cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
INDONESIA MOSLEM TRADITION AND NATIONALITY (CASE STUDY OF MALAM TIRAKATAN IN YOGYAKARTA) Wildan lmaduddin Muhammad
Al Qalam Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.518 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v35i2.551

Abstract

Merayakan hari kemerdekaan merupakan salah satu simbol penghargaan warga negara terhadap Negaranya. Di beberapa wilayah negara termasuk Indonesia, perayaan tersebut rutin dilakukan oleh Pemerintah maupun oleh warga, dengan cara formal maupun informal. Secara formal pemerintah Indonesia dari tingkal daerah hingga pusat melaksanakan perayaan Kemerdekaan dengan upacara bendera pada tanggal 17 Agustus. Sedangkan dalam perayaan non-formal warga masyarakat melaksanakan peringatan Kemerdekaan dengan berbagai cara seperti lomba panjat pinang dan lain sebagainya. Salah satu bentuk peringatan yang ada di Indonesia untuk merayakan hari Kemerdekaan adalah dengan malam tirakatan atau malam pitulasan, khususnya di daerah Yogyakarta. Malam Tirakatan merupakan bentuk akulturasi dari tradisi Muslim di Indonesia. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang malam tirakatan sebagai sebuah akulturasi antara tradisi ritual keagamaan dengan rasa nasionalisme. Peneliti menggunakan metode triangulasi untuk mendapatkan data, yakni observasi partisipatoris. Wawancara mendalam dan dokumentasi. Lokasi untuk penelitian ini difokuskan pada dua tempat yang berbeda. pertama di dusun Dukuh daerah kabupaten Bantul dan kedua di dusun Ngasemun salah satu dusun di kabupaten Kulon Progo. Dari penelitian ini diketahui bahwa Muslim Indonesia memegang teguh nilai tradisi. toleransi dan nasionalisme Kata Kunci: perayaan, hari kemerdekaan, malam tirakatan, akulturasi.
ARISTOTELIANISME DALAM KACAMATA PARA TOKOH ABAD TENGAH PENENTANG LOGIKA Mufti Ali
Al Qalam Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1380.651 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i3.1661

Abstract

Dalam teks-teks yang menentang logika Anstoteles (al-mantik), kita menemukan berbagai argumen yang menentang logika Aristoteles, Aristoteles itu sendiri para sarjana muslim yang memakai logika tersebut dalam karya-karyanya, para khalifah yang mengeluarkan kebijakan untuk menterjemahkan karya-karya Yunani klasik ke dalam bahasa Arab serta orang-orang yang memberi komentar terhadap karya-karya Aristoteles.Persoalan yang akan dijelaskan dalam tulisan ini adalah obyek apa yang mereka tentang? Logika Aristoteles, Aristoteles itu sendiri, atau Aristotelianisme­yakni sebuah tradisi yang berpijak pada karya-karya Aristoteles dan yang terinspirasi olehnya. Studi ini mengungkap bahwa meskipun ketidaksetujuan mereka diarahkan kepada logika Aristoteles, Aristoteles itu sendiri dan orang-orang yang memakai Logika Aristoteles dalam karya-karyanya serta para komentator karya-karya Aristoteles, pada umumnya ketidaksetujuan mereka adalah pada Aristotelianisme, yakni tradisi intelektual yang berpijak pada karya-karya Aristoteles dan terinspirasi olehnya. Ketidaksetujuan ini dalam tingkatan tertentu, berkaitan secara erat dengan perlawanan budaya terhadap hal-hal yang berbau “Yunani Klasik”.
BANK DAN BUNGA A. WARDI MUSLICH
Al Qalam Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.75 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v10i53.1521

Abstract

Bank dan Bunga
POTENSI SUKUK SEBAGAI ALTERNATIF PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN DI BANTEN Zaini Ibrahim
Al Qalam Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.391 KB)

Abstract

Funds of district development sourced from district of earning and budgeting (APBD) constrained when source of revenue rely on district revenue (PAD) as like as taxes. An act penetration innovatory solution is needed to solve the budget deficit problem such as the potency of Sharia bonds (Sukuk). This article discusses what kinds of potency that become strengths and weaknesses then how opportunities and challenges are faced by Banten Province in an effort to take advantage of sukuk as the source of development budgeting in Banten. Furthermore, what strategis are effective to apply in an attempt to make sukuk as the source of development budgeting in Banten. An analysis of classical SWOT (SWOT Analysis-K) used to solve the problem above. First step of SWOT-K analysis is identifying the internal and external factors faced by the Banten province to take advantage of sukuk as a source of development budgeting in Banten. Second is making combination of internal and external factors. Final step is formulating appropriate strategies to be sukuk as an alternative of development funding in Banten. Result of SWOT-K anafysis in Banten Province has the power of aspects of economic resources as basic capital to make use of sukuk for regional development budgeting. Whereas there are two weakness become obstacles, there are human resources and government management. Besides, the market opportunity to make use of sukuk is widely open because Banten Province is one of the provinces that have a positive economic growth. Opportunities become greater with decentralization right in district financial management, but faced challenges are none of juridis basis for the implementation of district sukuk. The existence of UU SBSN does not yet give potency for district to take advantage of sukuk as APBD because the utilization of new sukuk is allowed for APBN. Priority strategic is improving the quality of human resources in field of Sharia finance by increasing professionalism and accountability in management. Improvement of the quality of human resources is accompanied by efforts to encourage the central government and the legislature to revise the constitution of governing district finances in order that accommpodate the source of society loans as instrument of district Sharia bonds (sukuk). Keywords: Budgeting, Bonds, Sukuk, Banten, APBD.
LOMBOK ISLAM IN THE EYES OF ANTHROPOLOGISTS AHMAD FATHAN ANIQ
Al Qalam Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.6 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v28i2.1372

