cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23021098     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2011): April 2011" : 10 Documents clear
PENGARUH TERAPI MUSIK DAN GERAK TERHADAP PENURUNAN KESULITAN PERILAKU SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN GANGGUAN ADHD Rusmawati, Diana; Dewi, Endah Kumala
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.295 KB) | DOI: 10.14710/jpu.9.1.

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh terapi musik dan gerak terhadap penurunan kesulitan berperilaku pada siswa sekolah dasar dengan gangguan ADHD. Kesulitan berperilaku ditunjukkan melalui perilaku berlari dan melompat tanpa tujuan yang pasti merupakan salah satu gejala yang spesifik dari gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas atau gangguan hiperkinetik atau “attention deficit/hyperactivity disorder” (ADHD). Seorang ahli dari hasil penelitiannya memberikan rekomendasi bahwa terapi musik dapat dikembangkan untuk formulasi strategi treatmen untuk anak-anak dengan ADHD (Jackson, Nancy 2003).Yudarwanto, W (2006) mengatakan, terapi yang diberikan terhadap penderita ADHD haruslah bersifat holistic dan menyeluruh. Ada beberapa terapi okupasi untuk memperbaiki gangguan perkembangan dan perilaku pada penderita ADHD diantaranya adalah terapi musik dan gerak. Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan mempergunakan metode eksperimen. Disain eksperimen yang dipilih adalah disain subjek tunggal dengan disain A-B-A. Dengan variabel tergantung (target behavior) kesulitan berperilaku dan varibel bebas yaitu terapi music dan gerak. Alat yang digunakan untuk melakukan tritmen adalah lagu-lagu Serenade dengan alat musik angklung, lagu Satu-satu aku sayang ibu karangan AT Mahmud , berbagai alat musik anak-anak dan bantal aneka warna. Pemilihan subjek penelitian dilakukan berdasarkan kriteria: usia, skor Skala Penilaian Perilaku Anak Hiperaktif Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan mempergunakan observasi langsung, video kamera dan behavioral check list. Waktu yang dipergunakan untuk fase baseline I dilakukan selama enam hari (6) dengan durasi waktu 50 menit, waktu diberikannya tritmen adalah lima belas (15) menit dan selama dua belas (12) hari yang dilanjutkan dengan observasi di kelas selama lima puluh menit (50) menit, dan fase baseline II yaitu observasi di kelas setelah tritmen tidak lagi diberikan masing-masing lima puluh (50) menit. Analisis data menggunakan teknik analisis grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan terapi musik dan gerak dapat menurunkan frekuensi kesulitan berperilaku pada siswa sekolah dasar dengan gangguan ADHD.Kata kunci: terapi musik dan gerak, kesulitan berperilaku, ADHD.
PERAN KETRAMPILAN BELAJAR KONTEKSTUAL DAN KEMAMPUAN EMPATI TERHADAP ADVERSITY INTELLIGENCE PADA MAHASISWA Setyawan, Imam
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.615 KB) | DOI: 10.14710/jpu.9.1.

Abstract

Kemampuan mahasiswa dalam mengelola kesulitan dan tantangan yang dihadapi menjadi kunci kesuksesannya menjalani tugas dan kewajiban. Kesulitan dalam menselaraskan pengetahuan yang didapat dengan konteks nyata, masih menjadi warna dari kemampuan mahasiswa. Variabel lain yang menjadi kunci keberhasilan mahasiswa juga terkait dengan kemampuannya mengelola kognisi dan afeksinya, serta memahami kognisi dan afeksi orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara ketrampilan belajar kontekstual dan kemampuan empati dengan adversity intelligence mahasiswa. Variabel kriterium adalah adversity intelligence, sedangkan variabel prediktornya adalah ketrampilan belajar kontekstual dan kemampuan empati. Subjek penelitian terdiri dari 102 mahasiswa Universitas Diponegoro yang diambil secara acak. Metode pengumpulan data dengan self report inventory berupa tiga skala psikologi, Skala Adversity Intelligence dengan reliabilitas (α) sebesar 0,936, Skala Kemampuan Empati dengan reliabilitas (α) sebesar 0,895, dan Skala Ketrampilan Belajar Kontekstual dengan reliabilitas (α) sebesar 0,957.Pengujian hipotesis dengan teknik analisis regresi ganda dengan menggunakan SPSS versi 12.0. Hasil uji statistik pada hipotesis pertama menunjukkan angka koefisien korelasi rxy = 0,638 dengan nilai p = 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara ketrampilan belajar kontekstual dan kemampuan empati dengan adversity intelligence pada mahasiswa. Uji hipotesis kedua menghasilkan angka koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,632, dengan nilai p = 0,000. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara ketrampilan belajar kontekstual dengan adversity intelligence pada mahasiswa. Hasil uji statistik pada hipotesis ketiga menunjukkan angka koefisien korelasi rxy = 0,438 dengan nilai p = 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan empati dengan adversity intelligence pada mahasiswa.Kata kunci: adversity intelligence, ketrampilan belajar kontekstual, kemampuan empati
IDENTIFIKASI SOSIAL POTENSI EKOWISATA BERBASIS PERAN MASYARAKAT LOKAL Widjanarko, Mochamad; Wismar’ein, Dian
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.823 KB) | DOI: 10.14710/jpu.9.1.

