cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alfarhanic@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23564903     EISSN : 25798359     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH merupakan jurnal ilmiah berkala yang memuat hasil penelitian dari mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Galuh.
Arjuna Subject : -
Articles 1,061 Documents
DINAMIKA AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT Widyarina Ramadhani; Elly Rasmikayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.016 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1655

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan dinamika yang terjadi pada kegiatan agribisnis komoditas mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survey. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian dinamika agribisnis petani mangga ditunjukkan oleh mayoritas petani mangga mengeluarkan modal usahatani berasal dari modal pribadi, tujuan pasar terbanyak masih memasok ke pedagang pengumpul/tengkulak. Kegiatan pemeliharaan tanaman mangga menjadi bagian yang paling memerlukan modal besar. Hampir seluruh petani sudah menerapkan sistem budidaya Out of season namun tidak melakukan pengolahan pasca panen buah mangga dan menyerahkannya kepada tengkulak/bandar. Penentuan harga jual pada umumnya ditentukan oleh pembeli terhadap petani dan sistem pembayarannya adalah tunai. Petani sangat jarang yang tergabung dalam suatu kelembagaan usahatani mangga. Tidak begitu banyak dan signifikan perubahan yang terjadi pada kegiatan agribisnis mangga di Kecamatan Panyingkiran sehingga dinamika agribisnis komoditas mangga dapat dikatakan cenderung statis.Kata kunci: Dinamika Agribisnis, Sistem Agribisnis, Budidaya Mangga.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI KEDELAI (Glycine max L.) (Suatu Kasus di Desa Karangmulya Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran) Heryana Ariesta Wahyudin; Dedi Herdiansah Sujaya; Mochamad Ramdan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.01 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1646

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani kedelai di Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. 2) Kelayakan usahatani kedelai di Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Jumlah responden yang diambil sebanyak 56 orang (15 persen) dari populasi 376 orang petani dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka, dinas dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Besarnya biaya usahatani kedelai Rp 4.516.880,08,- per hektar, sedangkan penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp 10.920.000,-. Sehingga pendapatan yang diperoleh petani sebesar Rp 6.403.119,92,- per hektar. 2) Usahatani kedelai di Desa Karangmulya layak untuk dilaksanakan karena memiliki R/C > 1 yakni sebesar 2,4.Kata Kunci : Kedelai, Biaya, Penerimaan, Pendapatan, R/C
ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI PADI SAWAH BERDASARKAN LUAS LAHAN DI DESA SINDANGSARI, KECAMATAN BANJARSARI, KABUPATEN CIAMIS, PROVINSI JAWA BARAT Citra Kurnia Putri; Trisna Insan Noor
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.559 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1678

Abstract

Padi adalah komoditas utama yang berperan sebagai pemenuh kebutuhan pokok karbohidrat bagi penduduk Indonesia. Ketergantungan penduduk Indonesia dalam mengkonsumi padi menyebabkan tingginya permintaan terhadap komoditas padi. Tingginya kebutuhan padi ini seharusnya memberikan dampak positif terhadap kehidupan petani padi. Nyatanya, kehidupan petani padi masih banyak yang tidak sejahtera walaupun berada di daerah sentra produksi padi. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, salah satunya kepemilikan lahan petani yang mayoritas adalah lahan sempit (<0,5 Ha). Desa Sindangsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis merupakan daerah yang masih mengandalkan padi sebagai komoditas utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan rumah tangga petani padi berdasarkan luas lahannya. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan parameter kesejahteraan menurut Sudana (2008) untuk mengetahui Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Petani (NTPRP) serta parameter 11 indikator tingkat kesejahteraan SUSENAS oleh BPS (2016). Metode yang digunakan adalah Proportional Random Sampling dan diperoleh 39 petani padi responden yang terdiri dari 2 petani padi lahan luas, 5 petani padi lahan sedang dan 32 petani padi lahan sempit. Hasil penelitian menunjukkan semakin luas kepemilikan lahan, semakin besar kontribusi pendapatan sektor pertanian terhadap pendapatan total rumah tangga petani. Analisis tingkat kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah dengan menggunakan beberapa indikator menunjukkan hasil tingkat kesejahteraan yang berbeda.Tingkat kesejahteraan menggunakan indikator ekonomi menunjukkan adanya rumah tangga petani yang termasuk kategori miskin (tidak sejahtera), namun jika menggunakan indikator ekonomi dan sosial (BPS-SUSENAS 2016) menunjukkan hasil seluruh rumah tangga petani termasuk tingkat sejahtera tinggi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesejahteraan petani diperlukan kebijakan untuk meningkatkan pendapatan melalui berbagai aspek yang menunjang peningkatan sektor pertanian dan non pertanianKata Kunci : Kesejahteraan, Petani padi, Rumah Tangga Petani
PROPORSI PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI PADI DI DESA PATIMBAN, KECAMATAN PUSAKANAGARA, KABUPATEN SUBANG, JAWA BARAT Nur Fatimah; Nur Syamsiyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.503 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1651