Abstract

Sasak adalah kelompok suku terbesar di Lombok. Mereka terbagi ke dalam dua kelompok,yaitu Wetu Telu dan Waktu Lima. Waktu Lima adalah sebuah komunitas yang mendefinisikan diri sebagai penganut Islam ortodoks. Sedangkan Watu Telu adalah komunitas suku sasak marjinal yang memiliki kepercayaan yang dianggap sinkretik karena mereka masih mempercayai roh-roh nenek moyang mereka. Akan tetapi, sekitar delapan dekade yang lalu, sebagian muslim Lombok masih menjadi penganut Islam Wetu Telu. Perubahan yang sangat cepat ini mengundang banyak sarjana untuk melakukan penelitian tentang hubungan sosial dan keberagamaan masyarakat Lombok. Secara khusus, mereka tertarik untuk mengkqji pembagian antara Wetu Telu dan Waktu Lima.Artikel ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk mengkaji relasi kuasa antara Wetu Telu, Waktu Lima dan pemerintah. Artikel ini mencoba meninjau konflik-konflik yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut. Selanjutnya, artikel ini juga akan mengkaji perubahan paradigma S uku Sasak dan paradigma pemerintah dalam memandang posisi Wetu Telu. Untuk memahami hal tersebut, penulis akan mencoba menggali kajian-kajian antropologi mengenai masyarakat. Banyak literatur yang sudah membahas mengenai masyarakat Wetu Telu dan Waktu Lima. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan metode induktif dan metode deskriptif analitis.Kata Kunci: Sasak, islamisasi, konflik, polarisasi, relasi kuasa
SCHOOL BASED MANAGEMENT Eneng Muslihah
Al Qalam Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.25 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v26i3.1565

Abstract

School based management is the main issues in the educational quality improvement of both elementary and secondary education institutions in the world in the last three decades. It is the alternative school management believed to be potentially able to elevate the education quality. In Indonesia, it was introduced as early as the end of 1999 following the enactment of the decentralization policy. School based management, which is seen as a panacea of Indonesian education problems especially from primary up to senior secondary schools, when the 2003 Education Law No 20 was introduced, Indonesia formally adopted a policy of "school-based management" for the quality improvement of its 227.298 public and private schools, and madrasahs (Islamic schools), 47.813.166 students and 3.218.7 54 teachers. SBM in Indonesia is focused on the four aspects of basic education: quality, equality, relevance and efficiency. While international research has not yet proved conclusively that school­based management improves student outcomes, but in Indonesia, the experience has been to a certain degree more positive.
SHAH WALI ALLAH AND ABUL A'LA MAWDUDI Ilzamudin Ma'mur
Al Qalam Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.636 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v17i85.1475

Abstract

Shah Wali Allah dan Sayyid Abul A'la Mawdudi adalah pemikir-pemikir Muslim dari Anak-benua lndo-Pakistan yang sangat terkemuka pada masanya, masing-masing abad ke-18 dan 20. Kedua ulama ini yang masing-masing dipandang mewakili kaum Modernis dan Tradisionalis hingga tingkat tertentu, mempunyai pemikiran yang menyentuh spektrum yang cukup luas mulai dari ilmu agama tradisional seperti tafsir, fiqh, bahasa Arab dan sejarah Islam hingga ilmu umum modern seperti ilmu ekonomi, Pendidikan dan politik kenegaraan. Dari sekian banyak aspek pemikiran mereka tersebut, pemikiran politik menjadi kajian utama dalam tulisan ini. Kemudian karena konsep dasar filsafat politik adalah konsep negara, maka tulisan ini lebih diarahkan pada pemikiran mereka yang menyangkut bentuk dan tujuan negara, peran kepala negara, syarat kepala negara, gelar kepala negara, tugas kepala negara, dan jenis golangan warga dari negara Islam. Kendati terdapat beberapa perbedaan dan sekaligus persamaan, gagasan umum mereka adalah ingin melihat terciptanya umat Islam, khususnya di Indo-Pakistan dan umumnya dunia Islam, bersatu padu di bawah bendera Islam. Sejalan dengan pemikiran ini, mereka sependapat bahwa tujuan dari negara Islam adalah untuk menjamin diterapkannya ajaran-ajaran lslam. Negara bukanlah tujuan melainkan sekedar alat untuk mencapai tujuan yang lebih luas dan mulia yang dalam bahasa Iqbal dimaksudkan "untuk mewujudkan Kerajaan Tuhan di Bumi".
TINJAUAN KRITIS ATAS TARIKH AL-UMAM WA AL-MULUK KARYA IBN JARIR AL-TABARI Adnan, Adnan
Al Qalam Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1931.316 KB)