Abstract

Keinginan untuk melestarikan dalam model ekowisata sepertinya sudah berlangsung lama akan tetapi belum tampak adanya upaya yang berarti, berbagai upaya yang dijalankan oleh berbagai pihak terlihat masih kurang efektif. Salah satu penyebab ketidakefektifan ini adalah lemahnya kolaborasi antar pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan di Muria. Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu: melakukan identifikasi sosial seberapa jauh masyarakat Desa Colo, Kabupaten Kudus mengetahui potensi ekowisata di desanya. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualiatif dengan melakukan pendekatan fenomenologis, peneliti berusaha menggali dan mengidentifikasi potensi ekowisata di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Teknik pengumpulan data yang digunakan: pertama, wawancara. Kedua, teknik pengamatan terlibat. Ketiga, diskusi kelompok terarah, Keempat, dokumentasi, Dari hasil pengkajian identifikasi sosial masyarakat untuk mengetahui potensi ekowisata di desanya, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan antara lain: pertama, masyarakat Desa Colo sudah memiliki kegiatan yang mengarah ke pengelolaan ekowisata dan sumber daya manusia yang mampu mengerjakan, hanya belum merancang untuk „menjual‟ aktivitas tersebut ke masyarakat umum. Kedua, Belum adanya tata aturan pengelolaan kawasan alam Muria ke depan dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa terkait.Kata kunci: pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat lokal
PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK Hidayati, Farida; Kaloeti, Dian Veronika Sakti; Karyono, Karyono
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.021 KB) | DOI: 10.14710/jpu.9.1.

Abstract

Ayah turut memberikan kontribusi penting bagi perkembangan anak, pengalaman yang dialami bersama dengan ayah, akan mempengaruhi seorang anak hingga dewasa nantinya. Walaupun penelitan tentang ayah terus meningkat selama tiga dekade, namun penelitian yang membahas tentang keluarga, lebih banyak difokuskan pada figur ibu (Roggman,dkk,2002). Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran deskriptif mengenai keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. dan dalam pengumpulan datanya mengunakan kuesioner berupa pertanyaan terbuka yang akan mengungkap pengasuhan ayah dari perspektif ayah itu sendiri. Sebanyak 100 orang laki-laki dewasa dan memiliki anak terlibat dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menggambarkan proses parenting yang melibatkan peran ayah (fathering). Tanggung jawab kebersamaan ayah dan ibu dalam menjalankan peran pengasuhan cukup tinggi, karena 86% responden menyatakan bahwa pengasuhan anak adalah tugas bersama. Temuan mengenai rata-rata waktu yang digunakan ayah dalam berinteraksi dengan anak adalah 6 jam. Secara kuantitas dapat dikatakan bahwa waktu ayah bersama anak cukup memadai untuk melakukan aktifitas bersama dengan anak. Salah satu peran penting ayah di keluarga adalah economic provider, sehingga di hari libur kerja beberapa masih melakukan aktifitas untuk mencari nafkah dengan kerja sampingan.Kata kunci: peran ayah, pengasuhan anak
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP METODE PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 PANGKALAN KERINCI, RIAU Pramitasari, Amelia; Indriana, Yeniar; Ariati, Jati
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.407 KB) | DOI: 10.14710/jpu.9.1.

Abstract

Biologi merupakan salah satu pelajaran yang sangat penting dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Biologi tumbuh seiring perkembangan zaman dan teknologi dan memiliki prosepek yang menjanjikan. Untuk dapat berhasil dan menghasilkan hasil yang optimal dalam pelajaran Biologi, guru perlu memperhatikan metode pembelajaran yang digunakan sehingga motivasi siswa untuk belajar Biologi dapat meningkat. Motivasi belajar Biologi adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan dan memberikan arah pada kegiatan belajar pada pelajaran Biologi, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat dicapai. Salah satu metode pembelajaran yang kemungkinan dapat meningkatkan motivasi belajar adalah metode pembelajaran kontekstual. Penerapan metode pembelajaran kontekstual ini pada pelajaran Biologi akan dinilai oleh siswa baik secara kognitif maupun afektif. Persepsi siswa terhadap metode pembelajaran kontekstual akan mempengaruhi perilaku belajar siswa. Siswa yang memiliki persepsi positif akan memiliki motivasi belajar Biologi yang tinggi sedangkan siswa yang memiliki persepsi yang negatif terhadap pembelajaran kontekstual memiliki motivasi belajar Biologi yang rendah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 1 Pangkalan Kerinci berjumlah 153 orang siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh. Alat ukur yang digunakan adalah skala persepsi terhadap pembelajaran kontekstual yang berjumlah 29 aitem (α = 0.919) dan skala motivasi belajar Biologi yang berjumlah 29 aitem (α = 0.914). Hasil analisis data dengan metode analisis regresi sederhana menunjukkan hasil rxy sebesar 0.804 dengan p = 0.000 (p<0.05). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap metode pembelajaran kontekstual dengan motivasi belajar Biologi. Efektifitas regresi dalam penelitian ini adalah sebesar 64.7%, artinya motivasi belajar Biologi siswa kelas XI IPA 64.7% ditentukan oleh persepsi terhadap pembelajaran kontekstual.Kata kunci: persepsi, pembelajaran kontekstual, motivasi belajar Biologi, siswa kelas XI IPA
THE PERCEIVED ROLE OF GOD IN HEALTH AND ILLNESS: THE EXPERIENCE OF JAVANESE MOTHERS CARING FOR A CHILD WITH THALASSEMIA Widayanti, Costrie Ganes
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.871 KB) | DOI: 10.14710/jpu.9.1.

Abstract

Thalassemia is recognized as one of the major health problem in Indonesia. It is estimated that about 10% of Indonesian population are carrier of the mutated gene. Nevertheless Thalassemia is not well-understood by communities. This paper addresses how Javanese mothers view the role of God in Thalassemia. Semi-structured interview was employed to five mothers having a child with Thalassemia residing in Semarang, Central Java. Most mothers with Thalassemia children stated that Thalassemia was a result of bad consequence in the past, known as karma which they held at present. Having Thalassemia children would be perceived as ‘destiny’ and God’s trial to the family. All mothers agreed that acceptance (nrimo ing pandum) of the child’s condition without questioning to God was essential as a way to cope with. This result points to the cultural awareness that exits in community, to the need for health care providers to be sensitive to the health-related religious beliefs of patients and their families.Key words: Javanese mothers, Thalassemia, beliefs, nrimo ing pandum
FAKTOR YANG PALING BERPENGARUH TERHADAP KOMITMEN KERJA PERAWAT PANTI WREDA DI SURAKARTA Puspitasari, Dewi; Asyanti, Setia
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.413 KB) | DOI: 10.14710/jpu.9.1.

Abstract

Menjadi perawat lansia di panti wreda membutuhkan komitmen kerja yang tinggi. Selain sifat pekerjaan yang monoton dan penghasilan yang tergolong kecil, kedudukan pekerjaan ini di mata masyarakat juga kurang bergengsi. Meskipun demikian, ada segelintir orang yang selama bertahun-tahun memilih bertahan pada profesi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap komitmen kerja perawat panti wreda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Data didapatkan melalui wawancara terhadap 3 perawat yang bekerja di panti wreda minimal 8 tahun. Hasil penelitian menunjukkan adanya sejumlah faktor yang memengaruhi komitmen kerja perawat panti wreda, yang dibedakan menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain informan memiliki minat pengabdian atau pelayanan sosial, memiliki sikap positif terhadap pekerjaannya dan memiliki niat ibadah sehingga pendapatan financial bukan hal yang paling utama. Faktor eksternal yang berpengaruh adalah dukungan keluarga.Kata kunci: komitmen kerja, perawat, panti wreda
PENGARUH KATARSIS DALAM MENULIS EKSPRESIF SEBAGAI INTERVENSI DEPRESI RINGAN PADA MAHASISWA Qonitatin, Novi; Widyawati, Sri; Asih, Gusti Yuli
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.673 KB) | DOI: 10.14710/jpu.9.1.

Abstract

Depresi ringan banyak dialami oleh orang dewasa muda, terutama dalam hal ini adalah mahasiswa dimana mereka memiliki tuntutan peran dan tugas yang tidak mudah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh katarsis dalam menulis ekspresif sebagai intervensi depresi ringan pada mahasiswa. Sebagai partisipan penelitian adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Semarang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah BDI (Beck Depression Inventory) untuk melihat tingkat depresi pada partisipan penelitian. Efektivitas atau pengaruh dari intervensi menulis ekspresif sebagai variabel bebas terhadap depresi sebagai variabel terikat dilihat dari perbedaan antara pretest (O1) dengan postest (O2). Analisis statistik yang digunakan adalah correlated data t-test / paired-sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan 84 mahasiswa yang terjaring sebagai subjek penelitian, 47 orang (55,95%) diantaranya mengalami depresi, dimana sebagia besar berada pada taraf depresi ringan. Hasil analisis statistik memperoleh hasil t hitung = 6,384 dan taraf signifikansi = 0,000. Berdasarkan hasil analisis data tersebut menunjukkan hipotesis penelitian diterima, berarti katarsis dalam menulis ekspresif memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap depresi ringan pada mahasiswa.Kata kunci: katarsis, menulis ekspresif, depresi ringan
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN DEPRESI PADA LANJUT USIA YANG TINGGAL DI PANTI WREDA WENING WARDOYO JAWA TENGAH Saputri, Meta Amelia Widya; Indrawati, Endang Sri
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.201 KB) | DOI: 10.14710/jpu.9.1.

Abstract

Dampak dari meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia adalah semakin meningkat pula jumlah lansia yang tinggal di panti wreda. Perubahan kehidupan yang dialami, membuat para lansia rentan mengalami depresi, terutama bagi lansia yang tinggal di panti wredaDukungan sosial yang berasal dari keluarga bagi lansia yang tinggal di panti wreda sangat penting, ada atau tidak adanya dukungan sosial dipercaya dapat mempengaruhi depresi. Penelitian berusaha mengungkapkan hubungan antara dukungan sosial yang bersumber dari keluarga, dengan depresi pada lanjut usia. Subjek penelitian adalah 35 kelayan Panti Wreda Wening Wardoyo Jawa Tengah, berusia 60 tahun ke atas, dengan masa tinggal di panti tersebut setidaknya selama satu tahun, sehat jasmani dan dapat berkomunikasi dengan baik. Metode pengumpulan data menggunakan skala, yaitu skala depresi dengan 34 aitem sahih (α = 0,928 ) dan 36 aitem sahih (α = 0,972) pada skala dukungan sosial. Berdasarkan analisis data dengan regresi sederhana, dihasilkan p = 0,003 (p < 0,05) dengan rxy = -0,487 berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dengan depresi. Efektifitas regresi sebesar 0,237 artinya depresi 23,7% ditentukan oleh dukungan sosial. Sedangkan 76,3% sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian.Kata kunci: depresi, dukungan sosial, lanjut usia.
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DAN RESILIENSI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN KANTOR PUSAT PT. BPD BALI Yuniar, I Gusti Ayu Agung Yesika; Nurtjahjanti, Harlina; Rusmawati, Diana
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.269 KB) | DOI: 10.14710/jpu.9.1.

Abstract

Efektifitas suatu organisasi dapat dilihat dari interaksi kerja pada tingkat individual, kelompok, dan sistem-sistem organisasi yang menghasilkan output manusia dengan tingkat absensi yang rendah, perputaran karyawan yang rendah, tercapainya kepuasan kerja dan karyawan yang memiliki kewarganegaraan organisasional (OCB). Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja terhadap OCB, hubungan antara resiliensi terhadap OCB, serta hubungan antara kepuasan kerja dan resiliensi terhadap OCB pada karyawan Kantor Pusat PT. BPD Bali. Populasi penelitian ini berjumlah 187 orang dan sampel penelitian berjumlah 127 karyawan tetap Kantor Pusat PT. BPD Bali yang minimal telah bekerja selama dua tahun. Penentuan sampel menggunakan teknik proporsional sampling. Pengumpulan data menggunakan skala OCB yang terdiri dari 31 item (α=0,907), skala kepuasan kerja yang terdiri dari 38 item (α=0,93) dan skala resiliensi yang terdiri dari 39 item (α=0,959). Hasil pengujian hipotesis pertama, menunjukkan bahwa kepuasan kerja berhubungan secara positif dan signifikan terhadap OCB ditunjukkan dengan koefisien korelasi 0,583 dengan tingkat signifikansi korelasi sebesar 0,000 (α<0,05). Pengujian hipotesis kedua juga menunjukkan bahwa resiliensi berhubungan secara positif dan signifikan terhadap OCB dengan koefisien korelasi 0,522 dan tingkat signifikansi korelasi sebesar 0,000 (α<0,05). Pengujian hipotesis ketiga diketahui pula bahwa kepuasan kerja dan resiliensi secara simultan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap OCB rxy= 0,629 dengan tingkat signifikansi korelasi sebesar 0,000 (α<0,05). Hasil pengujian diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,396. Artinya adalah kepuasan kerja karyawan dan resiliensi memberikan pengaruh sebesar 39,6% terhadap OCB. 60,4% OCB dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel penelitian ini. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah gaya kepemimpinan, persepsi keadilan, dan kecerdasan emosi.Kata Kunci : kepuasan kerja, resiliensi, Organizational Citizenship Behavior (OCB)

Page 1 of 1 | Total Record : 10