Abstract

Kabupaten Subang merupakan sentra produksi padi ketiga di Jawa Barat. Sebagai sentra produksi padi ternyata tidak membuat penduduk Kabupaten Subang tahan terhadap pangan. Menurut Data Produksi dan Industri Jawa Barat tahun 2017, penerima rastra di Kabupaten Subang mencapai 112.891 KPM. Rastra merupakan salah satu instrumen untuk mengurangi masalah kemiskinan dan kerawanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik serta proporsi pengeluaran rumah tangga petani padi. Penelitian ini dilakukan di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Teknik pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 51 orang yang ditentukan dengan Simple RandomSampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan analisis statistika deskriptif untuk mengetahui karakteristik dan proporsi pengeluaran rumah tangga petani padi menurut BPS (2017) yang terdiri dari 14 indikator pangan dan 6 indikator non pangan. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik rumah tangga petani padi: rata-rata umur produktif(92%), tingkat pendidikan SD (53%), status kepemilkan lahan sebagai penggarap (51%), rata-rata luas lahan 0,75 ha, jumlah tanggungan keluarga 3-4 orang (70%), pendapatan Rp 3.578.500,00/bulan. Proporsi rata-rata pengeluaran rumah tangga per bulan adalah Rp 2.795.000,00 yang terdiri dari pengeluaran pangan sebesar Rp 1.667.500,00 dan pengeluaran non pangan sebesar Rp 1.128.500.Kata kunci: padi, ketahanan pangan, rumah tangga petani, proporsi, pengeluaran
REKAYASA SISTEM PENGENDALIAN MUTU PRODUK OLAHAN SINGKONG DENGAN METODE PROSES KONTROL STATISTIK (Studi Kasus Kripik Singkong Merk “Bah Dukun” Di CV. Arva Snack ) Esti Tri Pusparini; Ade Moetangad Kramadibrata; Asri Widyasanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.334 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1656

Abstract

CV. Arva snack merupakan industri rumah tangga yang habis masa berlaku perizinan (HALAL dan PIRT) tahun 2018. Usaha ini perlu melakukan pengujian produknya sebagai prasyarat pengajuan perizianan. Akan tetapi hal tersebut tidak dilakukan selama ini. Akibatnya, mutu produk tidak konsiten dan banyak produk gagal yang dibuang. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perbaikan sistem pengendalian mutu produk keripik singkong produksi CV. Arva Snack. Metode penelitian yang digunakan adalah rekayasa dengan pendekatan proses kontrol statistik. Selama bulan September 2017, ditemukan produk tak layak jual sebanyak 509 kg. Nilai tersebut masih dalam batas kendali tetapi terjadi fluktuasi pada peta kendali P yang mengharuskan dilakukannya perbaikan pengendalian mutu. Hasil analisis fisbone diagram ditemukan faktor yang paling berpangaruh adalah bahan baku singkong, metode penggorengan, penggunaan mesin, kelalaian pekerja dan faktor lingkungan. Perbaikan yang diberikan adalah mengganti umur panen singkong, memperbaiki metode penggorengan, membuat SOP penggunaan mesin, pengawasan kepada pekerja dan meningkatkan lingkungan kerja. Berdasarkan usulan tersebut dibentuk standar operasional prosedur pada setiap tahapan kegiatan produksi.Kata kunci: Keripik Singkong, Pengendalian mutu dan Proses Kontrol Statistik
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI MANISAN MANGGA (Studi Kasus pada UMKM Satria di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon) Josua Yeremia Thomas Gultom; Lies Sulistyowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 5, No 1 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.559 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v5i1.1442