Abstract

Tarikh al-Umam wa al-Muluk (history of nations and kings) by Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir al-Tabiiri, is by common consent the most important universal history produced in the world of Islam. This monumental work explores the history of the ancient nations, the prophets, the rise of Islam and the history of the Islamic World down to the year 302 A.H./915 AD. His work, chronicled the History of Islam year by year; an attempt to categorize history from creation till the year 302 A.H/915 A.D. By the time he had finished his work, he had gathered all the historical traditions of the Arabs in his voluminous work. The Muslim world was not slow in showing its appreciation, and this work became famous as Islamic Traditional Historiography. However, much to criticize by western scholars (orientalist or lslamicist) sphere in writting style of Thabari work not systematically and interp retatively. In fact, no discovered logical argumen and rational parallel with historical ideas manifesting. The impact of uncommon muslim scholars to become a reference for Islamic historical Studies. A central theme of this paper will be invate of Muslim intellectuals/scholars to be Tarikh Thabari as prominent reference in the Islamic historical studies. Moreover, I will argue that Tarikh al-Umam wa al-muluk by al-Tabari is the most important reference on Islamic history than the other references.
WASIAT WAJIBAH Yusuf Somawinata
Al Qalam Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.164 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i1.1670

Abstract

Penerapan hukum waris bagi orang Indonesia, dalam kaitamrya dengan penerapan hukum adat dan hukum Islam, ada pendapat yang menyatakan bahwa hukum Islam tidak sesuai dan tidak dapat diterapkan kepada orang Islam Indonesia sebab, menurut mereka, dalam ketentuan hajb maijub dan ketentuan dzawi al-arham yang terdapat dalam hukum waris Islam, sistem penggantian seperti yang terdapat dalam BW dan hukum adat tidak dikenal. Artinya, kedudukan orang tua yang teltih meninggal dunia lebih dahulu tidak dapat digantikan (bagiannya tidak diberikan kepada) anaknya. Pandangan demikian, justeru menunJukkan kesempurnaan hukum waris Islam, karena pada hakekatnya, nasib pada ahli waris baik ahli waris mahjub maupun dzawi al-arham yang telah ditinggal mati oleh orang tuanya (penerima warisan seandainya masih hidup) pun diatur dalam hukum waris Islam, yaitu melalui ketentuan wasiat wajibah.Ketentuan wasiat wajibah (ahli waris pengganti) dalam pasal 185 KHI telah diterapkan dan dilaksanakan oleh para hakim di lingkungan PA dengan menggunakan Doktrin Mawali Hazairin. Namun dalam penetapan ahli waris, pengganti (AP), ada sebagian hakim yang menganggap setiap ahli waris, terutama para cucu si pewaris, yang orang tuanya telah meninggal dunia ditetapkan sebagai AP. Karenanya, dalam beberapa kasus pewarisan, ahli waris yang seharusnya mendapatkan warisan karena kedudukamrya sendiri, akhirnya ditetapkan sebagai AP.Kata Kunci: Wasiat Wajibah, Kompilasi Hukum Islam, Hakim, Pengadilan Agama, Doktrin Mawali Hazairin.
PENDEKATAN MAQASHID AL-SYARl'AH DALAM BERIJTIHAD M. A. Tihami
Al Qalam Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.075 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v10i55.1537

Abstract

Pendekatan Maqashid al-Syariah dalam Berijtihad

Filter by Year

1988 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 2 (2025): December Vol. 42 No. 1 (2025): June Vol. 40 No. 2 (2023): July-December 2023 Vol. 40 No. 1 (2023): January-June 2023 Vol. 39 No. 2 (2022): July-December 2022 Vol. 39 No. 1 (2022): January-June 2022 Vol. 38 No. 2 (2021): July-December 2021 Vol 38 No 1 (2021): January - June 2021 Vol 37 No 2 (2020): July - December 2020 Vol 37 No 1 (2020): January - June 2020 Vol 36 No 2 (2019): July - December 2019 Vol 36 No 1 (2019): Januari - Juni 2019 Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue