjasama dengan Diskucapil, Dinas Dayah Kota Banda Aceh, DISPORA, Dinas Kesehatan, dan BNN. Kunci Utama: Program Kampung KB, Kebijakam Sosial. 

Page 83 of 102 | Total Record : 1018