Abstract

Sektor agroindustri dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi kolaborasi strategis yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi nasional maupun daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan agroindustri pada UMKM Satria yang merupakan salah satu pelaku pengolahan manisan mangga di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dan teknik studi kasus dengan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi pengembangan agroindustri manisan mangga pada UMKM Satria yang dapat dilakukan yaitu: mempertahankan sistem manajemen bahan baku, mempertahankan pangsa pasar dan penjualan, dan meminimalisasi resiko serta menetapkan harga yang kompetitif. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara perawatan fasilitas produksi, meningkatkan konsistensi produk baik kualitas maupun kuantitas dan merencanakan volume produksi optimal.
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI KERIPIK SINGKONG (Studi Kasus Sentra Produksi Keripik Singkong Pedas di Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi) Sulaiman Sulaiman; Ronnie Susman Natawidjaja
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 5, No 1 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.056 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v5i1.1445

Abstract

Banyaknya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Indonesia membuka peluang bagi para pengusaha untuk mengusahakan keripik singkong menjadi usaha yang dapat meningkatkan nilai tambah ubi kayu. Kota Cimahi merupakan salah satu daerah sentra produksi keripik singkong, yang bertempat di Kampung Pojok-Kademangan, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan agroindustri pengolahan keripik singkong, nilai usaha dan nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan ubikayu menjadi keripik singkong. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan teknik studi kasus. Analisis data terdiri dari analisis nilai usaha, analisis nilai tambah dengan metode Hayami dan deskriptif dengan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan keripik singkong masih menggunakan peralatan yang relatif sederhana dan rata-rata merupakan industri kecil. Pemasaran keripik singkong dilakukan oleh pengusaha yaitu pengusaha langsung menjual keripik singkong kepada konsumen, selain itu melalui pedagang grosir lalu ke pedagang-pedagang pengecer kemudian ke konsumen. Hasil analisis nilai usaha menunjukkan bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh usaha keripik singkong di Sentra Produksi Keripik Singkong Pedas Cimahi sebesar Rp4.598.410,53 dengan rata-rata penerimaan yang diterima sebesar Rp5.955.600,00 dan rata-rata pendapatan/keuntungan yang diterima pengusaha keripik singkong adalah sebesar Rp1.393.585,30 dalam satu kali produksi. Hasil analisis efisiensi usaha menunjukkan bahwa rata-rata R/C rasio yang didapatkan adalah 1,30. Yang artinya agroindustri keripik singkong sudah efisien atau layak karena sudah melebihi angka 1,00. Rata-rata nilai tambah diterima pada usaha keripik singkong sebesar Rp5.232,18 per kilogram dengan rasio nilai tambah terhadap nilai output rata-rata sebesar 23,76% per proses produksi. Rasio nilai tambah ini termasuk dalam nilai tambah tersebut termasuk dalam kategori sedang karena berada diantara 15-40% berdasarkan pernyataan Hubeis.
Perilaku Budidaya Petani Mangga Dikaitkan dengan Lembaga Pemasarannya di Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon Mentari Nur Azizah; Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 5, No 1 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.843 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v5i1.1447

Abstract

Kecamatan Greged merupakan salah satu sentra produksi mangga di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Namun, produksi mangga tersebut berfluktuasi dan pendistribusian buah mangga yang dilakukan oleh petani masih terbatas di lembaga pemasaran tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku budidaya petani mangga dikaitkan dengan lembaga pemasarannya di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Responden dalam penelitian ini yakni 130 orang petani mangga yang diambil secara acak. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis data crosstab dan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pemasaran yang dipilih petani yaitu kelompok tani (2%), tengkulak (35%), bandar (51%), pasar tradisional (9%), dan pasar induk (3%). Mayoritas petani mangga dengan berbagai lembaga pemasaran yang dituju di Kecamatan Greged memiliki tenaga kerja 1 – 2 orang dari keluarga dan selain keluarga, menerapkan teknologi off-season, pengendalian OPT menggunakan pestisida dan perangkap hama, menerapkan pengaturan waktu tanam, memiliki hasil panen dengan kualitas grade A dan B berkisar 41 – 60%, dan produktivitas per pohonnya 101 – 300 kg/pohon. Petani menggunakan lahan kebun usaha dan lahan pekarangan rumah mereka untuk bertanam mangga, kecuali petani yang menjual ke pasar induk hanya menggunakan lahan kebun usaha. Petani yang menjual hasil produksinya ke kelompok tani dan pasar induk tidak melakukan pencucian buah, sedangkan mayoritas petani yang menjual ke tengkulak, bandar, dan pasar tradisional melakukan pencucian buah, sortasi, grading, pengemasan, dan pelabelan.
ANALISIS RANTAI NILAI INDUSTRI KECIL PENGOLAHAN TERONG MENJADI CHEESESTICK TERONG Muhammad Aqil; Ronnie Susman Natawidjaja
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 5, No 1 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.335 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v5i1.1469

Abstract

Cheesestick terong menjadi suatu inovasi dalam pengolahan agroindustri untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di desa Genteng kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Karena adanya rantai dalam produksi menimbulkan adanya ketergantungan dan kurangnya keterlibatan dalam aktivitas rantai tersebut, hal tersebut berdampak terhadap ketidakpastian pendapatan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai nilai pengolahan terong dari petani ke IAAS, mengetahui laba dari masing-masing pelaku berdasarkan keterlibatan dan ketergantungan antar pelaku dalam rantai nilai, mengetahui besarnya keuntungan pengolahan terong tersebut dan kontribusinya terhadap pendapatan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari dan memberikan strategi penguatan produksi cheesestick terong di desa Genteng. Analisis data terdiri dari analisis rantai nilai, analisis nilai tambah, analisis usaha, dan analis kontribusi pendapatan. Hasil penelitian terdapat tiga aktor pelaku dalam rantai nilai cheesestick terong yaitu petani, KWT Mentari, dan IAAS. Pelaku KWT Mentari adalah pelaku yang mendapatkan nilai tambah tertinggi yaitu Rp 43.200/Kg dan pelaku yang mendapat nilai tambah terendah adalah IAAS yaitu Rp 2.370/Kg.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat (Studi Kasus: Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung) Fajar Giri Pratama; Ganjar Kurnia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 5, No 1 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.025 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v5i1.1572

Abstract

Desa Lebakmuncang merupakan salah satu desa wisata yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung – Jawa Barat melalui SK Bupati Kabupaten Bandung – Jawa Barat. Desa Wisata Lebakmuncang mengalami kendala dalam menjalankan desa wisata nya yaitu jumlah wisatawan yang berkunjung terus mengalami penurunan sehingga pendapatan masyarakat setempat hanya dari bertani, berdagang, dan beternak saja. Diperlukan suatu strategi pengembangan yang diterapkan Desa Wisata Lebakmuncang agar mendapatkan strategi yang cocok dengan menggunakan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat).

Page 18 of 107 | Total Record : 1061